Mr. Detektif
Kibum, Kyuhyun
Terima kasih dan selamat membaca!
Changmin dan Kyuhyun ditemukan
Chang baru saja mengamuk, hari itu dia sampai di Itali, hari itu juga dia harus kembali ke Korea. Sesaat dia mengaktifkan handphone-nya, seorang petugas yang ada di Korea menghubunginya, mengatakan bahwa Heechul baru saja tiba di Korea. Chang langsung menukar tiketnya untuk penerbangan kembali. Sampai di Korea dia dikejutkan dengan pembebasan tiga pembisnis tawanannya. Jelas dia mengamuk, pasalnya tidak ada yang mengaku saat dia menanyakan siapa yang membebasakan ketiganya. Teman-temannya malah terkesan menyingkir dan tak ada yang mau menjawab pertanyaannya. Kalau Letnan Kim tak datang saat itu, Chang sudah pasti menghancurkan seisi kantor.
Lain Chang lain juga dengan Max dan Luo, keduanya pergi ke Jepang dan kembali hari ini juga. Mereka berhasil menyelidiki hubungan Changmin dan Junsu. Junsu saudara sepupu Changmin yang tinggal di Jepang, dia datang untuk melihat keadaan Changmin. Sebenarnya dia juga akan membawa dan merawat sepupunya itu di Jepang, tapi karena dokter tak mengijinkan Changmin dibawa bepergian untuk saat ini, Junsu pulang sendirian. Luo dan Max tak memeriksa lebih dulu apakah Changmin benar-benar ikut ke Jepang, jadinya salah informasi. Mereka berhasil menanyai Junsu, tapi tak berhasil menemukan Cgangmin, karena Junsu sendiri bilang bahwa dia tak jadi mengajak sepupunya itu ke Jepang.
"Maaf Tuan Choi, keberadaan Tuan Cho tidak bisa kami beritahukan kepada anda. Setelah kejadian ledakan itu, kami dari pihak kepolisian memutuskan menyembunyikan dan mengawal ketat Tuan Cho", jawab seorang petugas ke seberang telepon. "Tentu saja, untuk saat ini kami berani jamin keadaan Tuan Cho baik-baik saja. Sangat baik malahan. Setelah kami berhasil mengusut kasus tabrakan dan ledakan rumah itu, Tuan Cho pasti bisa ditemui lagi. Mohon pengertiannya, ini demi kebaikan Tuan Cho", kata petugas itu berbohong.
Ini ke-tiga belas kalinya Siwon menelepon kepolisian untuk menanyakan keadaan Kyuhyun. Karena dia tak tahu sama sekali soal ledakan dan kepindahan Kyuhyun ke rumah Kibum, dia mulai mencari Kyuhyun. Tak menemukan Kyuhyun dimanapun lalu menelepon ke kantor polisi. Tiga belas kali menelepon dan tiga belas kali pula dia menerima jawaban yang sama. Kepolisian tidak mau ada yang tahu bahwa Kyuhyun diculik, atau publik akan menganggap kinerja mereka buruk. Toh sekarang Kibum dan kawan-kawan sedang mencari Kyuhyun.
"Begini saja Mr. Choi, bila keadaan benar-benar memungkinkan pihak kami akan mengijinkan Tuan Cho untuk menelepon Anda" Petugas mendengarkan Siwon bicara lalu dia mengiyakan semua perkataan itu. "Tentu, kami berjanji soal itu. Terima kasih atas kepercayaannya!" Tanpa menunggu lama petugas itu segera menutup telepon.
"Siapa?", tanya petugas lainnya.
"Biasa, orang yang akhir-akhir ini menelepon menanyakan keadaan Cho Kyuhyun", jawabnya santai. "Ngomong-ngomong apa hubungan Choi Siwon dengan Kyuhyun? Bukankah mereka cuma rekan kerja?"
"Memangnya rekan kerja tak boleh saling mengkhawatirkan satu sama lain?" Tentu saja, itu berlaku juga di kepolisian. Tapi agaknya ada beberapa yang tak melakukan itu. Malahan satu dua diantara mereka suka mengumpankan partnernya demi menarik penjahat kekuar lalu menangkapnya. "Atau dia punya perasaan khusus untuk Cho Kyuhyun itu"
"Apa dia belum tahu kalau Kyuhyun jadi kekasih Kibum?"
"Mungkin. Semoga dia tak menjadikan Kibum sebagai rival kalau tahu soal itu", kata petugas satunya sambil memeriksa email masuk.
"Kibum akan kalah tampan darinya?", tanya rekannya.
"Bukan hanya itu. Dia juga kalah kaya dan kalah pintar"
Rekannya setuju, tapi sebelum dia menimpali, orang yang mereka bicarakan melangkah masuk kantor.
"Ada yang menyebut namaku?"
Untungnya Kibum tak mendengar dengan jelas, hingga kedua petugas itu bisa leluasa mengangkat bahu.
Kibum lusuh, kotor dan berantakan. Saat berangkat hingga sekarang dia belum mandi, pengejaran yang dia lakukan sampai ke Busan gagal total. Tidak, tidak begitu gagal. Hanya salah target. Fokusnya adalah menemukan Kyuhyun, untuk itu dia mengejar tiga namja yang salah satunya mirip Kyuhyun di stasiun. Sampai di Busan, dia dibantu oleh polisi lokal. Mereka sudah menemukan lalu menangkapnya, namun ketiga orang itu mengaku tak tahu menahu soal Kyuhyun. Mereka cuma pemuda-pemuda yang akan berlibur ke Busan, ketika tiba-tiba seseorang datang lalu menawarkan uang asal mau menggunakan kostum dan bergaya seperti yang dipinta orang itu. Mereka juga tak ingat sama sekali muka orang yang menyuruh.
"Kibum, kusarankan kau segera mandi sebelum Letnan Kim mengomel untuk ketiga kalinya pagi ini" Chang, Luo dan Max sudah kena omel, lalu sekarang Kibum akan menyusul kalau tidak menuruti sarannya. "Kau bau, amat sangat bau", katanya sambil mengibaskan telapak tangan di depan hidung dan mulutnya
Kibum mengendus bajunya sendiri, merasa tak mendapati apa yang dikatakan si petugas, dia beralih ke ketiaknya. Kibum akhirnya mengernyit. "Cuma sedikit", dalihnya.
Pantas yeoja partnernya ke Busan dari tadi duduk jauh-jauh darinya. Malah sekarang pulang duluan sebelum melapor ke kantor.
"Aku masih belum menemukan Kyuhyun, kau paham!"
"Apa hubungannya kau tidak mandi dengan belum menemukan Kyuhyun?", tanyanya sambil menyengir benci. "Aku tahu dia kekasihmu, tapi kau harus pikirkan, saat menemukaannya tapi kau dalam keadaan bau, apa yang akan dikatakannya?"
"Dia akan berterima kasih lalu akan bilang, 'Aku mencintaimu, Kibum!", jawab Kibum seenaknya. "Cinta tak peduli bau badan"
"Lalu dia akan memelukmu dan menciumu?" Kibum mengangguk. "Mimpi saja kau! Aku berani bertaruh dia akan memutuskanmu sehari setelahnya" Kibum terbawa pikiran itu, bisa jadi Kyuhyun akan memutuskannya sehari setelahnya. Kyuhyun itu tipe orang yang suka kebersihan. Bau badan sepertinya tak bisa ditelerirnya. "Dan kau bilang apa tadi? Cinta? Kau tahu, secinta-cintanya Kyuhyun padamu, dia akan memilih orang lain yang lebih bersih dan tak bau"
"Biasanya aku juga tak bau"
"Maka dari itu mandi sekarang juga!"
Dia benar, tidak ada cinta yang bisa dihubungkan dengan bau badan. Dia juga benar sehari setelah semua berakhir, Kyuhyun pasti akan meninggalkannya sesuai perjanjian mereka. Tapi Kibum bertekad saat menemukan Kyuhyun nanti, dia ingin dapat ucapan terima kasih beserta pelukan hangat dari kekasihnya itu. Minus kata cinta dan ciuman, yang penting dapat sesuatu sebelum mereka benar-benar berpisah.
"Aku akan mandi!", putus Kibum langsung melenggang ke arah kamar mandi kantor.
"Baguslah. Kudoakan Kyuhyun mempertahankanmu setelah ini", ujar petugas itu.
Kibum berdecak kesal, tapi dia terus berjalan.
"Kibum!", panggil petugas yang baru saja menerima email. "Mandi yang cepat, aku dapat informasi bagus untukmu!"
Kibum hendak berhenti namun mengurungkan niat ketika jelas-jelas karena bau badannya dia tidak diterima di lingkungan kantor. Dia mengangguk lalu segera pergi.
Banana
"Letnan, Heechul bersedia menemui kita siang ini. Di restoran Francis seberang Kingdom apartemen. Jam setengah dua belas…", petugas itu melihat jam tangannya. "satu setengah jam dari sekarang"
"Bagus, kau bisa menemuinya nanti!"
"Siap, Letnan!"
"Tidak, tidak, tidak!", tolak Chang. "Kim Heechul itu bagianku. Aku yang harus menemuinya nanti, kau urus masalah lain saja"
"Hah, tidak bisa Chang. Dia bagianku", protes si petugas.
"Kau tahu apa soal introgasi? Aku detektif hebat disini, aku yang pantas menemuinya"
"Ini bukan introgasi penjahat. Kita menemui Kim Heechul cuma untuk mengajukan pertanyaan biasa, kalau kau yang datang salah-salah kejadian memenjarakan tiga pembisnis itu akan terulang lagi"
"Terserah, tapi aku mau menemui Kim Heechul siang ini. Menghalangi jalanku, mati saja kau!"
Yang lain malas ikut bicara, kalau Chang sudah adu mulut, dialah yang harus menang. Semua dikumpulkan untuk menerima tugas baru dari Letnan Kim, bukan menyerobot tugas orang lain. Tapi entahlah, Chang terobsesi sekali ingin menemui Heechul.
"Ribut disini, kalian berdua yang mati!", potong Letnan Kim. Chang dan petugas tadi seketika diam. "Nama-nama kalian sudah kucatat disini" Letnan Kim marah sambil menepuk tumpukan kertas yang dipegangnya. "Semua punya tugas masing-masing, termasuk kau!", tunjuknya pada Chang.
Heechul datang ke Korea, Changmin tidak ikut ke Jepang dan Kyuhyun juga tak ada beritanya keluar Seol, bisa dikatakan semua orang itu ada di kota. Letnan Kim telah menyusun agenda baru dan membagi-bagi tugas pada anak buahnya. Kali ini tidak salah lagi, sebelum Jendral Kang datang nanti sore, mereka akan menemukan titik terang.
Kemarin kepolisian banyak mendapatkan keterangan soal kasus Cho Kyuhyun, tentang Kian Farma serta hubungan pencurian mobil dan tabrakan disengaja itu. Kominitas pembalap liar yang tempo hari sempat ditangkap, perwakilan mereka datang dan menjelaskan bahwa ada beberapa anggota tak resmi mereka yang dicurigai terlibat tindak kekerasan terhadap Changmin. Sebagai rasa terima kasih kepada pihak kepolisian karena mereka tidak dipenjara, tapi diberlakukan sebagai tahanan luar, kelompok itu mengadakan penyelidikan sendiri terhadap anggota. Mereka menemukan beberapa kecurangan yang dilakukan lima orang. Agar tahu lebih dalam, nama-nama mereka telah diserahkan pada polisi beserta bukti-bukti sementara. Sehari saja bukti-bukti lanjutan telat didapatkan kepolisian. Lima orang yang dilaporkan itu memang terlibat penganiayaan Shim Changmin. Mereka adalah agen ganda, selain ikut komunitas pembalap liar, mereka juga bekerja pada Changmin. Mengingat kelimanya adalah anggota tidak tetap di kelompok pembalap, juga pekerja paruh waktu di tempat Changmin, bisa jadi mereka ikut kelompok lain lagi. Orang seperti mereka adalah tipe penjahat yang lebih tertarik dengan uang banyak. Siapa yang bisa menawarkan uang lebih banyak, dialah bosnya. Kemungkinan seperti itu, ada orang yang menawarinya uang untuk membunuh Kyuhyun.
Mengenai Kian Farma, perusahaan farmasi terbesar di Korea itu memang benar punya moyang yang sama degan Cho Kyuhyun. Pemilik Kian Farma satu kakek buyut dengan ayah Kyuhyun. Pemiliknya meninggal empat bulan yang lalu menjadikan harta warisan dan seluruh asetnya jatuh ke anak-anaknya. Soal peredaran obat yang dilarang itu, tentu berkaitan dengan perpindahan tampu kekuasaan. Tanpa sepengetahuan pemilik baru, seseorang telah mengeluarkan obat perusak otak, atau memang salah satu anak sengaja memberikan ijin pengeluarannya secara bebas.
Dua hal itulah yang akan diselidiki oleh para detektif. Terlepas dari Chang, Max, Luo dan Kibum yang tak mendapatkan apapun di kasus ini, mereka akan dapat tugas itu nantinya.
"Chang, kau pimpin sepasukan polisi ke distrik tiga. Ada pergerakan pembalap jalanan disana. Bagaimanapun caranya temukan lima berandal itu"
"Siap, Letnan!", jawab Chang.
Tentu Chang siap, dia dapat tugas yang lebih memacu adrealin dari pada mengintrograsi Heechul.
Letnan Kim beralih ke tugas berikutnya. "Kau, kau dan kau", tunjuk Letnan Kim pada Max, Luo dan seorang petugas. "Pergi ke St. 71 Blok 701, ada beberapa petugas yang sudah menunggu kalian disana. Geledah semua rumah, seluruh ruang di gedung itu!", perintah Letnan Kim.
"Ada kemungkinan Changmin disana?", tanya Luo.
"Iya, kamera pengintai di jalanan menunjukkan sosok mirip Changmin berjalan masuk ke blok 701"
Changmin pernah beberapa kali datang ke blok itu sebelumnya. Memang tidak pasti apa yang dikunjungi Changmin disana, namun mengingat disana pernah tinggal sekelompok pembunuh bayaran, mereka perlu waspada. Bukan berarti dengan diketahuinya tempat tinggal pembunuh bayaran, lalu pembunuhnya tidak pernah datang kesana lagi. Bisa tiba-tiba mereka kembali kesana tanpa diketahui pihak polisi. Namanya juga pembunuh, apalagi buron, bisa berada dimanapun asal tak tertangkap. Karena hal itu, mungkin Changmin terlibat sesuatu hal berkaitan dengan pembunuhan.
"Hati-hati di lantai 3 rumah no. 2 pernah tinggal pembunuh-pembunuh bayaran. Bisa saja mereka kembali kesana tiba-tiba"
"Siap, Letnan!"
Letnan Kim mengangguk lalu kembali dengan tugas berikutnya. Hampir seluruh detektif dan petugas polisi dapat tugas, mulai hal paling mudah hinga tersulit. Giliran Kibum, dia cuma dapat perintah untuk melihat keadaan sepupu Kyuhyun di rumahnya sebelum kemudian kembali ke jalanan untuk mencari Kyuhyun. Letnan Kim tak mau tahu, sebelum Jendral Kang datang sore nanti, Kibum harus mengetahui keberadaan Kyuhyun. Kalau tidak, Kibum dilarangnya datang ke kantor selamanya.
"Laksanakan tugas masing-masing!"
"Siap!", jawab serentak petugas-petugas itu.
Sebagian kembali ke meja kerjanya sebagian lagi berkemas untuk menyergapan. Untuk Chang sendiri sudah keluar paling awal. Beda dengan Kibum yang penampilannya sudah lebih baik dari pada saat dia datang, tapi gesture badan malasnya tetap sama.
"Kibum!", panggil seorang petugas yang diawal tadi menjanjikan berita bagus untuknya.
"Apa?", jawabnya malas.
"Aku punya data pembicaraan telepon rumah Kyuhyun, baru saja dikirim oleh operator ke emailku" Dia berkutat dengan komputernya, lalu mengeklik icon print untuk mencetak kiriman data itu. "Tunggu sebentar!" Tiga lembar cetakan selesai, segera diambil dan diserahkan pada Kibum.
"Kibum memeriksanya. "Apa yang janggal disini?"
"Lembar pertama intensitas telepon masih sama, dari keluarga, dua teman Kyuhyun dan beberapa klien. Hampir semunyaa panggilan masuk dan diangkat oleh pembantu Kyuhyun. Lihat di lembar ke dua dan ketiga. Ada beberapa nomor asing masuk, dan ketiga panggilan itu dilakukan oleh Kyuhyun"
"Bagaimana dengan sepupu Kyuhyun yang datang beberapa hari lalu?"
"Lee Hyukjae?", petugas mengangguk. "Tidak, panggilan itu dilakukan sebelum sepupunya datang ke Korea"
"Kau sudah mengecek nomor-nomor ini?"
"Tentu", jawabnya. "Pembantu-pembantu Kyuhyun memang sering melakukan panggilan keluar tapi semua nomor terulang di data telepon sebelum-sebelumnya, tapi untuk tiga nomor itu mereka menyangkal. Kyuhyun yang pasti melakukan panggilan", terangnya. "Sudah ku cek, ketiga nomor terdaftar dengan nama pemilik fiktif. Dan sekarang nomor-nomor itu tidak aktif"
Kibum menerima lembaran lain dari petugas itu. "Ini posisi terakhir nomornya aktif?" Si petugas mengangguk. "Aku akan menyisir tempat-tempat itu", putusnya. "Tapi bisakah kau minta isi percakapan ini?"
"Tidak", jawabnya sambil menggeleng. "Pihak operator tidak menyediakan layanan itu"
"Baiklah, aku berangkat sekarang!"
"Semoga kekasihmu cepat ketemu!", doa si petugas.
Banana
"Dimana aku sekarang?", tanya Kyuhyun frustasi.
Kyuhyun mondar-mandir di depan TV yang menyala. Menghalangi pandangan seseorang lain yang tengah duduk di sofa. Kyuhyun diculik, tapi anehnya dia tidak mengalami kekerasan sama sekali. Bahkan dia tidak diikat atau disembunyikan di tempat gelap. Dia hidup enak, sekarangpun berada di sebuah apartemen mewah yang kebetulan Kyuhyun tak tahu letaknya.
"Dimana ini?", tanyanya lagi sambil mengepalkan kedua tangannya erat.
"Kyu, bisa kau duduk diam di sebelahku? Aku tak bisa menonton TV", pinta orang itu.
"Tidak bisa. Kau menculikku padahal aku sudah menolak. Kenapa kau melakukannya?", tanya Kyuhyun marah. "Kau benar-benar keterlaluan"
Seseorang tadi membuang nafas. Bukan bermaksud maklum dengan tingkah Kyuhyun, tapi dia tak ambil pusing. Kyuhyun tak memberikan alasan kenapa dia menolak diajak bersembunyi padahal sudah jelas-jelas hidupnya terancam oleh orang-orang tak dikenal. Bukan bermaksud ingin menculik Kyuhyun, tapi demi kebaikan teman bisnisnya itu dia harus melakukannya.
"Kali ini kau harus menjawab, sebenarnya kenapa kau menolak ajakanku kemari?"
"Sudah kubilang aku dalam perlindungan polisi, kalau kau membawa paksa begini bisa-bisa kau disangka penculik. Kau akan dipenjarakan"
Seseorang itu angkat bahu. "Aku menyelamatkanmu", dalihnya.
"Menyelamatkan dari apa? Tidak pernah terjadi apa-apa padaku"
"Tabrakan itu?"
"Iya aku memang ditabrak, bukan berarti mereka langsung merencanakan pembunuhan ulang setelah tahu aku belum mati", jawab Kyuhyun kasar. "Aku dibawah lindungan polisi", ulangnya sambil berhenti mondar-mandir.
Seseorang itu tak terpengaruh. Dia malah asyik mengganti-ganti chanel mencari acara yang paling bagus.
"Yang kudengar kau koma karena dikeroyok. Heran, kenapa kau terlihat baik-baik saja?", tanya Kyuhyun heran.
Seseorang tadi angkat bahu lagi. "Aku ini orang hebat. Nyawaku saja ganda, sudah pasti tak mungkin ada orang yang bisa membunuhku dengan mudah", jawabnya sombong. "Lagipula kau juga baik-baik saja setelah tabrakan maut itu. Kulihat cuma kakimu saja yang jadi pincang"
"Aku tidak pincang!", sangkalnya. "Nanti juga bisa jalan normal kembali"
Kyuhyun capek mondar-mandir dan berdiri. Dia kemudian duduk di sebelah orang itu.
Ini sudah hari ketiga dia dipenjara di apartemen. Jangankan keluar ruangan, mengintip saja dia tak diijinkan. Kata seseorang yang menculiknya, demi kebaikannya. Kalau ada mata-mata musuh melihat, lalu mengirimkan penembak jitu untuk membunuh, akan sia sia usahanya membawa Kyuhyun kemari. Jadi diawasi secara ketat adalah tindakan yang diambil si penculik.
"Changmin", panggil Kyuhyun. "Apa tidak ada berita yang memuat pencarianku?", tanyanya sambil berharap.
"Tidak. Yang ada berita pencarianku", jawab Changmin santai. "Kelihatnnya polisi tak mau repot-repot mencarimu. Mereka pasti mengira kau sudah mati"
"Tidak mungkin. Kalau Kibum tahu aku diculik, dia pasti mencariku", jawab Kyuhyun congkak. Merasa hidupnya menguntungkan orang banyak, jelas polisi akan mencarinya. Dia harus ditemukan dalam keadaan hidup, begitu persepsinya. "Kibum itu detektif hebat. Kalau sampai dia menemukanku dan mengira kau penculiknya, jangan minta bantuanku kalau kau dijebloskan ke penjara"
Changmin menatap Kyuhyun malas. Demi apa dia menyombongkan detektif bernama Kibum itu? Itu bukan Kyuhyun sekali. Manusia yang hanya peduli tentang pekerjaan dan hidupnya sendiri tiba-tiba menyanjung orang lain. Pasti ada yang salah dengan Kyuhyun?
"Aku berani bertaruh kalau Kibum akan sampai disini sebelum…"
"Sebelum Kibum sampai disini, coba jelaskan apa yang membuatmu berkali-kali menyebut namanya?" Kyuhyun mengernyit. Apa dia tidak bilang kalau Kibum itu detektif yang ditugaskan melindunginya? "Bahkan saat tidur saja kau menyebut namanya? Jangan bilang kau rindu padanya"
Kyuhyun menggeleng mantap, tapi agaknya Changmin tak percaya.
"Dia detektif yang ditugaskan untuk melindungiku"
Cuma detektif pelindung tapi Kyuhyun menyebutnya bak panglima perang. Detektif pelindung hampir sama derajatnya dengan bodyguard, berarti Kyuhyun menyanjung seorang bodyguard. "Kibum itu seorang detektif. Perawakannya pasti tinggi besar, badannya kekar, otot-ototnya menonjol dan dadanya lebar seperti lelaki idamanmu"
"Idaman apanya?", sangkal Kyuhyun sambil merebut remot dari tangan Changmin lalu mengganti chanel TV. Dia berusaha tidak terpacing lalu mengatakan memang ada hubungan antara dia dengan Kibum. Dan itulah alasan dia tak mau diajak sembunyi dari orang-orang yang ingin membunuhnya. "Kibum itu jelek, ototnya lembek, dia juga pendek", lalu mengatakan kebalikannya.
"Dia detektif kriminal kan?", Kyuhyun mengangguk. "Sering kerja diluar ruangan. Pasti kulitnya coklat karena terbakar matahari. Katamu kau suka yang seperti itu"
"Iya, tapi Kibum tidak seperti itu"
"Lalu seperti apa?", pancing Changmin.
"Biasa saja"
"Jujur saja padaku, siapa tahu aku mengijinkanmu menelepon Kibum" Kyuhyun mulai terpengaruh. Kalau iya Changmin mengijinkannya menelepon, Kibum adalah orang pertama yang dia hubungi. Dia ingin tahu apa Kibum juga rindu seperti yang dirasakannya sakarang. "Kalau dia memang detektif hebat, kau akan kuperbolehkan menemuinya"
"Yang benar?" Changmin balik mengangguk. "Dia kekasihku", jawab Kyuhyun jujur. "Aku merindukannya", tambahnya lagi. "Sekarang ijinkan aku meneleponnya!", pintanya tak sabar.
Changmin hampir tertawa, tapi Kyuhyun memelototinya hingga tawanya gagal keluar. "Kau bilang dia jelek, bukan tipemu. Jadi lebih baik kau tak usah meneleponnya, apalagi menemuinya", kata Changmin menggoda.
"Keparat kau!", teriak Kyuhyun sambil melempar remot ke kepala Changmin. "Jangan main-main denganku!"
Changmin sempat berteriak kesakitan. Kepalanya juga belum sembuh benar, sekarang sudah kena timpuk dari Kyuhyun. Kalau dia kembali lupa ingatan seperti kemarin-kemarin bagaimana? Sebelum Kyuhyun lebih menyiksanya, dia mengeluarkan handphone dari sakunya. Mengaktifkan lalu menyerahkan benda itu pada Kyuhyun.
"Aku ini orang yang suka menepati janji. Seperti janjiku menolongmu kabur dari pembunuh-pembunuh itu, juga janjiku memperbolehkanmu menelepon kekasihmu"
"Isshhh!", Kyuhyun mencibir Changmin. Sambil menunggu handphone start, Kyuhyun mulai mengingat-ingat nomor telepon Kibum. "Kemana yeoja sialan itu, kenapa beli makanan saja lama sekali"
"Seperti kau tak tahu Jessy saja. Bertemu dengan namja berkantong tebal, dia pasti lupa dengan tugasnya. Salah-salah kita bisa mati kelaparan hari ini", jawab Changmin asal.
Bersamaan pintu apartemen dipencet, saat itu juga handphone di tangan Kyuhyun berbunyi. Changmin mengira Jessy sudah berada di depan pintu. Dia sudah terlanjur bahagia tak jadi kelaparan untuk hari ini. Secepat mungkin pergi ke depan untuk membuka pintu sedangkan Kyuhyun mengangkat telepon.
"Changmin, jangan buka pintu. Ada segerombolan orang tak dikenal disana. Bertahan di dalam, aku akan panggil polisi sekarang!", perintah Jessy lalu telepon ditutup sepihak.
Kalau Jessy yang menelepon barusan, berarti yang memencet bel apartemen adalah segerombolan orang itu.
"CHANGMIN, JANGAN BUKA PINTUNYA!", teriak Kyuhyun sambil melompat dan berlari menghampiri sahabatnya.
Banana
Jessy mendial nomor telepon kantor polisi sembari berlari-lari kecil menuju lift. Setelah tersambung dengan seorang petugas dia segera melaporkan kejadian barusan. Dengan menyinggung nama Changmin dan Kyuhyun, laporan Jessy ditanggapi serius. Petugas segera mencatat alamat, dan menyarankan Jessy untuk menjauh dari tempat itu agar dia selamat. Petugas juga menyuruhnya melapor pada keamanan apartemen untuk mendapat pertolongan awal. Jessy melakukan apa yang diarahkan padanya sebelum polisi datang.
Yeoja penggila uang itu menerobos kerumunan orang setelah keluar dari lift, dia berteriak minta tolong pada pihak security apartemen. Setelah mendapat perhatian hampir seluruh orang, dia mengatakan bahwa dua temannya yang berada di salah satu kamar apartemen didatangi segerombolan orang jahat. Sesegera mungkin security mengambil langkah, segera mengecek kebenaran pengaduan Jessy
Seorang security naik lewat lift dan seorang lain lewat tangga. Yang lewat lift sampai lebih cepat, namun kedatangannya disambut dengan tendangan keras tepat setelah pintu lift terbuka. Agaknya penjahat-penjahat itu tahu kedatangannya. Security itu diseret keluar dari lift lalu dipukuli oleh seorang penjahat yang badannya gempal. Tenaganya kuat, hingga security tak sekalipun dapat membela diri. Dia berakhir terkapar di lantai.
"Akan datang yang lain lagi", tebak penjahat gempal itu.
"Cepat selesaikan. Dobrak saja kalau tak segera dibuka!", perintah seorang lagi pada empat kawananya yang berada di depan pintu apartemen Changmin.
Tepat selesai kedua penjahat itu bicara, pintu dibuka oleh Changmin. Sama seperti yang didapat security. Changmin dapat tendangan diperutnya sampai jatuh terjerembab ke lantai ruangannya. Empat penjahat melesat masuk. Dua mengurus Changmin dan dua lagi mengejar Kyuhyun yang masuk ke dalam kamar.
Changmin ditarik paksa, diberdirikan walau masih meringis-ringis menahan sakit di perutnya. Seseorang memeganggi tubuhnya dari belakang sedangkan seseorang lain melepaskan pukulan ke mukanya. Dia ditahan untuk tak terjatuh demi menerima pukulan berikutnya. Tiga, empat, lima pukulan bersarang di wajahnya. Pelipisnya bocor, hidungnya patah, bibirnya robek dan yang mengenaskan lagi matanya lebam, pandangannya kabur dengan banyak darah mengalir melewati matanya. Begitu Changmin berusaha berontak, tendangan lain melesak ke perutnya. Ulu hatinya tertohok oleh siku penjahat, seketika membuatnya tak bedaya. Changmin bukan namja petarung, dia tak tahu sedikitpun cara membela diri di sebuah pertarungan. Dia jelas kalah, dia yakin hidupnya akan berakhir hari ini juga. Tepat setelah seorang penjahat menarik belati dari balik jaket kulit, tubuh Changmin sudah memberat. Sebelum sempat dihunuskan ke perutnya, Changmin pingsan. Tubuhnya kemudian dilepas dan dibiarkan terjatuh ke lantai yang sama.
Dua penjahat yang lain berhasil mendobrak pintu kamar Kyuhyun. Kyuhyun sudah siap dengan besi di tangannya, dia peretel dari railey gantungan pakaian dalam lemari. Untuk mempertahankan diri tentunya. Kyuhyun memukul lengan seorang penjahat saat dua orang itu bergegas menghampirinya. Dia dikeroyok. Pukul sana, pukul sini, hanya satu dua pukulan yang mengenai penjahatnya. Dia berhasil berkelit saat balasan pukulan demi pukulan ditujukan padanya, sayangnya ketika dia hendak mengambil celah untuk kabur dia tertangkap. Salah seorang penjahat berhasil menarik rambutnya. Kyuhyun berteriak merasakan sakit di kulit kepalanya. Tak berselang lama, penjahat itu menghantamkan kepalanya di tepian ranjang. Tiga kali, hingga Kyuhyun roboh.
Kyuhyun belum kehilangan kesadarannya, mengumpulkan tenaga lalu meluncurkan tendangan keras pada selangkangan penjahat itu. Kesakitan Kyuhyun terbalas lunas dengan raungan kesakitan si penjahat. Ketika seorang lain sibuk dengan temannya yang kesakitan, Kyuhyun mengambil ancang-ancang untuk lari. Belum sampai pintu, besi yang tadi dia bawa menghantam bahunya, menghantam kepalanya dan menghantap punggungnya sampai dia roboh untuk kedua kalinya. Ternyata penjahat itu licik, dia tak mungkin membiarkan Kyuhyun lari. Kyuhyun masih belum menyerah, dengan menyeret tubuhnya keluar kamar, dia menendang pintu sampai mengenai penjahat satunya. Ketika dia mulai merasa ada celah untuk lari, dua penjahat lainnya menunggu di hadapannya.
"Kau harus mati hari ini!", kata penjahat itu sambil menendang Kyuhyun di mukanya.
Kyuhyun pingsan juga seperti Changmin.
Banana
Luo dan Max seakan berlomba lari ke dalam apartemen tempat dilaporkannya Changmin dan Kyuhyun berada. Mereka diikuti segerombolan polisi yang langsung terbagi dua. Satu bagian ikut Luo lewat tangga, satu lagi ikut Max lewat Lift.
Max dan gerombolan yang mengikutinya sampai lebih dulu. Pemandangan yang pertama mereka lihat adalah dua orang security yang terkapar babak belur di lantai. Max meninggalkan dua orang petugas untuk mengurusi security itu. Dia bergegas ke kamar yang dilaporkan, tapi cuma ada sisa-sisa penganiayaan disana. Tidak ada Changmin, tidak ada Kyuhyun, juga penjahat yang dikatakan. Max segera keluar.
"Mereka pasti ke atas!", aba Max ketika melihat Luo sudah bergabung. Dia, Luo dan beberapa polisi kembali ke lift dan menekan tombol lantai paling atas. "Apa yang akan mereka lakukan pada Changmin dan Kyuhyun?", tanyanya dalam perjalanan ke atap.
Luo menggeleng. "Aku tidak akan menebak"
"Mereka berdua punya apa sampai harus dikejar penjahat-penjahat?" Max mendengus. Gerakan tubuhnya menandakan tidak sabar ingin segera sampai atas dan beraksi melawan penjahat-penjahat itu. Beda dengan Luo, dia punya pengalaman lebih banyak. Bisa tenang, tapi otaknya menyusun strategi paling tepat digunakan di situasi yang seperti ini. "Ada berapa orang yang dilaporkan tadi?", tanya Max berpindah ke polisi-polisi di belakangnya.
"Lebih dari lima"
"Menurut laporan, mereka berbadan besar dan terlihat tenang saat memasuki apartemen. Mereka sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini"
"Pembunuh bayaran maksudmu?", tanya Max
Si polisi mengangguk.
Setelah bunyi 'Ting', pintu lift terbuka di lantai paling atas. Mereka harus naik satu lantai lagi dengan tangga.
"Ingat, waspada! Apapun bisa terjadi disituasi seperti ini", kata Luo. "Setelah melewati pintu, dua ikut Max kekanan, dua lagi ikut aku ke kiri!", abanya.
"Siap!"
Luo memimpin rekan-rekannya. Naik lewat tangga curam menuju atap gedung, lalu mendekat ke pintu. Pengaman pintu atap rusak, jadi sudah pasti penjahat-penjahat itu ada diana. Sesuai aba-aba Luo, mereka membagi tim kekanan dan kekiri. Mencoba tidak berisik dan mencari tempat penjahat-penjahat itu berada. Setelah ketemu mereka mendekat tanpa menimbulkan suara lalu menyergap penjahatnya.
Adu tembakan tak terelakkan. Dua polisi tertembak, tapi kesemua penjahat dapat terus bersembunyi. Hingga akhirnya peluru penjahat-penjahat itu habis dan memutuskan berkelahi satu sama lain. Polisi-polisi kwalahan melawan satu penjahat saja. Max untungnya berhasil memenangkan perkelahian dengan seorang penjahat, meski penuh luka lebam, sayatan senjata tajam dan kesusahan berdiri tegak karena kelelahan. Lain polisi-polisi dan Max, Luo malah dengan mudah melumpuhkan dua penjahat yang terlihat paling kekar. Tak ada luka sedikitpun di tubuhnya selain nafas-nafasnya yang memburu karena terlalu keras berkelahi. Menit berikutnya bantuan datang, beberapa polisi lain ikut bergabung dan keempat penjahat berhasil diringkus.
"Kau tidak apa-apa?", tanya Luo yang nafasnya sudah kembali normal.
"Sialan, aku hampir kalah dengan penjahat itu"
"Yang penting penjahatnya berhasil ditangkap dan kau tidak mati" Luo menepuk lengan kanan Max, tapi Max langsung menjerit. "Tergores sedikit saja reaksimu seperti yeoja"
"Tergores kepalamu!", bentak Max. Sudah tahu sayatan pisaunya sampai mengeluarkan darah banyak di lengan, masih tega Luo menepuk bagian itu, mengatainya seperti yeoja pula. "Lain kali aku tak mau berpartner dengamu lagi!"
"Jangan mengeluh terus, bantu aku cari Kyuhyun dan Changmin!"
Mereka mencari kesekeliling atap, tapi tidak ketemu. Polisi-polisi juga ikut mencari sampai sudut terkecil juga tidak mendapatkan hasil, sampai seseorang melongok ke bawah gedung baru mereka menemukannya. Changmin ditemukan di gondola yang digunakan untuk membersihkan kaca gedung. Sepertnya dia dilempar penjahatnya, namun tersangkut disitu. Walau kemungkinan dia mengalami patah tulang, dan mungkin gegar otak juga, tapi dia masih hidup.
"Mana Kyuhyun?"
"Kau sadar atau tidak kalau penjahat barusan cuma ada empat orang?", Max mengangguk. "Kalau laporannya lebih dari lima orang, kemana yang lainnya?"
"Mereka membawa Kyuhyun", tebak Max. "Lewat mana? Menunggu Kita keatap lalu mereka turun?"
"Kemungkinan begitu. Ayo cari mereka sebelum jauh!"
Luo berlari lagi diikuti Max yang belum menyerah walau sudah babak belur. Setelah menghubungi petugas dibawah gedung untuk mewaspadai sekitar, mereka segera meluncur ke bawah. Kebetulan Kibum sudah berada di TKP dan yang menerima pesan barusan adalah polisi di dekatnya, jadi Kibum segera patroli ke segala arah gedung apartemen itu untuk menemukan Kyuhyun dan penjahatnya.
Kibum melihat tiga orang mencurigakan diparkiran mobil. Dua orang diantaranya menyeret sesuatu, orang tampaknya. Karena tidak jelas, dia segera berlari mendekat. Lalu dari jalak pandanganya yang makin dekat, dia melihat tubuh Kyuhyun yang diseret-seret itu. Seseorang membukakan pintu mobil mini van lalu dua lainnya mengangkat dan melempar Kyuhyun ke dalamnya. Kibum geram melihat perlakukan tiga penjahat itu. Dia segera mendatangi ketiganya sebelum mereka meninggalkan parkiran.
Disusul oleh beberapa petugas polisi, Kibum menghadang jalan penjahat. Mereka terlibat adu pukul. Satu roboh, satu bangkit dan berkelahi. Begitu terus hingga seorang penjahat berhasil mencekit Kibum sampai detektif itu menggelepar tak mampu bernafas. Satu polisi berinisiatif mengeluarkan pistol, mengarahkannya pada si penjahat lalu berhasil menembak punggung penjahat yang mencekik Kibum. Penjahat itu meninggalkan Kibum yang masih berusaha bernafas normal, dia mendatangi si polisi ingin membalas, namun sebuah tembakan lagi diluncurkan melubangi dada kiri si penjahat. Penjahat itu ambruk dan tak bergerak lagi. Penjahat lainnya juga berhasil ditangkap dengan bantuan Luo dan Max.
Tujuh penjahat berhasil diatasi, Empat luka ringan, dua luka berat karena tembakan dan satu mati di tempat. Kyuhyun dan Changmin juga telah ditemukan. Kondisi mereka sama sekaratnya seperti saat ditemukan waktu itu.
Banana
"Detektif Kim", panggil seorang suster. "Tuan Cho, sudah sadar", katanya ketika Kibum mengalih pandang padanya.
"O", jawab Kibum terkejut.
"Tuan Cho ingin bertemu dengan Anda. Silakan masuk!"
"Terima kasih!"
Kibum masuk ruangan dimana disana ada Kyuhyun terbaring dengan segala perban di tubuhnya. Hampir persis seperti pertama kali Kibum melihatnya. Sesaat setelah Kibum duduk, suster dan dokter yang baru saja memeriksa Kyuhyun berpamitan sambil membawa seluruh peralatannya keluar.
"Hallo!", sapa Kibum.
"Hallo kepalamu, setelah aku dihajar baru kau menemukanku", marahnya. "Kau benar-benar kekasih tak berguna!"
"Aku berusaha menemukanmu secepatnya, tapi kalah cepat dengan penjahat-penjahat itu"
Jessy sudah bercerita. Sebenanya dia dan Changmin yang menculik Kyuhyun. Tujuannya bukan penculikan, tapi diajak bersembunyi. Mereka bertiga adalah teman, bukan rival berebut kekasih seperti yang diketahui publik selama ini. Menurut cerita Jessy, sekitar dua bulanan ini Kyuhyun sering mendapat surat ancaman untuk segera meninggalkan Korea. Kalau dilihat dari ancamannya jelas bukan dari keluarga Kyuhyun sendiri. Ada pihak lain yang menginginkan dia pergi dari Korea. Awalnya ancaman itu dianggap biasa saja oleh Kyuhyun, namun seiring berjalannya waktu, dia sering diganggu, diteror bahkan akan dibunuh. Puncaknya waktu itu dia ditabrak sampai hampir mati.
Keterlibatan Changmin dan Jessy berawal ketika mereka akan makan malam bertiga. Mereka dihadang oleh beberapa preman yang juga menginginkan kematian Kyuhyun. Bertiga mereka berhasil melawan, bahkan sampai melaporkannya ke polisi. Preman mengaku disuruh tapi tidak tahu siapa yang menyuruhnya. Mereka dipenjara, tapi Kyuhyun, Changmin dan Jessy masih berkeliaran seperti biasa tanpa peduli keselamatan mereka. Lalu Changmin mengalami perampokan, setelah dia mengetahui tempat disembunyikan mobil-mobilnya itu, dia kesana bersama anak buahnya tanpa melapor ke polisi. Nyatanya anak buahnya berhianat, memukuli Changmin sampai dikira telah mati lalu mencuri mobilnya dan berusaha membunuh Kyuhun. Mereka juga mau membunuh Jessy, tapi karena yeoja itu tak pernah menetap disatu tempat, dia selamat sampai saat ini.
"Kau beberapa hari tak sadarkan diri, bagaimana keadaanmu sekarang?", tanya Kibum tidak peka. Sudah tahu Kyuhyun sakit, dia masih tanya.
"Lebih buruk dari yang kemarin-kemarin", jawabnya seperti yang benar-benar dirasakannya sekarang. "Aku tak bisa menggerakkan tanganku, kakiku, badanku dan kepalaku sakit"
"Kata dokter itu efek kau tak bangun lebih dari tiga hari. Nanti kau juga akan kembali normal"
"Sialan", umpatnya. "Apa banyak luka di mukaku?", tanyanya khawatir. Khawatir dia cacat permanen di bagian wajah lalu tidak ada orang yang menyukainya. Itu berita paling buruk.
"Sedikit. Nanti kubelikan Bio Oil untuk menghilangkan bekas lukanya" Kyuhyun mendengus tak terima. Tandanya dia kemungkinan akan berubah jelek setelah ini. "Jangan khawatir begitu. Luo bilang kau masih tetap tampan walau penuh luka di mukamu"
"Kalau menurutmu?"
Kibum menggaruk pipinya. "Ya, sama", jawabnya tak mau cari alternatif jawaban lain.
"Ya sudahlah. Kalau kekasihku sendiri tidak yakin, berarti aku memang akan jadi jelek", kata Kyuhyun pasrah. "Aku punya banyak uang, aku akan operasi plastik nanti"
"Tidak perlu", tolak Kibum. "Aku tidak bohong, kau masih tampan seperti kemarin-kemarin" Kyuhyun tidak percaya. "Lagipula entah kau tampan atau jelek, aku menerimamu apa adanya. Untuk apa operasi plastik", kata Kibum mengungkapkan posisinya sebagai kekasih. " Aku serius kali ini"
Kyuhyun mengiyakan saja.
"Bagaimana keadaan Changmin?"
"Dia belum sadar"
Kyuhyun berdehem mengerti.
"Bagaimana keadaan Jessy?"
"Dia baik"
Kyuhyun berdehem lagi.
"Bagaimana penjahat-penjahatnya?"
"Kau sendiri sedang sakit, tak perlu tanya keadaan orang lain", bujuk Kibum. "Istirahat saja yang banyak!"
Kyuhyun masih menanggapi dengan deheman. "Aku baru bangun, kau tak memberiku ciuman selamat sadar dari sekarat?" Kyuhyun mau melucu rupanya.
"Akan kuberikan, tapi dengan satu syarat. Setelah ini kau jangan hilang lagi. Kalau kau jauh-jauh dariku, aku susah mengjagaimu. Paham!"
"Tak usah banyak bicara, cium saja aku!"
Kibum berdiri, menempel ke ranjang Kyuhyun lalu menundukkan badannya. Menyejajarkan kepalanya dengan kepala Kyuhyun, dan menempatkan posisi bibir mereka atas bawah.
"Aku merindukanmu, kau tahu!", kata Kibum sebelum menyatukan bibir-bibir mereka.
Kibum melingkarkan tangannya ke badan Kyuhyun. Tidak benar-benar mengeratkan pelukannya, tapi sekedar memeluk ringan. Bibir mereka yang menyatu dengan erat. Satu sama lain menyesap, melumat dan menghisap. Kibum meraup bibir Kyuhyun, hampir memasukkan lidah ke mulut kekasihnya kalau saja sebuah deheman tidak menghentikannya.
"Sebaiknya kalian berhenti sebelum Letnan Kim masuk kesini!", itu suara Chang yang seketika membuat Kibum menjauh dari Kyuhyun. Setelah berita darinya soal kedatangan Jendral Kim yang dipercepat itu tidak benar, dia diancam skors seminggu oleh Letnan Kim. Namun karena Chang telah berhasil menangkap orang-orang yang telah menghajar Changmin dan menabrak Kyuhyun, hukumannya dihapuskan namun tetap dapat marah dari Letnan Kim dan hampir seluruh anggota kepolisian. "Kita akan introgasi cepat, setengah jam saja. Setelah itu kau boleh melanjutkan yang tadi", kata Chang langsung mengambil tempat di sofa.
Kibum menurut dengan kembali duduk di kursinya.
"Kibum, biasanya orang yang baru sadar, tubuhnya tidak berfungsi dengan baik. Jadi kusarankan jangan tiduri dia sekarang, kau tak akan dapat sensasi enaknya!", saran Chang sambil menggeleng-geleng. "Percaya padaku, aku pernah merasakannya!"
Seandainya Kyuhyun itu sehat, dia pasti sudah menyumpalkan selimut rumah sakit ke mulut detektif itu. Chang beruntung kali ini
To be continue
see you soon!
