LVVXXY : MUNAFIKK!

Jugo-lover : Bukti-buktinya sangat kuat.. Uchiha entertaiment pasti sulit untuk mengelaknya..

Rei-chan : Apa yang mereka lakukan di dalam mobil?

lollipop : Sex in the car! Kekekeke..

jklllj : Munafik.. Semua artis Uchiha adalah sampah!

kool_887 : Dasar muka babi.. Bitch! Kau tak pantas bersanding dengan Sai kami.. bahkan muka Sakura jauh lebih cantik daripada muka barbie palsumu itu!

lope_chichi : Kasihan Sakura.. Saii seorang pengkhianat! Kau memang pantas bersanding dengan gadis murahan seperti Ino.. Sakura layak mendapatkan yang lebih baik dari si senyum palsu itu..

Izuna-hime : Aku sudah tahu lama kalau Ino itu murahan. Dia tidur dengan hampir seluruh artis pria di Uchiha Entertaiment.. Sai-kun.. seleramu sangat buruk soal wanita!

Mimimi-chan : Shugoii.. Mereka adalah pasangan serasi.. dua orang bermuka palsu! Ganbate Sakura-chan! ^^ Sakura lebih cocok dengan Gaara

Candy : Bagaimana dengan Sakura?

_kimi_ : Ada apa dengan Uchiha Entertaiment? Pertama Shikamaru dan sekarang Ino? Siapa selanjutnya? Aku rasa ada yang berniat menjatuhkan Uchiha?

gincu999 :Artis Uchiha Entertaiment memang memeliki artis kemampuan akting terbaik.. melebihi pemain dorama petang,

The_Rose : Apa salahnya kencan? Yang terburuk itu Shikamaru, dia bermain dengan pelacur.. benar-benar sampah penjahat kelamin!

Beralih dari semua komen jahat diatas. Ia mengklik artikel lain yang menarik perhatiannya "Sakura menumpahkan kekecewaannya pada Sai lewat media sosial" Jurnalis mengutip pernyataan dari Instagram Sakura yang berisikan luapan kekecewaannya menanggapi skandal Sai-Ino –Aku telah buta karena tak tahu mana yang nyata atau palsu. Salahkah aku menyalah-artikan semua perlakuanmu padaku? Sekarang yang tersisa hanya kekecewaan-

Tak lebih dari 3 menit, artikel itu telah dipenuhi ratusan komentar netizen yang berisi dukungan mereka pada Sakura. tak cukup sampai disana artikel lain mulai bermunculan, jurnalis memposting bukti pacaran Said an Ino yang mereka ambil melalui media social. Dan dalam beberapa menit juga sudah ada ratusan komentar yang menghujat mereka. nasib yang tak jauh berbeda juga menimpa artikel Shikamaru. Siapapun yang melihat komentar-komentar itu mereka akan berpikir ini adalah akhir dari karirnya di dunia hiburan. Berbanding terbalik dengan komentar dalam artikel-artikel Sakura yang berisi dukungan dan simpati.

Tak tahan melihat semua komentar yang menyudutkan artisnya Sasuke membanting mouse laptop diatas meja kerjanya. Para netizen itu adalah orang yang bodoh, mereka mudah sekali terprovokasi oleh media yang hanya mementingkan berita sensasi saja tanpa mencari tahu dulu apakah semua itu benar atau tidak.

Ia mengendurkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Pikirannya menjadi runyam membaca komentar-komentar kebencian itu. Hari ini harian 'Catch' telah merilis dua skandalnya sekaligus.

"Kurang ajar!"

Sebelumnya Sasuke telah menemui kepala direksi harian itu. Mereka telah membuat kesepakatan untuk tak merilis foto skandal kencan Ino – Sai atau kasus Shikamaru yang ketahuan pergi ke tempat pelacuran dan menggandeng seorang wanita. Ia telah membeli semua data asli dan copy-an foto-foto itu sebagai gantinya ia telah membayar 500 juta yen pada mereka. Tapi apa yang ia dapati sekarang? ia merasa dikhianati dan tipu mentah-mentah. Sejak awal niat mereka memang hanya ingin memeras ini Sakura menang tapi Sasuke tak akan membiarkannya bertindak lebih jauh lagi.

Sasuke memutar kembali otaknya, ia akan memanfaatkan skandal ini untuk promosi album terbaru mereka. Proses recording sudah selesai Sembilan puluh Sembilan persen ia akan memajukan tanggal perilisannya.

Jarinya menekan nomer ponsel Yamato. Tak lama berselang pria itu datang menemuinya dalam keadaan berantakan. Sasuke paham, seharian ini semua orang yang ada di Uchiha sedikit menggila

"Konfirmasi berita kencan Sai dan Ino dan katakan mereka telah berkencan selama 4 bulan, untuk berita Shikamaru katakan kalau wanita yang ia bawa bukan pelacur melainkan sepupunya. Keluarkan teaser album ke tujuh Spring girls segera. Kita akan memanfaatkan skandal ini untuk promosi. Dan pastikan Shikamaru off beberapa waktu dari kegiatan keartisannya"

"Baik Sasuke-sama.. Tapi baru saja saya mendapat telpon dari PD acara pernikahan virtual Sai, mereka memutuskan untuk mengakhiri pernikahan Sai, dan meminta ganti rugi atas pelanggaran kontrak"

Sasuke memencet-mencet keningnya yang agak pusing. Setelah ini aka nada tuntutan dari mana lagi? Setiap kali skandal artis mereka keluar, perusahaan juga ikut kalang kabut. Karena mereka takut kejelekan image brand ambassadornya mempengaruhi citra produk mereka.

"Hn.. Kita akan membayar ganti rugi itu. Asalkan jalan cerita perpisahan Sai dan Sakura kita yang menentukan. Buatlah alasan mereka berpisah karena kesibukan masing-masing. Dalam situasi yang sensitive seperti ini, opini publik sangat mempengaruhi masa depan karir Sai. jangan membuat citranya semakin jelek."

"Tapi itu sangat sulit, semua orang tahu alasan kenapa Sai keluar dari acara itu"

"Itu akan berakhir menjadi asumsi. Apakah netizen tak pernah membuat asumsi mereka sendiri? mereka bahkan berasumsi Hinata seorang pemakai narkoba hanya karena ia mudah gugup. Asumsi akan hilang berjalannya waktu. Mungkin besok mereka akan melupakan skandal ini. mereka hanya perlu umpan baru. Jadi pastikan PD itu menyetujui permintaan kita"

"Baik"

Memang benar sebagian besar netizen adalah anti. Mungkin mereka memiliki masa-masa yang sulit dalam kehidupan mereka makanya mereka membenci artis. Tak ada satu artis pun yang tak luput dari kebencian mereka. bahkan artis kesayangan nasional seperti Sakura saja dibenci. Padahal gadis itu sangat menjaga kehidupan pribadinya.

Namun mereka juga mudah melupakan, Skandal Shikamaru atau Ino-Sai akan lenyap seiring berjalannya waktu. Netizen hanya perlu membenci dan menyalahkan seseorang. Tanpa mau tahu permasalahan itu lebih tak bedanya seperti anjing-anjing kelaparan yang tiap di lempar daging segar akan mengikuti kemanapun itu.

Uchiha bukanlah agensi kemarin sore yang tak pernah menangani skandal semacam ini. Ujian terberat mereka terlah alami yakni ketika keluarnya Sakura. Sasuke sampai pusing dibuatnya, apalagi kenyataan Sakura yang bersikeras mempertahankan kandungannya.

Sesungguhnya saat itu Sasuke sangat takut, katakan ia orang yang jahat. Ia ingin sekali bayi itu tak lahir kedunia ini. Karena ini bukan saatnya untuk bersuka ria menyambut kedatangan seorang bayi. Ia memiliki seribu karyawan yang harus menafkahi keluarga mereka dan Sakura memiliki jutaan fans. Jika saja ia bersikeras mempertahankan Sakura dalam tim maka hancurlah sudah semua.

Walaupun cara ini terlihat kasar namun demi melindungi ribuan atau bahkan jutaan orang ia harus melakukan hal ini. Terpaksa ia harus mengorbankan Sakura dan bayi mereka. sasuke berjanji suatu saat nanti ia akan menebus kesalahnnya dengan Sakura dan bayi mereka dengan caranya sendiri. Tapia pa yang dilakukan Sakura sekarang? Ia lebih memilih menghancurkan Sasuke jadi jangan salahkan ia jika ia berniat membalasnya.

Ting.. Tong..

Sakura mengambil cardigan panjang untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengunakan gaun malam sutra minim. Siapa malam-malam seperti ini datang ke vila pribadinya? Pikir Sakura. Ia ketiduran setelah membacakan buku cerita untuk Sarada. ya.. Sekarang anak semata wayangnya telah tinggal dengannya, ini semua berkat kekeras kepalaan bocah itu. Jika saja ia tak menangis dan berteriak-teriak selama enam jam ia tak akan membawa Sarada ke vila pribadinya yang dekat dengan pusat kota seperti ini. jujur saja sebenarnya ia agak takut walaupun tempat ini lebih aman daripada apartemennya, setidaknya paparazzi dan fans belum mengetahui perihal vila ini.

Setelah pintu di buka, ia kaget mendapati seorang pria tak asing berdiri di depannya. Nagato. Pria tampan namun menyebalkan yang telah membuat pusing kepalanya beberapa bulan ini.

Dia pernah mengaku sebagai penggemar Sakura. namun Sakura lebih baik tak memiliki penggemar sama sekali daripada memiliki penggemar sepertinya. Pertemuannya dengan Nagato memang tak ia rencanakan. Waktu itu ia menjadi bintang tamu di acara debat mengenai seksi dan seks.

Ia diminta tampil disana karena simbol seksi yang melekat pada dirinya sedangkan Nagato adalah penulis novel erotis BDSM yang kontroversial karena berusaha mencuci otak pembaca kalau rasa sakit adalah puncak kenikmatan seksual. Selain novelis ia adalah cucu ke enam dari taipan kaya klan Uzumaki. Sepupu Naruto dan tentu saja mantan kekasih Shizuka. Yang Sakura tahu karena orang itu pula lah penyebab kesalahpahaman antara Sasuke dan Naruto.

Di depan televisi nasional Nagato terang-terangan mengatakan jika Sakura adalah tipe idealnya, ia bilang ingin sekali bermain seks dengan mainan koleksi BDSM-nya bersama Sakura. Ini gila, sakura bukanlah wanita penyaka sadism, ketika bersama Sasuke dulu mereka tak pernah menggunakan alat-alat semacam itu hanya saja mereka terbiasa menggunakan kata-kata kotor. Sakura pikir si Nagato inilah penyebab Shizuka menyukai hal-hal seperto itu.

Nagato menyunggingkan bibirnya, memperlihatkan senyum sejuta pesona yang telah menjerat ribuan gadis ke dalam ranjangnya, sakura akui jika saja pria ini tak mengerikan mungkin Sakura telah jatuh cinta pada pria itu.

"Malam cantik.." ujarnya dengan suara parau penuh goda.

"Dari mana kau tahu apartemenku ini?"

"Jika seorang Nagato sedang jatuh cinta maka ia akan mendapatkan gadis itu dengan cara apa pun"

"cih.. Kata-kata yang menjijkan"

Nagato mendekati wajah Sakura, dengan lancang ia mengulum kuping Sakura. kaget.. ia segera mendorong tubuh Nagato agar menjauh.

HAHAHA

Tawa keras keluar dari bibir Nagato, ia sangat senang bermain-main dengan wanita seperti Sakura. Nagato semakin berani menyentuh wajah sakura. tangan kirinya merangkul pinggang kecil berbalut gaun sutranya.

Ciuman itu tak dapat Sakura hindari. Bibir mereka telah bertemu, sial.. Pria ini pasti sangat lihai dalam hal Nagato bermain-main di mulutnya, tanpa sadar desahan demi desahan keluar dari bibir Sakura.

Tangan Nagato beralih membelai dada Sakura yang terbungkus gaun malam seksi. Sial.. mereka bisa melakukan hal yang lebih jauh jika seperti ini, apalagi sudah lama Sakura tak merasakan sentuhan pria.

"Aku tahu kau haus akan belaian pria.. Aku tahu wanita seperti apa dirimu!"

Nampak dari kejauhan seseorang pria duduk di mobil tengah memperhatikan mereka seksama. Ia tak percaya melihat kejadian yang ada didepannya Sakura bercumbu dengan Nagato, pria yang paling ia benci.

Niat awal Sasuke kesana untuk membicarakan masalah skandal dengan Sakura, tak disangka ia malah mendapati hal semacam ini.

Tangan kanannya mengepal keras gagang kemudi mobil, pertanyaan pun timbul dalam benaknya. Dari mana pria itu tahu Villa pribadi Sakura? setahunya hanya ia dan Kakashi saja yang tahu. Mungkin saja Sakura yang mengundang pria itu, tapi bagaimana bisa? Sejak kapan?

Tak tahan, Sasuke membanting setirnya pergi dari Villa terkutuk itu. Seingatnya Sakura bukanlah wanita seperti itu, walaupun dulu ia menuduh Sakura bermain dengan pria lain tapi itu hanyalah ucapan spontannya saja, tak ada maksud lain.

Tangan Sakura mendorong kasar Nagato, menghentikan kegiatan gila mereka. Seperti biasa Nagato hanya tertawa mendapat penolakan Sakura, semakin Sakura menolaknya maka ia semakin menyukainya.

"Kau menikmatinya bukan?"

"KAU GILAA! PERGI DARI SINI"

Bukannya pergi, Nagato malah mencengkram bahu Sakura erat. Sakura meringis kesakitan, rasa takut dan marah bercampur aduk.

"Bermain-mainlah denganku.. kau tak akan rugi. Bukankah niatmu ingin membuat Sasuke sakit hati"

Mata Sakura membelalak, bagaimana dia tahu semua itu?

"Kau.." ucap Sakura lirih.

"Haha.. Kau kaget aku mengetahui semuanya Sakura? seperti yang aku pernah bilang aku adalah penggemar setiamu. Dengan uang aku bisa mendapatkan semuanya.. dan mengetahui latar belakangmu sangat mudah."

"Kau stalker gila?"

"HAHA.. bisa dibilang seperti itu. Aku dengar kau berusaha mendekati Itachi.. wah.. kau gadis yang tak bisa diremehkan.. tapi ada satu hal yang harus ku beri tahu padamu.. Itachi adalah pria yang sangat menyayangi adiknya. Jika ia mengetahui tentang balas dendam dan masa lalumu bersama Sasuke ia akan membencimu jadi ku sarankan sebelum kau terluka, lebih baik kau lupakan saja.."

Sakura tak dapat lagi menahan emosinya. Berani-beraninya orang yang bahkan tak terlalu ia kenal mengatakan hal seperti itu padanya.

"Kau SalaH paham Uzumaki-san.. Hubunganku dengan Itachi hanya sebatas bisnis saja. Dan aku tak perlu memberi penjelasan mengenai bisnis itu padamu. aku tak peduli mengenai penilaianmu tentangku.. jadi enyahlah dari pandanganku sebelum ku panggil keamanan kesini."

Lagi-lagi Nagato hanya tertawa mendengar ancaman dari Sakura. tak perlu memanggil keamanan Nagato melangkahkan kakinya menjauhi vila milik Sakura.

"Kau pasti akan jadi milikku"

Waktu syuting telah tiba, ini adalah kali terakhir pengambilan gambar acara pernikahan virtual mereka. Sakura tiba di lokasi lebih sekitar 20 menit sebelum take pertama. Pikirannya sungguh tak tenang. Bukan karena ia gugup syuting episode perpisahannya tapi karena di dalam mobilnya ada putrinya sedang tertidur pulas. Lagi-lagi karena kekeras-palaan bocah nakal itu yang membuatnya tak berdaya

Penata rambut tengah mengeriting rambutnya. Biasanya ia menyempatkan pergi ke salon sebelum sampai lokasi. Jika bukan karena Sarada merengek minta dibelikan hot dog depan stasiun Ottogakure, masalahnya perlu waktu sejam untuk pergi kesana belum ditambah macet yang menjengkelkan.

Beberapa kali Sakura terlihat menengok ponselnya. berharap Kakashi menjawab pesannya. Ia memerintahkan Kakashi untuk menjaga Sarada sementara ia syuting adegan terakhir.

Sayup-sayup Sakura menguping pembicaraan antara PD dan Yamato sensei. Yamato mungkin tak sadar orang yang tengah duduk tak jauh dari mereka adalah Sakura.

"PD-sama.. tidak bisakah jalan cerita itu di ubah.. CEO kami bersedia membayar semua ganti rugi asalkan jalan cerita perpisahan ini di ubah. Kita buat saja Sakura dan Sai berpisah karena kesibukan masing-masing "

"Apa? Bukankah ini terdengar aneh. Semua orang tahu mengenai skandal Sai dan Ino. mereka akan tertawa jika kita melakukan hal itu."

Yamato tetap bersikeras merayu PD agar mengikuti keinginan bosnya.

"Ayolah.. hal seperti ini biasa terjadi dalam dunia entertainment bukan? Sai adalah artis yang memiliki talenta dan karir yang bagus. jika kalian seperti ini, citranya akan semakin hancur.. Lagipula hubungan Uchiha dengan stasiun televisi kalian sangat bagus bukan? Jangan hanya karena hal ini agensi kami tak mau tampil di acara kalian lagi"

PD diam seribu bahasa sejenak. Uchiha sangat pintar dalam hal tarik ulur. Mereka mempunyai andil besar dalam dunia entertainment jepang. Jika hubungan stasiun televisi mereka jadi buruk hanya karena ambisinya itu sama sekali bukan ide yang bagus.

"Yamato Sensei.. tak baik menekan PD kami seperti itu" ujar Sakura ramah.

"Sakura-chan.."

Ujar Yamato kaget.

Senyuman manis mengembang di wajah Sakura.

"Halo Yamato sensei.. senang bertemu denganmu.. maaf aku kurang sopan karena menguping pembicaraan kalian. "

"Tidak apa-apa Sakura-chan.. kita sudah layaknya saudara tak usah sungkan seperti itu" jawab PD dengan ramah

"Terimakasih PD-sama.. Tapi jika aku boleh berpendapat, bukankah jalan cerita tentang perpisahanku dengan Sai karena kesibukan itu aneh Yamato Sensei? Itu berarti kita menganggap penonton bodoh. Tolong pikirkan juga bagaimana perasaan para shipper. Aku dan Sai telah susah payah membangun chemistery ini. tapi hanya karena kesalahan fatal yang Sai buat ini berakhir menjadi lelucon" Ujar Sakura dengan penuh emosi.

Sang PD sangat terharu akan keseriusan Sakura memikirkan acaranya. Di saat idol sekelas ia menolak acara semacam ini dengan alasan takut image mereka rusak Sakura malah bersedia. Selama ini Sakura-lah yang lebih sering menunjukkan rasa cintanya pada Sai di luar acara mereka. ia sangat berterima kasih akan semua hal itu

"Sakura-chan.. terima kasih karena selama ini kau telah melakukan hal terbaik untuk acara ini."

"Ini adalah pekerjaanku PD-sama.. sudah tugasku untuk melakukan hal yang terbaik, PD-sama jika aku boleh meminta bolehkah aku mengungkapkan seluruh isi hatiku yang sebenarnya kali ini?"

PD kaget dan Yamato bingung dengan perasaan yang di maksud Sakura. Yamato curiga jika ada niat tertentu di dalam perkataan Sakura itu. Setahunya Sakura tak pernah benar-benar menyukai Sai. Semua yang ia lakukan dalam media social atau wawancaranya adalah fans service semata.

"Apakah ini tak terlalu beresiko Sakura?" Tanya sang PD, selama ini ia tak pernah membiarkan artisnya melakukan tindakan tanpa pengarahan darinya. Apalagi dalam acara seperti ini, semua telah terkonsep dengan baik walaupun kelihatan tak berkonsep. Karena ia tak mau menanggung resiko skandal yang tak diinginkan kedepannya. Adapun skandal yang selama ini mereka buat memang sudah bagian dari konsep.

"Sakura-chan.. jangan menabur garam di dalam luka orang lain. Sai dalam posisi yang tak menguntungkan saat ini. sudah cukup selama ini kontroversi yang telah kau buat.. kau ingin menghancurkan karir Sai." Ujar Yamato keras meluahkan risau hatinya, pandangannya beralih ke PD "PD-sama.. Pikirkan baik-baik tindakanmu, jangan karena rating semata kau mengorbankan hubungan Uchiha dan stasiun TV kalian."

"Wah.. Yamato Sensei menekan PD kami lagi.. Apakah Uchiha selalu berbuat seperti ini pada rekan bisnisnya? Aku baru tahu.. hmm.. Rupanya kalian tak jera dengan kekalahan-kekalahan kalian dalam hal pelanggaran kontrak setelah dikeluarkannya aku dulu."

Mendengar nada provokasi dari Sakura. PD menjadi sadar, seharusnya Uchiha lah yang sekarang ketakutan. Artis mereka yang telah melanggar kontrak. Uchiha memang licik, mereka selalu membawa nama seluruh artis dibawah agensi mereka untuk menekan stasiun televisi.

"Sakura benar.. Sai yang telah melanggar kontrak, maka ia yang harus menuruti kata kami. Kami tidak takut dengan Uchiha karena kami benar. Jika Uchiha tak mau membayar ganti rugi maka kita akan bertemu di ruang persidangan"

Nyali Yamato menjadi ciut mendengar ucapan PD. Sejak awal ia tahu ini bukanlah ide yang bagus. ia segera menghubungi Sasuke untuk melaporkan hal ini.

Hoamm..

Kakashi mengerjapkan badannya, sudah setengah jam ia menjaga tuyul kecil yang sedang tidur terlelap di kursi belakang mobilnya. Terpaksa ia harus memindahkan Sarada ke dalam mobilnya karena mobilnya terlalu kecil.

Dalam hati ia meruntuki, ia adalah seorang manager bukan babysitter. Seharusnya waktu liburnya ini ia manfaatkan untuk mencari gadis-gadis cantik di dalam sauna. Sial..

"Kawaii"

Hari ini tak terlalu sial rupanya. Kakashi melihat seorang wanita seksi berbelahan dada rendah sehingga ia dapat melihat lipatannya tepat di depan mobilnya. Tapi tunggu dulu wanita itu nampak tak asing.

Kakashi mengingat-ingat kembali dimana ia melihat wanita itu. Bar, mabuk, koin dan kondom. Akh.. ia ingat, wanita itu adalah one night stand-nya ketika berada di Phuket dulu. Gotcha..

Ketika ingin beranjak keluar mobil, tiba-tiba Kakashi mencium bau yang tak sedap. Bau busuk apa ini rasanya seperti di dalam neraka saja. Ia menengok ke kursi belakang tempat Sarada. bocah itu masih tertidur tenang namun setelah Kakashi perhatikan seksama. Wajahnya meringis kecil seperti menahan sesuatu. Mata sayu bocah itu terbuka.

"Paman Kakashi.. " lirihnya.

"Kenapa Sarada-chan?" Jawab Kakashi sambil menahan bau yang menyengat mobilnya. Mungkin jika ia berada lima menit lagi saja disana ia akan pingsan. Ia curiga bau itu dari balik celana Sarada. benar saja.. ketika ia membukanya ada pemandangan tak manusiawi di dalam sana"Sarada-chan EE?"

Bocah itu mengangguk kecil menjawab pertanyaan Kakashi. Setelah tahu hal itu spontan saja Kakashi jadi kelabakan. Ini mengerikan… membayangkannya saja sudah mengerikan.. mau tak mau ia harus menceboki anak itu. Huahh.. tidakk.. lebih baik ia menghadapi sepuluh bandit sekaligus daripada harus membersihkan pantat bocah balita.

"YAAHH.. JIKA KAU INGIN EE KAU BILANG SAJA.. JANGAN EE SEMBARANGAN.. APALAGI DALAM MOBILKU!"

Sarada meringis ketakutan melihat amukan paman Kakashi.

"Tadi Sarada mimpi melihat monster jahat.. seram sekali.. hiks.. monsternya ingin makan sarada.. Sarada takut dimakan monster..hiks"

Kau adalah monsternya. Pikir Kakashi

"Ya sudah, sekarang kita ke kamar mandi"

"Pa..man.." lirih Sarada. muka bocah itu memerah seperti ingin mengeluarkan sesuatu "Masih pingin.."

Ternyata buang air bocah itu belum selesai, sebelum kotoran itu mengotori seluruh isi mobilnya. Kakashi segera menentengnya lari menuju tempat yang ia nilai paling aman.

"Sai-kun.. sebelum berpisah aku ingin menceritakan kisahku padamu. Kumohon dengarlah. Ini adalah rasaku, kepedihanku dan penderitaanku. Dulu sekali aku pernah menemui seorang pria, aku ingat itu pertama kali aku jatuh cinta. Pada saat itu dengan gagah beraninya ia menolongku. Ketika melihat matanya aku baru sadari ia adalah malaikat. Hari demi hari kuhabiskan untuk mencintainya, ia adalah alasanku untuk melakukan hal yang lebih baik. Aku terus mencintainya walaupun tahu itu adalah cinta yang mustahil karena perbedaan status social kami. Aku adalah orang miskin sedangkan dia adalah orang biasa. Namun ada saat di mana aku harus mengetahui batasku. Ia telah memiliki seorang kekasih. Gadis itu lebih dari sempurna. Ia berasal dari keluarga taipan kaya, cantik dan berkelas setara dengannya. Perasaan itu kukubur, sampai saat ia menawarkan tempat untukku disisinya. Aku tahu hubungan ini tak benar namun aku melakukannya. Aku tahu ia hanya menganggapku sebagai pelariannya saja namun aku tak mempermasalahkan itu, asalkan aku disisinya aku sudah bahagia. ia pernah bilang agar aku mencari cinta sejatiku dan jangan jatuh cinta padanya. Semua adalah palsu tapi aku tak bisa. Cintaku semakin tumbuh dan berkembang. Tiba-tiba.. disaat aku membutuhkannya ia harus kembali ke sisi orang lain. Sai-kunn…"

Sakura meneteskan air mata dari bola mata cantinya, Semua orang yang ada disana ikut menangis mendengarkan ceritanya. mereka tak menyangka jika wanita seperti Sakura pernah mengalami hal semacam itu "Aku adalah orang yang terbuang.. Sai-kun.. ketika pertama kali aku melihatmu aku kaget.. kau sangat mirip dengan orang itu, sehingga muncul kemungkinan-kemungkinan dalam benakku.. mungkinkah kau adalah orang yang tuhan turunkan untukku sebagai penggantinya.. mungkinkah.. kisahku dengannya bisa menjadi kisahku denganmu.. mungkinkah.. kita telah ditakdirkan bersama. Disaat yang tepat dan momen yang tepat.. Kau boleh membenciku karena perasaan delusionalku ini. kau sempat membuat khayalanku melambung tinggi kembali"

"Sakura-chan.. gomen.. A-aku tak tahu"

Sakura menggeleng-gelangkan kepalanya menolak permohonan maaf Sai.

"Jangan meminta maaf padaku.. ini semua salahku.. seseorang pernah bilang jika aku harus mengetahui mana yang palsu dan yang nyata, tapi aku memang bodoh.. jatuh di lubang yang sama untuk kesekian kalinya, terima kasih karena telah membangunkanku setelah mendengar beritamu dan Ino hatiku hancur tapi aku ikut bahagia melihat dua orang tercintaku berbahagia. Aku akan mendoakan kalian untuk bahagia selamanya"

'Terima kasih Sakura.. Kau berhak mendapatkan pria yang lebih baik dariku"

Sakura berusaha tersenyum menatap Sai di tengah linangan air mata membasahi pipinya.

"Sama-sama Sai, tapi bolehkah aku meminta sesuatu darimu.."

"N-"

Belum sempat Sai menjawab pertanyaan dari Sakura, bibir manis wanita itu langsung menyentuh bibirnya. Sebuah ciuman perpisahan. Ciuman yang penuh emosi dan penghayatan. Seperti bukan sedang berakting saja.

Para kru termelongo melihat adegan drama di hadapan mereka. bahkan sang PD lupa untuk mengatakan "cut" karena saking khusyuknya. Dalam hati ia berjingkrak kegirangan.. ini adalah ending terbaik yang pernah ia buat selama hidupnya mengarahkan acara itu. Sakura adalah aktris terbaik. Orang-orang pasti merinding melihatnya. Cahh,. ini bisa menembus rekor rating tertinggi dalam sejarah pertelevisian mereka.

Setelah mendapatkan telpon dari Yamato Sasuke tak bisa duduk diam. Wanita itu pasti melakukan semua ini dengan sengaja. Sekarang proses syuting sedang berjalan, Sasuke berdebar-debar menunggu hasil laporan syutingnya. Rasanya ia ingin sekali ke tempat syuting yang berada di halaman depan gedungnya untuk melihat langsung proses syutingnya namun rasa gengsinya lebih besar jadi ia hanya bisa duduk diam saja.

Brak..

Suara pintu terbuka, ia melihat Kakashi sedang menenteng seorang bocah perempuan di lengan kanannya.

"Pa-maan.. perutku sakit!"

"Sabar.. Sarada-chan!"

Kakashi memasukkan Sarada ke dalam toilet kantor Sasuke tanpa seijin pemiliknya lagi.

"Gomen.. Sasuke-sama.. ini keadaan darurat, aku tak tahu tempat yang paling aman lagi selain disini"

Nyaris saja Sasuke kehilangan emosinya, tak tahu kah tindakan Kakashi ini bisa berakibat fatal. Berani-beraninya ia membawa anak Sakura ke dalam kantornya.

"Kau sudah gila Kakashi!"

Tapi pria itu hanya tersenyum cengengesan seperti biasa.

"Paman.. Aku sudah selesai, aku mau cebok!"

"Hah? Cepat sekali.. kau baru saja masuk!"

"iya.. tapi sudah gak keluar lagi ee nya!"

Sasuke menunjuk kearah ubin kantornya. Wajahnya syok tak percaya apa yang sudah dilihatnya kotoran yang sudah tak terbentuk berceceran kemana-mana.

"Iii..tu.."

'Oh.. pantas saja Sarada-chan sudah tak ingin ee lagi. Rupanya sudah keluar dari tadi ya. Hehe.. Sudah paman bilang kan jangan makan hot dog terlalu pedas jadi menceret seperti ini kan" jawab Kakashi sambil tertawa seperti tak ada salah. Emosi telah memuncaki kepala Sasuke. kesalahan yang telah dibuat oleh Kakashi kali ini fatal.

"CEPAATT BERSIHKAAN!" teriak Sasuke marah, Kakashi telah siap-siap mengeluarkan jurus andalannya yaitu jurus seribu kaki alias lari. Akkh.. gadis seksinya telah menunggu di bawah sana.

'Ahh.. Gomen.. Sasuke-sama.. PD-sama telah menungguku dibawah… " Ujar Kakashi bohong "Sarada-chan.. jika ingin cebok minta tolong saja dengan paman ini ne.. hehe.. lagi pula aku tak boleh mencebokimu karena kalau kau sudah besar nanti kita boleh menikah.. hehe.. chaa.. paman tinggal dulu ya. Nanti paman menjemputmu. Bye.."

Sasuke hanya bisa menahan amarahnya. Ia melangkahkan kakinya ke dalam toilet untuk menemui bocah kecil yang ada disana.

"Apa kau bisa membersihkan itu sendiri" Tanya Sasuke mengisyaratkan pada bokongnya. Sarada menggelengkan kepalanya bertanda ia tak bisa.

"Berapa usiamu?"

Sarada tak menjawab, ia takut untuk menjawab pertanyaan orang asing. Mamanya selalu melarangnya berbicara dengan orang asing. Ia terka bocah itu masih berumur empat tahun, biasanya anak seusianya sudah mulai belajar untuk ke kamar mandi sendiri. Sebenarnya apa yang Sakura lakukan?

Sasuke mendekati bocah itu namun Sarada menolak, suasana berubah menjadi tengah kediaman itu Sasuke dapat melihatnya jelas. Ini adalah pertama kalinya ia bertemu anak itu secara langsung. Wajah bocah itu mengingatkannya dengan wajah bocah dalam foto yang ia temukan di gudangnya beberapa hari yang lalu –foto masa kecilnya –. Rasa bersalah menghinggapi hatinya, benarkah anak ini adalah anak yang pernah ia tak akui?

Sasuke mengambil keran air yang ada di dekat toiletnya. Ia mendekati Sarada beruntung bocah itu tak menolaknya lagi. Dengan lembut ia membersihkan bokongnya. Tubuh mungil bocah itu memeluk leher Sasuke untuk menjaga keseimbangan badannya. Sasuke dapat merasakan kehangatan itu, perasaan aneh ketika makhluk mini itu menyentuh dirinya.

"Nama paman siapa?"

Tanya Sarada sedikit malu. Sasuke tak dapat menyembunyikan senyumnya.

"Sasuke Uchiha."

Ini adalah sejarah dalam hidup Sasuke, seumur-umur ia tak pernah membersihkan kotoran balita. Kakashi benar-benar mengerjainya. Dia membawa Sarada dalam keadaan kotor dan tak membawakan baju gantinya. Untung saja OB yang ada di kantornya tak terlalu kepo ketika disuruh membelikan baju dan popok untuk Sarada.

"Paman Sasuke..Apa cicak paman boleh sarada bawa pulang?" tanya Sarada sambil menunjuk kea rah dinding. Sasuke kaget biasanya bocah perempuan menyukai hal-hal feminism seperti boneka, rumah-rumahan dan sebagainya tapi Sarada..

"Ya.. tentu saja"

"Paman bisa mengambilkannya untuk Sarada?"

Untuk yang kedua kalinya ia mencatat sejarah hidupnya. Menangkap cicak di dinding kantor. sebenarnya agak jijik tapi melihat keimutan wajah Sarada ia tak sanggup untuk menolak permintaan bocah manis itu.

Sasuke menyeret bangku kerjanya. Cicak adalah hewan yang lincah, tak mudah untuk ditangkap jika tak hati-hati binatang itu bisa langsung kabur. Sasuke menahan badannya di dinding. Diam-diam ia mendekati tangannya ke arah tempat si cicak berada. Yup.. sedikit lagi.. tapi belum sempat ia menangkapnya cicak itu sudah keburu kabur. Ini sulit sekali.. Sarada boleh meminta apa saja darinya asal jangan cicak.

"Gomen.. Sarada-chan.. paman tak bisa.."Semburat kekecewaan terlihat dari wajah Sarada. gagal sudah menambah koleksi binatang reptile kesayangannya. "Jangan sedih ne.. nanti paman belikan binatang kelinci sebagai gantinya!"

"Aku tak mau.. aku mau nya cicak yang ada di kantor paman! Pasti Naruto senang mendapatkan teman baru"

"Naruto?"

"Iya.. cicak peliharaanku di rumah namanya Naruto. Dulu Naruto punya teman namanya Haru tapi Haru sudah mati"

Sasuke tak dapat menyembunyikan rasa gelinya, nama temannya sama dengan nama seekor cicak.

"Hehe.. Ne.. nanti paman akan carikan teman Naruto ya.. lalu kenapa Haru bisa mati?"

"Haru sakit jantung sama kanker terus mati waktu Sarada bedah"

Sasuke tak percaya apa yang di dengarnya. Sudah lama ia memasuki dunia empat dimensi seseorang. Apa Sarada punya kecenderungan suka menyiksa binatang seperti Itachi sewaktu kecil? Sasuke bergidik ngeri ketika mengingat banyaknya bangkai binatang yang ada di boks mainan Itachi,Akh.. Sasuke harap itu hanya kecurigaannya saja. Anak semanis Sarada tak boleh mempunyai hobi seaneh kakaknya.

TBC

RnR