Summary : Baekhyun adalah namja pelupa dengan baby facenya. Terkadang melupakan orang terdekatnya, seperti kekasihnya. Chanyeol. Yaoi. DLDR!

Happy Reading^^

...

"Chan chan.. Ireona" Ucap Kris sambil menepuk wajah Chanyeol.

"Eungg..." Chanyeol melenguh.

"Cepat bangun! Kau ini ingin apa kita ketinggalan Haelmoni Baekhyun?" Tanya Kris.

"Ketinggalan?" Racau Chanyeol yang belum sadar.

"OMO!" Tiba tiba Chanyeol melebarkan mata bulatnya sambil menepuk dahinya.

"Ayo ayo Kris cepat! Kita harus ikuti mereka pergi cepat cepat" Kris menatap sengit Chanyeol. Ia pun menoyor kepala temannya itu.

"Heh! Aku sudah rapih, sudah bangun terlebih dulu darimu. Ku kira kau akan bangun lebih cepat dariku, helehh..." Ucap Kris mengejek.

"Iisshh tak guna berdebat sekarang Kris.. Kita harus cepat cepat" Cerocos Chanyeol yang masih duduk ditempat.

"Yaa dan tak ada gunanya kau berbicara panjang lebar jika kau masih duduk disitu." Ucap Kris.

Chanyeol bangkit dari duduknya dan menyambar kunci mobilnya yang berada dinakas tempat tidurnya.

"Hey! Kau belum mandi! Kau pikir aku sudi duduk disamping mu dengan bau busuk itu?" Tanya Kris sedikit berteriak pada Chanyeol yang berjalan keluar.

"Ahh kau benar.. Aku belum mandi. Tapi apakah harus mandi disaat waktu mepet seperti ini?" Tanya Chanyeol.

"Masih banyak waktu, jika kau mau mencuci pakaian dalam mu sekalipun silahkan" Ucap Kris.

"Sialan" Rutuk Chanyeol masuk kedalam kamar mandi.

BLAM!

Kris terkekeh melihat sifat temannya itu.

...

"Kajja Baekki.." Ucap Neneknya saat Baekhyun berjalan seperti orang mabuk disampingnya.

"Pelan pelan Haelmoni.. Baekki masih ngantuk" protesnya dengan mata terpejam.

Duk!

"Uhhh.. Kenapa kau tabrak Baekki? Tak punya mata eoh?!" Bentak Baekhyun kepada tembok yang ditabraknya. Sedangkan neneknya hanya geleng geleng melihat tingkah cucunya.

"Kajja Baekki .. Kita tak punya banyak waktu" Ucap neneknya.

"Bentar Haelmoni, Baekki ingin membuat perhitungan kepada orang yang tadi menabrak baekki" Ucap Baekhyun dengan mata telernya.

"Hahh susah juga punya cucu begini" Ucap neneknya sambil masuk kedalam mobil.

"Yak! Haelmoniii tunggu Baekki." Teriak Baekhyun.

...

"Mau pergi kemana sih? Dari tadi kita hanya puter puter.. Pusing pala Baekki Haelmoni." Protes Baekhyun.

"Memangnya kenapa jika kita puter puter hm?" Tanya neneknya, sedangkan Baekhyun mengerucutkan bibirnya mendengar pertanyaan itu.

"Bosan bosan bosan.." Ucap Baekhyun.

"Sabarlahh.. Jalannya masih jauh."

"Uh?!"

"Kau ini cerewet sekali. Menurun dari siapa sifat itu hhm?" Tanya neneknya gemas.

"Uhh molla.. Mungkin dari Eomma." Ucap Baekhyun sambil mengendikkan bahunya.

"Perlu kau tau. Eomma mu itu dulu perempuan yang pendiam, hanya bicara seperlunya. Tapi dia tetap terlihat ramah dan anggun." Jelas Neneknya.

"Ahh apa Baekki harus diam seperti Eomma?" Tanya Baekhyun.

"Tidak tidak. Jadilah dirimu sendiri." Ucap Nenek Baekhyun.

"Hhmm arraseo." Ucap Baekhyun menganggukkan kepala.

...

"Chan. Apa benar itu mobil Haelmoni Baekhyun? Kurasa kita salah mobil." Ucap Kris.

"Yakin seratus persen itu mobil yang Baekhyun dan Haelmoni naiki tadi." Balas Chanyeol.

"Apa kau tak merasa aneh? Perasaanku saja atau memang benar, kita sudah melewati batas kedai itu lima kali" Ucap Kris sambil menunjuk kedai makanan yang ia hafal karena mereka berkali kali melewatinya.

"Kau benar. Entah apa maksud nenek tua itu aku tak tahu, tapi untuk apa ia membuat kita berputar putar?" Chanyeol bermonolog.

"Hah.. Seharusnya kau itu punya kekasih yang 'normal' Chan." Ucap Kris. Dan Chanyeol menoleh.

Merasa ditatapi, Kris pun menatap balik Chanyeol.

"Apa?!" Tanya Kris sedikit membentak.

"Tutup mulutmu naga buluk! Kekasihku memang normal asal kau tahu, yah walaupun dia sedikit.. Eerrgg" Ucap Chanyeol dengan sedikit menampilkan wajah ngerinya saat akhir kalimatnya.

"Nah, karna itulah dia tak kusebut normal." Ucap Kris santai.

PLETAK!

"Awas kau mengatai kekasihku lagi, akan ku pastikan gigi jontormu rontok semua." Ucap Chanyeol memperingati sebelum Kris buka mulut.

Kemudia ia alihkan tatapannya kedepan jalan.

"Kris mana mereka?!" Tanya Chanyeol kaget.

"Sepertinya kita kelihangan jejak.." Ucap Kris sambil menggaruk tengkuknya merasa tak enak.

"Yaampun.. Bagaimana ini? Mau dibawa kemana Baekhyun ku?" Tanya Chanyeol entah pada siapa.

"Santai sajalah, palingan mereka juga jalan memutar kembali seperti tadi."

"Ohh tidak. Jika 'dia' membawa Baekhyun pergi jauh bagaimana?" Masih dengan pertanyaannya yang entah ditunjukkan pada siapa.

"Sebaiknya kita kembali ke villa Chan. Untuk apa kita menunggu disini, jika mereka tidak lewat juga? Kita bisa tanya Baekhyun sepulang ia nanti." Ucap Kris. Chanyeol membuang nafas dan mengangguk pasrah.

...

"Lohh?" Baru saja Chanyeol dan Kris turun dari mobil, ia melihat mobil yang ditumpangi Baekhyun tadi terparkir didepan halaman.

"Mereka berbelit belit" Ucap Kris sambil masuk kedalam villa.

"Aneh sekali" Ucap Chanyeol menyusul Kris.

"Palingan mereka langsung pulang saat tidak melihat mobil kita mengikutinya lagi" Ucap Kris pada Chanyeol.

"Kurasa juga begi-"

"Dan kau tau? Kkk dengan bodohnya mereka berdua mengikuti Haelmoni Baekki hyung.. Hahaha.."

"Yak! Hal apa yang tidak ku ketahui tentang kejadian ini?" Tiba tiba Chanyeol dan Kris mendekati dengan tatapan mengancam ke arah Sehun dan Kai.

"Hy-hyung.. Hyung sudah pu-pulang?" Tanya Kai gemetaran.

"Ya. Dan kudengar tadi kau mentertawakan aku juga Kris. Jadi?"

"Jadi apa hyung?" Tanya mereka berdua bingung.

"Kalian tau apa yang ku inginkan." Ucap Chanyeol.

"Kami tidak tau maksud mu hyung." Ucap mereka berdua.

Chanyeol melemparkan tatapannya pada Kris, dan seolah mengerti Kris menganggukkan kepalanya mantap. Dan kemudian..

"Yak! Hyung lepaskannnnn..hahaha" Sehun dan Kai tertawa geli.

"Katakan apa yang kau ketahui, baru kita lepaskan" Ucap Kris semakin menambahkan tingkat gelitiknya.

Ya. Mereka menggelitik dua bocah jahil itu, karena itu memang kelemahan mereka.

"Ahahaha.. Bagai, ahahaha. Bagaimana kita men. Ahaha menjelaskan, jika hahaha kau tidak melepaskan kami..hahaha" Ucap Kai diselasela tertawanya.

"Baiklahh.. Kita akan lepaskan asal kalian janji akan menceritakannya." Ucap Chanyeol dengan tangan yang masih menggelitik mereka.

"Yak- haha so"

Hep!

"Cepat ceritakan. Atau tidak akan-"

"Ya ya ya. Tak sabaran sekali sih" Ucap mereka berdua yang sedang merapikan pakaian mereka.

"Jadi begini.."

#Flashback

"Eomma ingin mengajak Baekhyun pergi besok."

"Hah? Pergi kemana? Tapi Baekhyun sedang bersama temantemannya."

"Tak peduli. Kau buat saja mereka sibuk atau keliling desa ini."

"Tidak Eomma. Memang apa yang Eomma rencanakan?"

"Tidak ada.. Hanya ingin bermain main"

"Eomma membuatku bingung."

"Begini, Eomma ingin bermain main sebentar dengan kekasih cucuku."

"Maksud Eomma Chanyeol?"

"Memang siapa lagi? Lagian sudah lama aku tidak mendapatkan mainan setelah sekian lama Baekhyun putus dari Jinwoo."

"Ahh aku tau maksud Eomma.."

"Jika kau tau, kau bantu Eomma. Buatlah mereka percaya jika Eomma akan membawa Baekhyun pergi jauh menemui seseorang yang ditakdirkan untuk Baekhyun. Dan Eomma akan membawa mereka berputar putar, jika mereka merasa lelah Eomma akan kembali kerumah"

"Aigoo.. Eomma ini, dapat dari mana rencana itu? Tapi aku setuju dengan Eomma, aku ingin melihat Chanyeol kesal. Kkk"

Mereka berdua terkekeh.

#Flashback End

"Itu yang kami dengar saat kita tak sengaja mendengar mereka berbicara." Ucap Sehun.

"Jadi dari awal kita dipermainkan?" Tanya Chanyeol sambil menatap Kris.

"Hahh.. Sudah ku duga, tapi tak masalah. Itung itung mencara pahala membuat orang lain tertawa bahagia" Ucap Kris sambil menatap KaiHun.

"Awas kau tertawa lagi." Peringat Chanyeol sebelum ia melenggang pergi ke kamar. Sedangkan dua setan itu memeletkan lidahnya.

"Apa ada makanan?" Tanya Kris.

"Kurasa masih ada.. Maid maid disini memasak banyak sekali makanan." Jawab luhan.

"Baguslahh.. Berarti mereka tak mempermain kan kita seperti Nenek Baekhyun" ..

...

"Haelmoni baekki dan teman-teman akan kembali pulang, karna hari liburan hanya seminggu." Ucap Baekhyun kepada neneknya saat mereka pamitan.

"Nde.. Yang rajin belajar ne? Jangan membolos, dan .. Jangan dulu pacaran" Ucap Neneknya sambil berbisik. Dan Baekhyun dengan santai menjawab.

"Ne.. Baekki tidak punya pacar ko" Ucapnya aga keras. Dan mengundang tatapan bingung dari semua.

"Kami pamit pulang haelmoni.. Terima kasih telah menerima kami liburan disini." Ucap Luhan mewakili semuanya.

"Yaa sama sama. Kalian boleh kesini lagi lain kali." Balas Nenek Baekhyun.

"Kau saja.. Aku sih tak mau" Ucap Chanyeol berbisik kepada Luhan yang berada disampingnya. Dan mendapat kekehan dari teman teman yang mendengarnya.

"Baiklahh kalo begitu sampai jumpa lagi semua..." Ucap Baekhyun sambil melambaikan tangan.

Mereka pun mulai masuk mobil mereka. Dan akan segera tancap gas sebelum mendengar teriakan dari dalam rumah.

"TUNGGU!"

"Hahh ... Hahh.. Kalian mau kemana?" Tanya Yixing.

"Mereka akan pulang .."Ucap nenek baekhyun.

"Aigoo kenapa pulang? Kalian kan baru sampai.." Ucap Yixing -_-.

"Baekhyun. Kenapa kau pulang? Ahjumma kan belum membuatkan syal untukmu."

"Tak apa ahjumma.. Mungkin lain kali Baekki akan kemari lagi. Kita tidak bisa lama lama disini."

"Arraseo. Selamat sampai tujuan nde.." Ucap Yixing sambil mencondongkan tubuhnya mengecup dahi Baekhyun.

"Ppai.."

"Kami pergi semua... Sampai jumpa.." Dan mereka pun benar benar pergi.

...

"Baek.." Panggil Chanyeol.

"Hhmm?" Baekhyun menengokan kepalanya.

"Kau tau tidak mengapa menara pisa bentuknya miring?" Tanya Chanyeol, Kai yang mendengar pun mengernyit heran.

"Kenapa hyung? Apa bangunannya kurang kokoh?" Tebak Kai.

"Sudah kau diam saja." Jawab Chanyeol ketus pada Kai.

"Eumm mungkin karna memang seperti itu harusnya?" Tanya Baekhyun, dan Chanyeol pun mengalihkan pandangannya ke Baekhyun sebentar sambil tersenyum.

"Bukan sayang..." Jawab Chanyeol lembut, Kai yang mencium bau bau kasmaran pun mencebikkan lidahnya. Dan dibalas lirikan mata dari Chanyeol.

"Lalu...?" Tuntut Baekhyun.

"Karna tertarik oleh senyum manis mu..." Ucap Chanyeol dengan manisnya. Chanyeol melihat wajah Baekhyun yang kebingungan.

"Tertarik? Apa sebegitu hebatnya senyuman ku, sampai sampai bisa menarik manara pisa hingga miring seperti itu?" Tanya Baekhyun kepada Chanyeol, dan Kai yang mendengar pertanyaan Baekhyun berusaha menahan tawanya dikursi tengah.

"Mmmffttt..."

"Yak! Diam kau!" Delik Chanyeol. "Iya sayang.. Senyummu sangat hebat, kau bahkan telah menarik hati ku keluar." Ucap Chanyeol sambil menaik turunkan alisnya menggoda.

"Hah?! Keluar?! Bagaimana bisa?! Apa Yeolli dapat bertahan hidup walau tanpa hati?" Tanya Baekhyun serius sekaligus panik.

"Mmfftt..bwahahahahahahaha" Dan akhirnya, tawa Kai pun meledak.

"Hahahaha... Dasar bodoh, hahahaha. Kasian Chanyeol hyung hahahaha" Ucap Kai disela tawanya.

"Awas kau!" Ucap Chanyeol memperingati Kai lewat kaca depan.

"Uhh kau kenapa sih Kai?" Tanya Baekhyun yang melihat Kai tertawa terbahak bahak.

"Tidak tidak hyung mmffttt" Jawab Kai.

"Kalian aneh sekali" Ucap Baekhyun kemudian mengalihkan tatapannya ke depan jalan.

"Mmfftt... Tidak hyung, sudahlah hyung tidur saja. Perjalanan masih jauh" Ucap Kai menyarankan.

"Nde.. Kau benar Kai, aku ngantuk sekali. Nanti jika sudah sampai bangunkan aku ne?" Pinta Baekhyun.

"Tenang chagi.. Aku akan menggendong mu nanti, arra?" Ucap Chanyeol sambil mengecup kening Baekhyun sekilas.

"Yak! Mentang mentang Kyungsoo tidak ada disini kalian bebas bermesraan hah? Kalian tau, bermesraan dihadapan seseorang yang menjomblo itu haram hukumnya.." Ucap Kai panjang lebar.

PLAK!

Kai menepuk dahinya melihat tatapan terkejut dari keduanya. Chanyeol dan Baekhyun saling mamandang dengan mobil yang terdiam.

"Kai.. Kau..?" Ucap Chanbaek berbarengan.

"Tidak tidakk.. Aku tidak menyukai Kyungsoo." Ucapnya panik.

"Ahaa! Kau menyukai Kyungsoo.. Yeyy akhirnya Kai mempunyai seseorang yang disukainya." Ucap Baekhyun bersemangat.

"Aishh tidak seperti itu hyung.. Tadi aku hanya kesal pada kalian" Tegas Kai.

"... Dan mengakhirkan kau keceplosan kan? Mengaku sajalah.." Goda Chanyeol dengan senyum penuh arti.

"Tidakk ... Hah terserah kalian sajalah. Aku tak peduli" Ucap Kai sambil menutup kepalanya menggunakan bantal stroberi milik Baekhyun.

"Yeoboseoyo Kyung-"

"Yakkkk!"

"Hahahahahaha..."

Tut tut tut(?)

"Halo Baek?"

"Yeoboseoyo Kyung-

Yakkkkkk!

Hahahahaha"

"Aneh sekali" Kyungsoo menatap ponselnya dengan raut berpikir.

TBC

Duh duh duh... Maaf banget nih lama banget ga update. Ada kendala soalnya.. Yaa paling paling kaburnya ide dan pulsa modem yang kosong.

Gimana nih chap ini? Aku mengakui banyak banget kekurangan disini.. Yaa soalnya udah ga ngefeel lagi:v. Mohon dimaklumi dan di fav and follow and review sebanyak banyaknya #eh

Mau bahas apa lagi yaa? Oh iyaa aku mau bikin fanfic baru nih, tapi aku minta ijin dulu sama kalian. Mending nunggu fanfic yang lain selesai atau aku barengin aja nih?

Big Thanks for reviewers..

Review again? Plisss...