Yo, kon'nichiwa minna! XD Ogenki desuka? :D Gomen ne kalau pembuatan chapter 7-nya lambat. Biasa, author ada tugas, sibuk sama sekolah~ :D Mumpung sempet, author ketik chapter 7! Silahkan dibaca~ ^^
Vocaloid © Crypton, Yamaha
I Love You 'By The Cake' © Chang Mui Lie
WARNING: GAJE, OOC, TYPO, KEPO, OOT, GA-NYAM, DLL
AUTHOR NOTE:
1. Marga Rin berubah menjadi 'Kagaku' dan marga Lenka berubah menjadi 'Kagashira'
2. Len dan Rinto menjadi saudara di fanfic ini
Good Reading & Good Review! ^^
Normal POV
"Hehehe. Kalau begitu, aku akan mengganti permainan tadi menjadi yang itu" kata Rinto sambil menunjuk ke sebuah rumah bekas terlihat kotor.
Oh, tidak. Itu pasti rumah hantu. Awalnya Rin dan Lenka ketakutan, namun tiba-tiba, mereka melihat Miku dan Kaito masuk ke dalam.
"Miku-chan dan Kaito-kun masuk rumah hantu?!" tanya Rin dan Lenka tidak percaya.
"Tuh, ada sahabat yang ingin kalian intipi. Ayo masuk!" ajak Rinto.
Dengan memberanikan diri, Rin dan Lenka pun masuk bersama Len dan Rinto.
"Lenka-chan, pegang tanganku erat-erat, ya!" kata Rin yang ketakutan.
Lenka pun memegang tangan Rin. Mereka masih nampak ketakutan, padahal baru masuk.
"Hahaha, hantu disini mah hantu palsu. Tidak perlu takut begitu" ujar Rinto.
"Tapi kan dandanannya juga serem" kata Lenka.
"Ternyata kalian takut masuk ke rumah hantu, ya..." kata Len.
KWAKK! KWAKK! KWAKK! (?)
Tiba-tiba ada bunyi yang tidak ingin di dengar oleh Rin dan Lenka. Sontak, mereka pun kaget dan alhasil! Mereka pun berteriak.
"KYAA!" Rin dan Lenka teriak kaget.
Mereka langsung sangat merinding setelah bunyi itu tak terdengar lagi. Mereka merasa bahwa sepertinya hanya ada mereka berdua di dalam. Seakan-akan rumah ini bukan rumah hantu yang dibuat-buat. Padahal, Rinto dan Len masih dibelakang mereka.
'Rin kasihan juga...' pikir Len.
Tanpa ba-bi-bu, Len langsung menggenggam tangan Rin yang langsung kaget itu.
"Uwah?! LeᅳLen-kun...?" Rin kaget dan mukanya memerah. Untung saja Len tidak bisa melihatnya.
Rinto juga melakukan hal yang sama karena kasihan juga (Author: Masa, sihhh? Rinto: Iyaa... Author: Yakin, nih? Rinto: Iya.. Author: Benar? Sungguh-sungguh? Tulus? Ikhlas ga? Rinto: IYAA! -langsung ngejitak author sampai benjol (?)-). Ia pun menggenggam tangan Lenka. Sontak Lenka juga kaget dengan perlakuan Rinto ini.
"RiᅳRinto-kun..."
"Kau takut kan? Kau pasti merasa tidak tenang kalau hanya menggandeng tangan Rin" ujar Rinto.
BLUSHH!
Kini muka Lenka sudah memerah melebihi kepiting rebus atau tomat. Untung tak ada yang bisa melihat wajahnya sekarang, setidaknya ia tidak pingsan karena blushing.
"Kira-kira, sahabatmu dan pacarnya sudah sampai mana, ya?" tanya Rinto.
"Hei, mereka itu anggota OSIS. Jangan meremehkan mereka, dong" ujar Rin.
"Apa spesialnya OSIS? Bukankah mereka juga sama-sama manusia yang bisa merasakan sedih dan senang?" tanya Len.
"Iya, sih... Demo, soᅳ"
"KYAA!" tiba-tiba terdengar suara teriakan di depan sana (dimana?)
"Itu seperti suara Miku-chan! Ayo lihat!" ajak Rin.
Rin pun segera menarik Lenka ke tempat dimana suara Miku berasal. Dibuangnya mainan laba-laba yang tiba-tiba muncul dan ditendangnya boneka menyeramkan yang tiba-tiba muncul tanpa rasa takut.
'Aneh sekali... Di saat seperti ini, mereka sama sekali tidak takut pada apapun di depan mereka!' pikir Rinto.
Akhirnya pun Rin dan Lenka sampai di tempat. Lagi-lagi Lenka pusing karena ditarik oleh Rin yang berlari sangat cepat. Di susul pula oleh Len dan Rinto.
"Eh?" ternyata Miku bukan berteriak karena ketakutan.
Ia ternyata berteriak karena berhasil melewati tantangan rumah hantu dan mendapatkan sebuah hadiah.
GUBRAKK!
Kalau tau begitu, Rin dan Lenka tidak akan membuang tenaga tadi dan lebih baik menikmati momen-momen romantisnya tadi (Author: Ciyee.. Ciyeee! PJ, dong! *di pukul habis-habisan sama Rin gara-gara bikin alur jadi gaje*).
"Anata wa baka desu" ledek Rinto.
"Urusai!" seru Rin.
Setelah Miku dan Kaito diyakini sudah lumayan jauh, mereka pun keluar dari rumah hantu itu dan langsung di sambut. Langsung saja mereka diberi hadiah oleh petugasnya. Sebenarnya tidak ada salah satu dari mereka yang mau menerimanya (Author: Ada, kok! Aku mau!), tapi karena dipaksa mereka pun mengambilnya. Hadiah itu berbentuk kotak (Pastilah!) yang di bungkus dengan kertas coklat.
"Aku bingung apa isinya" kata Rin.
"Eh, ayo cari Miku-chan dan Kaito-kun" ajak Lenka.
"Lagi?" tanya Len dan Rinto.
Tanpa menghiraukan si kembar itu, Rin dan Lenka melihat kalau Miku bersama dengan Kaito yang sedang melewati beberapa badut disekitar mereka. Dengan menjaga jarak, mereka pun menyusul Miku dan Kaito. Namun, penguntitan mereka di hentikan sementara oleh badut-badut di sekitar mereka.
"Konnichiwa! Watashi wa Mamemo desu! Di hari yang indah seperti ini, memang pantas untuk berkencan bagi pasangan seperti kalian disini. Ini" kata seorang badut memberikan 2 balon kepada Rin dan Lenka.
'Kami bukan pasangan dan bukan anak kecil yang perlu diberi balon...' pikir Rin dan Lenka.
"EᅳEh? Demo, kami bukan pasaᅳ"
"Silahkan lewat, nona dan tuan muda" kata badut lain yang mempersilahkan Rin, Lenka, Len dan Rinto untuk kembali berjalan.
"Ah, itu dia Hatsune-san" kata Len.
"Hm? Oh, iya! Kau benar! Ayo, berjalan perlahan" ajak Lenka.
Mereka pun perlahan mendekati Miku dan Kaito. Tapi karena saking banyaknya orang-orang, pandangan mereka pun terhalang.
"Hei, Rin-chan, sekarang jam berapa?" tanya Lenka.
Rin POV
"Hei, Rin-chan, sekarang jam berapa?" tanya Lenka.
Ku lihat arlojiku, "Sudah hampir jam 5 sore" jawabku.
"Eh, bagaimana kalau kita naik kincir raksasa?" usul Lenka.
"Wah, ada pemandangan sunset. Iya kan?" tebakku.
Lenka mengangguk dan tersenyum. Sepertinya ia memang ingin menaiki kincir raksasa itu.
"Baiklah, sepertinya itu usul yang bagus" ucapku sambil tersenyum.
Kami pun menaiki kincir raksasa itu setelah mendapatkan giliran. Kami masuk ke dalam dan duduk. Bangku-bangku kincir raksasa itu tidak berkaca, jadi balon yang kami bawa bisa masuk. Ah, aku punya ide yang bagus! Kincir raksasa ini perlahan berputar.
"Lenka-chan, nanti kan kalau sudah ke atas kincir ini akan berhenti sebentar, bagaimana kalau kita menerbangkan balonnya saat itu?" usulku.
"Wah, itu ide yang bagus. Aku setuju, deh. Oh iya, Len-kun, coba buka hadiahnya, aku ingin tau isinya" kata Lenka.
Len pun merobek-robek bungkus kertas coklat itu dan kemudian membuka kotak itu, aku, Rinto dan Lenka segera melihat isinya.
"Eh? Ternyata 2 pasang syal" ucapku.
"1 pasang warnanya biru, 1 pasang lagi warna biru" kata Len.
"Padahal musim gugur masih 2 bulan lagi, belum lewat liburan musim panas" ucapku.
"Nah, sebaiknya perempuan ambil yang pink saja, ya dan lelaki ambil yang biru" kata Rinto.
"Ehh...? Tapi aku suka warna biru. Kenapa kau tidak yang pink saja?" usulku dengan puppy eyes.
"Cih! Enak saja!" kata Rinto yang langsung memandang ke sebelah barat.
"Hahahaha..." Len, aku dan Lenka tertawa.
Hari ini menyenangkan juga, walau kami tak bermain dengan semua permainan taman hiburan disini. Yang jelas, bermain dan berjalan-jalan bersama teman-teman itu menyenangkan.
"Hei, lihat itu" kata Rinto sambil menunjuk ke sebelah barat.
Aku langsung menengok dan melihat pemandangan sunset yang sangat indah saat itu. Ternyata kalau dilihat dari ketinggian setinggi ini bagus juga. Kincir raksasa ini perlahan diam sementara agar penumpang bisa mengambil foto dan melihat pemandangan sunset yang indah itu.
"Kirei..." pujiku.
Aku terkagum-kagum melihatnya. Secara perlahan, kincir raksasa ini pun kembali berputar dan akhirnya kami pun turun setelah sampai dibawah. Saatnya pulang, arlojiku sudah menunjukkan bahwa sekarang sudah jam 6 sore. Lampu-lampu di taman hiburan itu pun terbuka di taman hiburan ini.
KLUNGG! KLUNGG! (?)
Tiba-tiba ponselku berbunyi, pasti ada e-mail. Tapi dari siapa? Ku buka kunci ponselku dan melihat sebuah pesan mail dari... Miku.
From: Hatsune_
To: Kagaku_
Subject: Bahagiaaa!
Rin-chan! Coba tebak apa yang terjadi hari ini! I'm really happy! X3
Reply・Delete
Aku tersenyum sejenak, lalu ku balas pesan dari Miku. Ku ketikkan kata-kata yang ingin kusampaikan.
From: Kagaku_
To: Hatsune_
Subject: Re; Bahagiaaa!
Ceritakannya besok saja, ya, Miku-chan. Aku lelah sehabis bekerja ditoko kueku. Kau tak perlu datang ke rumahku, oke? Soalnya, aku mau nutup sekarang
Send! Ku tekan tombol untuk mengirim pesan mail itu ke Miku. Padahal, aku belum sampai ke rumah, tapi aku sudah bilang tokoku akan tutup. Wah, berdosanya aku.
"Dari siapa, Rin-chan?" tanya Lenka.
"Dari Miku-chan. Dia menulis kalau dia sangat bahagia hari ini" jawabku.
"Hontou?" tanya Lenka.
"Ung!" aku mengangguk dan tersenyum kepada Lenka.
Ku pikir tidak hanya Miku yang senang hari ini, tapi kami juga senang bisa bermain disini. Aku harap, lain kali aku bisa kesini ramai-ramai bersama teman-teman sekelas.
TBC
Ah~ Gomennasai, minna
Ku pikir taman hiburannya sampai 3 chapter, ternyata hanya 2
Sekali lagi, hontou ni gomen!
Review ne?
