-WHAT IF CHAPTER 7

~Cast:

Choi Siwon

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Choi Yonghwa

Kim Donghae

Jessica Kim

~Genre & Warning: Yaoi for Won Wook Kyu

~Pairing: Won Wook Kyu

Kamis malam, hari ke 4

Hyung

Eung

Siwonie hyung

Kenapa Wookie ah

Berhentilah bersikap menyebalkan dan mengamuk pada semua orang dikantormu hyung

Ucap Ryeowook dengan nada pengertian

Darimana kamu tau, Wookie-ah?

Yonghwa hyung memberitahuku. Dan semua orang diperusahaanmu juga sudah membicarakannya hingga Donghae hyung juga memberitahuku hyung

Siwon terdiam tak menjawab. Memang benar apa yang dikatakan Ryeowook. Hari-hari ini karna dia masih kesal, jadilah sekretaris dan para pegawai kantornya menjadi bahan semprotan karna kesalahan-kesalahan kecil.

Hyungie..

Panggil Ryeowook lagi kembali mengeluarkan suara imutnya

Ini semua karna Yonghwa hyung tidak mengijinkan ku menjemputmu kesana Wookie ah

Jawab Siwon dengan nada gusar

Hyung...

Belum sempat Ryeowook bicara, Siwon sudah memotong lagi

Aku masih kesal pada semua orang yang tidak mengijinkanku menyusulmu kesana.. kau tau aku bersikap seperti ini karna siapa..

ujar Siwon sambil berdecak kesal.

Hyung. Sudah kukatakan. Ini adalah kemauanku sendiri. Tolong beri aku waktu dan hargai keputusanku untuk melakukan sesuatu yang aku mau hyung. Aku kan sudah minta maaf…

Ryeowook mencoba bersabar untuk menenangkan kuda ngambek satu ini ( :p)

Arra…

Jawab Siwon masih setengah hati

Sudah hyung... tolonglah jangan salahkan orang-orang yang tidak bersalah disekitarmu ya….

Rayu Wookie lagi

Eumm.. makanya sering-seringlah menghubungiku

Ryeowook tertawa kecil mendengar ucapan Siwon tersebut. Siwon pun jadi ikut tersenyum saat mendengar tawa pria yang disayanginya ini.

Bagaimana harimu disana, Wookie-ya?

…..

I'll become the wind

And wrap gently around you

I want to fly to a world with you in it

I want to see you so much

I miss you so much

I'm waiting for you, don't forget me (TVXQ)

Siwon dan Ryeowook lanjut mengobrol melalui telepon hingga satu, dua jam setelahnya untuk melampaui jarak yang ada di antara mereka saat ini. Ryeowook tidak bosan menceritakan apa saja yang dilakukannya pada hari itu, tentang teman-teman barunya, dan kesenangannya mengajar bahasa inggris dasar untuk para anak kecil di penampungan. Sehabis bercerita, gantian Siwon menceritakan tentang hari-harinya juga; tentang proyek-proyek yang sedang ditangani nya, tentang teman-temannya yang menikah, punya anak, atau sedang liburan.

Walapun terpisah jarak, komukasi antara Siwon dan Wook malah bisa dibilang menjadi semakin intens dari sebelumnya saat mereka masih bersama-sama di Seoul. Dua orang ini malah jadi lebih sering menanyakan kabar masing-masing, ngobrol langsung setidaknya dua hari sekali, dan bertukar pikiran dengan lebih bebas walaupun tanpa melihat ekspresi wajah masing-masing. Suatu pengalaman baru yang sangatlah berbeda tapi juga menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran, bagi kedua orang ini.

"Tidurlah, saranghae"

dan Tuk. Dua kata itulah yang selalu Siwon terakhir ucapkan sebelum Siwook mengakhiri percakapan mereka. Siwon selalu mematikan telponnya duluan setelah kata saranghae. Jujur Siwon juga merasa malu dan awkward pada awalnya untuk mengucapkan kata-kata itu.; makanya ia putuskan untuk langsung menutup telponnya duluan, menjadi kebiasaan penutup yang cukup manis di semua percakapan-percakapan mereka selanjutnya.

Kalau selalu bertemu muka langsung, Siwon mungkin tidak akan seberani ini mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Ryeowook. Karna jarak yang ada diantara mereka dan sebagai ungkapan hatinya yang selalu berbunga-bunga saat mendengar suara Ryeowook lah, ia jadi tidak sungkan lagi dan berani untuk mengutarakan isi hatinya tersebut.

OoooO

Minggu Pagi, hari ke 7

Siwon yang sedang baca koran santai di pinggir kolam renang rumahnya melirik handphone miliknya saat benda yang tergeletak diatas meja kaca tersebut bergetar karna ada pesan yang masuk.

Lee Hyukjae

Wow Siwon ssi, aku baru saja membaca artikel tentang Ryeowook di koran. Keren sekali ya tunangan mu itu! Sampaikan salamku untuknya ya ^^ hehe

Siwon mengerutkan dahinya sejenak sambil berpikir. Hmmm.. koran?

Belum sempat membalas, satu pesan masuk menyusul lagi

Oh ya, sudah lama juga kita tidak bertemu! Kapan-kapan ayo kumpul lagi lah! Bawa Ryeowook juga kalau dia sudah kembali, bro!

Siwon tersenyum sendiri dan membalas pesan Hyukjae terlebih dahulu lalu kembali membulak-balik halaman koran nasional yang saat ini sedang dibacanya.

Ryeowook masuk artikel koran? Hmmm… mana artikel itu.. pikirnya singkat; dan saat tiba di seksi berita hiburan..

Voila! Ini dia! Satu bagian kecil berita dengan foto Ryeowook disana dengan headline..

Salah satu Chaebol pewaris Kim Corp ikut melakukan misi kemanusiaan membantu korban banjir di Myanmar

Mata tajam Siwon membaca kata-demi kata yang tertulis didalam berita tersebut dengan hati-hati hingga..

"UMMAAAA!" Siwon tiba-tiba memanggil ibunya setengah berteriak dengan keras lalu bangkit berdiri masuk kedalam gedung rumah utama.

Choi Heechul; sang nyonya rumah yang sedang duduk manis menikmati teh nya seorang diri diruang tengah saja sampai kaget setengah mati saat mendengar pekikan familiar si bungsu itu. Duh, perasaan aku sudah tidak punya anak kecil lagi deh dirumah ini, kenapa masih ada yang berteriak-teriak seperti ini sih?! Pikir Heechul saat mendengar pekikan keras Siwon

"ummaaaaaa" Siwon masih mencari-cari sosok ummanya sambil memasang ekspresi cemberut-ngambek

"aigoo aigoo. Ada apa denganmu sihhh magnae" ujar Heechul memanggil Siwon saat melihat putra bungsunya ini berjalan kearahnya dengan memasang muka anak kecil sedang sakit gigi minta permen.

"umma! Ryeowookie umma…." Rengek Siwon dihadapan umma nya, menyodorkan koran yang sejak tadi dibawa-bawa olehnya

"Ryeowook kenapaa, sayang? Haduh…" Tanya Heechul sambil berpikir dalam hati; aduh… ada apa lagi sih dengan calon menantuku yang satu itu.. apa dia kecelakaan? Aigoo! Amit amit… (sambil ketok-ketok)

"Ryeowook bilang dia belum ada rencana menikah dengan siapapun dalam waktu dekat umma!" jawab Siwon masih sambil ngambek, melipat kedua tangannya dan duduk disofa empuk samping Heechul.

Gubrak. Heechul sendiri sampai tidak tau lagi harus merasa lega atau kesal saat mendengar jawaban anaknya ini barusan.

Heechul meraih koran tersebut dan menemukan kolom dengan foto Ryeowook didalamnya dan membacanya sekilas.

Oke, ini hanyalah artikel biasa sebenarnya.. Hanya berita Kim Ryeowook yang ikut misi kemanusiaan dan bahasan tentang apa me-motivasinya untuk melakukan itu.

Hmm… ya, ya. Aku ingin membantu langsung para korban yang membutuhkan bantuan selagi aku masih bisa.. Yap, aku tau itu adalah alasan Ryeowook pergi.. lalu.. Heechul lanjut membaca dalam hati: Saat ditanya apakah pria ber-usia 27 tahun ini sudah ada rencana untuk melangsungkan pernikahan dengan sang tunangan dari Choi Corp dalam waktu dekat, Kim Ryeowook hanya menjawab sambil tertawa kecil "hahah, aniyeyo, untuk saat ini belum ada rencana untuk hal itu"

Selesai. Sudah? hanya satu baris kalimat saja ini sajalah yang membuat Siwon teriak-teriak memanggilkan nama ibunya? Pikir Heechul sendiri

"ya! Kau ini! Jadi hanya karna satu kalimat ini, yang membuatmu merajuk tentang Ryeowookie!" ujar Heechul sambil memukuli lengan kekar Siwon yang sedang tiduran sambil memeluk guling di sofa bed tersebut.

"aww.. aduh, umma! Berhenti memukuliku!" jawab Siwon sambil kembali bangun untuk duduk diposisi semula sambil memeluk gulingnya "tentu saja ini adalah sesuatu yang penting umma! Artikel ini terpampang di koran nasional! Hampir semua orang membacanya hari ini! Dan lihatlah, Wookie malah menolak mentah-mentah saat ditanyakan soal pernikahan denganku! Itu sama saja seperti mndeklarasikan kalau Wookie masih terbuka di pasaran untuk didapatkan oleh pria-pria lainnya!"

Duh. Choi Heechul, sang umma sendiri sampai kehabisan kata-kata untuk menasehati anaknya yang seperti sedang kesambet ini. Tidak pernah sebelumnya anak bungsu nya satu ini mempermasalahkan hal-hal kecil semacam ini. Hanya karna sebaris kalimat, Minggu pagi tenangnya jadi terganggu oleh Choi Siwon ini.

"Umma sih! Menjodohkan aku dengan Kim Ryeowook! Lihat kan pria pilihan umma sendiri nyatanya malah jadi seperti ini!" tambah Siwon tersulut emosi nya yang sedang naik sambil masih merengut ngambek.

Heechul langsung menggulung koran yang tergeletak dimeja dan memukul lengan Siwon dengan koran itu; kali ini pukulan yang beneran.

"ya! Apa kau bilang? Menantu pilihan umma yang malah jadi seperti ini? Kau seharusnya bersyukur Choi Siwon, sudah umma dan appa pertemukan dengan jodohmu, Choi Ryeowook; jadi kau tidak usah bersusah payah mencari-carinya lagi!" ucap Heechul dengan sambil bergebu-gebu dan memberikan toyoran dikepala Siwon

"Kau ini tidak ada bersyukurnya ya! Kalau memang tunanganmu ini hanyalah pilihan kita semata, lihatlah tingkahmu sendiri saat ini! Baru ditinggal Wookie seminggu saja, sudah seperti kuda sakit siap dipotong, tau!"

"aww,, aww.. iya iya, mianhae umma!"

"Kau sendiri yang selalu senyum senyum sendiri setiap pulang dari rumah Ryeowook, iya kan? Siapa yang selama ini sedih sendiri kalau sudah berantem dengan Wookie? Siapa yang membawa Wookie kerumah ini dan jealous dengan kakak, keponakanmu sendiri hanya gara-gara mereka dekat dengan Kim Ryeowook, hah? Kamu kira umma tidak tau, berapa kali Yonghwa memberikan saran soal percintaan kepadamu! Duh, Choi Siwon! Kau ini masih perlu belajar banyak soal cinta dari Hyung dan Appa tau! Kau ini masih saja bertingkah seperti anak kecil kalau sudah membicarakan cinta dan Kim Ryeowook!" omel Heechul tanpa henti

"aww.. aw.. iya umma.. hentikan umma.. sakit umma…" Siwon hanya mengerut pasrah menghadapi ocehan dan tenaga sang umma

"umma itu memilih Ryeowook tidak sembarangan, Choi Siwon! Umma tau Ryeowook dari luar dan dalam. Anak itu pintar, berbakat, baik, jujur dan polos, rajin, dan yang paling penting, bisa mengatur orang sepertimu! Kalau bukan umma dan appa yang menyodorkan orang sesempurna itu kehadapanmu dan membawanya untuk menjadi anggota keluarga kita; kau pikir dirimu sendiri bisa menemukan calon menantu se-sempurna Ryeowook untuk dibawakan kehadapan umma?! HAH?!"

Dan… Minggu pagi itupun dilalui Siwon sambil mendengarkan ocehannya dari sang umma. Haha, walaupun ocehan Heechul sangatlah panjang seperti biasa, tapi semua omongan ummanya itu ada benarnya. Bila tidak ada perjodohan semacam ini, Siwon tidak yakin apakah dia akan mempunyai kesempatan menemukan Ryeowook secara kebetulan, hingga bisa gigih bertekad memilikinya seperti saat ini. Ryeowook bukanlah orang baru didalam hidup Siwon, mereka sudah kenal sejak SMP walaupun tidak dekat; tapi baru kali ini, 12 tahun kemudianlah, berkat kedua orang tuanya, Siwon bisa menemukan sosok yang bisa benar-benar mengisi kekosongan hidupnya, yang ternyata bisa didapatkan dari Kim Ryeowook seorang.

OooooO

Kamis malam, hari ke11

Tidurlah. Saranghae

Ujar Siwon sembari tiduran di ranjang besarnya sambil memgangi handphone di telinga kiri.

Beda dengan biasanya; kali ini, belum sempat Siwon memutuskan telfonnya, suara Ryeowook terdengar kembali memanggil namanya

Hyunggg

Ne? Tanya Siwon

Gomabda…. sudah mengucapkan kata-kata itu setiap malam. Ujar Ryeowook pelan

Heum? Siwon tidak langsung menangkap ucapan Ryeowook barusan

Gomawoyo

ulang Ryeowook lagi, dan Siwon baru bisa menangkapnya

Arra...

Siwon tersenyum mendengarnya

Cheonmanayo

Ryeowook terdiam sejenak. Tidak ada yang tau kalau saat ini ia sendiri juga sedang tersenyum, persis seperti Siwon sambil memandangi langit malam diluar jendela sana.

Saranghae ulang Siwon lagi untuk kali ini –benar benar mengakhiri percakapan mereka malam itu.

Nado.

Dan tuk. Kali ini Ryeowook lah yang duluan menyentuh tombol merah di layar handphonenya, langsung mengakhiri percakapan tersebut.

Untuk pertama kalinya, bukan kata saranghae dari Siwon lagi yang menutup pembicaraan diantara kedua orang ini.

Satu kata yang singkat dan hampir tidak terdengar. Nado saranghae. 2 kata yang tanpa Wook ketahui hampir membuat Siwon kegirangan hingga hampir tidak tidur, pada malam itu.

OooooO

Hari ke-22. International Arrival Gimpo Airport

Siwon dan Donghae berdiri tegap sambil melipat tangan di dada mengamati satu persatu penumpang yang baru saja keluar dari gate pemisah di terminal bagian kedatangan bandara siang itu.

Hari ini adalah hari kepulangan Ryeowook dari Yangon, hingga akhirnya diputuskanlah Siwon dan Donghae untuk berangkat menjemput pria berlesung pipi dan berwajah kecil manis ini.

Setelah sekitar 25 menit menunggu, akhirnya mata Donghae dan Siwon menemukan sosok yang dicari-carinya. Ryeowook mengenakan kemeja bahan jeans santai, celana hitam, topi hitam, dan sebuah ransel cukup besar di punggungnya. Senyum Wookie sontak melebar saat mata sipitnya menemukan Donghae dan Siwon menunggu di depan pembatas sana.

"hyunggggg" panggil Wook dengan nada manja kepada kedua kakak-kakak nya ini dan memeluk keduanya dengan ramah. Senang rasanya bisa kembali ke Korea tanpa kekurangan apapun, Ryeowook sudah tidak sabar sama sekali untuk kembali kerumahnya dan bertemu orang-orang lain yang juga disayanginya.

Sepanjang perjalanan di mobill dimana Siwon lah yang menyetir dan Donghae duduk disampingnya, mereka bertiga terus membicarakan banyak hal, tapi Siwon dan Wook tidak mengobrol secara langsung sama sekali. Siwon menhindari menjawab pertanyaan Wookie secara langsung dan selalu menyertakan Donghae dalam obrolan mereka, atau hanya ikut buka suara diantara percakapan kedua adik-kakak kandung ini. Tidak sekalipun Siwon bertanya sesuatu langsung pada Wook.

Donghae dan Wook tentu saja menyadari perubahan sikap Siwon ini, membuat Wookie jadi merasa bingung sendiri

Ada apa dengan Siwon hyung? Apa aku berbuat sesuatu yang salah padanya? pikir Ryeowook sambil menikmati pemandangan kota dari dalam mobil menuju rumahnya sendiri..

Setibanya dirumah kediaman Kim Jongwoon, seperti yang bisa diduga, Ryeowook disambut hangat oleh kedua orang tuanya, sang noona, para kakak ipar dan para keponakannya, juga semua pelayan rumah tersebut yang sudah merindukan sang Tuan Muda. Choi Siwon ikut membaur dengan mudahnya didalam acara keluarga yang sangat hangat dan nyaman tersebut. Seluruh anggota keluarga makan siang bersama dan lanjut ngobrol dengan satu sama lain.

15:15 di kamar Ryeowook

Dengan rambut setengah kering sambil masih mengusap-ngusapkan handuk tebal di kepalanya, Ryeowook melangkah keluar dari kamar mandi pribadinya sembari mengenakan sebuah sweatshirt dan celana training santai.

Setelah menyisir dan mengeringkan rambutnya, Ryeowook beranjak ke area sofa kamar, menghampiri Choi Siwon yang sedang duduk manis sembari membuka beberapa buku disana.

"hyung, ada apa denganmu?" Tanya Ryeowook langsung saat ia tiba, duduk disamping Siwon

"hem? aku tidak apa-apa" Siwon langsung menutup buku yang tadinya ia sedang lihat-lihat melihat kedatangan Ryeowook "oh ya, bagaimana tentang rencana cabang foundation perusahaanmu yang akan membuka sekolah dasar baru disana?" Siwon langsung menanyakan tentang hal lain untuk mengalihkan pertanyaan Wookie barusan

Ryeowook mem-pout kan bibirnya sekilas saat mendengar jawaban singkat Siwon yang sangat terburu-buru. Ia tau Siwon tidak baik-baik saja. Sejak tadi wajah pria ini terlihat sedikit resah, jarang memanggilnya, dan seperti sedang menahan sesuatu. Ryeowook juga sedikit kecewa dengan reaksi Siwon saat melihat kedatangannya. Pria tinggi ini terlihat cool dan biasa-biasaa saja, seakan-akan Wook hanya pergi ke Jejudo selama 3 hari saja.

Kemana ekspresi dari semua kata-kata yang selama ini kau ucapkan ditelepon, hyung? Kau bilang kau mengkhawatirkan dan merindukanku, tapi semua guratan wajahmu tidak sedikit pun mengekspresikan hal tersebut saat ini. Pikirnya

Handphone Siwon berdering ditengah pembicaraan mereka yang masih mengobrol disofa kamar Ryeowook

"hmm.. jeogiyo Wookie ah, sebentar ya.." ujar Siwon saat melihat caller id sang penelpon di layar handphone nya.

Ryeowook hanya mengangguk, lalu Siwon berdii ke pintu beranda kamar untuk menjawab telepon tersebut. Mungkin urusan kantor, hingga percakapan itu berlangsung cukup lama selama beberapa menit.

Ryeowook menyenderkan kepalanya kebantalan sofa sambil menunggu Siwon selesai dengan urusannya ditelepon. Bibir kecilnya kembali merengut saat mengamati sosok tinggi Siwon yang sedang menahan telpon ditangan kanan dan berkacak pinggang dengan tangan kirinya.

Ia tau benar ada sesuatu yang disembunyikan dari tunangannya satu itu. Sungguh. Ryeowook sudah hampir kehilangan kesabaran untuk segera tau apa sebenarnya yang ada dipikiran Siwon. Wookie memainkan cincin berlian yang terpasang dijari manis tangan kirinya sekilas, lalu beranjak dari duduknya menghampiri Siwon seorang.

Glek. Jantung Siwon hampir terasa copot saat ia merasakan sepasang tangan familiar memeluknya dari belakang, bertautan dibawah dadanya dan sesosok orang tersebut juga bersandar di punggung tegapnya pada saat ini juga.

Tidak ada satu kata pun yang terucap.

Sambil mencoba meredakan degup jantungnya, Siwon masih melanjutkan perbincangannya dengan sang penelpon.

"baiklah, nanti kau bisa menghubungiku lagi" ujar Siwon

"eum, ya tentu, baiklah, bye"

Dan tuk. Siwon mematikan handphonenya, sambil seseorang itu masih memeluknya dari belakang

"ada apa, Wookie-ah?" Tanya Siwon sambil tangannya meraih kedua tangan Ryeowook yang saling bertautan

Ada apa ini? Kenapa Wookie tiba-tiba bersikap seperti ini?

Daripada merasa senang, perasaan Siwon malah diselimuti curiga dan ketakutan saat melihat sikap Ryeowook yang tiba-tiba seperti ini

"kau yang kenapa? Kau lah yang harusnya menjawab pertanyaan itu, Hyung.." jawab Wookie sambil masih menyenderkan kepalanya dipunggung tegap Siwon.

Siwon berusaha melepaskan tautan tangan Ryeowook yang mendekapnya, tapi ditahan dengan keras oleh sang empunya tangan

Biarlah dulu seperti ini pikir Ryeowook dalam hati

"Kim Ryeowook.. lepaskanlah dulu.." pinta Siwon

"aniyo. Aku tidak akan melepaskannya sampai kau menjawab pertanyaanku"

"Ryeowookie…" panggil Siwon dengan nada rendah

Ryeowook memilih diam, tidak bergeming

"Kim Ryeowook…" ulang Siwon lagi, kedua kalinya

"eung" Ryeowook masih mengkukuhkan tautannya

Setelah beberapa detik sama-sama terdiam, tidak ada satupun suara yang tedengar dari ruangan tersebut; akhirnya tangan Siwon berhasil melonggarkan tautan tangan Ryeowook saat ia sedang lengah. Siwon membalikkan badannya untuk berhadapan dengan Wookie, masih memeluk pria kecil ini

"ada apa sebenarnya denganmu…, hem?" Tanya Siwon lagi dengan nada pelan, pengertian, menatap dalam kedua mata bulat Ryeowook

"kau itu tuli atau apa sih?! Sudah kubilang, aku lah yang menanyakan pertanyaan itu duluan Hyung?! Aku tau ada sesuatu yang sedang Hyung sembunyikan. Sekarang tolong beritahu aku apa masalahnya" jawab Ryeowook sedikit tersulut emosi sambil refleks hendak melepaskan tautannya pada tubuh Siwon, menciptakan jarak diantara mereka. Tapi tangan Siwon tidak kalah cepat; sebelah tangannya masih menahan tubuh Ryewook agar tidak jauh-jauh pergi dari genggamannya.

Siwon menghela nafas berat sambil berfikir sejenak, baru kembali buka suara setelah Ryeowook sudah selesai bicara

"kau tanya aku kenapa? Perasaanku terasa terombang ambing dalam ketidak pastian saat aku membaca akhir dari jurnal yang kau berikan, Kim Ryeowook" jawab Siwon dengan tegas "dirimu sendiri lah yang membuat Hyung bersikap seperti ini"

Ryeowook menatap Siwon dengan tatapan tidak mengerti

"maksudnya apa, Hyung?"

Siwon membawa Ryeowook didalam dekapannya ke meja kerja Ryeowook dan membuka jurnal yang Wookie sendiri berikan pada Siwon sekitar satu bulan yang lalu. Siwon membuka halaman paling belakang. Menunjuk beberapa paragraf terakhir yang tertulis disana

Apa yang harus kau lakukan, saat kau menemukan seseorang yang pelukannya senyaman orang yang dulu kau sukai?

Apa yang harus kau lakukan, saat kau menemukan seseorang dengan senyum semanis dan setulus orang yang pernah kau sukai?

Apa yang harus kau lakukan, saat orang itu terus mengorbankan banyak hal dalam hidupnya hanya untuk membahagiakan dan mengenalmu lebih jauh?

Mianhanda, gomabda hyung

Terima kasih sudah berkorban banyak untukku, aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya diantara kita. Tapi sepulangnya aku dari Yangon nanti, aku berjanji, aku tidak akan mempermainkan perasaanmu lagi dan akan memperjelas semuanya.

Ryeowook membaca kembali tulisan tangannya sendiri itu.

"sekarang jelaskan apa arti dari tulisan mu ini Wookie-ah? Apa yang kau mau jelaskan padaku? Apakah kau mau mengakhiri hubungan kita, atau menerimaku sepenuhnya? Aku pikir hanya itu dua pilihannya untukmu, iya kan?" ujar Siwon "tadinya aku tidak tega menanyakan soal hal ini langsung saat kau baru saja kembali. Tapi kau sendiri yang ingin tau apa yang sedang aku pikirkan, iya kan?"

"kenapa kau harus jadi se-khawatir ini hanya karna satu tulisan ini sih, hyung? Tulisan ini tidak berarti apa-apa!"

"jangan bohong padaku Ryeowookie. Aku tau tulisan ini adalah isi hatimu yang sejujurnya! Sekarang jujur padaku apa pilihanmu sebenarnya?" balas Siwon dengan tidak kalah cepat "Akhir-akhir ini aku pikir kamu sudah bisa menerima perasaanku, Wookie-ya. Tapi setelah membaca ini, ini menyadarkanku untuk kembali ke kenyataan dan kembali mempersiapkan skenario terburuk! Skenario kalau sebenarnya kamu tidak pernah membalas perasaanku dan hanya akan memutuskan pertunangan kita."

Kita sudah berbicara banyak tentang berbagai macam hal; Kim Ryeowook. Tapi kamu tidak pernah sekalipun mengutarakan isi perasaanmu dihadapanku.

Hyung tau saat kamu masih menyukai Kyuhyun, Wookieah, aku bisa menebak dengan tepat semua itu; tapi ada satu hal yang tidak bisa aku tebak, yaitu isi perasaanmu saat ini yang sebenarnya." Ujar Siwon dengan tegas

"aku menyukaimu Hyung"

Siwon tidak menjawab saat mendengar jawaban Ryeowook tersebut

"aku menyukaimu, menyangimu persis seperti perasaanmu selama ini kepadaku" jawab Ryeowook dengan pasti "Apakah kalau aku mengatakan yang sejujurnya padamu seperti ini, semuanya sudah bisa menjadi jelas sekarang?"

itu kan yang Hyung mau, kepastian tentang perasaanku yang sebenarnya.

Aku mencintaimu, Siwonie hyung. Itulah yang bisa kamu tau saat ini"

Siwon tertegun sejenak mendengarnya, menatap Ryeowook dalam-dalam. Tanpa pria ini sendiri sadari, ujung bibir Siwon dengan refleks melebar kesamping sendiri, tidak bisa menahan senyumannya yang merekah setelah mendengar pengakuan Ryeowook barusan

"apa kau benar-benar serius, Ryeowook-ah?" tanya Sewon tanpa sempat berpikir lagi.

Ryeowook hanya menggulum senyum tipis mendengar ucapan Siwon barusan

"kau benar-benar jujur padaku, kan? Tidak bohong?!" ulang Siwon lagi masih dengan tatapan tidak percaya yang membuat Ryeowook sontak tertawa kecil melihatnya

"hahahah, iyaaa! Kau ini Hyung!" tangan kanan Ryeowook yang hendak memukul dada Siwon sekilas malah ditangkis Siwon dengan cepat.

Diiraih Ryeowook kedalam pelukannya dengan erat..

Ryeowook tersenyum manis sambil membalas pelukan Siwon.

Cup. "saranghae" Dikecup dahinya sekilas lalu Siwon kembali membawa wajah kecilnya untuk bersandar di dada bidang pria itu.

"aku merindukanmu, Wookie-ya" ucap Siwon sebelum melepas pelukan-nya

"aku juga, hyung" balas Ryeowook

Senyum kedua pria ini terukir lebar di bibir masing-masing; untuk pertama kalinya SiWook bisa merasakan rasa hangat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya: tidak dengan mantan kekasih masing-masing sebelumnya, tidak dengan siapapun orang yang mereka pernah temui sebelumnya. Perasaan ini terasa berbeda, sangat berbeda dibanding perasaan yang sudah ada sebelum-sebelumnya.

Entah Ryeowook menyadarinya atau tidak, tapi Siwon merasakan degup jantungnya bergejolak dengan sangat tepat selama momen-momen singkat tersebut. Untuk pertama kalinya kalimat itu terucap jelas dari mulut Ryeowook. Untuk pertama kalinya Siwon tidak harus merasa khawatir lagi soal masa depan pertunangannya dengan Ryeowook. Untuk pertama kalinya Siwon tau kali ini dan mulai sekarang pertunangan mereka bukanlah formalitas belaka lagi untuk Ryeowook, dan akhirnya ia tau kalau seorang Choi Siwon juga sudah menjadi salah satu orang yang paling berharga, didalam hati seorang Kim Ryeowook.

Flashback –Kamar Ryeowook –satu hari setelah peresmian pertunangan SiWook

Siwon terduduk diam dikursi samping tempat tidur Ryeowook. Mengamati seseorang yang sedang tertidur lelap dibalik selimut, hingga hanya kepalanya yang terlihat dibalik tumpukan selimut coklat muda tersebut. Wajah kecil itu terlihat sangat damai saat sedang tertidur; membuat Siwon tidak bosan-bosan untuk mengamati wajah tersebut.

Hey, Kim Ryeowook. Aku tau kau marah karna semua pertengkaran kita di masa lalu, dan karna pertunangan mendadak ini, iya kan?

Jujur aku juga tidak mengerti kenapa keluarga kita harus menjodohkan kita seperti ini. Tapi kalau boleh aku berharap, bisakah kau.. suatu hari nanti juga bisa menyukaiku, Ryeowookie?

Kau tau... dari satu pertemuan, satu pelukan dan satu kecupan sekilas tadi malam saja sudah membuat aku terperangkap di dalam pesonamu secara sendirinya. Entah nanti perasaan ini mungkin akan tumbuh jadi sayang atau cinta; aku sendiri juga masih merasa takut untuk menghadapinya. Maka itu, bolehkah aku meminta bantuanmu, Kim Ryeowook? Bisakah kau membantuku agar aku tidak berhenti berharap kalau suatu hari nanti kau bisa membalas perasaanku, baby?

Cepatlah lekas sembuh. Aku merindukanmu. Cup.

Dikecupnya pipi kiri Ryeowook sekilas lalu pria ini kembali merapatkan balutan selimut di tubuh Ryeowook.

OooooO

"Wookie"

"Eum"

"Bisakah kau memanggilku dengan nama saja? Berhentilah memanggil Hyung"

Ryeowook menggulum senyum tipis saat mendengar permintaan Siwon barusan

"Hehe.. Karna kita beda satu tahun hyung…." Jawabnya santai sambil masih mendongak, mengamati ratusan bintang yang berkelip-kelip diatas sana

"Gwenchana.. panggil lah dengan nama saja… Siwon. Siwonie"

"Hahahhahahahaahah" bukannya menjawab, Ryeowook malah tertawa mendengar jawaban Siwon barusan; hingga membuat pria tinggi ini ikut-ikutan menengok untuk melihat dirinya yang tertawa terbahak-bahak di tengah gelapnya malam

"heyy.. aku serius, Kim Ryeowook! Aku itu tunanganmu, baby... Sampai kapan mau menyebutku dengan panggilan hyung terus?!"

"Nan gwechanayo hyung…."

"Aniyo. Mulai sekarang panggil aku Siwonie. Seperti kau memanggil Kyu."

Siwon mem pout kan bibirnya. Berhasil membuat Ryeowook berpaling untuk melihat wajahnya dan tertawa kecil

"Hahaha… kenapa kamu masih cemburu dengan Kyuhyun sih…" balas Wook santai

"Tentu saja. Aku akan terus cemburu padamu sampai kau memperlakukanku semanis kau memperlakukan Cho Kyuhyun, Ryeowookie" ujar Siwon sambil setengah ngambek dan setengah bercanda.

Ryeowook hanya terkekeh geli dan tersenyum lebar mendengarnya.

"Kau hanya milikku, chagiya"

Siwon meraih Ryeowook untuk lebih dekat kesampingnya dan menggaet pundak Ryeowook dengan lengan kanannya.

Saat ini Siwon dan Ryeowook sedang berada di salah satu bukit pedalaman tempat camping favorit di Selatan Incheon. Karena lokasi nya yang berada di puncak bukit, dekat pinggir kota yang jarang polusi, dan alam yang masih segar dan bersih; menjadikan tempat ini tempat favorit beberapa orang untuk menginap semalam, mengamati ratusan bintang-bintang yang berkelap-kelip tepat diatas kepala mereka sambil tiduran di alam terbuka yang sunyi tenang.

"Ryeowookie, bolehkah aku menanyakan sesuatu?"

Siwon meraih tangan Ryeowook untuk bertautan dengan tangan kanannya

"eum, kenapa Hyung?"

"apakah salah satu alasanmu pergi ke Myanmar.. adalah untuk memastikan kalau kamu sudah bisa melupakan Kyuhyun, dan menggantikan posisinya dihatimu dengan aku?"

Ryeowook langsung menengok kekiri, menatap sisi samping wajah Siwon

"oh? Bagaimana kau bisa tau, hyung?"

"hehehe, tentu saja. Aku tau benar apa yang ada dipikiranmu saat ini, Kim Ryeowook" ujar Siwon sambil bergurau santai

"tau apanya.. paling Hyung hanya menebak, iya kan?!" Ryeowook meninju ringan lengan Siwon sekilas

"sedikit menebak dan banyak berfikir, Wookie-ah.. Aku sekarang sudah tau banyak tentang dirimu yang sebenarnya makanya tebakanku bisa sejitu itu. Iya kan, hem?" ucap Siwon lalu kembali mengeratkan pelukannya di pundak Wookie, menciumi harum rambut Kim Ryeowook dan membawa pria kecil itu kedalam dekapannya

"eung" Ryeowook hanya menyengir singkat "Hehe, saranghae hyung"

"Nado baby" lalu Siwon meraih tengkuk Ryeowook untuk mendekat kewajahnya, mempertemukan bibir mereka dan menciumnya dengan sangat, sangat lembut.

Ditengah malam yang gelap dan sunyi senyap, diiringi bunyi serangga dan dua jantung yang berdegup keras, Siwon dan Ryeowook tidak akan pernah bisa melupakan momen seperti ini, sampai selama-lamanya.

TBC!

kyaahhh curling up sendiri selama nulis chapter ini apalagi di bagian akhir-akhir! Hahahhahaha :D 1 chapter lagi tersisa.. terima kasih untuk yang sudah review dan baca!