~A Little Princess~
.
.
.
Diclaimer: Kamichama Karin; Kamichama Karin Chu ©Koge Donbo
Claimer : This Fanfic made by Karin-Chu Hanazono Karin/Tia
Chapter : 7
Rating : T
Pairing : Karin Hanazono X Kazune Kujyou
Genre : Romance, Angst
Chara : Karin Hanazono, Kazune Kujyou, Michiru Nishikiori, Kujyou Himeka, Rika Karasuma, Kazusa Kujyou, Miyon, Ami, Yuuki, Kujyou Kazuto, Kujyou Suzuka, Karasuma Kirio, Karasuma Kirika
.
.
.
-Akhir Dari Semuanya-
.
.
RnR Please?
.
.
.
~A Little Princess~
.
.
.
"Apa yang kau lakukan pada Karin?"
"Aku tidak punya urusan denganmu Kujyou, aku mohon minggir..."
"Maaf...maafkan aku tuan... aku...aku...aku tidak sengaja melakukannya... aku minta maaf tuan..." ucap Karin lalu berlutut di hadapan Kirio
"Pergi dari hadapanku sekarang juga! Aku tidak butuh permintaan maaf dari dirimu! Apa kau tidak memikirkan apa akibat dari perbuatanmu? Kau meninggalkan sekolah ini! Sebuah sekolah elit di Jepang! Jika sesuatu terjadi pada tempat ini bagaimana? Apa kau mau bertanggu jawab? Aku sudah muak melihat wajahmu, sekarang cepat pergi dari tempatku! Dan jangan pernah kembali lagi!" amarah Kirio dan langsung menendang dan mendorong tubuh Karin hingga terjatuh di depan banyak siswa
"Tapi...tapi... aku mohon beri aku satu kesempatan lagi tuan... tuan aku mohon...!" ucap Karin yang menarik narik kaki Kirio yang pergi meninggalkannya
"Jangan sentuh aku! Baju ku ini mahal, nanti bisa kotor karna tangan mu yang menjijikkan itu!"
"Kakak, Karin sudah minta maaf... dan bukannya tidak terjadi apa apa pada Sakuragaoka Academy? Kakak...kak...kakak... tolong dengarkan mereka dulu!"
"Aku tidak butuh penjelasan apa apa!"
Kazune yang melihat perlakuan kejam Kirio pada Karin pun mengejar Kirio, dan berdiri tepat di hadapan Kirio dan tepat di depan pintu kantor pribadinya...
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku mohon, jelaskan penjelasan kami dulu tuan... ini semua salahku, aku yang mengajak Karin pergi, aku lah yang bersalah... kau boleh menghukumku, tapi aku mohon izinkan Karin tetap dan tinggal di tempat ini... aku mohon" permohonan Kazune lalu berlutut di hadapan Kirio
"Kau menglahangi jalanku..."
"Aku mohon, dengarkan kami dulu tuan..."
"Mulai sekarang, kau BUKAN MURID Sakuragaoka Academy lagi! Kau mengerti!"
"Apa...?" Kazune segera berdiri dan minggir dari hadapan Kirio...
"Karin, Kujyou, saat ini kakak ku sedang tidak ingin di ganggu, aku akan coba bicara padanya... dan sebaiknya kalian kembali ke kamar kalian masing masing... permisi..."
"Terimakasih nona Kirika"
"Kasihan sekali mereka..."
"Benar, kalau aku jadi mereka lebih baik aku melarikan diri..."
"Iya, dari pada tinggal di sini jadi tukang bersih bersih... lebih baik melarikan diri saja!"
"Hy kalian, sebaiknya kalian semua kembali ke kamar kalian masing masing, apa kalian mengerti!"
"Baik nona Kirika..."
.
.
.
Sementara itu, Karin yang berada di loteng atas...
"Apa aku harus benar benar pergi dari tempat ini sebelum menerima tanda kelulusan? Apa aku telah melakukan hal yang buruk? Kenapa tuan Kirio sangat membenci ku? Apa salahku?"
Tok..tok..tok...
"Siapa?"
"Aku, Kazune... apa aku boleh masuk?"
"Silakan saja...! pintunya tidak di kuci..."
"Karin, apa kau baik baik saja? Jika aku tidak mengajakmu pergi ke desa hal ini tidak akan mungkin terjadi... maafkan aku karna telah membuatmu menderita..."
"Aku tidak apa apa... siapa yang bilang jika kau hanya membuat aku menderita? Kau selalu memberiku kebahagian, karna kau aku tahu apa arti keluarga yang sebenarnya... jika kau tak ada, mungkin aku tidak bisa bertahan sejauh ini..."
"Karin, kenapa kau tidak memutuskan untuk pergi saja dari tempat ini dan mencoba hidup di luar sana..."
"Aku ingin, tapi aku tak bisa..."
"Kenapa tak bisa? Kau bukanlah murid Sakuragaoka Academy lagi Karin! apa kau gila?"
"Aku memang gila Kazune! Aku tidak bisa meninggalkan semua ini sebelum menerima tanda kelulusan dari sekolah ini... aku bisa terima perlakuan buruk tuan Kirio kepada ku... aku juga bisa terima untuk tidur di loteng atas, aku bisa terima untuk bekerja di sekolah ini, aku juga tidak keberatan jika makan makanan sisa kalian semua... tapi, aku yakin suatu saat nanti dia bisa menerima keberadaanku... suatu saat nanti, dia pasti bisa menerimaku apa adanya..."
.
.
Sementara Kirio dan Kirika yang berada di kantor pribadi Kirio
"Kakak, sebenarnya kau ini kenapa? Seharusnya kau mendengarkan perkataan mereka kak! Apa kau tidak ingat janji mu pada Suzuka dan Kazuto?"
"Aku sedang tidak ingin membahas mereka... abaikan mereka, mereka tidak berguna sama sekali!"
"Apa saat ini suasana hati mu sedang buruk?"
"Kau benar Kirika, suasana hati ku saat ini sedang tidak baik... saat ini aku benar benar pusing Kirika... terlebih tentang masalah penutupan Sakuragaoka, aku sangat cemas..."
"Apa? Jadi berita itu benar? Tidak mungkin Sakuragaoka akan di tutup! Mana mungkin itu terjadi! Tidak semudah itu! Kau tidak akan mengizinkan mereka menutupnya bukan?"
"Mana mungkin aku mengizikannya! Tapi, tempat ini sudah terlilit hutang yang cukup banyak... aku sudah tidak bisa melunasinya lagi Kirika..."
"Jadi...? apa maksudmu? Apa Sakuragaoka benar benar akan di tutup? Bagaimana ini... apa kau tidak mempunyai cara lain?"
"Satu satunya cara saat ini adalah mengurangi pemborosan, dan juga mencari orang yang mau membeli tempat ini..."
"Apa katamu? Itu sama saja kita melelang tempat ini! Percuma saja pengobarnan kita selama ini jika pada akhirnya tempat ini akan di berikan pada orang lain! Bagaimana dengan murid murid... apa mereka tahu tentang hal ini?"
"Tidak, mereka tidak ada yang tahu tentang hal ini... aku juga tidak ingin melepasnya begitu saja, namun apa boleh buat, kita tidak ada pilihan lain lagi Kirika... dan sekolah ini akan segera di ambil alih oleh orang yang mau membelinya, walaupun ini terjadi, mereka semua harus tetap belajar dan melakukan semuanya seperti biasa... aku harap, jangan sampai kau bocorkan masalah ini pada orang lain... kau mengerti!"
"Baik, aku pasti akan merahasiakan semua ini kak! Lalu, bagaimana dengan Karin dan Kujyou? Apa kau benar benar ingin mengusir mereka?"
"Masalah itu, aku serahkan padamu!"
"Baik, aku pasti akan melakukan yang terbaik! Terimakasih banyak kak! Aku yakin hal hal buruk seperti itu tidak akan terjadi lagi!"
"Tolong tinggalkan aku sendiri... saat ini aku ingin sendiri.."
.
.
.
Lalu, Kirika pergi menuju loteng atas...
yaitu tempat di mana saat ini Karin berada...
"Karin, kakakku tidak akan mengusirmu pergi!" ucap Kirika yang membuka pintu kamar Karin dengan begitu semangat
"Apa? Apa kah itu benar?"
"Tentu saja! Kau bisa tinggal di sini..."
"Oh, terimakasih banyak nona... kau banyak membantuku... lalu, bangaimana dengan Kazune?"
"Kakak juga mengizinkan dia tinggal di sini... tapi, bukan sebagai murid tempat ini lagi... melainkan sebagai pembantu..."
"Terimakasih... tidak apa apa, aku mengerti... lagi pula di sini aku yang salah," kata Kazune lalu duduk di sebuah kursi
"Kalian tidak perlu berterimakasih,"
.
.
.
Sementara Kirio yang berada di kantor pribadinya...
Kirio POV
"Bagaimana ini, aku harus menyelamatkan tempat ini! Aku tidak boleh menyerah," kata ku yang mulai khawatir akan keadaan Sakuragaoka...
Kring...krriiing...kriingg... suara telpon berbunyi, sontak aku langsung menerima telpon tersebut...
"Halo, selamat malam... kebetulan saya pemilik Sakuragaoka Academy, oh ya... ya... ya... baiklah... APA? Iya... iya... terimakasih banyak! Kapan? Ah, iya... aku pasti bisa... baiklah... baiklah... terimakasih dan selamat malam..."
"Aku benar benar tidak mendega, di ujung ke putus asaanku dan sekian lama penantianku akhirnya ada orang yang mau membeli Sakuragaoka Academy... dan dia ingin bertemu denganku besok, pukul 11.00 am... aku harus segera cepat cepat tidur!" pikirku yang begitu bahagia...
Lalu, aku berjalan menuju tempat tidurku... aku ambil kacamata tidurku... dan ku rebahkan tubuhku di kasur yang begitu empuk... aku sudah tidak sabar menantikan hari esok...
Kirio POV end...
.
.
.
Keesokan harinya~~
"Kirika, aku pergi dulu ya! Tolong jaga murid murid dengan baik! Aku tidak ingin terjadi sesuatu ketika aku pulang nanti, kau mengerti!"
"Baik kak! Aku mengerti, semoga dia jadi membeli tempat ini ya!"
Kemudian, Kirio pergi sesuai janji...
Lalu, saat Kirika hendak pergi ke lantai 2 tempat ruang kerjanya dan Kirio berada, tak sengaja dia bertemu dengan Karin...
"Ah ternyata ada Karin... sedang apa kau di sini Karin?"
"Maaf jika aku menghalangi jalanmu..." ucap Karin yang sedang berdiri di tangga yang sama dengan Kirika dan menunduk nundukkan kepalanya...
"Tidak apa apa... apa kau sedang membersihkan tangga?"
"Iya, tapi seharusnya sudah selesai... karna aku keasikan melihat foto ibuku, jadi lupa waktu... maaf ya..."
"Foto ibumu? Memangnya ibumu pernah bersekolah di tempat ini?"
"Em, apa nona tidak tahu?"
"Yang ku tahu hanya nama orang tuamu saja, dan aku tidak pernah bertatap muka langsung atau melihat foto ibumu... jadi maafkan aku ya... kalau boleh tahu, orangtuamu yang mana?"
"Di sebelah sini, yang ini... di samping kanannya ayahku, dan di samping kiri tuan Kirio..." jelas Karin dan menunjukkan wajah ibunya pada sebuah foto lama yang terdapat di dinding dekat tangga...
"Jadi itu orang tuamu... mereka begitu keren...!"
"Apa?"
"Iya, ibumu cantik... mirip sekali denganmu... dan sepertinya ayahmu orang yang cerdas, sama seperti kau..."
"Nona bisa saja!"
"Oh ya Karin, aku ingin meminta bantuan padamu... tolong bereskan ruang kerja ku dan kakakku, karna sebentar lagi aku harus pergi ke luar sebentar, apa kau tak keberatan?"
"Tidak kok, aku bisa!"
"Baiklah, terimakasih Karin!" ucap Kirika yang menepuk bahu Karin dengan tangan kirinya dan pergi meninggalkannya...
'Kau tidak berdosa, tapi kau menjadi sasaran kakakku karna masa lalu buruknya dengan orangtuamu... maafkan aku, karna aku hanya bisa melihatmu dari jauh... maaf Karin..' kata Kirika di dalam hati...
Sementara itu, Rika yang kesal dan iri melihat Karin yang tidak jadi di usir...
"Wanita itu, benar benar... pintar sekali dia mencari muka! Tidak tahu malu! Lihat saja nanti, dia pasti akan di usir dari tempat ini! Rasakan akibatnya! Dasar penjilat!"
.
.
.
Kemudian, Karin pergi membersihkan ruangan Kirio terlebih dahulu...
Saat berada di ruang kerja Kirio...
"Wah, berantakan sekali... di mana mana ada kertas, sebaiknya aku bereskan sekarang! Semangat!"
Karin pun membersihkan ruang kerja Kirio yang sangat berantakan, saat ia hendak merapikan kertas kertas yang berada di atas meja pribadi Kirio, dia melihat sebuah kotak kecil berwarna biru di atas meja tersebut...
"Kotak apa ini? Kira kira apa isinya ya?" kata Karin penasaran lalu membuka kotak kecil itu... saat ia telah membuka kotak itu...
"Wah, indah sekali! Batu berlian ini begitu indah! Ini mirip sekali seperti milik ibuku, apa aku bisa memilikinya juga? Apa aku bisa mengikuti pertukaran pelajar... hm, sudahlah sebaiknya aku letakkan ini di tempat yang aman! Dan harus segera bergegas membersihkan ruang kerja nona Kirika..." kata Karin lalu meletakkan kotak berisi batu berlian berwarna biru itu ke dalam laci kecil yang terdapat di meja kerja Kirio...
Tampa sepengetahuan Karin, ternyata Rika melihat kotak kecil berisi berlian tersebut...
Setelah Karin pergi meninggalkan ruang kerja Kirio, dengan cepat Rika mengambil kotak tersebut dan pergi ke kamarnya Karin...
"Hanazono Karin, jangan harap kau bisa hidup tenang... kau tidak akan mungkin bisa mengalahkan aku... habislah kau!" ucap Rika dan meletakan kotak kecil berisi berlian itu kedalam sebuah lemari kuno yang berada di loteng atau lebih tepatnya kamar Karin yang sekarang...
.
.
.
Saat Karin sedang menyapu taman belakang Sakuragaoka Academy... tiba tiba saja dia bertemu dengan seorang pria...
"Apa kau salah satu murid dari sekolah ini?" tanya pria itu
"Siapa kau?" tanya Karin yang merasa heran...
"Perkenalkan, aku adalah sales dari sebuah perusahaan keamanan, aku ingin melihat lihat sekolah ini, siapa tahu sekolah ini membutuhkan keamanan..."
"Aku tidak tahu, karna tuan Kirio dan nona Kirika sedang tidak ada di sini..."
"Oh tak apa, kau bisa mengajakku berkeliling... dan siapa tahu saat kita sedang berkeliling mereka tiba di tempat ini..."
"Tapi, bagaimana ya... aku sedang membersihkan halaman taman belakang..."
"Bukankah kau salah satu murid sekolah ini?"
Saat orang misterius itu menanyakan hal tersebut, tiba tiba Ami datang memotong pembicaraan mereka...
"Karin, apa sudah selesai menyapu... hah, ada tamu ya... maaf tuan, kenapa kau tak mengajaknya masuk?"
"Aku baru saja ingin mengajaknya masuk, tapi dia ingin aku mengajaknya berkeliling dan melihat lihat di sekitar sini... tapi..."
"Tapi kenapa? Sudahlah ayo, dia kan tamu sebaiknya kau mengajak dia berkeliling sebentar, dan biar aku saja yang melanjutkan pekerjaanmu... kau berkeliling saja ya!"
"Baiklah, terimakasih Ami..."
"Sama sama..."
.
.
"Apa nama mu Karin?"
"Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri... perkenalkan namaku Hanazono Karin..."
"Apa kau salah satu murid di sini?"
"Dulunya sih iya, tapi sekarang tidak..."
"Loh, kenapa dulu? Apakah sekarang kau sudah lulus?"
"Anda ini orangnya lucu sekali ya, mana mungkin aku lulus di usiaku yang 15 tahun ini..."
"Lalu? Apa kau berhenti sekolah? Tapi itu sangat aneh, mana mungkin ada orang yang tidak mau sekolah di tempat elit seperti ini..."
"Aku ingin, tapi aku tak bisa... orangtua ku meninggal, dan ini lah nasib yang harus ku terima... aku terpenjara di tempat ini, dan tidak bisa melakukan apa apa..."
"Apa kau menjadi tukang bersih bersih atau bisa di sebut pembantu?"
"Nah, ini adalah ruang teater di sekolah ini... tempatnya kedap suara dan udara, jadi semua yang terjadi ruang ini tidak akan terdengar ke luar dan sebaliknya... jadi jika kami mengadakan pementasan, ruangan yang lain tidak akan terganggu oleh suara brisik kami..."
Karin memperlihatkan satu per satu ruangan yang terdapat di Sakuragaoka Academy,
"Wah, ini bisa di bilang elit dan berkelas..."
Dan setelah semuanya selesai di perlihatkan, orang misterius itu pun pulang...
"Hati hati ya paman!"
"Iya, oh ya aku ingin mendengar jawabanmu, apakah benar kau bekerja sebagai tukang bersih bersih atau pembantu..."
"Iya, tapi bukan hanya aku, Yuuki, Ami, dan Kazune pun juga begitu... ini semua karna orang tua kami telah tiada, tuan Kirio tidak mau jika kami belajar dan bersekolah seperti murid yang lainnya..."
"Oh jadi begitu, baiklah paman pergi dulu ya!"
"Hati hati ya paman!"
.
.
.
Sementara itu...
"Tuan, aku sudah mencari tahu tentang Sakuragaoka seperti yang anda inginkan... dan ini hasilnya, tuan bisa lihat sendiri..."
"Baik, terimakasih..." kata seorang pria namun warna kedua bola matanya tak sama, satu berwarna biru safir, dan satunya berwarna violet yang bernama Michiru Nishikiori
Kemudian, pria itu melihat kejadian tersebut, dan mendengar secara langsung rintihan rintihan seorang anak perempuan, tapi dia tidak bisa mengetahui siapa anak itu karna wajahnya tak terlihat...
Ia hanya bisa mendengarkan suara anak itu saja...
"Kenapa suara anak ini terdengar tak aneh lagi bagiku? Apa aku mengenal dia...?"
"Tuan muda Michiru ini saya bawakan jus dan cemilan, anda sedang berpikir apa? Atau jangan jangan anda kurang enak badan?" tanya seorang pria yang sudah tua yang merupakan pelayan pribadi dan orang kepercayaan keluarga Nishikiori...
"Aku tidak apa apa... terimakasih untuk jus dan cemilannya, hanya saja... hanya saja..."
"Anda kenapa tuan?"
"Detektif tadi kemana?"
"Dia sudah pergi, apa perlu aku telpon untukmu tuan?"
"Tidak perlu, sebaiknya kau kembali saja ke pekerjaanmu..."
"Baik tuan, jika butuh apa apa, kau tinggal panggil aku saja..." kata pelayan yang bernama Q-chan dan pergi meninggalkan Michiru...
.
.
.
Kemudian, laki laki yang bernama Michiru itu mengambil handphone warna putih abu miliknya dan menekan sebuah nomor di handphonenya, dan ternyata itu adalah nomor handphone Kirio...
"Halo selamat sore,"
"Sore, apa aku bisa bicara pada Kirio Karasuma, yaitu pemilik dari Sakuragaoka Academy?"
"Kebetulan dengan saya sendiri, ada keperluan apa?"
"Oh, aku minta maaf sekali padamu... karna tadi aku sangat sibuk dan tidak bisa bertemu denganmu, apa kau marah?"
"Tentu saja tidak, aku mengerti kau itukan satu satunya pewaris seluruh harta kekayaan keluarga Nishikiori,"
"Kau ini bisa saja..."
"Apa kau jadi membeli dan memasukkan keponakanmu ke Sakuragaoka Academy?"
"Aku tidak bisa, karna pelayanan di tempatmu sangatlah buruk!"
"Apa kau bilang? Sekolah ku merupakan sekolahan terelit dan termewah di Jepang, tidak mungkin pelayanannya buruk!"
"Kau memperkerjakan anak di bawah umur! Tadi sore, saat kau tak ada aku sudah mengirim orang untuk melihat suasana dan keadaan tempatmu..."
"Dia pasti berbohong, kau datanglah besok dan lihatlah bagaimana bagusnya tempatku! Dia bisa saja menipumu!"
"Orangku tidak akan mungkin berbohong, dia sudah bekerja selama 10 tahun di tempatku, jadi aku sangat minta maaf, aku tidak bisa membeli dan menyekolahkan keponakanmu di tempatmu, karna aku tidak mau terjadi apa apa pada keponakanku! Maaf..."
"Tu...tunggu...tunggu dulu..."
Namun, saat Kirio belum selesai bicara Michiru telah menutup telponnya...
"Sebenarnya apa yang terjadi? Benar benar!"
Dengan amarah yang tinggi, Kirio langsung menuju lantai 3, yaitu tempat loteng atas itu berada...
Sementara di loteng atas, ternyata Karin sedang berkelahi dengan Rika...
"Apa yang kau lakukan, aduh sakit! Berhenti menarik rambutku Rika!"
"Kau diam saja! Kenapa kau tak kunjung pergi? Kenapa kau masih ada di sini? Kau datang ke kehidupanku! Kau datang dan mengacaukan semuanya! Ayo lenyaplah dari bumi ini! Aku sangat membencimu! Kenapa kau kacaukan semuanya?"
"Aku mohon lepaskan aku Rika! Lepaskan aku!"
"Karin, apa yang telah kau lakukan? Kau ayo cepat ikut aku!" ucap Kirio yang membuka pintu kamar Karin dan menarik tangan kanan Karin...
.
.
.
Semua murid yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam, Kirio memaki maki Karin bahkan memukuli Karin...
"Kakak, apa yang kau lakukan?"
"Kau diam saja Kirika, kau...kau... karna kau... karna kau hidupku kacau! Kau sama saja seperti orangtua mu! Kau sama egoisnya seperti Kazuto! cepat bereskan barang barangmu dan pergi dari sini!"
Kemudian, Kirio mengambil semua pakaian Karin yang terdapat pada sebuah lemari pakaian yang bisa di bilang kuno, saat dia sedang mengambil pakaian Karin, ia menemukan kotak kecil berisi berlian biru yang seharusnya berada di tempat kerjanya...
"Aku tidak pernah menduga, ternyata kau seorang pencuri... benar benar... cepat pergi dari sini! Dasar manusia tidak tahu malu!" kata Kirio yang melempar barang barang Karin, dan meninggalkan Karin di luar pintu gerbang Sakuragaoka Academy...
"Bagaimana ini, aku harus tinggal di mana... aku benar benar tidak tahu apa apa... sebenarnya apa yang terjadi?"
Di saat Karin hendak ingin pergi, tiba tiba Kazusa keluar menemuinya...
"Kau yang sabar ya! Jangan pernah menyerah! Aku ingin melihat sendiri akhir dari kisahmu..."
"Em, aku mohon jaga Himeka untukku..."
"Maaf, aku tidak bisa berbuat apa apa..."
Karin pergi entah kemana...
.
.
.
Sementara itu, di waktu yang bersamaan namun di tempat yang berbeda...
"APA? Bagaimana mungkin? Jadi, Kazuto dan Suzuka sudah meninggal? Kenapa aku bisa tidak tahu? Lalu, di mana anak mereka? Dan sudah berapa tahun mereka meninggal?"
"Sudah sekitar 2 tahun mereka meninggal, dan saya tidak tahu di mana anak mereka, maaf tuan..."
"Sekarang kalian semua harus cari anak itu! Aku mau kalian menemukannya! Sekarang juga!"
"Siap tuan..."
"Kenapa hal ini bisa terjadi? Selama ini anak mereka tinggal di mana? Semoga dia baik baik saja!" ucap Michiru yang khawatir dan duduk di sebuah sofa...
"Tuan, sudah saya siapkan makan malamnya..."
"Maaf, sepertinya malam ini aku tidak makan malam... kau makan saja sendiri..."
"Tapi tuan, nanti kau bisa sakit, dan saya sudah masakkan kepiting kesukaanmu... saya akan sedih jika tuan tidak memakannya..."
"Baiklah, aku akan makan segera..."
Malam itu hujan turun begitu deras, karna kelelahan dan tidak tahu ingin pergi kemana...
Kemudian Karin tertidur di sebuah rumah tua yang tak berpenghuni...
.
.
.
Keesokan harinya...
"Apa? Benarkah? Baiklah, aku pasti akan segera kesana! Iya, iya, terimakasih banyak... Akhirnya, ku temukan dia..."
Michiru langsung pergi menuju tempat yang di maksud,
"Dimana dia?"
"Dia sedang tertidur... dari semalam dia tidak bergerak sama sekali, saat aku hendak pulang ke rumah, aku menemukan dia di sebuah rumah tua yang tak jauh dari rumah ku ini..."
"Apa? Semalaman dia tak bergerak?"
"Iya, aku sangat khawatir dengan keadaannya... saat aku menemukannya, seluruh badannya pucat seperti mayat... dan saat aku membaca koran, aku kembali melihat wajah anak itu, dan setelah itu aku menghubungimu..."
"Bagaimana ini... tolong tinggalkan aku sendiri, aku ingin melihat keadaan keponakanku..."
"Baik tuan muda..."
Sementara itu, Kirio yang berada di Sakuragaoka Academy...
"Tidak... ini tidak mungkin terjadi! Tempat ini tidak mungkin di tutup! Aku mohon, beri aku waktu! Aku pasti membayar hutang hutang ku, beri aku satu kesempatan lagi... aku mohon!"
"Kau selalu mengatakan itu, tapi kau tidak pernah membayar hutang hutangmu juga... aku lelah menunggu, kau sendiri yang bilang 'JIKA AKU TIDAK BISA MELUNASI HUTANGKU, MAKA SITALAH SAKURAGAOKA ACADEMY' apa kau masih ingat itu?"
"Aku mohon, satu kesempatan lagi! Aku akan melunasi semuanya! Beri aku waktu untuk mengatakan pada murid murid ku! Aku mohon..."
"Baiklah, aku beri kau waktu 2 hari, setelah itu aku akan datang lagi! Kau mengerti!"
"Iya, baik...baik... aku pasti akan melunasi hutang hutangku!"
Sementara Michiru yang sedang bersama Karin...
"Karin, aku mohon sadarlah..."
Tiba tiba, Karin bermimpi bertemu dengan ibunya...
"Ibu, aku merindukanmu! Selama ini ibu pergi kemana? Aku sangat rindu padamu bu!" ucap Karin yang memeluk ibunya di dalam mimpi
"Ibu juga sangat merindukanmu sayang... kau harus jaga dirimu baik baik... jangan sampai kau jatuh sakit..."
"Ibu, aku ingin pergi bersamamu... aku ingin tinggal bersama kalian... bawa aku ke surga bu... aku lelah berada di sini, aku sendirian dan kesepian..."
"Karin, ibu tak bisa sayang... tinggallah bersama paman Michiru, dan jangan pernah sesekali kau membalas semua kejahatan orang lain kepada dirimu dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan kebaikkan..."
"Kenapa aku tak boleh egois ibu? Kenapa aku tak boleh membalas mereka semua? Kenapa orang bisa egois, kasar, tidak perduli padaku sementara aku tidak boleh bertindak seperti itu bu?"
"Sebentar lagi kau akan mengerti, bangunlah Karin... bangunlah sayang... kau akan mengerti nanti... bangunlah..."
.
.
"Karin, kau sudah sadar?"
"Siapa kau?"
"Apa kau tak ingat? Ini aku, paman Michiru!"
"Maaf, aku tak mengingatmu... maaf... benar benar maaf..."
"Tak apa, aku mohon pulanglah bersamaku... kau akan merasa aman jika bersama paman..."
"Em..."
Kemudian, Michiru membawa Karin pulang ke rumahnya...
Michiru meminta pelayannya untuk merias wajah Karin...
Karin yang tadinya berkuncit dua dan memakai pakaian jelek, berubah derastis...
Rambutnya terurai panjang, dan memakai gaun yang indah...
'Seperti Princess!' ucap Karin di dalam hati yang melihat dirinya di cermin...
"Wau... cantik sekali! Kau sama seperti kak Suzuka! Hanya umurmu lebih muda, jika kau seumuran denganku, sudah ku jadikan istri..."
Karin hanya membulatkan matanya...
"Paman hanya bercanda... ayo duduklah.. apa sekarang kau mengingatku?"
Karin hanya menggelengkan kepalanya...
Kemudian, Michiru mengambil sebuah foto yang terletak di kamarnya...
"Apa kau mengingat ini? Saat kau masih tinggal di Amerika, orangtua mu menolong ku... saat itu aku bukanlah siapa siapa dan tidak punya apa apa, setelah aku bertemu dengan ayahmu, hidupku berubah... aku bisa menjadi sukses seperti ini karna orang tuamu... aku sangat kaget ketika mengetahui orangtua mu meninggal dalam kecelakaan mobil, aku sangat khawatir pada mu..."
"Apa kau paman si mata aneh?"
"Akhirnya kau mengingatku juga! Benar kau benar! Dulu kau suka sekali bermain kuda kudaan bersama ku! Akhirnya kau ingat juga!" ucap Michiru lalu memeluk Karin...
"Mana mungkin aku melupakan paman..."
"Selama ini, kau tinggal di mana?"
Kemudian Karin menceritakan semua kejadian dan kisah hidupnya dari awal pindah ke Jepang hingga akhirnya dia bertemu dengan Michiru... setelah mendengarkan semua cerita Karin, Michiru menelpon Kirio dan memintanya datang menemuinya di rumah mewah miliknya...
"Tuan, nona muda, yang kalian tunggu telah datang"
"Persilakan dia untuk masuk"
"Baik..."
.
.
.
"Untuk apa kau memanggilku? Bukankah kau bilang kau tidak ingin bertemu denganku lagi!"
"Aku memang tak ingin bertemu denganmu lagi, tapi aku harus bertemu denganmu..."
"Untuk apa?"
"Sebenarnya bukan aku yang ingin bertemu, tapi keluarlah..."
"Apa? Kenapa kau ada di sini? Dan lihatlah kenapa kau memakai pakaian mewah seperti itu? Cepat kembali! Kau tidak pantas memakainya!" ucap Kirio dan menarik tangan kanan Karin...
"Lepaskan aku... aku tidak mau kembali bersamamu lagi! Aku benci kau! Aku tidak menyukaimu! Kau selalu menyiksaku! Lepaskan aku!"
"Tutup mulutmu! Ayo cepat kembali bekerja!"
"Lepaskan dia! Dia tak ingin ikut bersamamu...!"
"Paman, tolong aku... aku tak ingin ikut bersamanya!"
"Apa? PAMAN kau bilang? Sebenarnya ada drama apa ini?"
"Kau tahu keluarga Kujyou?"
"Tentu saja! Aku tak ada urusan dengan keluarga itu!"
"Kau tahu jika kekayaan keluarga Kujyou melebihi kekayaan keluarga Nishikiori? Dan kau tahu, orang yang akan mewarisi semua harta kekayaan itu adalah dia! Orang yang sedang berdiri di sampingku ini... anak yang bernama Hanazono Karin akan menjadi pewaris tunggal seluruh harta kekayaan keluarga Kujyou... dan kau akan menyesal nantinya..."
"Apa? Apa kau bilang? Dia... tidak mungkin... tidak mungkin dia akan menjadi pewaris tunggal! Ini bohong...ini bohong!"
"Kenapa tak mungkin? Kau tidak bisa menerima kenyataan Kirio..."
"Hanazono Karin, bagaimana rasanya kembali menjadi putri? Kau pasti sangat senang... selamat atas keberuntunganmu kali ini..."
"Aku selalu ingin menjadi putri... di setiap saat aku selalu ingin menjadi putri, karna putri sejati bukanlah berasal dari jumlah harta yang ia miliki, tapi dari sini... berasal dari hati yang murni dan suci... itu lah putri... yang selama ini tak kau mengerti..."
"Selamat Karin..." ucap Kirio menahan rasa malu dan pergi meninggalkan rumah Michiru...
.
.
.
Keesokan harinya, karna ada pekerjaan yang mendesak Michiru pulang ke Amerika...
"Kau harus ingat, tidak boleh telat makan, jika terjadi sesuatu hubungilah paman... dan yang akan menjagamu adalah Q-chan... jika ada yang tak kau sukai dari pelayanan Q-chan, tolong beri tahu paman!"
"Baik, aku tahu itu... aku pasti akan sangat puas dengan pelayanan Q-chan... terimakasih banyak paman untuk semuanya..."
"Ini bukan apa apa di bandingkan pengorbanan orangtuamu untukku... paman pergi dulu ya! Jaga dirimu baik baik...!"
"Iya, hati hati di jalan ya!"
Ternyata Karin mengambil alih Sakuragaoka Academy dan menjadi pemilik sekolah tersebut, Karin pun bersekolah di tempat itu dan berhasil mengikuti pertukaran pelajar seperti yang dia inginkan...
Tak terasa waktu pun berlalu, kelulusan itu pun datang...
"Selamat ya Himeka! Kazusa selamat!"
"Iya! Selamat juga ya Karin!"
"Selamat ya tuan putri!"
"Kau bisa saja! Kau sendiri telinga kelinci..."
Kemudian, saat mereka bertiga sedang asik mengobrol Rika datang menghampiri mereka...
"Selamat ya... tunggu sebentar, kenapa kalian langsung pergi, aku ingin meminta maaf pada kalian, aku tahu selama ini aku selalu membuat kesalahan, jadi maaf kan aku!"
"Kami mencintaimu Rika!" ucap Karin, Himeka, dan Kazusa lalu memeluk Rika...
"Hy...hy...hy! ayo cepat, sebentar lagi saatnya kita berfoto kelulusan! Ayo siap siap, Karin tolong panggilkan kakak ku ya!"
"Baik nona Kirika!"
.
.
.
"Tuan, sebentar lagi saatnya berfoto bersama..."
"Baiklah aku tahu, beri tahu yang lain aku akan datang sebentar lagi..."
"Baik..."
"Tunggu, jangan pergi dulu nona pemilik..."
"Apa? Saat ini aku masih menjadi muridmu tuan,"
"Bukankah hari ini hari kelulusan? Kau sudah resmi menjadi pemilik yang baru!"
"Walaupun aku telah membeli sekolah ini, tapi kau akan tetap menjadi kepala sekolah dan pemilik tempat ini!"
"Aku ada hadiah untukmu!"
"Apa? Bukankah anda sangat membenci murid yang bernama Hanazono Karin?"
"Kali ini malaikat baik lagi datang ke tempatku... ini..." ucap Kirio dan memberikan kotak kecil berwarna biru...
"Apa ini?"
"Buka saja!"
"Wah, ini kan...inikan... ini kan berlian untuk murid yang paling baik dan juga cerdas! Kenapa kau memberikan ini padaku? Aku tidak pantas menerimanya!"
"Tak apa... kau sudah mengharumkan nama Negara dan Sekolah, aku bangga sebagai kepala sekolah mu...!"
"Terimakasih banyak tuan..."
"Oh satu lagi, setalah lulus ini kau mau meneruskan kemana?"
"Aku akan bersekolah ke Paris, tempat ibuku sekolah dulu..."
"Baiklah, ayo kita berfoto, semua orang pasti sudah menunggu"
"Em..."
Semua murid memakai pakaian begitu rapi dan juga keren... mereka memegang sebuah bunga berwarna putih di tangannya untuk berfoto...
Kazune, Yuuki, Ami, Himeka, Kazusa, Rika dan semua orang terlihat begitu bahagia...
"Baiklah, satu dua tiga senyum!"
.
.
.
5 tahun kemudian...
"Hy, ayo cepat kemari! Apa kau mau aku tinggalkan?"
"Kenapa sikapmu begitu dingin padaku? Kita ini kan pasangan suami istri, bersikaplah manis untukku!"
"Jika aku tidak mau bagaimana?"
"Kau ini?"
"Ayo kejar aku!"
"Kazune tunggu aku! Hy Kazune...!"
.
.
.
~The End~
.
.
~A Little Princess~
.
.
Review please?
