UPDATE~~ hahaha~

Ada yang masih ingat sama ff abal ini? Ngga ya? yasudah kalau begitu... #slap

Ah, maaf update nya ngaret lagi yaa~ hahaha~

Dan untuk reader-tachi, Serius, saki seneng banget waktu reviewnya udah lebih dari 100 review! Kyyaaaaa~

Uh, disini entah kenapa Saki jadinya semakin sibuk sama kegiatan ekstrakulikuler atau apalah itu, apalagi sebagai Ketua Kelas Saki jadi sibuk banget! Semua tugas Saki yang mengerjakan sedangkan bendahara kelas dan sekretaris kelas Cuma diem aja ngga bantu sama sekali... tapi itu belum apa-apa yang jelas ada kejadian yang bikin Saki panik setengah mati. Jadi tuh waktu Saki lagi ngangkat ember berisi air, hp Saki yang ada dikantung baju jatuh dan berenang bebas didalam ember. Nah, Saki itu ngga langsung respect tapi loading dulu sebelum akhirnya teriak karena hp satu-satunya yang Saki punya nyemplung di air. Kalau isi hp nya ngga penting ya rapopo, masalahnya hp Saki itu satu-satunya jalan buat nge-update fanfic...apalagi didalamnya ada lagu2 dan foto2 penting~ shishishishi (maaf jadinya curhat begini).

Okeh karena Saki udah mulai bingung mau bicara apa lagi jadi...

DESCLAIMER : Kuroko no Basuke itu milik Fujimaki Tadatoshi-sensei dan tidak akan pernah menjadi milik Saki bahkan walau Saki sembah sujud di kakinya Fujimaki-sensei tetep ngga bakal dikasih sampai kapanpun...

TITLE : Chiyoko Hana

AUTHOR : Misaki Younna

Genre : Friendship, Romance, Comedy, Sports, School life

RATED : T

WARNING!: cerita yang tidak sesuai dengan EYD yang berlaku, always TYPO (s) everywhere karena Saki adalah (s), cerita abal, alur kelambatan atau kecepatan, OC everywhere, reader insert, humor garing, imajinasi ngga jelas, romance gagal 1000%, bahasa campur aduk, OOC , OOT dll.

Okeh gitu aja...

Don't like this fanfic? Press the BACK button~ gitu aja kok repot :v #dibakar

READY~

GO!

.

.

AUTHOR POV

Sibuk!

Sekarang ini seluruh penjuru di SMP Teikou sedang sibuk luar biasa. Karena dua hari lagi festival perayaan didirikannya SMP ini akan dilaksanakan maka seluruh kelas dari kelas satu SMP sampai kelas tiga SMP sibuk mendirikan stand untuk event-event yang akan setiap kelas mereka dirikan, baik stand itu ada di lapangan sekolah maupun dikelas masing-masing. Ada banyak event yang dibuat disetiap kelas di SMP Teikou tapi mungkin akan lebih baik kalau kita menuju ke kelas yang penting-penting saja.

Kelas 1-A

Kelas yang terdiri dari para murid yang bisa dibilang berprestasi baik dalam pelajaran dan tentu saja kelas ini berisikan murid-murid yang dari pintar ke murid yang jenius semua.

Dan kalau kita lihat baik-baik kelas yang tadinya rapih dan bersih berubah menjadi kotor dengan hiasan yang menumpuk dimana-mana, ah lalu ada juga belasan meja dan kursi serta berbagai macam properti yang akan digunakan nanti.

Nah, dan coba kita lihat dirimu. Sekarang ini kamu sedang membawa tumpukan kain yang akan digunakan menjadi taplak meja. Jujur saja kamu merasa agak repot mengingat taplak meja yang kamu bawa itu ada cukup banyak bahkan sampai-sampai menutupi seluruh wajahmu, dan masalahnya taplak meja yang panjang membuatmu harus berhati-hati agar ujung taplak itu tidak menyentuh lantai atau agar tidak kamu injak ujungnya.

"Permisi, aduh, misi ya, maaf" ucapmu agar orang-orang yang menghalangimu menyingkir dan membiarkanmu lewat mengingat bahwa wajahmu tertutup dengan tumpukan taplak kamu takut kalau nantinya kamu akan menabrak orang.

Tunggu, kenapa tidak anak laki-laki saja yang membawa taplak mejanya? Nah itu dia, saat melakukan jan-ken-pon tadi entah kena sial apa yang lain memilih kertas dan kamu memilih batu dan alhasil kamu harus mengangkat taplak-taplak meja ke kelas.

Sambil menggerutu tidak jelas, kamu berjalan keujung ruangan dimana temanmu sedang memangilmu untuk membawa taplak mejanya ketempat yang benar.

"Ugh, berat sekali taplak mejanya!" gerutu mu tidak jelas sambil mengeratkan peganganmu kepada taplak meja yang sempat melonggar tadi, tapi tiba-tiba saja sebagian taplak meja di pelukanmu itu diambil sebagian oleh seseorang, dan saat kau melihat siapa yang mengambil taplak meja itu, kamu pun menemukan seorang Midorima Shintarou si tsundere kece sedang mengangkat sebagian taplak meja pada kedua tangannya.

Kamu sempat terdiam sebentar sebelum akhirnya sadar dan mulai bertanya.

"Anoo, Midorima-kun, apa yang kamu lakukan?" tanyamu pada Midorima. Midorima pun memalingkan wajahnya lalu berucap dengan suara agak pelan.

"Tentu saja membantumu nanodayo, bukan karena aku peduli padamu ta-tapi karena aku kasihan saja padamu nanodayo!" ucap Midorima dengan wajah merah padam.

Kamu yang sudah mulai terbiasa dengan sifat si tsundere yang satu ini pun memakluminya dan tertawa kecil lalu sedikit menggoda sifat tsunderenya

"Hihihi, maa~ Midorima-kun, kalau kamu mau membantuku kenapa ngga bilang langsung aja sih? Ngga usah pake acara malu-malu gitu~" ucapmu sambil tertawa kecil membuat wajah sang three pointer shooter semakin memerah.

Kalian berdua berjalan untuk meletakkan taplak meja sambil berbicara dengan cukup akrab—tepatnya kamu yang menggoda sifat tsundere Midorima—tanpa tahu bahwa ada sepasang mata yang menatap kalian dengan cemburu.

Setelah kamu selesai mengangkat taplak meja, dan beberapa properti sudah selesai diletakkan dengan baik, saat istirahat makan siang kamu pun meminum jus apel yang tadi sempat kamu beli.

"Ugh, kenapa bento-ku sampai harus ketinggalan dirumah sih?!" omel mu saat tidak menemukan bekal buatan Kaa-san mu didalam tas milikmu.

Sebenarnya kamu agak lapar dan sayangnya kamu terlalu malas untuk berjalan dan membeli makanan di kantin yang pastinya ramai dan penuh sesak. Hingga alhasil disinilah kamu sekarang, duduk di pojokkan kelas sambil menyandarkan tubuhmu kedinding dengan perut keroncongan. Bagaimana dengan Haruka? Oh dia sedang ada urusan di klub literatur karena itu ia tidak bisa mendampingimu sekarang.

Dan kenapa tidak ke kelasnya Misaki, Yuki, dan Yuka saja? Ah tidak, pergi kesana merupakan pilihan terakhir yang ada dalam daftar 'tempat yang mau dikunjungi' olehmu. Tidak. Kamu tidak sedang marah dengan mereka bertiga sampai-sampai tidak mau bertemu, hanya saja kelas mereka yang menjadi masalah.

Kelas mereka. Kelas 1-B. Membuat event yang paling kamu benci.

Sedang sibuk-sibuknya berkutat dengan pikiranmu, tiba-tiba saja ada sebuah roti melon dan sekotak susu strawberry diletakkan di pangkuanmu. Saat kamu melihat siapa yang memberikannya, kamu melihat seorang Akashi Seijuuro yang duduk disebelahmu dan menatapmu seolah-olah berkata 'makan-itu'.

Kamu cengok sebentar. Sejak kapan Akashi jadi baik begini?

Sambil mengangkat roti melon dan susu pemberian Akashi kamu bertanya dengan hati-hati.

"Uhm, anoo... Akashi-kun, apa maksudnya ini?" tanyamu pada Akashi yang hanya diam saja dan memakan bento yang dibawa olehnya dalam diam. Tanpa menjawab pertanyaanmu.

Dengan sabar kamupun bertanya sekali lagi. "Akashi-kun ini apa?" tanyamu yang dijawab dengan tatapan intens dari seorang Akashi yang menjawab "Itu roti dan susu" ucapnya enteng lalu melanjutkan makannya yang tertunda.

TWICH

Sebuah perempatan merah muncul dikepalamu.

"Aku tahu ini roti dan susu, Akashi-kun, tapi kenapa kamu memberikannya padaku?" tanyamu lagi dengan sabar. Akashi menghentikan makannya sejenak lalu berucap dengan tenang.

"Kau lapar kan. Kalau begitu makanlah rotinya. Dan susu itu, minumlah agar tubuhmu jadi semakin tinggi" ucapnya ditengah-tengah acara makannya. Tunggu! Apa dia bilang?!

Aura gelap mulai menyelubungi-mu. 'Apa katanya? Minum susu biar tinggi? Ngga lihat diri sendiri ya? ngaca dulu dong!' batinmu kesal bahkan sampai meniru kalimat dari seorang magician botak yang sering ada di tv-tv dengan alis mata yang aneh, karena orang disampingmu ini sudah mengata-ngataimu 'pendek' secara tidak langsung. Tentu saja, siapa sih yang ngga kesal kalau orang pendek dengan ngga sadar diri ngatain orang lain pendek?

Oke, tunggu sebentar ya, ada hujan gunting nih...

.

.

.

Dengan kesal kamu pun akhirnya tetap memakan roti melon itu dengan nikmat, tentu saja, jarang-jarang kan seorang Akashi yang 'itu' mau baik sama orang lain? Iya, yang 'itu'.

Sambil memakan roti melon itu kamupun bergumam sesuatu . "...tou", gumammu, Akashi yang tidak terlalu mendengarnya karena sibuk memakan bento yang dibawanya menghentikan acara makannya dan menengok kearahmu lalu bertanya "Apa yang tadi kau katakan?", kamu menundukkan wajahmu, untuk menyembunyikan wajahmu yang terasa panas entah kenapa. "...gatou" gumam-mu lagi. Akashi pun mengerti apa yang kamu ucapkan tapi entah kenapa Akashi ingin menjahili seorang [full name].

"Apa kau katakan tadi? Aku tidak mendengarmu." Ucap Akashi, masih bergumam kamupun mengucapkannya agak kencang. "Ari..gatou.." ucapmu tapi Akashi menjawab dengan "Apa? aku tidak dengar." Menghela nafas sebentar kamu pun menjawab "Arigatou.." sambil mencoba untuk menahan wajahmu yang terasa semakin panas. Akashi yang tahu apa yang terjadi –karena dia tahu segalanya— pun semakin niat buat menggodamu jadi Akashi bertanya lagi.

"Apa? Aku tidak bisa mendengar suaramu yang seperti suara cacing (?) itu, [name]". Habislah sudah, kau pun mengangkat wajahmu dan berteriak dengan cukup kencang.

"GAAHHH! AKU BILANG ARIGATOU! ARIGATOU! TERIMA KASIH ATAS ROTI DAN SUSUNYA! DAN LAGIPULA DARIMANA AKASHI –KUN TAHU SUARA CACING ITU SEPERTI APA HAAAHH?!" teriakmu sambil menatap Akashi dengan kesal, tetapi setelah sadar tentang apa yang kamu lakukan kamupun langsung menundukkan wajahmu yang merah sempurna ke lututmu yang kamu tekuk, menyembunyikan wajahmu dari tatapan seluruh orang dikelas tentunya.

Akashi hanya bisa menyeringai melihatmu emosi seperti itu, dan tak lama kemudian kamupun memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri. Sementara Akashi yang masih terduduk bersandar di dinding hanya bisa tersenyum kecil karena berhasil membuatmu marah.

Sementara itu, berbagai pasang mata dari para siswa siswi di kelas 1-A yang memperhatikan kalian berdua tadi pun segera mengambil sebuah kesimpulan yang cukup unik...dan berbeda-beda setiap orangnya.

'Waaahh, akan ada couple baru nih~'

Sementara itu beda dengan para siswa siswi dikelas, beda lagi dengan dua orang ini.

'Cih, dasar cewek menyebalkan! Suka cari perhatian!'.

.

.

'Akashi... aku tidak akan kalah meskipun orang itu adalah kau.. akulah yang akan mendapatkan [name]! Dan itu pasti!'

Keesokan harinya..

"[name]-chan! Bagaimana dengan kostum-kostumnya? Apa sudah siap?" tanya sang bendahara kelas kepadamu. Tentu saja kamu mendapat bagian untuk kostum yang akan digunakan mengingat bahwa ibumu adalah seorang designer ternama yang telah membuat berbagai macam pakaian.

Dengan senyum ceria kamu menjawabnya. "Tentu saja sudah! Nanti sepulang sekolah kamu datang saja ke butik milik kaa-san ku dan pilihlah yang mana yang kamu mau, disana ada banyak desainnya kok! Tapi maaf ya aku ngga bisa nemenin soalnya ada latihan basket hari ini~".

"Oke deh! Gapapa! Lagipula aku bisa milih sendiri kok~" ucap sang bendahara dan lalu berlalu begitu saja meninggalkanmu sambil tersenyum penuh arti.

.

Hari pertama festival.

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tungg oleh semua murid SMP Teikou, semua bagian diseluruh sekolah telah dihias dengan berbagai macam hiasan, ah dan asal kalian tahu, festival ini akan diadakan selama 4 hari, dilapangan outdoor ada banyak stand yang berdiri walau kebanyakan stand itu adalah stand makanan dan stand untuk permainan.

Sebenarnya yang merayakan festival ini bukan hanya para murid tetapi bahkan masyarakat umum pun boleh masuk mengikuti festival yang ada. Setiap stand yang ada dipenuhi oleh banyak pelanggan, tetapi dari semua event yang ada, ada satu event yang dilaksanakan dalam kelas yang sangat dipenuhi oleh pengunjung.

Ya, kelas 1-A...

Kelas yang merencanakan sebuah maid cafe, tidak, bukan nekomimi cafe karena setelah melakukan voting ulang, maid cafe lebih dipilih oleh para siswi yang memang akan menjadi korbannya—menjadi maid lebih baik daripada jadi neko-chan!— nah karena itulah, kelas 1-A kini telah beubah 180 derajat (lagi?), tentu saja perubahan besar ini dikarenakan sang ketua kelas yang sudah merenovasi kelas ini menjadi sebuah cafe berkelas tinggi.

Dinding kelas kini berubah menjadi berwarna kuning dengan garis vertikal berwarna hijau dan dengan hiasan bunga matahari di yang bertebaran dimana-mana.

Disetiap beberapa meter terdapat bunga matahari yang diletakan didalam ruangan, tentu saja bunga mataharinya mekar dengan indah entah bagaimana caranya.

Lalu langit-langitnya berubah menjadi warna biru pucat dengan hiasan awan putih berarak-arak dengan gambar matahari yang bersinar terang. Korden kelas berwarna kuning dengan renda hijau diujungnya. Lalu menu makanan dan minuman hari ini adalah makanan yang khusus ada setiap musim panas.

Yak! Kelas 1-A memilih cafe bertema musim panas yang berarti semua barang didalam cafe berubah menjadi suasana musim panas. Tentu setiap hari selama festival mereka akan mengganti temanya, repot memang tapi sudah ada yang mengurusnya kok, yaitu sang ketua kelas serba bisa yaitu Akashi-sama~

Walau sederhana, nyatanya cafe ini benar-benar dipenuhi oleh para pengunjung, terutama pengunjung laki-laki yang dengan senang hati akan berkunjung ke cafe yang satu ini. Tidak peduli walau bayarannya mahal yang penting makanan di cafe ini benar-benar berkualitas tinggi—enak maksudnya— dan juga para pelayannya yang tampan, imut dan cantik. Ah, tentu saja para pelayan perempuannya jauh lebih disukai oleh para laki-laki.

Lihat saja, semua siswi kelas 1-A berubah menjadi gadis-gadis cantik yang memakai kimono. Kenapa bukan seragam maid? Yaa, kalau Yukata kan terkesan lebih cocok sama musimnya, karena itu semua pelayan siswi yang ada harus memakai kimono sementara para pelayan siswa memakai yukata.

Tapi meski begitu, hampir semua pelayannya memakai kimono berwarna kuning semata kaki dengan obi berwarna hijau dan hiasan rambut yang berupa jepit bunga matahari sementara rambutnya diikat ponytail, tapi ada satu orang pelayan yang memakai pakaian lain dari yang lain yaitu memakai yukata berwarna merah gelap 7 cm diatas lutut dengan obi berwarna hitam, dan hiasan dikepalanya bukanlah bunga matahari melainkan bunga mawar merah yang dibentuk menjadi mahkota bunga, dengan rambut digulung agak acak-acakan sehingga beberapa helai rambut jatuh mengenai punggung.

Ya, siapa lagi kalau bukan kamu, cewek termanis di kelas 1-A yang menjadi sasaran kejahilan sang bendahara kelas yang menyuruhmu untuk memakai pakaian lain daripada yang lain?.

Tentu saja pakaianmu yang cukup mencolok ini membuatmu menjadi sasaran dari banyak mata, tapi toh kamu hanya cuek-cuek saja. Kamu menghampiri Haruka yang sedang istirahat sejenak. Haruka memakai kimono yang sama seperti siswi yang lainnya, hanya saja rambutnya tidak diikat ponytail tapi sengaja diurai olehnya, ah jangan lupa telinga kucing yang masih saja digunakan olehnya bahkan disaat-saat begini.

"Haru-chan..ini melelahkan sekalii~ gantikan aku yaa~" ucapmu merengek kepada Haruka yang hanya cuek dan kembali mengipasi wajahnya menggunakan buku menu. Kamu pun semakin merengek kepada Haruka. "Nee, Haru-chan, please~ tolong gantikan aku, pakaian ini benar-benar tidak nyaman tau.." sementara itu Haruka hanya pergi meninggalkanmu yang masih meminta untuk bertukar pakaian dengan berbagai macam penawaran.

Tiba-tiba saja sang bendahara kelas menghampirimu seraya berucap "[name]-chan! Kenapa disini?! Ayo sana layani para tamu lagi! Mereka pada nungguin kamu loh!" ucap sang bendahara sambil tersenyum.

Sebenarnya kamu mau-mau saja melayani mereka, masalahnya itu pakaian yang kamu pakai terasa terlalu mencolok, apa lagi sejak tadi kamu selalu menjadi objek foto bagi para laki-laki. Pengen rasanya kamu ganti baju tapi ya gitu, pas kamu nanya ke Akashi boleh ganti baju yang lain apa enggak dengan entengnya dia menjawab 'enggak' padahal didalam hatinya udah kegirangan minta ampun karena meskipun ngga bisa dilayani oleh [name] setidaknya ia bisa melihatnya dalam versi memakai kimono yang cukup..err, seksi? Dan jawaban serta alasan yang sama juga berlaku kepada Midorima.

"[name]-chaannn! Layani meja nomor 4 yaa!" ucap seorang siswi kepadamu yang hanya bisa menurut dan berjalan kearah meja nomor 4 lalu menanyakan pesananmu. "Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya mu dengan senyum manis terkembang diwajahmu. Sementara itu sang pelanggan hanya diam dan mengamatimu dari atas ke bawah sebelum akhirnya menjawab "Aku memesan parfait coklat, itu saja." Ucapnya sementara itu kamu hanya mencatat pesanan tersebut tanpa melihat wajah sang pelanggan yang ditutupi oleh buku menu sehingga hanya surai berwarna hitam saja yang terlihat. Setelah itu kamupun undur diri dan segera menyerahkan pesanan tersebut kepada siswa dan siswi yang menjadi juru masak.

Sebenarnya bisa dibilang cafe ini benar-benar untung besar, apalagi pelanggannya sebanyak ini, ah dan jangan salah karena bukan hanya laki-laki saja yang datang kesini namun para perempuan juga, apalagi untuk melihat para bishie*(cowok ganteng) dari kelas 7-A seperti misalnya sang ketua kelas yang sekarang memakai yukata merah darah dengan hiasan motif bunga berwarna hitam yang bertebaran, lalu obi berwarna hitam dengan beberapa jahitan benang berwarna emas di pinggiran kainnya.

Akashi Seijuuro sekarang sedang cukup sibuk, sebenarnya kalau ini adalah saat hari-hari biasa pasti tidak akan ada yang mau dilayani oleh sang Emperor, tapi entah kenapa kali ini Akashi berubah cukup banyak misalnya hal yang membuat Akashi diminta untuk melayani para gadis adalah senyuman dari seorang Akashi yang benar-benar langka kini terpatri dengan indahnya di wajah putra tunggal dari keluarga Akashi. Ya. Akashi Seijuuro tersenyum. Dengan mudahnya seorang Akashi tersneyum dengan menawan bahkan setiap wanita yang dilewatinya pasti ber-fangirling ria.

Lain disisi merah lain lagi disisi hijau kini sang oha-asa freak yang menggunakan yukata hijau bergaris hitam dengan obi berwarna hijau tua sedang membawa berbagai macam pesanan di kedua tangannya, melangkahkan kakinya kearah sebuah meja dimana beberapa gadis menunggu sambil ber-teriak kagum akan aura kharismatik ala cowok megane yang satu ini. "Ini pesanannya, dan selamat menikmati nanodayo" ucap Midorima sambil menaikkan kacamatanya sebelum berlalu dari meja itu meninggalkan para pelanggan masuk kedalam imajinasi mereka masing-masing.

.

.

Setelah kira-kira hampir 5 jam melayani para pelanggan, Akashi memutuskan untuk memberikan waktu istirahat bagi para pelayan sementara sang bendahara menghitung penghasilan cafe mereka yang WAOW.

Kamu sendiri sekarang sedang duduk disalah satu kursi yang ada sambil meminum lemon tea yang segar—cukup untuk melepas penat— sambil memainkan ponsel milikmu. Sementara Haruka duduk didepanmu dan memakan es krim cokelat yang ia buat sendiri. Sebenarnya kamu ingin mengunjungi sahabat-sahabatmu yang lain tapi kamu selalu mengurungkan niatmu kalau mengingat event apa yang kelas mereka adakan.

Tiba-tiba saja ada sesosok raksasa berambut ungu duduk di kursi sebelahmu. Karena penasaran kamu pun melihat siapa yang duduk disitu dan langsung membelalakkan matamu saat melihat siapa orang yang duduk disampingmu.

Murasakibara Atsushi

"A-are? Muk-kun? apa yang kau lakukan disini?" tanyamu agak gugup—akibat jarang berbicara dengannya—sementara Murasakibara hanya menatapmu dengan wajah malasnya sebelum menjawab "Aku mau jadi pelanggan..." ucapnya sementara kamu hanya speechless, 'Ini jam istirahat kan?' batinmu bingung. "Etto, tapi sekarang kami sedang istirahat loh muk-kun, gimana kalau nanti aja datangnya?" bujukmu dengan lembut tapi dijawab oleh gelengan keras dan rajukan ala anak kecil "Nggaa~ ngga mau...maunya sekarang [name]-chiiinnn..." ucap Murasakibara—merajuk seperti anak kecil membuatmu bingung dengan sikapnya yang benar-benar kekanak-kanakkan. Sementara Haruka hanya diam saja, bahkan melirik pada kalian pun tidak, padahal kau sedang butuh pertolongannya.

'Haru-chan wa hidoi!' batinmu—merana.

Tiba-tiba terbesit sebuah ide di kepalamu. "Baiklah muk-kun, mau pesan apa?" tanyamu seraya berdiri dan memberikan senyuman terbaikmu—yang biasanya bikin cowok nosebleed—dan mulai berakting sebagai pelayan lagi dan memberikan sebuah buku menu kepada Murasakibara yang langsung memasang tatapan gembira—walau tidak terlalu kelihatan—dan langsung memilih menu makanan yang disukainya.

"Aku mau strawberry cake ukuran medium, parfait cokelat ukuran besar, puding mangga 3, dan...err, blueberry cake ukuran besar dengan ekstra potongan blueberry diatasnya, yang banyaaaakkk~ boleh kan [name]-chin~" ucapnya sambil menatapmu dengan wajah memelasnya yang sejujurnya membuatmu gemas. "Ha'i, pesananmu akan segera kubuatkan, Muk-kun~" ucapmu sambil berjalan kedapur dan bersiap untuk memasak. Yap, karena sebagian besar koki di kelasmu itu pergi untuk beristirahat keluar cafe untuk berkeliling festival jadi kamu lah yang memasaknya.

Setelah semua bahan sudah kamu siapkan, dengan lincahnya tanganmu mengolah semua itu, dimulai dari mencampurkan tepung, memecahkan telur, mengaduk adonan, mencetak adonan, memasukkannya kedalam oven, dan lain sebagainya, sementara untuk parfait dan puding sih sudah ada di kulkas hanya diambil lalu tinggal dihias saja.

Tidak lebih dari 1 jam, semuanya telah siap, mungkin itu terdengar lama tapi tenang saja, Murasakibara tidak bosan menunggu kok karena dari tadi Haruka selalu memberikannya banyak kue cokelat maupun snack kepadanya agar tidak bosan. Lagipula mengingat kamu bekerja sendirian didapur, waktu 1 jam untuk mengerjakan semuanya tergolong cepat—ralat lumayan cepat.

Setelah itu kamu pun membawakan hasil buatanmu kepada Murasakibara yang sudah menunggu dengan wajah berbunga-bunga—senang—dan langsung memakan semua masakan dengan lahapnya. Sementara kamu hanya bisa tersenyum gembira saat melihat cara makan Murasakibara yang menurutmu lucu bahkan tanpa sadar kamu mengusap-usap kepala Murasakibara dengan lembut yang bahkan orang yang bersangkutan tidak menolaknya dan menerimanya saja.

Sementara itu, tiga orang yang daritadi memperhatikanmu dan saat melihat hal itu hanya mendesis—tidak suka—entah kepada siapa desisan itu ditunjukkan dan karena apa alasannya hanya mereka lah yang tahu.

.

.

.

Setelah seharian bekerja, badanmu yang rasanya sakit semua itu benar-benar merepotkan. Ingin rasanya kamu segera pulang kerumah, berendam dalam air panas lalu segera tidur sampai besok pagi. Dan sayangnya kamu tidak bisa melakukan hal itu karena sekarang, kamu harus berdiri di sini. Di kelas yang diubah sedemikian rupanya hanya untuk membahas tentang penghasilan cafe kelas mereka hari ini dan beberapa tambahan dari sang ketua kelas.

"Baiklah, seperti yang kalian tahu, cafe kita ternyata memiliki banyak sekali pengunjung dan tentu saja uang hasil kerja kita hari ini benar-benar besar, maksudku coba bayangkan! Bahkan dengan uang cafe kita hari ini kita bisa membeli banyak sekali perabotan untuk kelas! Kyaaa~ kalau kayak gini terus kelas kita bisa kayaaa~~" ucap sang bendahara kelas dengan wajah berbunga-bunga sambil terus menatap hasil kerja keras mereka hari ini yang benar-benar besar.

"Dan mungkin untuk sekedar tambahan, terima kasih atas kerja keras kalian hari ini, setelah ini pulanglah kerumah kalian lalu istirahat karena besok kalian masih harus melakukan hal yang sama seperti hari ini. Membuat sebuah cafe dengan tema yang berbeda." Ucap Akashi selaku ketua kelas.

"Bajunya?" tanya seorang siswa. Akashi menatap siswa itu sebelum menjawab. "Sudah disiapkan, besok kalian hanya perlu datang lalu melayani pelanggan, itulah tugas kalian, mengerti?" jawab sekaligus tanya Akashi yang langsung direspon dengan koor 'Ha'ii' dari para siswa siswi kelas 1-A yang benar-benar sudah kelelahan. "Baiklah kalian boleh bubar." Ucap Akashi yang diterima dengan senang hati oleh semua murid dikelas itu termasuk kamu tentunya. Namun, sebelum kamu hendak meninggalkan kelas kamu mendengar Akashi mengucapkan sesuatu padamu. "Kerja bagus, [name]" yang membuatmu tersenyum manis kepadanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan kelas dan pergi ke gerbang sekolah.

.

.

Sesampainya di gerbang sekolah kamu langsung marah-marah sendiri, ternyata Haruka, Misaki, Yuka, dan Yuki sudah meninggalkanmu, padahal tadi kamu hanya pergi ke toilet sebentar dan meminta mereka untuk menunggu di gerbang sekolah dan buktinya? Mereka meninggalkanmu.

Tiba-tiba saja kamu mendengar gerutuan dari sebelahmu. "Ck! Dasar Kuroko Teme! Bukannya nungguin malah ninggalin! Gimana sih?!" dan saat kamu melihat siapa itu tenyata itu adalah Kagami Taiga, satu-satunya pemuda beralis cabang yang kamu kenal.

"Konbawa, Kagami-kun." sapamu yang membuat Kagami berjengit kaget sebelum menjawab "U-um, Konbawa [name], ngapain disini?" tanya Kagami padamu. "Pertanyaan yang sama dariku untukmu dan jawaban yang sama darimu untukku." Ucapmu enteng membuat Kagami mengernyitkan alisnya—bingung dengan kata-katamu—, "Hah? Masudnya apaan tuh?" tanya Kagami—bego, yang membuatmu menghela nafas, lupa kalau pemuda yang satu ini ngga bisa diajak berpikir hal-hal yang rumit.

"Haahh, maksudku, aku juga menanyakan hal yang sama, kenapa Kagami-kun masih disini? Nah, dari yang kudengar tadi, jawaban dari pertanyaanku barusan adalah jawaban yang sama dari pertanyaan Kagami-kun padaku yaitu kita berdua sama-sama ada disini karena kita ditinggalin, ngerti?" jelasmu dengan selambat mungkin agar Kagami bisa mencerna kata-katamu tanpa perlu pengulangan lagi. Kagami pun angguk-angguk sambil mulutnya membentuk huruf 'O'.

Hening sejenak...

"Gimana kalau pulang bareng aja?" usul Kagami padamu yang membuatmy menatapnya bingung sementara Kagami langsung gugup entah kenapa. "Y-yaa, cewek itu kan ngga baik kalau pulang malam-malam sendiri, jadi mending kita pulang bareng aja sekalian n-nanti aku antarkan sampai kerumahmu, gimana? Ma-mau nggak?" tanya Kagami sambil menatap seberang jalan—enggan menatapmu yang mulai mengerti maksud baiknya. "Oke deh, ayo pulang bareng Kagami-kun!" ucapmu sambil menarik tangan kirinya untuk mulai berjalan mengikutimu—yang tanpa kamu sadari wajah Kagami sudah memerah bahkan merahnya menyaingi warna rambutnya Akashi—.

"Ah! Ayo kita ke Maji Burger dulu! Kagami-kun mau kan?" ucapmu bersemangat sedangkan Kagami yang mendengar kata 'Maji Burger' langsung ikut bersemangat "Yosha! Ayo! Aku sudah benar-benar lapar!" ucapnya, dan perjalanan kalian pun diselingi oleh canda dan obrolan-obrolan lain—yang lebih sering menjurus kearah basket dan makanan—tanpa mengingat kalau kedua tangan mereka masih berpegangan satu sama lain.

.

.

.

.

OMAKE

Kamar... dapur...ruang tamu...dapur... kamar...

Dari tadi kamu berjalan berkeliling rumah yang selama ini kamu tinggali dengan alasan yang tidak jelas, bolak balik—membuat kedua orang tuamu bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada putri mereka—hanya untuk menenangkan diri karena kejadian yang tadi kamu alami saat pulang bersama Kagami tadi.

Kejadian yang entah kenapa membuat detak jantungmu berdetak semakin kencang saat kembali memikirkannya.

kejadian yang diawali oleh makan bersama di Maji Burger, dan berakhir dengan hal yang bisa membuat wajahmu memerah entah kenapa.

Saat Kagami mengatakan hal 'itu' padamu saja, saat itu dunia seperti berhenti berutar bagimu.

.

.

.

'apa... yang dikatakan Kagami-kun tadi benar ya?...'

Hening sejenak.

'apa...'

...

'apa benar kalau bagi Kagami-kun aku ini...'

.

.

.

'semakin gendut ya?'

.

.

Ya, disaat makan di Maji burger tadi, Kagami yang melihat sebanyak apa kamu makan tadi dengan mudahnya mengatakan kalau tubuhmu semakin gendut, tidak seperti dulu. Dan tentu sebagai perempuan hal itu menjadi salah satu daftar hal taboo. Padahal seingatmu kamu hanya naik 1 kg saja.

Kamu pun langsung memutuskan.

.

.

.

'Mulai sekarang aku akan diet! Sampai Kagami-kun tidak memanggilku gendut lagi!'

Serumu dengan semangat yang berkobar-kobar.

.

Dan ff ini pun TeBeCe dengan gaje nya :v

KYAAAAAAAAAAAAA~~~ BUMBU ROMANCE SUDAH DITEBARKAN SSU~

aduh! Gimana pendapatnya? Saki udah usahain buat masukin romance nya nih! Udah bagus belum? Masih kurang ya romance-nya? XDD

serius bikin romance itu susah bangetttt! Ini aja mikirnya harus lama banget baru dapet ide~ semoga suka ya~

dan maaf kalau chap kali ini pendek banget, entah kenapa Hati kecil saki mengatakan kalau segini aja udah cukup jangan bikin panjang-panjang karena takutnya nanti reader-tachi bosen bacanya jadii~ mulai sekarang Saki hanya akan mengetik dengan paling banyak 15 lembar dan bukan 20 lembar lagi, maaf kalau mengecewakan yaa~

Oke karena Saki punya banyak waktu jadi...

Balas REVIEW nanodayoo~

Akiyama Seira

Terima kasih sudah merevieww~ ^^

Karin-senpai memang udah narsis dari bawaan lahir kali (BUKAN!) Ayame-chan jahat? Ya iya dong, dia kan kebagian peran jadi antagonis~ kalau baik ya ngga seru dan cerita di ff ini bakan jadi flat... king-nya ya bisa dilihat sendiri nanti~

Maa~no! Bukan Mako-chan yang ituu~ tapi yang ini~ (hah?!)

Oke deh sekali lagi terima kasih sudah mau mereview~

Hoshi Fumiko

Ah? Gapapa kok~ latihan neraka? Enak tuuhh! #slap. Ah, Hoshi-kun sudah gila ya? sama dong! Hmm, dan Karin-senpai narsis karena kalau dia ngga narsis ntar ngga dapet honor dari Saki /slap

BWAHAHAHA! AKASHI MEMANG COCOK MAKE BAJU KEK GITU~ *dilempar gunting* ah awas Hoshi-kun, ntar nabrak loh.. Hanamiya ngga serem tapi keceh! Haha~ Midorin eoh?

Itu bukan kehebatan, Hoshi-kun, tapi itu keisengan~ Saki kan suka ngisengin orang makanya itu Saki potong ditengah-tengah cerita, WUAHAHAHA~

Ah ini sudah Saki balas reviewnya~ dan tentu saja Saki akan berusaha!

Sekali lagi, terima aksih sudah mereview~

Etsuka Yumi

Speechless? Kenapa? Ah Saki 'bukan' yandere kok! Bukan! Saki itu anak baik! Kalau ngelawak, Saki memang suka melawak (Garing). Saki itu kan anak baik yang sukamenolong, tidak sombong dan suka ngelempar penghapus papan tulis sama kamus bahasa indonesia~ baik kan?

Eh? Sempurna? Kagak ah... banyak TYPO gitu~ (serius)

Oke deh, terima kasih sudah mau mereview!

Rei Kuroshi

Geregetan! Jadinya geregetan! Apa yang harus kulakukan~ #slap (malah nyanyi!). uwaah, umur 8 tahun! Kagami masih ada harapan kok! Karena Saki selalu suka bikin kejutan, jadi apa yang mustahil bisa menjadi mungkin loohh~~

Udah sembuh? Yokatta~ lain kali mainnya hati-hati ya, jangan sampe kena lagi~ (pengalaman sering dicurangi pas main bola (?)

Gaya tulis Saki gaya tulis yang pasti ngebales? Maksudnya?

MAKASIH~! Baru tau ya kalau ff buatan Saki itu unik? Kemana aja selama ini hm? *dihajar massa*.. hayo buatan siapa tuhh~

AHOminECCHI? Hahaha~ dia memang modus kok! Ini sudah dilanjut kok. Dan ngomong-ngomong nama akun Facebook nya Rei-chan apa? Yang mana nih?

Terima kasih sudah mereview!

Wakana Miwa

Uh, Jangan ah.. Saki ngga bisa main basket, wong bolanya aja kabur terus! Ah jangan one-on-one...ngeri ah. Hee? Jadi Kana-chan mau ngajakin aku one-on-one? Sudahlah, tsundere ya tsundere.

Kurang narsis? Ah, di trio senpai itu yang narsis Cuma si Karin-senpai aja kok!...err, kayaknya~

Ah ngomong-ngomong kata-katamu sungguh nge-JLEBB! Kana-chan...TwT

Kalau tsundere ya tsundere! Itu udah hukum alam, Kana-chan! Ah kenapa cing-cong? Bukan cing cang aja? Ini sudah lanjut kok.

Terima kasih sudah mereview! Tsun-chwaann~ (huwat?!)

Kane Akira

Perasaannya? Biasa aja ah... bahasa inggrismu hancur, Kane-chan...tidak diakui? Kasihan sekali~ #plak.

Cieeee! Yang setia nih yee! Ahay! (udah gila). Ah! Bu-bukan itu juga kali! Bukan anak! Tapi artian yang lain! Jadi jangan langsung main pacar-pacaran tapi melewati proses suka secara perlahan! Ja-jadi bukan anak! (serius saki kaget plus panik dibagian sini).

Ah, sudah Saki duga kalau Hoshi-kun jadi gila, semoga cepet sembuh yak...

Terima kasih sudah mereview~ dan Oke deh, hati-hati ya mainnya~ awas nabrak nyamuk! :v

Sora Haruna

Ketahuan? Uwaahh the shadow player~ apanya yang ngga berbelit? Padahal Saki aja bacanya bingung sendiri sama apa yang saki tulis... silahkan panggilnya Saki-sama! /slap

Jahatnya! Masukin kelubang toilet? Ihhh! Jorok! Kenapa ngga sekalian masukin ke septic tank aja? *dibantai*

Ah meski benci tapi setidaknya Sora-chan sayang sama kakaknya Haru-chan kan? Hihihi~ Ah bener, jauh banget...

Seharusnya Saki yang bilang kayak gitu. Terima kasih sudah mereview, hati-hati ya mainnya, jangan sampe kesandung semut! (hah?)

Kaede Akane

Uwah~ Power Forward~ kebiasaan yang bagus nak! *ditabok* aduh, kasihan sekali Hoshi-kun, semoga Hoshi-kun cepet sembuh yak! Biar nanti kalian kena linggis nya bareng-bareng! *dibantai*

Uh 20m meter... kayaknya dulu Saki pernah lari 50 meter dengan kecepatan kurang dari 12 detik deh (ngga inget lagi karena udah lama)...waah~ kecil-kecil cabe rawit eoh? Hihihi~

Ah jangan! Ntar orangnya marah loh~ ngga kepanjangan kok!

Terima kasih sudah mereview~

Shinju Hoshi

Siapa bilang habis pindahan Saki langsung buat cerita? Gini-gini Saki itu main-main terus loh~ ah, Miyo? Lucunya~ boleh dong! Ah? Iya-ya...marganya kok beda? (siapa yang bikin hah?)

Wuah...yang sabar ya, Shinju-chan~ (bingung mau manggil apa). Ah ngemeng-ngemeng (?) chapter ini ada banyak typo loh~

Se-senpai?! KYAAAAAAA~~ Saki dipanggil senpai! Aduh senangnya~~

Terima kasih sudah mereview~

ShitaaSN

Siapa kakak yang dimaksud? Hana-kun kah? Memang mustahil sih~

Ah reader baru? Salam kenal yaa~ ahahaha~ I LOPH YOU TOO~ (gilanya kambuh lagi)

Minechan30

Biar kutebak, Min-senpai kan?! Cieeee~ yang udah mau baca fanfic! Prikitiew!/slap

Ekhem, ya maaf kalau banyak Typo dan bukannya Saki memang anak aneh ya? maklumin aja~ dan say "Hai juga" ke Khei-chaann~

Oke terima kasih sudah mau mereview~

Oke deh! Selesai bagian balas reviewnya~

Dan terima kasih buat Mey-nee, Kanzanaki Haseo-chan, Zhang Fei-chan dan semua teman Saki yang udah mau ngasih saran buat ff ini. Dan terima kasih juga untuk teman-teman Saki yan selalu kasih semangat setiap hari, dan juga untuk kalian yang sudah mau membaca ff ini, Saki ucapkan terima kasih banyak yaa~

Karena mungkin ff ini akan semakin jarang update seiring dengan kesibukan Saki yangs emakin meningkat jadi selamat menunggu~

Dan ada yang mau ngasih saran buat tema cafe mereka? Sarannya berupa tema, menu makanan, pakaian dan bahkan kalau kalian mau nitip OC boleh kok~ soalnya Saki lagi butuh banyak oc buat dijadikan teman maupun lawan para Chiyoko Hana ( hanya menerima sekitar 10-15 OC dan tolong sertakan biodata mereka seperti nama, posisi, ciri-ciri dan sifat mereka serta teknik kesukaan mereka)

Ditunggu sarannya di review yaa~

CONTINUED or DISCONTINUED it?

RnR pleaseee~