Bab 7

AN EXO FANFICTION

.

.

.

CAST :

ALL EXO MEMBERS ( OT 12)

.

.

.

.

PAIRINGS :

HUNHAN

KAISOO

CHANBAEK

KRISHO

CHENMIN

.

.

.

.

ENJOY IT

By Aulia Asrikyuu

.

.

.

SEMUA CHARA MILIK TUHAN DAN ORTU MASING-MASING

SAYA HANYA MEMINJAM

ORIGINAL CERITA MILIK SAYA

( NO PLAGIAT! BANYAK TYPO DAN GAJE DIMANA-MANA!)


.

.

.

Angin kencang yang dingin berhembus begitu kuat. Menyapu apapun yang berada tepat di hadapan jalurnya−hingga terpental jauh. Bahkan di terik siang yang menyengat bagi kota Seoul yang berhawa dingin.

Begitu juga dengan sebuah mansion klasik yang sedikit terisolir dari pemukiman penduduk. Dengan halaman dan bentuk bangunan yang begitu mewah−menandakan bahwa pemiliknya bukanlah orang sembarangan. Ditambah bendera-bendera berwarna ungu yang berlambang naga merah dari Utara menghiasi setiap sudut mansion.

Angin yang berbentuk bagaikan badai itu menghampiri mansion tersebut. Tapi angin ungu itu hanya berputar-putar di halamannya. Tidak sampai sedikitpun menyentuh bagian mansion. Putarannya di halaman membuat rumput-rumput dan pepohonan disana hampir tercabut dari tempatnya.

Sayup-sayup dapat kalian dengar desisan di dalam angin. Seperti bunyi orang yang menahan rasa pedas di lidah mereka.

Angin yang berhawa panas itu berhenti−menyusut sedikit demi sedikit. Membentuk sebuah tubuh yang sempurna. Sepasang mata tajam berwarna ungu terang itu terbuka. Menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Kilatan di kedua manik tajamnya sudah mengatakan semua tentang dirinya.

Seorang namja bertubuh tinggi dan berwajah tampan berdiri di halaman mansion. Tubuh kekarnya dikelilingi aura berwarna ungu pekat yang beracun. Seringai lebar tercetak di wajah rupawan miliknya−selagi tangan namja itu menggenggam sehelai rambut berwarna hitam yang lembut.

Dia mulai menapaki halaman−menuju ke arah pintu Mansion yang terbuka lebar dikarenakan sapuan angin badai miliknya. Berjalan dengan gaya angkuh dan berkuasa yang khas milik Pangeran Deimon.

Sebenarnya mansion ini tidak memiliki bentuk seperti sekarang.

Dahulu mansion ini memiliki hawa gelap dan berwarna hitam pekat disertai dengan atribut pembunuhan yang lengkap. Perlambangan dari namja tampan tadi dan sifat dari klan miliknya. Tetapi seseorang telah membuatnya harus rela mengubah tampilan mansion menjadi berwarna putih dan terang.

Properti dan atribut memang masih sama tapi tampilannya berbeda−Mirip dengan mansion dari Vampire klan Oh.

" Kyuhyun...Kau dimana? Hm...jangan bersembunyi dariku manis...aku tahu kau disana"

Seorang namja lainnya di bagian dalam mansion berlari-lari kecil tanpa mengeluarkan sedikitpun bunyi. Kekuatannya sebagai Vampire membantunya terkadang-kadang− biarpun di mansion ini semua kekuatannya dikekang.

Wajah manisnya terlihat gugup dengan peluh membasahi tubuh mulusnya. Ia berusaha menyeret borgol rantai yang terpasang di tangan mungil miliknya dengan hati-hati agar tidak menyembunyikan sedikitpun suara.

Mata hitam kecoklatan manis milik namja itu berkaca-kaca−hampir menangis tetapi alisnya menukik tajam. Tanda dia memiliki sifat tegas biarpun masalah tepat di depan matanya sendiri. Ia menyusup dengan kecepatan vampire melewati berbagai perabot dan ruangan di mansion yang lebih luas dari mansion Klan Oh.

Ia sedikit menunduk disaat melewati kolong-kolong meja yang besar dan berjalan jongkok melalui ruangan yang terekspos bebas. Bunyi gemerincing rantai beradu dengan langkah kakinya yang kecil.

Namja itu menggertakkan gigi saat melewati koridor besar. Hawa dingin yang sedikit menusuk dikarenakan sihir menerpa tubuh setengah telanjangnya. Bagaimana tidak? Dia dipaksa memakai pakaian tradisional klan Deimon yang sangat terbuka.

Bagian atasnya hanya ditutupi oleh selendang putih yang sangat tipis−yang diikat pada sebuah ikat pinggang berwarna emas. Disambungkan menuju kumpulan kain putih lainnya yang cukup banyak menutupi kaki dan bagian belakangnya. Tapi cuma sebatas paha mulusnya.

Punggungnya pun terekspos bebas tapi untunglah pantat mulus itu masih tertutup. Sebenarnya−awalnya itu sedikit terbuka dan memudahkan namja bermata tajam yang memanggilnya tadi mengerjai lubang milik namja manis ini.

Tapi diam-diam karena kesal, dia mencarik sebuah kain putih yang merupakan bagian dari kain gorden. Menyambungkannya lagi hingga bagian pantatnya tertutup sempurna. Tapi tetap saja! Baginya ia lebih memilih memakai pakaian tradisional bangsa Vampire daripada pakaian ini.

" Kyuhyun...Kau tidak mau menyambut tuanmu hm? Kesini anak manis... maka aku akan mempertimbangkan untuk tidak memberimu hukuman..."

Namja berwajah tegas itu telah tiba di tengah mansion. Di hadapannya terdapat tangga besar menuju lantai dua. Ia menyeringai. Suasana begitu sunyi hingga ia dapat mendengar semua pergerakan di dalam mansion.

Sedangkan Kyuhyun sendiri terus menyumpahi namja tadi. Mulut mungilnya mengutuk dengan semua kutukan yang ia tahu. Yah..sebenarnya dia tahu kutukan itu dari Siwon saat namja itu masih kasar padanya dulu. Dulu kan Kyuhyun anak manis nan polos yang naif tapi setelah ada Siwon... yah..otaknya teracuni dengan kemesuman dan kutukan.

Ia mulai menarik borgol berantainya kesal karena menyenggol kaki-kaki meja makan tapi tetap lembut agar tidak ketahuan. Wajah manis milik Kyuhyun menekuk tidak suka dengan dua pasang mata coklat yang berkilat benci.

' Tuan!? Tuan kepalanya! Jika saja aku bisa kabur dari tempat terkutuk ini...akan kuadukan kau dengan Siwon dan putraku Sehun!' Maki Kyuhyun di dalam hati.

Ia masih berusaha menyusup dan merangkak. Tidak menghiraukan panggilan dan ancaman namja yang memanggilnya. Dia bahkan sudah muak mendengar suara namja itu. Membuat Kyuhyun ingin menyumpal mulutnya dengan seluruh kaos kaki milik Siwon.

Seluruh akses kabur di mansion ini telah terkunci dengan sihir tingkat tinggi milik namja itu. Dan itu membuat Kyuhyun makin jengkel padanya. Tapi ada satu tempat yang Kyuhyun tau netral dari segala jenis sihir.

Kamar tidur namja tadi! Dan untungnya disana terdapat jendela besar yang langsung menghadap ke hutan. Jadi saat Kyuhyun berhasil kabur−ia akan langsung kabur ke hutan itu dan lari ke arah mansion Klan Oh.

Kyuhyun yang pintar diam-diam menyusup mengikuti namja itu dan tidak merasakan hawa sihir macam apapun pada kamar tidurnya yang beraroma tumbuhan mint dan daun eukalyptus.

Tapi kamar tidur itu berada tepat di ujung Mansion yang dia tahu sangat dijaga ketat oleh namja tadi. Memang kamar tidurnya netral dari sihir tapi akses ke koridor ujung memiliki banyak sihir.

Kyuhyun mengulum bibirnya sendiri.

Memang semua kekuatannya dikekang tapi yang dikekang hanyalah kekuatan vampirenya. Tapi kekuatan seorang vampire berdarah dewa tidak sepenuhnya dapat dikekang oleh namja tadi. Pernah sempat bercengkrama dengan Dewi ilmu Sihir membuatnya dihadiahi kekuatan sihir setingkat dewi itu.

Sedangkan namja berwajah tegas tadi mulai terlihat jengkel. Namja manisnya tidak datang. Ia menghentak-hentakkan kakinya kesal dan menggeram. Tangannya mengepal dan gigi-gigi taring miliknya bergemeletuk satu sama lain.

" Kyuhyun! Jika kau tidak menghadapku dalam waktu kurang dari 5 menit maka jangan harap lubangmu bisa bertahan selama seminggu!"

Kyuhyun yang sedang melewati koridor terkaget-kaget. Dia bahkan hampir menggigit lidahnya sendiri agar menahan jeritan lirihnya keluar. ' Sial...baru kemarin dia memasukkan butt plug sialan itu! Dan sekarang dia ingin memasukkan mainan lagi!? DIA AKAN BENAR-BENAR KUADUKAN KEPADA SIWON-KU!'

Namja manis itu mengelus pantatnya yang masih berdenyut sakit dengan wajah kesal. Tapi Kyuhyun tetap tidak menghiraukan rasa sakit itu dan masih terus melangkah menuju koridor terakhir mansion di lantai teratas. Yang berada di seberang kamar tempat ia dikurung.

Kyuhyun sendiri dikurung oleh namja itu di dalam ruangan berbentuk sangkar burung berwarna emas yang berisi sebuah tempat tidur berukuran Queen Size dan meja makan. Letaknya tepat di balkon atas ruangan. Koridor terakhir di lantai teratas−dekat dengan taman.

Namja berwajah tegas itu tau Kyuhyun benci gelap padahal ia sendiri vampire. Jadi setiap pagi datang−cahaya matahari akan membias dari jendela besar di samping sangkar.

Memantulkannya ke arah pagar-pagar sangkar itu dan menjadikan ruang itu terang. Persis seperti keinginan Kyuhyun. Pernah terombang-ambing bagai mayat di atas sungai Styx yang tepat berada di dunia bawah nan suram selama berhari-hari dalam wujud namja yang setengah telanjang telah membuat Kyuhyun paranoid berlebihan terhadap gelap.

Ia bahkan bisa berteriak bagai yeoja jika Siwon berani-beraninya mematikan semua lampu saat mereka bercinta dan menampar pipi Siwon sampai namja itu terpantul ke seberang ruangan oleh Kyuhyun yang mengamuk. Dan terkadang itu membuat Sehun kecil dulu sampai menangis melihat ibunya mengamuk.

Dan satu lagi−Tapi entah bagaimana, biarpun sihir tertinggi telah dipasang oleh namja yang mengurung Kyuhyun, ia masih bisa terlepas dan kabur seperti sekarang. Ho... Kyuhyun biarpun manis tapi ia cerdik. Ia sudah menyimpan berbagai macam pengait kunci dengan sihir yang ia simpan di bawah bantal.

" Sedikit lagi...sedikit lagi..." Ucap Kyuhyun lirih. Matanya berbinar bahagia saat melihat koridor itu. Dan tepat 80 meter di hadapannya terdapat sebuah pintu dengan dua pintu berukir kepala naga.

Air mata bahagia meluncur mulus dari kedua manik manis Kyuhyun. " Sedikit lagi...T-tunggulah sayangku Siwon...Hiks hiks... tunggu aku. Aku akan pulang Sehun...Eomma-mu akan pulang nak...hiks... aku akan kabur...hiks..."

Di saat Kyuhyun mulai menapak awal koridor−Sihir menerpa badan Kyuhyun. Ia berjengit menahan sakit. Sihir-sihir itu melukai tubuh mulusnya dengan cambukan tak kasat mata bagaikan dicambuk dari tali yang bergerigi.

Kyuhyun tersungkur dan air matanya kembali keluar. Dia bisa saja bertahan tetapi tetap saja−terkena cambukan sekuat orang dewasa itu benar-benar menyakitkan. Ia berusaha merangkak lagi. Dan sihir cambuk itu kembali menerpa kulitnya. Kali ini berkali-kali lipat lebih sakit.

Kyuhyun bahkan harus rela menggigit bibirnya demi menahan jeritan dan teriakan kesakitan meluncur dari mulutnya. Wajahnya tertekuk menahan sakit dengan air mata yang keluar terus menerus.

Tangannya gemetar menahan siksa tapi ia harus tetap keluar. Siwon dan Sehun-nya menunggu. Dua orang tercintanya itulah satu-satunya yang menjadi obat terampuh bagi rasa sakit yang dialami Kyuhyun.

Tawa manis Sehun kecil dan senyum jail milik Siwon−dia berjanji akan melihat kedua hal itu lagi. Dia berjanji dan bersumpah pada para Dewa Olympia. Bersumpah pada yang mulia ibu bumi yang dulu mengasuhnya−bahwa dia akan kembali ke pelukan hangat suaminya Siwon. Kembali membawa Sehun yang menangis itu menuju pelukannya.

Ia bersumpah akan kabur. Bagaimanapun caranya dia bersumpah akan tetap kabur biarpun fisiknya tersiksa sedemikian rupa. Tujuannya adalah rumahnya...Siwon dan Sehun.

Kyuhyun terisak dan terus terisak merasakan setiap cambuk demi cambuk menerpa kulitnya. Ia bahkan sudah mulai melenguh sakit memanggil nama Siwon. Sihir itu benar-benar menyiksa tapi Kyuhyun tetap merangkak di koridor itu.

PLAAKK!

PLAKKKK!

PLAKKKKK!

" A-akkhh.." Ringis Kyuhyun. " Hikss...A-appo..Hiks..S-siwon..A-appo..."

Kyuhyun merasakan seluruh tenaganya hampir habis padahal baru setengah jalan. Ia sedikit meringkuk dan mengisitirahatkan tubuhnya. Kyuhyun bernafas dalam dan panjang. Seperti saat ia melahirkan Sehun tapi kali ini lebih cepat. Dia lebih memilih sakit karena melahirkan daripada dicambuk seperti sekarang. Dikarenakan saat ia melahirkan−Kyuhyun masih dapat tersenyum geli melihat wajah Siwon yang panik setengah mati dan pucat layaknya orang anemia melihat lubang Kyuhyun yang berdarah.

Tapi sekarang−dia harus berjuang sendiri. Berjuang untuk kebebasannya. Ia dikurung seperti burung di dalam sangkar. Terkekang dan terisolir dari dunia luar selama BERTAHUN-TAHUN.

Ia bahkan yakin Sehun sudah tumbuh menjadi remaja yang kuat sekarang. Bukan lagi Sehun kecil yang suka bergelut di tubuh Kyuhyun dan tersenyum manis itu. Kyuhyun terisolir dari dunia luar dan dikurung selama bertahun-tahun. Dan selama itu juga ia berusaha kabur dan gagal. Tapi Kyuhyun tidak akan pernah menyerah.

Tidak akan pernah. Kalau perlu bertarung−ia akan bertarung. Biarpun tubuhnya bakalan disiksa terus-menerus tapi jika itu demi kebebasannya dan membuatnya kembali ke dalam pelukan keluarga kecilnya−maka Kyuhyun siap menyerahkan seluruh raganya.

" Hahh..Hahh.." Kyuhyun menarik nafas dalam. " S-sedikit lagi...a-aku yakin b-bisa..."

Ia kembali merangkak dan cambukan demi cambukan itu kembali lagi menerpa kulitnya. Kyuhyun bahkan sudah yakin tubuhnya memerah hebat sehabis ini. Dengan memar dan luka tak kasat mata.

" KYUHYUN!"

Kyuhyun tersentak kaget. Ia bahkan hampir menjatuhkan tubuhnya karena lemas mendengar suara menggelegar yang penuh amarah datang dari belakangnya. Dia tahu itu suara siapa.

" K-kris..." Pekik Kyuhyun lirih.

Kris mengepalkan tangan kuat. Emosinya campur aduk melihat Kyuhyun merangkak menuju kamarnya dan meringis kesakitan karena dikenai sihir cambuk yang sudah ia pasang sepanjang koridor.

Lihatlah kulit mulus itu! Semuanya memerah dan penuh luka!

" DASAR ANAK NAKAL!"

Kyuhyun melirik ke belakang dan mulai merengek. Kris berdiri dengan wajah garang penuh emosi. Ia sudah menggenggam sebuah vibrator berukuran medium di tangan satunya. Penderitaan Kyuhyun akan benar-benar bertambah kali ini.

" K-kris... a-aku..." Kyuhyun berusaha untuk berbicara sambil menahan rasa sakit.

" JANGAN BICARA SEKARANG! BERAPA KALI SUDAH KUBILANG JANGAN PERNAH MENCOBA UNTUK KABUR DARIKU!?" Raung Kris. Ia menjetikkan jari dan segera semua sihir lenyap.

Kyuhyun seketika tersungkur saat merasakan seluruh sihir telah terangkat dari tubuhnya. Ia menjatuhkan diri tepat di lantai dengan karpet berwarna merah itu. Hatinya sudah meraung-raung kesakitan dan ketakutan.

Tapi Kyuhyun tidak akan pernah menangis. Tidak di depan Kris! Ia berjanji untuk menjadi kuat di depan Kris!

Kris berjalan ke arah Kyuhyun dengan amarah memuncak. Dan amarahnya semakin naik saat melihat Kyuhyun hanya tersungkur tidak berdaya menahan sakit di lantai. Tidak sekalipun ia melirik ataupun memanggil nama Kris.

" AKHH! K-KRIS... A-APPO!"

Kris menarik rantai borgol Kyuhyun. " Ini hukumanmu karena telah berusaha kabur dariku! IKUT AKU SEKARANG!"

Kyuhyun terisak dan meringis tapi ia berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak meluncur. Tidak sekarang! Jika ia ingin menangis−maka dia harus menunggu Kris minggat dari pandangannya.

Tapi kelihatannya Kris tidak peduli. Namja bermata tajam itu masih terus menarik rantai Kyuhyun dan tidak mempedulikan bahwa punggung terekspos Kyuhyun yang memerah bergesekan dengan lantai kasar.

Itu membuat rasa sakitnya semakin bertambah.

" BERDIRI KYUHYUN! KAU PUNYA KAKI ATAU TIDAK HAH!?" Geram Kris. Ia menghentakkan rantai Kyuhyun−berusaha membuat namja itu berdiri.

Kyuhyun berpegangan pada rantainya dan terisak. Kakinya benar-benar lemas setelah merasakan begitu banyak cambukan sihir mengenai tubuhnya. Rasanya ia tidak sanggup lagi bahkan hanya untuk meluruskan kaki.

" A-aku sudah t-tidak kuat l-lagi K-kris..." isak Kyuhyun. " A-appo..."

Bukannya prihatin−Kris malah makin geram. " Tidak ada alasan Kyuhyun! Cepat berdiri atau vibrator ini akan merobek lubangmu!"

Tetapi Kyuhyun hanya bisa menggeleng. Dia sudah memaksa kedua kaki mulusnya untuk berdiri−tapi tetap berakhir dengan tubuhnya yang kembali meluncur lemas menuju lantai. Tersungkur dan terisak.

Kris menghempaskan rantai Kyuhyun kuat. Ia menghentakkan kaki tepat di hadapan wajah Kyuhyun dan membuat namja manis itu kaget. Kris berjongkok−meraih wajah kesakitan Kyuhyun dengan tangan kasarnya.

" Aku tidak menerima penolakan Kyuhyun! Sekarang pilih anak nakal! Berdiri atau mengangkang lebar-lebar!?"

Kyuhyun menggeleng kuat biarpun pipinya dicengkeram oleh Kris. " A-aniya...A-aku tidak mau m-memilih...T-tidak kedua-duanya..."

Kris menggertakkan giginya. Urat kesabarannya sudah putus dan kali ini ia tidak akan bermain-main lagi. Sedangkan Kyuhyun berusaha mencengkram lengan Kris. Ia membulatkan mata dan memekik disaat tangan Kris mulai membuka kedua kaki mulusnya.

" A-ANIYA...K-kris...A-aniyaa...!" Pekik Kyuhyun. Ia menggigit lidahnya agar tidak terdengar seperti menangis.

Tapi Kris menulikan pendengarannya. Ia mendesis dan menggeram.

" BUKA ATAU AKU YANG PAKSA! BUKA KAKIMU KYUHYUN!"

Tapi kali ini air mata Kyuhyun menetes. Membasahi karpet dan lengan Kris. Ia tidak akan menangis untuk siksa fisik tapi ini lebih. Kehormatannya di lecehkan. Tubuhnya hanya untuk Siwon dan hanya Siwon yang boleh menyentuhnya! Tapi... Kyuhyun merasa malu dan bersalah. Ia gagal mempertahankan status sebagai milik Siwon saat tangan Kris mulai menjalar menuju pantat sintalnya.

" Hikss...k-kumohon Kris! J-jangan lagi...hikss...j-jangan lagi!" Kyuhyun mencengkram lengan kekar Kris sekuat tenaga.

" JANGAN MENGGANGGU!" Kris menghempaskan tangan Kyuhyun kasar hingga namja manis itu terpental ke lantai. Dan disaat itulah−Kris membuka kaki Kyuhyun lebar-lebar hingga lubang kemerahan milik Kyuhyun terekspos.

Kris menyeringai. " Kau menutupi pantatmu dengan kain baru hm? Pantas saja kainnya lebih panjang tapi..."

Kyuhyun melebarkan mata saat tangan Kris menggenggam kain bagian belakangnya. Kain satu-satunya yang menutup pantat dan lubangnya.

"... aku tidak suka..."

Kyuhyun menggeleng dan menangis keras. " A-aniya Kris! A-aniya! K-kumohon! Hiksss...K-kumohon..."

SREEEETTTTT!

Habislah semua pertahanan Kyuhyun. Kain panjang yang sengaja ia kaitkan dengan bagian belakang tubuhnya sebagai penutup tambahan−telah habis dirobek oleh Kris. Membuat pantat sintal dan lubang Kyuhyun benar-benar terekspos. Tanpa penghalang apapun.

" Sekarang..." Kris mengelus luar lubang Kyuhyun yang berkedut. Membuat Kyuhyun mati-matian menahan desahan keluar dari mulutnya. " Buka kakimu yang manis Kyuhyun-ah..."

Kyuhyun berusaha mengatupkan kakinya tapi tenaga Kris lebih besar. Namja itu malah membuka kaki Kyuhyun kuat. Dan sontak membuat Kyuhyun melenguh tertahan saat jari Kris yang tepat berada di luar lubangnya merengsek masuk ke dalam.

Mengorek isi rektumnya dan memijat daging sekitar anal Kyuhyun. " Ya...jadilah anak manis...kali ini nikmati mainanmu!"

JLEEBBBB!

" NYAAAAAHHHHH!"

Kyuhyun segera memekik dan melenguh saat vibrator itu memasuki lubangnya. Rasanya menyakitkan seperti lubang sempitmu dipaksa melebar dengan sekali gerakan. Ditambah Kris pasti menyalakan benda itu dalam getaran maksimal. Membuat cairan kental berwarna merah mengalir dari lubangnya.

Kris menyeringai lebar melihat Kyuhyun menggeliat dan menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan desahan. Sedangkan vibrator masih bersarang di dalam lubangnya. Membuat Kris menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering.

" Nah...karena hari ini aku dalam keadaan bagus...maka ku kembalikan kau ke kamarmu anak manis..." Ucap Kris.

Ia menjetikkan jari dan benar saja. Saat Kyuhyun membuka matanya−ia sudah kembali berbaring di ranjang sutranya. Tepat di dalam sangkar burung emas tempat dimana Kyuhyun dikurung.

Kyuhyun hanya bisa mengerang tertahan saat vibrator itu memaksa masuk semakin dalam di lubangnya dan menumbuk prostatnya terus menerus. Mengirimkan rangsangan dan stimulan yang mampu membuat Kyuhyun menegang dalam waktu kurang dari 2 menit.

Di tambah posenya sekarang mengangkang lebar. Membuat rona merah menghiasi pipi Kyuhyun. Kris menyeringai dari luar sangkar.

" Aku akan pergi dulu anak manis..." Kekeh Kris. " Jangan berusaha kabur lagi dan nikmati mainanmu..."

Kyuhyun mengerang dan terisak. Harga dirinya diinjak-injak seenaknya oleh Kris. Tapi Kris malah menyeringai dan tertawa angkuh.

" Seharusnya kau berterima kasih padaku Kyuhyun ah... Aku sudah bersusah payah membuat mitasi tubuhmu dan mengirimkannya pada klan Oh"

Kris tertawa. " Dan membuatmu tiba disini... sebagai..."

Kyuhyun menelan ludah gugup saat mata Kris berkilat ungu. " burung emasku... dan lagipula aku sudah bertemu dengan calon permaisuriku"

Namja bermata manis itu tersentak. Siapalagi yang dijadikan korban oleh Kris!? Cukup dirinya saja yang dikurung disini... jangan orang lain lagi. Kyuhyun tidak akan pernah tahan jika ada orang yang diperlakukan sama sepertinya.

Ia pasti meruang-raung kepada Kris agar orang itu dibebaskan.

Kris melihat raut wajah Kyuhyun yang tiba-tiba berubah saat ia mencium helaian rambut di tangannya dan menyeringai. " Tenanglah Kyuhyun-ah... dia berbeda"

Kyuhyun terus mengekori pergerakan Kris dari matanya. Termasuk disaat Kris mulai berjalan ke ujung ruangannya. Tepat di hadapan sebuah benda tua yang tertutup kain putih yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Kyuhyun menelan ludahnya sendiri saat Kris menarik kain putihnya.

Jika boleh jujur−Kyuhyun pasti sudah akan menganga.

Kris sedang mengelus sebuah gaun tercantik yang pernah ia lihat seumur hidup. Gaun bergaya Inggris dengan warna biru langit dan tambahan hijau koral di sekitar renda rok-nya. Warnanya pecah dengan indah bagaikan ombak jernih yang memecah pasir putih. Dihiasi batu permata ruby dan Zamrud mengkilap berbentuk naga. Bunga-bunga segar nan indah mekar disekitar bahu tak berlengannya. Batu adamantian nan putih berkilauan memantulkan cahaya pagi.

" Gaun indah ini hanya kekurangan satu komponen lagi..." Ucap Kris. Ia menyeringai dan memandang helaian rambut di telapak tangannya. " Permaisuri baruku−Kim Joonmyeon"


.

.

.

.

SM National HighSchool

Ruang Matematika, Kelas X-B. Pukul 04:00 pm KST

" Nah!"

Chanyeol mengangkat alis bingung. Padahal semua siswa sudah pulang sekarang tapi dia ditahan oleh Baekhyun yang sedang tersenyum-senyum sendiri itu. Baekhyun memaksanya untuk bertahan sedangkan namja ber-eyeliner itu sedang menulis sesuatu di secarik kertas kosong.

" Ada apa Baekkie?" Tanya Chanyeol. " Aku punya urusan..."

Wajah Baekhyun tiba-tiba berubah muram mendengar penuturan Chanyeol. Hingga Chanyeol merasa canggung sendiri. Apa salahnya?

" Dasar jahat..." Keluh Baekhyun. Ia merengutkan hidung tidak suka. " Bukannya kau sudah berjanji untuk membelikanku make up- make up itu!?"

Chanyeol terkekeh. Ternyata Baekhyun menagih janji milik namja tinggi itu tetapi yang membuat Chanyeol bingung−kenapa tidak sekalian saja mereka langsung pergi? Kenapa Baekhyun masih menahan mereka di kelas padahal hampir setengah sekolah telah pulang ke rumah masing-masing?

Baekhyun merengut melihat Chanyeol duduk di kursi guru dan menyeringai ke arahnya. " Jadi...kenapa tidak langsung pergi saja?"

" Kau..." Namja dengan eyeliner itu menyipitkan mata. Ia menunjuk Chnayeol ragu. "Memangnya kau membawa uang? Istirahat kedua saja kau meminjam uangku! Dasar tiang listrik pabbo!"

Chanyeol mengangkat tangan dan tertawa. Memang ia meminjam uang Baekhyun karena ia sendiri malas mengambil dompetnya. Dan dompetnya itu bukanlah lipatan kain yang dapat kau sembunyikan di kantong celanamu. Mata uang bangsa Werewolf adalah selembar kertas dari kepingan emas murni. Di dalam dompet Chanyeol terdapat beribu-ribu won dan 20 lembar mata uang bangsanya.

Dia tidak ingin membuat satu sekolah geger dengan isi dompetnya. Sudah cukup ia populer karena ketampanan dan rapper-nya yang sungguh luar biasa itu... isi dompetnya tidak perlu populer juga. Itu akan benar-benar merepotkan.

" Aku malas mengambil dompetku..." Ucap Chanyeol santai. " Dan uang yang kupinjam itu tidak seberapa juga..."

Baekhyun menggeram dan menghampiri Chanyeol. Wajahnya masam dengan tangan terkepal.

PLETAKKK!

" AWWWW!" Raung Chanyeol reflek. " APA-APAAN!?"

" APA-APAAN!?" Lotot Baekhyun. " DASAR TIANG LISTRIK PABBO! Seharusnya aku yang mengucapkan itu! Kau meminjam hampir setengah dari uang jajan semingguku!"

Baekhyun menghempaskan secarik kertas yang telah ia tulis ke meja guru. Tepat di hadapan Chanyeol yang terkekeh. Disana terdapat daftar make-up dan kue yang harus Chanyeol beli. Dan jumlah semuanya adalah 50 buah! 50 BUAH!

Chanyeol menarik kertas itu dan membacanya sekilas. Sesekali ia bergumam sendiri−melihat nama merk alat kecantikan yang bahkan ia tidak tahu wujudnya seperti apa. Eyeliner dan parfum kemarin saja ia bertanya pada pegawai disana. Apalagi ini...

" Baek" Panggil Chanyeol.

" Apa!?" Balas Baekhyun ketus. " Tidak sanggup?"

Chanyeol menggeleng dan menumpukan dagunya di meja. " Bukan seperti itu...kenapa tidak sekalian kau saja yang ikut? Kan lebih mudah..."

Namja bereyeliner itu menghela nafas dan duduk di meja. Tepat di hadapan Chanyeol dan menyilangkan kedua kaki rampingnya itu. Chanyeol yang tersadar−menyeringai. Tangannya bergerak nakal.

" AHAHAHA! C-CHANYEOL! GELLLIIHHHH...!"

Baekhyun berusaha mati-matian menyingkirkan jari panjang Chanyeol dan pinggang sensitifnya. Tapi namja itu malah makin semangat mengerjai Baekhyun hingga Baekhyun merasa tubuhnya lemas.

" Auuh! Yeolliiihhh...S-stooppp.." Pinta Baekhyun. Wajahnya memerah hebat tapi Chanyeol makin menyeringai.

" Jadi−katakan alasanmu kau tidak ikut atau aku akan terus menggelitikmu hingga pagi!"

Baekhyun tersungkur kegelian di meja guru. Membuat Chanyeol semakin gencar menggelitik daerah sekitar pinggang dan perut ramping Baekhyun. Chanyeol akui tawa Baekhyun begitu lembut dan terasa menyenangkan di pendengarannya hingga rasanya ia ingin tawa dan senyum itu terus ada.

" AUHHH! S-STOP DULUUU...AHAHAHA...B-BAGAIMANA AKU BISA MENJELASKAN J-JIKA KAU MASIH...UUHH..AHAHAHAHA!" Pekik Baekhyun. "AUHHH! AKU T-TIDAK SSSANGGUPP..."

Ia tertawa dan mencengkeram lengan kokoh Chanyeol. Masih berusaha menyingkirkan tangan jail itu dari tubuhnya. Baekhyun sebenarnya sangat benci digelitik karena titik sensitifnya tersebar dimana-mana. Tapi kurasa ada sedikit pengecualian untuk Chanyeol.

Chanyeol melirik punggung tangan Baekhyun. Tanda miliknya bersinar makin terang saat mate manisnya ini berdekatan dengan Chanyeol. Tapi jilatan belumlah cukup sampai Chanyeol berhasil mengukir gigitan di leher mulus Baekhyun.

Jujur−ia sangat tergoda sekarang. Baekhyun terus-terusan mendongak saat tertawa dan membuat leher putih itu terekspos bebas ke udara. Di tambah bau feromon tubuh Baekhyun dan desiran darah hangatnya yang menyentuh tangan Chanyeol−mendorong keras Chanyeol untuk menandai Baekhyun secepat mungkin.

Chanyeol merasa harus segera mengklaim Baekhyun. Ia merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa mereka jika Baekhyun tidak lekas di klaim. Tapi− Chanyeol jamin Baekhyun akan menampar dan mendempret Chanyeol jika namja itu tiba-tiba saja menggigit lehernya.

" Aku berhenti..." Chanyeol terkekeh dan mengangkat tangannya. " Dan mulai jelaskan Byun Baekhyun..."

Baekhyun terengah-engah. Peluh membasahi tubuh mungilnya dan seluruh sendinya melemas seketika. Rasanya ia tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan Chanyeol.

" A-akuu...ada..urusan dengan hhh...Luhan dan Kyungsoo!" Jelas Baekhyun dengan susah payah.

Chanyeol mengangkat alis bingung. " Urusan apa?"

Baekhyun menggeleng. " K-kau..tidak perlu tahuu.."

" Ya sudah... aku tidak akan membelikanmu dan meninggalkanmu disini."

Baekhyun seketika melebarkan mata manisnya. Ia segera terduduk dan melotot ke arah Chanyeol yang menyeringai di depan pintu masuk kelas. " Berani-beraninya kau..."

Chanyeol tertawa. " Tentu aku berani Byun Baekhyun...uangnya semua dariku..."

Namja bereyeliner itu menggerutu. Ia menyumpah-nyumpah lirih tapi Chanyeol masih dapat mendengarnya. Ia terkekeh dan mencengkram pergelangan tangan Baekhyun. Membuat Baekhyu terlonjak dan memekik.

" Y-YAK! KENAPA KAU SELALU MENARIKKU HAH!?"

Chanyeol mengangkat alisnya. " Kau ingin pulang atau bermalam disini hah Byun Baekhyun?"

" Tentu pulang dasar tiang listrik!" Sahut Baekhyun dengan setengah berteriak. " Tapi aku menunggu Kyungsoo dan Luhan!"

Chanyeol menyeringai. " Tidak perlu...mereka punya jemputan masing-masing..."

" HAH!?"


.

.

.

.

Ruang Bahasa, Kelas XI−A

" Sehunna...rumahmu dimana?"

Sehun dan Luhan telah menyelesaikan tugas kelompok mereka. Kai sudah keluar duluan−Katanya ingin pulang cepat tapi Sehun tau sebenarnya namja berkulit tan itu ingin mencari Kyungsoo. Buat apa dia bertanya pada Luhan kelas Kyungsoo dimana jika ia tidak ingin bertemu dengan anak itu? Dan lagipula mereka harus pulang bersama ke mansion jika mereka tidak ingin diceramahi Tiffany Noona sampai pagi.

" Mansion" Jawab Sehun singkat.

Tapi ternyata jawaban itu membuat Luhan mengerucutkan bibirnya. Kelihatan sekali bahwa Luhan kurang suka dengan jawaban yang dilontarkan Sehun kepadanya.

Luhan membantu Sehun mengangkat kursi mereka. Hingga manik obsidan nan tajam milik Sehun bertemu dengan mata rusa berkilau Luhan. Tapi saat melihat ekspresi Luhan yang muram membuat Sehun mengernyitkan dahi.

" Ada apa Luhannie?" Tanya Sehun. Kali ini ia berusaha melembutkan nadanya.

Luhan memainkan ujung seragamnya. " Jawabanmu kurang detail...di Seoul juga banyak mansion Sehunna tapi mansion yang mana?"

Sehun tersenyum singkat. Kelakukan Luhan tidak jauh beda dengan Hannie. Sama-sama menggemaskan dengan cara mereka sendiri. Tidak menyenangi sifat dingin Sehun dan menginginkan Sehun menjadi orang yang terbuka.

" Memangnya apakah itu sangat penting?"

Mata Luhan spontan berbinar. " Tentu saja! Bagaimana jika suatu hari aku ingin menjengukmu?"

Sehun terkekeh dan mengusak rambut Luhan lembut. Membuat namja manis itu merona. Ia menepuk-nepuk pipinya pelan agar dapat menormalkan rona merah itu. Mau di kemanakan janji Manly Luhan?

" Kau imut seperti itu Luhannie" Lontar Sehun.

Luhan spontan memprotes. " Aku tidak imut! Aku manly!"

Sehun terkekeh dan berjalan beriringan dengan Luhan menuju keluar sekolah. Namja bermata tajam itu tidak berhenti-hentinya dibuat gemas dan ingin memakan Luhan saat itu juga. Manly darimana!?

Pipi yang digembungkan, bibir merah itu mengerucut sedemikan rupa dan mata rusa yang berbinar cantik. Bahkan Sehun tidak menyangka Luhan adalah namja. Pertama kali melihat Luhan−Sehun berpikir Luhan adalah yeoja tomboy berwajah imut. Tapi...dia namja.

" Berhenti mengataiku imut! Aku ini manly! Bahkan aku ikut eskul futsal selama 2 tahun!" omel Luhan.

Sehun menahan tawa saat mengalihkan pandangan menuju kaki ramping Luhan. Eskul Futsal? Tapi kenapa kakinya seramping penari ballerina hah!? Dia itu seeakan-akan anak kesayangan yang tidak diperbolehkan keluar rumah hingga kulitnya semulus melebihi yeoja.

" Luhan... kau tinggal dengan Baekhyun dan Kyungsoo?"

Luhan mengangguk imut. " Sementara ini... eommaku pergi ke butiknya di Gangnam selama 3 hari dan eomma Kyungsoo sibuk di Busan. Baekhyun juga sering kesepian di rumahnya karena kakaknya masih di luar negeri. Jadi kami memutuskan untuk tinggal bersama di apartemenku selama beberapa hari. Kenapa memangnya?"

Sehun sebenarnya curiga dengan Kyungsoo sejak awal. Dia dapat mencium bau yang sangat teramat samar dari tubuh Kyungsoo. Bau Hybrid tapi Sehun tidak yakin tentang itu. Luhan dan Baekhyun tidak keberatan dengannya. Biasanya para Hybrid hidup lebih terkucil dari siapapun dan jarang mau bersosialisasi dengan manusia maupun makhluk magis.

Mereka tidak pernah merasa diterima baik oleh kaum manusia atau klan makhluk magis. Mereka hanyalah darah campuran yang terbuang.

Jadi Sehun terus mengawasi Luhan agar rusanya itu tidak kenapa-napa.

" Sehunna?" Panggil Luhan.

Sehun mengalihkan pandangannya dan menatap wajah manis Luhan. " Ya?"

" Uhmm... aku bolehkan sesekali berkunjung ke rumahmu?"

Sehun membatin, ' Saat waktunya nanti kau akan tinggal di mansion itu nanti Luhan manisku... bersama denganku sebagai istriku'

" Tidak sekarang". Jawab Sehun. Ia berusaha berwajah datar tapi hatinya padahal sudah meraung-raung bahagia. Luhan sendiri yang meminta Sehun agar membawanya ke mansionnya dan itu berarti meminta Sehun untuk segera mengawini Luhan. " Nanti...aku sendiri yang akan membawamu ke mansionku"

" Kau berjanji!?" Luhan berbinar.

Sehun mengangguk. Dan membuat Luhan meloncat girang. Dan terus seperti itu sampai mereka melewati tangga terakhir menuju halam sekolah. Luhan masih bercerita tentang kelasnya hingga sesuatu mengganggu Sehun.

Sehun tersentak kaget. " LUHAN! AWAS!"

" AP−GYAAAA!"

Tepat di saat Sehun mendorong Luhan langsung ke bawah hingga membuat namja manis itu sedikit terguling−sebuah cahaya berwarna hijau melesat di samping telinga Sehun tapi tidak mengenainya.

Sehun menggeram. Jika saja ia tidak mendorong Luhan−maka Luhanlah yang menjadi sasarannya. Jika sampai Luhan terluka maka Sehun bersiap-siap untuk mengamuk habis-habisan dan menyerang siapapun yang mencurigakan di sekolah ini.

Luhan sendiri masih syok saat melihat kejadian itu. Ia bahkan menganga saat Sehun mengernyitkan dahi dan menggeram di tangga tapi tidak bergerak sedikitpun seolah-olah cahaya misterius tadi tidak mengusiknya sedikitpun. Yang dia khawatirkan sejak tadi adalah Luhan.

" S-sehun...A-apa tadi?" Tanya Luhan gugup. Bahkan saat ia mencoba berdiri−kakinya gematar saking takutnya.

Sehun mendesis dan segera melompat ke bawah. Ia menarik tangan Luhan posesif hingga membuat Luhan hanya bisa cengo dengan perubahan sifat Sehun. Namja berwajah dingin itu menatap Luhan serius.

" Ikuti aku sekarang dan jangan protes" Titah Sehun.

Melihat keseriusan di mata Sehun membuat Luhan mengangguk. Lagipula emosinya masih terlalu campur aduk setelah kejadian cahaya hijau itu. Antara takut, penasaran, gugup, atau kagum dengan Sehun yang bisa-bisanya masih berwajah datar.

SREEEETTT!

Luhan tertarik kuat karena Sehun menariknya dengan kuat juga. Mereka mulai berlari ke arah lapangan dan berjalan cepat. Luhan dapat melihat gurat kesal dan khawatir di wajah Sehun. Membuatnya ingin menyentuh pipi tirusnya agar seringai jahil milik Sehun dapat kembali terkembang di wajah tampan itu.

" S-sehun...a-apa yang sebenarnya t-terjadi?" Luhan berusaha bertanya biarpun Sehun sekarang sangat tidak mood untuk menjawab.

" Aku tidak tahu" Balas Sehun. " Aku merasakan firasat buruk jika kita masih berlama-lama disini. Jadi−rumahmu dimana?"

Luhan hanya bisa menggenggam ujung kemeja Sehun kuat. Berharap bahwa Sehun tidak meningggalkannya karena Luhan ketakutan sekarang. Ia juga tidak melihat Baekhyun dan Kyungsoo di sekitar sekolah mereka. Membuatnya menumpukan harapan satu-satunya pada Sehun−namja tampan yang baru dikenalnya.

" 1.5 km lagi darisini..." Ucap Luhan lirih. " S-sehun...aku takut"

Sehun berhenti berjalan. Ia memperkuat genggamannya di tangan Luhan tanpa berbalik menghadap namja manis itu. Tapi Luhan dapat merasakan betapa Sehun khawatir padanya dari genggaman di tangannya yang menguat seolah-olah tidak ingin sedikitpun Luhan jauh-jauh dari Sehun.

" Jangan jauh-jauh dariku dan jangan takut Luhannie−selama ada aku maka tidak akan ada yang bisa sedikitpun menyentuhmu"

Sehun segera berbalik dan menatap tajam. Bukan Luhan tapi jendela gedung barat. Tepat di lantai kedua dan membuat Luhan bingung. Ia tidak melihat apapun disana tapi Sehun memandang tajam tempat itu seolah-olah disana ada pelaku penyerangan mereka.

" Sehunn..." Rengek Luhan. " J-jangan menakutiku...ayo pulang~"

Luhan menggoyang-goyang tangan Sehun takut. Dan Sehun kembali menarik Luhan tapi sebelah tangan lainnya ia layangkan menuju punggung Luhan. Menjaganya lebih posesif dan memberikan ancaman telepatinya pada seseorang yang sudah mendapat tatapan tajamnya.

Dan orang itu sadar.

" Sial" Umpatnya. " Dia mengancamku"

Tao menarik pistol berwarna peraknya yang mengkilat dengan lambang Dewa Odin dan Thor di sisi pelatuknya dari jendela. Pistol short-gun Alf Seidr miliknya dengan peluru berwarna hijau yang merupakan sihir.

Ia memandang Sehun dengan tatapan mencibir dari lantai dua gedung barat. Dan melihat Luhan juga dipeluk posesif oleh Vampire muda itu. Tao tau Sehun sangatlah kuat. Padahal ia sudah dengan sangat rapi menyembunyikan letaknya sekarang tapi Sehun dapat menebaknya dengan tepat.

" Cihh... untuk apa vampire itu mendekati Luhan?" Cibir Tao. " Ada urusan apa? Apakah Luhan matenya? Sebentar lagi musim kawin..."

Padahal Tao tadi ingin menembak Sehun tapi ternyata Luhan tiba-tiba mendekat dengan tubuh namja tampan itu hingga Luhan memasuki zona tembakan. Tao saja panik sendiri dan ingin kabur menyelamatkan Luhan dari pelurunya tapi Sehun keburu mendorong Luhan dan bersalah sangka bahwa tembakan itu terlontar untuk Luhan.

Padahal peluru tadi adalah sihir pembuka. Untuk mengetahui jati diri Sehun yang sebenarnya setelah sedikit sihirnya menyentuh kulit albino milik Sehun. Tidak memiliki efek samping pada Vampire tapi berakibat mendatangkan sedikit demam jika mengenai manusia.

" Dasar!" Tao memasukkan short-gunnya kesal. " Dia kira aku mau menembak Lulu!? Malah aku ingin melindungi Lulu dari mesum sepertinya...Huh! Menyusahkan!"

Tao berjalan dengan hati dongkol keluar sekolah. Tapi tanpa ia tahu ada yeoja lain yang melihat kejadian itu.

Ia menggeram kesal di depan gerbang sekolah sambil menatap duo HunHan dengan tatapan cemburu dan garang.

" SIAL!" Raungnya. " NAMJA BERMATA RUSA ITU MENGGANGGU SEHUNKU!"

Ia menghentakkan kakinya kesal dan marah. Matanya berkilat ungu dengan sayap berwarna hitam pekat transparan keluar dari balik punggung lebarnya. " Dia harus disingkirkan..."

Yeoja itu terbang melintasi langit dan tertawa licik. " OH SEHUN MILIKKU!"


.

.

.

.

Ruangan Ekonomi, Kelas X-E

Kai berlari dengan seringai menghiasi wajah tampannya dan membuat para siswi berteriak melihat Kai yang tersenyum tampan melintasi mereka begitu cepat.

Ia ingin bertemu Kyungsoo sekali lagi. Ia ingin memastikan bahwa Kyungsoo benar-benar adalah mate-nya yang diramalkan sang Oracle. Oracle memberit tahunya bahwa botol darah itu akan bergoyang kuat jika menemukan tubuh tempat darah itu seharusnya berada yang bukan lain adalah mate-nya Kai.

Dan itu ialah namja manis bermata bulat−Do Kyungsoo.

Kai dapat mendengar sayup-sayup suara ribut di kelas Kyungsoo. Bel pulang telah berbunyi.

" Baiklah anak-anak! Bapak akhiri pelajaran kita sampai disini! Sampai berjumpa esok hari!"

Semua siswa bersorak serentak. " YA SEOSAENGNIM!"

Mereka membunngkuk bersama-sama dan bubar saat seosaengnim mereka telah keluar dari kelas. Kai bersembunyi di salah satu tiang besar di depan kelas Kyungsoo. Ia menyeringai makin lebar saat melihat Kyungsoo membulatkan mata manisnya. Tangannya sibuk mengemasi barang-barang ke dalam tas hitam mungilnya.

Melihat Kyungsoo membuat darah Kai berdesir hingga sesuatu itu kembali bangun.

'Sial!' Rutuk Kai. ' Adikku bangun lagi... Lihat saja Do Kyungsoo. Aku akan mengklaim-mu menjadi milikku secepatnya jadi adikku dapat menemui lubangnya secepat mungkin!'

Kai menjila bibirnya dan menekan kejantanannya agar tidak semakin membesar saat bibir tebal Kyungsoo mengerucut melihat teman-temannya pulang duluan dan Kyungsoo ditinggal sendiri di kelas. Kelihatannya ia menunggu Luhan dan Baekhyun.

Kai makin menyeringai. Baekhyun pasti sudah dibawa kabur oleh Park Chanyeol. Lihat bagaimana marahnya Chanyeol saat Kai tidak sengaja menyentuh kulit Baekhyun agar dapat membandingkannya dengan kulit Kyungsoo. Ia memeloti Kai dan menggeram.

Kalau Luhan−pasti Sehun sudah menggaetnya duluan. Bahkan sebelum Kai berbicara−Sehun sudah menatapinya tajam dan menyuruhnya menjauh. Jadi ia memilih menemani Kyungsoo pulang.

" Mencari teman?"

Kyungsoo tersentak. Lagi-lagi Kai yang menghadangnya di depan kelas. Namja tampan berkulit tan itu menunggu Kyungsoo dengan seringai yang Kyungsoo akui sangat tampan itu.

" T-tidak Jongin S-sunbae..." Jawab Kyungsoo lirih. " Aku hanya menunggu Luhan dan Baekhyun saja..."

Kai seketika terkekeh dan membuat Kyungsoo membulatkan matanya bingung. Uhh...rasanya Kai ingin melahap Kyungsoo sekarang karena tergoda dengan pipi gembul itu.

" Mereka sudah pulang dengan Chanyeol dan Sehun" Jelas Kai. Dan penjelasan itu sukses membuat Kyungsoo menganga.

TIDAK! INI BURUK! Jadi dengan kata lain ia tidak punya teman pulang selain Kai yang sedang menjilat bibirnya sensual sekarang. Kyungsoo takut. Ia Hybrid sedangkan Kai Vampire murni dan merupakan bangsa terhormat.

Kyungsoo tidak pantas menjadi mate-nya Kai. Ia terlalu malu dan kotor. Ia hanyalah Hybrid. Buangan dan campuran. Tidak akan bisa diterima di klan manapun dan merupakan kelas rendahan.

" J-jadi..." Tanya Kyungsoo gugup. Ia menggenggam tasnya takut.

" Jadi kau tidak punya opsi lain selain pulang denganku Do Kyungsoo..." Kekeh Kai. " Lagipula aku juga tidak akan menciummu... kenapa kau sangat ketakutan hm?"

Kyungsoo kaget. ' Sial... Dia tahu'

Kai tertawa melihat wajah Kyungsoo yang begitu takut seperti anak gadis perawan yang ingin diperkosa. Ditambah mulutnya mengatup kuat dan matanya membulat sempurna. Begitu imut dan menggemaskan.

Uuh...bolehkan Kai menghamilinya sekarang juga? Bolehkan ya?

" A-aku..." Ucap Kyungsoo. " A-aku pulang sendiri saja S-sunbae... lagipula sunbae sendiri sudah dijemput bukan?"

Kai malah duduk di meja guru dan menyeringai ke arah Kyungsoo. Membuat Kyungsoo menahan nafasnya gugup. Ohh...ini benar-benar hari yang buruk. Mungkin sehabis ini dia akan berdoa pada dewi Lupa dan berjanji jadi anak baik yang penurut dan manis.

" Tidak Tidak..." Kai menggerakkan jari telunjuknya. " Seorang Sunbae yang baik tidak akan meninggalkan adik kelasnya sendirian..."

BANG! Kyungsoo mati kutu. Peluh dingin telah menjalar dari belakang lehernya dan membuat keadaan Kyungsoo makin gugup. Ia hanya mampu bertahan di kursinya seolah-olah kursi itulah yang menjadi pelindung Kyungsoo satu-satunya.

" Jadi..." Kai menghela nafas panjang dan turun dari meja. " Ayo pulang!"

Kyungsoo tiba-tiba ikut berdiri tapi wajahnya yang tegang itu membuat Kai semakin gemas. Ia ingin sekali membanting Kyungsoo di ranjangnya sekarang dan menggagahi Kyungsoo hingga hamil!

Kalau perlu Kai mengikat Kyungsoo saja sekalian dan membuat banyak anak dengan namja mungil nan manis itu. Membayangkan Kyungsoo mungil dengan perut membuncit berisi benih Kai membuat Kai terangsang sendiri. Kyungsoo akan semakin terlihat manis dan sexy seperti itu.

Sedangkan Kyungsoo merasakan hawa yang tidak nyaman saat melihat kilatan itu di mata hitam Kai. Kilatan nafsu menghamili itu benar-benar terlihat jelas sekarang. Di tambah Kai menjilat bibirnya sensual membangunkan alarm peringatan di kepala Kyungsoo.

Kyungsoo harus lari. SEKARANG JUGA!

" A-aku...S-sunbae.."

Ka bersiap di tempat saat Kyungsoo memasang gelagat ingin kabur lagi. Kali ini ia akan mencekal tangan manis Kyungsoo dan...

BWUSSSSHHHH!

" SIAL!" Raung Kai. Tubuh mungil Kyungsoo benar-benar melesat dan susah ditangkap seperti serigala. Kai menggebrak meja guru kasar dan mulai mengejar Kyungsoo dengan kecepatan vampirenya. Ia memasang wajah kesal dan ingin berhasrat menangkap Kyungsoo.

Sedangkan Kyungsoo benar-benar berlari sekuat tenaga.

Ia tidak peduli lagi kakinya akan sakit atau ia jatuh pingsan setelah sampai di apartemen Luhan nanti karena terlalu banyak berlari. Tapi sekarang Kai mengejarnya!

Kyungsoo kaget saat merasakan hawa Vampire. TIDAK! KAI MEMAKAI KEKUATAN VAMPIRE! INI BURUK! JELAS BURUK! Jika Vampire berlari dengan kekuatan mereka... BAAMM! Habislah Kyungsoo biarpun ia Hybrid.

" A-aniyaaaaa..." Pekik Kyungsoo lirih.

Tapi Kai sudah diburu kesal. Ia berjarak 1 meter di belakang Kyungsoo. Membuat Kyungsoo panik setengah mati. Ia berusaha lari semakin cepat tapi rasanya ini sudah yang paling cepat yang pernah Kyungsoo coba.

" Kemari kau Do Kyungsoo!"

GRABBBB!

Kyungsoo terdiam kaget saat Kai sudah membopongnya dengan gaya Bridal Style. Kai berhenti dan menyeringai pada Kyungsoo yang membulatkan mata tidak percaya. ( O_O)

" Berlari dari sunbae mu hm!?" Kekeh Kai. " Tapi larimu cepat juga ternyata...fyyuuhh.."

Kai berbalik dan menggendong Kyungsoo posesif. " MARI KITA PULANG BERSAMA!"

" Aniyaaaaa...!"


.

.

.

.

Kastil Pack Park.

" Unghh...N-namjoon..ahhh"

Namjoon sedang berada di ruang bersantainya bersama sang istri manis, Jin. Jin dipaksa oleh suaminya itu untuk duduk di pangkuan Namjoon. Awalnya Jin menolak karena ia tidak suka tapi akhirnya istri pemarahnya itu menurut dan terbuai oleh sentuhan Namjoon.

" Gyaaah! Ungggh... sssh..s-sudah"

Namjoon tidak mempedulikannya. Ia masih sibuk menelusuri leher putih Jin dengan lidah kasarnya. Menghisap, menjilat sensual, dan membuat bercak kemerahan dimana-mana. Sesekali Namjoon mengecup tanda mate Jin di bahu namja manis itu. Membuat Jin makin menggelinjang dan meremas rambut putih Namjoon.

Jin mulai meremat kemeja Namjoon dan melepasnya sedikit demi sedikit di saat tangan Namjoon bergerak nakal di balik kaos Jin. Menekan-nekan nipple Jin hingga mengeras sempurna. Menariknya dan membuat Jin melenguh bagaikan anak anjing.

" NYAAAHHHH!"

Namjoon mencium pipi istrinya sayang. " Teruslah mendesah anak anjing manisku..."

Jin menggeliat. " Ahh..a-aku tidak...". Namjoon mencubit nipplenya gemas dan sukses memotong ucapan Jin. " GYAAHH! Auuhh..."

" EHEM!"

Jin segera mendorong suaminya hingga kepala Namjoon membentur pinggiran sofa yang ia duduki. Namja manis itu menyumpah dengan wajah merona. Membetulkan bajunya dan melirim seorang namja di depan pintu kerja mereka.

Siwon menyeringai ke arah Namjoon yang juga menyeringai. Sedangkan Jin merona setengah mati melihat dua namja tampan sama-sama menyeringai mesum seperti itu.

" S-SUDAH!" Bentak Jin. " K-kalian jangan menyeringai seperti itu!"

Siwon mengangkat tangannya. " Baiklah Park SeokJin. Maaf jika aku menganggu acara makan-dimakan kalian..."

Namjoon tertawa tapi Jin menjitak kepala suaminya. Siwon kembali terkekeh. Dia merindukan hal seperti ini bersama Kyuhyun. Tapi ia tahu Kyuhyun sudah tiada dan hanya bia berharap yang terbaik bagi istrinya.

" Begini..." Ucap Siwon. " Aku telah mendatangi Oracle dan bertanya soal malam itu.."

Jin menyahut. " Apa katanya?"

Siwon mengeluarkan gulungan perkamen dari jasnya dan memberikan itu pada pasangan NamJin di sofa merah bludru. Mereka membukanya dan membacanya secara seksama.

" Apa maksudmu dengan cawan emas? Dan... disini juga tertulis tentang Chanyeol dan namja manis. Mate-nya" Ucap Jin. " Dan badai yang menerpa kita..."

Siwon mengambil sebuah permen dari meja kerja Namjoon. " Bagaimana kalau kita rundingkan? Aku merasakan firasat buruk soal ini..."

.

.

.

T

B

C

XD

HALOO! MAAFKAN SAYA KARENA LAMBAT UPDATE YAH T_T

BUKAN BERMAKSUD LAMBAT TAPI SAYA JUGA PUNYA KEGIATAN DI LAIN JUGAAAA... HUMMMPPHHH *^*

JADI SAYA UCAPKAN SAJA SEMUA RASA TERIMA KASIH PARA READERS YANG LUAR BIASA! SILENT ATAU BUKAN!

YANG SUDAH MENYEMPATKAN WAKTU UNTUK REVIEW FOLLOW ATAU FAV CERITA INI!

MAKASIH YAHH... *^*

SINI SAYA BAGIINI HADIAH... * LEMPAR SATU EXO KE RUMAH MASING-MASING *

MIND TO RnR?


.

.

.

Salam sayang

A.W.J ^W^