SHIROIYASHA KOUTAN
DISCLAIMER : MK
AUTHOR : GORILLA
WARNING : MASIH PERLU SARAAN DAN KRITIKAN READER
Pair : ?
SUMMARY: Dia lah yang menggenggam takdir dunia ini ke arah Perdamaian? Atau Kehancuaran dunia ini tergantung dari cara orang terdekatnya memandangnya
Chapter 06 : NEGOSIASI
Sabtu,23 Januari 2016
"Hoi, Kau yang disana apa yang kau lakukan?" tanya Naruto pada sesorang diatas cabang pohon yang condong ke pemadian wanita dengan nada datar.
"Sssttt... jangan berisik,nanti ketahuan." jawab orang tersebut sambil berbisik.
"Kau sedang mengintip ya?" tanya Kamui pada orang itu.
"Ya, kalian bisa diam dan jangan berisik, kalian terlalu muda untuk hal ini" jawab orang tersebut.
"Kau bisa menikmati pemandangan indah sementara aku tidak, itu sangat tidak adil" ucap Kamui dengan nada kecewa dan dibarengi Aura hitam Kamui mengambil batu.
"Oh... pemandangan yang indah." Ucap Orang yang sedang diatas pohon,sambil mengintip.
"Hyaaat..." teriak Kamui sambil melemparkan batu kearah orang yang sedang mengintip. Brak... suara batu mengenai pohon kemudian Orang tersebut jatuh.
Byurrr...
"Apa yang terjadi?" tanya beberapa wanita yang ada di situ sambil melihat kearah kolam.
"Ya, ampun anak-anak itu sangat mengganggu." Ucap Orang yang jatuh ke kolam. Gyut...
"Sepertinya aku menyentuh seuatu" sambungnnya kemudian ia manatap apa yang ia sentuh.
"Kyaaaaaaa." Teriak Karin sambil memukul Orang itu,karena dada Lolinya di sentuh Orang itu. Duar orang itupun tepental ke arah pagar pembatas Onsen antara wanita dan pria.
"Ah... aku lupa ada Karin disana" ucap Kamui dan Naruto bersamaan.
"Ada Karin disana." Ucap Kamui ambigu.
"Ada Karin disana." Sambung Naruto.
"Gawat ayo Kamui" ucap Naruto langsung mengenakan Handuknya di pinggang nya dan mengajak Kamui ke bilik wanita dengan terburu-buru.
Setelah berada di sebelah Karin Naruto dengan menyodorkan sebuah handuk kemudian bertanya "Karin apa yang terjadi?".
"Naruto,Kamui aku telah ternodai." Jawab Karin lemah dengan tatapan mata kosong.
"Tenangkan dirimu Karin." Ucap Kamui melihat keadaan Karin.
"Orang telah melihatku telanjang,apa aku masih bisa menikah kelak?, dia meremas dadaku" gunam Karin masih dengan tatapan mata kosong.
"Kamui kau gendong Karin menuju kantor Hokage, Aku akan memaksa Orang ini ke kantor hokage dan bertanggung jawab" perintah Naruto pada Kamui dan menunjuk pria yang sedang terkapar di pagar pembatas.
SAAT PERJALANAN KE KANTOR HOKGE.
"Jadi siapa kau Ero-ossan?" tanya Naruto pada Pria tadi. Sementara Kamui berusaha menenangkan Karin yang Shock atas kejadian tadi.
"Kau tidak mengenaliku?, Aku adalah Gamma Sennin dari Gunung Myobukuzan, Tuan Jiraiya!." Jawab Pria itu.
"Yosh kejahatan mu telah bertambah satu." Gunam Naruto sambil berjalan menuju kantor hokage.
"Apa maksudmu anak muda?" tanya Orang yang kita ketahui adalah Jiraiya.
"Kejahatan mu pertama Mengintip, kedua Menodai anak perempuan berumur sembilan tahun, ketiga membuat anak itu terauma berat, keempat melakukan pencemaran nama baik dengan mengaku sebagai Tuan Jiraiya" jelas Naruto pada Jiraiya.
"Tapi aku benar-benar Jiraiya, dan yang membuat aku terjatuh adalah temanmu itu." Jawab Jiraiya sambil menunjuk Kamui.
"Itu tidak membntumu lolos dari kejahatan mu." Jawab Naruto dengan nada malas.
DI KANTOR HOKAGE
Tok... Tok...
Naruto mengetuk pintu ruang Hokage, Kamui berada disamping Naruto sedang menggendong Karin yang masih bergunam seperti tadi kemudian Jiraiya berada di belakang mereka.
"Masuk" ucap Orang yang berada didalam ruang Hokage.
Kriet...
Suara pintu ruang hokge terbuka
"Jiji aku datang membawa seorang penjahat!" teriak Naruto sambil memasuki ruang hokage.
"Jangan berteriak di kantor bodoh!" bentak Hiruzen.
"Kamui kenapa kau menggendong Karin?" tanya Hiruzen karena melihat Kamui masuk sambil menggendong Karin.
"Orang telah melihatku telanjang,apa aku masih bisa menikah kelak?, dia meremas dadaku" gunam Karin dengan tatapan mata kosong.
"Apa yang terjadi pada mu Karin?" tanya panik Hiruzen karena mendengar perkataan Karin dengan pandangan kosong.
"Oi Ero-ossan masuk lah." Panggil Naruto pada Jiraiya. Kemudian Jiraiya memasuki ruang hokage.
"Jadi begini Orang ini...
FLASHBACK ON
Byurrr...
"Apa yang terjadi?" tanya beberapa wanita yang ada di situ sambil melihat kearah kolam.
"Ya, ampun anak-anak itu sangat mengganggu." Ucap Jiraiya jatuh ke kolam. Gyut...
"Sepertinya aku menyentuh seuatu" sambungnnya kemudian ia manatap apa yang ia sentuh.
"Kyaaaaaaa." Teriak Karin sambil memukul Jiraiya,karena dada Lolinya di sentuh Jiraiya. Duar Jiraiyapun tepental ke arah pagar pembatas Onsen antara wanita dan pria.
"Ah... aku lupa ada Karin disana" ucap Kamui dan Naruto bersamaan.
FLASHBACK END
Begitulah Jiji, jadi aku minta dia di hukum." Jelas dan pinta Naruto pada Hiruzen sambil menunjuk Jiraiya.
"Tenanglah Naruto kita bisa selsaikan masalah ini dengan baik-baik." pinta Hiruzen pada Naruto.
"Bagaimana aku bisa tenang Karin dalam keadaan begitu Jiji?, Dia Keluarga ku harta karun ku bagaimana aku bisa tenang. Pokoknya dia harus di hukum." Tanya Naruto pada Hiruzen.
"Jadi bisa kau jelaskan kejahatannya?" tanya Hiruzen pada Naruto.
"Sudah jelas bukan kejahatannya adalah : Pertama Mengintip, Kedua Menodai anak perempuan berumur sembilan tahun, Ketiga membuat anak itu terauma berat, Keempat melakukan pencemaran nama baik dengan mengaku sebagai Tuan Jiraiya." jawab Naruto.
"Naruto dia memang Jiraiya." Ucap Hiruzen sambil sweatdrop.
"Benarkan aku ini Jiraiya" timpal Jiraiya sambil berpose memegang dagu.
"Tidak mungkin dia Jiraiya. Tuan Jiraiya bukanlah orang aneh yang mesum seperti dia!, Jangan hancurkan image Tuan Jiraiya didepan ku." Ucap Naruto sambil menunjuk Jiraiya.
Kemudian Jiraiya pundung di pojokan sambil bergunam "Bahkan bocah di Konoha tidak mengenaliku."
"Orang telah melihatku telanjang,apa aku masih bisa menikah kelak?, dia meremas dadaku" gunam Karin dengan tatapan mata kosong.
"Nee-san Tenanglah, hiks" pinta Kamui sambil terisak.
"Jadi apa mau mu sekarang Naruto?" tanya Hiruzen pada Naruto.
"Aku mau dia..." ucap Naruto sambil menunjuk Jiraiya.
"DIKULITI KEMUDIAN DI MUTILASI LALU DIBUNUH BERULANG-ULANG ITU TIDAK AKAN CUKUP, APA YANG DIA LAKUKAN PADA NEE-SAN, HIKS..." ucap Kamui memotong ucapan Naruto.
"Tenanglah Kamui kita sedang bernegosiasi." Ucap Naruto pada Kamui.
"Tapi Naruto..." ucap Kamui dengan nada sedih.
"Aku mau dia membayar 3.000.000; Ryo." Ucap Naruto dengan nada datar.
"Sebanyak itu kah untuk apa itu?" tanya Jiraiya.
"Sudah jelas bukan untuk pengobatan mental Karin tentunya" jawab Naruto datar sambil mengupil dengan jari kelingkingnya.
"Bukannya kita bisa meminta Unit Introgasi untuk menghapus ingatannya atau dirawat rumah sakit?" tanya Hiruzen pada Naruto sambil memijat pelipisnya.
"Ingatan masa lalu adalah menunjukan pribadi seseorang saat ini, dan Aku tidak mau jika ingatan Karin dihapus. Aku mau Karin ditangani oleh Ninja medis Nomer 1 di Konoha dan orang itu adalah seorang penjudi jadi aku harus memiliki uang yang banyak bukan?" jawaab sekaligus tanya Naruto pada Hiruzen.
Hiruzen menganggukkan kepala.
Krieet...
Pintu ruang Hokage terbuka dan Masuklah pria dewasa dengan rambut pirang dengan jubah bertuliskan YONDAIME HOKAGE, ya orang itu adalah Namikazw Minato.
'Kenapa disaat seperti ini Dia datang?' Teriak Naruto dalam hati dengan wajah shock.
"Apa yang Kau lakukan di Sini?" tanya Minato pada Naruto dengan nada dingin.
"Hanya melaporkan tindak kejahatan seseorang." Jawab Naruto dengan tatapan dan nada datar pada Minato.
"Siapa seseorang yang kau Maksud, Mana sopan santun mu berbicara dengan wajah datar pada seorang Hokage?" tanya Minato pada Naruto dengan nada dingin.
"Dia, Maaf Hokage-sama Orang tua ku tidak pernah mengajari ku sopan santun." Jawab Naruto sambil menunjuk Jiraiya dan menyindir Minato.
"KAU..." Ucap Minato dengan nada tinggi karena sebal pada Naruto.
"Tenanglah Minato" perintah Hiruzen.
"Naruto kau tahu dia itu teman baik Tsunade, munkin jika kau datang bersamanya mungkin pengobatan Karin akan gratis." Ucap Hiruzen mencoba bernegosiasi.
"Tidak dia harus membayarnya." Ucap Naruto.
"Naruto hentikan perdebatan ini!" ucap Minato dengan nada dingin.
"Ini bukan urusan mu, uruslah urusan mu jangan ikut campur urusan orang lain." Balas Naruto dengan nada serius.
"Sialan Kau!" bentak Minato sambil mengambil kunai Hiraishinya lalu menghunuskan pada Naruto.
'Kena Kau.' Batin Minato saat Kunainya hampir mengenai Naruto. Naruto melompat kebelakang
Slash...
Suara benda tertebas.
"Hampir saja." Ucap Naruto kemudian ia melihat Kimono bagian lengannya dan berkata "Sial Ibu ku akan marah jika Kimono yang di belikannya sobek." "Are... bukannya aku tidak memiliki ibu" lanjutnya.
'Dia menghindarinya, di usianya sekarang bisa sehebat itu bagaimana jika besar nanti' batin Jiraiya.
"Hoi apa kau berniat membunuh ku Hokage-sama?" tanya Naruto atau lebih tepatnya berteriak pada Minato
"Cih." Gunam Minato tidak suka.
"Karena percobaan Membunuh ku,aku naikkan menjadi 3.500.000 Ryo Jiji." Ucap Naruto pada Hiruzen.
"Kenapa Kau naikkan Gaki, kesalahan ku dan Minato itu berlainan jangan kau campur adukkan." Jawab Jiraiya tidak terima jika ia dihruskan Membayar 3.500.000 Ryo.
"Tentu saja dia itu muridmu, jadi kesalahan seorang murid adalah kesalahan gurunya." Balas Naruto dangan nada datar.
Mendegar ucapan Naruto, Hiruzen berkata "Jadi benar Kesalahan seorang Murid adalah Kesalahan Gurunya, jadi kesalahan Jiraiya berarti Kesalahan Ku juga kan?" dengan Dikelilingi Aura suram.
"Tenanglah Jiji,bukan maksudku seperti itu." ucap Naruto sambil sweatdrop.
"Baiklah aku turunkan 3.300.000 Ryo." tawar Naruto.
"Bagaimana jika 2.300.000; Ryo Naruto." Tawar Hiruzen pada Naruto.
"2.700.000;" jawab Naruto.
"2.400.000;" tawar Hiruzen pada Naruto lagi.
"Baiklah 2.500.000 itu yang aku minta." Ucap Naruto.
Naruto berjabat tangan dengan Jiraiya dan berkata "DEAL" bersamaan. Setelah itu Jiraiya memberi Cek dengan Nominal yang ditawarkan Naruto barusan.
"Yosh... Saatnya menukarkan Cek ini." Ucap Naruto sambil menggoyang-goyangkan kertas di tangannya.
"Tunggu Naruto bagaimana dengan Karin?" tanya Kamui pada Naruto.
"Oh... Karin." Jawab Naruto sambil mendekati Karin.
Sementara Karin masih bergunam bagaimana masa depanya setelah hal diluar dugaan saat di Onsen tadi. Kemudian Naruto memegang kedua pundaknya.
"Tenanglah Karin." Perintah Naruto pada Karin.
"Bagaimana aku bisa tenang masa depanku telah di renggut olehnya." Jawab Karin masih dengan tatapan mata kosongnya sambil menunjuk Jiraiya.
"Karin Dengar." Ucap Naruto dengan nada serius. Karin pun diam dan mendengaran apa yang akan Naruto katakan.
"Karin anggap saja yang mengintip mu dan menyentuh dadamu adalah seekor serangga" jelas Naruto pada Karin.
Sementara Minato dan Hiruzen sweatdrop mendengar apa yang di katakan Naruto. Di sisi Jiraiya terohok mendengar ucapan Naruto.
"Hm." Balas Karin tertunduk. "Jadi kau masih bisa menikah kelak karena yang melihat mu telanjang bulat dan menyentuh dada mu adalah serangga, Mengerti." Jalas Naruto pada Karin
"Hm. Aku mengerti intinya aku bisa menikah kelak karena yang mengintip dan menyentuh dadaku tadi adalah serangga" balas Karin dengan nada senang dan mata binar-binar.
'Yosh akhirnya di kembali seperti semula' batin Naruto dan Kamui.
"Oi Gaki apa maksudmu menyebut ku serangga?" tanya Jiraiya dengan nada keras.
"Sudah jelas bukan Untuk menenngkannya?" jawab Naruto degan Nada datar.
"Ne, Naruto,Kamui dimana belanjaan Kita?" tanya Karin dengan senyuman tulus tapi berlainnan dengan aura hitam kemerah-merahan dan rambut merah yang berkibar.
"Ha'i." Jawab Naruto dan Kamui dengan wajah membiru atau lebih tepatnya pucat pasi.
'Dia Mengingatkan ku pada Kushina' batin Jiraiya,Minato dan Hiruzen sambil sweatdrop.
"K-Kami menitipkannya pada Reponsis di Onsen tadi." jawab Kamui dengan nada panik.
"Ah... sukurlah ku kira kalian meninggalkannya, akan ku ambil dulu, Hokage-sama, Serangga maafkan atas keributan ini." Ucap Karin lembut dan menusuk bagi Jiraiya.
Kemudian Karin melangkah pergi meninggalkan semua orang yang ada di Ruang Hokage untuk mengambil barang yang tertinggal di Onsen.
"Yosh... Kamui rencana kita berhasil sepertinya malam ini kita akan Makan di Yakiniku" ucap Naruto pada Kamui bersemangat.
"Tak ku sangka rencana kita berjalan mulus hahaha hahaha." Balas Kamui sembil tertawa.
Kemudian mereka melangkah pergi menyusul Karin. Saat Naruto akan membuka pintu
"Oi Gaki kembalikan uang ku, bukannya gadis itu sudah kembali seperti semula jadi tidak perlu uang itu lagi" ucap Jiraiya.
"Are bukannya kita sudah Deal tentang Cek ini, apa seorang Jiraiya mengingkari hal ini, apa yang terjadi jika dunia tahu jika Jiraiya menodai seorang gadis di bawah umur?" tanya Naruto menyudutkan Jiraiya.
"Kau benar-benar licik" jawab Jiraiya mendengar perkataan Naruto.
"Aku hanya meniru apa yang Ayahku lakukan, Bukan begitu Otou-sama?" jawab Naruto sambil bertanya pada Minato.
Minato mendengar itu hanya mengepalkan tangannya Hingga kuku jarinya memutih.
"Jaa na." Ucap Naruto lalu keluar dari Ruang Hokage.
"Jiraiya,Minato ada yang ingin ku bicarakan" ucap Hiruzen dengan nada serius pada Jiraiya dan Minato.
TO BE CONTINUED
Apa yang akan di bicarakan Hiruzen ?
Yosh terjawab sudah Rencana Naruto dan Kamui.
Tentang Pair saya belum menentukannya mungkin terlihat Naruto dekat dengan Karin tapi tidak menepis kemungkinan dia akan dekat dengan Chara perempuan yang lain.
Tentang Kushina saya telah menyiapkan rancangan untuk kedepannya.
Saya berusaha melakukan perbaikan, dan semoga Reader-san puas dan saya benar-benar minta maaf karena terlambat update Dan tidak bisa membalas Review satu persatu tapi Terimakasih atas dukungannya.
Mohon Kritik dan Saran Reader agar ada perbaikan untuk author baru ini agar berkarya lebih baik lagi.
Tuangkan semua kripik dan sarannya di kolom Review... sekian
EVERYBODY DONDAKEE!
