.
Rumor Chapter 6
0o0-0o0
Hyukjae memandang wajah Donghae. Tak pernah Hyukjae membayangkan bahwa ia akan berciuman dengan seorang Lee Donghae, sumber sakit kepalanya. Kalau saja ini bukan latihan akting, Hyukjae memilih untuk kabur, pulang ke apartemen nyamannya dan tidur.
"Apa yang harus kulakukan? Bersikap manis padanya? NO WAY! Itu hanya akan membuatnya bertambah mesum! Lihat, lihat dia memasang ekspresi apa itu? Huh! Berpura-pura lembut padahal kelakuan set…". Hyukjae berhenti bermonolog dalam hati saat Donghae mengambil langkah maju mendekatinya. "…aaan!…Apa yang harus kulakukan…apa…apa…" Hyukjae panik.
"Siwon…siwonie, aku akan membayangkan wajah tampan Siwonku, Siwo…" Hyukjae kembali berhenti bermonolog saat Donghae berdiri dekat dengannya dan menaruh kedua tangan di pinggangnya. Hyukjae menahan nafas. Dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat bagaimana pandangan mata aktor tampan itu mengejar ke mana pun orb matanya bergerak.
Deg
Hyukjae bisa merasa jantungnya berdebar sedikit lebih cepat saat Donghae mendorong tubuhnya berjalan ke belakang secara perlahan.
Deg
Deg
Hyukjae yakin jantungnya berdetak lebih cepat lagi saat punggungnya menempel di dinding studio bersamaan dengan tubuh Donghae yang merapat padanya.
Deg
Deg
Deg
Deg
Deg
Sungguh, Hyukjae harus menguatkan diri untuk tetap menatap balik pada Donghae yang tak bergeming memancarkan kelembutan dari sorotan matanya. Hyukjae masih ingat, sorot mata itu sama seperti sorot mata Donghae saat pertama kali mereka bertemu pandang di lift KBS sebelum aktor tampan itu menyunggingkan senyuman menyebalkannya. Bagi Hyukjae, Donghae yang sekarang ini memabukkan. Bukan Donghae yang tengil, yang mesum, yang tak sopan berimajinasi memaguti bibirnya dan memerahkan kulit lehernya yang seputih susu.
Hyukjae menanti. Mengantisipasi apa yang akan dilakukan Donghae selanjutnya. Tapi semenit, dua menit berlalu…Donghae masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menciumnya. Malah, tatapan Donghae semakin membuatnya sesak.
"Haruskah aku berinisiatif?" batin Hyukjae.
Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Hyukjae memutuskan untuk meletakkan tangannya di dada Donghae, mengelus perlahan di sana sebelum mencengkeram ujung kemeja Donghae. Wajah Hyukjae memerah. Walau hanya sekilas, ia dapat merasakan betapa bidang dada Donghae. Dada itu, Hyukjae yakini mampu menentramkan kepala yang penat hanya dengan bersandar di sana.
Inisiatif Hyukjae membuahkan hasil, kini Donghae mengelus pelan pingganggnya lalu melingkarkan tangannya di sana, membuat tubuh mereka semakin rapat. Tapi, sampai di situ saja gerakan anak Lee Hyori itu. Donghae masih menatapnya lembut, belum juga menciumnya, membuat Hyukjae kegerahan.
Hyukjae tak tahan dengan tatapan Donghae yang dalam itu sehingga ia memutuskan untuk berinisiatif lagi. Kali ini Hyukjae menggerakkan tangannya untuk mengelus pipi Donghae secara perlahan, namun diluar dugaannya, mata Donghae jadi berkaca-kaca dan setetes air mata jatuh membasahi tangannya.
Hyukjae terkejut.
"D-Donghae?" ucap Hyukjae lembut. Tapi Seakan karena mendengar suara Hyukjae yang lembut, air mata Donghae mengalir semakin deras. "Ssstt" bisik Hyukjae yang panik.
Hyukjae mengelus dan mengusap pipi Donghae lagi, lalu mencondongkan wajahnya untuk mengecup pipi yang basah itu. Tindakan Hyukjae tersebut membuat Donghae menutup mata sesaat sebelum membukanya kembali.
Hyukjae mengamati bola mata Donghae, sungguh ia tak mengerti, mengapa ada sorot kesedihan di sana.
Hyukjae mendapati air mata Donghae menetes lagi.
"Ssstt. Aku…di sini" bisik Hyukjae pelan sebelum ia mengecup bibir Donghae dengan lembut. Hyukjae tak tau apa yang harus dikatakannya. Hanya itu yang terlintas di benaknya.
Setelah mengecup bibir Donghae, Hyukjae tak berhenti. Hyukjae juga mengusapkan bibirnya berlawanan dengan bibir Donghae lalu menghisap bibir tipis aktor tampan itu perlahan dan berulang kali. Satu yang ingin Hyukjae sampaikan pada Donghae yakni apapun alasan dibalik air matanya itu, semua akan baik-baik saja.
Hyukjae terus memagut lembut bibir Donghae sampai akhirnya Donghae membalas ciumannya. Hyukjae senang, itu berarti tindakannya berhasil menghibur aktor tampan tersebut.
Bibir Hyukjae dan Donghae saling melumat, tak ada gerakan tergesa-gesa di sana. Keduanya menikmati sensasi yang muncul dari gesekan bibir mereka juga aura kelembutan yang terpancar.
Namun lama kelamaan ketika sensasi itu tak lagi cukup, tangan-tangan mereka mulai bergerak. Tangan kuat Donghae dengan sigap mengangkat tubuh Hyukjae, membuat kaki sang model mengangkang dan melingkar di pinggangnya. Sementara itu, satu tangan Hyukjae melingkar di leher Donghae dan tangannya yang bergerak bebas meraih rambut Donghae lalu menariknya.
Donghae dan Hyukjae memperdalam ciuman, berusaha saling mendominasi dengan pagutan bibir yang semakin bergairah dan liar.
Donghae menggigit pelan bibir Hyukjae membuat Hyukjae membuka mulutnya karena terkejut. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Donghae. Aktor tampan itu menggelincirkan lidahnya ke dalam mulut Hyukjae dan mengeksplor setiap bagian rongga mulutnya.
Hyukjae mendesah pelan. Ia sudah kalah dari pertarungan mendominasi. Bagaimanapun ia mencoba, bibir Donghae sangat lincah, gerakan lidahnya maut. Hyukjae kewalahan, Hyukjae terengah-engah mengimbang ciuman Donghae. Dan seperti tak ada ampun, aktor tampan itu mencumbunya sampai ia benar-benar kekurangan oksigen.
"HHa…Hhha…ha…" nafas pendek Hyukjae ketika akhirnya Donghae melepaskan ciuman mereka.
Ketika Hyukjae bersusah payah memasukkan udara ke dalam paru-parunya, Donghae tak butuh usaha lebih. Aktor tampan itu hanya berdiri di sana, mendongakkan kepalanya untuk menatap Hyukjae.
Donghae melihat, ada semburat merah di pipi Hyukjae. Mulut Hyukjae terbuka sedikit dengan bibir yang menebal dan semakin merah karena ulahnya. Sungguh, pemandangan yang indah dan menggairahkan.
"Terima kasih, Sa-ya-ng," ucap Donghae pelan sebelum menyeringai.
"Huh?" Hyukjae mengedip-ngedipkan matanya.
Donghae terkekeh.
"Aku tak keberatan jika melanjutkan ini di apartemenku. Sa-ya-ng" kata Donghae sambil tersenyum dan memberi penekanan pada kata terakhir.
Mendengar panggilan sayang itu, Hyukjae terbangun dari alam bawah sadarnya. Mendadak, Ia jadi ingat apa yang baru saja mereka lakukan.
"Siaaaal!" batin Hyukjae.
Mukanya merah padam. Ingin rasanya ia menguburkan diri hidup-hidup. Sungguh ia tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah Kibum dan para siswa yang kini memandang mereka dengan mulut terbuka.
Hyukjae memilih menyembunyikan wajah merahnya itu di pundak Donghae.
"Hehehe. Aww… tak perlu malu, sa-ya-ng," bisik Donghae lagi.
"Dasar manipulator!" umpat Hyukjae pelan hanya untuk didengar mereka berdua.
Donghae tertawa pelan. "Terima kasih. Aku jadi bangga," timpal Donghae.
"Aku tidak sedang memujimu!" kata Hyukjae geram.
"Kau sangat murah hati sayang…" sahut Donghae dengan nada berbisik.
"Arrgghhh!" Hyukjae benar-benar tak tahu lagi bagaimana harus berkomunikasi dengan Donghae.
"C-cut!" akhirnya aba-aba itu terdengar juga dan dengan cepat Hyukjae turun dari gendongan Donghae lalu mengambil posisi berdiri dua meter jauhnya dari aktor tampan itu. Sementara Donghae?
Oh, dia tersenyum lebar dengan wajah berseri-seri yang kontras sekali dengan ekspresi sedih yang tadi dikeluarkannya untuk mempengaruhi perasaan Hyukjae.
Dia, Lee Donghae, sukses besar.
0o0-0o0
"Wow. Itu tadi wow sekali. Aku sampai tak berkedip dan menahan nafas waktu Lee Donghae dan Hyukjae berciuman. Ya ampun, hatiku juga sampai berdebar. Tapi, apa menurutmu mereka berakting?" tanya seorang siswa pada temannya.
"Akting atau tidak, jika Lee Donghae menciumku seperti itu, aku akan meleleh! AAhhh…ciuman mereka membuatku panas," timpal sang teman.
Kedua bersahabat itu sedang berjalan meninggalkan studio Kibum seperti siswa-siswa lainnya. Segala latihan dan jadwal kegiatan di studio Kibum hari itu telah usai.
"Chanyeol, apa kau melihat Hyukjae?" tanya Onew pada rekan kerjanya itu sambil mengamati pintu utama studio Kibum di mana banyak siswa sedang berhamburan keluar.
"…" Chanyeol tak menjawab pertanyaan Onew.
Merasa lama tak mendapatkan jawaban dari Chanyeol, Onew menolehkan kepala untuk melihat apa yang dilakukan pria jangkung itu.
Di sampingnya, Chanyeol sedang menggunakan teropong dan fokus mengamati studio Kim Kibum tapi dengan bibir yang tersungging senyuman bahkan rekannya itu cekikian walau Onew yakin tidak ada hal yang menarik maupun lucu.
Penasaran, Onew mengikuti ke mana fokus teropong Chanyeol.
"Huh? Kau…menyukai Do Kyungsoo?" Onew berasumsi.
Chanyeol terkejut. Ia menurunkan teropongnya dan berpaling ke arah Onew. "M-mengapa kau sebut nama itu?" kata Chanyeol tergagap.
"Mukamu…merah," komentar Onew yang mampu menangkap perubahan warna kulit di wajah rekannya itu walau dalam penerangan yang kurang.
"L-Lee Donghae! Lee Hyukjae! Semangat bertugas! Go Dispatch!" pekik Chanyeol tiba-tiba.
PLAAK! Onew memukul kepala Chanyeol.
"Yah! Aku tahu kita sedang bertugas. Tak perlu berteriak!" desis Onew. Chanyeol memegangi kepalanya dan mengaduh. Keduanya kembali mengangkat teropong untuk mengamati suasana.
"Chanyeol…" panggil Onew.
"Hum?" sahut Chanyeol.
"Do Kyungsoo itu menarik dari segi apanya? Pantatnya kurang berisi" kata Onew.
Mendengar itu, Chanyeol mengambil paha ayam yang ada di dashboard mobil lalu menjejalkannya ke mulut Onew.
Sementara itu, masih di dalam studio, Hyukjae dan Donghae sedang berbincang dengan Kibum. Tutor muda itu berterima kasih pada Donghae karena sudah bersedia menjadi tamu dadakan di kelasnya. Bagi Kibum, kehadiran Donghae sudah membuat para siswa termotivasi. Kibum juga memuji adegan ciuman antara Donghae dan Hyukjae terlebih lagi tutor muda itu mengaku senang saat Donghae mau memberi penjelasan tentang adegan ciuman mereka.
Menurut Donghae, meluapkan perasaan cinta dengan ciuman tidak harus selalu melalui wajah yang berser-serii tapi juga bisa dengan raut wajah sedih karena cinta itu bisa jadi merupakan rasa yang terpendam dan lama tak terungkapkan yang kemudian meledak disuatu waktu.
Kibum senang, teramat senang hingga ia memutuskan untuk memberi nilai terbaik pada Hyukjae di kelas itu dan bahkan menyebutkan bahwa Hyukjae tak perlu ikut ujiannya. Tindakan Kibum itu tentu saja disambut bahagia oleh Hyukjae karena artinya ia tak perlu repot memikirkan adegan apa yang harus ditampilkannya saat ujian nanti. Tapi ketika Hyukjae mengingat itu dibayar dengan pagutan Donghae di bibirnya, wajah Hyukjae kembali masam.
Setelah cukup berbasa-basi, Donghae dan Hyukjae akhirnya pamit pada Kibum. Hyukjae membungkuk pada tutor muda itu sebelum beranjak pergi diikuti oleh Donghae.
Hyukjae berjalan cepat, ia tak mau berkomunikasi dengan Donghae. Hyukjae masih kesal setengah mati pada aktor tampan tersebut. "Dasar manipulator! Mesum!" batin Hyukjae.
Sebenarnya model berambut blonde itu punya dua alasan merasa kesal. Pertama, Hyukjae benar-benar kesal pada Donghae karena telah mengambil kesempatan menciumnya begitu dalam dengan memainkan perasaan simpatinya. Kedua, Hyukjae kesal pada dirinya sendiri karena ia lupa bahwa Donghae adalah seorang aktor, salah satu aktor terbaik Korea.
"Sial! Siaaaal!" Hyukjae mengutuk dalam hati.
"Kalau kau berjalan secepat itu, kau bisa tersandung," komentar Donghae yang mengikuti Hyukjae dari belakang.
Hyukjae tak menjawab. Ia terus berjalan dan tak menghiraukan Donghae.
Donghae tersenyum, tindakan Hyukjae tak pernah gagal membuatnya terhibur.
Donghae memandangi punggung Hyukjae lalu pandangan matanya turun perlahan ke pinggang model manis itu.
"Hmm…apa dia sungguh seorang pria?" batin Donghae. Mata aktor tampan itu kemudian bergerak turun lagi hingga ke area bokong Hyukjae. Donghae bersiul.
Secara kilat, siulan itu sukses membuat Hyukjae berhenti berjalan dan berbalik ke arahnya.
Oh oh. Tatapannya sungguh galak.
Donghae berhenti melangkahkan kakinya lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, mukanya memasang raut tampa dosa.
Setelah menatap galak Donghae selama beberapa detik, Hyukjae membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan cepat.
Donghae terkekeh lalu mengikuti Hyukjae lagi.
"Sa-ya…ng" panggil Donghae pada Hyukjae. Hyukjae tak menyahut.
"Sa-ya…ng…" panggil Donghae lagi.
"Lee Hyukjae!" sahut Hyukjae ketus sambil tetap berjalan cepat membuat Donghae tersenyum.
"Sa-ya…ng…" goda Donghae.
"Hyukjae!" sahut model manis itu, masih dengan nada ketus.
"Sa-"
Ucapan Donghae terpotong karena Hyukjae tiba-tiba membalikkan badan dan meneriakkan namanya.
"Lee Hyukjae! Namaku Lee Hyukjae!"
Dada Hyukjae naik turun, tatapannya masih galak, matanya berkaca-kaca dan merah begitupun dengan pipinya. Mungkin karena menahan amarah yang meluap-luap.
"Hmm, jadi Hyukjae akan menangis jika ia marah?" batin Donghae.
Melihat Donghae hanya diam dan menatapnya, Hyukjae mengumpat, "Idiot!" lalu membalikkan badan dan terus berjalan lagi menelusuri koridor studio Kibum.
Donghae mengikuti. Di wajahnya tersungging senyuman.
"S-Stroberi…" kata Donghae.
ASDFSJHDSGDFGHJK!
Hyukjae ingin melempar Donghae ke hutan Amazon agar menjadi santapan para hewan buas.
"Stroberi…" kata Donghae lagi.
Hyukjae acuh, tangannya kini memencet tombol lift yang langsung terbuka dan segera masuk ke dalamnya. Donghae mengikuti. Pintu lift tertutup, hanya mereka berdua saja di lift tersebut. Tangan Hyukjae terlipat di dada, pandangannya ke arah layar yang menunjukkan nomor lantai. Betapa Hyukjae sangat bersyukur, karena studio Kibum hanya terdiri dari 7 lantai saja dan mereka sedang di lantai 3.
Donghae yang berdiri di sebelah Hyukjae, memanggil lagi.
"Stroberi…" Badan aktor tampan itu condong ke depan agar bisa melihat wajah Hyukjae. Tangannya melambai-lambai di hadapan Hyukjae.
Hyukjae tak bergeming.
Ding
Pintu lift terbuka. Hyukjae melangkah cepat keluar dengan Donghae yang masih setia mengekor sampai di parkiran mobil, di mana Audi Hyukjae terparkir.
"Stroberi…" panggil Donghae lagi namun Hyukjae masih tetap cuek. Hyukjae justru membuka kuncian mobilnya dan buru-buru masuk ke dalam. Namun, belum sempat Hyukjae mengunci mobilnya, salah satu pintu terbuka dan ia mendapati Donghae duduk di sebelah kursi kendali.
"Apa yang kau lakukan, Lee Donghae ssi?!" kata Hyukjae.
"Aku rindu mobil ini. Tak kusangka kau memilikinya sekarang," kata Donghae sambil melihat ke arah belakang. "Woaa…rapi sekali, wangi lagi. Aku selalu punya banyak barang di situ," komentar Donghae takjub.
Hyukjae menghela nafas. "Sabar…sabar…"
"Lee Donghae ssi…sepertinya kita butuh bicara" kata Hyukjae serius.
"Oh. Oke. Tetang apa?" tanya Donghae. Pria tampan itu menatap Hyukjae. Tangannya menyilang di dada, siap mendengarkan.
Hyukjae mengambil nafas panjang lagi sebelum berbicara.
"Dengar, aku…aku benar-benar tak ingin punya skandal denganmu. Bisakah kau tak memperparah rumor kita? Maksudku, kau…tolonglah membuat klarifikasi tentang semuanya. Tentang kita, tentang benda-benda sama itu, tentang mobil ini, tentang…tentang ciuman itu. Jika aku boleh melakukan konfirmasi aku akan melakukannya, sungguh! Dan…dan…aku pikir sebaiknya kita berpura-pura tak saling kenal, eh, tidak. Memang kita tak saling mengenal. Jadi, berhentilah berbicara padaku. Berhenti bersikap bahwa aku ini…kekasihmu. Aku yakin, masih banyak orang yang bersedia bermain-main denganmu. Kau akan membuat mereka senang," kata Hyukjae. Ia menggigit bibir bawahnya, berharap Donghae mau mengerti. Hyukjae juga melihat ke dalam bola mata Donghae dan memberi aktor tampan itu tatapan memelas.
"Kau mau ini semua berakhir?" tanya Donghae pelan dengan nada yang Hyukjae tangkap menyiratkan kekecewaan.
Hyukjae mengangguk.
Donghae mengubah posisi duduknya agar lebih nyaman. Ia kini menyandarkan punggungnya ke kursi dan menatap ke depan, melihat pelataran parkir yang kosong. Ekspresinya terlihat sedih.
Di saat seperti ini, Hyukjae benar-benar ingin tahu apa yang ada dalam pikiran Donghae.
"Apakah kata-kataku terlalu kasar?" batin Hyukjae. "Kalau seperti ini, ia seperti orang yang kesepian," batin Hyukjae lagi. "Eh tidak-tidak. Jangan terlarut suasana Hyukjae! Lee Donghae itu seorang manipulator ulung". Hyukjae menggeleng-gelengkan kepalanya. "Y-yah! Lee Donghae ssi! Jangan pasang ekspresi itu lagi. Aku takkan terjebak kali ini!" kata Hyukjae.
Donghae menoleh ke arah Hyukjae lalu tertawa. "Kau tak terjebak?" tanya Donghae.
"Kau! Ck, Lee Donghae ssi, tolong seriuslah! Aku tak punya waktu untuk menghiburmu!" bentak Hyukjae karena kesal.
Donghae tersenyum. "Aku tidak mau klarifikasi ah, repot," kata Donghae.
"A-apa?" sahut Hyukjae. "Apanya yang repot? Kau tinggal meminta pihak agensi untuk melakukan klarifikasi dan…dan berakting seolah kita tak pernah berkomunikasi. Kita...tidak saling kenal! Apa susahnya?"
"Pokoknya tidak mau. Kalau kau merasa terganggu dengan rumor ini, kau saja yang klarifikasi," ujar Donghae santai.
"Aku sudah bilang, aku tak bisa. Agensi melarangku!" Hyukjae mulai frustrasi.
"Nah itu! Mereka melarangmu mengklarifikasi agar kau mendapat keuntungan dari kondisi ini. Lalu kenapa harus aku yang repot?" tanya Donghae.
Hyukjae membuka mulutnya tapi tak ada sepatah katapun yang keluar.
"Lalu, semua rumor juga bukan aku yang mulai. Ini dunia hiburan, hal seperti ini kadang sengaja dibentuk agar beberapa pihak mendapat keuntungan. Hal yang benar-benar kebetulan adalah benda-benda serupa milik kita itu, juga mobil ini. Mana aku tahu kita punya selera yang sama? Apa ini salahku?" kata Donghae.
Hyukjae megap-megap, tak tahu harus berkata apa. Semua yang di katakan Donghae ada benarnya.
"Tapi…tapi…kau sengaja membuat rumor ini semakin besar. Kau menggandeng tanganku waktu kita di KBS. Kau juga mencari kesempatan menciumku!" kata Hyukjae.
Donghae menyeringai.
"Habisnya wajahmu imut sekali waktu memerah, menggemaskan," kata Donghae.
"LEE DONGHAE SSI!" pekik frustrasi Hyukjae.
"Tapi kau mendapat keuntungankan, Kibum hyung bilang kau lulus ujian kelas itu. Dapat nilai terbaik lagi," imbuh Donghae.
Hyukjae merasa kepalanya sakit. Ia merebahkan kepalanya ke kemudi mobil. "Ya Tu..Han...susah sekali berkomunikasi dengan pria ini," batin Hyukjae.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Donghae.
Hyukjae berbalik ke arah Donghae. "Aku tidak baik-baik saja! Apa kau tidak lihat? Ini semua kare…"
CUP
Kecupan Donghae mendarat di bibir Hyukjae.
"Goodnight, fighting sa-ya-ng," Hyukjae mendengar Donghae berkata pelan sebelum aktor tampan itu buru-buru keluar dari mobilnya, melarikan diri menyelamatkan nyawanya yang hanya satu.
"LEE DONGHAE!" teriak Hyukjae. Ia mengusap-usap bibirnya dengan punggung tangannya.
"Brengsek! Mesum! Dasar mesum!" umpat Hyukjae. Kakinya menendang-nendang dengan kesal. Matanya berkaca-kaca. Tak pernah Hyukjae menemui orang seperti Donghae. Sungguh.
"Aiiiisssh!" desis Hyukjae.
0o0-0o0
Malam semakin larut. Kantor Dispatch justru makin sibuk. Mereka mendapat update laporan terbaru dari Tim Ghost.
Jessica Jung bertepuk tangan senang.
"Haruskah aku merilis ini sekarang?" kata Jessica Jung dengan wajah sumringah.
0o0-0o0
"Aku pulang…" kata Hyukjae ketika memasuki apartemennya. Tak ada suara sahutan. Hyukjae tahu, ia sendiri. Hyukjae menghela nafas. Setelah melepas sepatu, Hyukjae berjalan ke dapur, ke kamar mandi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Siwon.
Hyukjae membuka kamarnya, kosong.
"Masih marah ya?" Hyukjae cemberut.
Duduk di ranjangnya, tangan Hyukjae menutul layar ponsel. "Jangan marah lagi Siwonie, (emoticon hati, emoticon bibir) I love you," tulis Hyukjae di pesan singkat untuk kekasihnya itu.
Hyukjae meletakkan ponsel ke ranjang lalu bergegas ke kamar mandi untuk bebersih diri. Setelah mandi, Hyukjae mengecek ponselnya tapi masih tak ada jawaban dari Siwon. Hyukjae cemberut lagi.
Hyukjae berjalan ke arah di mana samsak tinjunya berada. Namun jangan salah, Hyukjae tak pernah memakai benda itu sebagai alat olahraganya. Tidak pernah. Hyukjae membeli alat itu hanya karena samsak tinju cukup besar untuk di peluk.
Hyukjae masih ingat saat pertama kali membeli alat itu, Heechul memarahinya habis-habisan.
"Lee Hyukjae! Untuk apa kau membeli alat itu! Kau tahu kau adalah seorang model androgini. Ototmu tak boleh terbentuk terlalu sempurna! Apa kau mengerti? Kemarikan benda itu, aku akan membuangnya!" kata Heechul.
Tapi Hyukjae menolak membuang benda itu. Hyukjae mempertahankannya dan berjanji tak kan pernah menggunakannya.
Hyukjae lalu memasang foto Siwon di samsak tinju itu ketika mereka mulai pacaran. Sebagai pengusaha muda, Siwon seringkali bepergian. Sehingga ketika rasa kangen sedang merasukinya, Hyukjae memeluk samsak itu seperti sedang memeluk Siwon.
Heechul tak curiga dengan foto Siwon di samsak tinjunya karena Hyukjae beralasan sangat menyukai Siwon yang merupakan contoh figur generasi muda. Selain itu, Hyukjae juga punya foto besar Cho Kyuhyun bukan? Jadinya, Siwon dan Hyukjae tampak normal, hanya sebatas kekaguman di mata sang manajer.
Hyukjae memeluk samsak tinjunya sambil mengamati foto tampan Siwon. "Jangan marah lagi…Please. Aku merindukanmu," kata Hyukjae.
Di kediaman Lee,
"Apa ayah dan ibu sudah tidur?" tanya Donghae pada pelayan di rumah orangtuanya.
"Belum Tuan Muda, mereka masih berbincang-bincang di teras belakang," jawab sang pelayan.
Donghae mengangguk dan berjalan menuju tempat di mana orangtuanya selalu menghabiskan waktu untuk bercengkrama itu.
"Ibu, ayah" sapa Donghae yang lalu menciumi pipi keduanya.
"Kau datang? Tumben…" tanya Lee Hyori. Lee Sooman pun mengerutkan alis. Memang tak biasanya Donghae pulang ke rumah mereka. Sudah sejak lama, Donghae tinggal sendiri di apartemennya.
Donghae duduk berhadapan dengan ibunya, lalu tersenyum penuh arti pada wanita paruh baya itu.
Lee Hyori balas tersenyum.
Lee Sooman makin mengerenyitkan kening.
"Apa?" tanya Lee Hyori tenang pada Donghae.
"Jangan berpura-pura tidak tahu bu," kata Donghae.
"Ibu tak punya indra keenam untuk mengetahui isi pikiranmu, Donghae," timpal Hyori.
Donghae terkekeh dan mengangguk kecil. "Lalu kepada siapa aku harus bertanya tentang apa yang kutemukan di studio Kim Kibum?" tanya Donghae.
"Aaa…" sahut Hyori yang kini tersenyum lebar. "Kau datang karena itu?" imbuh Hyori.
Donghae tersenyum dan menanti penjelasan sang ibu.
"Belakangan ini, aku pikir Kim Kibum bekerja dengan keras untuk meningkatkan kemampuan akting anak didiknya. Aku hanya memberinya dukungan kecil," kilah Hyori, ia tahu betul maksud anaknya itu.
"Ehhm, kau sangat perhatian bu," ujar Donghae dengan nada menyindir membuat Hyori terkekeh.
Donghae tersenyum pernuh arti lagi, Hyori membalas dengan senyuman yang sama penuh artinya.
"Ehem! Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Aku seperti orang ketika yang tak mengerti apapun. Kalian berdua, hal bodoh apa yang kalian rencanakan, hum?" tanya Lee Sooman yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik anak dan istrinya itu.
Donghae menoleh ke ayahnya. Tersenyum. "Tidak ada ayah, aku hanya kangen pada ibu. Iya kan bu?" kata Donghae.
Hyori menyeruput tehnya. "Hmmm…mungkin," sahut Hyori.
Donghae menggelengkan kepalanya lalu tertawa kecil.
"Ck. Kalian pikir cuma kalian yang bisa bermain rahasia? Donghae, tiga hari lagi kau mengisi jumpa pers. Sekretarisku akan memberimu materinya nanti," kata Lee Sooman yang kesal. Pria paruh baya itu kemudian bangkit dari kursinya, meninggalkan istri dan anaknya yang kini sedang menertawainya.
"Anak dan istri sama saja. Haduuh…" batin Lee Sooman. Untung kelakuan Leeteuk tidak seperti itu.
Lee Sooman geleng-geleng kepala. Ia tahu betul watak Donghae dan Hyori. Jika mereka berkelakuan seperti itu, pasti telah terjadi sesuatu atau mereka sedang merencanakan sesuatu.
"Semoga saja itu tidak menimbulkan hal buruk," harap Lee Sooman.
0o0-0o0
Hyukjae mengecek paspornya di dalam tas sambil menunggu kopernya keluar dari bagasi pesawat. Model manis itu baru tiba di Incheon setelah 2 hari berada di Jepang untuk syuting iklan sebuah produk kecantikan dan merk pakaian ternama di sana.
Walau lelah, wajah Hyukjae tetap segar, mungkin karena selama dua hari belakangan tak ada pemberitaan apapun tentang rumornya dengan Lee Donghae. Hubungannya dengan Siwon juga membaik. Kekasihnya itu bahkan menyempatkan diri terbang ke Jepang untuk menemuinya. Tak ada lagi yang lebih membahagiakan bagi Hyukjae selain bisa berkencan dengan Siwon. Ketika mereka bersama, Siwon pun tak membahas masalah mobil, sepertinya pria tampan itu tak ingin merusak momen kebersamaan mereka.
Hyukjae melirik ke penumpang lain yang juga sedang menunggu barang bawaan mereka. Di antara para penumpang itu, ada Siwon. Pengusaha muda itu menggunakan kaca mata hitam, kemeja putih yang sangat pas di tubuh serta celana jeans gelap. Hyukjae menggigit bibir bawahnya. Menurut Hyukjae, Siwon memakai pakaian sesederhana apapun tetap terlihat keren.
Ugh. Hyukjae ingin sekali berada di dekat Siwon.
"Apa aku membuatmu jatuh cinta lagi?" tulis Siwon di ponselnya. Pesan itu ditujukan untuk Hyukjae.
Hyukjae mengecek ponsel ketika mendapat sinyal adanya pesan baru. Hyukjae tersenyum.
"Apa aku membuat seorang pria tampan tak bisa berpaling?" balas Hyukjae.
Siwon tertawa kecil membaca pesan balasan Hyukjae.
"I love you," tulis Siwon.
"Muuah," balas Hyukjae.
Hyukjae mengambil kopernya yang telah keluar dari bagasi lalu mendorongnya. Ia berjalan melewati Siwon, mereka seperti tak saling mengenal.
"Hyukjae, bukankah itu Choi Siwon?" tanya Heechul. "Gilaaa…tampan sekali. Seksi pula. Astagaaaa," puji Heechul.
Hyukjae cemberut. "Apa yang kau lakukan Hyung? Dia milikku, kau tak boleh meliriknya!" kata Hyukjae sungguh-sungguh.
"Kekeke. Kau hanya memiliki fotonya Hyuk… Haruskah aku menggodanya? Hmm…" kata Heechul.
Mata Hyukjae terbuka lebar. "Hyung! Kau tak boleh menggodanya. Kau dengar itu?!" ujar Hyukjae sedikit panik.
"Nanana…," sahut Heechul. Ia tak ingin mendengar celotehan Hyukjae.
"Hyuuung…" rajuk Hyukjae pada manajernya itu.
Heechul tersenyum. "Mari kita lihat, apa aku dan Choi Siwon berjodoh," kata Heechul.
"A-apa? Hyung, apa yang akan kau lakukan?" kata Hyukjae sambil memegangi lengan manajernya itu.
"Sssst, diam saja," bisik Heechul.
Kini keduanya berhenti melangkah. Badan mereka menghadap punggung Siwon.
"Berbalik, berbalik, berbalik" ucap Heechul seperti memantrai Siwon.
"Apaan sih Hyung?" tanya Hyukjae yang tak mengerti kelakuan Heechul.
"Ck. Apa kau tidak pernah dengar? Kata orang kalau kita memandangi punggung seseorang dan memintanya untuk berbalik lalu orang tersebut benar membalikkan tubuhnya, itu berarti hati kita dekat dengan orang itu bahkan mungkin saja berjodoh," jelas Heechul.
"Apa? Kau tak boleh melakukannya hyung. Tidak!" Hyukjae berusaha membalikkan tubuh Heechul dan menariknya.
"Aduuuh Hyuk, kau ini kenapa sih! Biarkan aku mencoba, memangnya dia siapa mu? Pacar?" kata Heechul.
"IYAAAAAAA. PACAR. CHOI SIWON PACARKU!" pekik Hyukjae dalam hati. Hyukjae cemberut.
Heechul tak ambil pusing, ia kembali melanjutkan tindakannya. "Berbalik, berbalik, berbalik," ucap Heechul berkali-kali tapi Choi Siwon tak juga membalikkan tubuh.
Melihat tak ada reaksi dari Siwon, Hyukjae tersenyum lebar kemudian tertawa, "Hahaha!"
Senang, Hyukjae teramat senang.
"Sudahlah hyung, itu cuma mitos," kata Hyukjae yang kemudian menarik manajernya itu untuk masuk ke dalam van. Setelah ini mereka masih harus bertemu tim Music Bank di KBS yang akan memperkenalkannya dengan aktor Seo Jun. Ya, Hyukjae akan berduet dengannya untuk membawakan acara musik mingguan itu.
"Yah, Hyukjae! Belum…sebentar lagi…yah…lepaskan aku!" kata Heechul sambil memberontak.
0o0-0o0
Donghae membaca materi jumpa pers yang diberikan Sekretaris Shin di dalam mobil. Materi itu tentang proyek SMTown Land.
"Sekretaris Shin, kenapa kita harus mengumumkan ini melalui KBS? Terlebih lagi secara eksklusif di program infotainment mingguan, Sponge?" tanya Donghae.
"Menurut ayahmu ini bagian dari bisnis di dunia entertainment jadi kita harus mempublikasikannya melalui acara itu sekaligus hitung-hitung ini merupakan promosi awal. Selain itu, kita tak hanya akan mengumumkan hal itu saja," jelas Sekretaris Shin.
Donghae terkejut, "Eh?"
Sekretaris Shin tertawa kecil dan mengangguk, "Aku akan mengumumkan hal lain setelah kau memperkenalkan proyek SMTown kepada publik".
"Apa kau sedang bermain rahasia denganku? Itu tentang apa?" tanya Donghae lagi.
"Hehehe, kau akan tahu nanti Donghae ssi," jawab Sekretaris Shin.
"Aisssh," Donghae mendesis karena penasaran. "Apa ini balasan ayah?" batin Donghae.
0o0-0o0
Di lobby KBS, Hyukjae sedang menunggu Heechul yang sedang mengobrol dengan seorang Tim Running Man yang ditemuinya di gedung tersebut.
"Duuh, semoga hyung tak lupa waktu lalu membuat Tim Music Bank dan Seo Jun menunggu," batin Hyukjae.
Manajernya itu memang sedang gencar-gencarnya mengumpulkan pekerjaan untuknya dengan alasan mumpung ia sedang menjadi pusat perhatian.
Hyukjae senang bisa punya banyak aktivitas tapi jika diingat itu karena rumornya dengan Donghae, Hyukjae jadi kesal. "Si idiot itu, semoga aku tak bertemu dengannya lagi," kata Hyukjae.
Tapi baru saja Hyukjae menutup mulutnya, mata Hyukjae menangkap sosok Donghae yang baru masuk ke lobby KBS bersama seorang pria yang Hyukjae yakini orang SM Entertainment.
"Aaaaa…kenapaaa!" batin Hyukjae. Tangannya sibuk meraih sesuatu untuk menutupi mukanya. "Sial…maskerku tertinggal di van!"
Hyukjae melirik ke arah Donghae dan melihat pria itu tersenyum. TERSENYUM.
Hyukjae tak bisa bersembunyi lagi. Keberadaannya sudah diketahui oleh aktor tampan itu. Hyukjae bersiap diri. Ia berencana dalam otaknya, jika Donghae mendekat, ia akan melarikan diri. Hyukjae trauma, tak mau Donghae mencuri ciuman darinya lagi. "Mesum!" umpat Hyukjae.
Hyukjae memperhatikan gerak gerik Donghae, tak ada tanda-tanda bahwa aktor tampan itu akan mendekatinya. Raut wajah Donghae juga serius saat berbincang dengan orang yang bersamanya itu. Mereka kini menuju lift dan menunggu pintu kotak bergerak itu terbuka. Tubuh Donghae memunggungi dirinya.
Hyukjae bernafas lega.
Hyukjae menoleh ke Heechul hanya kemudian harus cemberut. "Sepertinya hyung masih lama," batin Hyukjae. Ia sudah bosan menunggu.
Mata Hyukjae lalu menjelajahi lobby, mencari sesuatu yang menarik perhatiannya. Tapi ia tak menemukan hal menarik, pandangannya pun akhirnya kembali pada punggung Donghae. Entah mengapa Hyukjae jadi tertawa kecil. Hyukjae teringat tingkah Heechul di bandara yang memantrai Siwon untuk berpaling padanya.
"Zaman sekarang ini Hyung masih percaya mitos? Hehehe, hyung…hyung…," kata Hyukjae pelan pada dirinya sendiri.
Tapi tak lama kemudian...
"Apa aku juga perlu mencobanya? Hehehe, ini tak akan ada hasilnya kan? Mitos, hanya mitos," Hyukjae meyakinkan dirinya. Hyukjae berdehem, pandangannya fokus ke punggung Donghae. "Berbalik, b…"
Mata Hyukjae terbuka lebar. Jantungnya berdegup hebat.
Lee Donghae berpaling padanya hanya dengan sekali sebut! Tidak hanya itu, Donghae juga mengerucutkan bibir ke arahnya, "Mmuuah!"
"HAHAHAHA! MITOS!" Hyukjae menghibur diri dalam hati.
Hyukjae memasang tampang galak ke arah Donghae, membuat gerakan seperti sedang menangkap flying kiss Donghae lalu membanting ciuman itu ke lantai. Model manis tersebut kemudian dengan sikap kekanak-kanakan melompat-lompat seakan menginjaki ciuman itu. Setelah itu Hyukjae berjalan ke arah toilet tanpa menoleh lagi ke Donghae yang kini sedang tertawa terpingkal-pingkal membuat bingung Sekretaris Shin.
Heechul melihat modelnya itu berjalan menjauh melewatinya dengan mulut yang berkomat kamit. Kalau Heechul tak salah dengar, Hyukjae bergumam, "Mitos, mitos, mitos, hanya mitos…"
"Hyukjae, kau mau ke mana?" tanya Heechul sedikit keras untuk memanggil modelnya itu.
"Ini semua salahmu hyung! Dasar genit!" teriak Hyukjae.
"Apaaa?! Yah! Hyukjae! Memangnya aku melakukan apa?!" balas Heechul.
Hyukjae memasang tampang cemberut, ia menghentakkan kakinya ke lantai kemudian masuk ke dalam toilet.
"Arrrghh. Kenapa aku harus melihat Lee Donghae di mana-mana! Arrrghh, sungguh! Arrrgh…menyeBALKAAAAAANNN!" teriak Hyukjae di dalam toilet yang untungnya sepi tak ada orang. Jika tidak, entah apa yang akan orang-orang pikirkan tentang model manis itu.
0o0-0o0
Hyukjae sedang berbaring tengkurap di ranjangnya dengan tangan memegangi majalah. Hyukjae bersantai setelah pulang dari KBS. Hyukjae bersyukur, perkenalannya dengan aktor Seo Jun berjalan baik, selain itu tur kecil mereka ke studio "Music Bank" juga tak butuh waktu lama. Hanya 45 menit saja.
Hyukjae merasa tubuhnya lelah. Sebenarnya Hyukjae ingin segera langsung beristirahat sejak di bandara incheon. Tapi apa daya, ia punya jadwal bertemu tim Music Bank. Dalam waktu dekat, ia akan membawakan acara tersebut. Hyukjae sangat bersemangat.
Tangan Hyukjae membalik halaman majalah dan harus mendesis geram setelahnya. Di halaman tersebut ada wajah Donghae sebagai model EllE. Hyukjae membalik halaman majalah lagi namun ia mendapati halaman tersebut masih memajang foto Donghae.
"HAHAHA, ini bercanda! Ck, masa dalam sehari aku harus melihat wajah menyebalkannya itu lebih dari sekali? Aissh!" kata Hyukjae kesal. Ia lalu menutup majalah itu dan meletakkannya di bawah kolong tempat tidur. Bertepatan dengan itu, ponsel Hyukjae berdering. Hyukjae mengangkatnya. Hyukjae hafal betul nada dering khusus yang diaturnya untuk Heechul.
"Hyung?" sapa Hyukjae.
"Hyuk, lihat KBS 2TV sekarang. Eksklusif Sponge!" kata Heechul singkat sebelum memutuskan sambungan.
"Huh?" Hyukjae tak mengerti maksud manajernya itu. Tapi karena penasaran ia melakukan juga apa yang disuruh oleh manajernya itu.
Hyukjae menyalakan TV dan memilih channel yang dimaksud Heechul.
Alis Hyukje mengkerut, di layar TV ia melihat wajah yang menyebalkan itu lagi, Lee Donghae.
"Kenapa hyung ingin aku menonton ini? Apa yang dilakukan Lee Donghae bukan urusanku," kata Hyukjae.
Tapi Hyukjae tak mengganti channel liputan eksklusif itu. Ia menontonnya.
"Ooo, Donghae akan memimpin proyek SMTown Land…"
"Hmm…bekerjasama dengan Sunpark Desain dan Shapiretech"
"Hmmm...APAAAA?!" Hyukjae terkejut, bukankah itu artinya Siwon dan Donghae akan bertemu? "Kenapa Siwon tak pernah membicarakan ini denganku?" Hyukjae bertanya-tanya.
Oh Hyukjae tidak tahu jika keduanya sudah bertemu.
"Ya ampuun… ini bercanda kan?!" kata Hyukjae. Ia tak bisa membayangkan bagaimana interaksi kedua pria itu. Apalagi Hyukjae tahu, Siwon belakangan ini agak sensitif mendengar nama Lee Donghae.
Hyukjae lanjut menonton liputan eksklusif itu. Ia melihat, setelah Donghae selesai mengungkapkan tentang pembangunan SMTown, aktor tampan itu di hujani oleh ratusan kelipan kamera. Donghae tersenyum membuat Hyukjae sempat berpikir bahwa jika saja Donghae tidak menyebalkan, Donghae sebenarnya terlihat sangat tampan. "Ah, tidak-tidak!" Hyukjae menggeleng-gelengkan kepala.
Di layar, kini giliran Sekretaris Shin yang angkat bicara.
"Anda baru saja mendengar tentang SMTown Land, kami benar-benar mengharapkan dukungan dari segala pihak. Semoga proyek ini dapat berhasil dan sukses, karena seperti kita tahu bersama, proyek ini merupakan proyek pertama di Korea. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik.
(Sekeretaris Shin berhenti berkata-kata sejenak)
Sebetulnya, tujuan kami melakukan jumpa pers ini bukan terkait hal itu saja. Ada satu hal lagi yang ingin kami sampaikan.
(Sekretaris Shin berdehem)
Kami SM Entertainment, telah melakukan kesepakatan dengan dua agensi. Dari hasil kesepakatan tersebut kedua agensi ini akan bergabung bersama kami. Dengan demikian para staf juga artis mereka akan berada di bawah naungan manajemen SM Entertainment.
Agensi tersebut adalah Woollim Entertainment dan C&C Entertainment.
…bla…bla…bla…
Donghae memalingkan wajah ke Sekretaris Shin, terkejut.
Hyukjae menjatuhkan remot TV nya.
Siwon yang juga mengikuti liputan tersebut sejak awal dari ruangan kerjanya di Shapiretech mengurut kening dengan kedua tangannya. Helaan nafasnya amat dalam.
Sementara itu Tim Ghost,
"Ini kabar baguskan?" komentar Chanyeol, ada senyuman di bibirnya.
Onew terkekeh.
"Semoga ini mempermudah tugas kita," komentar Yesung. "Lee Donghae, Lee Hyukjae…tunggu saja, ini tak kan lama lagi," imbuh Yesung sambil membersihkan lensa kamera yang digunakannya untuk menguntit.
0o0-0o0
tbc
a/n.
(1). TARAAAAAAAAA. Ini dia chapter 6 sesungguhnya. Hehehehe…Thor keganjenan banget ya pakai teaser-teaseran. Lol. Tapi kenapa jadi bahagia waktu pembaca pada mengumpat suruh cepet update ya? Hahahaha. Baiklah…terima kasih semua atas pernyataan cinta kalian, loh? (abaikan)
(2). Salam kenal dan selamat bergabung dengan Rumor: faridaanggra, Hyunzy Lee1504, Ren, elfishy09, cho w lee 794, wildapolaris, Evifishy, NKpark, fine, zaa jewelfish, OhLu BalBal, SapphirePetalsCherry, ahahyuk, guixianstan, Kim hyunra, lvoeparsdise, ressalini, hyukmyboo, SSungMine, koukei8696, putri tirta 75, FishyMonkey, HunHan-Fever, TiasPrahastiwi, ukeHyuk line, aulia wahidah, raehyuk98, 25jewels, jihyuk44, senavensta dan para Guest (guest…guest…kok ga nyebut nama sih T_T, hueeee)
(3). Haduh…setiap kali pembaca sangat bersemangat, Thor jadi kesulitan nulis. Takut mengecewakan. Semoga Rumor chapter 6 ini juga sukses menghibur… ^^
(4). Eh, Thor baru nyadar kalau beberapa author di site ini juga pembaca Rumor. Wuiiih…GR banget deh jadinya. Kyaaaaaaa… Bahagia. *Bow* buat sunbae-sunbae.
(5). Thor terkejut juga waktu tahu faridaanggra nulis kalau ada yang merekomendasikan Rumor di medsos. HEEELLLL. Siapa tuh? TERIMA KASIH SANGAT! I LOVE YOUUUUU!
(6). Izmajukir, kartikawaii, terima kasih masukannya. Mmuuah.
(7). haeveunka, buseeeet! Dirimu sadis. Thor timpukin stroberi baru tau rasa!
(8). Hahaha, Wonhyuk belum putus-putus tuh. Ada yang tertipu teaser? Kekeke. Btw Rumor tidak ada kode hurtnya loh. Jadi…emm…em…pihak-pihak yang tersakiti aman kali ya…sakit sih...dikit...Hohoho (y)
PS: Ayoo dukung terus Rumor ya… Semua Review Thor baca kok, sampai tertawa guling-guling malah. Ya ampuuun kalian emang Jooooosh! Jadi, tolong review lagi ya…ya…Terima kasih semuanya.
