Disclaimer. Naruto dan High school dxd bukan saya yang punya

Genre. Advanture,fantasy,romance

Rate. M (jaga jaga)

Summary. Naruto anak yang merupakan hasil persilangan dari keturunan terkuat klan Lucifer dan juga Sitri yang membawa takdir dunia di tangannya, dengan kekuatan besar yang di berikan oleh Tuhan, akankah dia membawa dunia menuju perdamaian sejati atau menuju kedalam kehancuran.

Warning. OOC,Typo,geje,dll


Klan Lucifer merupakan salah satu klan utama dari empat klan pmimpin Underworld. Mereka merupakan Raja sebenarnya dari Yondai Maou penguasa Underworld, mereka memiliki karakteristik sangat menyukai pertempuran, seolah olah meraka dilahirkan hanya untuk bertarung dan mati dalam proses itu.

Selain itu mereka sangat menjujung tinggi harga diri mereka, mereka tidak akan segan segan membunuh jika lawan mereka merendahkan harga diri mereka. Dan itulah yang dilakukan Stray Devil yang saat ini menjadi lawan bertempur Naruto yang notabene merupakan keturuna Lucifer, sepertinya Stray Devil itu tidak tahu siapa yang menjadi lawannya bertarung sekarang. Dia sangat membanggakan kekuatan yang dimilikinya tanpa memperhitungka kekuatan dari lawan bertarungnya sehingga menghina kekuatan musuhnya yang bahkan belum dia ketahui batasnya.

Jika bukan karena Azazel meminta Naruto untuk mencari data tentang Stray Devil yang bisa dibilang Abnormal ini, sudah pasti Stray devil ini sudah terbelah menjadi dua bagian saat ini.

Sang Stray Devil itu terkejut karena tiba tiba pemuda berambut kuning keemasan yang tadi berada beberapa meter dari tempatnya berdiri, dengan kecepatan yang tidak bisa dia antisipasi telah berhasil mendekatinya bahkan mampu melukainya.

"hahaha.. hebat juga kau ternyata bocah, kau mampu melukai ku, tapi.." dengan perlahan Stray Devil itu menurunkan tangan kiri yang dia gunakan untuk menutupi luka goresan pedang Naruto sedikit terkejut melihat pipi kiri musuhnya itu, dia yakin beberapa saat yang lalu dia menorehkan sebuah luka gores di pipi kiri musuhnya sebagai serangan pembuka.

Tapi yang dia lihat sekarang hanyalah noda darah tanpa ada luka sama sekali di sana. ' lukanya telah menutup ?!' batin Naruto. Melihat respon Naruto yang sepertinya terkejut. Sang Stray Devil itu tertawa, "hahaha.. kau terkejut bocah ? kau pasti tidak menyangka bagaimana mungkin luka ku bisa sembuh dengan cepat, karena yang kita semua tahu. Bahwa hanya keturunan asli klan Phenex saja yang bisa sembuh dari luka dengan sangat cepat seperti ini, sedangkan aku hanya seorang Iblis reingkarnasi".

Kata kata yang di ucapkan Stray Devil itu benar adanya. Hanya klan Phenex saja yang memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat luar biasa seperti itu. Setelah berpikir sejenak, Naruto lalu teringat kata kata Vali saat dirumahnya beberapa saat yang lalu tentang rencana dari kelompok pahlawan dan kelompok Maou.

"apa kau berasal dari golongan Mao lama ? apa kau anggota Chaos Brigade?" Tanya Naruto dengan nada datar. Dengan tatapan merendahkan Stray Devil itu manjawab pertanyaan dari Naruto. "ya aku adalah anggota Chaos Brigade dari golongan Mao".

Semua yang berada di sana terkejut dengan pernyataan dari sang Stray Devil, dari yang mereka tahu, Chaos Brigade adalah Organisasi teroris yang mengancam dunia. Baik dunia manusia maupun dunia akhirat. Sang Stray Devil itu tersenyum sinis saat melihat raut wajah shok dari musuh musuhnya setelah tahu identitas sebenarnya dari dirinya.

"he-he-ha-hahaha" berbeda diri Rias beserta kelompoknya, setelah terbongkarnya identitas musuhnya, bukan keterkejutan yang dilihatkan oleh Naruto, melaikan tawa senang karena menemukan orang yang bisa dia ajak bermain dan itu membuat semua orang disana menjadi sedikit bingung.

"Na-Naruto?" ucap Rias bingung dengan sikap Naruto saat ini. "aku tarik kata kataku tentang membuatmu sekarat tadi, kau memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, walau tidak sehebat milik klan Phenex asli. Tapi yang pasti akan sedikit sulit untuk membuatmu sekarat, tapi tenang saja, aku sudah membuat rencana lain untuk menyeretmu ke Grigory. karena itu sebelum aku menjalankan rencanaku, mari kita sedikit bermain main tuan Stray Devil." Ucap Naruto sambil menyeringai.

XXX

TRAK !

"heh.. hebat juga kau bocah, bisa mengimbangi kecepatanku" ucap sang Stray Devil sambil menahan katana milik Naruto. Walau kelihatannya Stray Devil itu terlihat biasa biasa saja saat menahan pergerakan katana milik Naruto, tetapi nyatanya dia sangat kesusahan saat ini.

"benarkah ?, kurasa kau saja yang lamban." Setelah mengucapkan itu, Naruto menaikan sedikit tenaganya dan mendorong musuhnya dengan gaya menebaskan pedang.

Tak mau terkena tebasan pedang musuhnya. Stray Devil itu memilih mundur untuk menghindari tebasan pedang Naruto, lalu dengan cepat dia kembli melesat ke depan untuk menyerang Naruto. Tak tinggal diam Naruto juga maju menerjang musuhnya.

TRAK.

TRAK.

Mereka terus saling membenturkan pedang mereka. Melihat sedikit celah dari musuhnya, Naruto dengan cepat menghilang dari pandangan musuh dan muncul kembali tepat di belakang. Mengankat pedangnya tinggi tinggi brsiap untuk menebaskan pedangnya secara vertical.

Mengetahui sang musuh ada di belakangnya, dengan cepat Stray Devil itu berbalik untuk menahan serangan dari Naruto.

JRASS !

Terlambat, sebelum dia sempat menahan Serangan Naruto, Naruto sudah lebih dulu menebasnya dan lalu mundur ke belakang. Bila mahluk biasa yang terkena tebasan itu, sudah pasti mahluk itu sudah mati atau paling tidak tidak akan bisa bergerak karena dalamnya luka tebasan itu.

Dengan sedikit terengah-engah Stray Devil itu menatam tajam Naruto sambil memegang pundak kanannya yang terkena tebasan. 'sudahku duga, walaupun dia bisa melihat pergerakanku, tapi tubuhnya tidak merespon dengan cepat perintah otaknya untuk menahan seranganku tadi' batin Naruto.

Mengetahui bahwa musuh didepanya sangat kuat dan menyadari bahwa dengan kondisinya yang sekarang tidak mungkin menang melawan pemuda pirang didepanya. Dia akui luka tebasan yang diberikan oleh pemuda pirang itu memang bisa dia pulihkan. Tetapi entah kenapa pemulihanya terasa sangat lama, bahkan pendarahanya pun masih belum berhenti saat ini.

'jika terus seperti ini, aku akan kalah, lebih baik aku mundur dulu saat ini' pikirnya sambil mencari cara untuk pergi. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya dia menemukan sebuah cara untuk lari dari pertempuran ini.

Dari yang dia lihat,posisi dari pemuda pirang itu segaris lurus dengan kelompok Iblis yang dia kalahkan sebelumnya. Dan sepertinya pemuda itu tidak menyadari sama sekali tentang itu. Menahan rasa sakit di bagian belakang tubuhnya, Stray Devil itu mencoba menegakkan tubuhnya, lalu mengangkat tangan kirinya dan membuat sebuah lingkaran sihir.

Dari lingkaran sihir itu, terlihat sebuah bola energy berwarna hijau sebesar bola kasti dan terus mambesar hingga sebesar bola basket. "rasakan ini bocah !" sambil berteriak keras, Stray Devil itu menembakkan bola energy itu kearah Naruto.

Tentu saja bagi Naruto serangan itu bukan apa-apa dan dengan mudah bisa dia hindarinya dengan cara berpindah ke sebelah kanan . Tetapi itulah tujuan dari serangan Stray Devil itu. Dia memancing musuhnya dengan sebuah bola energy yang seolah olah di gunakan untuk menyerangnya, padahal itu sebenarya ditujukan utuk kelompok iblis yang berada di belakang pemuda pirang itu.

Naruto tersentak. "RIAS" Menyadari jalur lintasan bola energy itu melesat kearah mana, dengan kecepatan yang tak bisa di tangkap oleh mata. Naruto langsung berpindah dua meter didepan Rias dan dengan katananya Naruto menebaskan serangan itu ke arah kanan.

DUAR !

Terjadi ledakan saat bola energy itu berhasil ditebas oleh Naruto hingga menghasilkan kepulan asap yang sangat tebal. Dengan sekali lagi menebaskan katananya ke udara, Naruto membuat hembusan angin yang cukup kuat untuk menghilangkan asap yang menutupi daerah pertarungannya tadi.

Mengedarkan pandangannya ke segala arah, Naruto mencari keberadaan musuhnya tadi. Tetapi dia sudah tidak melihat lagi tanda tanda dari musuhnya, bahkan aura keberadaannya pun sudah lenyap dari tempat itu. "cih.. dia kabur" menyadari musuhnya telah pergi, Naruto mendecih kesal.

Menaikan sedikit tangan kirinya, Naruto memunculkan sebuah sarung pedang berwarna coklat dengan lilitan kain berwana kuning, menyarungkan pedangnya, Naruto berbalik dan bertanya.

"apa kalian baik baik saja ?" ucapnya sambil berjalan menuju Rias beserta kelompoknya.

"ya.. kami baik baik saja, bagaimana dengan mu sendiri ? apa kau baik baik saja Naruto ?" ucap Rias menjawab pertanyaan Naruto dan di lanjutkan bertanya balik.

"tenang saja, aku baik baik saja" ucapnya sambil tersenyum. "tempat ini berantakan sekali" ucap Naruto sambil melihat sekelilingnya. Mengangkat tangan kanannya lalu menjetikannya, seketika muncul lingkaran sihir yang cukup besar di bawah kaki Naruto, lingkaran sihir itu lalu melebar dan melingkupi area bekas pertempuran tadi.

Secara perlahan kerusakan kerusakan yang disebabkan oleh pertempuran barusan kembali ke keadaan sebelum pertarungan itu dimulai. Melihat kejadian ini tiba tiba Rias teringat perkataan Naruto saat pertarungan dengan Kokkabiel dulu, lalu bertanya. "Naruto.. bukankah kau bilang kau tidak bisa sihir pemulih. ?".

"hem? A.. itu, hehehe, aku bohong saat itu." Ucap Naruto sambil nyengir tanpa dosa. Sontak saja semua yang berada di sana terjungkal ala anime setelah mendengar pengakuan dari Naruto barusan. "hehehe" tambahnya sambil mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, walau sebenarnya Naruto tak sepenuhnya berbohong, itu karena yang digunakan Naruto saat ini bukanlah sihir pemulih seperti yang di pikirkan oleh Rias dan kelompoknya. Melaikan sihir penciptaan.

"mou.. kau itu." Ucap Rias sambil mengkrucutkan bibirnya. "sekarang kalian pulanglah, ini sudah sangat malam." Ucap Naruto setelah melihat jam tangannya yang saat ini menunjukkan pukul setengah dua malam.

"baiklah kami akan pulang, tapi sebelum itu.." setelah mengucapkan itu, Rias berjalan mendekati Naruto, dan menyentuh tangan kanan Naruto. Saat Rias menyentuh tangan Naruto, muncul sebuah lingkaran sihir kecil, "ini.." gumam Naruto.

"kau sudah tahu kan ? itu sihir penanda, sekarang aku bisa pergi ketempat dimana pun kau berada." Ucap Rias, dan entah kenapa saat mengatakan itu, Naruto menangkap semburat merah di pipi Rias.

'ini akan merepotkan jika dia muncul di saat yang kurang tepat nanti' pikir Naruto "aku mengerti, tapi jangan muncul tiba tiba, kau akan mendapat mesalah jika kau muncul saat aku sedang bertarung nanti" ucap Naruto sambil mengacak ngacak rambit Rias. "hn" jawab Rias sambil tersenyum.

Setelah itu mereka semua pulang dengan menggunakan lingkaran sihir menyisakan Naruto sendiri disana. Setelah dirasa benar benar tidak ada orang lain di sana, Naruto mulai buka suara sambil melirik ke sebuah pohon besar di sebelah kanan Naruto. "mau sampai kapan kau terus di situ Koho-Sha no Kami (Calon Tuhan) ?".

"kau tetep saja dingin seperti dulu Koho-Sha no Maou (Calon Raja Iblis), tapi ku lihat kau sedikit berubah dari pada dulu." Dari balik pohon itu muncul seorang remaja laki laki berambut coklat terkesan agak acak acakan (bayangin aja Yuuki Rito) menjawab ucapan Naruto sambil tersenyum.

"bukan urusanmu." Ucap Naruto ketus, "aku ragu kau datang ke sini hanya untuk menyapaku, jadi.. ada apa kau kemari Rito ?." Lanjutnya.

"hanya melihat lihat saja, lagi pula aku juga agak bosan berada di istana itu terus, dan juga aku punya hadiah untukmu." setelah menjawab, Rito menciptakan sebuah lingkaran sihir, dan dari lingkaran sihir itu mucul seorang gadis berambut hitam panjang dan memiliki sayap malaikat hitam.

"kau menghidupkan kembali Raynalle ?" ucap Naruto sambil menatap tajam Rito. "jangan menatapku seperti itu Naruto, gadis Da-Tenshi ini mengetahui banyak tentang rencana kami, jadi apa salahnya jika aku menghidupkannya lagi ? kau sehausnya berterima kasih kepadaku, terlebih lagi dia sangat menyukai mu, dan aku tahu kau juga menyukainya dulu."

"jika aku mau aku bisa menghidupkan dia kembali, tapi kehidupan dan kematian itu bukan sesuatu yang bisa kita permainkan, walaupun itu termasuk kekuatan kita, tapi jika dia mengetahui rencana kalian maka itu akan sangat membantuku, dan, hei dari mana kau tahu hal itu ?." ucap Naruto dengan diakhiri sedikit teriakan malu.

Menghiraukan ucapan Naruto Rito berbalik untuk meninggalkan Naruto, tetapi tiba tiba dia berhenti, "kau tahu apa yang kami rencanakan bukan ?"

Setelah mendengar pertanyaan serius dari Rito, Naruto kembali memasang raut serius. "ya.. aku sedikit mengetahuinya, dan aku akan berusaha untuk menggagalkannya."

"baguslah bila kau sudah tahu,setidaknya gadis ini bisa lebih berguna untukmu."

"Stray Devil tadi, kau kan yang mengirimnya ?" Tanya Naruto

"kau suka hadiah yang aku kirimkan ? tapi yang tadi kau lawan masih bahan uji coba, selanjutnya pasti akan berbeda, jadi berhati hatilah setelah ini Naruto." Ucap Rito lalu menghilang seolah olah tak pernah ada sebelumnya.

"ya aku mengerti itu.. Rito" ucap Naruto kepada dirinya sendiri.

Kemudian Naruto menatap Raynalle dengan pandangan sedu dan rindu disaat bersamaan. Dia berjalan mendekati Raynalle yang masih berada di dalam lingkaran sihir milik Rito, lalu menggendong Raynelle dan menghilang dari hutan itu.

XXX

Naruto muncul di apartemennya dengan masih mengendong Raynalle ala bridal Style lalu berjalan menuju sebuah kamar kosong. Lalu dia membuka pintu kamar tersebut, tetapi langkahnya terhenti karena teringat akan sesuatu, "astaga, aku lupa kalau hanya kamarku yang memiliki kasur, huft.. apa boleh buat." Setelah mengetakan itu. Naruto menciptakan sebuah lingkaran sihir di bawah kakinya, dan seperti yang dia lakukan saat di hutan tadi, lingkaran sihir itu melebar hingga melingkupi seluruh sudut kamar itu.

Setelah beberapa saat, kamar yang tadinya kosong sekarang telah terisi dengan sebuah kasur yang tidak terlalu besar, Naruto lalu berjalan mendekati kasur itu dan menidurkan Raynalle di sana. "oyatsuminasai". Dengan itu Naruto meninggalkan Raynalle, dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.

XXX

Sang mentari telah keluar dengan sinar hangatnya untuk menggantikan rembulan yang dengan cahaya lembutnya menerangi gelapnya malam.

Tidak seperti biasanya, pagi ini jam wekker yang setiap pagi selalu membangunkanya, hari ini sama sekali tidak berbunyi. Tetapi itu tidak membuat pemuda berambut kuning keemasan itu tidak bisa bangun pagi hari itu.

Dia menerjapkan matanya beberapa kali guna menyesuaikan cahaya yang masuk kekemarnya,dia bingung, padahal dia sangat ingat bahwa semalam dia sudah menutup tirai kamarnya, tapi kenapa saat ini tirainya telah tebuka.

Dia sempat berfikir bahwa Raynalle lah yang membuka tirai kamarnya, tetapi pikiran itu langsung dia tepis. Karena saat menghidupkan seseorang butuh waktu sekitar lima belas jam sampai orang yang dihidupkan itu sadar. Lalu dia melihat jam wekker di sebelah kirinya yang menunjukan pukul 06.33, itu berarti baru empat jam setengah setelah Raynare di hidupkan. Jadi tidak mungkin Raynalle yang membukakan tirai kamarnya.

Turun dari kasurnya, Naruto berjalan menuju pintu kamarnya untuk menuju kamar mandi. Saat membuka pintu kamarnya, indra penciuman Naruto menangkap aroma yang sangat harum. Tiba tiba Naruto teringat sesuatu, dan dengan segera dia berjalan menuju dapur. "ah.. ohayo Naruto" ucap seorang gadis berambut merah panjang yang saat ini sedang memasak. 'sudah ku duga' pikir Naruto.

"a.. ohayo Rias, sejak kapan kau di sini ? bila di lihat dari masakan mu yang sudah hampir jadi, kurasa sudah dari tadi." Ucap Naruto.

"yup, sebenarnya aku di sini sejak jam lima tadi, dan aku berniat membagunkanmu, tetapi saat aku lihat kau tidur dengan pulas, aku jadi tidak tega. Lalu aku memutuskan untuk memasakan sarapan untukmu, tapi saat aku lihat kau tidak punya satupun alat memasak di rumahmu, jadi aku memutuskan untuk pulang dan mengambil beberapa peralatan masak. kau mandilah dulu, lalu kita sarapan bersama. Sebentar lagi sekolah akan di mulai."

"baiklah" jawab Naruto dan berbalik menuju kamar mandi. Setelah beberapa saat, Naruto kembali ke dapur dengan sudah mengenakan seragam lengkap, sebelum kembali kedapur untuk sarapan, Naruto mengirimkan pesan kepada Azazel yang isinya, bahwa dia tidak bisa datang ke Grigory hari ini, dan dengan cueknya Azazel membalasnya dengan sati karakter saja yaitu "Y", tentu saja itu membuat Naruto sedikit kesal. "ingatkan aku untuk mencabuti bulunya sayapnya saat bertemu dengannya nanti" ucapnya pada dirinya sendiri dengan nada kesal. setelah itu Naruto berjalan menuju dapur untuk mumulai sarapanya dengan Rias.

Mereka berdua sama sekali tidak ada yang memulai pembicaraan, alasannya sepele, yaitu tatakrama saat makan. Rias sudah di ajarkan sejak kecil tentang tatakrama itu, sehingga membuatnya terbiasa, sedangkan Naruto memang diajarkan tatakrama itu oleh orang tuanya, tetapi dia terkadang tidak mempermasalahkannya. Walau saat makan sekalipun jika dia diajak bicara maka dia tetap akan menjawabnya.

Setelah selesai makan pagi, Rias mulai bertanya sesuatu yang mengganjal pikirannya saat sejak dulu, "Naruto.. bolehkah aku bertanya sesuatu ?". Naruto yang baru selesai makan, mengelap bibirnya dengan lap makan lalu menjawab.

"hemm ? bertanya tentang apa ?". Tanya Naruto, "Yami no Teio, apa artinya itu, apa itu sebuah gelar ? atau sebuah panggilan saja ?"

"hmm Yami no Teio ya" Naruto terlihat sedikit berfikir, lalu dia melanjutkan. "ah.. itu sebenarnya hanya panggilan aneh yang diberikan Azazel kepada ku. Tidak ada makna apapun dari nama itu" ucapnya sambil terseyum aneh.

"panggilan aneh ?, maksutnya ? tapi pasti ada sesuatu yang terjadi sampai Malaikat 'aneh' itu memberikan julukan itu padamu kan" ucap Rias bingung dengan penjelasan Naruto tadi.

"soal itu.. saat pertama kali aku bertemu dengan Azazel, aku sedang memakai jubbah yang semuanya berwarna hitam, dan dia bilang kekuatanku setara atau lebih besar dengan kedua kaisar naga, dan dengan seenak jidatnya dia memanggilku dengan sebutan Yami no Teio agar lebih keren katanya." jelas Naruto.

Rias yang mendengar jawaban dari pertanyaannya hanya tersenyum aneh, karena apa yang dia bayangkan tentang julukan itu sangat berbeda dari aslinya. "gawat kita hampir terlambat" ucap Naruto panik saat melihat jam dinding yang menunjukan pukul 07.57.

Tentu saja Rias sama terkejutnya dengan Naruto. "ini gawat, jika kita terlambat kita akan kena ceramah dari Sona" Ucap Rias panik. "tinggalkan saja peralan makan ini, kau cepatlah pakai sepatumu dan tunggu aku di pintu akan ku gunakan sihirku untuk membereskan ini." Ucap Naruto dan langsung dijawab dengan anggukan oleh Rias.

Lalu Rias pergi menuju pintu untuk mengenakan sepatunya, sedangkan Naruto membersihkan peralatan makan mereka dengan sihirnya. Setelah selesai dengan urusan rumah, Rias beserta Naruto segera bergegas menuju sekolah, karena jika mereka terlamba maka mereka pasti akan mendapatkan 'hadiah' yang sanga luar biasa dari sang Kacho-Sama Akademi Kuoh.

Dan tanpa mereka berdua sadari sebelumnya, jam dinding di ruang makan Naruto sebenarnya telah tidak bekerja lagi sejak kemarin karena kehabisan batrai saat menunjukan pukul 07.57 malam.

TBC

Yo minna.

Ketemu lagi dengan kira. Hehe, di chap ini kira memasukan dua karakter baru yaitu Yuuki Rito dari anime To love ru, dan aku juga menghidupkan lagi Raynalle karena aku punya rencana tersendiri buat Da-Tenshi yang satu itu ^_^.

Biar gak ada yang bingung kenapa ada Calon Tuhan dan Calon Raja Iblis di sini maka Kira akan jelaskan dikit, kalau banyak banyak tar ceritanya jadi ketahuan :D.

Oke kembali ke topic. Di sini aku buat Tuhan di dunia DxD tu bukan tuhan yang sebenarnya, gampangnya Tuhan yang mati di great war itu bukan Tuhan yang sebenarnya. Itu aku cetuskan saat aku baca LN nya yang vol berapanya aku udah lupa, hehehe.

Di Vol itu rezevim menjelaskan maksutnya memanfaatkan ophis untuk melawan Great Red agar celah dimensi yang mana merupakan jembatan penghubung ke dimensi lain menjadi hilang penjagaan dan dia bisa leluasa pergi ke dimensi lain untuk menjajah.

Dan kenapa ada Calon Raja Iblis juga di samping Calon Tuhan ? (itu rahasia, karena penjelasan ini masuk dalam cerita :D).

dan untuk Fight nya aku bener bener minta maaf kalau tidak memuaskan, karena ini btasan yang bisa aku buat, tapi aku akan belajar lagi kedepannya membuat chap Fight yang bagus.

Oke sekian dulu dari kira, jika ada saran dan kritik silahkan Revieu atau Langsung aja PM bagi yang memiiliki akun.

Terima kasih telah membaca Fic geje dan abal saya ini, dan seperti biasa silahkan meninggalkan jejak berupa Revieu, karena Revieu dari kalian merupakan penyemangat bagi saya untuk melanjutkan cerita ini.

Sekali lagi terima kasih, dan sampai jumpa di Chap 8 nanti.