®KIBUM'S SCANDAL®

.

Main cast : Kim Kibum,

Kyuhyun – Ryeowook,

Yesung, Hyukkie

Others

.

Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk

Warning : Gaje, Abal-abal, genderswitch, OOC, TYPO, dll… N' NO BASH ne. RnR..

.

.

Yesung mendekati Kibum yang tengah berbaring disofa. Kibum menoleh saat derap langkah Yesung mengganggu gendang telinganya. Setelah yang didapatinya Yesung hendak mendekatinya, Kibum menutup wajah tampannya dengan lengan kanannya. Yesung acuh akan sikap Kibum kini yang seakan enggan untuk diajak bicara. Ia melewati letak sofa yang Kibum tiduri dan mendekati jendela besar yang terlampir dibalik sofa.

Berkas cahaya yang memasuki apartemen mereka, begitu damai dirasa saat sang kehidupan tersebut hendak menemui peraduannya. Yesung memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dengan gaya sok coolnya. Lama ia berdiri disana untuk berkhidmat dengan waktu yang semakin bergulir. Kibum sedikit menyunggingkan senyumnya takkala melihat tingkah Yesung yang kelewat batas 4l4y tersebut.

"Melihat gayamu aku tak bisa menahan tawaku hyung…ahha" tutur Kibum. Yesung memutar sedikit kepalanya kesamping. Ia berdecih, kesal dengan olokkan Kibum yang ditujukan padanya. Bukankah gayanya sudah sedemikian coolnya? Tapi kenapa terlihat begitu lucu dimata dongsaengnya?

"Hentikan tawamu! Melihatmu yang sudah kembali kesedia kala.. bisakah kita berbicara dengan serius?"

"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Kibum. Ia menghentikan senyumannya dan beralih untuk duduk dengan posisi yang benar. Yesung mendekati letak duduk Kibum, dan duduk disamping namja berwajah stoic tersebut. Sejenak, Yesung memandang lekat Kibum yang masih seolah acuh akan keberadaannya. Kibum yang merasa risih dengan tatapan yang menurutnya mesum tersebut, meraup wajah Yesung dengan tangan kirinya.

"Apa yang kau lalukan babo? Wajah tampanku ini sangat langka dimuka bumi ini.." gerutu Yesung.

"Kau melihatku demikian, membuatku geli bukan main.. sudahlah! Apa yang ingin kau katakan?"

Yesung menarik nafasnya pelan dan mendesah dengan keras. Kibum terkikik sendiri mendengar desahan tersebut dan berkata," Hyung, jangan katakan kau menyukaiku. Ini bukan pengakuan akan perasaanmu kan?"

PLETAK!

Satu jitakan manis Yesung layangkan kepucuk kepala Kibum. Kibum meringis tentunya dengan mengelus sayang pucuk kepala kesayangannya. Hingga satu kalimat yang Yesung ucapkan menghentikan gerak kekanakannya tersebut. " ini tentang anak-anakmu~"

"Apa kau benar-benar membenci mereka?"

Raut Kibum yang semula meringis childish mengelus kepalanya, telah berubah stoic seperti enggan untun menjawab. Dipandangnya lurus kedepan tanpa perduli akan arah pembicaraan Yesung. " Ingat Bummie.. mereka itu anak-anakmu, darah dagingmu sendiri. Tidakkah kau berfikir akan perkataanmu tadi? itu sungguh membuat mereka menderita tentunya.."

"Sudahlah hyung…"

"Kau tidak bisa menyangkal akan kenyataan ini dan juga membenci mereka. Dibalik sikap mereka yang begitu menyebalkan, tidakkah kau berfikir bagaimana isi hati mereka? Mereka membutuhkanmu Bummie.."

"Hentikan hyung! Hentikan! Ya benar.. aku membenci mereka, sangat membenci mereka. Karena mereka yang datang begitu saja dalam kehidupanku membuat aku perlahan-lahan menjadi gila. Bukankah kau juga demikian sama sepertiku, hyung? Kau tak usah munafik untuk menasehatiku..kita sama hyung, sangat membenci keberadaan mereka.." bela Kibum untuk dirinya sendiri.

"Benar! Aku membenci mereka. Tapi aku sadar akan satu hal bahwa kebencianku pada mereka tanpa alasan~"

"Apa kau tau bila kedua anak-anakmu terpuruk saat ini? bahkan Kyuhyun yang kita tau sangat menyebalkan itu menangis karena ucapanmu. Ingat Bummie, kaulah harapan mereka satu-satunya. Kasih sayangmu sebagai ayah yang mereka rindukan. Cobalah untuk berfikir yang jernih paboo.."

Kibum tersenyum sinis mendengarnya dan berkata, " sejak kapan hyungku yang terkenal Paboo ini bisa menjadi seseorang yang bijaksana?"

"Eh?" tanya Yesung cengo.

"Hah.. bahkan sikap bijaksanamu itu hanya bertahan beberapa menit saja. Kau memang seorang Pabo yang telah mendaging hyung…" kata Kibum tersenyum. Ia beranjak dari duduknya dan menuju kamar impiannya. Dan tinggallah Yesung disini dengan kebingungannya. Ia menggaruk kepalanya dengan tatapan bingungnya dan berucap " Itu tadi pujian atau hinaan ya?"

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

Cicit riang dari nyanyian para penyair mengganggu kedamaian dipagi ini. Mereka seringkali menari dengan eloknya yang sesekali bersenandung hangat bersama sang kehidupan menjadi teman seperjuangannya. Tak ada yang indah disegala musim selain musim semi kini. Bunga-bunga yang bermekaran mengawali kehidupan barunya, dan juga udara yang sejuk menyelimuti raga dengan hawa damainya.

Kibum tersenyum seraya menyenderkan dirinya disamping pintu apartemen KyuWook. Sesekali ia melirik jam tangan yang terkait dipergelangan tangannya. Siulan-siulan kecil dipagi hari ia dendangkan disana. Apa yang dilakukannya disana? Apa ia tengah menunggu seseorang?

Cklek!

Pintu apartemen tersebut terbuka dan membuat Kibum sedikit shock karenanya. Ia membenarkan letaknya berdiri dan beralih menghadap pintu yang terbuka tersebut. Kyuhyun yang pertama kali terlihat, membuat Kibum sedikit menyunggingkan senyumnya. Tapi tidak dengan Kyuhyun! Ia tampak heran dengan prilaku Kibum pagi ini. "Apa yang kau lakukan didepan pintu pagi begini? Kau ingin menjadi stalker kami eoh?" tanya Kyuhyun dingin. Kibum seakan tak acuh dengan racauan Kyuhyun. Ia masih tersenyum lebar memandang Kyuhyun dan itu semua berhasil membuat Kyuhyun menjadi aneh setengah mati akan sikap ramah Kibum kali ini.

"Appa? apa yang kau lakukan disana?" kaget Ryeowook yang juga ikut andil dalam percakapan kecil KyuBum.

"Aku menunggu kalian…" jawab Kibum lembut.

"Apa aku tak salah dengar? Atau memang kau yang salah makan? Menunggu kami? Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun masih dengan nada sinis andalannya.

"Tak bisakah kau menerima niat baikku ini? Aku hanya ingin mengantar kalian…"

"Mwo? Aku rasa otakmu memang sudah terganggu tuan! Kenapa kau begitu baik pagi hari ini, sedangkan kemarin sore kau tampak muak dengan kami? Apa kau mendapat sebuah wangsit dimana perantaranya adalah kami eoh?" tanya Kyuhyun.

Kibum masih tersenyum, seakan menulikan pendengarannya akan cacian maut Kyuhyun tersebut. benar-benar bukan sosok Kim Kibum sebenarnya. Sosok yang mudah merasa jengkel sekecil apapun cacian yang diberikan padanya, dan selanjutnya akan meledak-ledak dengan tidak beraturnya.. kini berubah menjadi sosok yang peramah. Apa ia mencoba untuk menjadi sosok appa yang baik karena wejangan Yesung kemarin? Entahlah! Hanya Tuhan yang tau….

"Sudahlah Kyunnie.. Kita sudah terlambat sekarang. Ada appa disini bukankah keberuntungan untuk kita dalam menghemat waktu? Jangan kau perlama lagi waktu kita…" nasihat Ryeowook. Kyuhyun terdiam, tapi gerak maniknya masih memandang Kibum yang setia dengan cengiran bodoh tersebut.

"Arraseo.. Aku hanya merasa aneh saja akan perlakuan baiknya yang tiba-tiba.."

Ryeowook mengangguk maklum, membenarkan pendapat Kyuhyun tentang Kibum. Tanpa mengulur waktu lagi, Ryeowook mengunci pintu apartemen mereka dan berlalu bersama Kyuhyun dan Kibum. Ryeowook sedikit menggeleng kepalanya geli memandang Kyuhyun yang masih antisipasi dengan Kibum. Lihat saja tatapan memburu yang Kyuhyun ajukan, sungguh kurang bersahabat!

Kyuhyun menekan tombol lift masih dengan sifat antisipasinya. Tak lepas pandangannya mengarah pada Kibum yang masih bersikap ramah. Pintu lift tersebut terbuka, dengan sesosok penyihir cerewet bagi Kyuhyun berdiri didalamnya. Siapa lagi kalau bukan Hyukkie.

"Bummie…" girangnya saat melihat Kibum. ia berhambur memeluk tubuh Kibum dengan eratnya. Gummy smile yang jarang ia tampilkan, kini sudah mampu ia lukiskan. "Apa kau tau aku akan datang dan sengaja menungguku disini?" tanyanya sepede mungkin.

KyuWook bergidik ngeri mendengar celoteh manja dari remaja kelewat tua tersebut. "Kau masih ingin mengantar kami? Atau kau ingin berlovey dovey terlebih dahulu dengan kekasihmu itu?" celetuk Kyuhyun memecah romansa manis Hyukkie.

Hyukkie yang tersadar dari filosofinya, berubah haluan dalam tatapannya yang menjadi siaga setelah mendapati keberadaan Kyuhyun. Dengan cepat, Hyukkie melepaskan pelukannya terhadap Kibum lalu membuat bentuk silang didepan dadanya. "Kalian mengikuti kami?"

"Ya Ahjumma! Otakmu sudah bergeser rupanya… Keuntungan apa yang bisa kami dapatkan bila argumenmu itu benar adanya.." kesal Kyuhyun.

"Kau~" tunjuk Kyuhyun dihidung Kibum. "Apa masih ingin mengantarkan kami? Kami sudah terlambat sepenuhnya sekarang. Bila tidak, kau temani saja kekasihmu ini Tuan,,," tambahnya lagi. Kibum tersadar sepenuhnya dari hipnotis kealayan yang Hyukkie buat. Dikejarnya langkah KyuWook yang telah memasuki lift. Hyukkie tak ingin ketinggalan mengikuti jejak Kibum, dengan langkah cepat pula ia memasuki lift bersama mereka.

"Kemanapun kau pergi, aku akan selalu bersamamu…" manja Hyukkie seraya tangannya bergelayut mesra dilengan Kibum. Ryeowook yang merasa risih akan sikap sok imut Hyukkie sengaja bersikap mual dan berhasil mendapat deathglare gratis dari Hyukkie.

Pintu lift terbuka tepat diarea parkiran. Kibum melesat pergi mengambil kendaraannya, dan meninggalkan Hyukkie bersama KyuWook. Perang dinginpun kembali terjadi diantara mereka. Tatapan tak suka yang Hyukkie layangkan, mendapat respon positif dari Kyuhyun. Kyuhyun mengibaskan rambutnya dengan sengaja kearah Hyukkie guna membuat Hyukkie meluapkan amarahnya. Hyukkie tentu saja kesal karenannya, tapi mampu ia tahan mengingat siapa gerangan mereka dikeluarga calon suaminya tersebut. Habis sudah kesabaran Hyukkie karena ulah konyol dua bersaudara yang sudah kelewat batas itu. Hyukkie mencak-mencak ditempatnya berdiri " Sikapmu yang begini padaku.. aku curiga tentang statusmu sebagai sepupu mereka! Apa benar kau sepupunya? Atau kau hanya selingkuhannya dariku?" tanya Hyukkie dingin.

KyuWook membalikkan badan mereka dan menatap Hyukkie sejenak. Mereka hanya menatap, 100 persen menatap tanpa berkata sedikitpun.. dan berlalu pergi meninggalkan Hyukkie dalam kekesalannya. Hyukkie menggerutu dalam racauan tak jelasnya. Dipercepatnya langkahnya mengejar mereka yang hampir meninggalkannya seorang diparkiran ini.

.

.

Kibum melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi sambil merengut. Bukan tipikalnya yang suka berkendaraan kencang. Semua karena KyuWook. Kalau bukan karena perseturuannya bersama Hyukkie tentang kecepatan kendaraan dan dimenangkan oleh KyuWook, Kibum takkan mungkin melajukan kendaraannya begini. Ia namja yang taat pada peraturan, jadi wajar bila hatinya juga ikut bertentangan dengan dirinya.

CKitt!

Kibum memberhentikan mobilnya diparkiran kampus tempat kedua anaknya menimba ilmu. KyuWook membuka seatbelt mereka dan berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata terima kasih. Kibum sontak kaget dengan sikap mereka yang pergi secara tiba-tiba. Dengan cepat ia membuka seatbeltnya lalu berdiri diambang pintu kendaraannya sambil berteriak memanggil mereka. "Hei! Kapan kalian pulang?"

"Mata kuliah kami hari ini akan selesai setelah makan siang…" jawab Ryeowook. Kibum ber-oh riah menanggapi mereka dan kembali memasuki mobilnya. Hyukkie menatap sinis Kibum yang masih bersikap santai tanpa memperdulikannya disana.

"Kim Kibum.. bisakah aku bertanya satu hal padamu?"

Kibum menoleh kearah Hyukkie dengan tatapan polos yang ia buat. "Waeyo noona?" tanyanya santai.

"Apa benar hubungan kalian hanya sebatas sepupu? Kenapa sikapmu kepada mereka begitu perhatiannya? Kau tidak menjalin hubungan khusus dengan salah satu diantara mereka kan?" tanya Hyukkie terperinci. Kibum tertawa aneh seraya tangannya mencengkram erat setir mobil. Diapandangnya lagi raut Hyukkie yang terkesan menuntut jawaban pasti darinya.

"Kau telah banyak berubah sejak kedatangan mereka. Dimana Kim Kibum yang kukenal dulu yang slalu menyayangiku? Apa kau tak ingat disaat Produser Lee mengejarmu dan aku yang melindungimu? Dan juga disaat anak buahnya ingin mencelakakanku dan kau yang melindungiku? Kemana sikap hangatmu yang dulu Bummie?" tanya Hyukkie penuh kepastian.

Kibum bungkam seribu bahasa. Ingin rasanya ia mengatakan hal sesungguhnya tentang identitas KyuWook sebenarnya. Jujur, ia juga begitu tertekan ingin mengatakan semuanya. Tapi beribu perkiraan ia fikirkan tentang akibat dari ungkapannya nanti. Apa Hyukkie mampu menerimanya dan menganggap semuanya biasa saja?

Ia juga sayang pada yeoja cantik ini. Walau kemungkinan usia yang terpaut diantara mereka, Kibum tak mempersoalkannya. Mereka memang sempat putus hanya karena jarak yang menjadi penghalang, dan itupun Kibum yang memutuskan ditambah lagi dengan pertunangan yang Hyukkie jalani bersama namja lain. Tapi, memang karena bukan kehendak Hyukkie.. yeoja cantik itu memutuskan pertunangan sepihak tersebut dan mulai merajut kembali impiannya bersama Kibum.

Jujur, Kibum memang bahagia saat itu. Namun ia sadar akan posisinya yang belum mencukupi standar bagi Hyukkie. Ia bekerja keras sampai dititik puncak kejayaannya hingga insiden memalukan baginya itu muncul. Hyukkie tau, dan ia yang menolong Kibum dari jerat masalahnya dan menyelesaikannya lalu mengajaknya untuk bergabung di SM Entertainment. Tapi semua belum berakhir, hingga suatu hari Hyukkie diculik dan hampir dilecehkan oleh suruhan Donghae hingga Kibum datang dan menggagalkannya. Namun sayang, hubungan mereka masih tetap berjalan dijalan masing-masing dan Hyukkie tetap berharap sampai saat ini bila mereka bisa satu kembali.

"Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku Bummie. Siapa mereka sebenarnya? Apa benar firasatku yang mengatakan bila mereka telah menggantikan posisiku dihatimu?"

"Noona.. aku~"

"Pembelaan apa yang akan kau katakan?"

"Aku.. Aku belum siap untuk mengatakannya saat ini jua. Aku masih butuh waktu untuk mengungkapkan hubungan kami.."

"Jadi? Jadi kalian bukanlah keluarga?"

"Kami masih keluarga.. tapi..tapi aku belum siap untuk mengatakannya saat ini. Aku perlu waktu untuk mempersiapkan mentalku noona.."

Hyukkie bungkam, mencerna tiap kata yang Kibum maksudkan untuknya. Ia tersenyum lembut menanggapinya, entah fikiran apa yang melalui otaknya. "Baiklah kalau begitu…" tanggapnya.

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

Kyuhyun mengaduk ramen dalam pangkuannya dengan bosan. Ia seringkali melirik sana-sini memandang mahasiswa/i yang berhilir mudik melaluinya. Deru angin yang berasal dari nafas pohon maple, sesekali menggoyangkan rambut ikalnya dengan nakal. Kyuhyun mendesah berat lalu menyuapi sesuap kecil ramen tersebut kedalam mulutnya. Kunyahan-kunyahan kecil ia lakukan dalam kebosanannya. Kepulan asap panas yang berasal dari cup ramen yang digenggamnya juga seringkali mengelus wajah cantiknya.

"DORR!" kejut Sungmin menggoyangkan bahu Kyuhyun. Kyuhyun terlonjak kaget dalam kunyahannya. Ditengoknya gerangan yang mengejutkannya, dan setelah mendapati Sungmin disana Kyuhyu bersikap acuh kembali.

Sungmin memanyunkan bibirnya menandakan bila ia sedih karena Kyuhyun mengacuhkannya. Sungmin beranjak untuk duduk disamping Kyuhyun yang memang tersedia tempat kosong tanpa permisi terlebih dahulu kepada empu yang sudah lama duduk disana. "Kau lagi-lagi mengacuhkanku. Apa ada yang salah Kyunnie?" tanya Sungmin sembari memainkan aegyonya.

Kyuhyun memiringkan letak duduknya kesamping dan kerap menyuap ramen itu kedalam mulutnya. Sungmin tak pantang menyerah dan terus menggoda Kyuhyun agar yeoja tersebut menanggapinya. Tapi Kyuhyun? Ia masih saja berpegang teguh pada sikap dinginnya terhadap Sungmin. "Apa kau menunggu Wookie? Hari ini kami masih ada kuliah tambahan. Apa ia tak mengabarimu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun terhenti dari suapan ramennya dan beralih memandang Sungmin dengan ramen-ramen yang masih menggantung dibibirnya. Sungmin terkikik melihat sikap kekanakan Kyuhyun yang membuatnya sungguh menggemaskan ingin menciumnya telak. Tapi melihat sikap Kyuhyun yang terlanjur dingin sekarang, butuh keberanian seratus kali lipat untuk Sungmin melakukannya.

Handphone Kyuhyun berdering menandakan bila ada sebuah pesan yang masuk. Dengan cepat Kyuhyun merogoh tasnya dan mencari-cari letak benda persegi tersebut. " Itu pasti dari Wookie yang mengabarkanmu" tebak Sungmin.

To Kyunnie
Mianhe Kyu..Jeongmal Mianhe! Tiba-tiba jadwal kami berubah. Aku tak ingin membuatmu menunggu lebih lama jadi kau bisa pulang dulu.
Aku janji untuk menebus karena kau telah lama menungguku, Aku akan memasak makanan kesukaanmu. Saranghe.. :*

"Benarkan apa yang kukatakan?" goda Sungmin.

"Jadi, untuk apa kau masih disini?" tanya Kyuhyun sarkatis.

"Apa Aku tidak boleh menemanimu? Aku hanya ingin mengenang masa-masa kita dulu…" jawab Sungmin.

"Hyung?" panggil seseorang. Bukan hanya Sungmin yang beralih memandang ke sumber suara, bahkan Kyuhyunpun ikut teralih untuk memandang.

Seorang namja dengan jaket berbulu, topi kupluk dan juga kacamata hitam membaluti hampir seluruh wajahnya. Penyamarannya boleh dikatakan sempurna, tapi tidak dimata mereka. "Bummie/Kau.." kaget mereka serempak.

Sungmin beralih untuk berdiri dan lansung memeluk tubuh Kibum dengan agresif. Ia tertawa riang menyambut kedatangan Kibum yang tiba-tiba muncul dihadapannya. "Kenapa kau ada disini? Apa kau melakukan syuting disini?" tanya Sungmin masih dengan nada sopannya.

"Ani.. Aku hanya ingin menjemput dia.." tunjuk Kibum kearah Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa dirinya tertunjuk, hanya mampu cengo dengan apa yang didengarnya tadi. Sedangkan Sungmin? Sikap ramah yang sudah ia bina sedari tadi, mampu teralihkan dengan tatapan kaget nan cemburunya

"Kalian?"

"Anniyoo.. anniyo.. Bukan seperti yang kau fikirkan hyung. Dia.. oh maksudku Kyuhyun adalah sepupuku" elak Kibum dengan sikap gugupnya. Sungmin hanya mengangguk-angguk menandakan bila ia paham dengan penjelasan Kibum, tapi tetap saja tatapan curiga masih membaluti manik kelamnya.

"Ah ya sudah hyung.. Aku dan Kyunnie ingin pamit dahulu. Cha Kyu.." ajak Kibum. Kyuhyun yang tanpa mengeluh sedikitpun, dengan sigap beralih mengambil tasnya dan mengikuti jejak Kibum yang telah mendahuluinya.

Sungmin berseringai memandang kepergian BumKyu. Ia berkacak pinggang dengan seringaian yang masih bertengger manis dibibir shape M miliknya, "Ya! Kim Bryan.. tolong jaga Kyuhyun kami ne! dan hati-hati dijalan.." pekik Sungmin membahana.

Sontak hampir seluruh mahasiswa yang semula sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing beralih menatap arah pekikan Sungmin dimana Kyuhyun beriringan berjalan bersama Kibum. Lama mereka mencerna sosok namja tersebut, hingga suara pekikan dari salah satu yeoja menyadarkan mereka semua, "HUA.. KIM KIBUM! OPPAAAAA….." histerisnya.

Kibum mencak-mencak ditempatnya berdiri, celingak-celinguk kesana kemari mencari tempat persembunyian. Kyuhyun yang mulai gusar karena kerumunan para fans yang mulai menghampiri mereka. "Damn it!" umpatnya.

"Jadi memang kau Kyu model baru tersebut? dan merupakan sepupu dari Bryan oppa? Hua,, aku bisa gila memikirkannya. Keluarga actor mendunia ada disekitarku? Huuuaaa.. aku memang orang yang beruntung sedunia!" histeris yeoja-yeoja yang mulai mengerumuninya. Kyuhyun tersenyum memaksa menanggapinya namun hatinya berkata lain, ' dan aku adalah orang yang tak beruntung berada disituasi ini. Kalian semua memang wanita ular..' umpatnya dalam hati.

Masih dengan senyum paksa dan decak kagum dari yeoja-yeoja yang mengerumuninya, Kibum mendelik kearahnya. "Kenapa dia yang dikerumuni? Bukankah aku idola disini?" tanyanya pada dirinya seorang.

"Kim Bryan.. Saranghe!"

Pekikan yang berasal dari salah satu fansnya tersebut berhasil mengambil alih perhatian yeoja-yeoja yang masih saja mengerumuni Kyuhyun. Lepas sudah Kyuhyun dari jerat kefanatikan mereka dan ia mampu untuk bernafas lega. Tapi tidak dengan Kibum yang mulai dihinggapi mereka.

Kyuhyun hanya melihat keanarkisan tingkah fansnya dengan tatapan malas untuk diawal. Tapi jangan katakan ia yeoja berhati dingin, karna ia masih mempunyai hati untuk sedikit mempunyai rasa kasihan. Ia berlari kearah Kibum, menembus semua pertahanan fansnya dan menarik tangan Kibum. sontak Kibum terkejut mendapat tarikan tersebut, ditambah Kyuhyunlah yang menarik tangannya.

Mereka terus berlari menembus dinding kehisterisan fans ababil tersebut hingga menuju tempat dimana Kibum memakirkan kendaraannya. Dengan cepat, Kibum mengunci mobilnya dari dalam dan berusaha untuk secepatnya enyah dari lingkungan kampus Inha.

"Gomawo.." tuturnya tulus.

Kyuhyun menoleh kearah Kibum dengan nafasnya yang masih tersengal. "Apa aku tak salah dengar? Kau berterima kasih padaku?"

"Hah.. memang terlihat aneh tapi.. aku sangat berterima kasih padamu. Aku kira, aku akan mati karena kehabisan nafas."

"Ya.. arraseo. Aku juga tidak tega melihatmu mati didepanku, setidaknya kalau memang kau harus mati.. jangan didepanku! Aku tak ingin menjadi saksi atas kematianmu"

Kibum terkekeh pelan, "Ya! Aku ini appamu. Bagaimana bisa kau menyumpahi appamu sendiri eoh?" tanyanya sok merajuk.

"MWO? JADI DIA BUKAN SEPUPUMU?" pekik seseorang dibelakang kemudi.

Ckitt!

Kibum mengerem mobilnya dengan mendadak hingga membuat mereka semua sedikit terlonjak kedepan. Ia memang kaget mendengar penuturan tersebut, ditambah lagi dengan sosok yang membuatnya horror untuk menatapnya. "Noona/Ahjumma?" kaget mereka serempak.

"Jelaskan padaku tentang apa yang kudengar tadi? Ayo.." desaknya.

Kyuhyun melirik Kibum, begitupun sebaliknya. Mereka bingung dengan apa yang harus mereka katakan. "APA MAKSUD DARI PERKATAANMU KIM KIBUM?" tanyanya dengan suara tercekat.

"Ahjumma..ini~"

"Diam kau!" amuk Hyukkie. Kyuhyun menurut. "Apa sebenarnya hubungan kalian ini? Jelaskan padaku.." tambahnya lagi.

"Ya! Bagaimana aku akan menjelaskannya padamu bila kau tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan?" Kibum berbalik tanya. Hyukkie manyun dan kembali duduk dikursi balik kemudi.

"Sekarang aku ingin bertanya, bagaimana bisa kau menyelinap masuk dimobilku hah?" tanyanya dingin.

Hyukkie menunduk petanda bila ia merasa bersalah, " Aku tadi berkunjung untuk mengurus sesuatu, tapi setelah melihat mobilmu dan mobilmu tak terkunci..aku masuk dan ingin mengagetkanmu. Ya! Kenapa aku yang diadili.. Jangan mengalihkan topic pembicaraan Kim Kibum…" Amuk Hyukkie saat ia tersadar kembali akan emosi yang tersulut dihatinya.

"Kyuhyun memang anakku..Kau puass?" jawab Kibum telak. Hyukkie menganga lebar mendengar penuturan tersebut. Apakah benar dengan apa yang ia dengar barusan? Bagaimana semua ini bisa terjadi? Hancur sudah harapannya untuk menikah dan memiliki anak yang lucu-lucu bersama Kibum.

"Akan kejelaskan nanti setiba diapartemen…" ucap Kibum dingin.

.

TBC

Hello semua! Baru dech Hyukkie Ahjumma tau hubungan tuh bapak ama anak!
Gimana? Ada masukan lagi buat amore?

Thanks buanget dah buat para readers setia amoree yang gag bisa disebutin atu-atu, tanpa kalian mah amore ngegalau buat ngelanjutinnya.. jangan capek-capek review ne! #KeepSmile