Author POV

Setelah puas menikmati suasana malam di Namsan tower, Chanyeol segera kembali mengantarkan Baekhyun pulang.

Namun ketika di pertengahan jalan yang sepi, beberapa motor memblokir jalan Chanyeol yang juga menggunakan motor.

Baekhyun duduk di belakang memperhatikan sekeliling mereka yang memblokir jalan. Terlihat ada 6 orang turun dari motor masing-masing lalu melepaskan helm mereka.

"Mau apa mereka?" Gerutu Chanyeol pelan.

"Kau mengenali mereka?" Bisik Baekhyun.

"Sepertinya mereka orang suruhan. Tenanglah Baek, akan ku hadapi mereka. Kau tetaplah diam." Ujar Chanyeol.

Para namja itu mulai mendekati Chanyeol yang turun dari motor dan melepaskan helm. Sementara Baekhyun tetap berdiri dalam diam.

"Mau apa kalian?" Tanya Chanyeol masih santai.

"Hanya ingin memberi kalian pelajaran." Jawab salah satu dari mereka.

"Berani kalian menyentuhnya, akan ku patahkan tulang kalian!" Ancam Chanyeol.

"Percaya diri sekali kau. Bahkan kau harus melawan 6 orang dari kami."

Ketika salah satu dari mereka ingin mendekati Baekhyun untuk menyerang, dengan sigap Chanyeol menahan orang itu lalu memutar tangannya hingga membuat tangan orang itu terkilir kemudian mendorongnya hingga terjatuh.

"Sudah ku bilang jangan mencoba untuk menyentuhnya!" Gertak Chanyeol.

Tak terima dengan penyerangan Chanyeol yang terlebih dahulu, mereka semua pun langsung melakukan penyerangan.

Melihat keributan ini membuat Baekhyun cukup panik dan khawatir dengan Chanyeol yang melawan 6 orang itu.

Sekilas Baekhyun teringat pada satu mimpinya tentang penyerangan dan pertumpahan darah.

'Apakah ini salah satu mimpi itu?' Batin Baekhyun.

Baekhyun mencoba mencari cara agar perkelahian ini terhenti. Namun jalan ini sangatlah sepi bahkan tidak satu kendaraan pun yang melintas.

Kedua kaki Baekhyun mencoba melangkah ketika melihat Chanyeol terjatuh dan mulai kelelahan melawan mereka semua. Ketika salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah pisau dan ingin mengarahkan benda tajam itu pada Chanyeol, dengan cepat Baekhyun melempar sebuah helm pada orang itu.

Ya, helm itu terlempar kuat mengenai kepala orang tersebut.

Kini semua mata tertuju pada Baekhyun yang mematung karena di tatap seperti itu.

"Berani sekali namja mungil ini menyerang!"

Orang itu melangkah menghampiri Baekhyun. Ketika Chanyeol mencoba menahan kakinya, namun orang itu menepis tangan Chanyeol dengan kakinya.

Syap~

Pisau itu berhasil menembus pada punggung Chanyeol.

Ya, Park Chanyeol.

Sebelum pisau itu menembus tubuh Baekhyun, dengan cepat Chanyeol menghampiri dan mendekap Baekhyun untuk melindunginya.

Dekapan Chanyeol melemah ketika pisau itu menusuk bagian punggungnya. Baekhyun sangat terkejut menatap Chanyeol menahan sakitnya.

'Jadilah namja pemberani dalam bertindak. Jangan takut pada resiko apapun.'

'Byun Baekhyun, kau adalah seorang namja. Walau tubuhmu kecil, tapi percayalah orang-orang seperti mereka mudah kau lawan.'

'Jika seseorang menyerangmu, jangan ragu untuk melawannya. Habisi mereka kalau perlu hingga tak ada darah setetes pun.'

Seketika ucapan vampire itu terlintas di benak Baekhyun. Namja mungil itu mulai menatap tajam pada 6 orang tersebut.

Baekhyun sudah mencoba untuk menahan gejolak liarnya. Namun ketika melihat Chanyeol mulai terjatuh lemah di hadapannya, iris Baekhyun terlihat sangat terang dari sebelumnya.

Urat pada tangannya mulai nampak. Tatapannya sangat mematikan bahkan taring itu mulai terlihat.

'Mianhae appa!' Batin Baekhyun.

Argghh!

Suara erangan terdengar jelas dari mereka semua. Chanyeol mencoba untuk melirik ke sumber suara. Ia ingin melihat apa yang terjadi. Dengan samar-samar pandangan Chanyeol menangkap sosok Baekhyun yang menyerang sekelompok namja itu.

Bukan penyerang yang biasa. Bahkan Chanyeol cukup terkejut dengan penyerangan Baekhyun.

Cakaran yang menyayat kulit itu, dan taring yang menggigit juga merobek leher mereka semua.

Ya, keliaran Baekhyun sudah tidak bisa terkendalikan. Ia telah menewaskan semua lawannya dengan mudah.

Merasa telah puas dengan penyerangannya, iris terang itu kembali redup dan taring yang menghilang. Bercak darah masih tertinggal pada tangan dan mulut Baekhyun. Namja mungil ini terdiam sejenak melirik korbannya yang telah tewas.

"B-Baek~" Panggil Chanyeol lemah namun Baekhyun dapat mendengarnya.

Baekhyun berbalik arah melihat Chanyeol masih dengan pisau yang menusuk punggungnya. Dan tentu saja darah itu terlihat jelas. Baekhyun bingung harus berbuat apa. Dia ingin sekali menolong Chanyeol, tapi keadaan saat ini tak memungkinkan untuk mendekatinya.

'Bisakah aku menahannya? Aku tidak bisa mendekati Chanyeol dalam keadaan seperti ini.' Batin Baekhyun.

Beberapa detik kemudian, Chanyeol mulai tak sadarkan diri membuat Baekhyun cukup panik dan mencari cara.

Kacamata hitam dan masker.

Ya, dia melihat dua benda itu milik korbannya yang sudah tewas. Tanpa membuang waktu lagi, Baekhyun memakai dua benda itu.

"Bertahanlah Yeol!" Ucap Baekhyun mendekati Chanyeol.

Kacamata dan masker itu cukup berhasil membuat Baekhyun menahan gejolak liarnya datang kembali.

Dalam keadaan seperti ini, tenaga Baekhyun akan menjadi dua kali lipat. Namja mungil ini menggendong Chanyeol pada punggungnya lalu berlari dengan cepat.

Skip time

Tiba di depan rumah sakit, Baekhyun meminta pertolongan pada suster yang bertugas untuk membawa Chanyeol ke dalam. Namun ia tidak ikut masuk ke dalam.

"Jeogi, aku tidak bisa ikut ke dalam. Tolong hubungi salah satu nomor pada ponselnya." Ucap Baekhyun segera pergi.

Byun Baekhyun POV

Aku berjalan pelan masuk ke dalam rumah. Pikiranku benar-benar berantakan.

"Baek?" Panggil appa terkejut melihatku yang penuh dengan bercak darah.

"M-mian appa..."

"K-kau..."

"Ne, aku tidak bisa mengendalikannya lagi karena situasi yang mengancam."

"Apa yang terjadi?"

"Ada 6 orang menyerangku dan temanku. Temanku selalu saja melindungiku hingga dirinya yang harus celaka tertusuk."

"Dan melihat itu, emosiku tidak bisa terkendali hingga jiwa vampire ku muncul kembali. 6 orang itu tewas olehku."

"Lalu bagaimana dengan temanmu?"

"Dia sudah ku bawa ke rumah sakit."

Appa mendekatiku lalu membersihkan darah dari sudut bibirku.

"Bersihkan dirimu lalu istirahatlah." Ujarnya tersenyum simpul.

Aku pun segera menuruti perintahnya.

Ketika aku sudah berada di dalam kamar, aku tidak bisa tidur begitu saja. Pikiranku masih terbayang dengan kejadian tadi.

Dan aku masih memikirkan keadaan Chanyeol. Aku hanya berharap dia akan baik-baik saja.

"Penyeranganmu hebat Baek!" Puji seseorang membuatku menoleh pada sumber suara.

Ku dapati vampire itu sudah berada di depan lemariku dengan bersandar.

"Sebagai ayah vampire, aku bangga mempunyai anak yang bisa menyerang seperti tadi." Lanjutnya tersenyum lebar.

"Bagaimana kau tau?"

"Aku akan tau jika anakku menumpahkan darah. Dan aku akan menyaksikannya."

"Tenanglah 6 korbanmu itu sudah ku bawa tanpa jejakmu."

"..." Aku tak mengerti apa maksudnya.

"Bukankah menyenangkan mengeluarkan jiwa vampire mu?"

"Aku lakukan itu karena keadaan sudah bahaya."

"Kenapa kau tidak melakukannya juga pada namja yang tertusuk itu? Bahkan dia berdarah. Seharusnya kau akan terpancing dengan darahnya."

"Dia adalah temanku yang telah menolongku. Bagaimana mungkin aku membunuhnya?"

"Teman? Kau sudah mempunyai teman?"

"..." Aku tak menjawab.

"Sepertinya ada sesuatu dari anak itu."

"Jangan berani muncul di hadapannya!" Gertakku.

"Wae? Ayahmu ini tidak akan berbuat apa-apa pada temanmu itu."

"Jangan mengganggunya!"

"Kau menyukainya?"

"..." Aku terdiam.

"dia menyukaimu?"

"..." Aku tetap terdiam.

"Atau bahkan kalian saling menyukai?"

"Bukan urusanmu."

"Tentu saja ini pun urusanku sebagai ayahmu."

"Kau tau? Kau pun namja yang memiliki rahim Baek. Seperti Luhan."

"Mwo?"

"Jangan pernah kau mencintai namja itu. Kalian tidak boleh bersatu."

"W-wae?"

"Kau tidak perlu tau. Jika itu terjadi, terpaksa aku harus memusnahkan namja itu."

"Jangan lakukan itu padanya! Jangan lakukan sesuatu pada manusia yang tidak bersalah."

"Pilihan itu ada padamu. Dia akan hidup tenang jika kalian tidak memiliki hubungan apa-apa. Tapi jika dia berani memilikimu, aku sendiri yang akan mendatanginya."

Saat aku ingin protes, namun vampire itu sudah menghilang begitu saja.

TBC~

Belum pernahkan bayangin Baek gendong Chanyeol wkwk

Sesekali Baek perkasa dikit :)