AN ADOPTED PRINCESS

Chapter 7 : Yesung-ah, Miane... Kyungiie... appa neun saranghandageu

Rate : T+++

(Maafkan aku yesung, Kyunggie.. appa mencintaimu)

Cast : Suju and Exo

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan

EXO Pairs : Baekyeol, Hunhan, Xiukris, Kaisoo

Suju Pairs : KyuMin, Eunhae, HanChul, TeukRy, YeWon, WonBum,

Genre : Gender Switch (GS), Full Romance, Brotherhood, Friendship, Hurt/Comfort

Disclaimer : Tentunya Super Junior dan EXO hanyalah milik Tuhan dan SM,

dan para member adalah milik orang tua dan diri mereka sendiri...

Yang author miliki di cerita ini hanya jalan ceritanya...

Balas Review:

DEPO LDH : Anyeong… ceongmal gumawo sdh RnR …

dan buatnya perchapter lagi.. hehehe…

sukses banget bikin author jingkrakan kesenengan

gara – gara reviewnya… saranghaeyeeo!

AnitaLee : Anyeong… ceongmal gumawo sdh RnR…

sorry kalo bagian itu author skip,, hehehe…

nanti bagian Sehun pasti ada kok… tetep kebagian…

untuk Si kembar Xiuhan itu satu ibu dengan Yewon,

sementara Kyungsoo satu appa dengan Yewon..

*hint* hehehe… saranghaeyeo!

dewicloudsddangko: Anyeong… ceongmal gumawo sdh RnR …

dan mianhae kalo ceritanya complicated,

hanya ingin membawa unsur cerita yang mendalam

ke dunia FFN.. xixixi… keep reading ya… saranghaeyeo!

hyona21 : Anyeong… ceongmal gumawo sdh RnR …

wah… semua pertanyaan hyona21-shi ini

bener – bener merujuk ke jalan cerita selanjutnya deh…

kalo penasaran mari dibaca Chap selanjutnya…

keep reading… saranghaeyeo!

Dan buat yang review lewat PM, cinca ceongmal gumawo atas saran dan masukkannya nde...

.

.

.

.

Kris, Chanyeol dan Sehun sedang bermain basket, sementara Kai sibuk dengan buku - bukunya dipinggir lapangan. Xiumin, Baekhyun dan Kyungsoo yang sedang menikmati jam istirahat mereka mendekati kelompok Prince itu.

"OPPAA!" Baekhyun melambaikan tangannya pada Kris, Chanyeol dan Sehun di lapangan.

"Ya... kenapa aku tak disapa?" kata kai protes

"hahaha... annnyyeeeeooonggg Excellent Prince..hahaha..." Baekhyun meledek Kai yang sibuk dengan bukunya.

"ah... Kai Sunbaenim juga membaca Suspect X?" Kyungsoo duduk di samping Kai dan melihat buku novel tebal itu disampingnya.

"Nde... kau juga...?" tanya Kai tersipu malu dan Kyungsoo hanya mengangguk namun wajahnya merona merah.

"Aaaaah.. Aigo sesange... hahaha" Baekhyun dan Xiumin tertawa meledek Kyungsoo.

Mereka berdua tak ingin mengganggu kedua pasangan yang baru jadian itu. Mereka berdua merapat ke lapangan basket dan mencari Kris, Chanyeol dan Sehun.

"Oppa... air minum.." Baekhyun memberikan botol minumnya pada chanyeol, seragam musim panasnya sudah berlucutan keringat dan rambutnya acak - acakan.

"Sudah kubilang jangan panggil oppa... panggil kami Sunbae! SUNBAE! arraci?" Chanyeol mendelik pada adiknya dan adiknya balas mendelik pada Chanyeol. Sehun cemburu melihat mereka berdua dekat, apalagi sikap Baekhyun yang biasa seperti kemarin tak ada yang terjadi.

"Ya... chanyeol!... kurangi lah berteriak - teriak seperti itu pada adikmu.." Sehun menegur chanyeol

"Wae... kalau bicara dengannya memang harus sedikit berteriak dan melotot bila perlu... dengan begitu dia baru akan mengerti..." Chanyeol berkata tanpa menatap sehun dan menyentil kepala baekhyun berulang kali.

"Ya... cukup.. jangan lakukan itu padanya..." Sehun menepis tangan chanyeol dari atas kepala baekhyun.

Kris yang sedang main lempar tangkap bersama xiumin agak terganggu melihat kedua sahabatnya itu menegang. "Hei.. kapan mau maun lagi.. ayo kita main..." Kris mengajak keduanya kembali kelapangan. mereka bermain 2 on 2 karena tak ada lagi orang yang mau diajak untuk jadi 3 on 3. Chanyeol berpasangan dengan Sehun melawan Kris yang berpasangan dengan Xiumin. Mereka bermain dengan sangat baik, terlihat bahwa mereka tak hanya sekedar bermain. Kris yang memang kapten tim basket itu menunjukkan kepiawaiannya dalam mengolah permainan, badannya yang tinggi menjulang itupun memudahkannya dalam memasing bola kedalam ring. namun jangan sepelekan Xiumin yang juga pandai dalam mendribble bola sambil menyelip diantara ketiga tiang listrik itu. Permainan diakhiri dengan skor 30 - 24 dan kemenangan ada di pihak Kris dan Xiumin.

Xiumin melepas kembali celana PEnya dan memakai roknya dengan benar. Setelah itu dia duduk di samping lapangan.

"Permainanmu keren juga... aku dengar kau baru belajar main basket ya?" tanya Kris setelah membagi minumnya pada Xiumin

"Nde.. aku baru menekuninya saat baru masuk SMA" jawab Xiumin tersenyum

"Wae? Kenapa kau menekuninya? apa karena kau menyukai kapten tim basket sekolah ini?" Kris bertanya dan terus memandangi Xiumin yang wajahnya sudah memerah, dia sadar apa yang sedang Kris tanyakan.

"A... anii... bukan karena aku menyukai Sunbae.. memang aku suka.." Xiumin agak tergagap, namun tiba - tiba sesuatu terjadi padanya.

Chup~

"Mulai sekarang belajarlah menyukaiku... karena sekarang kau adalah yeojachinguku..."

Chup~ Chup~

Kris mencium bibir Xiumin 3 kali dan ciuman ketiga terjadi cukup lama hingga Sehun, Baekhyun dan Chanyeol melihatnya. Sehun dan Baekhyun lalu saling pandang mengingat bahwa mereka hampir melakukannya jika saja hujan tidak turun. Wajah baekhyun memerah ketika Sehun tersenyum padanya. Baekhyun langsung memalingkan badannya dan berlari ke arah kakaknya.

"Chanyeol sunbae..."

Chanyeol kaget karena ini kali pertama Baekhyun memanggilnya sunbae. Baekhyun memegang bagian bawah kemeja seragam chanyeol yang keluar dengan wajah merah padam.

"Ya.. kau memanggilku Sunbae? wee? kenapa wajahmu merah.." Chanyeol melihat ada yang aneh pada adiknya, Baekhyun hanya menggelengkan kepala dan tertunduk lalu Chanyeol mengelus kepala baekhyun.

Senyum sehun memudar ketika melihat itu. Entah kenapa kini hatinya hanya merasakan frustasi pada perasaannya.

Sore harinya, semua memutuskan untuk menjenguk Luhan yang kata Xiumin terpaksa dirawat dirumah sakit karena terguyur hujan terlalu lama waktu main di Everland.

.

.

Sore itu Yesung sendirian merenungkan kejadian aneh kemarin. Mulai dari Chanyeol yang memiliki adik, Baekhyun yang dia lihat mirip dengannya adalah adik Chanyeol anak dari yeoja yang menemuinya dirumah sakit dulu, Baekhyun dan kedua anak kembarnya ada di satu tingkat dan kelas yang sama, bahkan bersahabat, hingga pertemuannya dengan Siwon, dan yang mengagetkan lagi, putri Siwon juga sahabat si Kembar,...

'ada apa ini? Kenapa takdir mempermainkan hidupku?' batin Yesung sambil menggenggam erat tangan Luhan.

"Dokter datang untuk pemeriksaan..." Seorang perawat masuk bersama seorang dokter.

"Yeusng-ah..." Siwon tak menyangka akan melihat yesung disana.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan Siwon lalu meminta perawat meninggalkannya di sana.

"Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu..." Siwon berkata dengan suaranya berat.

"Aku tidak butuh itu semua..."

"Setidaknya aku harus melakukan itu... agar kau tau bagaimana posisiku saat itu" Siwon memotong perkataan yesung.

Siwon mulai bercerita...

.

.

.

FLASH BACK

Uuueekk... Yesung tiba - tiba mual dalam perjalanan pulang dari perpustakaan bersama Siwon.

"Yesungie.. gwuenchana?" Siwon panik

"Anii... aku merasa sangat mual... jangan naik buss ya... jalan saja.." Yesung menahan mulutnya dengan kedua tangannya.

Siwon dan Yesung akhirnya turun dari Bus, mereka menuju sebuah minimarket 24 jam dan membelikan Yesung sebotol air mineral.

"Gwuenchana?" tanya Siwon setelah Yesung meminum setengah botol air mineralnya

"Aku pusing... entah rasanya tak enak badan..." Yesung mengeluh, wajahnya yang pucat pasi memperjelas keadaannya.

"Ya... naiklah ke punggunggu.. kita segera ke rumahmu ya.." Siwon berjongkok didepan Yesung berniat menggendong Yesung.

Siwon berjalan perlahan sambil menggendong yesung di punggungnya. Yesung melingkarkan kedua tangannya di pundak Siwon dan melekatkan kepalanya di bahu lebar kekasihnya. Yesung yang biasanya cerewet kini hanya terdiam digendongan Siwon. Dia sebenarnya sedang memikirkan sesuatu, sudah 3 bulan dia belum mendapatkan periodenya... Ia ingin sekali mengecek keadaannya namun tak mengerti harus bagaimana mengatakannya pada Siwon dan mengecek sesuatu itu. Apakah ia hamil?

Pikirannya yang berat membuat Yesung tak sadar telah sampai dirumahnya.

"Ya... sudah sampai, mau aku gendong sampai di dalam?" tanya Siwon membangunkan Yesung

"Tidak... sampai disini saja Siwon-ah... aku bisa sendiri..." Yesung turun dari gendongan Siwon dan membuka pintu gerbang rumahnya.

"Yesung-ah... beri aku kabar tentang keadaanmu ya... jangan sampai kau tak mengabariku.." Siwon memastikan, wajahnya masih diselimuti kepanikan.

.

.

Beberapa hari berlalu setelah ujian SAT. Siwon mendapatkan hasil miliknya, dia sangat senang karena nilai SATnya cukup tinggi, tinggal nilai SAT itu.. Siwon siap menerima beasiswa kedokterannya di Seoul University.

"Siwon-ah.." Ryeowook menghampiri Siwon dengan wajah ceria.

"Ryeowook-shi... wae?" Siwon agak kaget ketika Ryeowook menyapanya.

"Bagaimana nilai SATmu? pasti bagus kan?" Ryeowook mengambil lembaran dokumen di tangan Siwon dan mengembangkan senyumnya ketika melihat betapa besar nilai yang siwon raih.

"Kau memang jenius Choi Siwon..." Ryeowook tersenyum pada siwon

"Ah... tapi dimana yesung? aku dengar dia sakit?" Gadis manis itu kembali bertanya pada Siwon.

"Aaaah... iya.. dia tidak enak badan... aku duluan ya," Siwon mengambil berkasnya dan meninggalkan Ryeowook. Melihat siwon mengacuhkannya Ryeowook langsung cemberut dan menghentakkan satu kakinya.

.

.

"Permisi, aku kemari mau menemui yesung..." Siwon tersenyum melihat ayah Yesung membukakan pintu untuknya

PLAK!

"Kau! KURANG AJAR! BAJINGAN MACAM APA KAU INI HAH? BERANI - BERANINYA MENGHAMILI ANAKKU? ANAKKU SATU - SATUNYA!" ayah yesung berteriak sambil memukuli Siwon. Siwon yang tak mengerti apapun kini hanya menerima pukulan ayah yesung tanpa berani memberontak. Dari kejauhan Yesung melihat apa yang dilakukan ayahnya.

"Oboji... jangan pukul dia.. jangan abojii.. ini salahku aboji... aku yang memaksanya melakukan itu denganku.." Yesung menangis menghampiri ayahnya yang sedangmurka

PLAK!ayah yesung memukul yesung hingga yesung terjatuh ke lantai.

"ya gwuenchana?" Siwon menghampiri Yesung dan membantu yesung bangun

"HAH! KALIAN BERDUA... SANGAT MENJIJIKKAN! YA YESUNG! APA KAU TAK BERPIKIR? PRIA MISKIN INI... HAH!" ayah yesung dengan kegusarannya kembali ingin memukul yesung, namun ibu yesung segera datang dan menghentikannya, setelah itu ayah yesung lalu menghilang.

"Aku sangat menyesal dengan apa yang kalian berdua lakukan... jika tau begini, tak akan sedikitpun aku mau merestui hubungan kalian..." ibu yesung berlinangan airmata.

"eomma mian... mian eomma..." yesung menangis sambil memeluk kaki ibunya

"jangan panggil aku eomma... aku tak pernah memiliki anak sepertimu! muali detik ini kau harus pergi dari rumah ini... ikut saja bersama pria miskin sialan itu" ibu yesung berkata tanpa melihat kearah Siwon dan Yesung.

Setelah yesung tenang, mereka berdua akhirnya pergi dari rumah itu. Dalam perjalanan menuju rumah Siwon, mereka berdua hanya terdiam dan terus terdiam, tak ada sepatah katapun yang Siwon dan Yesung ucapkan. Siwon membukakan pintu rumah kumuhnya, dia dapat melihat Yesung sedikit mengernyit ketika mendapati rumah Siwon yang sangat berantakan. Yesung melihat hanya ada dua ruangan di rumah itu, hanya dapur dan satu ruang serbaguna. Yesung memaksakan senyumnya ketika melihat Siwon memperhatikannya.

"Aku... hanya punya tempat ini... gwuenchana?" Siwon menatap yesung sedih

"Gwuenchana Siwon-ah... aku akan baik - baik saja asal kau tetap disini bersamaku..." Yesung memeluk Siwon lalu menangis lagi.

"Yesung-ah... nanti aku akan menikahimu.. mungkin setelah bayi ini lahir, jika sekarang... jujur aku belum mampu.." Siwon menunduk dan meneteskan airmatanya

.

.

Ibu siwon nampak tidak menyukai yesung, dia sering membentak yesung kapanpun dan menyuruh yesung melakukan apapun untuknya... seandainya siwon tidak ada, Yesung pasti tidak akan tahan dengan perlakuan ibunya. Siwon kini sedang sibuk mengurus perkuliahannya yang akan dimulai bulan depan. Yesung sangat senang bila Siwon datang dan menemaninya, atau ketika ibu siwon pergi yesung juga akan merasa senang.

Kehamilan yesung memasuki bulan ke 8. Perutnya semakin besar namun siwon makin sering tidahk dirumah dan ibu yesung makin sering membentaknya. Suatu hari yesung meberanikan diri untuk pergi ke sebuah panti asuhan milik Sungmin Sunbae. Sungmin sangat kaget melihat perut yesung yang membesar, yesung lalu menceritakan semuanya pada Sungmin dan Kyuhyun.

"Gwuenchana Yesung-ah... Unii akan membantumu,.. jangan merasa sendirian ne..." Sungmin berkata sambil menyusui Sehun yang baru berusia 2 bulan itu.

"Ya,... jika terjadi sesuatu apapun... katakan saja pada kami..." Kyuhyun menimpali sambil mengelus punggung yesung yang menangis.

.

.

Sementara itu dirumah siwon, Siwon bingung tak mendapati yesung dirumahnya. Yesung juga tidak memiliki ponsel lagi, dia tak bisa menelponnya. Ketika Siwon hendak keluar rumah beberapa orang berbadan besar mendorong ibunya kedalam.

"eomma..." Siwon langsung membantu ibunya yang terbanting di lantai.

"HAHAHAHA... jadi ini anakmu?... cukup tampan rupanya..." Seorang bertubuh tinggi dan berotot mendekat ke arah Siwon.

"Ya... kalian siapa? kenapa berlaku kasar seperti ini?" Siwon cukup kesal melihat orang - orang seram itu tertawa.

"Ya... kami tak akan berlaku kasar seperti ini jika ibumu tak punya hutang!" Salah seorang dari mereka menoyor kepala Siwon degan telunjuknya.

"eomma..." Siwon terbelalak melihat ibunya.

"Mianne siwon-ah... hehehehe..." ibunya meminta maaf sambil tertawa, siwon tau saat itu ibunya sedang mabuk.

"berapa hutang yang ibuku punya?" Siwon menatap dengan berani kearah para laki - laki seram itu

"10 juta Won! ayo... bayar sekarang, jika tidaaaak... ibumu dan... kekasihmu yang sedang hamil itu akan mati... ahahahhahaaaaa..."

"Baiklah,... aku akan membayarnya segera" Siwon berkata tanpa pikir panjang

Siwon kaget mendengar perkataan orang - orang itu, bagaimana dia bisa tau soal yesung... dan mengapa ibunya berhutang begitu banyak... siwon yakin ibunya masih suka berjudi... ini pasti hutang dari ibu yang kalah berjudi.

Malam itu Yesung dan Siwon saling berdiam diri, mereka memiliki beban pikiran masing - masing...

.

.

Beberapa minggu kemudian Siwon mendapati ibunya babak belur dan lagi - lagi yesung tak ada dirumah. Seorang namja bertubuh besar dan seram datang untuk menjemput Siwon dan mengantar siwon pada bossnya.

"Kau Choi Siwon?" seorang pria berusia sekitar 50 tahun duduk dihadapannya sambil menghisap cerutu.

"Kalian mau apa..." Siwon sangat takut melihat berbagai macam senjata ditodongkan kepadanya.

"Aku hanya meminta kau untuk membayar hutang - hutang ibumu... sekarang juga..." kata pria itu dengan senyum sinisnya.

"Beri aku waktu, aku akan melunasinya..." kata Siwon ketus

"Oke... aku akan memberikan dua pilihan untukmu.. tak usahlah kau membayarnya.. lakukan saja keinginanku" kata pria itu lagi.

Siwon tetap diam tanpa bersuara.

"Jika kau mau aku melunasi hutang itu... artinya kau harus melakukan sesuatu untukku... itu hal yang mudah... ikut kami ke canada sekarang juga... atau ibumu sekarang juga... atau.. mungkin ibumu sudah tidak menarik... baiklah... kalau begitu aku akan membunuh kekasihmu saja... membunuh satu, tapi yang mati ada dua.. hahaha..." Pria itu tertawa melihat tekanan diwajah Siwon.

Siwon tetap tak mau berbicara, tetap saja bagaimanapun dia memiliki tanggung jawab pada yesung. Seorang preman lainnya memasuki ruangan membawa ibu siwon. Siwon kaget ibunya sudah babak belur dan berdarah dimana - mana.

"Turuti aku, ikut ke canada sekarang juga, atau kubunuh ibumu..." lelaki itu mengacungkan pistolnya lalu membidik ibu siwon.

"ANDUE... beri saja aku waktu.. jaebal... aku akan melunasi hutangnya,,..." Siwon memohon

DOR... DOR... DOR...

Terdengar tiga buah tembakan melayang diruangan itu, siwon melihat ibunya terkulai tak lagi bernyawa. Siwon terus memanggil - manggil ibunya, tapi tangan dan badannya terikat dikursi tak bisa melakukan apapun.

"aku sudah peringatkan,,, aku tak mungkin main - main... Ya... cepat kirim orang ke gubuk itu... lalu bunuh wanita hamil didalamnya..." perintah pria itu tanpa rasa berdosa telah membunuh

"ANDUE... ANDUE... jangan bunuh mereka jaebal... jangan sakiti mereka... aku... aku.. aku akan ikuti kata - katamu.." Siwon menangis sejadi - jadinya, merasa sangat tak berguna dan tak berdaya.

Malam itu juga siwon berangkat ke canada.

.

.

.

Sudah tiga hari yesung tak melihat siwon dan ibunya dirumah, yesung hampir gila merasa dia ditinggalkan oleh Siwon.

'siwon dimana? kemana dia pergi?' yesung selalu resah menantikan kedatangan siwon, yesung mulai curiga bahwa kedua orang itu meninggalkannya, karena ibu siwon juga tak pernah datang.

.

Kini sudah seminggu, perutnya semakin besar, seminggu juga dia hanya berdiam dirumah menuggu siwon tapi siwon tak pulang. Persediaan makanannya juga sudah menipis, Yesung tak tau harus bagaimana. Dia tak mau meninggalkan rumah karena yesung takut siwon akan datang. Malam itu... entah setan apa yang merasuki tubuh yesung hingga dia tak bisa berpikir sehat. Yesung menemukan sebuah pisau di dapur... dia memandang pisau itu sangat lama, kemudian dia tertawa sendirian, dan menempelkan pisau itu di pergelangan tangannya, yesung mulai menggoreskan pisau itu terus menerus... Yesung bahkan tidak dapat membedakan dimana rasa sakit yang paling sakit, hatinya kah atau pergelangan tangannya yang dia sayat yang sakit... dia hanya berpikir bahwa dia tak perlu hidup lagi, Keluarganya mengusirnya dan Siwon hilang entah kemana... dan yesungpun mulai kehilangan kesadaran.

FLASH BACK END

.

.

.

Yesung dan Siwon menangis, disisi lain Luhan berpura - pura tidur, sebenarnya dia mendengar semua kisah yang mereka berdua beberkan. Sayangnya tak cuma Luhan tapi banyak yang mendengar percakapan itu. Sehun, Chanyeol, Kris, Kai, Xiumin dan Kyungsoo juga mendengarnya, mereka yang awalnya terpaksa menguping karena tidak enak mengganggu dua orang yang sedang bicara serius itu, malah jadi semakin serius menguping.

"Lalu kenapa kau menitipkan Yewon ke panti asuhan itu?" Siwon bertanya setelah hening beberapa lama

"Saat aku tak tahan lagi... aku membawa yewon yang berusia 3 tahun pulang kerumahku bertemu eomma dan appa... mereka mau menerimaku lagi, namun tak mau menerima Yewon... karena Yewon adalah anakmu.." Jelas Yesung. Siwon tampak masih mengerutkan dahinya.

"Tentu aku tak bisa berpikir jernih, saat itu aku sangat tertekan dan Yewon sudah mulai menggangguku terus, jadinya aku menitipkan Yewon di panti asuhan itu... maksudku agar aku dapat melihatnya terus selama aku kembali ke keluargaku... namun orang tuaku melakukan hal yang lain... mereka menjodohkanku dengan anak rekan usaha mereka, Zhoumi Xi,... setelah aku menikah dengannya aku dibawa ke Cina... dan setelah menikah, dua tahun kemudian aku melahirkan si Kembar... Xiumin dan Luhan... dan setelah Zhoumi meninggal dua tahun lalu, akhirnya aku kembali ke Korea." Yesung menceritakan semua rahasianya.

Siwon terdiam, hanya mengangguk dan berdeham beberapa kali.

"Lalu apa yang kau lakukan di canada?" tanya Yesung setelah terdiam berapa lama.

"Aku akui apa yang aku lakukan ini sangat bodoh... setelah aku sampai di Canada, aku bertemu dengan Ryeowook... ternyata, eommaku berhutang pada appanya... dan dia memanfaatkan itu untuk mendapatkan aku, dia memaksaku untuk menikah dengannya dan paling tidak memiliki seorang anak... baru aku boleh kembali ke Korea, kembali padamu... mereka mengancam jika aku tidak menuruti itu kau akan dibunuh... aku menurutinya..." Siwon gantian menuturkan

"Aku terpaksa menikah dengan Ryeowook, agar kau selamat dan bisa hidup tenang di Korea bersama anak kita... selama aku di Canada aku diijinkan untuk mengambil kuliah kedokteran... dua tahun setelah menikah, aku memiliki Kyungsoo, Kyungsoo lahir tepat saat appa Ryeowook meninggal... aku menuntut hakku untuk kembali ke Korea dan mencarimu juga anak kita... tapi, aku tak tega meninggalkan Kyungsoo yang juga anakku apalagi Ryeowook sangat terpukul ketika usaha appanya bangkrut, hanya aku yang dia punya... bukannya aku tak mau kembali padamu... tapi keadaannya menuntutku untuk tetap disana... jujur... selama ini aku... aku hanya mencintaimu Yesung-ah..." Siwon kini tak bisa menahan tangisnya.

Yesung dan Siwon menangis bersama, "Yesung-ah... mianne..." Siwon berkata dalam isakan tangisnya, Yesung langsung memeluk Siwon yang menangis "Ya... jangan menangis... ini bukan salahmu..."

.

.

.

Kyungsoo meneteskan airmatanya, begitu juga Xiumin... mereka tentu sangat terpukul dengan apa yang mereka dengar, tentang kenyataan bahwa Yesung dan Siwon adalah orangg tua Yewon. Baekhyun dan Kris menenangkan Xiumin, Kyungsoo menggenggam erat tangan Kai yang mengusap punggungnya mencoba menenangkan. Tapi Chanyeol dan Sehun mereka berdua saling pandang, mereka ikut terpukul dengan apa yang mereka dengar.

"APPA!..."

Namun tanpa diduga Kyungsoo berteriak... Siwon melepaskan pelukan Yesung mereka berdua kaget melihat banyak orang berdiri di ujung pintu masuk.

"Kyungii-ah..." Siwon tak menyangka putrinya ada di sana mendengarkan semua pembicaraannya.

"Xiuminiie.." Yesung juga ikut kaget melihat putrinya menangis dipelukan Kris.

"Appa... Apa itu... benar? Appa... bilang... yang aku dengar itu... salah..." Kyungsoo terbata - bata berbicara dalam tangisnya. Begitu Siwon mendekatinya Kyungsoo langsung kabur dan berlari dengan cepat. Kai dan siwon mengejarnya bersamaan. Kyungsoo berlari dan menabrak segala arah, Kyungsoo telah sampai di luar rumah sakit, dia hendak menyebrang jalan, namun dia berlari tanpa memperhatikan tanda di lampu merah, dia menerobos orang - orang yang menunggu lampu hijau, Kyungsoo tak menghiraukan lampunya, dia hanya terus berlari.

Kai terus meneriakkan namanya, namun Kyungsoo tak mau mendengar. Dikepalanya hanya ada penolakan pada kenyataan yang baru saja dia dengar, tentang bagaimana appa dan eommanya bisa menikah. Selama ini dia hanya mengira eomma dan appanya saling mencintai, dia tak tau jika eommanya telah merebut appanya dari yeoja lain yang dicintainya dulu, tapi yang membuat Kyungsoo makin sakit hati adalah kenyataan bahwa yeoja di masa lalu appanya adalah eommanya Xiumin dan Luhan, sahabatnya.

Kyungsoo telah menerobos lampu merah pejalan kaki, semua orang meneriakinya tapi tak ada yang berani mencegahnya. Kai ikutan menerobos lampu merah, tiba - tiba Kai melihat sebuah Truk dengan kecepatan cukup tinggi berbelok dan akan menabrak Kyungsoo. Truk itu berulang kali mengklakson, namun telinga Kyungsoo tak dapat mendengarnya. Kai mempercepat larinya, dengan sigap ia menarik tangan Kyungsoo kedalam pelukannya. Semua orang berteriak ketika Truk besar itu hampir menabrak mereka berdua. Kai dapat merasakan seberapa dekat dia dengan truk itu. Kyungsoo masih menangis dipelukan Kai, bahkan menangis lebih keras.

Kini lampu pejalan kaki telah berubah hijau, kaki Kai terasa lemas seketika menyadari dia dan Kyungsoo hampir tertabrak, keduanya lalu jatuh terduduk ditengah jalan. Beberapa pejalan kaki mengerumuni mereka berdua, polisi lalu lintas bahkan menghampiri mereka dan mengamankan situasi.

"Gwuenchana... Kyungii-ah... jangan seperti ini..." Kai berbisik ditelinga Kyungsoo.

"Kyungii-ah... ayo kita menepi" Siwon langsung memeriksa putrinya dalam pelukan Kai, dengan sigap Kai langsung memapah Kyungsoo dan membawanya ketempat yang aman.

Setelah sampai diareal rumah sakit, Kai mendudukkan kyungsoo disebuah bangku taman rumah sakit, Kyungsoo langsung memeluk Kai dan menangis lagi.

"Kai Sunbae-nim... aku takut..." Kyungsoo terisak dalam pelukan Kai

"Ya.. tenanglah Kyungsoo... jangan seperti ini.." Kai mengelus punggung kyungsoo perlahan

"Aku... takut.. apa... membenciku.. karena... aku.." Kyungsoo masih terisak.

Siwon mendengar isakan putrinya, hatinya seperti tersayat melihat pukulan yang Kyungsoo dapatkan dari kenyataan masalalunya. Siwon duduk disebelah Kyungsoo ikut mengelus punggungnya. Kyungsoo mengenali itu appanya, namun dia terlalu takut memandang appanya..

"Kyungsoo-ya,... jangan begini..." bujuk Siwon namun Kyungsoo masih berdiam dipelukan Siwon

"Maafkan aku appa... aku... bukanlah anak yang appa harapkan sejak awal,,," Kyungsoo berkata dengan nada yang cukup tenang. Siwon meraih tangan Kyungsoo yang sudah bangkit dari pelukan Kai dan menatap mata putrinya itu dalam - dalam...

"Kyungsoo-ah... ini bukanlah salahmu... ini adalah kesalahan appa, bukan kau.." Siwon menghapus air mata Kyungsoo dengan jempolnya lalu menakup wajah Kyungsoo.

"Tapi... aku bukanlah anak yang apa inginkan... aku takut jika yang sebenarnya juga appa tak menyayangiku.." Kyungsoo berkata dengan nada sendu

"Kyungiie-ah.. appa neun saranghandageu... appa sangat mencintaimu, kau ini anak appa... jangan pernah berpikir appa akan membencimu karena hal - hal itu, dari semua kejadian masa lalu itu... satu - satunya hal yang appa syukuri adalah kau, adalah memilikimu... putriku.. kau membantuku menebus dosaku pada Yewon dan eommanya... kau putri appa..." Siwon memeluk Kyungsoo dengan erat, Kai dapat dengan jelas melihat keduanya saling memeluk dengan perasaan yang bercampur.

-TBC-

Ya... Author fast update lagi nih... hehehe sampe rela - rela banget kemana - mana bawa laptop buat nge-update ini cerita... Ceongmal mianhae ya kalau jalan ceritanya masih terlalu complicated... dan gak terasa bentar lagi ending... Author kembali mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para Reviewer yang udah ngereview tulisan Author Park Eun Ri si ELF dari EXO planet ini hehehe... Tetep semangat membaca ya reader-deul... Buat Silent reader juga ceongmal gumawo ne... Reader-deul auu... ah.. Saranghaeyeo...!