Part 6:
Don't Wanna Fall
xxx
Hari ini hari sabtu. Tinggal tersisa dua hari lagi untuk bersenang-senang mengingat hari senin waktunya kegiatan KBM dimulai.
Jongin dan Sehun tetap pada posisi tidur berpelukan mesra mereka sedangkan Suho sudah mengacak tempat tidurnya dengan tendangan kaki kesana-kemari.
Tapi tidak dengan Chanyeol.
Pemuda itu sudah bangun. Duduk di pinggir kasur sambil memegang erat ponselnya. Dengan perlahan, ia membuka kembali ponselnya tapi langsung ia lempar begitu saja begitu melihat isinya.
Baekhyun mengirimkan stiker dengan penuh gambar hati berwarna merah disekitarnya.
Apa maksudnya Baekhyun mengirim stiker itu kepada Chanyeol?
Baekhyun suka padanya? Tapi itu tidak mungkin.
Baekhyun sedang menggodanya? Tapi bahkan anak itu anti anak nakal.
Baekhyun sedang memberikan kode pengantar kematiannya? Itu paling terlihat masuk akal.
Tapi sebenarnya, apa alasan Baekhyun mengirim stiker itu? Hanya stiker yang tidak dibumbui kata-kata apapun?
Terlalu banyak spekulasi di otak Chanyeol. Yang entah kenapa membuat jantung nya berdebar-debar.
"Sial, kenapa aku malah merasa senang?"
Baekhyun tidak sadar, jika Baekhyun lebih berbahaya dari diri Chanyeol sendiri.
xxx
Senyuman tak pernah luntur dari wajah Baekhyun. Ia super bersemangat dan terus saja mematut dirinya sendiri di cermin yang tengah memakai sweater baby blue dipadukan jeans hitamnya. Membuat Baekbom yang sedari tadi menatapnya diambang pintu mengernyit heran.
"Ada bookingan ya hari ini?"
"Booking apanya! Hari ini aku akan pergi menonton pertandingan basket bersama teman-temanku!" Balas Baekhyun kesal. Booking apa coba? Baekhyun ini polos tau!
"Menonton pertandingan? Bukan kencan dengan Yeolli hyungmu kan?" Goda Baekbom dengan alis narik turun.
"Bukan astaga, hanya pergi ke SMA sebelah untuk menonton pertandingan bersama teman-teman. Mensupport kakak kelas itu adalah hal yang wajib dilakukan oleh siswa keren kak," Balas Baekhyun setengah menggerutu. Baekbom kenapa suka sekali menganggunya.
"Baekhyun, temanmu datang menjemputmu!" Seru ibu nya dari lantai bawah. Membuat Baekhyun terpekik senang, mengambil tasnya dan langsung turun kebawah meninggalkan kakaknya yang masih menggodanya dengan 'Apakah Yeolli hyung menjemputmu?'
Baekhyun turun langsung tersenyum sumringah.
"Hai Baek, kau terlihat manis ngomong-ngomong," Sapa Kris sambil tersenyum. Duduk di ruang tamu bersama ibunya.
"Makasih Kris, kau juga tampan. Jadi, ayo berangkat!"
xxx
Chanyeol mendesah malas. Kenapa ia harus bersama orang-orang bodoh ini sih?
"Ayolah Chanyeol, pasang senyumanmu. Jangan biarkan para penggemarmu kecewa."
Hari ini adalah hari pertandingan basket antara JYP SHS dan SM SHS. Sebenarnya ini termasuk dalam bagian festival olahraga, namun karena semester lalu cuaca sangat buruk, pertandingan final sampai tertunda hingga melewatkan tahun ajaran baru. Makanya beberapa wajah baru muncul sedangkan yang tadinya ada didalam tim malah duduk di bangku penonton menyoraki mantan tim nya karena ia sudah terlanjur lulus.
Maka dari itu, Jongin dan Sehun pun menarik paksa Chanyeol dan Suho untuk datang menonton pertandingan final mereka.
"Untuk apasih aku ikut?" Protes Chanyeol kesal. Apa kedua anak monyet ini tidak tahu jika dirinya tengah diselimuti perasaan super aneh karena stiker yang dikirim Baekhyun?
"Untuk menarik perhatian. Kau kan yang paling populer, jadi bisalah hasut beberapa gadis untuk menyoraki kita." Sehun mengganggap ideanya brilian, Jongin pun setuju.
"Lalu, untuk apa aku ikut?" Tanya Suho membenarkan letak topinya.
"Untuk mentraktir kita usai menang nanti!" Seru Sehun dan Jongin kompak. Dasar pasangan idiot.
Suho mendengarnya mendegus. Lagi-lagi ia hanya dianggap ATM berjalan. Sialan.
"Bukankah itu Park Chanyeol dari SM SHS?"
"Astaga mau dilihat dari segi manapun, ia sangat tampan!"
"Aku akan menjadi kekasihnya!"
"Hei, dia milikku!"
"Chanyeol oppa, follback instagramku!"
Chanyeol mengerang mendengar semua teriakan itu. Baru beberapa hari ia merasakan ketenangan, tapi sekarang semua teriakan bising itu terdengar lagi.
Menatap Jongin dan Sehun geram. Tapi yang ditatap malah sedang tebar pesona dengan pejual sosis bakar di area jajanan.
"Hei-hei, bukankah itu Baekhyun?!" Suho menepuk-nepuk pundak Chanyeol heboh, membuat sang empunya menoleh. Benar saja itu Baekhyun dengan surai hitam gelapnya, sweater babyblue dan tas yang terpasang gantungan couple mereka.
Lumayan manis lah.
Chanyeol hanya ingin mengabaikan saja--toh mereka diluar sekolah dan perjanjian itu tidak berlaku disini, tapi begitu melihat sosok jangkung yang merangkul pundak Baekhyun, entah kenapa begitu menarik atensi milik Chanyeol. Mereka duduk di bangku penonton paling atas,tapi terlihat seperti memiliki percakapan sendiri karena ketiga temannya yang lain sedang membahas sesuatu dengan topik lain. Melihat bagaimana tangan itu merangkul mesra sedangkan yang dirangkul malah terus berbicara dengan mata berbinar kelewat senang. Melihatnya, membuat sesuatu dalam diri Chanyeol mendidih..
Chanyeol merasa panas.
Ayolah, dia tidak cemburu. Hanya saja, bagaimana jika ada anak sekolah yang melihatnya terus berpikir Baekhyun selingkuh dari Chanyeol atau mengetahui status pura-pura Baekhyun dan Chanyeol. Kan gawat!
Dan bukankah baru tadi malam Baekhyun mengiriminya stiker penuh tanda cinta? Bukan apa-apa, hanya saja Chanyeol merasa sedikit terkhianati.
Loh.
"Woah, skandal-skandal! Bagaimana perasaan anda setelah melihat pacar pura-pura anda jalan dengan pria lain?" Suho mengepalkan tangannya tepat didepan mulut Chanyeol, seakan ia adalah reporter berita gosip terupdate yang sedang mewawancari, tidak lupa dengan micnya. Sehun tiba-tiba kembali dari aksi tebar pesonanya. Menekuk tangannya kearah pundaknya, berpose seakan sikunya adalah sebuah kamera. Seakan ia adalah juru kamera professional nya.
Jongin? Anggap saja dia tukang gulung kabelnya.
"Biasa saja, asal jangan bertemu dengan anak satu sekolah saja dan membuat berita yang tidak diharapkan terdengar," Jawab Chanyeol acuh lalu berjalan. Membuat ketiga temannya ber-oh ria secara dramatis.
"Duh sungguh memilukan kisah cinta seorang Park Chanyeol. Ingin mengetahui kelanjutan kisahnya? Nantikan setelah jeda komersial berikut ini!"
Dasar para anak monyet.
xxx
Pertandingan dimulai dengan riuhnya. Sehun dan Jongin terlihat paling bersinar diatas lapangan sana. Mendribel bola kesana-kemari, mencetak poin, saling melempar bola satu sama lain. Memasang wajah garang saat berhadapan dengan pemain lawan. Berpelukan seperti sepasang homo jika mereka berhasil melakukan three point dengan mulus.
Suho dari tadi menonton dengan serius. Sesekali meringis jika sekolah mereka melakukan kesalahan dan sesekali memekik tertahan jika mendapatkan skor.
Sebenarnya, Chanyeol menyukai olahraga. Basket juga bisa dibilang sebagai hobinya mengingat setiap jumat sore, mereka akan bermain basket di lapangan komplek rumah mereka.
Tapi saat ini, Chanyeol tidak bisa fokus. Bayangan Baekhyun tersenyum dengan orang lain terus saja berputar diotaknya.
Apa karena Chanyeol merasa jika Baekhyun itu adalah miliknya? Maksudnya, beberapa hari yang lalu mereka selalu bersama dengan status sebagai pacar Chanyeol. Jadi mungkin, Chanyeol merasa miliknya sedang diganggu oleh orang lain?
Chanyeol meringis. Miliknya? Sejak kapan Baekhyun adalah miliknya? Sialan. Itu terdengar sangat posesif.
"Chanyeol, kita menang!" Seru Suho heboh lalu beridir melakukan selebrasu seperti yang semua anak SM lakukan. Tim mereka menang telak!
"Oh, iya. Wow, selamat." Chanyeol bertepuk tangan dengan wajah kosongnya. Bahkan menghiraukan tatapan memuja dari para anak perempuan yang dari tadi melihatnya.
"Kau kenapasih dari tadi?" Suho mendelik, kesal juga kalau direspon seperti itu. Padahal dia sudah semangat juga.
"Entah, lapar mungkin?" Jawab Chanyeol seadanya.
"Lapar akan senyuman Baekki?" Celetuk Suho kesal, tapi tertawa mengingat panggilan Baekki dan Yeolli.
"Sudahlah, lebih baik sekarang kita menghampiri Sehun dan Jongin," Ujar Chanyeol seraya menunjuk sepasang manusia yang masih berpelukan tak tahu tempat. Dasar.
"Yakin, tidak ingin menarik seseorang dulu?" Chanyeol mengikuti arah tatapan Suho ke tempat teratas bangku penonton. Disana ada Baekhyun--masih manis dengan swater birunya--melompat girang dengan bibir yang selalu tersenyum. Memeluk lengan pria jangkung disebelahnya erat sambil terus melompat seperti anak anjing.
Chanyeol panas. Kenapa rasanya seperti sedang diselingkuhi tepat didepan mata?
"Suho, sepertinya aku harus melabrak seseorang."
xxx
Ini pertama kalinya Baekhyun menonton sebuah pertandingan olahraga. Memang dia bukan tipe yang suka menonton pertandingan olahraga. Ia lebih suka menonton konser atau sebuah bazar makanan.
Tapi, yang tadi itu luar biasa!
Mendengar sorakan heboh penonton, pertandingan yang mendebarkan dan adrenalin yang memuncak saat tim mereka akan melakukan shooting.
"Kris! Kris! Tadi itu keren sekali!" Sudah berkali-kali Baekhyun mengatakan itu pada Kris seraya memeluk tangan Kris sambil melompat-lompat girang.
"Kau sebegitu sukanya ya?" Kris tertawa melihat bagaimana mata Baekhyun berbinar.
Jongdae, Seulgi dan Joohyun yang menatap itu dengan senyum penuh makna.
"Ow-ow Kris, kau tidak berniat menikung Chanyeol sunbae kan?" Seulgi menggodanya, sedikit membuat Kris salah tingkah.
"Apa-apaan, tipeku bukan Baekhyun tau!" Elak Kris lalu tertawa. Mendengarnya, Baekhyun juga ikut tertawa--walau sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan.
Melihat Baekhyun yang tertawa cerah seperti itu, Kris mengangkat tangannya hendakhendak mengusak rambut Baekhyun, sebuah tangan mencengkram tangannya kuat.
Itu Chanyeol, dengan muka tidak bersahabatnya.
"Sekalipun dia tipemu, bisakah tanganmu tidak menyentuh milikku?" Tanya Chanyeol tidak lupa dengan tatapan mengintimidasi. Bahkan Suho yang ada di belakangnya sedikit merinding mendengar nada bicara Chanyeol.
Kris yang ditatap seperti itu merasa sedikit takut, tapi entah keberanian darimana malah balas menatap Chanyeol.
"Oh, maafkan aku sunbae." Kris mengatakan itu datar dengan tatapan lurusnya kearah Chanyeol. Yang ditatap seperti itu makin tersulut, secara tidak langsung Kris telah mengibarkan bendera perang.
Baekhyun yang melihat itu hanya menatap interaksi kedua orang yang ia kenal. Kenapa mereka saling memandang dengan tatapan bermusuhan?
Chanyeol melepaskan cengkraman tangannya, berbalik menatap Baekhyun sedikit melembut. Tapi tetap dengan tatapan mengintimidasi.
"Kenapa tidak bilang kesini? kan aku bisa menjemputmu dan kita bisa bersama." Suara Chanyeol sarat akan kecewa juga marah.
Tapi itu semua membuat Baekhyun bingung. Bukankah pernjanjian mereka hanya sebatas disekolah saja? Artinya jika diluar mereka bukan sepasang kekasihkan? Lagipula Baekhyun bersikap sewajarnya, kenapa Chanyeol marah?
"Aku kira kita berjanji untuk--" Belum selesai Baekhyun bicara, Chanyeol menarik tangan Baekhyun erat. Menggenggam nya.
"Sampai disini, aku akan membawa Baekhyun. Terimakasih sudah menemaninya menonton pertandingan tadi." Chanyeol menatap kesemua teman Baekhyun, lalu menarik Baekhyun menjauh dari sana.
"Ah itu..." Suho masih ada disana, bisa melihat suasana canggung. "Maafkan dia, oke? Dia tipe kekasih yang posesif hehe walau sebenarnya bukan. Bersenang-senanglah," Ujar Suho canggung sebelum bergegas pergi menyusul Chanyeol dan Baekhyun.
"Oh astaga, aku kaget. Tapi yang tadi itu manis sekali!" Joohyun memekik tertahan.
"Iya! Aku tidak tahu kalau Chanyeol sunbae posesif!" Seulgi ikut-ikutan. Dasar perempuan.
"Lagian dari tadi aku perhatikan, tingkahmu ke Baekhyun itu berbeda. Kau tertarik padanya?" Pertanyaan Jongdae membuat Seulgi dan Joohyun menatap Kris menyelidik.
"Apa? kubilang dia bukan tipeku." Setidaknya itu yang dikatakan Kris. Tidak mendengarkan ucapan Jongdae maupun duo perempuan berisik. Pikirannya kosong. Menatap lurus kearah ponsel yang tergeletak begitu saja didepan.
Tapi itu ponsel milik seniornya tadi kan?
xxx
Baekhyun mendapatkan berjuta-jura tatapan lagi. Bedanya, semua nya itu tatapan tajam dengan tatapan tanda tanya.
Ia hanya merunduk, melirik sedikit Chanyeol yang ada disampingnya. Berjalan cepat dengan muka galaknya. Membuat nyali Baekhyun menciut.
Didepan sana, ada meja yang berisikan Jongin dan Sehun. Sehub tengah meluruskan kakinya, sesekali meringis jika dipijit pelan oleh Jongin.
Tanpa berkata apa-apa, Chanyeol menarik kursi disebelah Jongin dan mendudukan Baekhyun sedikit kasar.
Jongin dan Sehun hanya menatap heran sepasang kekasih 'pura-pura' ini. Sampai akhirnya Suho menyusul dari belakang mereka dengan nafas tersengal.
"Kenapa mereka?" Jongin bertanya seraya menunjuk dengan dagunya Chanyeol yang menatap intens Baekhyun.
"Pertengkaran kekasih," Jawab Suho, masih mengatur nafasnya.
"Hah?" Sehun dan Jongin saling memandang tak mengerti.
Sementara Baekhyun masih merunduk. Ia bersumpah tidak mengetahui apa salahnya sekarang.
"Sunbae--"
"Pertama, panggil aku hyung mulai dari sekarang." Chanyeol memotong ucapan Baekhyun dengan cepat. Sehub yang mendengarnya sebenarnya mau tertawa karena mengingat panggilan 'Yeolli Hyung' Tapi ia urungkan begitu sadar atmosfer yang tidak bersahabat ini.
Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kedua, jangan terlalu dekat dengan orang lain. Apalagi sampai berangkulan seperti itu." Mendengarnya, Suho, Sehun dan Jongin hampir tersedak. Itu serius Chanyeol?
Baekhyun mendongak, "Kenapa?"
Chanyeol terdiam. Kesadarannya seakan ditarik kembali. Kenapa? Kenapa apanya? Kenapa dia marah-marah seperti kekasih super posesif dan cemburu? Kenapa ia mengatakan kepada teman Baekhyun jika Baekhyun miliknya?
KENAPA IA MARAH-MARAH BEGINI?
Jawab Chanyeol! Bernafas dan berpikir!
"Acara ini banyak dihadiri oleh anak-anak satu sekolah. Mereka bisa beranggapan yang tidak-tidak jika melihatmu sedekat itu dengan yang lain. Kau mau rahasia kita terbongkar?" Baekhyun itu polos, jadi begitu mendengar jawaban mengada-ngada Chanyeol ia langsung panik dan memasang raut wajah menyesal.
"Maafkan aku sunbae, aku kira karena perjanjian yang kita buat hanya berlaku disekolah, diluar sekolah aku boleh tidak bersama sunbae." Anak itu hampir menangis menjelaskannya. Apa Chanyeol terlalu kasar? Duh, Chanyeol jadi merasa bersalah. Tapi disisi lain ia sedikit kesal, berarti Baekhyun tidak mau sering-sering dekat dengannya gitu?
Bukan apa-apa, Chanyeol cuma...ya ingin tahu apa alasan Baekhyun mengirim stiker seperti itu tadi malam.
Sumpah, cuma karena stiker itu aneh!
"Hyung," Koreksi Chanyeol, "Lain kali jika ingin pergi ke sesuatu tempat yang beresiko akan ketemu anak satu sekolah, pergi denganku."
"Oke Hyung."
Suho saling bertukar pandang kepada duo Jongin-Sehun. Tersenyum penuh arti.
"Nah karena kita menang, bukankah kita harus merayakannya?" Suho membuat Jongin dan Sehun berseru.
"Aku mau ayam!" Jongin mengusul lalu bertepuk tangan heboh.
"Jangan begitu Jong, kita harus bertanya pada anggota baru kita. Baekhyun, kau ingin makan apa?" Sehun bertanya lembut pada Baekhyun, entah kenapa ia malah mendapatkan pelototan dari Chanyeol.
Baekhyun yang tadinya merunduk langsung mendongak dengan mata berbinar. Baekhyun kembali bersemangat begitu mendengar kata 'ingin makan apa'
"Bisakah kita makan bento?"
"Oke, kita akan makan bento." Suho mengkode agar semuanya naik kedalam mobilnya. Baekhyun sudah lebih dulu menarik Baekhyun kedalam mobil Suho yang berada diujung parkiran. Sedangkan Sehun dan Jongin masih diam di tempat.
"Euhmm Jongin?" Panggil Sehun. Yang dipanggil menoleh, memasang wajah bertanya 'kenapa tidak bangun?'
"Kakiku terkilir, bisakah kau menggendongku?" Sehun merutuk suaranya yang mengecil diakhir. Sedangkan senyuman Jongin malah melebar hingga pipinya tertarik.
"Naiklah."
Mereka semua tidak menyadari, diatas bangku penonton sana, ada perempuan yang menatap Baekhyun penuh benci.
xxx
Rumah Suho selalu ramai seperti biasanya. Mereka habis makam direstoran bento dengan Baekhyun. Tapi begitu anak itu merengek minta pulang, Chanyeol langsung mengantarnya tapa babibu. Setelah itu juga, Chanyeol tidak kembali ke markas. Pulang, pemuda itu berkata bahwa ia sedikit capek dan ingin tidur dirumah.
Capek terpesona oleh Baekhyun mungkin?
Jongin sibuk mencari camilan di kulkas, Sehun duduk di sofa--karena kakinya terkilir, menunggu cemilan yang akan diambilkan oleh Jongin. Sampai-sampai suara Suho berteriak terdengar memekakakan.
"PONSELKU MENGHILANG!" Serunya dramatis seraya mengangkat tangannya keatas.
"Benarkah? Kenapa baru sadar?" Tanya sehun lalu menjilati mayonaise dari sela-sela jarinya. Ewh.
"Mana kutahu." Suho terlihat lemas. Era sekarang, ponsel bahkan lebih penting dari apapun. Pergi keluar tanpa ponsel rasanya sama saja dengan pergi keluar tanpa otak. Hampa dan kosong.
"Kau kan kaya, beli lagi sana." Jongin berjalan menuju Sehun, menjitak kepala Sehun karena sudah memonopoli botol mayonaise.
Suho kembali mengeluh, saran Jongin sama sekali tidak membantu.
"Aku kaya tapi tidak boros! Dan bukan masalah ponselnya tapi isinya!"
"Memangnya apa?" Tanya Sehun, masih menjilati mayonaisenya.
"Ada lebih dari 1000 foto selfieku dan sumpah itu semua super menjijikan."
Jongin dan Sehun tersedak mayonaise.
xxx
"Masih ada ya orang yang membuat kata sandi dengan kombinasi angka berurut dari satu sampai enam?" Kris tertawa melihat begitu mudahnya ia membuka ponsel milik seniornya itu. Memang itu melanggar privasi, tapi karena Kris keburu penasaran dengan apa isi ponsel milik salah satu anggota Ex'Act itu, jadinya ia sedikit melihat. Mumpung yang punya juga tidak tahu.
Tidak ada yang menarik sejauh ini. Tidak ada aplikasi yang berlebihan atau mencurigakan. Sejauh ini yang Kris dapatkan adalah fakta bahwa Suho adalah penggemar marron 5 dilihat dari wallpapernya juga recent playlistnya.
Jari Kris mengetuk ikon galeri. Sedikit kaget melihat folder camera yang mencapai 1000 lebih. Apa saja yang ia foto?
Dimulai dari foto soal, foto kaki, foto makanan dan sisanya selfie.
Kris ingin terbahak rasanya, Suho yang dikenal tegas memiliki ratusan foto selfie menggunakan bando kelinci dengan pose yang sama. Mungkin yang membedakan hanya pose bibir, senyum dan tangannya saja.
Suho tidak ada bedanya dengan gadis remaja baru puber. Kris tidak bisa tidak tersenyum begitu melihat keseluruhan isi ponselnya yang terkesan girly. Baekhyun saja kalah, pemuda mungil itu lebih menggemari tokoh Iron Man dan gallery nya penuh dengan makanan, tokoh super hero marvel dan foto anjingnya.
Lagi-lagi Baekhyun menguasai otaknya. Apapun yang dipikirkan oleh Kris langsung berakhir dengan memikirkan Baekhyun. Anak itu polos, unik dan menggemaskan disaat yang bersamaan.
Tapi Kris yakin dia tidak mungkin menyukai Baekhyun semudah itu. Mungkin hanya penasaran yang menyelimuti Kris sekarang ini.
Suara dering ponsel terdengar, itu berasal dari ponsel milik sunbae anggota Ex'Act itu. Tertera nama 'Kkamjong' di ponselnya, dan Kris tahu itu pasti Jongin sunbae.
"Halo?"
Dan suara halus yang terkesan lega terdengar disebrang sana. Ini Suho.
"Besok di Coffe late? Oke."
xxx
Sebenarnya ini udh selesai dari kemarin, tapi apa daya kuota abis. jadi ini diem-diem nyalain hospot hp emak :")
Disini aku gak buat Kris jadi saingan cy koq, saingannya abang tampan dari boyben sebelah eheheh disini kris itu cuma penasaran doang
kenapa judulnya dont wanna fall? ya karena cy g mau ngaku kalo sebenernya secara perlahan dia jatuh cinta sama baekhyun EAK EHEJEHEHE (jangan tanya arti judul chap lain karena ga ada arti khusu :")
btw udh selesai uas malah ada classmet :"(
mawgermawger :(
Oke deh thanks for reading=3
see u next chap kalo w udh isi kuota
ps. gak ada yg mau ngobrol sama aku gt? free to talk koq di pm dan jan lupa follow igku @ebinchan /manjat, gosah difolow.g
