xxxxXxxXxxxx
Setelah pergi meninggalkan resepsionis, Naruto lalu melangkahkan kakinya menuju lift yang ada di sana. Tetapi ketika ia ingin masuk, dia diberhentikan oleh seorang penjaga.
"Ehmm maaf tuan, lift itu hanya diperuntukkan oleh umum. Untuk tuan muda mohon lewat sini."
Penjaga itu lalu mengantarnya pada sebuah lift yang tampak sangat berbeda dari lift sebelumnya. Lift itu tampak lebih luxury??
Naruto pun segera masuk setelah sebelumnya ia mengucapkan terima kasih pada penjaga itu.
Di dalam lift itu, khususnya pada bagian sebelah kanan terlihat dengan jelas nomor 69. Naruto pun berasa bingung, mau di apa kan nomor itu dengan cardlock yang di pegangnya, melihat mereka hanyalah sebuah angka yang timbul. Tidak ada tombol yang harus ditekan atau apa.
Naruto pun dengan iseng hanya menempelkan cardlocknya pada angka itu, dan secara tiba-tiba angka 69 itu menyala, angka 6 berubah menjadi merah dan angka 9 berubah menjadi orange. Dan kemudian lift itu berjalan ke atas.
Ding.
Menandakan kalau ia telah sampai ke lantai paling atas. Pintu lift pun terbuka dan apa yang ia lihat membuat ia kagum dan takjub.
Ia seperti berada di sebuah mansion mewah. Dilihatnya lantai 69 ini memiliki 2 lantai. Dia seperti berada di mansion milik kakek dan neneknya yang sering ia tempati yang berada di inggris, yaitu mansion senju.
Eksterior dan interiornya memiliki kesamaan. Mungkin ini adalah hotel milik kerabat jauh ayahnya, Naruto tidak tahu. Ia pun lalu berjalan masuk dan berkeliling ingin melihat seberapa luas 'mansion' 69 ini.
Ia lalu mencari dimana ruang tidurnya berada, menaiki tangga dan menelusurinya, setelah kurang lebih 10 menit mencari, ia akhirnya dapat menemukan dimana letak ruang tidurnya. Sungguh pemilik hotel ini menyukai segala hal yang berbau mewah dan luxury.
Ia pun berjalan masuk ke ruang tidur itu dan mencoba mencari dimana kamar mandinya berada.
Tengok kanan dan kiri kemudian memutari ruang tidur itu dan dilihatnya sebuah pintu. Naruto pun membukanya kemudian berjalan masuk ke sana. Ditengoknya samping kanan dan yang ia lihat membuatnya kagum.
Sungguh seperti di dalam mansion miliknya saja. Selera pemilik hotel ini sungguh tak buruk. Benar-benar memiliki selera yang sama dengan yang ia inginkan.
Lalu setelah menengok kanan, ia pun menengokan kepalanya ke samping kiri.
Selain kamar mandi berbathtub, terdapat juga sebuah jacuzzi di dalamnya. Membuat dirinya yang penat ini ingin berendam di dalamnya. Tetapi sebelum ia melepaskan bajunya untuk pergi berendam, didengarnya suara telepon berdering.
Tampaknya telepon layanan kamar. Naruto pun segera mencari bunyi suara telepon itu berasal. Naruto pun mengangkat telepon itu, yang ternyata ada di samping kasur tidurnya.
Moshi-moshi, ini dengan Naruto. Apa ada yang bisa saya bantu??
Ohh tuan muda, ini saya Suigetsu. Saya hanya ingin mengantarkan beberapa berkas dokumen yang harus segera ditandatangani oleh tuan muda.
Berkas?? Dokumen?? Oohh apa mungkin itu berkas dokumen yang berhasil ditinggalkannya waktu berada di london??, pikir Naruto horror.
Ia hanya tak ingin berurusan dengan paperwork yang tak kunjung ada habisnya. Dan tak menyangka ternyata paperworknya dapat mengikutinya sampai ke sini. Ini pasti kerjaannya Kakashi dan Shikamaru itu. Dasar mereka si duo pemalas.
Ohh ya.. bawa saja masuk berkas dokumennya ke sini. Anda sekarang berada di mana??
Saya sekarang berada di lantai dasar tuan muda. Apa saya boleh masuk?? Anda tidak sibuk kan?? Saya hanya tidak ingin menganggu rutinitas tuan muda.
Ohh tidak, saya tidak sibuk. Kalau begitu segera temui saya. Dan masuklah. Aku akan menunggumu di ruang tamu.
Baiklah tuan muda.
Naruto pun menutup teleponnya dan segera menuju ke ruang tamu dari lantai 69 itu.
'Hmmm.. Suigetsu?? Aku tak pernah mendengar namanya, dan dia membawa berkas-berkas dokumenku. Ohh apa mungkin ia hanya seorang kurir pengantar saja??' pikir Naruto.
Ia pun lalu duduk di kursi sofa yang berada di sana. Tak berapa lama terdengar suara bunyi ding, tanda pintu lift terbuka.
'Ohh tuan muda, maaf jika telah menunggu lama, ini ada berkas dan dokumen yang harus segera ditandatangani oleh tuan muda.'
"Sini, bawa kemari."
Tak dihiraukannya tanda kipas kertas merah yang terpampang di banyak berkas itu. Naruto pun segera mengambil berkas itu, diletakkannya di meja dan segera ditandatanganinya semua, tanpa membacanya dan menelitinya terlebih dahulu. Ini adalah kiriman dari Kakashi dan Shikamaru. Jadi sudah jelas, tanpa harus di cek isinya, sudah pasti benar dan akurat. Kalau ia mengeceknya lagi, hanya akan membuang-buang waktunya saja.
Ia lalu melirik Suigetsu yang duduk diam menunggu di hadapannya. Ia tak berbicara sepatah katapun.
"Kau mau minum??" kata Naruto sambil menunjukkan minuman yang berada di atas mejanya.
'Tidak tuan muda, tidak perlu. Saya hanya ingin semua segera ditandatangani.'
"Ini semua sudah selesai, segera berikan kepada orang yang tadi mengirimkan berkas ini ke sini."
'Terima kasih, tuan. Boss pasti akan sangat senang mendengar nya.'
"Ehmm kau seorang kurir kan?? Sudah berapa lama kau bekerja sebagai kurir pengantar??"
Kurir?? Kurir pengantar?? Suigetsu yang bersetelan jas rapi seperti ini, bersepatu hitam mengkilat, hanya dianggap sebagai seorang kurir pengantar oleh 'istri' tuan mudanya. Sungguh sangat kejam. Ia tak tahu siapa yang paling kejam istrinya atau tuan mudanya.
Ingin rasanya ia membantah apa yang dikatakan oleh istri tuan mudanya itu, tapi apa yang di katakan oleh tuan mudanya terngiang di kepalanya.
"Apa yang dikatakan oleh istriku selalu benar."
Damn, maka dengan terpaksa..
"Iya Naruto-sama, bisa dikatakan seperti itu. Saya telah bekerja selama 5 tahun. Jadi mohon bimbingannya ya tuan muda. Maaf jika ada kesalahan yang tidak sengaja saya lakukan."
Suigetsu hanya bisa menghela nafas dalam hati, ia sekarang adalah seorang pengawal, sekretaris dan sekaligus sebagai seorang 'kurir pengantar' bagi pasangan 'suami-istri' bossnya itu.
Naruto pun hanya mengangguk dan berpikir kalau dugaannya itu tak salah. Sekarang menjadi kurir pengantar pun harus berpakaian rapi, bersetelan jas dan bersepatu hitam seperti itu. Sungguh standart berpakaian sebagai seorang kurir pengantar telah meningkat dengan drastis.
Tapi setelah Naruto pikir-pikir, orang gila yang ditemuinya tadi siang saja sudah berpakaian seperti itu. Tentu saja sebagai seorang kurir pengantar, juga tak mau kalah dari orang gila dari segi penampilan.
Setelah menyilahkan Suigetsu keluar, ia kemudian kembali ke kamar mandi tempat dimana jacuzzi itu berada.
Naruto pun dengan segera melepaskan seluruh pakaiannya dan menuju jacuzzi itu. Ia ingin berendam disana untuk melepaskan penatnya.
Naruto pun yang tadinya merasa tegang di seluruh ototnya kini menjadi rileks, begitu pula pikirannya. Ada aroma terapi berbau aroma jeruk kesukaannya. Ahh sungguh surga dunia. Karena hal itu, ia pun menjadi lebih tenang dan damai. Sesekali disenandungkannya lagu favoritnya sambil ia menutupkan matanya.
Setelah hampir satu jam ia berendam di sana, ia pun keluar dari jacuzzi itu dan pergi keluar dari kamar mandi, setelah memakai bathrobe yang tergantung di kamar mandi itu. Yang tanpa di sadari oleh Naruto terdapat lagi simbol kipas kertas "uchiwa" merah di punggung bathrobe hitamnya.
Ia pun berlalu pergi untuk ke dapur mencari makanan di 'mansion' 69 itu.
Di bukanya kulkas dua pintu itu dan dilihatnya. Banyak sekali makanan dan minuman yang ada di dalamnya. Tapi yang membuat Naruto heran.
Di dalam kulkas sebesar itu hanya di isi oleh dua buah, yaitu buah tomat dan buah jeruk. Ada berbagai jenis tomat dan jeruk dari berbagai belahan dunia. Bahkan minumannya pun berupa jus jeruk dan jus tomat. Susu juga seperti itu, susu jeruk dan susu tomat. Dilihatnya bagian freezer terdapat dua macam ice cream yaitu ice cream rasa jeruk dan ice cream rasa tomat.
Kue-kue dan roti-roti juga, didapatinya hanya ada dua rasa yang ada, yaitu rasa jeruk dan rasa tomat. Sungguh ia mengerti kalau ia menyukai buah jeruk, tapi yang menjadi masalahnya kenapa harus ada buah tomat di sini. Dirinya tidak terobsesi dengan buah tomat, hanya jeruk saja yang ia obsesikan dan ramen, ia sangat suka ramen. Naruto tak habis pikir.
Dilihatnya lemari makanan dan dibukanya. Wahhh.. Ada makanan kesukaannya yang tak lain dan tak bukan adalah ramen. Ia kira hanya ada buah jeruk saja. Di sana ada berbagai macam bahan-bahan ramen yang lengkap tersedia, dimulai dari mie, bumbu, dan tak lupa toppingnya.
Hmmm.. Nyam.. Nyam..
Melihatnya saja sudah membuat Naruto merasa lapar. Naruto pun lalu membuat ramen dengan dipotongi buah tomat didalamnya, karena sungguh selain jeruk hanya ada buah tomat di sana. Tak ada sayur dan buah yang lain.
Naruto lalu menambahkan perasan sedikit jeruk nipis dan ditambah daun jeruk sebagai penambah cita rasa masakan ramennya.
Hmmm.. Baunya.. Sungguh menggugah selera..
Untung di sana terdapat bumbu dapur yang lengkap. Mulai dari berbagai macam bawang hingga merica dan kemiri. Semuanya lengkap ada. Sehingga ia bisa mengkombinasikannya, menjadikan masakan ramennya bercita rasa tinggi.
Ditambahkannya diatas mangkuk yang telah berisi ramen itu, dengan taburan banyak naruto, menma dan tentu saja tomat di atasnya. Setelah selesai Naruto pun memfoto ramen buatannya itu, kemudian segera memakannya dengan lahap.
Nyamm.. Rasa dan penampilannya sesuai ekspetasi. Nikmat tiada tara.. Hehe..
Naruto sungguh tak melebih-lebihkannya. Ia selama berada di london telah kursus memasak selama 5 tahun berturut-turut kepada chef ternama keturunan jepang yang ada di sana.
Ia kemarin mampir ke kedai ramen pinggiran Kota Tokyo hanya untuk membandingkan rasa saja. Dan setelah merasakannya ternyata masakan ramennya tidak kalah dengan buatan ramen asli penduduk kota ini. Jadi ia patut berbangga diri.
Rasa mengantuknya pun datang. Tapi sebelum itu dituangkannya susu jeruk dan dimakannya buah jeruk yang ada di kulkas tadi sebagai makanan penutup.
Ia pun berjalan lagi untuk melihat secara menyeluruh lantai 69 itu, tetapi sebelum ia menelusuri lebih jauh, ia menguap dan menguap, rasa kantuknya sudah tak bisa di bendungnya lagi.
Dan Naruto pun mau tidak mau segera kembali ke kamar tidurnya tadi dan pergi untuk tidur. Naruto pun tertidur hanya dengan berpakaian bathrobe hitamnya.
xXx
Tak jauh di seberang sana..
Suigetsu sudah kau laksanakan tugasmu??
Sudah tuan, istri anda sudah menandatanganinya semua.
Semua?? Termasuk perpindahan nama marga dan tempat tinggal??
Iya tuan.. semua, tampaknya istri tuan sudah tak sabar akan hal itu, diliat dari cepatnya istri tuan menandatangani semua berkas-berkas yang tadi saya berikan.
Hmm.. Baguslah kalau begitu.
Terdengar bunyi klik tanda telepon telah dimatikan.
Tampaknya saya harus segera pulang ke rumah. Home sweet home.. Istriku yang telah sah ini, telah menantikan kedatangan dirinya, si suami tercintanya.
xXx
Jauh di seberang sana..
F*ck this.. Ini pasti kerjaan si Gagak Keriput Buluk itu!!?
Perusahaannya yang ada di Osaka hancur berantakan dikarenakan sebuah ledakan yang entah dari mana datangnya. Ia sebenarnya ingin menjembut adiknya yang sampai sekarang belum kembali dari Kota Tokyo. Tapi semua itu harus gagal total karena masalah ini. Ia mendapat telepon dari mana-mana. Dari kepolisian, pihak keamanan, pemadam kebakaran, dari kolega kerja, dan dari anak buahnya.
Untung saja keluarganya masih belum tahu mengenai masalah ini. Dibungkamnya erat-erat pihak yang telah mengetahui masalah ini agar tak sampai terpapar oleh media. Apa lagi media tv, surat kabar maupun internet. Ia tak mau image yang selama ini di jaganya hancur berantakan karena adanya masalah ini.
Ingin rasanya ia menjambak rambutnya keras-keras. Semoga adiknya tak termakan harimau yang lepas dari kandangnya. Ia tahu kalau Kota Tokyo adalah kotanya Binatang Buas. Ia saja mampir kesana sekali dan sampai sekarang, masih berusaha dengan sangat agar si Gagak Buluk itu tidak terus menganggu hidupnya.
Arrgggg.. Gagak Buluk!!! Awas saja kau keriput!! Akan aku obrak-abrik perusahaan mu itu!!! Tunggu saja kedatanganku!! Kau kira aku takut apa!!?
xXx
Di mansion Uchiha, tepatnya di kamar si Uchiha Sulung..
Haatttchiiii..
Wahhh pasti ada yang merindukannya. Siapa ya?? Ahhh siapa lagi kalau bukan si Kyu-chan tercintanya. Rubah merah manis tambatan hatinya..
Kyu-chan.. Aku juga merindukanmu.. Muach muach muach.. 3ε
Di cium jauhnya poster Kyu-chan yang tertempel di dinding kamar tidurnya dan dipeluknya boneka rubah ekor sembilannya erat-erat.
Semoga besok kita akan bertemu adindaku tercinta.. Kakanda telah sangat merindukanmu..
