Title: Love Bakery

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 7 / 7

Main Cast:

Kim Hyun Joong 26 tahun.

Park Jung Min 26 tahun.

Other Cast:

Choi Ji Yeon a.k.a Dean Choi 17 tahun.

Jung Min Young a.k.a Monica Agustine Cassielf 17 tahun.

Song Hye Soo a.k.a Hani J 17 tahun.

Kim Kibum 23 tahun.

Choi Siwon 26 tahun.

Rated: T.

Genre: Romance, Comedy.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg, Don't Like Don't Read.

Note: Kisah cinta antara Park Jung Min seorang pastrysierre berwajah manis dan cantik dengan seorang namja tampan Kim Hyun Joong yang terjadi di dalam Love Bakery.

Note: ini ff terinspirasi dari film Yaoi Antique Bakery (Korean Movie Yaoi) dan Go! Go! G-Boy (Thailand Movie Yaoi) yang aku kombinasikan dan diubah beberapa adagan (Mungkin malah banyak, biar jadi original inspirasi aku gitu. Tapi tetap ada ngambil adegan aslinya kok) serta ditambah adegan-adegan hayalanku sendiri (Itu wajib biar ceritanya ga mudah ditebak sama yang baca).

^_^ Love Bakery ^_^

Author Pov…

Tak terasa sejam sudah Jung Min tak sadarkan diri dari pingsanya. Kini dia tengah terbaring di salah satu ruang rawat di Seoul Hospital. Tak jauh dari sosok Jung Min yang tengah tertidur tampak dua namja yang tak lain adalah Hyun Joong dan Hangeng yang sedang menatap Jung Min dalam diam. Keduanya masih mencoba merangkai kata-kata apa yang ingin mereka ucapkan sebagai penghusir keheningan yang sedari tadi sudah terjadi.

"Hyun Joong…"

"Hangeng…"

Seru keduanya serta. Hangeng dan Hyun Joong saling bertatapan lalu saling tertawa bersama akibat dari kebodohan mereka tadi.

"Jadi… dia hamil anakmu?" Tanya Hangeng disela-sela tawanya.

"Kamu sudah mendengarnya tadi bukan" jawab Hyun Joong santai.

"Huft… Jung Min, kamu membuatku patah hati saja. Seharusnya aku tadi mengambil jam keberangkatan yang lebih pagi lagi agar kamu tak bisa mengejar kami" kata Hangeng sedikit bercanda.

"Coba saja lakukan itu, aku akan tetap mengejar kalian berdua ke Itali" jawab Hyun Joong santai. Keduanya kembali terdiam. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

"Aku sudah memesan ulang tiket keberanggkatan menuju Itali. Pesawat akan berangkat nanti dua jam lagi" kata hangeng tiba-tiba.

"Hei…" kesal Hyun Joong.

"Tenang saja, aku nggak akan membawa dia kok. Aku tahu kalian saling mencintai dan aku ini Cuma orang ketiga, jadi aku sadar dan memilih untuk mundur dengan perlahan asal Jung Min bisa bahagia. Kamu mau bukan membahagiakannya?" Tanya Hangeng membuat Hyun Joong tersenyum lalu memeluk tubuh Hangeng layaknya seorang teman lama.

"Tentu saja, aku pasti membahagiakan dia apa pun yang terjadi" kata Hyun Joong senang.

"Bagus kalau begitu aku bisa jadi sedikit lega karenanya. Tapi kalau sampai kamu menyakiti Jung Min lagi, jangan salahkan aku kalau aku membawa dia pergi dari kehidupanmu selamanya dan tak akan mengembalikannya lagi padamu" kata Hangeng sambil menepuk-nepuk bahu Hyun Joong.

"Tak akan ku biarkan kamu membawanya lagi, camkan itu" kata Hyun Joong dengan nada dibuat-buat marah.

"Huft… sialnya aku, aku akan pergi ke Negara penuh cinta tapi dengan perasaan yang sakit karena cinta" seru Hangeng membuat Hyun Joong tersenyum masam. "Jaga Jung Min baik-baik, aku harus ke bandara sekarang juga" kata Hangeng membuak Hyun Joong kaget.

"Kenapa cepat sekali, bukankah pesawanya masih dua jam lagi. Apa kamu tak mau menunggu sampai Jung Min sadar?" Tanya Hyun Joong.

"Aniya… dua jam itu sebentar tahu. Aku tak mau ketinggalan pesawat lagi. Selain itu kita juga belum tahu kapan Jung Min akan bangun. Biarlah aku pergi tanpa bisa dilihatnya" kata Hangeng sedih.

"Maafkan aku ya" kata Hyun Joong menyesal.

"Ainya… kamu nggak salah, aku saja yang terlalu mencintai dia" kata Hangeng sambil memaksakan sebuah senyuman dibibirnya. "Sudah ya, aku pergi sekarang" pamit Hangeng.

"Aku antar" kata Hyun Joong cepat.

"Tak usah, aku bisa sendiri. Kamu tunggui saja Jung Min sampai dia sadar" suruh Hangeng yang langsung keluar dari ruang rawat Jung Min dengan hati yang sangat sakit. Namja yang sangat iya cintai sedari dulu lagi-lagi tak bisa dia dapatkan.

Sepeningalan Hangeng, Hyun Joong langsung berjalan mendekati Jung Min. Di dudukan tubuhnya di samping namja manis tadi sambil mengengam tangan kanan Jung Min dan membelai wajahnya perlahan.

"Jung Min cepatlah sadar" ucap Hyun Joong lalu mengecup pipi Jung Min. Jung Min yang sedikit merasa terganggu pun akhirnya mulai sadar. Dia mengedip-ngedipkan matanya perlahan hingga bisa terbuka sutuhnya. Jung Min bisa melihat wajah tersenyum Hyun Joong di depannya.

"Hyun Joong…" panggil Jung Min lemah sambil berusaha mendudukan tubuhnya.

"berbaring saja, jangan paksakan dirimu dulu. Kamu masih lemah" kata Hyun Joong, Jung Min mengangguk pelan dan memaksa tetap duduk.

"Aku dimana?" Tanya Jung Min.

"Kamu di rumah sakit" jawab Hyun Joong santai.

"Lalu hangeng mana?" Tanya Jung Min saat tak menemukan sosok namja tadi. Hyun Joong sedikit kecewa saat Jung Min menanyakan namja tadi.

"Dia sudah kembali ke bandara, pesawatnya akan berangkat dua jam lagi" jelas Hyun Joong.

"Dia mau pergi? Lalu aku bagaimana?" Tanya Jung Min.

"Kamu tetap disini bersamaku" jawab Hyun Joong tegas.

"Tapi…"

"Ssshhh… tak ada penolakan" potong Hyun Joong sambil meletakan jari telunjuknya di depan bibir Jung Min. "Jung Min maafkan aku, aku baru sadar kalau aku ternyata juga mencintaimu saat kamu sudah mau pergi" kata Hyun Joong sambil menundukan wajahnya malu. Jung Min terdiam mencerna kata-kata Hyun Joong.

"Be… benarkah yang kamu katakan?" Tanya Jung Min penuh harapan, Hyun Joong menganggukan kepalanya pelan.

"Hn… saranghae Park Jung Min" seru Hyun Joong membuat air mata Jung Min menetes deras tanpa bisa dicegah lagi. "Saranghae, menikahlah denganku lalu setelahnya kita bisa hidup bertiga. Aku, kamu dan anak kita ini" kata Hyun Joong lagi sambil membelai perut Jung Min.

"Hyun… aku.. aku senang mendengarnya. Ne, aku mau menikah denganmu, nado saranghae" ucap Jung Min sambil memeluk tubuh Hyun Joong erat. Akhirnya setelah penantian panjang selama dalapan tahu dia bisa juga bersatu dengan namja yang disukainya itu. tak siasia semua perjuangannya selama ini.

^_^ Love Bakery ^_^

"Nah, bergitulah kisah cinta kami berdua dari awal sampai akhir. Sudah cukup sampai disini ceritanya, hari sudah sore sebaiknya kalian bertiga bersiap-siap pulang ke rumah sebelum kalian dicari oleh orang tua kalian" seru Jung Min mengakhirni ceritanya. Tampak tiga yeoja di depannya menghendus kesal.

"No comment deh buah kisah cinta oppa dan onnie. Benar-benar berantakan" kata Ji Yeon. 'Hey, yang tadi itu bukannya comment ya?' pikir Hyun Joong dan Jung Min sama.

"Iya benar-benar berantakan, tapi cukup manis juga" seru Min Young dengan mata berbinar-binar.

"Sekarang Hangeng oppa dimana ya? Dia sudah punya kekasih belum, kalau belum sama aku aja deh. Siapa sih yang nggak mau sama namja pengertian seperti itu" kata Hye Soo membuat empat orang lainnya menatap horror padanya.

"Memangnya dia mau apa sama kamu, jangan geer ya" seru Ji Yeon menyindir.

"Setidaknya aku lebih baik dari pada kamu, jadi pasti dia lebih memilih aku dari pada kamu" seru Hye Soo yang hampir mendapatkan pukulan sayang dari Ji Yeon.

"Sudah, sudah jangan bertengkar sebaiknya kalian pulang sekarang sebelum orang tua kalian datang kemari" suruh Hyun Joong.

"Ne oppa, oppa ngusir kita nih ceritanya" kesal Min Young.

"Nggak kok, kamu aja yang negrasa seperti itu. Ji Yeon sama Hye Soo saja nggak merasa seperti itu bukan" seru Hyun Joong.

"Kita juga ngerasa oppa" seru Ji Yeon dan Hye Soo serta membuat Hyun Joong tersenyum salah tingkah.

"Sudah-sudah jangan salah menyalahkan. Benar apa yang Hyun Joong katakan, sebaiknya kalian pulang sebelum di cari oleh orang tua kalian" seru Jung Min, ketiga yeoja cantik tadi mengangguk lemah lalu segera beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan keluar dari ruangan diantar Hyun Joong.

"Honey…" panggil Jung Min, Hyun Joong menoleh pada Jung Min. Ji Yeon, Hye Soo dan Min Young berhenti melangkah juga.

"Kenapa?" Tanya Hyun Joong datar.

"perut… perutnya sakit… aaarrrggghhh…. Bayinya gerak-gerak… aaahhh…. Sakit Honey…." Keluh Jung Min sambil meremas perutnya. Hyun Joong jadi panik saat melihat wajah kesakitan sang istri. Hyun Joong mendekati Jung Min. "honey sakit… aaahhh… aarrgghh" rinti Jung Min membuat tiga yeoja didepannya memandang horror kepada Jung Min.

"Chagya… kamu kenapa?" Tanya Hyun Joong panik.

"Sakit… sakit sekali… aaahhh… aaarrrggghhh… Hyun sakit hiks… hiks…" rintih Jung Min sambil meremasi perutnya membuat Hyun Joong dan ketiga yeoja didepannya ikutan panik.

"Jung Min kamu kenapa sebenarnya?" Tanya Hyun Joong bingung. Jung Min tak menjawan dia masih saja terus meringis kesakitan sambil meremas-remas perutnya dengan sedikit kasar.

"Hyun sakit hiks.. hiks.." tangis Jung Min pecah saat dia tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya yang terlalu menusuk.

"Itu… Itu… Jung Min onnie kanapa?" Tanya Min Young tak kalah panik.

"Iya Jung Min onnie itu kenapa?" Panik Hye Soo juga.

"Itu… mirip sama Hongki onnie kemarin" seru Ji Yeon sambil menatap horor kearah Jung Min yang masih terus meringis sakit sambil menjambak-jambak rambut Hyun Joong kasar.

"Memangnya Hongki onnie kanapa kemarin?" Tanya Min Young pada Ji Yeon perihat kakak iparnya yang seorang namja. Hongki itu istri dari oppanya, Choi Jonghun.

"HUWA… kenapa terulang lagi" pekik Ji Yeon histris.

PLLAAAKKK…. Pukulan telak Min Young mendarat di kepala Ji Yeon dengan mulus.

"Sakit tahu" kesal Ji Yeon. Bisa-bisanya dua yeoja bertengkar ditengah-tengah situasi gawat seperti sekarang ini.

"Kenapa malah berteiak, aku Tanya memangnya ada apa" kesal Min Young.

"Itu… itu… Jung Min onnie sepertinya mau melahirkan deh" seru Ji Yeon akhirnya setelah sedikit bertele-tele dengan Min Young tadi.

"MWO.! MAU MELAHIRKAN" pekik Hyun Joong, Min Young dan Hye Soo serta. Ji Yeon menganggukan kepalanya pelan. Jung Min masih terus merintih kesakitan sambil menarik-narik dasi yang dikenakan Hyun Joong hingga membuat namja tampan tadi tercekik dan terbatuk batuk pelan.

"Chagya… jangan ditarik sakit" pinta Hyun Joong sambil mencoba melepsakan dasi yang digunakannya.

"SAKITAN AKU TAHU… AARRRGGHHHH…. HYUN JOONG… BABYNYA MAU KELUAR… AARRGGHHH" teriak Jung Min kesal, dia masih terus menjambak-jambak Hyun Joong dan meremas perutnya sakit.

"Huwa… cepat panggil dokter… ambulance… apa aja deh yang penting cepat" seru Hye Soo panik.

"Telfon… telfon rumah sakit cepat" seru Min Young tak kalah panik.

"Telfon… Telfon dimana… kenapa ngga ada telfon dimana-mana" seru Ji Yeon yang tambah membuat suasana jadi semakin panik dan heboh.

PLLLAAAKKK… lagi-lagi Ji Yeon dihadiahi pukulan sayang dikepalanya oleh Min Young.

"Telfonnya ada disaku baju kamu tahu" kesal Min Young sambil merogoh saku baju Ji Yeon.

PLLLAAAKKK… kini Ji Yeon yang menghadiahi Min Young dengan pukulan sayang telak.

"Jangan grape-grape aku, geli tahu" kata Ji Yeong yang langsung merampas telfon miliknya dari tangan Min Young.

"Cepat telfon rumah sakitnya, bisa-bisa oppa mati deluan dicekik onnie kalian" seru Hyun Joong panik karena sejak tadi Jung Min sudah mencakar-cakar tangannya untuk sekedar meredam rasa sakitnya lagi.

"OPPA DIAM, INI LAGI DI COBA. GIMANA BISA NELFON RUMAH SAKIT KALAU OPPANYA BERISIK TERUS" teriak tiga yeoja tadi serta. Tanpa menunggu lama lagi Ji Yeon langsung menekan nomor rumah sakit di handphonenya.

"Gimana?" Tanya Min Young cemas. Ji Yeon nyengir tanpa dosa.

"Nggak nyambung, pulsanya habis" kata Ji Yeon tanpa dosa.

"KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI, DASAR MISKIN PULSA" seru Min Young dan Hye Soo serta.

"KOK KALIAN NYALAHIN AKU SIH, KAN PULSAKU HABIS JUGA GARA-GARA KALIAN TADI YANG MAKAINYA" seru Ji Yeon kesal. Kali ini Min Young dan Hye Soo yang nyengir-nyengir nggak jelas.

"Iya juga ya" seru dua yeoja tadi serta.

"YACK.! KALIAN BERTIGA INI GIMANA CERITANYA" seru Hyun Joong yang hampir mati dicekik Jung Min.

"OPPA DIAM LAGI MIKIR" teriak tiga yeoja tadi.

"Pakai handphone kalian deh" seru Ji Yeon.

"Hehe… nggak ada pulsanya juga" jawab Hye Soo dan Min Young serta. 'Ini dua manusia tadi ngatain aku nggak punya pulsa, lah mereka apa namanya' kesal Ji Yeon dalam hati.

"Kalian… tolongin oppa" seru Hyun Joong dengan suara hampir habis gara-gara di cekik Jung Min.

"Oppa, nggak ada yang punya pulsa" seru tiga yeoja tadi melas.

"Pakai… aahhh… Jung Min lepasakan… pakai punya oppa saja" seru Hyun Joong susah payah.

"Handphonenya dimana?" Tanya Hye Soo.

"Di… di dalam… aahhh… saku celana… aaahhhh… ambil aja sendiri" seru Hyun Joong. Tiga yeoja tadi tampak diam membatu.

"Si… siapa yang mau ngambil itu handphone?" Tanya Min Young.

"KAMU" seru Ji Yeon dan Hye Soo serta.

"Aniya… jangan aku, takut salah pegang" tolak Min Young. "Kamu aja deh, Ji Yeon" sambung Min Young lagi.

"Aniya, jangan aku. Aku trauma sama orang yang mau ngelahirin. Kalian ingatkan kemarin waktu aku ke sekolah dalam kondisi babak belur. Itu semua gara-gara Hongki onnie yang mau ngelahirin"kata Ji Yeon membuat Hye Soo dan Min Young bergidik ngeri lalu menatap kearah Hyun Joong yang nasibnya di ujung tanduk.

"Sepertinya Hyun oppa juga bakal bernasib sama dengan Ji Yeon deh" seru Min Young dan Hye Soo serta sambil menganggukan kepala mereka serta pula.

"Kalau begitu kamu saja Hye Soo" suruh Ji Yeon.

"Aniya, nggak mau ngeri" seru Hye Soo yang langsung berlindung di belakng Min Young.

"KALIAN BERTIGA INI BAGAIMANA SIH?" Tanya Hyun Joong yang masih main tarik-tarikan dengan dasinya bersama Jung Min.

"OPPA BISA SABAR NGGAK SIH, KITA LAGI DISKUSI NIH" seru tiga yeoja tadi kesal.

"YANG NGGAK BISA SABAR ITU BAYINYA. UDAH MAU KELUAR WOY… CEPETAN.." teriak Hyun Joong lagi miris, poor Hyun Joong.

"YACK.! BABY KELUARNYA DI UNDUR DULU, KITA LAGI MIKIR" teriak tiga yeoja tadi.

"terus gimana sekarang?" Tanya Ji Yeon.

"Kita undi saja siapa yang kalau dia yang ngambil handphonenya" seru Min Young, dua yeoja lainya mengangguk setuju. Mereka bertiga pun mulai mengunti selama beberapa kali hingga di temukan siapa yang kalah telak yang tak lain adalah Ji Yeon.

"Ayo Ji Yeon cepat ambil" seru Min Young penuh kemenangan. Ji Yeon menean salivanya dengan susah payah, bayangan saat kakak iparnya melahirkan kembali terngiang-ngiang di kepalanya bagaikan kaset rusak yang terus berputar-putar. Dengan perlahan akhirnya Ji Yeon berjalan mendekati Hyun Joong dan Jung Min lalu berjongkok di depan mereka.

"Ayo Ji Yeon cepat ambil" seru Hye Soo memberi semangat. Ji Yeon sudah panas dingin mengulurkan tangannya hendak mengambil handphone di dalam saku celana Hyun Joong. Tinggal beberapa centi lagi tangan Ji Yeon sampai di celanan Hyun Joong tapi dia kembali menari tangannya dan berdiri memungungi namja tadi.

"AKU NGGAK KUAT" teriak Ji Yeon lalu segera berlari keluar dari ruangan tadi sambil membanting pintu.

"Yah, dia kabur. Terus ini gimana ceritanya?" Tanya Hye Soo, Min Young mendelikan bahunya tak tahu.

BBRRAAAKKK… pintu ruangan terbuka paksa masuk sesosok namja cantik dari luar sana yang tak lain adalah Kibum dengan wajah panik menghiasai wajah cantiknya tadi.

"Hyung…" teriak Kibum panik sambil mendekati Jung Min dan Hyun Joong.

"Kibum, cepat telfon rumah sakit" pinta Hyun Joong, Kibum mengangguk lalu segera berlari menuju meja kerja Hyun Joong dan mengunakan telfon yang terpasang disana untuk menelfon rumah sakit terdekat. Hye Soo dan Min Young memandang cengo pada Kibum.

"JADI DI SINI ADA TELFON RUMAHNYA, KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI" kesal kedua yeoja tadi. Kibum memandang aneh pada dua yeoja tadi lalu segera mendekati Jung Min.

"Hyung sudah jangan ditarik lagi, kita kerumah sakit sekarang ne" ajak Kibum sambil memapah Jung Min berdiri. Terlihat air ketuban Jung Min ternyata sudah pecah. Hyun Joong merasa sedikit bebas saat dia melepasakan dasinya. Hyun Joong langsung mengangkat tubuh Jung Min dan membawanya keluar menuju rumah sakit dengan mobilnya.

"Nasib kita gimana?" Tanya Min Young dan Hye Soo serta pada Kibum.

"Urusin aja tuh si Ji Yeon yang sekarat di dapur" kata Kibum santai lalu segera menyusul Hyun Joong dan Jung Min meningalkan dua yeoja tadi yang masih tanpak cengo.

^_^ Love Bakery ^_^

Dua hari berlalu sejak kejadian itu. Jung Min akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Hyun Min, Kim Hyun Min. Bayi laki-laki yang sangat mirip dengan sang appa, Hyun Joong namun memiliki mata dan bibir seperti ummanya, Jung Min. Sejak kelahiran Hyun Min, lengkap sudah kebahagiaan yang di rasakan Jung Min dan Hyun Joong. Tak hanya mereka saja yang sangat bahagia, keluarga keduanya serta teman-teman mereka pun turut bahagia dengan kelahiran si kecil yang sudah di tunggu-tunggu itu.

"Aigo… lucunya" seru Hye Soo sambil menatap sosok mungil Hyun Min di dalam boks yang letaknya tak jauh dari ranjang Jung Min.

"Iya lucu, précis sekali dengan Hyun oppa dan Jung Min onnie" seru Min Young gemas pada sosok bayi mungil tadi. Jung Min yang tengah duduk bersandar di ranjangnya tersenyum kecil melihat tingkah dua yeoja tadi yang bela-bela mengunjungi dirinya sehabis jam sekolah usai.

"Hyun oppa, namanya siapa?" Tanya Min Young penasaran sambil menatap Hyun Joong yang tengah berdiri di samping ranjang Jung Min sekilas.

"Kim Hyun Min, bagus bukan" kata Hyun Joong dengan senyuman di wajahnya, tampak sekali appa baru itu sangat bahagia dengan keberadaan sang aegya barunya. Min Young dan Hye Soo menganggukan kepala mereka setuju.

"Hai Hyun Min, kamu lucu sekali sih" kata Hye Soo gemas.

"Sudah jangan ganggu anakku terus, biarkan dia tidur" kata Jung Min pada dua yeoja tadi.

"Yah onnie pelit" kata Min Young kecewa.

"Besok-besok kalian kan masih bisa melihatnya lagi, sekarang biar dia tidur dulu ne" kata Hyun Joong yang langsung mengangkat tubuh kecil Hyun Min dan memberikannya pada Jung Min untuk di berikan susu.

"Lahapnya" seru Hye Soo dengan mata berbinar-binar saat melihat Hyun Min yang begitu lahap menyedot air susu dari botol dotnya.

"Eh, tumben kalian Cuma berdua. Ji Yeon kemana?" Tanya Hyun Joong penasaran.

"Ada kok, dia lagi di ruangannya Hongki onnie" jawab Hye Soo santai.

"Hongki belum keluar dari rumah sakit juga?" Tanya Jung Min penasaran.

"Belum onnie, kan kedua bayinya lahir premature jadi butuh perawatan intensif dulu di rumah sakit. Takut terjadi sesuatu pada kedua anaknya. Kata Ji Yeon sih gitu" jelas Min Young.

"Lihat dia tidur" seru Hye Soo senang saat melihat Hyun Min tertidur pulas di dalam gendongan sang umma yang sudah mengandung serta melahirkannya.

"Dia tampak lebih lucu dalam keadaan tidur seperti itu" ucap Min Young senang.

"Jelas saja dia kan anakku" seru Hyun Joong.

"Dia juga anakku" sambung Jung Min.

"Ne chagya, dia anak kita ne" kata Hyun Joong sambil mengecup pipi Jung Min di depan dua yeoja tadi tanpa ragu.

"ANNYEONG… JI YEON DATANG, ADA KAH YANG MENUNGGUKU?" teiak Ji Yeon sambil masuk kedalam kamar rawat Jung Min. dank arena teriakannya tadi Hyun Min jadi terbangun dan menagis. "Eh, kenapa dia nangis?" Tanya Ji Yeon polos.

"ITU GARA-GARA KAMU PABOYA" seru keempat orang tadi kesal.

*** The End ***