yyyyohooo
fee kembali dengan chapter terakhir
selamat membaca...
'
You Make Me Crazy
Chapter 7
'
Setelah sohee menghilang dibalik pintu masuk caffe, luhan dan minseok masih dalam mode mereka masing-masing
Luhan masih dalam mode tolol dengan mulut yang terbuka sempurna dan minseok masih dalam mode malu dengan membenamkan wajahnya yang memerah pada telapak tangannya. Mereka tidak tahu harus bersikap dan berkomentar seperti apa mendengar cerita dari sohee. Sohee menceritakan dengan rinci dan ditail.
'
'
'
Luhan dan minseok tersadar saat mendengar bunyi ringtone dari handphone minseok. Dengan malas minseok mengangkat telphonenya.
"saat kau pulang , kau harus membawa berita bagus karena kalau tidak habislah kau" setelah itu sambungan terputus tampa mendengar satu katapun dari minseok. Minseok tak tau harus merespon seperti apa, minseok memilih menundukan kepalanya menatap sepatunya mengambil nafas berat lalu mendongakkan wajahnya menatap langit-langit caffe.
"kau baik-baik saja ?" luhan mengalihkan pandangannya pada minseok disampingnya
"tidak untuk saat ini " luhan hanya menggangguk dan memilih kembali diam karena tidak tau harus menggangkat topik apa untuk memulai pembicaraan, suasana menjadi sangat canggung saat sohee dan heechul meninggalkan minseok dan luhan berdua.
'
'
"minseok sebaiknya kita segera pulang, hari sudah semakin malam dan sepertinya langit sedang tak bersahabat" luhan memecah kesunyian
Minseok mengambil topinya dan memakainya mengikuti langkah luhan yang sudah lebih dulu berdiri.
"ayo" setelah mengatakan itu tampa diperintah luhan langsung menggandeng tangan minseok menuju mobil luhan yang terpakir cukup jauh dari cafe tempat mereka tadi makan.
Luhan dan minseok tidak lama merasakan moment romantis menyusuri jalan sambil bergandengan tangan karena tiba-tiba hujan turun dengan deras yang membuat mereka berdua basah dan mau tak mau mereka harus mencari tempat untuk mereka berteduh, dan tak jauh dari tempat mereka ada box telfon umum.
Langsung saja luhan membawa minseok berlari menuju telfon umum. Mereka sampai didalam telfon box dengan nafas terengah-rengah. Saat mereka sudah bisa mengatur nafasnya mereka baru sadar bahwa jarak diantara mereka saangat dekat, hanya beberapa puluh senti.
'
Entah kenapa mereka yang awalnya kedinginan mendadak menjadi kepanasan ?
'
'
Saat mereka sama-sama canggung mata mereka bertemu saat itu juga atmosfir menjadi semakin panas.
Tiba-tiba luhan melangkah maju kearah minseok yang memang sudah terdesak karena ukuran box telfon yang kecil. Sontak minseok memundurkan tubuhnya tapi apa yang terjadi dia tidak bisa bergerak sama sekali.
"aa pa yang kau lakukan ?" tanya minseok takut-takut pada luhan
"menurutmu apa yang akan dilakukan dua orang yang terjebak didalam box telfon ditengah hujan seperti ini" luhan menyeringai.
'
'
"kenapa kau tidak menjawab minseokie !" luhan meletakan kedua tangannya memenjarakan kepala minseok yang sejak tadi tertunduk dan luhan bisikann sesuatu secara seduktif "apa kau tak mengetahuinya minseokie, bagaimana kalau aku mengajarimu ?" kata-kata luhan itu sukses membuat minseok mengangkat kepalanya yang awalnya tertunduk kembali tegak karena terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan luhan padanya.
"yakkk,,,,, apa yang kau..." ucapan minseok terputus karena
"hahahahaha hahahaha..." luhan sudah tertawa sambil memegang perutnya sedang minseok hanya bisa menahan kekesalannya karena dijahili oleh luhan
"yakk berhenti tertawa..." minseok memekik kesal membuat luhan semakin tertawa lebar
"ya.. ampun reaksimu sangat manis.." luhan menjawab masih sambil memegang perutnya yang mulai keram
"ku bilang berhenti luhan..atau.."
'
'
"awww... yakkk" luhan meringis karena baru saja minseok menginjak kakinya dan itu berhasil membuat luhan menghentikan tawanya.
'
'
Luhan kembali memenjarakan minseok dengan lengannya, jika tadi minseok menunduk sekarang minseok memandang luhan dengan lantang, heyy minseok tidak akan tertipu untuk kedua kalinya
"bagaimana mau ku ajari " luhan mensejajarkan wajahnya dengan minseok
"tentu saja.." minseok menjawab mantap
'
Sepertinya perkiraan minseok meleset karena kali ini luhan menempelkan bibirnya pada bibir minseok, awalnya ciuman yang luhan berikan ciuman yang manis dan penuh kerinduan, tetapi berubah dalam hitungan detik saat luhan mulai menghisab bibir bawah dan atas minseok secara bergantian, dan berakhir saat...
'
'
Minseok memukul dada luhan pelan mengisyaratkan bahwa dia membutuhkan oksigen. Luhan melepaskan ciumannya dan beralih memeluk minseok.
Minseok masih terkejut menerima ciuman dari luhan , tapi itu tak berjalan lama, minseok membatu saat luhan membisikan sesuatu dengan lembut ditelinganya " minseokie saranghae, bisakah kau tetap disampingku, jangan menghilang dari pandanganku,tetaplah berada ditempat dimana aku bisa melihat dan mengawasimu dan jadilah milikku selamanya ?"
Minseok tak tau harus menjawab apa, tetapi yang pasti ada sesuatu menghangat dihatinya saat luhan mengatakan itu, dan membuatnya reflek menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan luhan.
luhan yang melihat minseok mengangguk lemah langsung mengeratkan pelukannya dan membisikan "gomawo" berkali kali
'
'
Setelah itu luhan melonggarkan pelukannya dan memandang minseok lekat yang membuat minseok semakin menundukan kepalanya karena ingin menyembunyikan pipi chabinya yang memerah.
luhan yang melihat itu gemas melihat tingkah minseok
"chagiaa,,,, " luhan mengangkat dagu minseok agar mata mereka bertemu yang membuat pipi minseok semakin memerah karena panggilan luhan barusan
" kenapa kau terus menunduk apa lantai itu lebih menarik dari apa yang didepanmu?" minseok menggeleng lemah, yang membuat luhan semakin gemas dan mencubit pipi chabi minseok
"appo,,," minseok refleks memegang tangan luhan yang mencubit pipinya yang membuat mata mereka bertemu
Luhan mendekatkan wajahnya dan mencium kening minseok cukup lama dan berbisik "apa yang kau lakukan sampai aku tak pernah bisa mengalihkan perhatianku pada orang lain?"
Minseok menggeleng pelan pertanda kalau ia tidak tahu sama sekali maksud pertanyaan luhan.
Luhan yang melihat jawaban wajah polos minseok menelan ludahnya berat ..
'
'
'
'
'
Luhan tidak tau harus melewati hidupnya seperti apa kalau dia tidak menemukan pencuri yang membawa seluruh hatinya ini. Luhan tak tau bagaimana dia bisa bertahan selama 5 tahun ini mencari sesorang yang membawa hatinya membuat luhan yang biasanya dikejar-kejar oleh fans yang menggila kini mencari minseok seperti orang gila.
Luhan tak tau apa yang membuatnya bertahan selama 5 tahun ini walau yang dia tau hanya nama pencuri itu dan selama 5 tahun ini hanya satu kalimat ini yang menemani pencarian luhan
Kalian tau apa ?
YOU MAKE ME CRAZY
'
END
'
FF abal ini akhirnya berakhir
Bayangin sendiri apa yang akan dilakukan luhan sama minseok
Apa yang dilakukan luhan tergantung apa yang kalian pikirkan
'
Dan dilarang minta sequel sama fee
#wink
