Persona 3x4 - The 2nd Chance of The Truth

Ongoing Series

by ajibana aiko

Disclaimer : Persona 3, Pesona 3 FES, Persona 3 Portable, Persona 4, Persona 4 The Golden by ATLUS with no doubt.

Warning : OC, OOC, Death Character, Crossover, Typo, ke-Ga-Je-an.

Review anda sangat berarti bagi pengembangan dan kelanjutan cerita ini. Setiap review anda adalah berharga, jadi akan saya hargai setiap review yang telah anda sempatkan tulis pada Fic ini.

Seperti kata Reborn, "Please watch(read) with your dying will!"

Thanks!


Velvet Headquarter Mansion, Velvet Hall…

Ok, jadi sekarang semua sudah berkumpul di Velvet Hall baik sisi Souji, Minato maupun Igor. Namun suasana mendadak sangat hening bagai dikuburan.

"Halo, sudah lama tidak bertemu ya, Minato?" sapa si anak perempuan berambut merah tersebut yang tampak berdiri manis didepan Minato dengan mengenakan seragam Gekkoukan. Baik Akihiko, Junpei, maupun Mitsuru belum pernah ada yang melihatnya. Apa dia murid baru?

"Ah maaf, Sanada-san, Iori-san, Kirijo-san. Kenalkan, aku Erisato Minako."

"Erisato…Minako? Hei-hei, tunggu, apa yang terjadi disini? Tolong jelaskan, Minato." Tanya Junpei bingung. "Dia siapa? Kok dia tahu nama kami?"

"Di-dia semacam, nggg…teman dekat?" kata Minato mengelak dan diterima begitu saja oleh mereka bertiga.

Minako menerawang jauh kearah lain sambil menggumamkan sesuatu yang kurang dapat dimengerti oleh Mitsuru.

"Aku ada kalau dia tidak ada, dan dia ada kalau aku tidak ada…"

"Eh?" gumam Mitsuru bingung.

Sementara itu Yosuke sedang memperhatikan Minato dengan seksama.

"Hei Naoto, kalau diperhatikan kalian mirip juga ya?"

"Dia siapa? Maksudmu anak berambut biru itu? Kalau menurutku dia lebih mirip Ichijou…" timpal Chie.

"Yah, benar juga juga sih…"gumam Yosuke. " Tapi sejak kapan aku minta pendapatmu?"

"Hei…" ucap Souji pelan.

"Ada apa, senpai?" Tanya Naoto sambil melihat kearah Souji.

"Rasanya aku pernah lihat seragam itu entah dimana…"

Semua memandang seragam yang dipakai Minako. Mereka merasa memang pernah melihat seragam sekolah itu entah dimana. Kalau tidak salah, waktu itu ada…

"Oh iya! Waktu itu! Waktu trip sekolah! Waktu itu kita mengunjungi sekolah privat kan? Aku ingat sekali waktu itu anak itu pakai baju seragam yang sama!" seru Chie.

"Kalau tidak salah namanya Gekkoukan PrivateSchool…" kata Naoto mencoba mengingat.

Mendengar nama sekolah mereka disebut, Minato dan kawan-kawan menoleh kearah kelompok Souji. Lalu karena merasa sedang diperhatikan, mereka juga menoleh kearah kelompok Minato. Maka terjadilah adegan saling berpandang-pandangan selama beberapa waktu yang dihentikan oleh Marie.

"Hentikan tatap-tatapan bodoh ini. Bagaimana kalau kalian dengarkan penjelasan Igor lebih dulu?" lerainya datar sambil kemudian beralih memandang Igor diikuti yang lain. Igor tampak memandangi semua orang didalam ruangan itu yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.

"Jadi, semua sudah berkumpul sekarang…"Igor membuka pidatonya (?)

Mendadak menjadi sangat hening. Tidak ada yang berani berbicara, bergerak ataupun bernafas (?!)

"Tuan Arisato Minato…kau sudah yakin dengan 3 orang yang kau bawa?"

"Ya…" jawabnya singkat.

"Lalu, Tuan Seta Souji…kau sudah yakin dengan 3 orang yang kau bawa?"

"Seperti yang anda lihat.."jawab Souji singkat.

"Baiklah kalau begitu."

Igor segera mengumpulkan semua kartu di atas mejanya. Ia menumpuknya menjadi satu dan kartu-kartu itu langsung melayang berputar disekitarnya. Jumlah kartunya bukan 22 tapi ada 23. minato berpikir mungkin ia salah lihat, namun kartunya tetap berjumlah 23. Sedangkan Souji berpikir apakah Igor akan mengeluarkan bola kecil berwarna kuning itu lagi. Namun setelah kartu-kartu Arcana itu menjadi satu tumpukan lagi, mendadak ada satu kartu yang terbang dengan bebas diatas kartu-kartu Arcana yang lain.

"I-itu apa?" Tanya Akihiko bingung.

Kartu melayang itu membalikan diri menghadapkan jenis Arcananya kearah Souji, Minato dan yang lainnya. Kartu itu bergambar sebuah buku juga lentera lilin didepannya. Nomornya adalah XXII. Igor mengambil kartu itu lalu menjelaskan Arcana apakah gerangan yang barusan itu.

"Ini adalah The Truth. Terima kasih karena kalian boleh menyelesaikan tahap ini sehingga kartu Arcana ini dapat bangkit lagi setelah sekian lama. Ini adalah Arcana langka, kalian tidak akan dengan mudah menemukan pemilik Arcana ini. Sebelum kalian membuat social link dengan Arcana ini, kalian harus tahu siapakah pemegang Arcana ini. Beritahukan padaku siapa yang mempunyai Arcana ini, maka aku akan memberitahu kalian fusion tertinggi dari Truth Arcana." Jelas Igor panjang lebar.

"Fusion tertinggi?" gumam Souji dan Minato pelan.

"Anggap saja ini seperti permainan. Siapa yan gdapat memberitahuku pemilik Arcana ini lebih dulu, akan kuberi tahu juga Fusion paling tinggi Arcana The World atau The Universe."

"Fusion paling tinggi?" gumam mereka lebih keras dengan mata berkilat.

"Tapi apa gunanya Fusion itu?" Tanya Minako yang dari tadi belum kebagian berbicara sebagai salah satu protagonist.

"Persona-persona hasil fusion itu akan dipakai untuk melawan Last Boss kalian…" jawab Igor sambil terkekeh.

Semua diam sejenak untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

"La-last boss?! Bukankah kami sudah melawan Nyx?!" Tanya Mitsuru.

"Tapi kan Izanami sudah dikalahkan!" Protes Chie ( entah dia tahu dari mana soal Izanami)

"Hades…" kata Igor pelan dengan senyum misterius.

"Hades?" gumam Yosuke.

"Dialah alasan mengapa Tartarus muncul lagi dan mayonaka arena itu ada kembali dan lebih berkabut dari sebelumnya."

"Tartarus?" Tanya Naoto.

"Mayonaka arena?" Tanya Junpei.

"Jika kalian setuju untuk mengikuti 'permainan' ini, silakan tanda-tangan disini." Lanjut Margaret diiringi Elizabeth dan Theodore yang membawa sepucuk kertas ke masing-masing kubu. Ketika Minato hendak menandatangi surat kontrak itu, Minako menghalanginya sejenak.

"Di mana Hades akan muncul?" Tanya Minako pada Igor. " Mayonaka Arena atau Tartarus?"

Setelah terdiam sejenak Igor hanya mengeluarkan senyum misteriusnya sambil bertepuk tangan keras.

"Pertanyaan bagus…" jawabnya singkat, "aku bahkan tidak tahu."

Semua hanya memandang Igor dengan wajah datar dan sweatdrop. Igor hanya tertawa terkekeh.

"Tapi ramalanku bilang ia akan muncul ditempat yang tidak terduga." Lanjutnya lagi. "Jadi bersiaplah."

Semua hanya saling memandang masing-masing dengan raut wajah antara takut dan khawatir. Namun pada akhirnya mereka memutuskan untuk tetap mengikuti permainan ini.

"Kami akan ikut. Sepertinya ini akan menarik." Jawab Mitsuru santai.

"Baiklah, partner~! Sepertinya akan menarik! Kami akan membantumu, tenang saja." Jawab Yosuke dengan senyuman lebar ala Prince of Junesnya.

Souji dan Minato pun menandatangani kontrak tersebut disusul yang lainnya. Minako pun memutuskan untuk ikut dengan kubu Minato.

Selesai sesi tanda tangan, Igor kembali angkat bicara.

"Agar permainan ini lebih menarik, kita akan mengadakan 'pertukaran'."

"Apa…maksudmu?" Tanya Minato dengan curiga.

Igor hanya diam dengan tetap tersenyum.

"Igor!" geram Souji.

Kelompok Souji dan Minato masing-masing digiring ke pintu di mana mereka masuk sebelumnya. Minako merasakan ada sesuatu yang tidak beres, namun karena sudah terlanjut menandatangi kontrak tersebut, Minako memutuskan untuk mengikuti permainan Igor.

"Terkahir, jika leader kalian masuk kedalam velvet room, aku hanya melayani mereka yang datang duluan. Setelah itu aku baru dapat memenuhi panggilan yang selanjutnya. Namun jika kalian datang di waktu yang sama, maka kalian akan tiba di tempat ini." Jelas Igor lagi. "Nah para tamu undangan sekalian, terima kasih atas kunjugan anda. Sampai jumpa lagi dilain waktu."

Kelompok Minato dan Souji pun menghilang dibalik pintu yang mereka lalui.

"Igor-sama, apa anda serius soal ini?" Tanya Margaret agak cemas.

"Toh, permainan akan tetap berjalan walaupun mereka menolak kan?"

"Maksudku soal pertukaran yang anda bilang tadi…"

"Itu maksudku, Margaret…"

Margaret hanya mengehela nafas lega.

"Ya, kalau anak-anak itu, aku yakin mereka akan bertahan…"

Igor terkekeh (lagi).

"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar rencanaku tetap mulus."

Lalu di tempat yang sama, terdengar suara teriakan Junpei dan Yosuke dari kejauhan.

"DI-DI MANA INI?!"

TBC

Thanks for the review!


The Truth (XXII (?)) *home made asli, tidak untuk ditiru di rumah #plak!*

Dalam dunia Arcana ada yang di sebut Major Arcana dan Minor Arcana

Major Arcana adalah ke 22 Arcana yang biasanya ada di persona *nggak termasuk arcana Lust/Pierrot milik Adachi*

Lalu Minor Arcana adalah kumpulan dari beberapa tipe yang masing-masing tipenya memiliki 14 deck *mirip kartu remi* dengan rincian kartu as, 2-10, page, knight, queen, dan king. Lalu tipe-tipe yang saya inget itu ada cup, sword, dll *lupa* (yang pernah main persona 3 pasti tidak asing dengan cup of queen, sword of king, dan item-item penambah stat persona semacam itu)

The Truth adalah kartu Arcana utama dari Minor Arcana yang saya buat sendiri *cari aja, nggak bakal ada di internet kalo ada juga hanya ada di fic ini dan hanya kebetulan semata (jika ada ditempat lain)*

The Truth Persona List : (SPOILER ALERT!)

- ? (Lv.165)

- ? (Lv.172)

- ? (Lv.180)

- ? (Lv.199)


Minna! Terima kasih untuk supportnya! Terutama yang udah sempat mereview cerita ini dengan susah payah *lebay* hehehe.

Special Thanks to :

- Sp-Cs : yang selalu setia mereview setiap chapter~! *recommended storynya dari saya : s/7869257/1/Persona-3-Petualangan-Sang-Kakak*

- panthera master : iza-kun, salah satu yang membantu saya mengembangkan ide cerita ini di sekolah *recommended storynya dari saya : s/7404758/1/Memories-of-Silver*

- ZukaBaka

- theo yanggakjelas

Demikianlah chapter 1 berakhir dan silakan menikmati chapter 2~ DOMO ARIGATOU dan makasih buat review-reviewnya~!