. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

.

AT KONOHA INTERNASIONAL MAGIC ACADEMY,

Dilingkungan Konoha kini sedang terjadi kerusuhan dimana gedung praktek di bom sehingga kini sedang terbakar hebat, dijalanan banyak orang-orang tidak dikenal mulai menyerang para murid dengan menggunakan senjata pistol dan benda tumpul lainnya,

Nampak seorang siswa tengah bertarung dengan teroris dengan menggunakan tangan kosong, hebatnya dia mampu menumbangkan beberapa dengan tinjunya, tidak jauh dari dia beberapa teroris berlari kearahnya mengepungnya dengan menggunakan senjata katana menyerang bersama-sama, dia yang melihat itu sedikit terkejut,

"terbang !", ucap Naruto menegeluarkan sihir yang menerbangkan para teroris kearah depan yang menjauhkannya dari siswa tersebut,

"Uzumaki Naruto !", ucap pelan siswa tersebut terkejut dengan siapa yang menolongnya,

"lama sekali Naruto!", mengenali suara yang memanggilnya, Naruto langsung menatap sumber suara,

"Imai Nobume ?", balas Naruto sedikit terkejut,

"siapa mereka?",

"teroris",

"te-teroris?", ucap sang siswa tadi meninggikan suaranya yang membuatnya mendapat perhatian Naruto,

Nobume yang melihat event itu langsung saja mengenalkan sang siswa kepada Naruto,

"perkenalkan Naruto, ini Juugo",

"namaku Juugo kelas satu,aku dari yayasan ular putih, senang berkenalan denganmu",

"Uzumaki Naruto, senang berkenalan denganmu juga", balas Naruto sambil membalas Ojigi Juugo,

"jadi mereka teroris, berarti aku tak perlu menahan diri , kalau bertemu dengan mereka kan?", ucap Nobume dengan watadosnya,

"selama mereka bukan siswa, kau tak perlu menahan diri", balas Naruto memperhatikan sekitarnya,

"ngomong-ngomong apa kau melihat penyusup ?", tanya Naruto kepada Nobume masih memperhatikan sekitar,

"tujuan mereka ada di perpustakaan ", jawab sebuah suara yang tak asing ditelinga Naruto, Nobume, dan Juugo langsung mengalihkan perhatian mereka kepada sang sumber suara,

"Mitarashi-Sensei ?", ucap Juugo ketika melihat Mitarashi Anko guru Konseling mereka,

"menyerang bagian halaman sekolah hanya untk mengalihkan perhatian...pasukan utamanya sudah berhasil menyusup masuk Ryougi-San juga berada disana", ucapAnko sambil menatap kerusuhan yang lumayan jauh dari mereka,

"apa Sensei tidak keberatan untuk menjelaskan semua ini nanti ?", balas Naruto sambil menatap sang Sensei, Juugo dan Nobume juga melakukan hal yang sama,

"aku menolak...hah...aku maunya bilang begitu, tapi...tapi sepertinya tidak berhasil...", balas sang Sensei sambil memikirkan sesuatu dan berbicara sendiri, kemudian melanjutkan ucapannya, "sebagai gantinya, apa kau bisa melakukan sesuatu untukku ?",

"apa itu ?", balas Naruto bersandar dinding, menyamankan dirinya,

"...aku meminta tolong sebagai Mitarashi Anko guru konselingmu !, aku ingin kau memberi Ryougi-San kesempatan...", ucap Anko meninggikan suaranya, perkataanya membuat Naruto sedikit tertarik,

"sejak dia menjadi wakil ketua klub kendo, dia selalu cemas dengan sejenjangan antara kelompok A dan B, dan karena dia terlalu condong ke arah kelompok B, posisinya sebagai salah satu Ace klub kendo jadi terancam, tapi dia tidak ingin menduakan kelompok B...aku rasa tugas itu terlalu berat untukku, akhirnya dia terbawa oleh permainan mereka...maka dari itu-",

"anda terlalu lugu", Naruto memotong perkataan Senseinya dengan nada bicara yang datar membuatnya menjadi pusat perhatian bahkan Senseinya, tapi Naruto malah pergi dari sana meninggalkan Senseinya dan juga Juugo dan Nobume yang hanya diam saja dari tadi,

"Uzumaki Naruto !, apa dia orangnya sedingin itu ?", balas Juugo terkejut dengan sifat Naruto,

.

.

.

.

.

. Disclaimer : Naruto, Masashi Kishimoto

Highschool Dxd, Ichiei Ishibumi

Dan bukan milik saya.

Rated : T-M

Genre : Action, Adventure, Comedy(Soon), Ecchi(Soon), Magic, Shonen

.

.

.

.

Arc 1 : The New Student Problem ( Masalah Murid Baru)

Chapter 7 : The New Student Problem VI ( Masalah Murid Baru VI )

.

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

.

Naruto berlari menuju perpustakaan dibelakangnya Nobume dan Juugo mengekorinya, sepanjang jalan terjadi kerusuhan antara teroris dan siswa Konoha. Adu bogem tak terhindarkan walaupun teroris kebanyakan membawa senjata,

Naruto terus berlari tak memperdulikan sekitarnya,

"kekacauan yang terjadi lebih besar dari bayanganku !", batin Naruto sambil berlari

Perhatiannya teralihkan dengan suara teriakan dari Juugo yang menyalipnya,

"dia ?"

"MINGGIR !", teriak Juugo tangan kanannya diselubungi tato dengan ukiran aneh yang terus menyelubungi tangannya hingga berubah menjadi gauntlet erukuran dua kali tangannya,

Dan memukul beberapa teroris yang mencoba menghalangi mereka,

"i-itu !" Naruto yang sedang berlari terlihat matanya terbelalak fokus pada yang terjadi dengan Juugo,

"bukan hanya tangannya Juugo dapat mengubah bentuk semua bagian tubuhnya, dia mewarisi kemampuan itu secara turun-temurun", ucap Nobume yang tadi melihat Naruto menatap tajam Juugo,

"itu bukan sihir...hahahahahaha menarik, sudah kuduga didunia ini masih banyak yang belum kuketahui", balas Naruto dengan antusiasnya membuat Nobume menatapnya keheranan,

"JUUGO !", teriak Naruto yang direspon Juugo,

"setelah ini ceritakan semua hal tentang dirimu, kami duluan", ucap Naruto terlihat sangat antusias,

"ya, yang disini serahkan padaku", balas Juugo menatap kepergian Naruto dan Nobume kemudian menatap para teroris yang datang mendekatinya, "hah...aku tidak mengerti orang seperti apa Uzumaki Naruto", ucapnya sambil berlari menyerang para teroris didepannya,

.

.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

.

PERPUSTAKAAN

.

.

Perpustakaan adalah gedung yang lumayan besar, merupakan gedung empat lantai yang sangat mewah. Saat masuk lewat pintu utama kita akan disuguhkan dengan dua pintu lagi di sisi kanan dan disisi kiri. Di sisi kanan pintu bertuliskan taman bacaan dimana ruangan khusus perpustaan buku-buku, sedangkan pintu di sisi kiri bertuliskan ruangan counter bacaan. Diruangan counter bacaan tidak ada buku sama sekali namun banyak terdapat box-box seperti di warnet.

Naruto dan Nobume sepakat memasuki ruangan berbeda, Naruto kekiri dan Nobume kekanan.

Kini kita akan berfokus kepada Naruto dulu, Naruto memasuki ruangan dengan penuh hati-hati bersembunyi di balik tiang-tiang yang lebar Naruto terlihat diam memikirkan sesuatu kemudian memejamkan matanya,

"Scan / Pindai...", ucap Naruto pelan masih memejamkan mata,

Seketika seluruh denah ruangan itu tergambar jelas dengan gaya tiga dimensi, nampak api kecil mulai muncul,

"satu, dua orang dikaki tangga", batin Naruto ketika api kecil muncul tempat di denah tiga dimensi,

"satu orang dibagian atas tangga", muncul lagi api kecil dibagian tangga lantai dua,

Lalu denah peta tersubut terus dipindai hingga ke lantai tiga disebuah ruangan yang lumayan dalam,

"empat orang di ruang membaca Khusus di lantai tiga", terlihat empat api kecil yang kemudian berubah menjadi bentuk orang satu orang sangat mirip dengan Ryougi Shiki,kemudian Naruto membuka matanya dan membuang napas,

Naruto keluar dari persembunyiannya meregangkan tubuhnya layaknya sedang senam pagi,

"IT SHOW TIME !", ucap Naruto lantang sambil berlari, teroris yang mendengar suara Naruto langsung mengarah kesumber suara yang mereka lihat seorang siswa sedang berlari kearah mereka sambil tersenyum,

"berhenti !", ucap para terorirs bersiap dengan tongkat polisi ditangan mereka, namun Naruto tetap maju mendekati mereka,

Naruto memukul dagu salah satu teroris dengan telapak tangannya keatas lalu mengunci lehernya diketiaknya, tangan satunya lagi diacungkan membentuk sebuah pistol yang tepat mengarah di kening teroris satunya membuatnya terdiam terkejut, lingkaran sihir kecil muncul di depan jari telunjuknya yang kini menjadi moncong pistol.

Bang!,

Ucap Naruto peluru angin menembak ke arah kening yang menembus kepalanya, seketika sang teroris jatuh bersimbah darah. Teroris yang lehernya diapit tadi dengan sedikit gerakan terdengar bunyi benda patah, Naruto mematahkan lehernya lalu dilepasnya kemudian Naruto melompak menggunakan punggung teroris yang tadi dilepasnya menjadi pijakan Naruto melompat tinggi ke lantai dua dengan posisi terbalik kepala dibawah.

Kedua tangannya kembali membentuk sebuah pistol, lingkaran sihir kecil muncul di moncongnya,

Bang !,

Ucap Naruto lagi, dua peluru angin sukses mengenai satu mata dan dada teroris dilantai duadan mati seketika sebelum menjerit ketika mengenai sebelah matanya,

Naruto mendarat mulus di lantai dua dan berjalan santai kearah tangga naik kelantai tiga,

.

.

DI SEBUAH RUANGAN DI LANTAI TIGA,

.

.

Nampak empat orang disana, tiga orang tengah berkutat dengan sebuah layar monitor yang menampilkan banyak data-data, dibelakangnya Ryougi Shiki hanya diam melihat apa yang di lakukan tiga orang disepannya,

"aku yakin tujuan kita adalah menghilangkan diskriminasi oleh sihir, tapi kenapa mereka memerlukan semua riset penelitian sihir rahasia ini ?", batin Ryougi,"apa memang ini yang ingin kulakukan ?", ucapnya lagi dalam hati terlihat ragu-ragu,

"bagus!, sudah terbuka", ucap satu dari tiga teroris itu yang menarik perhatian Ryougi, dapat dilihatnya layar monitor menampilkan sebuah kalimat Acces Open...

"akhirnya kita bisa mengakses semua riset penelitian sihir di negeri ini, salin semua datanya", ucap satu dari ketiganya terlihat senang, Ruougi hanya diam menatap pintu ruangan itu namun kaget saat pintu tersebut muncul tangan menyilang yang membuat pintunya rusak menjadi empat bagian,

"pin-pintunya ?", ucap Ryougi kaget, tiga teroris itupun ikut kaget juga,

Nampak Naruto dengan santainya masuk kedalam ruangan itu, tak memperdulikan pintu yang ia rusak,

"peringatanku, cukup sampai disitu!", ucap Naruto dengan santainya tapi malah di todong dengan senjata yang dimiliki para teroris,"rencana jahat kalian sudah berakhir ", ucapnya lagi tak memperdulikan ancaman yang diberikan teroris,

"U-uzumaki !",

"SIALAN!", teriak salah satu teroris menarik pelatuk pistol magnumnya, Dorr,

"naif sekali...melawan penyihir dengan senjata primitip tak ada gunanya", semua yang berada disana hanya bisa tercegang dengan apa yang dilakukan Naruto, nampak tepat didepan kening Naruto sebuah peluru timah yang tersangkut di antara jari tengah dan telunjuk, lalu melempar pelurunya kearah pistol yang membuat pistolnya hancur tak ayal imbasnya sang teroris yang memegangnya terkaget dan jatuh dengan tangan bekas memegang pistol terlihat bergetar hebat,

"Ryougi- Senpai, inilah kenyataannya...dunia dimana semua orang diperlakukan sama, dunia di mana semua orang sama, dunia seperti itu jelas tidak ada...", ucap Naruto sambil meregangkan tangannya yang dipakainya menahan dan melempar peluru timah,

"jika ada dunia kesetaraan, diamana bakat dan kecerdasan tidak menjadi masalah, dunia dimana semua orang mendapat pelecehan yang sama...Ryougi-Senpai kau sedang diperalat...", lanjut Naruto berucap membuat Ryougi terlihat Shock, "inilah kenyataan manis yang kau terima dari bisikan orang lain",

"kenapa...kenapa sampai bisa seperti ini..", Ryougi terlihat putus asa meninggikan nada bicaranya, "apa kau ingin mengatakan kalau menghilangkan perbedaan adalah hal yang salah ?, aku yakin pasti selama ini kau juga sering dibanding-bandingkan dengan penyihir Klan lain...aku tahu klan Uzumaki hanyalah klan sihir yang bekerja sebagai penyegel, mereka tak memiliki sihir menyerang, sihir bertahan, saat pertarungan posisi mereka hanya ada dibelakang, bahkan banyak yang menganggapnya sebagai beban, dipandangan klan lain klan Uzumaki hanyalah yang sama sekali tak dibutuhkan", ucap panjan lebar Ryougi, Naruto hanya diam mendengarkan,

"kau..kau pasti telah menderita, kau pasti telah banyak dilecehkan selama inikan", ucap lagi Ryougi dengan nada bicara tinggi,

"Senpai !, bukanya sudah kukatakan!", ucapan Naruto menarik perhatian Senpainya,

"aku tak peduli dengan semua itu, mau itu bangsawan, mau itu rakyat biasa pun, aku hanya peduli dengan sejarah dan ilmu pengetahuan ...dan memang benar pasti ada saja orang yang memandang rendah karena aku berasal dari Uzumaki, tapi ada juga yang mau menerimaku, karena itulah...", Naruto menggantung ucapannya, serpihan ingatan masa lalu nya muncul.

Nampak Naruto kecil dengan susuah payah mencoba meraih sesuatu yang berada diatasnya, lalu berucap,

"aku akan menjadi harapan mereka !", ucap Naruto dan Naruto kecil barengan,

"aku merasa kasihan padamu Senpai", ucap Naruto membuang wajahnya kesamping,

"apa katamu ?", balas Ryougi nampak kesal,

"apa tidak ada seorang pun yang menerima dan mengakuimu?, apakah hanya sihir yang menjadi tolak ukurmu terhadap semuanya?, aku mengakuimu Senpai ", ucap Naruto sambil membuang mukanya, Ryougi terlihat terkejut dengan ucapan Naruto,

"kemampuan pedangmu, bahkan paras kecantikanmu",

"te-tetapi. Itu semua hanya sifatku belaka !", balas Ryougi kelihatan salah tingkah,

"tapi, semua itu merupakan bagian darimu, yang membuatmu menarik dan bukannya itu dirimu sendiri?, aku dan Senpai baru saja mengenal satu sama lain, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku Senpai", ucapan Naruto membuat Ryougi terpojok,

"i-itu...",

"aku tau Senpai, bagaimana kelakuanmu di Klub Kendo, selalu berada di bagian kelompok B, membela mereka, memihak mereka...pada akhirnya, tidak ada yang lebih memandang rendah mereka sebagai Limits lebih dari dirimu sendiri", ucapan Naruto membuat Ryougi kembali shock dengan apa yang telah ia perbuat,

"Ryougi...gunakan cincinnya!", ucap salah satu dari tiga teroris menggunakan bom asap diruangan itu,

"cih...aku tak bisa memakai sihirku", ucap Naruto dalam hati, dia tak bisa menggunakan sihirnya sembarangan didalam ruangan,

Nampak siluet seseorang melewati Naruto yang Naruto yakini adalah Ryougi Senpai,

"cepat!", batin Naruto mengetahui Senpainya sudah jauh dari pandangan Scannya,

"biarlah, aku akan mengurus dua mereka dulu",

Naruto berlari di tengah kepulan asap, menggunakan Scannya, Naruto dapat mengetahui lokasi seseorang dengan merasakan aura mana yang ada ditubuh manusia dalam wujud warna,

Naruto menarik sesuatu di kelupan asap yang ternyata adalah tangan, kemudian memukul wajah pemilik tangan tersebut hingga terjatuh, lalu menendang ditengah asap yang sukses mengenai wajah teroris yang lain, yang terakhir Naruto bergerak kesamping setelah ada suara tembakan,

"kesalahan, kau memberi tau posisimu, Bang Bang",

Ucap Naruto menembakkan dua peluru angin dengan satu tangan,

"kebiasaan, tapi Shishigami Hiro bukannya keren, aku tak sabar menonton Live Actionnya yang sebentar lagi tayang", ucap Naruto dengan santainya,

"kalau begitu kita lihat kemana Ryougi-Senpai pergi, Scanning", ucap Naruto dalam hati menutup matanya, nampak terlihat desain bangunan tiga dimensi memperlihatkan setiap bagian-bagian hingga nampak sebuah cahaya berwarna hijau,

"ketemu...tunggu dulu bukannya disana ada...",

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

.

GEDUNG PERPUSTAKAAN PINTU KANAN

.

.

Terlihat seperti perpustakaan pada umumnya, banyak rak-rak buku tinggi menjulang, lebar menjuntai, tempat duduk besar untuk membaca, disalah satu tempat duduk Ryougi sedang duduk nampak kelelahan mengatur napasnya yang tak beraturan dan wajah agak pucat. Sampai sebuah suara langkah kaki terdengar di telinganya yang membuatnya waspada pada suara langkah kaki yang terdengar menuruni anak tangga,

"ke-temu", ucap Nobume bicara ala anak-anak main petak umpet dengan wajah datar, ketika sudah menuruni tangga,

"si-siapa kamu?",

"senang berkenalan, Imai Nobume kelas satu peringkat dua ratus empat lima!", balas Nobume dengan nada bicara yang datar, "Ryougi Shiki-Senpai, masuk empat besar pada turnamen kendo nasional tingkat SMP dua tahun lalu, kan ?",

"me-memangnya kenapa?, balas Ryougi wajahnya semakin memucat kelelahan,

"tidak ada...aku hanya ingin memastikannya", balas Nobume mengambil sebuah Katana melalui sihir penyimpanan,

Melihat Nobume mengeluarkan senjata, Ryougi nampak celingak-celinguk sekitarnya kemudian mengambil tongkat besi di tangan teroris yang terkapar tidak jauh darinya,

"tidak perlu panik seperti itu, sekedar menunggu lawan mengambil senjata, tidak masalah buatku", ucap Nobume kembali mengeluarkan sebuah katana dari sihir penyimpanan dan melemparkannya kearah Ryougi,

Melihat sebuah katana tergeletak dilantai tidak jauh darinya, Ryougi malah terlihat kesal dan berteriak, "menyingkirlah dari situ atau kau akan menyesal !",

"jadi ini sudah termasuk pembelaan diri, kan ?...aku pun enggak mau membuat alasan seperti itu !", ucap Nobume dalam hati, kemudian mencabut pedang dari sarungnya mengacungkannya ke arah Ryougi,

"baiklah, bagaimana kalau kita melakukan pertandingan pedang serius, Senpai",

Tidak ada jawaban dari Ryougi yang sudah memasang kuda-kuda kendo, Nobume langsung bergerak cepat kearah Ryougi, "ce-cepat sekali !", ucap Ryougi ketika Nobume bergerak dengan cepat tadi,

Kringgg...

Kedua besi tajam dan tumpul saling bertabrakan menghasilkan bungan api kecil, Nobume kembali melayangkan sebuah tebasan yang dapat ditahan,

Kringgg...wufffff,

"sihir mempercepat diri", batin Ryougi melihat Nobume hilang dari depannya,

Setelah serangannya ditahan, Nobume dengan cepat sudah ada di belakang Ryougi melayangkan serangan dan dapat ditangkis, beberapa kali serangan Nobume hanya dapat ditangkis Ryougi,

Kringgg wufffff kringggg wuuffffffff,

Semua serangan Nobume dapat di tahan, namun Ryougi hanya dapat bertahan, Nobume kemudian melompat kebelakang dan maju kembali, Ryougi yang tak mau kalah juga maju,

Kringg...kringg..kring...kring...kring..

Jual beli serangan tersaji yang menimbulkan efek bunga api yang tak terhitung lagi,

DI LANTAI DUA...

"sudah mulai kah...", ucap Naruto yang secara ajaib ada disana menonton pertadingan pedang yang terlihat menarrik minat Naruto,

Ryougi yang mendapatkan celah melayangkan serangan namun reflek Nobume lebih cepat dapat menahannya kemudian menyerang balik yang menyebabkan tongkat besinya patah akibat sisi tajam pedang Nobume,

"ambillah", ucap Nobume yang melihat Ryougi terkejut dengan serangan balik Nobume, "dan perlihatkan kesungguhanmu dengan memegang sebuah pedang",

Ryougi nampak diam mendengarkan ucapan adik kelasnya, kemudian membuang tongkat besi yang tak utuh lagi dan cincinnya sembarang, sambil mengambil katana yang tergeletak di lantai,

"baiklah akan kuperlihatkan kesungguhanku...dan lagi akan kita lihat lebih dulu mana kemampuan pedangku atau kemampuan pedangmu yang akan patah lebih dulu", balas Ryougi mencabut pedangnya, kemudian membalikan mata pedangnya ke bagian tumpul sambil memasang kuda-kuda kendo,

"ya, kita lihat saja", balas Nobume menyarungkan pedangnya tidak penuh, memasang kuda-kuda ala samurai memegang ganggang pedangnya dengan dua jari, yakni jari manis dan kelingking,

"gadis itu !", batin Naruto tersentak saat melihat kuda-kuda yang diperlihatkan oleh Nobume,

Secara perlahan Nobume dan Ryougi mengambil satu langkah kedepan dengan hati-hati, Nobume langsung bergerak dengan kecepatan luar biasa terlihat oleh mata Nobume melewati Ryougi hantu yang membuat Ryougi jatuh berlutut memegangi lengannya dengan terisak kesakitan,

"maaf Senpai, mungkin ada beberapa tulangmu yang patah", ucap Nobume yang berada tidak jauh dibelakang Ryougi nampak menyarungkan kembali pedangnya,

"sudah jelas ada yang patah, tapi tenang saja itu berarti kau tidak menahan kekuatanmu, kan!", jawab Ryougi kesakitan ,

"ya, tak apa jika Senpai ingin marah padaku", balas Nobume membalikkan badannya menatap punggung Ryougi,

"sepertinya pertunjukan pedang sudah usai", ucap Naruto memukul tengkuk leher Ryougi membuatnya pingsan lalu menahannya agar tak jatuh,

"Naruto, sejak kapan kau ada disini ?"

"dari awal, tontonan yang sangat menarik", balas Naruto menggendong Senpainya ala Princess,

Nobume hanya diam sambil mengambil katananya yang dijatuhkan Senpainya dan mengembalikkannya bersama dengan yang ia pakai,

"ayo..",

"ya!", Nobume mengejar Naruto yang berjalan keluar dari perpustakaan yang sedang membawa Ryougi ala Princess,

"Nobume-San, dari mana kau belajar seni pedang itu", ucap Naruto disela-sela mereka berjalan meninggalkan perpustakaan,

"rahasia" balasnya dengan datar,

"begitu, tapi yang tadi itu sangat berbahaya, jika kau menggunakan bagian tajam pedangnya sudah dipastikan Ryougi-Senpai tak akan bernapas lagi" balas Naruto dengan santainya,

"aku memang tak berniat membunuh, menyelesaikan masalah tak perlu selalu dengan membunuh",

"kau benar, kalau tidak salah seni pedangmu itu mengandalkan kecepatan, reflek, dan niat membunuh, bisa dibilang seni pedang yang bertujuan membunuh dengan satu langkah benarkan ?",

Nobume hanya diam mengangguk dengan apa yang diucapkan Naruto,

"aku akan tanya sekali lagi, dari mana kau belajar seni pedang itu...Namikazeryuu / Namikaze Art", ucap Naruto kali ini sangat terasa aura intimidasi dari Naruto,

"sudah kubilang rahasia", balas Nobume mempertahankan kekerasan kepalanya,

"hah (membuang napas)...maaf aku terbawa suasana", balas Naruto kembali santai seperti biasanya,

Mereka berjalan kini sudah keluar dari perpustakaan, tidak ada percakapan antara keduanya,

"Nobume-San maukah kau menjadi bagian keluargaku, tentu saja atas tanggung jawab namaku", ucap Naruto yang membuat Nobume diam bahkan terhenti yang membuat Naruto berada di didepannya,

"Nobume-San?", ucap Naruto berbalik menatap Nobume yang tiba-tiba berhenti,

Tidak lama Nobume kembali berjalan mendahului Naruto,

"Uzumaki Naruto, aku akan menilai mu jika kau mendapat A, aku akan penuhi permintaanmu", ucap Nobume tanpa menoleh kearah Naruto,

"baiklah!",

.

.

.DI TAMAN KONOHA

.

.

Ukon nampak tengah berjalan di area taman sambil memainkan ponselnya,

"Ukon!", sebuah suara memanggil namanya dengan segera Ukon menaruh perhatiannya pada orang yang memanggil,

"kau, ada apa?", ucap Ukon, yang ternyata adalah temannya yang memanggilnya,kemudian mendekatinya,

"ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu", ucap teman Ukon yang membuat Ukon was-was karena tau orang didepannya adalah anggota komite kidisiplinan,

"padaku ?", balas Ukon terpojok,

"kau tau ketua kami, memiliki kemampuan dalam meracik suatu obat berkat penciumannya, dan baru-baru ini ketua kami membuat serum kebenaran tanpa obat-obatan terlarang...dan kami memiliki bukti", ucapan temannya membuat Ukon semakin terpojok,

"bukti bahwa kaulah yang membawa para teroris itu kemari...Ukon", setelah mendengar ucapan temannya dan sudah terpojok, Ukon tak punya pilihan lain selain lari,

"Ukon berhenti !, menyerahlah sekarang", teriak murid yang mencoba mencegat Ukon dari depan,

"si-sial, Sakon maafkan aku !", ucap Ukon yang mencoba memukul murid didepannya yang ternyata adalah saudara kembarnya Sakon,

Srettt...Buukkkkkk...

Ketika Ukon melancarkan serangannya, Sakon lebih menarik lengan Ukon dengan mengeluarkan ular yang melilit lengannya kemudian menariknya dan memukulnya hingga pingsan,

"Ukon ! kenapa?", ucap Sakon galau mendekati Ukon yang pingsan,

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

SORE HARI

Kini Konoha terlihat sepi, namun bekas-bekas kerusuhan masih ada membuat warga sipil sekitar dan awak media berbondong-bondong ke Konoha namun mereka tertahan di gerbang utama yang ditutup dan jaga ketat oleh para polisi yang sudah datang dalam jumlah besar, menahan lebih dari seratus teroris yang tertangkap di bantu pihak keamanan Konoha, berpatroli diseluruh Konoha,

.

.

RUANG UNIT KESEHATAN SEKOLAH

.

.

"lebih dari setahun yang lalu, Ukon mendesak Klu kendo kelompok B untuk membahas tentang perbedaan oleh sihir, kebetulan aku juga ada disana, aku terbawa oleh semua ucapan Ukon. Dan juga aku juga pernah dibawa Ukon ke markas cabang Doubt, aku tak tau hubungan antara Ukon dan Doubt", ucap Ryougi yang sedang bersandar di tempat tidur pasien di UKS sambil menjelaskan yang dia ketahui kepada seluruh lawan bicaranya,

Di UKS selain Ryougi yang sedang dirawat, disana ada Naruto yang berada disamping Ryougi, dihadapanya ada Rias, Sona, Rugal, Sairaorg, Nobume dan Juugo yang terlihat kecewa sedih setelah tau dalang nya adalah rekannya di yayasan.

"aku ditugaskan oleh ketua untuk lebih mengawasi kelompok B, dan hari-hari yang kujalani bersama mereka, melihat mereka di rendahkan, dibedakan , dan juga sebuah insiden, aku pikir itulah sebabnya aku dengan mudahnya mendengarkan perkataan Ukon", ucap Ryougi lagi mengeluarkan unek-uneknya,

"Insiden ?", tanya Naruto yang berada disampingnya,

Ryougi menanggapinya, dengan mengalihkan pandangannya kearah Rugal,

"umm...tahun lalu Klub kendo menyebabkan gangguan saat perekrutan , dan aku melihat kemampuan pedang Loup-Senpai saat itu dan aku merasa kagum, jadi aku memintanya untuk melawanku dan mengajariku, tetapi dia mengabaikanku",

"he?", Rugal hanya cengo ketika namanya disebut Ryougi,

"Rugal, kau !", ucap Rias nampak kesal,

"Ryougi, apa itu benar ?", tanya Sona sambil membenarkan letak kacamatanya,

"katamu, kau bukan lawan yang tepat untukku, jadi itu hanya buang-buang waktu saja, carilah lawan yang layak untukmu,", Ryougi membalas pertanyaan Sona,

"tu-tunggu dulu kau pasti keliru, aku tak memiliki kemampuan seni pedang", sanggah Rugal membela diri,

"Rugal, aku tau sifatmu, tapi bukannya itu berlebihan!", balas Sona kesal,

"aku sungguhan, apa kau yakin tak salah orang ?",

"salah orang ?...kurasa tidak, sama-sama dari komite kedisiplinan, dan sama-sama mirip",

"sama-sama mirip!", ucap Rugal memikirkan sesuatu,

"tak kusangka kau kejam, Rugal-Senpai", ucap Naruto mengejek Rugal yang masih berpikir,

"begitu ya...Ryougi orang yang kau maksud bukan aku", ucapan Rugal sontak membuat Ryougi dan yang lainnya terkejut,

"jadi maksudmu itu bukan kau kalau begitu jelaskanlah!", ucap Sona terlihat kesal berat pada Rugal,

"kalau itu tahun lalu, memiliki kemampuan seni pedang, itu Sieg-Senpai",

"Sieg ?", tanya Ryougi, dan yang lainnya juga memasang wajah meminta penjelasan pada Rugal,

"Sieg-Senpai, ketua komite kedisiplinan tahun lalu, dia ahli seni pedang gaya barat, dan gaya penampilanku sekarang mengikuti Sieg-Senpai karena dia idolaku", jawaban dari Rugal membuat Senpai-Senpai Naruto mengingat kembali seperti apa Sieg tahun lalu,

"dan juga Sieg-Senpai tidak pernah mengabaikanmu!", ucapan Rugal membuat Ryougi sedikit terkejut, " aku ada disana saat kau memintanya, Senpai berkata, dengan kemampuanku, aku tak akan bisa menjadi lawanmu lagipula akan lebih berguna kalau kau berlatih dengan seseorang yang bisa mengasah kemampuanmu", jelas Rugal membuat Ryougi semakin terkejut,

"tunggu Rugal, jadi Sieg-Senpai menolaknya, karena Ryougi lebih kuat darinya?", sanggah Rias dengan cepat,

"ya, aku juga bertanya seperti itu, Sieg-Senpai hanya menjawabnya, kalau dalam kemampuan sihir aku lebih unggul darinya, tapi jika melawannya dengan kemampuan pedang murni, aku yang sekarang tak mungkin menang darinya", balas Rugal mengingat kembali ucapan sang kakak kelas,

"kalau begitu, apa itu Cuma kesalahpahamanku?", ucap Ryougi terlihat shock, menitikkan air matanya,

"a...aku seperti orang bodoh hiks hiks hiks...seenaknya, salah paham tentangmu mu dan Sieg-Senpai...membuang sia-sia..hiks hiks hiks, membenci kebaikannya hiks hiks hiks",

"aku pikir itu tidak sia-sia", ucap Naruto membalas ucapan Ryougi mencoba menghiburnya, mendapat perhatian dari Ryougi,

"U-uzumaki ?",

"panggil Naruto saja, Ryougi-Senpai,...dan Nobume berkata saat mengamati pergerakanmu, kau sudah bertambah kuat, dan berbeda pada saat kau masih di SMP...dan itu adalah kemampuan yang Senpai asah seorang diri, tidak terbawa dalam dendam dan tenggelam dalam kesedihan, kau membuktikan dan memoles dirimu sendiri dan itu bukanlah hal yang sia-sia",

"U-Naruto !...satu hal saja, yang kuinginkan darimu",

"apa itu ?",

"jangan bergerak untuk sesaat", setelah berucap Ryougi menjatuhkan diri ke pelukan Naruto sambil menangis sepuasnya,

Tak lama kemudian Ryougi sudah tenang kembali bersandar,

"sekarang, pertanyaannya, dimanakah orang Doubt itu berada saat ini?", ucap Naruto memulai permbicaraan, yang sontak membuat Sona, Rugal, dan Rias terkejut,

"Naruto, apa kau ingin bertarung melawan mereka semua ?", balas Rias nampak khawatir,

"ya...aku akan menghancurkan mereka", balas Naruto sambil tersenyum, Rugal yang melihat itu hanya Swetdrop,

"itu berbahaya!, kau sudah melewati wewenang sekolah sebagai pelajar", ucap Sona sambil membenarkan kacamatanya,

"aku juga tidak mengijinkannya, kasus itu tepatnya harus diserahkan kepada pihak polisi", timpal Rias memang khawatir pada Naruto,

"maaf Rias-Senpai, apa kamu ingin mengirim Ryougi-Senpai kepengadilan atas tuduhan perusakan properti", ucapan Naruto menarik perhatian Sairaorg yang hanya diam saja dari tadi,

"begitu ya...", ucapan Sairaorg membuatnya menjadi pusat perhatian, "campur tangan polisi tidak terlalu baik, tapi bukan harusnya kita membiarkan ini begitu saja tapi, Uzumaki...mereka teroris, baik aku, Sona, Rugal bahkan Rias tidak bisa meminta para siswa untuk mempertaruhkan nyawanya", ucapnya sambil menatap Naruto,

"tentu saja, dari awal aku tak bermaksud meminta kekuatan para Senpai, dan organisasi kegiatan ekstrakulikuler",

"apa kau berencana pergi sendirian?", tanya Sairaorg menatap tajam Naruto,

"biasanya aku ingin begitu, tetapi...",

"aku ikut", ucap Nobume memotong ucapan Naruto,

"aku juga ikut", ucap Juugo setelah Nobume,

"Naruto, kalau itu demi aku tolong jangan lakukan itu, aku baik-baik saja, aku tau aku harus dihukum karena kesalahan ini, aku tidak mau kalau terjadi sesuatu pada kalian karena aku", ucap Ryougi meminta kepada Naruto,

"tenang saja, aku melakukannya bukan demi Ryougi-Senpai",

"walaupun bukan di Kyoto, di Konoha juga termasuk lingkup dimana aku tinggal, jika ada seseorang yang merusak hari-hari ku dan orang orang disekitarku , aku akan membersihkan mereka semua, bagi ku ini adalah prioritas utamaku", ucapan Naruto membuat semuat orang disana hanya terdiam tertegun untuk beberapa saat,

"Naruto, bagaimana caranya kita bisa mengetahui lokasi markas Doubt ?", tanya Nobume yang memecah suasana,

"kalau kau tidak tau, tanya saja pada yang tau", balas Naruto berjalan kearah pintu UKS, ketika membukanya nampak Mitarashi Anko-Sensei yang kecyduk menguping,

"Mi-mitarashi-Sensei", ucap Rias tak percaya,

"eto...um...hehe...kupikir aku bisa bersembunyi dari penyihir keluarga Uzumaki...apa aku terlalu lugu ya", ucap Anko salah tingkah,

Selanjutnya, nampak Anko sedang berbicara dengan Ryougi secara empay mata,

"sebuah bangunan yang ditinggalkan, ya ?",ucap Naruto melihat gambar di Ipad yang juga dilihat oleh yang lainnya, "lebih baik kalau kita menggunakan mobil",

"apa kita masuk lewat depan saja ?", tanya Nobume kepada Naruto, yang diiyakan oleh Naruto,

"aku akan mengurus soal mobil", ucap Sairaorg,

Heh ?...Org kau juga akan pergi?", ucap Rias yang terkejut dengan ucapan Org,

"sebagai seseorang dari sekolah ini, aku tidak bisa mengabaikan situasi ini",

"kalau begitu",

"Rias, kau tidak boleh, akan menjadi masalah jika kau pergi saat situaasi seperti ini",

"baiklah, tapi Sona, Rugal kalian juga enggak boleh ikut, mungkin saja ada beberapa yang masih bersembunyi di sekolah", balas Rias terlihat mengambek membuang mukanya, " akan menjadi masalah kalau aku ditinggalkan ketua dewan kedisiplinan",Rias mengambek menggembungkan pipinya,

"iya..iya..tuan putri", balas Rugal Swetdrop, Sona hanya membuang napasnya sambil memperbaiki letak kacamatanya,

DIHALAMAN PARKIR

Nampak Sairaorg dan Juugo sedang memeriksa keadaan mobil yang akan mereka pakai, Naruto agak jauh dari mereka, dia malas ikutan,

"Na-naruto !", sebuah suara menarik perhatian Naruto,

"ada apa Rias-Senpai ?",

"eto...eto...", Rias terlihat malu-malu, "hati-hati, kembalilah dengan selamat, ini bukan karena aku khawatir padamu, hanya saja...kau sudah berjanji akan mampir ke ruangan klub ku", ucap Rias meninggikan suaranya membuang muka,

"Ya, aku pasti akan kembali", ucap Naruto sambil tersenyum membuat Rias tambah malu bahkan salah tingkah,

"Uzumaki cepatlah",

"ya...Rias-Senpai, aku berangkat dulu (Rias-Senpai, Ittekimasu)", ucap Naruto tersenyum membuat Rias nampak terpesona,

"hati-hati dijalan (Itterasshai)", balas Rias membalas senyuman juga,

.

.

TBC...

.

.

Arc 1 : The New Student Problem ( Masalah Murid Baru)

Chapter 8 : The New Student Problem VII ( Masalah Murid Baru VII )

.

.

.

.

.

.

.