Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Author: hani yuya

Judul: jealous

Rate: T

Pairing: sasusaku, gaasaku.

Gendere: comedy, cross genre, friendship,romance ,semi ooc.

Warning: seperti biasa cerita ini jauh dr kata sempurna,Typo bertebaran di mana-mana .don't like don't read.

Nb: maaf lama update gy kambuh bad mood nya .hahaha... sesuai kataku kemaren ini chap akhir ya..buat yang udah nunggu silahkan baca.

.


Sasuke melangkahkan kakinya menyelusuri Desa , langkah Sasuke berhenti di persimpangan gerbang konoha . Pandangannya tertuju pada sebuah bangku, tempat dimana dulu ia baringkan tubuh Sakura sesaat sebelum dia pergi dari desa .

Sasuke memejamkan matanya untuk mengingat kembali apa yang dia lakukan dulu, sebenarnya ada sesuatu hal yang dia rahasiakan saat itu . Hanya dirinyalah dan sinar bulan yang menjadi saksi saat Uchiha terakhir ini mencium Gadis bersurai pink tepat di bibirnya sebelum pergi.

Itu adalah sesuatu hal yang sangat memalukan baginya, mencuri ciuman pertama Gadis yang disukainya secara diam-diam . Dan hingga saat ini , sampai kapanpun akan menjadi rahasia dan kenangan manis tersendiri baginya.

Mengingat hal itu membuat Sasuke mengulumkan senyuman tipisnya, lalu mata yang tadinya terpejam dibukanya. Sasuke mulai melompati satu persatu rumah penduduk , dia membulatkan tekat untuk bertemu mantan Gurunya yang sekarang menjabat menjadi Hokage ke 6 -Hatake Kakashi.

Hanya dalam beberapa menit Sasuke telah sampai di gedung Hokage , di sepanjang jalan menuju ruangan Hokage banyak yang menyapanya dengan memanggilnya 'Sakura' , tapi hanya anggukan kepala yang dia berikan tanpa senyum dan balasan.

Kreeeettt - tanpa mengetuk pintu Sasuke langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat mantan gurunya yang berdiri di depan jendela ini sedang membaca buku icha-ichanya.

"Yo, Saku, ... maksudku Sasuke bisakah kau ketuk pintu dulu sebelum masuk ?"

"Hn " Jawab Sasuke cuek, ia malah berjalan mendekati Kakashi.

"Ada perlu apa lagi Sasuke? " Tanya Kakashi yang kembali membaca bukunya. Tubuhnya dia sandarkan ke tembok samping jendela.

"Hn, entahlah , aku hanya ingin menenangkan pikiranku " Sasuke kini berdiri tepat disamping Kakashi.

"Maksudmu ? Kau tidak dapat berfikir jika berada di rumahmu, karena ada Sakura , bukan begitu Sasuke? " Kakashi mulai menutup bukunya dan menatap Sasuke.

"Ck, kau memang menyebalkan Kakashi! " Sasuke mendelik tak suka. Tapi dia akui semua yang dikatakan Kakashi benar ,otaknya buntu jika berada di dekat Sakura. Dan yang lebih parahnya lagi dia sampai lepas kontrol gara-gara kedatangan Gaara tadi .

Kakashi mendudukan bokongnya dilantai.

"Duduklah Sasuke , kau ingin mengatakan sesuatu padaku bukan? "

"Hn " Sasuke pun menuruti perintah Kakashi. Sekarang mereka duduk berdampingan, Sasuke duduk dengan sebelah kaki ditekuk.

"Oi, Sasuke ingat sekarang kau berada di tubuh Sakura ! duduklah layaknya seorang gadis "

"Ck, menyusahkan! " Lagi-lagi Sasuke menuruti perintah Kakashi, diluruskan kedua kakinya.

'Tumben sekali dia patuh " batin Kakashi. Hening sesaat lalu Sasuke mulai bicara.

"Hei, Kakashi hari ini aku boleh menginap disini? " Tanya Sasuke tanpa memandang ke arah Kakashi.

"Tumben sekali kau Sasuke, ingat kau tahanan rumah sekarang, seharusnya kau tidak boleh keluar rumah seenaknya dan lagi tidak baik seorang gadis menginap di tempat seorang pria " Perkataan terakhir Kakashi sukses membuat tanda segi empat di dahi Sasuke.

"Kau ingin mengajakku berkelahi Kakashi! " Sasuke bangkit dari duduknya dan menarik kerah Kakashi.

"Ha-ha-ha aku cuma bercanda Sasuke, tidak usah dianggap serius"Jawabnya dengan senyum dibalik maskernya. Kakashi memang senang mempermainkan Sasuke.

"Ck, aku sedang tidak ingin bercanda " Sasuke melepaskan cengkramannya dan kembali duduk. "lalu kenapa kau ingin menginap di sini? "Tanya Kakashi dan mulai membuka kembali buku icha-icha nya.

"Aku takut lepas kendali "

"Hm maksudmu? "

"Ck, aku juga seorang pria bodoh, karena kejadian pagi tadi entah kenapa emosiku tidak stabil dan hampir melakukannya terhadap Sakura " Sasuke menundukkan kepalanya sebelah tangannya meremas rambutnya kencang, ia merasa menyesal membuat Sakura menangis lagi karena dirinya.

"HAHAHAHA " Kakashi tertawa sangat kencang sampai mengeluarkan air mata. Sasuke yang mendengar Kakashi tertawa langsung menengok kearahnya, dia bingung dengan reaksi Kakashi.

"Kau benar-benar lucu Sasuke "

"Apa kau bi-" Belum sempat Sasuke menyelesaikan kalimatnya.

"Itu tandanya kau Cemburu!"

"Heh "

"Cemburu pada Kazekage-sama "
Mata Sasuke sukses membulat 'Jadi ini yang dinamakan cemburu ' batinnya.

"Kau menyukai Sakura kan Sasuke! jujur saja padaku "

"Kau - sejak kapan menyadarinya ?" Sasuke sangat terkejut dengan perkataan Kakashi.

"He, tidak kusangka kau mau mengakuinya !"

"Ck, kurasa sudah waktunya aku memberitahumu " Ucap Sasuke pasrah, sejak awal dia kembali ke Konoha memang berencana suatu saat nanti Kakashi adalah orang pertama yang ingin dia beritahu tentang perasaannya terhadap Sakura.

"Sasuke-Kau- sedang curhat padaku? " Jawab Kakashi terkejut dengan nada yang disengaja.

"Ck, berhentilah bercanda Kakashi ,aku serius !" Sasuke menjawab dengan nada kesal.

"Yare, yare , akhirnya kau mau bercerita padaku Sasuke, sudah lama aku menantikan saat ini " Kakashi menutup bukunya dan dimasukkan ke dalam kantung celananya, tangan kanannya mengacak-acak rambut mantan muridnya ini.

"Hn , ck berhentilah menganggapku anak kecil Kakashi " semburat merah tipis mewarnai pipinya.

"Nah Sasuke ceritakan semua yang ingin kau katakan padaku , aku akan mendengarkan semuanya "

"Ya ... terima kasih " Sasuke tersenyum, wajahnya sangat merah sekarang. Ini pertama kalinya dia berbicara masalah pribadinya dengan orang lain , hanya kepada Kakashi yang dia anggap sebagai pengganti Orang tuanya.

.
Waktu berjalan sangat cepat , sekarang waktu menunjukkan pukul 23.30 tengah malam. Sakura yang sejak tadi melihat jam cemas akan keadaan Sasuke, bermacam-macam pertanyaan muncul dibenaknya ' Apa Sasuke baik-baik saja ' ... 'Apakah Sasuke menghindariku ' batinnya gelisah . Sakura berjalan mondar-mandir menunggu kepulangan Sasuke di ruang tengah, sampai dia merasakan kantuk yang amat sangat menyerangnya. Akhirnya tanpa sadar dia tertidur di sana.

Malam pun berganti pagi, Matahari mulai menunjukkan dirinya , burung-burung pun berkicau merdu. Semua orang mulai kembali beraktifitas. Tapi Sakura masih terlelap dengan tidurnya sampai sebuah suara membangunkannya.

Tok tok tok
Sakura terbangun masih belum sadar sepenuhnya, berulang kali ia mengerjapkan matanya .
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu semakin kencang terdengar. Sakura yang mulai Sadar sepenuhnya tersentak kaget 'Sasuke' bibirnya memanggil sebuah nama yang sejak tadi malam ditunggu kepulangannya. Sakura langsung berlari menuju pintu. Kreettt

"Sasuke-kun kemana saja kau-!" Sakura terbelalak kaget bukan Sasuke yang berada dihadapannya tapi Kazekage-sama.

" Sakura bisa kita bicara "

"Ikutlah denganku sebentar " tanpa aba-aba Gaara langsung menarik tangan Sakura yang ditubuh Sasuke.

"Tu -tunggu Kazekage-sama!"

"Gaara! "

"Eh ... ?"

"Panggil aku Gaara saja" Pinta Gaara dengan senyuman.

"Tapi !"

"Aku tidak menerima penolakan Sakura"

Sreet Gaara kembali meneruskan jalannya sambil menggenggam tangan Sakura yang masih berada di tubuh Sasuke. Di sepanjang jalan banyak yang memandang aneh ke arah mereka, tentu saja aneh seorang Kazekage menggenggam tangan seorang Uchiha dan sedikit menariknya untuk mengikuti langkahnya.

"Anoo, Kazekage - maksudku Gaara sebaiknya kau lepaskan tanganku, lihat kita jadi bahan tontonan " Wajah Sakura sudah seperti kepiting rebus sangat merah menahan malu.

"Aku tidak peduli " Jawab Gaara cuek , tanpa menengok ke arah Sakura.

"Kau tau kan sekarang aku masih berada ditubuh Sasuke, sangat aneh bukan dua orang pria bergandengan tangan? " Perkataan Sakura sukses membuat Gaara mendadak menghentikan langkahnya secara mendadak. Brukk -sehingga Sakura membentur tubuh Gaara.

"Aku bilang, aku tidak peduli " Mata jade Gaara memandang mata Onyx Sasuke yang didalamnya Sakura.

'Keras kepala, sama seperti Sasuke-kun ' batin Sakura.

Wuusshhh - tiba-tiba segerombolan pasir menutupi mereka berdua. Sakura tersentak kaget.

"Kau malu kan , kita akan gunakan pasirku untuk pergi "

"Eh... !"
Tak berapa lama pasir Gaara menjadi pijakan kaki mereka berdua dan membuat mereka melayang di udara lalu beranjak pergi.

.
Di sisi lain tempat Hokage.

"Kau sudah mau pergi Sasuke? "

"Hn "

"Kau benar-benar ingin pergi ke Sunagakure? "

"Hn "

"Sebaiknya kau pikirkan baik-baik, jika kau pergi aku yakin Sakura akan menerima lamaran Kazekage. Dan usahamu mencari tau cara membatalkan jutsu sampai ke Suna akan sia-sia " Ucap Kakashi sambil menghela nafas.

"Aku tidak punya pilihan lain lagi " ucapnya pasrah.

"Kau rela Sakura menjadi milik Kazekage ?"

"TIDAK akan!" Jawabnya cepat tanpa berfikir, bulir keringat berjatuhan di wajah Sasuke.

'Hah , kau menunjukkan kelemahanmu padaku membuatku luluh Sasuke ' batin Kakashi tak tega melihat raut wajah Sasuke yang kebingungan.

"Baiklah , aku akan memberitahu mu Sesuatu Sasuke "

"Hn "

"Yah, sebenarnya aku tau cara melepaskan jutsu tanpa kau berhubungan intim dengan Sakura, ha ha " Kakashi menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Sasuke yang mendengar perkataan Kakashi barusan terbelalak tak percaya.

"Jadi selama ini kami dipermainkan Olehmu ! " tanda segi empat mulai bermunculan didahi Sasuke.

"Katakan padaku KAKASHI!"

"Yare, yare - tenangkan dirimu Sasuke"
Sasuke mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Kakashi dengan tangan yang mengepal.

" 'jutsu tidak akan pernah hilang jika kedua tubuh tidak menyatu dengan orang yang dicintai , kau mencintainya kan Sasuke. Kalau kalian menikah jutsu pun akan hilang dengan sendirinya "

"Yah, begitulah hahaha" tawa Kakashi.

"KAKASHI KENAPA KAU TIDAK MENGATAKAN DARI AWAL, Hah! " kilat marah terpancar dari Mata Emerald Sakura yang didalamnya Sasuke.

"Aku hanya ingin membantu membangkitkan Klan mu Sasuke " jawabnya tanpa dosa.

"Kau memang benar-benar MENYEBALKAN "

"Hwaa ... tunggu Sasuke kau ingin menghancurkan ruanganku lagi "

Duuuaarrrr
Sasuke melayangkan tinjunya ke lantai dengan tenaga super milik Sakura, alhasil ruangan Hokage sekali lagi hancur ditangan mantan muridnya ini. Tanpa membuang waktu lagi dengan segera Sasuke berlari menuju rumahnya, ingin segera bertemu Sakura dan melamarnya mungkin.

Kakashi hanya menatap pasrah ruangannya yang lagi-lagi hancur oleh mantan muridnya ini. 'Ya sudahlah ini salahku juga telah keterlaluan mengerjainya, sebaiknya aku ke tempat tenzo memintanya untuk memperbaiki nya lagi " batinnya. Poooffff lalu menghilang dalam kepulan asap.

.
BRAKKK Sasuke membanting pintu rumah dan langsung masuk ke dalam.

#Sasuke Pov On#

Setelah masuk ke dalam rumah aku mengedarkan pandanganku untuk mencari sosok Sakura, tapi aku tidak merasakan pancaran chakra dirinya. Ck, ini membuatku kalut ' pergi kemana dia , apa mungkin dia bersama Gaara - sial '. Aku harus menemukannya segera. Kulangkahkan kakiku untuk mencarinya, kemanapun akan kucari.

#Sasuke Pov Off #

.
# Sakura Pov On #

Sekarang aku berada bersama Kazekage-sama , meski dia bilang sebut namanya saja aku belum terbiasa. Aku tidak tau dia akan membawaku pergi ke mana. Yang ada dipikiranku hanya Sasuke, dimana dia sekarang? Dari tadi aku hanya diam, sama sekali tak bicara sedikitpun. Sampai Gaara memecahkan lamunanku.

"Sakura, aku benar-benar serius ingin menjadikanmu istriku, itulah tujuanku datang ke Konoha " ucap Gaara dengan mata Jade nya yang tajam menatapku dengan penuh kepercayaan diri.

'Apa yang harus kukatakan, Aku masih diam tak tau harus menjawab apa. Sampai aku mendengar suara seseorang berteriak memanggil namaku.

"SAKURA! "
Aku langsung mencari sumber suara yang memanggilku, aku tau suara ini. Benar saja ketika kulihat kebawah Sasuke yang masih ada ditubuhku melompati setiap rumah mengejar kami.

#Sakura Pov off #

"SAKURA!" Sasuke melompati satu persatu rumah penduduk.

"Gaara aku mau turun" Pinta Sakura.

"Tidak "

"Kalau begitu aku akan lompat! " ancam Sakura. Mendengar ancaman Sakura, Gaara Akhirnya turun di atap rumah penduduk, jarak antara Sasuke dan Sakura hanya 5 meter dari tempat mereka berdiri. Gaara mulai bicara.

"Sakura akan menikah denganku " Ucap Gaara.
Sasuke amat sangat terkejut mendengar nya. Sedangkan Sakura hanya diam.

"Jangan bercanda kau Gaara, Sakura katakan kalau perkataan nya bohong kan! "

" . . . " Sakura hanya diam.

"Apa kau sudah menerima lamarannya? " tanya Sasuke lagi dengan suara yang sedikit meninggi.

" . . . " lagi-lagi Sakura diam.

"JAWAB AKU SAKURA " Ucap Sasuke berteriak dengan Emerald milik Sakura yang berkilat marah. Karena sejak tadi Sakura hanya diam dan menundukan kepalanya. Sasuke mulai melangkah nendekati keduanya dan berhenti melangkah tepat beberapa centi di depan Sakura. Lalu mengangkat tangan kanannya menuju wajah Sakura yang masih di dalam dirinya, diangkat dagunya agar wajah mereka berhadap-hadapan.

"Kau hanya milikku Sakura, sampai kapanpun tak akan kubiarkan siapapun mengambilmu dariku!" selesai bicara Sasuke mendekatkan wajahnya dengan wajah Sakura, Cup - sasuke mencium bibirnya secara singkat, hanya menempelkan sekilas bibirnya dengan bibir Sakura . Sakura terbelalak kaget sama halnya Gaara yang kaget melihatnya, aura marah terpancar dari tubuh Gaara.

"Aku yang akan menikahimu!" Ucap sasuke, lagi-lagi Sakura dibuatnya kaget.

"Sasuke-kun -aku "

"Aku tidak menerima penolakan! " jawabnya memutus perkataan Sakura. Wajah Sakura semerah tomat sekarang, hanya anggukan yang di lakukan Sakura sebagai jawaban.

"Hei, apa kalian lupa aku masih di sini?! " ucap gara dengan nada marah. Mata emerald Sakura yang di dalamnya Sasuke dengan mata Jade Gaara saling berpandangan. Keduanya mencari tau apa yang tersirat di dalamnya.

"Ck, pergilah " Ucap Gaara, emosinya berangsur - angsur stabil sekarang dan tiba-tiba menyuruh Sakura dan Sasuke pergi.

"Gaara " Ucap Sakura tak percaya.

"Hn "

"Jangan salah paham, melepaskanmu saat ini bukan berarti aku mengaku kalah , Aku akan tetap mencintaimu Sakura dan suatu saat nanti aku akan kembali , kupastikan saat itu aku akan membawamu berada disisiku " ucap Gaara dengan senyum penuh arti.

"Kau! " Sasuke hampir meninju wajah Gaara, kalau saja tidak dihentikan Sakura.

"Hentikan Sasuke-kun " Sakura berdiri di depan Sasuke menghalangi nya .

"Baiklah biar aku yang pergi, sampai bertemu lagi Sakura " selesai berucap. Wuuuussshh - sosok gara menghilang dalam kumpulan pasir.

"Hei, sejak kapan kau memanggilnya Gaara -sakura, jelaskan padaku " Sasuke yang berada di tubuh Sakura menarik tangan Sakura yang berada ditubuhnya, otomatis badan Sakura berbalik berhadapan dengan tubuhnya.

"Anoo, Gaara yang meminta-?" Belum sempat Sakura menyelesaikan kalimatnya, Sasuke menarik kerah baju Sakura. Cup - Sasuke kembali menciumnya , kali ini berbeda dengan ciuman yang tadi, kedua tangan Sasuke memeluk erat tubuh Sakura. Karena ditubuh Sakura ,kakinya sedikit berjinjit, ditekannya leher Sakura yang berada ditubuhnya agar memperdalam ciumannya. lidahnya masuk mengobrak abrik mulut sakura dan mengabsen satu-persatu giginya, Sasuke melepaskan ciumannya ketika melihat Sakura hampir kehabisan oksigen.

"Hosh,hosh,hosh " nafas Sakura terengah-engah. Sasuke yang melihatnya hanya tersenyum jahil. Dia berbisik sesuatu ditelinga Sakura

"Kita lanjutkan dirumah, waktunya melepaskan ' jinmei kouryuu no jutsu' Sakura, aku sudah tidak sabar kembali ketubuhku dan membangkitkan klan ku " ucapnya dengan wajah penuh gairah . Mendengar ucapan Sasuke membuat tubuhnya merinding.

"Kau - ternyata pervert Sasuke-kun " wajah sakura sukses memerah seperti tomat kesukaannya. Sasuke hanya tersenyum.
Uwaaa - tiba-tiba Sasuke yang masih di tubuh Sakura menggendong tubuh Sakura yang berada ditubuhnya dengan ala bridal style .

"Turunkan aku Sasuke-kun! " Teriak Sakura.

"Diamlah Sakura " Jawab Sasuke cuek. Sasuke mulai meloncati satu-persatu atap rumah penduduk menuju rumahnya.

Mereka tidak menyadari yamanaka ino dan Sai melihat keadaan langka ini dengan mata yang melotot tak percaya, 'clik ' satu foto di ambil gadis yamanaka ini.

"Hehehe, akan kusebarkan keseluruh konoha, tak kusangka seorang Uchiha yang terkenal dingin bisa luluh dengan Sakura, ne sai-kun tolong lukis foto ini dengan kanvas yang super besar " perintah ino dengan senyum licik diwajahnya.

"Baiklah cantik " jawab sai dengan senyum palsu andalannya.

.

The end


Maaf klo alurnya kecepetan aku akan buat edisi ekstra nya tentang apa yang di lakukan sasuke dan sakura saat melepaskan jutsunya. Mungkin akan benar2 lemon.

Makasih buat semua yang udah baca ff abalku, dan buat silent reader dan para reader yang udah review Arigatou.

Top of Form

Bottom of Form