"Ne— Sasuke-kun! Sasuke-kun!"

"Hn."

"Sasuke-kun!" panggil Sakura terus-menerus, membuat ketenangan sang Uchiha bungsu sedikit terganggu. "Ada apa Sakura?" tanya Sasuke malas.

Sakura hanya bisa mengerucutkan bibirnya, mendengus kesal atas perlakuan sang kekasih, Uchiha Sasuke. Lalu ia segera berkata, "Sebentar lagi 'kan musim dingin."

"Hn." respon Sasuke singkat dan terlihat ogah-ogahan, tapi ia tetap mendengar perkataan yang selalu terlontar dari mulut Sakura.

"Naruto mengajak kita berlibur."

"Hn."

"Kesalah satu pondok milik keluarganya yang ada di daerah pegunungan bersalju."

"Hn."

"Katanya, kita bisa main sky disana."

"Hn."

Sakura memutar bola mata bosan, merasa jengah dengan jawaban-jawaban yang terlontar dari mulut si Uchiha bungsu itu. "Bisakah kau menjawab dengan kata lain selain 'hn', Sasuke?" tanya Sakura habis sabar.

"Hn."

Empat sudut siku-siku kini mendarat tepat di jidat lebar milik Sakura, "AH— KAU ITU MENDENGARKANKU ATAU TIDAK SIH? AKU SEBAL! POKOKNYA AKU MAU, KITA IKUT ACARA LIBURAN ITU!" pekik Sakura menggema di Kediaman milik Uchiha.

"Iya, iya Sakura, kita akan ikut. Jadi, bisakah kau tenang?" tanya si Uchiha bungsu kepada Sakura sambil menutup kedua telingannya dengan kedua tangannya, mencegah ketulian sementara akibat teriakan Sakura.

"Hn," jawab Sakura singkat, padat, dan jelas. Sasuke hanya bisa mendengus mendengar jawaban Sakura.

"Sakura - Sasuke"

Disclaimmer : Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Trancy Anafeloz

Rate : T

Genre : Romance, Humor, Drama.

Warning : AU , OOC , Typo, humor gak berasa di chapter ini, alur kecepetan dan juga ceritanya kepanjangan~ dan dapat membuat anda bosan.

DON'T LIKE? DON'T READ !

.

.

Summary :

Setiap kata atau pun huruf masing-masing memiliki sebuah arti tertentu, begitu pula dengan cerita ini , dibalik dari sebuah kata Sakura-Sasuke yang menyiratkan sebuah cerita diantara keduanya

Enjoy Reading ~

Chapter 7

S untuk : Salju

Musim dingin tiba, biasanya untuk sebagian besar orang-orang akan malas keluar, mereka akan lebih memilih untuk tetap tinggal didalam rumah, bergelut dengan meja-meja hangatnya dan juga futon-futon-nya yang nyaman. Tapi, hal ini sama sekali tidak berpengaruh untuk Sakura, Sasuke, Naruto, dan kawan-kawan. Bagi mereka, setiap musim itu memiliki kesenangan-kesenangannya tersendiri, terlebih lagi musim dingin dan musim panas.

Musim dingin, mereka bisa pergi ke Onsen bersama-sama, menikmati hangatnya air panas di alam terbuka atau melakukan hal-hal lain yang menyenangkan seperti menginap disebuah penginapan tradisional, dll. Sedangkan musim panas, musim yang paling menyebalkan memang, teriknya matahari membuat kita malas melakukan aktivitas apapun. Tapi, disisi lain musim panas juga terasa sangat menyenangkan apabila dilalui bersama dengan teman-teman, seperti pergi ke pantai misalnya.

Ah— lupakan soal musim, mari kita fokus pada kisah-kisah kecil yang terjadi diantara Sakura dan Sasuke, tak lupa juga dengan teman-temannya.

»»» oOo «««

"Uwaaah— sugoii !" teriak Sakura dan Ino dengan mata berbinar-binar. Mata emerald milik Sakura dan juga mata aquamarine milik Ino tidak henti-hentinya membelalak lebar, gumaman-gumaman dan decakan-decakan kagum terus-menerus terlontar dari mulut mereka. Ckk norak..

"Hebat! Salju dimana-mana," pekik Ino sambil melompat-lompat girang, "lihat Sakura! Orang itu meluncur dengan gaya yang sangat keren."

Mata Sakura langsung teralih pada sesosok orang yang sedang meluncur itu. "He-hebat!" ucap Sakura terkagum-kagum.

Alis Sasuke berkerut saat tiba-tiba mendengar ucapan Sakura, ia mendengus sebal kemudian berkata, "Gerakan meluncur tingkat dasar seperti itu, aku juga bisa."

Mendengar ucapan Sasuke, sontak semua mata yang berada di dekatnya langsung tertuju padanya. Sakura, Naruto, Ino, Sai, Hinata, bahkan— Gaara.

Merasa diperhatikan, Sasuke hanya bisa mengernyitkan sebelah alisnya.

"Oh! Baiklah, baiklah, aku tahu Tuan Uchiha ini memang serba bisa," ucap Ino dengan nada sedikit mengejek.

"Pujian?" tanya Sasuke pada Ino.

"Menurutmu?" tanya balik Ino dengan nada agak sedikit menggoda, membuat si bungsu Uchiha itu harus mendengus kesal. Sakura yang melihat kejadian itu hanya bisa terkekeh pelan. Benar-benar kekanakan pikir Sakura.

.

.

.

"Oii— teman-teman!" panggil Naruto sedikit berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya, "kemari! Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian."

Sontak mereka semua langsung berjalan ke arah Naruto, tak lupa juga membawa perlengkapan yang mereka bawa masing-masing.

"Berapa kamar?" tanya Sai yang saat ini sudah berdiri berhadapan dengan Naruto.

"Dua," jawab Naruto sambil nyengir lebar, memamerkan deretan gigi-gigi putihnya, "tapi aku pesan kamar yang ruangannya cukup besar kok."

"Hn," ucap Sasuke dan Gaara berbarengan. Sedangkan para gadis hanya diam saja.

Tak lama setelah membicarakan hal tersebut, akhirnya mereka semua masuk ke dalam pondok. Tapi— sebelum mereka benar-benar masuk ke dalam kamar masing-masing, Naruto berkata, "Setelah kalian rapikan barang-barang bawaan kalian, kita segera keluar untuk meluncur ya!"

"Oke!" balas Ino semangat. Sedangkan yang lain hanya mengangguk-angguk setuju.

»»» oOo «««

Cuaca dan udara yang dingin tak menyurutkan semangat para pemuda-pemudi yang sedang menikmati acara liburan mereka. Mereka tampak sangat semangat dan antusias, tak peduli dengan cuaca yang mungkin tidak bersahabat di musim dingin ini. Toh mereka juga mempunyai pakaian hangat yang cukup untuk menghangatkan tubuh mereka.

"Oii— Teme! Ayo kita adu seluncur!" pekik Naruto dengan suara cemprengnya.

"Kau pasti kalah Dobe," ucap Sasuke dengan pe-de-nya, membuat orang-orang yang melihatnya hanya bisa menggeleng-geleng kepala. Naruto yang mendengar ucapan Sasuke hanya bisa mengerucutkan bibirnya, "Jangan sombong kau Teme!, Sai, Gaara ayo kita bertanding juga!"

Sai dan Gaara pun mengangguk setuju. Sedangkan para gadis hanay mengikik geli melihat tingkah Naruto yang bisa dibilang kekanakan itu.

Perang adu seluncur pun dimulai..

.

.

.

"Kyaaa! Sai! Kau keren!" teriak Ino heboh saat melihat gaya berseluncur Sai.

"S-Sai hebat," gumam Hinata penuh kekaguman.

Berikutnya, adalah giliran Gaara yang berseluncur. Gaara sudah bersiap-siap diatas arena papan luncur sky yang memang khusus dibuat untuk berseluncur. Dengan gayanya yang cool, akhirnya ia segera meluncur dengan kecepatan penuh, melakukan gerakan berputar 360 derajat, sebelum akhirnya ia sampai di tempat Sakura, Ino, Sai, dan Hinata.

"Kyaaa! Gaara! Kau hehat! Keren sekali!" teriak Ino heboh sambil menepuk-nepuk lengan Gaara.

"I-iya Gaara, kau hebat sekali," ucap Hinata malu-malu.

"Gaara! Kau keren sekali!" pekik Sakura keras hingga suaranya terdengar oleh indra pendengaran milik Sasuke yang masih berada diatas arena papan luncur yang tergolong tinggi itu. Sukses mata onyx-nya membulat sempurna saat mendengar sang kekasih, Sakura Haruno memberi pujian-pujian tidak penting; bagi Sasuke, terlebih lagi pujian itu ditujukan kepada Gaara. Sasuke pun menggeram kesal.

"Ahaha, biasa saja kok," ucap Gaara canggung sambil tertawa. Sasuke yang melihat Gaara dan Sakura tertawa bersama-sama hanya bisa berdecak sebal, "Cih."

"Naruto! Sekarang giliranmu! Ayo cepat turun!" teriak Ino membahana disekitar arena tersebut. Naruto yang mendengar teriakan Ino pun langsung membalas, "Oke! Lihat gaya kerenku ini!" teriak Naruto sambil nyengir lebar. Tak sampai semenit, ia pun akhirnya meluncur dengan kecepatan penuh.

"Ayo, ayo Naruto!" teriak Ino dan Sakura semangat, memberi dukungan pada Naruto.

Naruto pun bersiap untuk melakukan gaya terbang di udara -?-, ia angkat sedikit papan sky yang ia gunakan dengan satu tangannya, menekuk sedikit kedua kakinya menyerong ke arah kanan sehingga ia dapat melayang dengan sudut 90 derajat.

Tapi, berhubung karena Naruto memang tidak ahli dalam bermain sky, akhirnya ia terpeleset dan terjungkal jatuh. Mendarat di tempat Sakura dkk, dengan gaya yang sangat tidak elit. Kepalanya tenggelam diantara tumpukan-tumpukan salju, pantatnya nungging, sedangkan papan sky yang baru saja ia pakai sudah terlepas dan entah menancap dimana.

1 detik..

10 detik..

1 menit..

"Bahahahahaha." gema tawa membahana di gunung bersalju itu, membuat perhatian orang-orang teralih pada mereka. Ino, Sakura, Sai tertawa terbahak-bahak saat melihat gaya jatuh Naruto. Gaara juga terkekeh kecil saat melihat kejadian itu. Sedangkan Hinata? Ia berusaha sekuat tenaga menahan tawanya lalu berlari kecil ke arah Naruto, " Na-Naruto-kun, kau tidak apa?" tanya Hinata sambil membantu Naruto.

Ino yang paling heboh tertawa langsung berkata, " Hei— Naruto! Kau he-hebat sekali, " ejek Ino sambil menahan tawa. Sudut-sudut mata Ino mengeluarkan sebuah cairan bening yang bernama air mata, saking banyaknya tertawa.

Naruto yang sudah duduk bersila sambil menggaruk-garuk kepalanya hanya bisa mendengus kesal, tak henti-hentinya ia gumamkan sumpah serapah yang ditujukan khusus untuk Ino.

.

.

Di tempat lain, seorang pemuda berambut raven, bermata onyx menatap kejadian itu dengan pandangan datar, sesekali ia bergumam, "Dasar bodoh."

Tak lama setelah menggumamkan kata-kata itu, tanpa diberi aba-aba pemuda itu pun segera meluncur dengan kecepatan tinggi. Badannya ia condongkan sedikit kedepan berusaha mengatur keseimbangan. Kemudian, saat meluncur dia melakukan gerakan seperti yang Gaara lakukan, berputar 360 derajat.

'Sempurna' batinnya bangga. Lalu ia segera meluncur dengan posisi gerakan awal, saat hendak sampai di ujung papan area seluncur, ia melakukan gaya berputar seperti salto di udara, melewati atas kepala Hinata dan Naruto yang masih terduduk didekat papan area seluncur itu. Sontak semua mata tertuju keatas, tercengang saat melihat kejadian itu.

Dan— pemuda berambut raven itu pun mendarat dengan sempurna tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Sakura, Ino, Naruto, dan Hinata hanya bisa tercengang saat melihat kejadian itu. Tak satupun dari mereka ada yang berkedip. Semua yang melihat kejadian itu menatap kagum ke arah pemuda itu, Uchiha Sasuke.

Tak hanya Sakura dkk saja yang melihat kejadian tersebut. Namun, semua orang yang berada disekitarnya juga ikut melihat kejadian tersebut.

"Sa-Sasuke-kun!" pekik Sakura sambil berlari ke arah Sasuke. Sasuke langsung menolehkan kepalanya ke arah Sakura. Dilihatnya Sakura sedang menatapnya dengan pandangan berbinar-binar.

"K-kau hebat!" teriak Sakura kencang, memuji sang kekasih sambil menepuk lengan kiri Sasuke. Sasuke menyeringai puas saat mendengar pujian dari Sakura.

"Hn," responnya singkat.

"Yeah, yeah, yeah kuakui seorang Uchiha memang hebat," ucap Ino dengan tatapan kagum memandang ke arah Sasuke.

"Oh Sasuke— sumpah demi apapun! Aku ingin sekali punya kekasih seperti dirimu," rengek Ino dihadapan Sakura dan Sasuke dengan tatapan memelas.

"Benarkah?" tanya Sasuke datar. Ino yang mendengar pertanyaan Sasuke hanya menjawab dengan anggukan-anggukan yang sangat antusias. Sakura mendengus sebal saat melihat sifat Ino yang satu ini.

"Tapi— " ucap Sasuke dengan kalimat menggantung, tak lupa dengan ekspresi stoic-nya, "di dunia ini, hanya ada satu orang saja yang seperti diriku."

"Benarkah? Siapa? Siapa?" tanya Ino antusias.

"Aku," jawab Sasuke datar, "dan aku sudah memiliki seorang kekasih," lanjut Sasuke menyeringai sambil merangkul pundak Sakura, menariknya agar lebih mendekat.

Ino yang mendengar jawaban Sasuke langsung tercengang, mata dan mulutnya terbuka lebar, seakan arwahnya terbang entah kemana. Sedangkan Sakura? Wajahnya sudah memerah saat mendengar jawaban dari Sasuke. Ah— betapa bahagia dan malunya ia saat ini.

"Wahahaha, habis ditolak, eh?" ejek Naruto pada Ino dengan tawa yang membahana. Perang adu mulut antara Ino dan Naruto pun dimulai kembali..

»»» oOo «««

"Hei— anak cowok! Aku, Sakura, dan Hinata akan bekeliling ya, jyaa— " ucap Ino pada Sasuke, Naruto, Gaara, dan Sai.

"Mau kemana?" tanya Naruto dengan suara agak keras, karena Ino, Hinata, dan Sakura sudah berjalan menjauhi mereka.

"Mengajari Hinata berseluncur," jawab Sakura sambi tersenyum.

"Hn, hati-hati," ucap Sasuke datar. Sakura hanya mengangguk-angguk kemudian ia lambaikan tangannya untuk sahabat-sahabat prianya dan juga kekasihnya.

.

.

.

"Kau harus jaga keseimbanganmu Hinata," ucap Sakura lembut.

"Ah i-iya, maafkan aku Sakura, aku akan berusaha," balas Hinata takut-takut.

"Ayo Hinata! Kau pasti bisa!" teriak Ino memberi dukungan.

Saat ini Sakura, Ino, dan juga Hinata sedang berada disebuah tempat tak jauh dari tempat arena seluncur yang baru saja dipakai oleh Sasuke, Naruto, Sai, dan Gaara. Disini lumayan sepi, mengingat karena disini tempatnya sangat biasa-biasa saja, tak ada objek menarik disini. Hanya sebuah hamparan salju luas dengan permukaan bumi yang datar, tak lupa juga dengan beberapa pohon cemara yang tertanam di area ini.

Hanya untuk mengajari Hinata, tidak perlu tempat yang berundak-undak 'kan? Karena masih pemula, jadi kita harus mengajarinya di tempat yang lebih aman.

Sakura terus memegangi tangan Hinata yang sedari tadi gemetaran, nampaknya ia takut terjatuh. "Hei Hinata santai saja haha, jatuh di tumpukan salju itu tidak sakit kok," ucap Sakura sambil terkekeh pelan.

"Eh? e-eeeh ma-maaf," balas Hinata malu.

"Ayo Hinata! Kau pasti bisa!" teriak Ino yang sedari tadi hanya memperhatikan Sakura dan Hinata. Sama sekali tak membantu ckk.. benar-benar deh.

Hampir setengah jam Sakura menghabiskan waktunya untuk mengajari Hinata berseluncur, dan hingga saat ini hasilnya tak sia-sia. Buktinya, saat ini Hinata bisa berseluncur dengan baik. Betapa bangganya Sakura saat ini.

"A-aku bisa! Sakura! Ino! Aku bisa!" celetuk Hinata riang sambil menghampiri kedua sahabatnya itu.

"Yeaaah! Kau hebat Sakura! Dan juga kau Hinata!" ucap Ino dengan nada antusias, ikut senang saat melihat bahwa seorang Hinata juga bisa berseluncur, "Gimana kalau kita mulai berseluncur di tempat yang agak tinggi?"

"E-eeh ta-tapi— " ucap Hinata, tapi tiba-tiba langsung terpotong lagi oleh ucapan Ino. "Tidak apa Hinata, kau pasti bisa! Ayo!" ajak Ino sambil menyeret tangan Sakura dan Hinata.

.

.

"Nah— sepertinya tempat disini sangat bagus buat berseluncur," ucap Ino dengan gaya orang yang sok-sok mikir. "Yeah kurasa begitu, tidak teralu curam juga," balas Sakura.

Sedangkan Hinata hanya mengangguk-angguk setuju. Dia juga ingin berseluncur di tempat yang tinggi, tidak salah 'kan?

Ino memberi aba-aba sebelum mereka meluncur ke bawah. Saat dilihatnya kedua sahabatnya yang sudah siap, ia pun mulai menghitung mundur, "Three.."

"Two.."

"One.."

"Lets go!" teriak Ino menggelegar dan langsung segera meluncur dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Sungguh menguji adrenalin bukan?

Semua menikmatinya, tak terkecuali Hinata. Saking semangatnya, bahkan ia sampai meluncur dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan Ino. Ino yang tak mau kalah pun segera mengejar Hinata dengan papan sky-nya. Sakura hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat antusianisme kedua sahabatnya itu.

"Benar-benar deh," gumam Sakura entah pada siapa.

Karena kecepatan yang terlalu cepat, Hinata tidak bisa menghentikan gerakannya sehingga ia tak bisa berhenti. Dengan cepat ia melesat lurus meninggalkan area tempat luncur yang baru saja ia pakai bersama Sakura dan Ino.

Sakura yang melihat kejadian itu langsung melesat pergi mengikuti Hinata. "Ino! Cepat susul Hinata!" perintah Sakura dengan cepat.

Setelah hampir 5 menit mereka menyusul Hinata, sama sekali tak terlihat tanda-tanda keberadaan gadis bermata lavender itu. 'Dimana dia?' batin Sakura khawatir. Dengan segera mereka berdua pun mencarinya.

"To-tolong," ucap seseorang dengan suara lirih, membuat Ino dan Sakura sedikit terkejut.

"Hinata? Kau dimana Hinata?" teriak Ino kencang.

"I-Ino? A-aku disini Ino, tolong aku," balas Hinata berteriak dengan nada sedikit bergetar. Ino dan Sakura pun segera menghampiri asal suara tersebut. Dan betapa terkejutnya mereka saat dilihatnya Hinata sedang berpegangan pada sebuah akar kecil, mencoba menahan agar dirinya tidak terjatuh ke dalam jurang yang cukup terjal.

"HINATA! PEGANG TANGANKU!" perintah Sakura sigap sambil meraih tangan Hinata, berusaha mengangkatnya, "Ino! Cepat panggil bantuan!" perintahnya lagi pada Ino.

"Sa-sakura? Hinata? " gumam Ino dengan mata yang berkaca-kaca, takut akan hal-hal buruk yang terjadi menimpa mereka. Dengan segera ia pun berlari, berusaha meminta bantuan.

"Hinata pegang tanganku!" perintah Sakura sekuat tenaga berusaha mengangkat bobot tubuh Hinata. Hinata hanya bisa menatap Sakura takut dan juga ia terisak pelan.

»»» oOo «««

Sementara di tempat lain..

"Sepertinya akan terjadi badai," ucap Gaara yang tiba-tiba sudah berada disamping Sasuke, menatap langit yang sudah mendung.

"Hn," balas Sasuke singkat, kedua tangannya ia masukan kedalam saku celanannya.

"Aku harap Sakura dan lainnya segera kembali," lanjut Gaara dengan pandangan menerawang keatas langit. Sasuke pun berharap begitu, merasa khawatir akan keadaan Sakura. Hatinya sedari tadi tak tenang, pikirannya selalu tertuju pada sosok Sakura.

Dari kejauhan Sasuke dapat melihat sosok seorang wanita sedang berlari tergesa-gesa. Ia picingkan mata onyx-nya mempertajam pengelihatnnya, berusaha menatap siapakah sosok yang sedang berlari itu.

"Ino?" gumamnya pelan.

"Eh? Ino? Mana?" tanya Naruto yang tiba-tiba sudah muncul entah dari mana.

" —MAN!"

"TEMAN-TEMAN— " teriak Ino bergema hingga tempat Sasuke berdiri. Ino berlari dengan raut wajah yang sulit ditebak, nafasnya tersenggal-senggal.

Setelah sampai ditempat Sasuke dan yang lainnya, Ino segera berkata, "Hi-Hinata dan Sakura," ucapnya terengah-engah karena kehabisan nafas. Alis Sasuke saling bertaut setelah mendengar nama Sakura, "Ada apa dengan Sakura?" tanya Sasuke dengan pandangan tajam menatap Ino.

"Di-dia," jawab Ino terbata-bata.

"Cepat bawa aku ketempatnya," ucap Sasuke memotong ucapan Ino, dan tanpa babibu lagi Sasuke segera menarik tangan Ino agar ia dengan segera memberitahu tempatnya.

Gaara, Naruto, dan Sai pun segera mengikuti mereka.

.

.

.

"APAAAA?" teriak Naruto kaget saat dalam perjalanan. Mereka semua segera berlari menuju tempat dimana Sakura dan Hinata berada. Setelah Ino memberitahu kejadian yang sebenarnya tentunya.

"Aku harap Sakura dan Hinata tidak apa-apa," gumam Ino takut. Wajah Sasuke tampak panik saat mendengar kejadian yang beberapa saat lalu diceritakan oleh Ino, dengan segera ia mempercepat langkah kakinya menuju tempat Sakura.

»»» oOo «««

"Hinata! Ayo sedikit lagi!" teriak Sakura sambil menarik lengan Hinata. Wajah Hinata sudah penuh dengan air mata, ia takut, ya ia takut, benar-benar takut. Sedikit lagi…

Sedikit lagi Hinata akan selamat..

Sakura terus berusaha menarik tangan Hinata, dengan satu tangan tertumpu pada batu yang ada didekatnya. Terus berusaha, hingga akhirnya ia bisa menarik Hinata kembali tanpa ada luka sedikit pun. Tapi— naasnya, saat Sakura sudah berhasil mengangkat Hinata kembali, batu yang ia pegang tergelincir, membuat Sakura hilang keseimbangan dan seketika tubuhnya langsung terjatuh kedalam jurang yang cukup terjal itu.

"SAKURAA?" teriak Hinata dengan tatapan tidak percaya.

.

.

.

"Hinata?" teriak Ino khawatir saat sudah sampai ditempat Hinata dan Sakura, dilihatnya Hinata sedang menangis terisak-isak.

"Mana Sakura?" tanya Sasuke tajam. Matanya kini memandang Hinata tajam. Hinata tak berani menjawab, matanya kini menatap ke arah jurang yang ada didepannya. Alis Sasuke berkerut saat mengikuti arah panadang Hinata, hatinya mencelos saat tahu apa maksud dari tatapan Hinata. Dengan segera Sasuke pun melompat ke dalam jurang itu.

"TEME!" teriak Naruto kaget saat melihat tindakan Sasuke. Semua memandang dengan tatapan tidak percaya. Hari sudah semakin sore, sepertinya badai akan segera tiba. Naruto dan yang lainnya sangat panik. "Ba-bagaimana ini?" tanya Ino dengan nada bergetar.

"Sebaiknya kita segera meminta bantuan, karena badai akan segera datang," ucap Gaara penuh penekanan. Sejujurnya ia juga khawatir dengan kondisi Sakura, tapi tak terpikir olehnya untuk melakukan hal-hal sebodoh Sasuke.

.

.

.

"SAKURA! KAU DIMANA?" teriak Sasuke dengan suara baritone-nya yang khas. Luka sayatan-sayatan kini terpatri jelas di tubuh seorang Uchiha. Ia terus berusaha mencari sosok Sakura.

Matanya terus bergerak kesana-kemari, berusaha melihat keadaan gadis berambut pink miliknya. Saat memalingkan wajahnya kesebelah kanan, dilihatnya sosok itu tengah terkulai lemas, tak sadarkan diri. Dengan cepat Sasuke pun menghampirinya berusaha memeluknya.

"Sakura! Sakura!" teriaknya sambil menepuk-nepuk pipi Sakura, tak lupa ia periksa detak jantung Sakura. 'masih hidup' batin Sasuke bersyukur. Dengan segera ia mengangkat tubuh Sakura kedalam gendongannya.

"Sepertinya badai benar-benar akan datang," gumam Sasuke pelan. Matanya kini teralih pada sebuah gubuk tua yang sepertinya sudah tidak terpakai. Dengan langkah cepat ia pun segera membawa Sakura kedalam gubuk itu. Sasuke berharap teman-temannya segera mencari pertolongan.

»»» oOo «««

Badai datang dengan cepat, membuat udara semakin dingin. Sasuke menoleh ke arah Sakura yang kini sedang berbaring di bahu sebelahnya, kesadaraannya masih belum kembali. Segera ia sentuh pipi mulus milik Sakura, 'dingin' batinnya sendu. Kemudian segera ia peluk tubuh kecil Sakura, berusaha menyalurkan kehangatan melalui pelukannya.

Hampir setengah jam Sasuke bertahan dengan posisinya saat ini, memeluk tubuh Sakura. Namun hasilnya sepertinya sia-sia, tubuh Sakura malah semakin bergetar kedinginan. Tanpa pikir panjang Sasuke segera melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Sakura, tak lupa ia lepas juga pakaian yang ia kenakan sekarang. Berusaha memberi kehangatan lebih, Sasuke pun mendekap tubuh Sakura dengan erat, tak lupa ia cium bibir ranum milik Sakura dengan lembut.

.

.

.

"TEMEEE!" teriak Naruto yang sudah berada di bawah jurang, tempat Sasuke dan Sakura terjatuh. Badai sudah berhenti, pencarian Sasuke dan Sakura pun dilakukan oleh Naruto dan lainnya. Mereka berpencar, berharap dengan cara ini Sasuke dan Sakura dapat segera ditemukan.

Mata Gaara kini teralih pada sebuah gubuk tua yang sepertinya sudah tidak dipakai. Ia langkahkan kakinya ke tempat itu, merasa yakin bahwa Sakura dan Sasuke ada didalam sana.

Perlahan-lahan ia mulai membuka pintu reot itu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat kondisi Sasuke dan Sakura. Dengan segera ia memanggil teman-temannya agar segera membantunya, membawa Sasuke dan Sakura kembali ke pondok penginapan.

»»» oOo «««

"Sakura? Kau sudah sadar?" tanya Ino pada Sakura yang kini terbaring lemah diatas futon hangatnya. "Eh? Hi-Hinata? Mana Hinata?" teriak Sakura saat sudah sadar sepenuhnya.

Ino tersenyum kecil melihat tingkah Sakura, "Tenanglah forehead, dia selamat."

"Oh, syukurlah," gumam Sakura lega.

"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di dalam gubuk bersama Sasuke, eh?" tanya Ino dengan seringai menggoda, membuat Sakura mengernyit bingung.

"Sasuke?" tanyanya dengan nada heran.

"Oh! Tadi Sasuke yang menyelamatkanmu saat kau terjatuh, lalu dia membawamu kesebuah gubuk tua, Gaara yang menemukan kalian dalam posisi tidak sadarkan diri," ucap Ino panjang lebar, memberitahukan serentetan peristiwa-peristiwa yang tidak Sakura ketahui.

"Benarkah? Kalau begitu dimana Sasuke?" tanya Sakura cemas.

"Dia sedang ada di halaman belakang," jawab Ino memberitahu keberadaan Sasuke. Dengan tergesa-gesa Sakura pun segera beranjak dari futon-nya, meninggalkan Ino yang sedang tersenyum lembut.

.

.

"Sasuke?" panggil Sakura pada Sasuke yang sedang membelakanginya. Merasa dipanggil Sasuke pun segera menolehkan kepalanya ke belakang.

"Sakura? Kau sudah sadar?" tanya Sasuke khawatir, lalu mendekati gadis itu, sehingga saat ini mereka saling berhadapan. "Um.. terima kasih," ucap Sakura tersenyum lembut.

"Untuk?" tanya Sasuke mengernyit heran.

"Karena kau sudah menyelamatkanku," jawab Sakura tersenyum sumringah.

"Hn," balas Sasuke yang langsung memeluk tubuh Sakura erat. Membuat pipi Sakura terasa panas, rona merah kini menjalar di kedua pipi ranum miliknya.

"Hei Sasuke-kun, salju turun, indah sekali," ucap Sakura saat mendongak ke atas, melihat butiran-butiran salju kecil turun di atas kepala mereka dengan mata berbinar-binar. Sontak Sasuke pun ikut mendongakkan kepalanya ke atas, tanpa melepas pelukannya tentunya.

"Hn."

Dan— dengan tiba-tiba Sasuke langsung mengecup bibir ranum milik Sakura, membuat Sakura tersentak kaget. Emerald-nya membulat sempurna, "Sa-Sasuke?" ucap gadis itu tergagap-gagap, wajahnya memerah, sangat memerah.

Sasuke menyeringai, "Kenapa?" tanya Sasuke dengan seringainya yang menyebalkan.

"I-itu ciuman keduaku," ucap Sakura menunduk malu. "Kedua?" tanya Sasuke mengernyit heran.

"I-iya, pertama saat dipantai," jawabnya malu-malu sambil mengingat kejadian yang dulu pernah terjadi di pantai, saat Sasuke dan Sakura sedang bertengkar. Sebuah senyum tipis terpatri di wajah tampan milik Uchiha yang satu ini. Kemudian ia dongakkan kepala Sakura dengan kedua tangannya, membuat emerald milik Sakura dan onyx-nya bertemu.

"Ini yang keempat," ucap Sasuke sambil mengecup lembut bibir milik Sakura. "E-eeh? Keempat?" tanya Sakura kaget. Sasuke hanya mengangguk-anggukan kepalanya sebagai sebuah jawaban. "Ka-kapan?" tanya Sakura dengan wajah yang sudah sangat merah.

"Saat di gubuk," jawab Sasuke singkat. Mata emerald Sakura membelalak sempurna, "A-APA YANG KAU LAKUKAN SEWAKTU KITA DISANA? HAH?" pekik Sakura yang langsung melepaskan pelukkannya dari Sasuke.

"Sesuatu yang bisa membuat dirimu hangat," jawab Sasuke santai.

"Apa?" tanya Sakura penuh penekanan.

"Hanya memelukmu," jawabnya lagi. Sakura yang mendengar jawaban Sasuke akhirnya menghembuskan nafas lega.

"Jadi? Apa kau mengharapkan sesuatu yang lebih,Sa-ku-ra?" tanya Sasuke dengan seringai mesumnya.

"KYAAA! MESUM!" pekik Sakura kencang sambil menjitak kepala Sasuke. Sasuke hanya bisa mendengus sebal karena perlakuan Sakura yang kelewat kasar, sebagai seorang gadis tentunya.

To Be Continued

Author note: akhirnya~~ bisa update juga, hehe maaf minna-san updatenya lama u_u, ehehehe habis selesai UN soalnya, doakan saya lulus ya semuanya _ saya minta doa dari kalian semua yang membaca fict ini.

Gimana? gimana? kurang greget ya?

Saya tau jalan cerita ini sangat-sangat aneh dan gaje banyak typo pula T_T, bunuh saya, tabok saya , ah tapi saya harap kalian tetap mau memberikan saran-saran dan concrit buat saya agar di chapter depan saya bisa buat cerita yang lebih baik lagi..

Buat kalian yang baca fict ini saya harap riviewnya ya *plak*

RIVIEW, CONCRIT, SARAN, FLAME, semua diterima dengan senang hati XD~~ apa lagi sekarang lagi marak Flame wkwkwk, lumayan buat nambah kotak review XDD

NO SILENT RIDERS!

Bukannya maksa wakakkak tapi gimana ya? dapet review dari kalian para readers adalah hal sungguh-sungguh membuat author bahagia dan juga membuat author lebih semangat nulis chapter depannya. Jadi bagi kalian yang gak punya akun aku harap riviewnya juga hoho *dilempar wajan*

Aduh maaf ya banyak bacot *dor*

Maafkan daku~~

Sekian ~~

Akhir kata..

REVIEW PLEASE~~

Balasan non login:

Retno UciHaruno : masih dong :DDD sampe huruf terakhirnya Sasuke 'e' XDD fict ini masih berlanjut, eh? benarkah? Heheh makasih banyaak :*, boleh minta review lagi? Wkwwk (ditabok)

Amii-chan : makasih XDD, masih dooong ini lanjutannya tapi aneh haha, aku yang nulis aja gak dapet feelnya hmm…

Special thanks for :

Aika Yuki-chan, Uchiha Itu Sasuke, Hotaru no Hikari AnimeLovers, Retno UciHaruno, anon, Donata Valeriya, karikazuka, Uchiha Annisuke ELF, Hakuya Cherry Uchiha Blossom, Lucy Uchino, Amii-chan, and Naomi azurania belle