Sorryy guyss... this is all about Ravi's past
Enjoy...
Keesokan harinya, Taekwoon mendesak Hakyeon untuk memberitahu alamat Hongbin. Hakyeon ragu karena ia tidak ingin menghianati Ravi.
- Desember 2013 (flashback)
Ravi menikmati rutinitas hari-harinya. Yaitu pergi ke club, minum, mabuk, bersenang-senang dengan wanita. Ia jarang pulang ke rumah. Dia benci orang tuanya. Keduanya selalu bertengkar. Selalu saja ada barang yang pecah. Entah itu piring, cangkir, vas bunga, bahkan guci. Kadang yang berpikir, kenapa orang tuanya tidak bercerai saja lalu meninggalkannya sendiri. Dia tidak masalah jika ditinggal sendiri. Dia punya uang yang banyak, minuman keras, musik yang kuat, permainan judi, dan wanita-wanita sexy. Sebenarnya dia tahu alasan orang tuanya bertengkar. Itu karena dia gay. Dia mengaku kepada orang tuanya kalau dia gay. Dia baru menyadari hal itu saat dia SMA. Tetapi lelaki yang dicintainya itu menolaknya mentah-mentah. Sehingga sekarang dia tidak percaya dengan kata "cinta". Itu omong kosong baginya. Orang tuanya inginkan dia yang terbaik. Lulus dengan nilai yang tertinggi dan cepat wisuda, meneruskan bisnis ayahnya, menikah dengan gadis dari keluarga terhormat, mempunyai anak banyak, tapi... sejak Ravi mengakui dirinya seperti itu ditambah lagi ia ditolak oleh seseorang yang dicintainya, Ravi jadi bersikap dingin dan kasar. Ia sering berkelahi, bahkan dia pernah berkelahi dengan ayahnya.
Dia punya sahabat dari kecil yaitu Cha Hakyeon. Tapi sahabatnya itu adalah kepercayaan ayahnya. Hakyeon selalu membela Ravi. Hakyeon selalu mengingatkan Ravi untuk tidak berkelahi dan berhenti pergi ke club. Tetapi, Hakyeon selalu ada di samping Ravi. Walau Ravi sering mengganggu waktu tidurnya. Ravi selalu pulang jam 3 pagi dan menggedor pintu Hakyeon. Hakyeon yang baik hati membukakan pintu untuknya, dan menenangkan Ravi. Jika Ravi mabuk, dia akan berkelahi dan memukuli orang atau dia akan menangis meronta-ronta.
Hingga suatu malam, saat itu hujan yang sangat deras. Orang tua Ravi sedang menghadiri acara di suatu negara, dan saat perjalanan pulang mereka... Jet pribadi mereka jatuh akibat angin yang kencang. Dan kedua orang tuanya... tewas.
Beberapa jam kemudian hujan mulai reda dan Hakyeon dengan mata yang penuh air mata terus menelepon Ravi. Tapi tidak ada jawaban. Hakyeon menyusul ke bandara untuk menunggu jenazah orang tua Ravi. Hakyeon menangis dan ia bingung... ia harus bilang apa pada Ravi.
Ravi tidak mengangkat telepon Hakyeon. Dia sedang menikmati rutinitasnya. Kali ini dia bersama 2 wanita seksi dan sebotol minuman keras. Dia menghiraukan hpnya.
'Paling juga dia menyuruhku pulang.. huh! Ini kan masih jam 11 lagian angin kencang!'
Ia meneguk minumannya lagi. Pikirannya sudah melayang, pandangannya tidak fokus. Ia berbaring dan melihat tv di depannya. 2 wanita itu sedang memberinya "blowjob".
Ia menegak minumannya lagi dan mengganti channel tv ke berita.
Ia melihat dengan samar-samar nama orang tuanya di tv.
Dia tertawa, 'Woah! Pasti mereka bercerai! Akhirnya!'
Ravi menghabiskan minumannya, lalu mematikan tv dan fokus kepada 2 mainannya.
Ravi bangun dan ia merasakan pusing. Tapi ini telah menjadi rutinitasnya. Ia mengambil obat di dalam saku celananya dan menegaknya.
3 jam kemudian ia terbangun, dan ia melihat Hp nya untuk mengecek jam. Dan 'holy shit' ini sudah jam 12 siang?! Lalu ia melihat 77 sms dan 198 panggilan tak terjawab dari Cha Hakyeon
'Fuuuckk! Mau apa dia!'
Ia menghiraukan hpnya dan meletakkannya kembali ke saku.
Ravi sedang berjalan pulang ke rumah Hakyeon. Saat dia membuka pintu, dia sendirian di rumah itu. Di ke dapur untuk melihat apa Hakyeon meninggalkannya sarapan.
'Kosong...'
Ravi melihat kesekelilingnya dan matanya berhenti ke notes yang ada di kulkas. Ravi mengambil notes itu...
Ravi meremuk notes itu dan berlari menuju mobilnya lalu pulang ke rumah.
Sesampai di rumahnya, Ravi berjalan pelan. Ia melihat begitu banyak orang yang datang. Ia terdiam dan terpaku di pintu masuk rumahnya. Rumah orang tuanya. Dia sudah lama tidak kemari, bahkan dia lupa sudah sejak kapan.
Hakyeon melihat Ravi di pintu masuk. Ia berjalan menghampiri Ravi dan berhenti di depannya. Ravi menatap Hakyeon.
Wajah Ravi tetap tenang, Hakyeon tidak dapat menahan tangisnya lagi. Hakyeon jatuh ke lantai dan menangis terisak-isak sambil bergumam minta maaf pada Ravi.
Dengan mantap Ravi berbalik dan pergi meninggalkan rumah ornag tuanya. Ia kembali ke mobil dan menyetir entah kemana. Dia menyetir dengan kecepatan sangat kencang. Ia menggenggam stir dengan sangat kuat sampai ia melihat tangannya pucat, bibirnya bergetar dan pandangannya mulai kabur.
"... AAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH" Ia mengerem dengan kuat sampai ban mobilnya memekik kuat dan meninggalkan bekas hitam di aspal.
Ravi membanting stirnya. Tak puas, dia membuka pintu mobil lalu membantingnya dengan sangat sangat kuat. Ia membuka bagasi mobil dan mengambil palu. Lalu dengan sekuat tenaga ia mengayunkan palu itu ke mobilnya.
'FUCK!'
'SHIT'
'FUCKYOU I HATE YOU'
'STUPID'
Ia berhenti lalu mengambil hpnya. Ia membaca sms dari Hakyeon.
yesterday
From Cha Hakyeon, 10.30pm
KAU DIMANA?
RAVI?
10.31
Angkat telepon aku! ASAP!
10.32
DAMMIT RAVI!
10.33
Tolong! Ravi jangan hiraukan aku! Ini berhubungan dengan orang tuamu!
10.35
Kau di bar mana? Aku akan menjemputmu
10.36
Aku ke AIRPORT sekarang! Aku mau cek status mereka!
11.00
RAVI! BANGSAT!
11.45
Ravi? ... aku, maafkan aku
12.00
Ravi? Apa kau lihat berita? Tolong... kalau kau butuh aku telepon aku.. ok? Please Ravi
Ravi menscroll sms Hakyeon
15.01
Maafkan aku Ravi, jenazah mereka tidak ditemukan... mereka sudah mencari dengan... ohh pulanglah...
'ENOUGHHHH! SHIIIT STUPIDDDDDDDDD STUPIDDDDDDD'
Ravi memukul kepalanya ke mobil yang kini ntah bagaimana rupanya.
Ia mencampakkan hp 'sialnya' lalu mengahancurkannya dengan palu.
Ia terus berteriak.
Hakyeon akhirnya menemukan Ravi. Ia berlari mencari lelaki itu dna hatinya hancur melihat Ravi dan kelakuannya. Dia tidak peduli dengan mobil Ravi yang hancur dan apa itu.. mungkin hp Ravi. Tapi hatinya hancur melihat Ravi seperti itu. Ia perlahan menghampiri Ravi dan memeluk lelaki itu. Ravi menunduk dan menangis semakin kuat di pelukan Hakyeon.
Hakyeon telah berjanji untuk menjaga Ravi. Kini dia harus memulai tugas utamanya, yaitu menjaga Ravi. Dia berjanji tidak akan membuat Ravi seperti ini. Dia akan melakukan apapun itu demi kebahagiaan Ravi.
Tapi Ravi, dia semakin jarang di rumah Hakyeon. Dan dia semakin dingin dan kasar kepada orang. Hakyeon berusaha semampunya untuk membuat Ravi menghentikan perbuatannya itu. Tapi Ravi si keras kepala.
Hingga September 2014, Ravi tiba-tiba berhenti ke club. Hakyeon juga bingung saat Ravi pulang, Ravi dengan senyum seperti orang bodoh.
"... Ravi? Apa itu kau?" Hakyeon menampar wajah Ravi
" Ah! Ouch!"
"Kau? Aneh!"
Ravi hanya tersenyum lalu berdansa ke kamarnya.
Kelakuan Ravi semakin aneh, Ravi semakin sering senyum sendiri, kadang ia tertawa tanpa sebab, lalu menutup wajahnya.
Hakyeon ragu apakah dia benar-benar Ravi ?
Ravi juga menjauhi minuman keras. Dia bahkan memenuhi kulkas Hakyeon dengan susu. Ravi bilang kalau minuman keras itu tidak bagus. Jadi Hakyeon meresponnya dengan alis yang diangkatnya.
Benar benar bukan Ravi.
Bulan-bulan berlalu, dan Ravi semakin menjalani hidup yang positif. Makan makanan sehat yang teratur, olahraga teratur, menjauhi club dan minuman keras, berbuat baik dan ramah pada orang, bahkan ia menjauhi wanita. Seperti, dia benar-benar tidak tertarik dengan wanita. Ravi berubah 180 derajat. Dan Hakyeon sangat senang dengan perubahan Ravi.
Hakyeon penasaran kenapa Ravi seperti itu. Hingga suatu saat, ia mengikuti Ravi dan menemukan mobil Ravi parkir di tempat yang ... kumuh. Lalu ia lihat Ravi keluar dan berjalan ke suatu arah. Hakyeon keluar dari mobil dan mengikuti Ravi. Lalu ia mendengar Ravi memanggil seseorang. Lelaki itu sepertinya seumuran dengan Ravi. Ia melihat dari kejauhan, Ravi berlari ke lelaki tersebut dan ia membantu... membantu lelaki itu... menyapu?
Hakyeon tidak percaya apa yang ia lihat. Tapi ia fokus ke Ravi. Ravi dengan wajah yang tulus, ceria, dan... oohhh... Ravi tertawa?
Sudah lama sekali dia tidak mendengar Ravi tertawa. Ravi terlihat... ceria, bahagia... dan Hakyeon menyukai lelaki yang bersama Ravi. Dia sangat berterimakasih kepada lelaki itu.
