"Lepaskan semua pakaianmu"
Baekhyun perlahan melepas pakaian yang ia kenakan satu persatu, dimulai dari kemeja tipis sampai dengan celana dalamnya hingga kini ia sudah telanjang bulat
Chanyeol terdiam ditempatnya berdiri sambil memandangi tubuh telanjang baekhyun yang terduduk diatas ranjang kasurnya
Pria itu merasa tenggorokannya langsung kering ketika melihat betapa mulusnya tubuh cantik baekhyun
Tangannya perlahan memutar kenop pintu kamar dan menguncinya dari dalam
Ia buka kaos abu-abu pendek yang ia kenakan sehingga memperlihatkan tubuh kekar dengan abs sempurna yang ia miliki
Baekhyun semakin menundukan kepalanya dalam sambil memainkan kedua ibu jarinya pertanda ia tengah dilanda gugup yang teramat sangat
Chanyeol kembali membuka celana training panjang yang ia pakai dan menyisakan celana hitam pendek diatas lutut
Ia bisa merasakan jika penisnya mulai berkedut kencang karena melihat tubuh telanjang baekhyun
Dengan langkah pasti pria berusia 38 thn itu berjalan mendekati baekhyun dan berjongkok dihadapannya
Ia pandangi wajah serupa boneka barbie itu dengan tatapan intens
Haruskah ia melakukan ini? Apakah chanyeol terdengar sangat keterlaluan?
Ia usap pipi putih dihadapannya dengan menggunakan tangan besarnya
"Rileks.. Aku tidak akan menyakitimu"
Mata baekhyun berkaca-kaca, tidak menyakitiku dia bilang? Bukankah dengan melakukan ini chanyeol sudah menyakiti baekhyun?
Dengan perlahan chanyeol mendorong tubuh tak berdaya itu untuk berbaring dan ia kungkung dengan tubuh besarnya
Ia cium bibir semerah ceri itu dengan cepat, ia mengulum bibir itu dengan rakus seolah hendak memakannya habis
Lenguhan kecil terdengar dari mulut baekhyun ketika lidah chanyeol masuk dan melilit lidahnya
Refleks baekhyun mencengkeram bahu chanyeol gemetar namun chanyeol seolah tak peduli, ia tangkup kedua pipi baekhyun dengan tangannya untuk memperdalam ciuman mereka
Ckkpmhh.. Cmmkph.. Hhh
Suara kecipak saliva itu terus terdengar sampai baekhyun memukul-mukul dada bidang chanyeol karena kehabisan nafas
Haaaahh... Aaaahh
Ia langsung terengah payah setelah chanyeol melepas ciuman mereka
Chanyeol menatap wajah memerah baekhyun yang terengah dibawahnya, sungguh chanyeol sangat memuji kecantikan alami yang memancar dari wajah asisten rumah tangganya itu
Ia alihkan pandangannya pada leher jenjang yang terekspos bebas dihadapannya
Dengan cepat ia hisap leher itu kuat hingga terdengar suara seruput yang sangat kencang
Slrupppppp
Ahhhhh
Baekhyun mendesah antara geli dan juga sakit, chanyeol menghisap lehernya terlalu kuat. Ini pasti akan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan
Chanyeol tersenyum samar melihat tanda merah besar yang tercetak jelas dileher jenjang baekhyun
Kembali ia menggauli leher baekhyun sampai pria mungil itu tak berhenti mendesah gila
Setelah puas dengan leher baekhyun, chanyeol beralih pada dada berisi milik baekhyun dan menghisap nipple sebelah kanan dengan kuat
Slruppppp
Baekhyun menutup matanya kuat dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahan agar tidak keluar
Chanyeol beralih pada nipple sebelah kiri dan menghisapnya pula
Ciuman dan cumbuan chanyeol terus berjalan turun kebawah hingga berhenti pada kemaluan mungil milik baekhyun yang sudah menegang
Ia hisap benda itu pelan hingga baekhyun tak mampu menahan desahannya lagi
Chanyeol menghisap penis baekhyun hingga pemuda itu menyemburkan mani nya untuk pertama kali
Baekhyun terengah lemas, tubuhnya seolah kehilangan semua tulang-tulang nya...
Chanyeol kemudian melepas celana pendek yang ia kenakan dan mengocok penisnya yang sudah tegang
Baekhyun memalingkan wajahnya kesamping karena malu melihat kejantanan chanyeol yang sangat besar dan panjang, bulu-bulu kemaluan tumbuh dengan sangat lebat disana, belum lagi urat-urat tegang yang terlihat di batang kemaluan lelaki itu benar-benar membuat baekhyun tak mampu untuk menatapnya lebih lama
Chanyeol menggesekan kepala penisnya pada lubang rapat itu, lubangnya seolah tertutup dan menolak penis chanyeol untuk masuk
"Rileks baekhyun ssi.. Akan terasa sangat sakit jika kau tegang.. Ijinkan aku masuk kedalam tubuhmu.. "
Baekhyun mengangguk pelan dan berusaha merilekskan tubuhnya, perlahan lubang anusnya pun terbuka sedikit demi sedikit
Melihat itu chanyeol langsung melesakan kejantanan nya masuk kedalam lubang baekhyun
JLEB
AHHHHHH
Baekhyun berteriak kesakitan hingga ia menangis tesedu-sedu
.
.
KRIET KRIET KRIET
Ranjang tempat dimana mereka melakukan persetubuhan terus berbunyi semenjak satu jam yang lalu saking panasnya permainan yang mereka lakukan
Penis besar chanyeol keluar masuk lubang sempit baekhyun dengan cepat, tubuh keduanya sudah dipenuhi oleh peluh
Tubuh baekhyun terus terguncang tak beraturan dibawah kungkungan chanyeol, rambutnya berantakan dan banyak sekali kissmark disekujur tubuh mungilnya, selain itu tubuhnya juga bau cairan sperma nya sendiri karena baekhyun sudah orgasme lebih dari 4 kali
PLOK PLOK PLOK
Chanyeol masih terus bersemangat menggenjot lubang baekhyun, ia seolah tidak merasa lelah padahal sudah satu jam pergumulan mereka berlangsung, sesekali ia menggeram lirih ketika dirasa lubang itu mengapit penisnya kuat
"T-tuan aku sudah tidak kuat lagi.. " baekhyun berujar lemah
Dia memang tidak berbohong karena nyatanya dia sudah sangat lelah, sampai berapa lama lagi ia harus melayani chanyeol?
Chanyeol menundukan kepalanya dan mengulum telinga kanan baekhyun sensual
"aaaaahhhh... "
"Sebentar lagi sayang, tahan sebentar.. '
Baekhyun memalingkan wajahnya ketika chanyeol dengan sengaja memanggilnya sayang
Chanyeol menangkup wajah baekhyun pelan dan memaksa pria mungil itu untuk menatapnya
"Tatap aku ketika kau sedang melayani tuanmu"
Atensi baekhyun langsung teralih menatap tuannya langsung yang tengah diliputi hawa nafsu
Tatanan rambutnya lepek karena terkena keringat dan seluruh tubuhnya juga basah oleh keringat, jujur saja chanyeol terlihat amat sangat sexy sekarang
Pria itu menundukan wajahnya kembali dan memagut bibir baekhyun dalam
PLOK PLOK PLOK
gerakan chanyeol semakin cepat dan kasar, baekhyun bisa merasakan jika penis chanyeol mulai berkedut-kedut di dalam rektumnya
PLOK PLOK PLOK
CROOOT... CROOT
Chanyeol memperdalam ciumannya ketika ejakulasi itu akhirnya datang,
"aaaaaahhh.. "
Mereka berdua sama-sama terengah dengan peluh yang membanjiri tubuh masing-masing
Chanyeol menatap baekhyun dalam, begitu juga baekhyun yang menatap pria itu dengan tatapan yang sulit diartikan
.
.
Pukul 10 malam, baekhyun melamun diatas ranjang kasur tuannya, chanyeol tidur sambil memeluk tubuhnya dari belakang
Haruskah ia merasa senang sekarang? Apa yang dia lakukan ini salah? Baekhyun hanya ingin menyelamatkan adiknya saja bukan?
Dengan perlahan ia melepaskan tangan chanyeol yang memeluk pinggangnya
Dengan tertatih-tatih pria bertubuh kecil itu berjalan keluar kamar..
Saat telah sampai dikamarnya, baekhyun mendapati ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk
DEG
tangan baekhyun bergetar hebat setelah melihat id si penelepon
Sambil meneguk ludah kasar ia menekan tombol hijau
"Yeoboseyo.. "
"Yeoboseyo hyung, ini aku taemin.. "
"N-ne taemin ah, a-ada apa?"
"Beberapa hari lagi apa kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.. Aku menelepon mu sekarang karena takut tidak sempat"
"K-kemana?"
"Kesuatu tempat, akan ku beritahu nanti.. "
"Tapi aku harus meminta ijin pada tuan chanyeol terlebih dahulu tae"
"Nanti biar aku yang berbicara padanya, yang penting kau ikut saja dulu hyung"
"N-ne b-baiklah taemin ah"
"Yasudah kalau begitu aku jemput nanti, sampai jumpa hyung.."
"Ne, sampai jumpa.. "
PIIP
baekhyun menghembuskan nafasnya frustasi
"Otthokae.. "
.
.
"Jalan pak.. "
"Baik nyonya"
Seminggu sudah kyungsoo berada di prancis dan sekarang ia sudah dalam perjalanan dari incheon menuju rumah
Ngomong-ngomong soal prancis wanita cantik itu jadi teringat akan mantan kekasihnya kim jongin, apakah pria itu sudah pulang juga ke korea?
Kyungsoo membuka tas belanjaan miliknya dan mengeluarkan sebuket bunga mawar putih yang ia beli di toko bunga yang tak sengaja ia lewati di jalan tadi
Ia pandang dan ia hirup bunga mawar itu lama dan tersenyum sendu mengingat masa lalu
.
.
FLASHBACK...
'Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.
Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan, bab pertama dari suatu novel tentang manusia.
Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian-nyanyiannya.
Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai singgah sana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.
Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.
Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan mata dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.
Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.
Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa diladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan'
Salju pertama di tahun 1997, gadis remaja berusia 14 thn itu tengah duduk dibawah pohon cemara sambil membaca sebuah puisi dari penyair favoritnya
Ciuman pertama?
Gadis itu tersenyum kecil, bagaimana rasanya? Ia belum pernah merasakannya bahkan ketika ia sudah memiliki kekasih..
HUP
Gadis belia yang bernama kyungsoo itu tersentak kaget ketika sepasang tangan menutup kedua matanya
"Kau sudah menunggu lama?"
Kyungsoo tersenyum manis ketika ia tahu itu adalah jongin kekasihnya
"Kai.. "
Pria tampan itu tersenyum lembut dan duduk disamping kekasihnya
"Aku terlambat, aku harus ikut rapat keanggotaan osis dulu tadi.. Maafkan aku"
"Tidak apa-apa oppa, aku juga baru datang tadi.. "
"Ini untukmu.. "
"Bunga mawar putih..?"
"Ne, bunga mawar putih melambangkan cinta sejati. Aku memberimu ini karena kau adalah cinta sejatiku.."
Kyungsoo tersenyum sambil menghirup bunga itu
"Kau terlalu berlebihan oppa, darimana kau tau jika aku ini cinta sejatimu?"
"Dari sini.. "
Ucap jongin sambil menunjuk dada sebelah kirinya
Kyungsoo tersenyum malu-malu mendengarnya
"Dasar gombal.. "
Jongin tertawa pelan "hatiku tidak pernah salah, dia berkata kau lah cinta sejatiku kyungsoo ya.. "
Kyungsoo hanya mengangguk pelan
"Apa yang sedang kau baca kyungsoo ya?"
"Aku membaca sebuah puisi dari penyair favoritku.. "
"Puisi tentang apa?"
"Tentang ciuman pertama"
"Ne? Kenapa kau membaca puisi semacam itu?"
"Aku sangat suka setiap makna yang tersimpan disetiap bait yang ada dalam puisi ciptaannya.. Ini sangat menyentuh"
"Apa kau pernah berciuman dengan seseorang?"
"Ne? t-tentu saja tidak oppa, k-kau kekasih p-pertama ku"
Kyungsoo menundukan kepalanya malu
"Mau mencoba denganku?"
"Ne?"
Sontak kyungsoo mendongak dan terkejut melihat jongin
Kai tersenyum lembut, tanpa membiarkan kyungsoo untuk berpikir, kai langsung mendaratkan ciumannya pada bibir mungil kyungsoo
CHU
kyungsoo tersentak kaget, jongin menatapnya dengan lembut ditengah ciuman mereka
Kyungsoo akhirnya terbawa suasana dan ikut menikmati ciuman yang memabukan itu
Hari itu, dibulan desember ditahun 1997, dibawah rimbunnya pohon cemara dan ditengah turunnya salju pertama, mereka saling bebagi kehangatan melalui ciuman lembut penuh perasaan cinta dari keduanya..
FLASHBACK OFF..
.
.
Ia menangis lagi, ia peluk bunga itu erat
"Aku sangat merindukanmu jongin ah.. sangat"
.
.
"Baekhyun ssi.. "
"Oh astaga.. "
Baekhyun tesentak kaget di depan mesin cuci, ia baru hendak mencuci pakaian ketika tiba-tiba saja chanyeol datang dan mengejutkannya
"A-ada a-apa tuan?"
"Layani aku sebentar"
"Mwo?"
"Buka celana mu.. "
Baekhyun menelan ludahnya gugup, chanyeol sudah memakai pakaian kepolisian lengkap, bukankah sekarang ia harus berangkat bekerja?
"Aku tidak punya banyak waktu lagi baekhyun ssi, ayo cepat buka celana mu"
Dengan perlahan baekhyun akhirnya membuka celananya hingga memperlihatkan junior kecil dan pantat montoknya
"Berbaliklah"
Baekhyun berbalik, tangannya bertumpu pada mesin cuci
Chanyeol membuka sabuknya cepat dan menurunkan resleting celananya
Ia mengocok kejantanannya dengan tempo teratur hingga miliknya menegang sempurna
"Tahan sebentar baekhyun ssi.. "
JLEB
"aaaaaahhhh.. "
Baekhyun mengepalkan kedua tangannya erat ketika untuk yang kesekian kalinya penis besar chanyeol kembali mengoyak lubang hangat miliknya
"Ouggghhhh.. "
Chanyeol menengadahkan kepalanya keatas ketika dirasa lubang baekhyun mencengkram penisnya erat
"k-ketat sekaliii... '
.
.
.
KRIIING
Pemuda cantik itu menoleh dan tersenyum ramah ketika ada pelanggan yang datang
"Selamat datang di Rainbow flowers, nama saya luhan.. Ada yang bisa saya bantu?"
"Oh aku ingin membeli sebuket bunga untuk seseorang.. "
Luhan tersenyum lembut "anda ingin bunga yang seperti apa tuan?"
"Aku ingin menyatakan perasaanku pada seseorang, aku mau bunga yang bisa mewakili perasaanku"
"Ada beberapa bunga yang bisa saya rekomendasikan kepada anda tuan. Disini ada bunga anggrek merah muda yang melambangkan rasa kasih sayang yang murni, bunga anyelir putih yang melambangkan cinta yang tulus, bunga mawar merah yang melambangkan kesetiaan dan bunga mawar putih yang melambangkan cinta sejati.. Anda tinggal pilih saja tuan"
Pria itu kemudian menunjuk bunga anyelir putih
Luhan tersenyum "kenapa anda memilih bunga ini tuan?"
"Aku ingin menunjukan pada orang yang aku sukai jika perasaanku ini tulus padanya, aku harap bunga ini bisa melambangkan rasa cintaku pada orang yang aku sukai.. "
Luhan tersenyum lagi, sambil merangkai bunga bunga itu
"Beruntung sekali seseorang yang anda suka itu tuan.. Anda benar-benar romantis"
Pria itu menggaruk tengkuknya pelan "sebenarnya aku tidak tahu bagaimana caranya menyatakan perasaan pada seseorang, ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada orang lain dan jujur saja itu membuatku gugup"
Luhan agak terkejut mendengarnya, pria setampan dan sekeren ini belum pernah pacaran? Heol, yang benar saja..
"Yang terpenting dalam mengungkapkan perasaan adalah kau harus bisa mengatasi rasa gugup mu sendiri, kau juga harus yakin dengan perasaanmu jika si dia adalah yang terbaik untukmu"
Luhan memberikan bunga yang sudah ia rangkai pada pria itu
Pria itu menerima bunga yang diberikan luhan
"Aku ingin sebuah moment yang berkesan saat aku menyatakan perasaan ku padanya nanti, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan"
"Kau bisa mengajaknya untuk kencan romantis tuan, candle light dinner aku rasa bukan ide yang buruk"
Pria itu tersenyum samar "ya aku rasa itu bukan ide yang buruk, terima kasih luhan ssi. Kau benar-benar membantu"
Luhan balas tersenyum manis "sama-sama tuan senang bisa membantu"
"Jadi berapa semuanya?"
"15 ribu won tuan.. "
Pria itu merogoh saku celananya dan memberikan uang pada luhan
"Tuan kami baru buka, kami belum punya uang kembaliannya.. "
"Ambil saja kembaliannya luhan ssi, anggap saja sebagai bayaran tambahan untuk saran yang kau berikan tadi"
Luhan terkejut "t-tapi tuan.. "
"Kalo begitu aku pergi, sekali lagi terima kasih luhan ssi.. "
"t-tuan.. "
Luhan menatap kepergian pria itu dengan bingung, ia pandangi uang 100 ribu won ditangannya
"Luhan.. "
Luhan menoleh "oh noona.. "
"Siapa itu tadi ? Dia tampan sekali.. "
"Park sehun, dia putra dari brigjen park.. "
"Wah benarkah? Mimpi apa aku semalam? Aku tidak menyangka putra dari polisi paling berpengaruh dikorea bisa datang ke toko ku"
"Tadi pagi ibunya sehun, park kyungsoo juga datang kemari, ia membeli sebuket bunga mawar putih"
"Jinjayo? Ah sayang sekali aku tidak bertemu dengannya, aku sangat mengidolakan wanita itu"
"Lihat, dia memberiku uang 100 rb won untuk bunga yang ia beli tadi.. Begitu juga dengan sehun yang memberiku 100 rb won padahal harga bunganya hanya 15 ribu won"
"Jinja? Haha kau beruntung sekali luhan"
Luhan juga ikut tertawa pelan
Dalam hati ia berharap sehun berhasil menyatakan perasaan nya dan ia juga berharap cinta pria albino itu tidak bertepuk sebelah tangan
.
.
Keduanya terengah-engah dengan peluh yang mengucur dari tubuh masing-masing, chanyeol mengungkung tubuh baekhyun ditembok dapur setelah pergumulan panas yang mereka lakukan
Chanyeol menatap baekhyun intens yang masih berusaha mengatur nafasnya, ia cium bibir baekhyun kasar hingga menciptakan lenguhan tertahan dari si empunya
"Mmmmptthh aaahhh.. "
"Aku akan segera mengesahkan surat hak asuh dari pengadilan untuk adikmu, aku jamin jaeho tidak akan bisa menyentuh adikmu meskipun hanya sehelai rambutnya saja"
Baekhyun mengangguk mengerti, meskipun ia harus menjual harga dirinya seperti ini tapi setidaknya keselamatan adiknya baekhee sudah terjamin sekarang
"Dan ini.. "
Chanyeol mengeluarkan sebuah kartu kredit dalam dompetnya
"Untukmu.. Saldonya sudah aku isi sekitar 50 juta won, setiap bulan akan aku isi dengan jumlah nominal yang sama asal kau mau memanjakan penisku untuk seterusnya "
Baekhyun menerima kartu itu dengan tangan bergetar, ia mengangguk pelan
"Bagus.. "
Chanyeol mengusap rambut baekhyun pelan, ia pakai kembali celananya dan bersiap untuk pergi
"Tuan.. "
Chanyeol menoleh ketika baekhyun memanggilnya kembali
"Ada apa?"
Baekhyun berjalan pelan dan mengambil beberapa lembar tisu, ia usapkan tisu itu pada wajah dan leher chanyeol
Setelah itu ia kancingkan 2 kancing teratas kemeja chanyeol dan merapihkannya
"Sebagai seorang jenderal.. Kau harus terlihat rapi dan bersih tuan"
Chanyeol terkejut dengan perlakuan manis asisten rumah tangganya itu, ia genggam kedua tangan baekhyun yang sedang memegang kancing bajunya hingga pria itu juga menatapnya
Perlahan namun pasti chanyeol mendekatkan wajahnya untuk mengeliminasi jarak diantara mereka
Tepat sebelum chanyeol mendaratkan ciumanannya dibibir mungil baekhyun, pria kecil itu telah lebih dulu mendaratkan satu jari telunjuknya dibibir chanyeol
"Wae?" chanyeol mengernyit heran
"Kau sudah banyak membuang waktumu tuan, pergilah bekerja. seorang jenderal tidak boleh terlambat datang bukan?"
Chanyeol tersenyum tipis "baiklah aku pergi dulu"
"Nanti malam kau mau aku masakan apa tuan?"
Chanyeol terdiam sejenak "apa pun yang kau buat pasti akan ku makan.. "
BLUSSH
Ucapan sederhana dari majikannya itu sukses membuat baekhyun merona parah, ia seolah merasa jadi seorang istri yang sebenarnya sekarang
"B-baiklah.. "
"Kyungsoo pulang hari ini, seharusnya dia sampai pagi ini tapi dia memilih untuk pergi ke butiknya dulu"
"Ne?"
Kyungsoo pulang hari ini? Astaga, bagaimana jika wanita itu tahu apa yang sudah ia dan suaminya lakukan?
"t-tuan bagaimana jika nyonya kyungsoo tahu kita sudah.. "
"Dia tidak akan tahu, kalaupun ia tahu dia pasti tidak akan peduli"
"Ne? Kenapa?"
Chanyeol hanya tersenyum sendu sebagai balasan
"Aku pergi.. "
"t-tuan"
"Apa lagi?"
"b-bolehkan aku ijin keluar sebentar hari ini? tuan muda taemin-"
"Kau boleh keluar.. Taemin sudah mengatakan semuanya padaku, kau boleh keluar asal tidak lebih dari jam 3 sore, sore nanti kyungsoo sudah pulang kerumah"
"B-baik tuan, terima kasih"
"Ne, aku pergi.. "
Baekhyun menatap kepergian lelakinya itu dalam diam
Apa katanya tadi? Lelakinya? Ada apa denganmu byun baekhyun?
.
.
"Ini... "
Baekhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi ketika taemin membawanya ke taman pemakaman kelas elit di wilayah gangnam
"Makam ibuku, jung soojung. Tapi marganya sudah diganti mengikuti marga ayahku"
"Hari ini adalah peringatan 4 tahun ibuku meninggal, ayah seharusnya juga ada disini tapi ia masih belum pulang dari paris"
Baekhyun ikut berjongkok disamping taemin, di dekat batu nisan itu terpajang foto cantik mendiang istri kai yang sedang tersenyum lembut
Cantik
Hanya satu kata itu yang bisa baekhyun ungkapkan untuk mendeskripsikan betapa cantiknya wanita itu
"Aku datang eomma, maaf aku tidak bersama ayah, aku datang bersama calon ibu baruku namanya byun baekhyun.. Dia cantik kan eomma?"
Ucap taemin sambil menuangkan air dan menaburkan bunga dipusara ibunya
Baekhyun hanya terdiam kaku mendengar penuturan taemin
"Aku tidak bermaksud menggantikan posisi eomma dengan baekhyun, percayalah.. Kau selalu menempati posisi teratas di dalam hatiku.. Aku melakukan ini untuk ayah, eomma tahu? Ayah tidak pernah tersenyum lagi semenjak eomma meninggal, tapi setelah dia bertemu baekhyun.. Hidupnya kembali cerah seperti sedia kala, dia jadi lebih banyak tersenyum dan terlihat sangat bahagia.. "
Taemin beralih menatap baekhyun dan tersenyum lembut
"Aku tahu baekhyun pemuda yang baik, dia adalah sumber kebahagiaan ayahku.. Jika ayah bahagia, aku juga pasti ikut bahagia. Eomma, tolong restuilah baekhyun.. Aku yakin dia pasti akan menjadi istri dan ibu yang baik bagi kami berdua.. Iya kan baekhyun hyung?"
'Tidak, kau salah taemin ah.. Aku bukan pria yang baik, aku sudah mengkhianati ayahmu' gumam baekhyun dalam hati
"Aku berdo'a agar ibu selalu bahagia disana, aku mencintaimu eomma.. "
Taemin mengecup nisan ibunya lembut
"Kalau begitu aku pulang dulu.. Aku janhi akan lebih sering mengunjungi eomma.. Ayo hyung"
Baekhyun mengangguk kaku "Ne.. "
.
.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dari paris, akhirnya jongin mendaratkan kakinya di ibukota seoul
Ia sengaja mengambil jadwal dan maskapai yang berbeda agar tidak bertemu kyungsoo, akan sangat merepotkan jika ia bertemu dengan mantan kekasihnya itu lagi
Jongin merogoh sakunya dan tersenyum lebar melihat cincin yang ia beli untuk baekhyun.. Ia sudah memantapkan hatinya untuk melamar baekhyun secepat mungkin
Drrt.. Drrt
Jongin melihat iphone 7 miliknya ketika gadget mahal itu berdering pertanda ada pesan masuk
'Aku membeli bunga ini tadi pagi, jongin ah kau masih ingat saat pertama kali kau memberi bunga ini padaku? Mawar putih yang melambangkan cinta sejati.. '
Jongin termangu melihat foto bunga mawar putih yang dikirimkan kyungsoo melalui aplikasi line
"Tuan jongin"
"Ah pak lim, kau sudah datang.. "
Jongin tersadar dari lamunannya ketika sopir pribadi keluarganya datang menjemput
"Pulang sekarang?.."
"Ne, kita pulang sekarang"
.
.
Di dalam mobil jongin melihat bungkus kotak kecil berwarna abu-abu, itu adalah hadiah yang ia beli untuk putranya sehun
Jam tangan rolex keluaran terbaru.. Jongin tahu anaknya yang satu itu sangat menyukai aksesoris jam tangan, ia bahkan punya banyak koleksi jam tangan dengan harga selangit, chanyeol sering sekali membeli jam tangan super mahal untuk sehun, sebagai seorang ayah jongin tentu saja merasa cemburu. Harusnya ia yang ada di posisi chanyeol, ia yang lebih berhak membahagiakan putra sulungnya itu..
Seandainya saja ia bisa memutar waktu..
FLASHBACK..
Kyungsoo tersenyum manis ketika ia sampai di pesta ulang tahun kekasihnya kim jongin yang ke enam belas tahun
Pria berkulit tan itu berlari kecil untuk menghampiri kekasihnya
"Kau datang?"
"Tentu saja aku datang, tidak mungkin aku tidak menghadiri pesta ulang tahun kekasihku sendiri bukan?"
Jongin terkekeh pelan, "yasudah ayo masuk"
Mereka berpesta sampai larut malam..
"Oppa.. "
Setelah puas berpesta, kyungsoo mengajak jongin kesalah satu kamar di hotel yang jongin sewa untuk mengadakan pesta
"Kenapa kau mengajakku kesini sayang?"
Kyungsoo tersenyum "Aku tidak membawa hadiah apapun saat datang kesini.. Aku merasa malu"
"Kau ini bicara apa? Kau datang saja aku sudah sangat senang"
Kyungsoo menggelang "sudah menjadi etika wajib bagi tamu undangan untuk memberikan hadiah pada pemilik pesta"
Gadis cantik itu menarik tali gaun yang ia kenakan hingga melorot dan memperlihatkan 2 payudara mungilnya
Jongin terperangah kaget ditempatnya, saking kagetnya ia bahkan tak mampu bergerak sedikitpun
"Ini adalah hadiah dariku.. Kita.. Bisa melakukan nya jongin ah.. Aku milikmu malam ini"
"Kyungsoo aku-"
Kyungsoo berjalan mendekati jongin dan mencium bibir kekasihnya itu dengan cepat
Jongin yang awalnya merasa ini adalah sebuah kesalahan akhirnya ikut terlena juga dengan ciuman hangat itu
Ia remas dua gundukan kecil di dada kyungsoo dan mendorongnya pelan keatas ranjang
Malam itu mereka saling berbagi kehangatan dan kenikmatan bersama
Suara desahan erotis saling bersahutan satu sama lain pertanda panasnya persetubuhan yang mereka lakukan..
.
.
"Aku hamil jongin ah.. "
"Apa?"
Jongin tersentak kaget ketika kyungsoo tiba-tiba saja datang ke sekolahnya dan mengaku tengah mengandung
Sambil menghapus airmatanya kyungsoo berkata lagi dengan tegas "aku hamil.. Anakmu"
Dunia jongin seolah runtuh detik itu juga
"Apa chanyeol dan orangtuanya tau soal ini?"
Kyungsoo menggeleng "tidak ada yang tau termasuk keluargaku"
Jongin mengusap wajahnya kasar, ia tidak menyangka perbuatannya satu bulan yang lalu ternyata berhasil membuat kyungsoo hamil
"Gugurkan kandungan itu.. "
"Mwo?"
"Gugurkan"
Kyungsoo menutup mulutnya lemah ketika jongin memintanya untuk menggugurkan kandungannya
"Apa kau gila? Ini anakmu, darah dagingmu kim jongin"
"Lalu aku harus bagaimana? Kau ingin aku bertanggung jawab sedangkan kau sendiri sudah dijodohkan dengan pria lain.. "
kyungsoo menunduk dalam.. Ia sendiri bingung dengan keadaannya sekarang
"Chanyeol pasti akan sangat kecewa jika tahu ini.. "
Kyungsoo langsung mendongak ketika jongin menyebut nama chanyeol
Sebuah ide gila langsung terlintas dikepalanya
"Aku akan meminta keluarga park untuk langsung menikahkan ku dengan chanyeol.. "
"Mwo? Apa yang-"
"Lalu apa yang harus aku lakukan kai? Kau menolak untuk bertanggung jawab dan malah menyuruhku untuk menggugurkan kandungan ini.. Daripada aku harus kehilangan darah dagingku sendiri, aku lebih memilih menjadikan chanyeol sebagai ayah dari bayi yang aku kandung sekarang.. Anakku butuh status yang jelas, dan chanyeol bisa memberikan itu")
Jongin terdiam kaku ditempatnya berdiri
"Apa kau pikir chanyeol akan mau menikah denganmu sekarang? dia masih sekolah dan kau pun masih duduk di tingkat akhir sekolah menengah pertama"
"Kenapa tidak? Ia sangat mencintaiku.. "
Kyungsoo sengaja menekankan kata mencintaiku agar membuat jongin semakin sakit hati
Itu berhasil, jongin langsung mengepalkan tangannya erat menahan emosi
"Baiklah lakukan apapun yang kau mau"
"Apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan anakku tau siapa ayah biologisnya.. "
Jongin terdiam sejenak lalu tersenyum tipis "Ne, lakukan itu.. Karena jika sampai anak itu tau siapa ayah kandungnya, ia pasti akan sangat membenci ibunya karena telah merahasiakan identitas asli ayahnya dan memberikan kehidupan yang penuh dengan kepalsuan"
Kyungsoo berkaca-kaca, ucapan jongin seolah menusuk sampai kedalam hatinya
"Aku pergi.. Semoga kau bahagia dengan chanyeoll"
Jongin pergi.. Ia benar-benar pergi meninggalkan kyungsoo yang menangis tersedu dibelakangnya
FLASHBACK OFF..
.
.
.
Jongin menghembuskan nafasnya kasar, mengingat masa lalu selalu berhasil membuat hatinya panas.. Tepat 3 hari setelah pertemuan terakhirnya dengan kyungsoo waktu itu, jongin memutuskan untuk pindah dan melanjutkan pendidikan di jerman. satu minggu setelah nya ia mendapat kabar jika kyungsoo dan chanyeol sudah resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri, ia tidak tahu kehidupan mereka setelahnya karena ia baru pulang ke korea setelah menyelesaikan pendidikan penerbangan pilot di kanada dan menikah dengan wanita blasteran korea-amerika bernama krystal
Waktu berlalu begitu cepat, ia sudah banyak melewatkan tumbuh kembang putra sulungnya, ia ingin menebus semua waktu yang telah hilang itu.. Apapun.. Apapun akan ia lakukan agar bisa menikmati waktu yang telah hilang bersama buah hatinya
.
.
Chanyeol termenung di ruang kerjanya, sudah 15 menit ia lalui hanya dengan memandang pemandangan diluar melalui jendela diruangannya
Banyak sekali pikiran yang berkecamuk di otaknya, ia bahkan menyuruh anak buahnya untuk tidak masuk keruangannya dulu selama beberapa jam kedepan..
Chanyeol hanya ingin menenangkan pikirannya untuk sementara waktu
Ia alihkan atensinya pada bingkai foto keluarga yang selalu terpajang di meja kerjanya
Disana chanyeol, sehun dan kyungsoo berfoto bersama sambil memasang senyum bahagia layaknya keluarga yang sesungguhnya
Tatapan terluka ia tujukan kepada kyungsoo istrinya, ternyata setelah menikah selama lebih dari 19 thn tidak membuat kyungsoo beralih mencintainya
Ia masih tetap saja mengharapkan jongin sebagai tambatan hatinya, fakta ini sungguh menyakiti hatinya. kyungsoo yang ia pikir sudah mencintainya dengan sepenuh hati ternyata masih mengharapkan pria lain
"Aku sangat mencintaimu kyungsoo ya, perasaan ku tulus padamu. kenapa kau tega melakukan ini padaku?"
FLASHBACK..
"Kenapa kai lama sekali.. "
Sudah lebih dari 15 menit chanyeol menunggu jongin yang ijin pergi ke toilet, chanyeol adalah siswa pindahan dari amerika dan ini adalah hari pertamanya bersekolah di seoul international school sebagai siswa tingkat akhir, sedikit merepotkan sebenarnya karena hanya kurang dari setahun lagi ia lulus sekolah, tapi karena pekerjaan ayahnya yang dipindah tugaskan ke korea, mau tidak mau ia harus kembali lagi ke korea dan melanjutkan pendidikan di tanah kelahirannya. Chanyeol lahir dan besar dikorea namun karena pekerjaan ayahnya yang seorang tentara angkatan laut yang dipindah tugaskan ke amerika membuat chanyeol yang kala itu masih berusia 5 tahun dan ibunya ikut pindah ke amerika sampai ia berusia 17 thn
Sepupu hitamnya itu berjanji akan mengantarnya keruang kepala sekolah dan menemaninya berkeliling sekolah, tapi sampai sekarang sepupu sexy nya itu belum juga kembali dari toilet
BUGH
chanyeol tersentak kaget ketika ltiba-tiba saja seorang gadis bertubuh mungil menabrak tubuhnya
"m-maafkan aku, aku tidak sengaja, aku sedang terburu-buru"
Gadis itu berjongkok dan membereskan buku-buku yang berserakan ditanah
Dengan sigap chanyeol ikut berjongkok dan membereskan buku-buku itu
"Ah kamsahamnida.. "
Gadis itu tersenyum sangat manis, membuat chanyeol ikut melebarkan senyumnya
"Kalau begitu aku permisi, aku buru-buru.. Annyeong"
Chanyeol menatap kepergian siswi berseragam smp itu dalam diam.. Terkadang ia tersenyum menatap tingkah polos gadis kecil itu
.
.
Pukul 11 pagi, chanyeol menatap bosan keluar jendela kelasnya dilantai 3. Pelajaran sejarah selalu terasa membosankan, banyak siswa dikelasnya yang bahkan sudah tertidur
Tak sengaja tatapannya tertuju pada lapangan di gedung sebelah yang merupakan gedung siswa smp, disana terlihat sekelompok siswi smp yang menggunakan pakaian cheers. salah satu diantara mereka tampak menarik perhatian chanyeol. Itu si anak smp yang tadi menabraknya, gadis itu benar-benar terlihat manis dengan rambut kuncir kudanya, tubuhnya sudah penuh dengan keringat, payudara mungilnya bahkan terlihat bergoyang naik turun ketika ia melompat untuk gerakan cheers
GLUP
chanyeol menelan ludahnya gugup, ia palingkan kembali pandangannya kearah depan
Yaampun, kenapa tubuh chanyeol jadi terasa panas begini?
.
.
Chanyeol tau ia mulai merasa tertarik pada gadis berkuncir kuda itu, diam-diam ia selalu memperhatikan gadis mungil itu dari kejauhan. ia tidak pernah berani berbicara langsung pada gadis itu karena terlalu gugup
Secara diam-diam juga ia selalu memberikan hadiah-hadiah kecil seperti boneka, cokelat dan bunga yang ia simpan diatas meja atau loker gadis itu. Hampir setiap hari ia datang kesekolah disaat matahari belum terbit agar tidak ada orang yang memergoki aksinya saat memberikan hadiah hadiah itu
Sampai suatu hari, chanyeol bangun kesiangan dan ia pergi dengan terburu-buru menuju gedung siswa smp. sekitar pukul setengah 7 pagi chanyeol mendapati jongin sepupunya berciuman dengan gadis yang ia sukai di depan loker si gadis
Boneka teddy bear ungu dan sekotak cokelat impor dari swiss jatuh begitu saja dari tangan chanyeol, hatinya hancur. hancur sekali melihat gadis yang ia sukai berciuman dengan sepupunya sendiri
.
.
"Chanyeol, kenalkan.. Dia kyungsoo, kekasihku"
Malam dimana pesta ulang tahun jongin digelar, disaat itu pula jongin memperkenalkan kekasihnya pada chanyeol yang merupakan gadis yang ia sukai. Chanyeol tersenyum dan menjabat tangan mungil kyungsoo
Ia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa padahal hatinya pedih luar biasa, malam itu chanyeol hanya duduk dipojok ruangan melihat kyungsoo dan sepupunya yang saling mengumbar kemesraan
Merasa tidak tahan, chanyeol akhirnya memutuskan untuk pergi sebelum pesta usai
.
.
3 hari setelah pesta ulang tahun jongin usai, chanyeol lebih banyak termenung dan menghabiskan banyak waktu dikamarnya untuk membaca buku
"Chanyeol sayang, apa kau sedang sibuk?"
"Tidak eomma, aku hanya sedang membaca buku saja"
Ibu chanyeol park ahra masuk ke kamar putranya dan duduk di samping chanyeol
"Kalau begitu bersiaplah, pakai pakaian yang formal dan juga rapi. Kita akan menyambut keluarga sahabat ayahmu"
"Siapa eomma?"
"Nanti kau akan tau.. "
"Ayo cepat bersiaplah"
"Ne eomma"
.
.
Chanyeol terbelalak kaget ketika tamu yang dimaksud ibunya adalah keluarga D.O
Disana bahkan ada kyungsoo, ia terlihat sangat cantik dengan gaun hitam pendek diatas lutut
"Sudah lama kita tidak bertemu kwangsoo ya, kau semakin tampan saja"
"Haha kau bisa saja, kau juga terlihat semakin tampan dan dewasa park kyuhyun"
D.O kwangsoo dan Park kyuhyun merupakan sahabat dari kecil, mereka mulai berpisah ketika masa kuliah karena jurusan yang berbeda. Kyuhyun melanjutkan pendidikan di akademi militer setelah lulus sma sedangkan kwangsoo sendiri mengambil jurusan desain grafis.
Mereka benar-benar berpisah ketika kyuhyun dipindah tugaskan ke amerika dan baru bertemu lagi setelah kyuhyun dan keluarganya kembali ke korea
"Apa ini chanyeol? Wah kau sudah besar dan tumbuh menjadi pria yang tampan ya.. "
"Ne annyeonghaseo ahjumma, naneun park chanyeol imnida"
Chanyeol membungkuk 180° pada nyonya do
"Dan apakah ini kyungsoo? Yaampun kau cantik sekali nak"
"Annyeong ahjumma, do kyungsoo imnida"
"Yasudah, ayo kita makan dulu.. Makanannya sudah disiapkan"
.
.
"Kau tumbuh menjadi gadis yang sangat manis, terakhir kali kita bertemu kau masih berusia 1 thn"
Kyungsoo tersenyum manis mendengar penuturan ibunya chanyeol, jujur ia agak terkejut karena orangtuanya ternyata berteman baik dengan orangtua chanyeol
Chanyeol yang duduk diseberangnya seolah makan dengan tidak fokus, beberapa kali ia melirik kyungsoo melalui ekor matanya, sungguh gadis itu sangat cantik dan anggun. Caranya memegang sendok dan garpu saja sudah mampu membuat chanyeol terpesona
"Chanyeol juga tumbuh dengan sangat baik, ia berubah jadi pria dewasa yang tampan. aku ingat dulu dia masih suka menangis dan mengompol jika ditinggal ibunya"
Chanyeol hanya tersenyum canggung mendengar penuturan orangtua kyungsoo
"Jja, kita ke intinya saja langsung. Chanyeol, kyungsoo ada alasan khusus kenapa kita bertemu secara kekeluargaan malam ini"
Kyuhyun mulai berbicara, saat pria itu bicara secara otomatis atensi semua orang yang ada disana langsung teralih pada sang kepala keluarga
"Kami berencana menjodohkan kalian berdua dan mengikat hubungan persaudaraan antara kedua keluarga"
Chanyeol dan kyungsoo sontak terbelalak kaget mendengar penuturan kyuhyun
"Ne, kami telah sepakat untuk menjadi satu keluarga jika kami memiliki anak laki-laki dan perempuan yang bisa kami jodohkan, bukan begitu kyuhyun ah?"
Kyuhyun mengangguk mantap mendengar penuturan kwangsoo
"Tidak perlu terburu-buru, kalian punya banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain. beritahu kami jika kalian sudah siap.. Kami akan segera melangsungkan pesta pertunangan jika kalian siap"
Ucap ahra kemudian sambil tersenyum menatap ibunya kyungsoo, d.o ji hyo
"Pergilah ke taman belakang, kalian bisa saling mengobrol untuk mengakrabkan diri"
Kyungsoo dan chanyeol saling bertatapan dalam kebingungan
.
.
Chanyeol terlihat sangat gugup duduk di samping kyungsoo, beberapa kali ia mengusap tengkuknya kasar karena saking gugupnya
Berbeda dengan kyungsoo yang tampak biasa saja duduk disamping chanyeol
"Oppa kau tahu aku sudah memiliki kekasih?"
Chanyeol refleks menoleh "n-ne? i-iya aku tahu k-kyung"
Kyungsoo menghela nafas "apa kau tahu tentang perjodohan ini?"
Chanyeol cepat-cepat menggeleng "t-tidak kyungsoo ya, a-aku sama sekali tidak tahu. a-aku baru tahu tadi"
"Aku.. "
Kyungsoo meremas gaunnya kuat
"Aku tidak bisa oppa, aku tidak bisa melakukan ini.. "
Kyungsoo mulai menangis pelan
"Aku mencintai pria lain oppa, aku sangat mencintai jongin sepupumu hiks.. "
Chanyeol termangu ditempatnya.. Lagi.. Hatinya seolah dihancurkan dari dalam
"Aku mohon batalkan perjodohan ini oppa.. Demi aku.. Demi jongin dan demi kita"
Kyungsoo menatap chanyeol penuh permohonan
Chanyeol menolehkan tatapannya, ia tidak bisa melihat kyungsoo yang menangis pedih seperti ini
Dengan berat hati ia mengangguk mencoba menyanggupi permintaan kyungsoo
.
.
"Chanyeol oppa.. "
Chanyeol tersentak kaget ketika kyungsoo tiba-tiba saja datang ke gedung siswa sma dan menerobos masuk ke kelasnya
"kita harus bicara.. "
Kyungsoo mengajak chanyeol ke atap sekolah untuk membicarakan hal yang penting
"Kenapa perjodohan ini tetap berlanjut? Ayahku bahkan berencana membuat pesta pertunangan bulan depan"
"Aku sudah berusaha kyung.. tapi itu sulit, orangtua ku sangat bahagia dengan rencana pertunangan kita, aku tidak tega jika harus membatalkan semuanya secara sepihak''
Ya, chanyeol memang tidak bisa mengecewakan kedua orangtuanya. selain itu dia juga sedikitnya berharap perjodohan ini tetap berlanjut
"Lalu kau lebih memilih mengorbankan perasaanku dan jongin sepupumu begitu? Chanyeol demi tuhan aku tidak pernah mencintaimu, perasaanku hanya untuk jongin dan selamanya akan selalu seperti itu"
DEG
Lagi.. Kyungsoo menyakiti perasaannya untuk yang kesekian kali
"Jongin langsung mencampakanku setelah ia tahu aku dijodohkan denganmu.. kau jahat yeol! Ini semua salahmu!"
Chanyeol hanya terdiam kaku melihat orang yang ia cintai menumpahkan segala emosinya padanya
"Aku tidak mau tahu, pertunangan ini harus segera dibatalkan! Aku akan sangat membencimu jika sampai pertunangan ini terlaksana"
"Tapi aku mencintaimu kyung.. tidakkah kau sadar itu? tidak apa-apa jika kau ingin bersama jongin.. jadikan aku yang kedua bagimu kyungsoo ya.. tidak apa-apa jika aku menjadi selingkuhan mu asal kau tetap bersamaku, aku mohon.. "
Gadis itu sangat terkejut dengan penuturan chanyeol, ia berlalu pergi meninggalkan chanyeol seorang diri
Chanyeol tersenyum miris, ia pegang dada kirinya erat
"Kenapa sakit sekali kyungsoo ya.. "
.
.
Malam ini chanyeol bertekad untuk berbicara baik-baik kepada orangtuanya mengenai pembatalan rencana pertunangan mereka
Butuh waktu setidaknya sekitar 3 minggu lebih baginya untuk memberanikan diri berbicara pada orangtuanya
Waktunya mepet sekali karena hanya tinggal menghintung hari menuju hari H
Chanyeol menarik nafasnya gugup, ia ketuk pintu ruang kerja ayahnya dengan pelan
"Aboeji, boleh aku masuk?"
Chanyeol langsung membuka kenop pintu ruang kerja ayahnya dan terkejut mendapati orangtua kyungsoo juga ada disana
"Chanyeol ah kemari nak.. "
Ji hyo langsung berdiri dan memeluk hangat putra sahabatnya itu
Chanyeol yang bingung dengan pelukan tiba-tiba ini hanya memandang penuh tanya pada kedua orangtuanya yang hanya tersenyum simpul
Ji hyo melepaskan pelukannya dan mencium kening chanyeol lembut
"Kyungsoo meminta kami untuk langsung melaksanakan pernikahan kalian, dia bilang itu semua karena mu chanyeol ah.. "
"Mwo?"
"Kyungsoo bilang chanyeol sangat mencintai kyungsoo, itu yang membuat putri kami yakin untuk langsung menikah saja"
Ucap kwangsoo ikut menambahkan
Kyuhyun dan ahra tersenyum bangga pada putranya "kau membuat aboeji bangga nak, kita akan ubah jadwal pertunangan menjadi jadwal pernikahan. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar"
"Tapi bagaimana dengan sekolah kami aboeji?"
"Status pernikahan kalian akan tetap dirahasiakan sampai kau mendapatkan pekerjaan chanyeol, jadi kau masih bisa bersekolah seperti biasa. kyungsoo juga akan tetap bersekolah seperti biasa kecuali jika nanti dia hamil, saat kandungannya mulai membesar ia bisa bersekolah secara home schooling"
"Aku berharap kyungsoo tidak cepat hamil ahra ya, biar bagaimanapun kehamilan diusia muda terlalu beresiko tinggi"
"Sayang, chanyeol dan kyungsoo itu masih sangat muda. aku yakin hubungan yang dilakukan anak muda akan cepat menghasilkan keturunan hahaha"
Mereka semua tertawa bersama mendengar penuturan kwangsoo, menghiraukan Chanyeol yang tampak bingung dengan kondisi ini
'Ada apa ini sebenarnya?' gumamnya bingung dalam hati
.
.
Pesta pernikahan telah usai beberapa jam yang lalu, chanyeol duduk diranjang kamar malam pertama mereka yang telah dihiasi berbagai macam pernak pernik romantis
CKLEK
kyungsoo masuk ke dalam kamar dengan setelan gaun tidur tipis berwarna soft
Chanyeol memandangi istrinya itu dengan pandangan yang sulit diartikan
"Oppa aku minta maaf.. Seharusnya dari awal aku menyadari perasaanmu padaku, maafkan aku yang terlambat mengetahuinya"
"Ada apa ini kyungsoo ya? Kenapa ini bisa terjadi? Sebelumnya kau memaksaku untuk membatalkan pertunangan kita tapi kenapa tiba-tiba kau ingin kita langsung menikah.. Sebenarnya apa yang-"
"Karena aku tahu kaulah pendamping yang dikirimkan tuhan untukku"
"Mwo?"
"Aku baru sadar jika jongin bukanlah pria yang baik untukku, aku terlalu bodoh karena lebih memilihnya daripada pria yang tulus mencintaiku seperti mu.. Maafkan aku oppa, aku sungguh menyesal"
Kyungsoo menangkup wajah chanyeol dengan kedua tangan mungilnya
"Kau mencintaiku kan oppa?"
Chanyeol mengangguk pelan
"Kalau begitu ajari aku untuk bisa mencintaimu seperti kau mencintaiku"
Secara perlahan kyungsoo mengeliminasi jarak diantara mereka dan mencium bibir tebal chanyeol dengan lembut
Chanyeol terlena oleh ciuman itu, akal sehatnya seolah lenyap entah kemana terbawa oleh ciuman yang memabukan itu
Mereka terbaring diranjang yang telah ditaburi kelopak bunga mawar untuk saling menyatukan tubuh dan berbagi desahan penuh kenikmatan bersama
FLASHBACK OFF...
.
.
.
Chanyeol memegang kepalanya yang serasa mau pecah, ia ambil botol obat penenang di dalam laci kerjanya dan meminum beberapa butir kapsul lalu ia teguk satu botol air putih sampai habis
Nafasnya terengah-engah, ia senderkan tubuhnya pada senderan kursi dan menutup matanya pelan hingga kantuk pun datang menjemput..
.
.
.
.
.
TBC
Well setelah kemarin author kelimpungan banget karena ga bisa update, sekarang akhirnya chapter ini terupdate dengan selamat yeaaaayyy
Author sampe harus download aplkasi ffn nya langsung supaya bisa update wkwk
Makasih ya buat yang kemarin udah berbaik hati ngasih saran dan solusi sampe ada yang niat bantu ngeuploadin ff author..
Dan yeahhh chapter 6 update, gimana? Makin ga jelas ya?
Maafkan imajinasi author yang bikin ff abal kaya gini ya wkwk
See you in the next chap bye bye bye
Sorry buat banyaknya typo yang muncul guys, author males ngedit ulang~
