Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasufemnaru

Rated : T

Genre : Hurt/Comfort, Family, Romance

Warning : Typo, OOC, Gaje, Genderswitch, Fem!Naru, Fem!Kyuu

¡Selamat membaca!

"Ohayou minna-san!". Sapa naruto kepada semua teman kelasnya dengan suara cempreng nya. Ada berberapa siswa yang membalas sapaan naruto. Setelah menyapa teman-teman nya naruto segera berjalan menuju kursinya yang berada di sebelah hinata.

"Ohayou hinata-chan!". Sapa naruto pada hinata saat telah dekat dengan hinata.

"Eh, ohayou naru-chan". Balas hinata dengan suara lembut.

"Kelihatan nya kau sedang dekat dengan gaara-senpai". Ucap hinata saat naruto telah duduk di sampingnya.

Naruto POV

"Ah, bukan apa-apa kok. Kami hanya baru kenal tadi". Elak ku. Ya, aku akui kami sudah cukup dekat dalam waktu singkat. Dan dia memang tampan, meskipun tetap sasuke yang lebih tampan. Namun, biar begitu dia lebih ramah di bandingkan teme itu. Aku larut kedalam lamunanku membandingkan gaara-senpai dan sasuke. Hingga aku lupa niat ku datang lebih pagi untuk meminjam PR hinata.

Naruto POV End

"N-Naru-chan, orochimaru-sensei sudah datang". Bisik hinata pada naruto yang tengah asyik melamun. Orochimaru aka guru biologi naruto itu melihat naruto yang sedang melamun. Ia pun melempar kapur yang sedang ia pegang dan melemparkan nya kearah naruto.

TUKK!

"Naruto apa yang sedang kau lamunkan?". Tanya orochimaru dengan nada kesal.

"Eh, eum-tidak aku tidak melamun".

"Baiklah, kalau begitu semuanya kumpulkan PR kalian!". Ujar orochimaru tegas.

"Astaga, aku lupa mengerjakan nya!". Ucap naruto yang tidak sengaja terdengar oleh guru nya itu.

"APA? CEPAT KERJAKAN SEKARANG! DI LUAR!". Teriak orochimaru menggelegar.

Skip time istirahat

Setelah bel berbunyi murid-murid langsung berhamburan keluar kelas. Ada yang membawa bekal ada yang pergi ke kantin dan lain-lain.

"Eh hinata-chan kau membawa bekal?". Tanya naruto.

"Ya aku bawa". Jawab hinata sambil mengeluarkan bento-nya.

"Eum bagaimana kalau kita makan di taman belakang gedung sekolah?".

"Baiklah". Akhirnya mereka berdua berjalan sambil membawa bekal nya ke taman belakang gedung sekolah.

"Hah... apa-apaan sih orochimaru-sensei itu". Keluh naruto mengingat saat ia di hukum tadi.

"Hihi.. lagipula kenapa kau tidak mengerjakan PR mu?". Tanya hinata di tambah cekikan kecil.

"Eh, itu karena kemarin ma-".

"Oi hinata-chan!". Panggil seseorang sambil menepuk bahu hinata dari belakang. Mereka berdua pun menoleh dan mendapati seorang pria dengan tato segitiga terbalik di kedua pipinya.

"Eh, k-kiba-kun a-ada a-apa?". Balas hinata gugup dengan wajahnya yang sudah memerah.

"Kau mau kekantin denganku?". Tanya kiba disertai cengiran.

"A-aku mem-membawa b-bekal. D-Dan aku j-juga mau makan b-bersama n-naruto". Jawab hinata gugup melihat wajah kiba yang sudah cukup dekat.

"Naruto?". Beo kiba. Hinata pun menoleh ke arah naruto. Namun, naruto sudah menghilang entah kemana meninggalkan mereka berdua. 'Naruto kenapa kau meninggalkan ku?' Batin hinata bertanya-tanya.

"Ah daripada kau makan sendiri bagaimana kau ikut makan denganku kekantin?".

"Eh, B-Baiklah". Sementara itu naruto sudah ada di taman belakang sekolah dengan bento-nya.

"Hihihi... hinata-chan wajahnya memerah saat bertemu kiba". Rupanya naruto pergi untuk memberikan waktu untuk mereka berdua bersama.

"Ehem, boleh aku duduk disini?". Tanya seseorang di balik pohon sambil menatap naruto.

"Oh, gaara-senpai iya silakan". Kata naruto sambil bergeser memberikan tempat untuk gaara duduk disamping nya.

"Senpai, kenapa senpai tidak jajan?". Tanya naruto saat gaara telah duduk di sampingnya. Naruto pun memakan bekalnya lahap sampai tidak menyadari ada nasi yang tertinggal di pipi nya.

"Tidak, aku tidak lapar. Melihat mu makan saja aku sudah kenyang". Ujar gaara sambil menunjuk nasi yang menempel di pipi naruto.

"Eh?". Naruto salah tingkah saat gaara mengulas senyum tipis kepadanya. Dan melanjutkan memakan bekal nya.

"Kau ini. Boleh aku bertanya sesuatu?".

"Yha sihlaghan". (Ya silakan). Jawab naruto dengan mulut yang penuh dengan makanannya. Gaara sweatdrop melihat ekspresi aneh naruto itu.

"Apa kau tidak mau merubah gaya mu itu?". Tanya gaara to the point.

"Maksud senpai?". Naruto menghentikan sejenak memakan bekalnya itu dan kembali bertanya.

"Apa kau tidak risih dengan gaya culun mu itu?". Jelas gaara yang bisa di pahami naruto.

"Tidak. Memang ada apa senpai menanyakan hal itu?". Tanya naruto penasaran.

"Aku rasa kau akan terlihat ca-, ah sudahlah lupakan". Ucap gaara berusaha menutupi ucapan nya yang hampir kelepasan.

"Senpai kenapa sih fans senpai itu berisik sekali sama seperti fansnya sasuke!. Dan kenapa senpai tidak memilih salah seorang gadis diantara mereka untuk dijadikan pacar. Dengan begitu fans senpai tidak berisik lagi". Usul naruto kepada gaara tentang fansnya. Di KHS, gaara juga tak kalah terkenal dengan sasuke. Sehingga bisa di katakan dengan siswa dengan fans terbanyak kedua setelah sasuke.

"Tidak. Aku tidak mau memilih diantara mereka". Ucap gaara tidak setuju atas usulnya naruto itu.

"Memang kenapa? Aku lihat banyak dari fans senpai yang berparas cantik". Kata naruto.

"Aku tak tertarik dengan mereka. Lagipula untuk mencintai orang yang tidak kau cintai". Jelas gaara.

"Lalu atau senpai memiliki orang yang senpai sukai?". Tanya naruto dengan mata menyipit walaupun tidak bisa dilihat oleh gaara karena tertutup kacamata tebalnya. Meskipun begitu tatapan nya sangat bisa di ketahui.

"Tidak. Tidak ada". Bantah gaara cepat dengan semburat merah di pipinya.

"Benarkah?".

"Sudah jangan tanya kan hal itu lagi. Lagipula sebentar lagi sudah ingin bel masuk". Ucap gaara sambil berdiri.

"Benar juga ya". Kata naruti yang kemudian merapihkan peralatan makan nya.

"Entah mengapa aku merasa seperti ada seseorang yang memperhatikan ku". Gumam naruto sambil memegang tengkuknya.

"Hey ayo cepat!". Ajak gaara

"Ah, iya sebentar". Ucap naruto. Selama mereka berbincang, tidak satupun diantara mereka menyadari bila ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.

"Dasar gadis culun itu kau merasakan ganjaran nya". Gumam seseorang di belakang pohon taman.

Mereka berdua berjalan bersama menuju kelasnya masing-masing. Mereka terlalu asik dengan topik pembicaraan mereka. Sampai tidak menyadari tatapan dari murid-murid lainnya.

Mereka terus menyusuri koridor tersebut hingga mereka tidak sengaja berpapasan dengan sasuke. 'Ternyata memang benar, si dobe memiliki hubungan khusus dengan si panda itu'. Batin sasuke. Sasuke menatap bosan keakraban naruto dan gaara. Naruto yang saat itu menyadari tatapan menusuk sasuke itu, hanya bisa melihat pandangan bosan sasuke. 'Ada apa dengannya?'. Batin naruto bertanya-tanya. Setelah sampai kelas naruto langsung pergi ke kursinya.

"Hai hinata-chan!, gimana kencannya?". Tanya naruto usil saat sudah duduk.

"N-Naru-chan". Kata hinata dengan wajah yang memerah.

"Hehe.. aku hanya bercanda". Tawa naruto garing.

"K-Kau sudah belajar untuk u-ulangan nanti?". Tanya hinata berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Ulangan?". Beo naruto.

"Iya ulangan matematika nanti". Jelas hinata.

"Ya ampun, aku lupa! bagaimana ini?".

"Kalau begitu cepat kau pelajari sekarang". Usul hinata yang dibalas anggukan naruto.

Kelas X-B

Sasuke POV

Apa yang di pikirkan si dobe itu. Bukankah ia telah mempunyai kekasih dan mengapa ia bisa sangat akrab dengan ketua osis itu. Kenapa aku jadi memikirkan nya? Padahal aku hanya taruhan untuk menjadi kekasih nya. Entah mengapa jantungku berdetak kencang tiba-tiba. Apa aku memiliki penyakit jantung. Perasaan ini selalu muncul saat aku melihat cengiran bodoh si dobe. Dan perasaan ini sama juga saat aku melihat penari balet tersebut. Entah mengapa aku selalu memikirkan gadis penari itu. Dia terlihat cukup manis. Belum pernah aku melihat gadis cantik seperti itu. Atau mungkin gadis itu adalah si dobe. Mereka sama-sama berambut pirang. Dan di kedua pipi mereka memiliki tanda lahir seperti kumis kucing. Ah, mana mungkin itu si dobe. Lagipula dobe itu mengenakan kacamata dan gadis itu memiliki mata yang sangat indah.

Sasuke POV End

Skip time bel pulang.

"Baiklah anak-anak pelajaran kita sampai sini. Jangan lupa kerjakan PR kalian". Ucap kurenai yang merupakan guru yang mengajar di KHS.

"Akhirnya bisa pulang". Ucap naruto bahagia.

"Hinata bagaimana kalau kita pulang bersama?". Ajak naruto pada hinata sambil merapihkan bukunya.

"Maaf, aku tidak bisa. Aku dijemput". Tolak hinata halus agar tidak menyakiti hati naruto.

"Wah sayang sekali". Ucao naruto santai.

"Sudah ya aku duluan, jaa-naruto". Kata hinata sambil pergi meninggalkan naruto.

"Yah, pulang sendiri". Gumam naruto. Kini tinggal ia seorang di kelas.

"Kau tidak sendiri". Ucap seseorang yang telah menunggu naruto di pintu kelas.

"K-Kalian ini siapa?". Tanya naruto gemetar. Tiga gadis itu berjalan mendekati naruto.

"Ada apa kau takut?". Ejek salah seorang gadis diantara mereka bertiga.

Mereka terus mendekati naruto, hingga saat jarak mereka tinggal 30 cm. Salah seorang gadis mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.

"A-Apa y-yang ingin k-kalian lakukan dengan pi-pisau itu?". Tanya naruto ketakutan.

Mereka terus mendekat hingga jarak salah seorang gadis yang memegang pisau itu dekat dengan naruto. Naruto sudah terpojok. Di belakang dia hanya ada sebuah tembuh.

"Hentikan itu! kumohon". Pinta naruto saat gadis itu mendekat kan pisau itu ke naruto.

Crasss!

"AAAAAAAA".

.

.

.

.

TBC

Ohayou Minna~ #Melambai-lambai, Saya author baru nih. Ini sebenarnya fic pertama saya yang pada awalnya saya luncurkan di wattpad dan saya berterima kasih atas dukungan para readers, trus maaf ya kalau fic saya pendek #hiks T-T maklum saya masih amatiran. Dah sekiranya hanya itu yang bisa saya sampaikan. TERIMA KASIH~.