Inuyasha and all of the characters belong to Takahashi Rumiko-sensei,
. and specially, this fictional story is mine alone :)
. enjoy reading ~~


CHAPTER 7

"Ano, Sesshomaru-sama," panggil Jaken yang sedari tadi melihat tuannya berdiri dengan tangan yang memegangi Bakusaiga di pinggangnya, "dō shita?"

"Sesuatu sedang mendekat kemari." Jawab Inu daiyoukai itu pendek.

Tepat sekali dugaan Sesshomaru. Tidak lama setelah itu, secara perlahan kabut mulai menyelubungi tempat di sekitar Daiyoukai tersebut berdiri.

Kappa youkai pengikut Sesshomaru itu kelihatan gelisah lalu ia mendekatkan dirinya ke arah Sesshomaru.

Sesshomaru merasakan aura kuat di samping kirinya. Tanpa membuang waktu ia langsung melayangkan serangannya ke arah tersebut.

Setelah beberapa pohon yang terkena serangan barusan tumbang, Sesshomaru melihat tidak ada siapa-siapa disana.

Dia mencoba berjalan lurus ke arah danau Biwa tersebut. Meski tidak dapat melihat dengan jelas dan indera penciumannya yang tajam tidak dapat menangkap sesuatu atau seseorang, tapi ia dapat merasakan adanya aura serta pancaran energi yang besar. Disamping itu, Tenseiga sudah berdenyut pelan sejak ia menginjakkan kaki memasuki daerah itu.

Semakin ia berjalan, ia merasakan hawa berat menyelimuti daerah tersebut. Lalu, pendengarannya menangkap bunyi siulan rendah dan pelan dari segala penjuru mata angin. Dan tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya dalam jumlah cukup banyak. Segera saja, dia kembali menarik Bakusaiga dari sarungnya dan mengeluarkan serangan ke sekelilingnya.

Begitu efek dari serangan Bakusaiga menghilang, Sesshomaru masih tidak dapat melihat apapun yang terkena serangannya.

Tapi sedetik kemudian, ketika daiyoukai itu menoleh ke belakangnya ia melihat seseorang dengan penutup kepala berjalan mendekati dirinya dengan perlahan.

Seseorang itu tidak mengeluarkan suara dan hanya berjalan ke arah Sesshomaru.

Ketika jarak antara Sesshomaru dan sosok tidak dikenal itu cukup dekat, ia berhenti. Dan ini membuat situasi menjadi semakin aneh, karena ketika Jaken berteriak menanyakan siapa orang itu, dia dengan penutup kepala itu hanya diam.

Tiba-tiba, sosok berpenutup kepala tersebut mengeluarkan semacam botol dari balik bajunya. Kemudian membuka penutupnya serta mengarahkan mulut botol tersebut ke hadapan Sesshomaru.

Youkai dan Oni dengan berbagai macam bentuk keluar dengan cepat, dalam jumlah yang sangat banyak dan mengelilingi Sesshomaru.

Namun Sesshomaru tidak kaget ataupun gentar. Masih dengan wajah datarnya namun dengan tatapan mata yang tajam dan serius, ia menghabisi seluruh makhluk yang dikeluarkan oleh sosok misterius tersebut dengan mudah.

Sosok dengan penutup kepala tersebut meloncat ke dahan pohon di dekatnya dan bersiap akan kabur. Akan tetapi, dengan cepat Sesshomaru melancarkan serangannya ke arah orang tersebut tepat mengenainya.

Sosok tersebut jatuh dengan kepulan asap putih menyelubunginya. Dan begitu didekati, ternyata orang tersebut digantikan oleh kertas kecil berbentuk orang yang bagian badannya terbelah dua.

"Apa ini?! Kertas?" seru Kappa youkai itu.

"Huh, dia kabur." Ucap Sesshomaru.


Daiyoukai berkimono putih dengan corak sakura merah tersebut menyarungkan kembali Bakusaiganya. Setelah dirinya mengalahkan sosok bertudung itu, kabut yang menyelimuti pun berangsur-angsur menghilang sehingga ia dan pengikutnya dapat melanjutkan perjalanan.

Namun begitu hampir mendekati Biwa-ko, lagi-lagi Inu daiyoukai itu mendapat hambatan.

Jadi, kekkai ini yang dimaksud tengu itu pikir Sesshomaru sambil memandangi kekkai yang cukup besar meliputi area di depannya.

Sesshomaru bermaksud untuk menerobos kekkai itu dengan mengalirkan youki dalam jumlah cukup banyak ke permukaan tubuhnya. Dia mencobakan tangannya terlebih dahulu, tetapi sayangnya kekkai tersebut lebih kuat karena punya pertahan berlapis.

Youkai tersebut kembali menarik tangannya dan berbalik badan dari kekkai tersebut.

Sesshomaru-sama tidak dapat menembus kekkai ini? Apakah kekkai ini begitu kuat? Batin si kappa youkai.

Kappa tersebut melihat Sesshomaru duduk di atas bebatuan besar tidak jauh dari kekkai tersebut.

"Jadi, apa yang akan anda lakukan, Sesshomaru-sama?" tanya Jaken.

"Kita tunggu." Jawab Sesshomaru singkat.

"Eeh?"

Kekkai ganda seperti itu butuh banyak tenaga dari si pemakainya. Dia pasti akan kelelahan dan mengambil waktu untuk beristirahat lalu kekkai pun akan hilang sementara pikir Sesshomaru.

Sambil menunggu waktu yang tepat, ia melihat arus air sungai kecil di sampingnya. Dan Sesshomaru kembali dengan wajah datarnya sambil merasakan angin berhembus pelan melewati tubuhnya.


Hari ini Setsuna mengunjungi Kagura di kastil Fujin. Youkai berelemen petir dengan rambut pirang sepanjang bahu dan mata biru gelap tersebut mengkhawatirkan temannya yang tidak sadarkan diri sejak kemarin malam saat menghadiri jamuan di tempat Amaterasu.

Ia bertemu dengan seorang pelayan yang baru saja keluar dari kamar milik Kagura. "Maaf, bagaimana keadaan Kagura-chan?" tanyanya kepada pelayan tersebut.

Pelayan itu melihat Setsuna lalu menggeleng pelan, "Dia belum bangun."

"Begitu ya." Ucap Setsuna lirih. "Ah, apakah Fujin-sama sudah tahu kenapa Kagura-chan jadi pingsan begini?"

"Kalau Fujin-sama, beliau sudah memeriksa Kagura sejak pagi tadi. Dan sekarang masih ada dalam ruangan." Jawab pelayan tersebut. Setsuna mengucapkan terima kasih dan bermaksud untuk masuk ke kamar Kagura. Kemudian pelayan itu membungkuk sedikit lalu pergi.

"Sumimasen!" ucap Setsuna ketika ia masuk ke dalam ruangan tersebut.

Fujin menolehkan kepalanya ke samping dan mendapati youkai dari tempat Raijin datang. "Oh, Setsuna-san! Kau datang untuk menjenguk Kagura?"

"Iya, Fujin-sama," Setsuna membungkuk hormat kepada Fujin lalu duduk di seberang hadapan Fujin yang sedang duduk di sebelah kiri Kagura, "Kagura-chan belum sadar juga ya?"

Setsuna menatap wajah Kagura yang sedang tertidur dengan wajah khawatir. "Apakah Kagura-chan sedang sakit, Fujin-sama?" tanya Setsuna.

"Sepertinya tidak," jawab Fujin, "aku sudah memeriksanya dan ia baik-baik saja. Tapi, aku tidak tahu apa yang membuatnya begini. Setsuna-san, apakah selama seminggu ini keadaan Kagura baik-baik saja?"

"Ya, Kagura-chan baik-baik saja. Tidak sakit. Tapi," Setsuna berhenti sebentar dan tampak berpikir, "hampir setiap malam Kagura-chan bermimpi buruk."

Fujin memandang youkai di hadapannya dengan penasaran, "Mimpi buruk?"

Setsuna mengangguk dan wajahnya kembali menunjukkan kalau ia sedang berpikir – mengingat hal tersebut. "Mungkin ada tiga atau empat kali dia bermimpi buruk. Kagura-chan terlihat sangat tersiksa dan kepayahan saat ia tidur, jadi aku terpaksa membangunkannya." Jelas youkai tersebut.

Fujin juga ikut berpikir kali ini. Tangan kanannya memegang dagunya dengan tangan sebelahnya terlipat di dada. "Aku tidak pernah dengar kalau Kagura bermimpi buruk sebelum ini," ucapnya, "yah, kali ini penyebabnya belum pasti. Tapi yang jelas, aku akan coba tanyakan saat dia sudah bangun. Mungkin ini akibat dari kurang tidur dan kelelahan." Sambung Fujin sambil melihat Kagura.

Setsuna mengangguk kecil tanda setuju dengan pernyataan Fujin. Lalu kemudian, Fujin berdiri hendak meninggalkan ruangan, "Baiklah, aku masih ada urusan. Apa Setsuna-san masih ingin disini?"

"Iya. Saya masih ingin disini melihat Kagura-chan, jika anda mengizinkan." Ujar youkai perempuan pirang itu.

"Tentu saja, silahkan." Kata Fujin sambil tersenyum, dan ia pun pergi meninggalkan dua youkai tersebut disana.

- To Be Continued -


Author's note

Konnichiwa! Hisashiburi minna-san... (long time no see)
Are you still there to read my story? i hope you still there... :D
.
BTW, i wanna know your opinion about this story because it's already reach its 7th chapter,
it's free to talk about the characters or the plot i've made so far,
and... i'll be waiting :

R&R