Yuuki : Sora , Sakura , karna kalian tidak dalam cerita untuk sementara , jadi Bantu Author Kay~? … Oh~ and please the Desclaimer for err… the Character of KHR~ … and please Review nya , Kay~, Minna~ … (^w^)/
Sora : *Menghela nafas*dasar Baka-Author… Sakura ..! Kau saja! And Terimakasih yang sanggaat Banyak kepada Review , Favourite and Followers kita :
Thanks for Review :
Estrella Es-teller
Hikage Natsuhimiko
agustatsumi
Favourite :
Estrella Es-teller
agustatsumi
And Followers sampai saat ini :
Urara S. H
Sherry dark jewel
Sayaku Shiina 'Shi-chan
Estrella Es-teller
agustatsumi
Sakura : Hai~ …Untuk DESCLAIMERnya :
Tentu saja bukan milik Baka-Author yang berada di atas~ …
Chapter 7 : The Tutor meet His Dame-Student part I
Reborn lalu melompat dari pohon. Saat sampai di bawah , sebuah besi metal mengayun kearahnya.
Whoossee…..
Suara angin sedikit terdengar ketika Reborn menghindari tonfa milik Hibari.
"wao". Kata Hibari menaruh kembali tonfanya ke belakang jaketnya. "Aku tidak tau jika ada seorang bayi Carnivore". Kata Hibari.
"Ciaossu…". Kata Reborn kepada Hibari.
"Hn…". Hibari lalu kembali ke ruanganya untuk menyelasaikan laporanya. Saat baru setengah jalan ia berhenti lalu menoleh kearah Reborn dari pundaknya. "Jika kau berani mangacak-acak Namimori. Kau akan tau sendiri akibatnya". Kata Hibari dengan mata menjanjikan kematian padanya.
"Haah…". Tsuna menghela nafa lelah. Ia melihat jam dinding di dalam ruangan Dewan Murid. 'emh … sudah jam 07:45. Aku masih mempunyai setidaknya lima belas menit untuk istirahat'. Batin Tsuna dalam hati. Ia sudah mengerjakan sekitar lima puluh kertas lembar yang harus di baca dan di tanda tangani. Satu lagi selesai , Tsuna merenggangkan tanganya keatas. Sudah satu jam ia terjebak di dalam tanpa ada yang membantu atau yang menemaninya tanpa ia sadari , ia tertidur.
"Tsuna , Aku dan Sakura memanggilmu Dame , karena kami ingin kau bangkit dan membuktikan kalau kau bukan salah satunya". Katanya dengan tulus dan senyuman semangat.
.
.
.
.
.
"… Suna…Tsuna…TSUNA...!". bentak seseorang yang membangunkanya.
"Emh?...Takeshi?". kata Tsuna sambil mengucek-ngucek matanya untuk menyesuaikan penglihatanya.
"Hahaha… Tsuna , kau terlihat sangat lelah , aku kira kau tidak akan bangun. Kenapa kau tidak meminta bantuanku untuk mengerjakan itu semua?". Kata Yamamoto menunjuk sekumpulan kertas yang baru dikerjakan Tsuna. "Kau tahu? Aku kan juga anggota Dewan Murid ?". kata Yamamota sambil mengerutkan alisnya.
Tsuna memang hampir selalu memaksakan dirinya untuk bekerja keras. Ia bahkan tidak ingin merepotkan atau memaksa para anggotanya untuk membantunya.
Tsuna lalu melihat expresi wajah Yamamoto dan menggelangkan kepalanya. "Emm… itu tidak apa-apa , Takeshi. Lagipula kau juga memiliki aktivitas club Baseball kan hari ini? Selain itu… Hana dan Kyoko mereka sedang sibuk dengan proyek mereka. Haru , dia tadi pagi menelponku , memberitahuku , Dia sepertinya terkena demam karena hujan kemarin". Kata Tsuna membereskan mejanya dan memasukan pulpenya kembali ke laci meja. "Selain itu , Hibari-san tadi memberitahuku untuk segera menyelesaikan ini , karena ada beberapa laporan yang harus di salin kembali".
Saat Tsuna akan memasukan pulpen , ia melihat ada kotak kecil seperti kotak cincin. 'Ini kan…'.
"Tsuna! , apa kau baik-baik saja ?". Tanya Yamamoto khawatir.
Tsuna yang dari tadi melamun langsung tersadar dan mengalihkan pandanganya ke Yamamoto. "Huh…?". Kata Tsuna dengan expresi wajah bingung.
"Kau tahu? Kau dari tadi melamun. Dan… tidakkah kita harus ke kelas sekarang ?". sambil menunjuk kearah jam dinding.
"Oh… Gomen ne , Takeshi. Aku baik-baik saja. Aku hanya…err... memikirkan sesuatu?". Tsuna mengambil kotak cincin kecil itu dari laci dan menaruhnya di saku celana , menutupnya kembali dan bersiap. "Ah… Takeshi? Bisakah kita pergi ke ruang kepala sekolah dahulu sebentar? Aku ingin menaruh laporan-laporan ini".
"Ah…Baiklah , sini biar aku bantu". Yamamoto mengambil setengah lebih tumpukan kertas yang berada di meja sehingga hanya menyisakan beberapa lembar untuk Tsuna bawa.
"Un! Arigatou , Takeshi".
"Ah , Tsuna, tunggu sebentar… tidakkah kau melupakan sesuatu?"
"Um…? Dan apa itu , Takeshi?"
Yamamoto menunjuk ke arah lengannya sendiri.
"Ah~, itu benar". Tsuna memasukan tanganya ke kantong celananya mengambil sebuah armband berwarna merah bertuliskan Student Council President dan memakainya. "Terima kasih sudah mengingatkan ku , Takeshi". Kata Tsuna dengan senyum manis ala uke miliknya.
Pipi Yamamoto memerah sedikit karenanya dan menggaruk-garuk kepalanya malu. "Itu tidak masalah , Tsuna". mengambil kembali tumpukan kertas yang akan dibawanya dan berjalan bersamaan dengannya.
Perjalanan ke ruang kepala hening dan manjadi sedikit gugup. Tidak ada yang berbicara sesaat. Koridor sekolah sudah sepi , murid-murid masuk ke kelas masing-masing sambil menunggu guru mereka datang. sehingga hanya menyisakan keheningan di koridor.
"Kau tahu Takeshi? Aku terkadang bahkan lupa jika aku seorang President Dewan Murid". Kata Tsuna memecahkan keheningan sesaat.
"Ah… itu benar , aku juga sering merasakan seperti itu. Karena kau yang hampir selalu mengerjakan kerta-kertas ini disaat kami sedang sibuk".
Mereka sampai di depan ruang kepala sekolah. Tsuna mengapit kertas yang dibawanya agar bisa mengetuk pintu.
Tokk…Tokk…Tokk…
"Masuk".
Tsuna dan Yamamoto masuk ke dalam dan menutupnya kembali. "Permisi , Pak… ini laporan-laporan yang kau minta untuk diperiksa dan ditanda tangani". Kata Tsuna.
"Terima kasih , Sawada-kun , tolong kau taruh laporan-laporan itu di meja".
Tsuna mengangguk kearah Yamamoto. Yamamoto membalas dengan anggukan dan menaruhnya keatas meja beserta dengan kertas yang di bawa sebagian oleh Tsuna.
"Jaa , kalau begitu saya mohon permisi". Kata Tsuna membungkukkan sedikit badannya seraya keluar ruangan.
Tsuna dan Yamamoto berjalan di koridor saat tiba-tiba , Tsuna berhenti , membuka tasnya mengeluarkan satu kotak makan siang berwarna biru cerah dan memberikanya kepada Yamamoto.
"Ahahaha…Tsuna , kau tidak perlu repot-repot membawakanku bekal makan siang. Demo , sankyu na ?". kata Yamamoto menggaruk kepalanya tersenyum malu.
Tsuna menggelengkan kepalanya. "Iya , tidak apa-apa kok , aku hari ini kebetulan membuat lebih". Tsuna diam sejenak. "Oh iya , Takeshi , aku ingin ke Hibari-san dahulu sebentar untuk memberikan bekal makan siang untuknya. Jika kau ingin , kau boleh ke kelas duluan".
Yamamoto menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa Tsuna , aku akan menemanimu pergi menemui Hibari".
"Ah, Arigatou , Takeshi". Kata Tsuna dengan senyum.
Tsuna dan Yamamoto sampai di depan ruang Committee Disiplin.
Tok… Tok…Tok…
Tsuna dan Yamamoto menunggu beberapa menit , tetapi tidak ada jawaban yang terdengar. Mereka berdua memandang satu sama lain.
"Maaf mengganggu!". Kata Tsuna membuka pintu ruang Komite Disiplin dan melihat kedalam. Sepi dan tidak ada orang.
"Loh? Kemana Hibari?". Kata Yamamoto masuk , melihat sekeliling ruangan. Kemudian disusul oleh Tsuna.
"Aku juga tidak tahu? Mungkin dia sedang berpatroli sekitar sekolah ?". kata Tsuna seraya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
Tsuna lalu mengeluarkan sebuah kotak makan siang berwarna ungu tua dan mgeluarkan selembar kertas note kecil kemudian menuliskan sesuatu lalu melipatnya.
Shreek … Pintu Ruangan yang berada di belakang mereka terbuka.
"Ah…Tsunayoshi-sama. Apa anda memerlukan sesuatu ?". Tanya wakil President Disiplin yang baru datang. "Jika kau mencari Kyo-san. Dia sedang berpatroli seperti biasanya".
"Err… etto… Kasukabe-san. Aku minta maaf sudah masuk sembarangan. Aku hanya ingin memberikan ini kepada Hibari-san". Kata Tsuna memberikan sebuah kotak makan siang ke wakil president Disiplin. "Bisa kau tolong berikan ini kepada Hibari-san nanti? Aku dan Takeshi akan kekelas". Kata Tsuna sembari menaruh kertas diatas kotak yang tadi ia tulis.
"Hai! Saya mengerti , Tsunayoshi-sama. Saya akan berikan kepada Kyo-san saat dia kembali". Kata Kasukabe menundukan kepalanya sedikit.
"Jaa , Arigatou , Kasukabe-san". Kata Tsuna melambaikan tangan dan pergi keluar ruangan.
Tsuna dan Yamamoto kembali ke kelas dan membukanya. Di dalam sudah ada guru pelajaran pertama yang mengajar.
"Sumimasen Sensei… Maaf saya telat. Saya tadi ada urusan sedikit di ruang Dewan murid dan ruang kepala. Takeshi tadi bersama saya untuk membantu". Kata Tsuna membungkukkan sedikit badanya dan meminta maaf.
"Ah… Sawada , itu tidak apa-apa. Saya juga baru masuk , kalian berdua boleh duduk".
Tsuna duduk di kursi bagian belakang dekat jendela. Sedangkan Yamamoto duduk di belakang Tsuna , mereka memperhatikan pelajaran.
Ding Dong… Ding Dong…
"Ah~, akhirnya~, waktunya istirahat makan siang…". Kata Tsuna sambil merenggangkan tanganya keatas.
"Ne , Tsuna?". Kata Yamamoto dari belakang. "Apa terjadi sesuatu? Kau tahu , selama palajaran aku lihat kau seperti… tegang ?"
"Eh ?". 'Jadi Takeshi tahu ya?'. Batin Tsuna dalam hati. "Iya…umm… aku hanya seperti merasakan sesuatu , itu saja Takeshi selebihnya aku baik". Kata Tsuna mencoba meyakinkan.
"Tsuna-kun , Sawada!". Kata dua orang gadis bersamaan. Salah satunya berambut orange bermata orange menghampiri mereka dengan temannya berambut hitam panjang bergelombang.
Pandangan Tsuna teralihkan ke kedua wanita yang memanggilnya tadi. "Kyoko-chan , Hana-san!".
"Yo~, Kurokawa , Kyoko!". Kata Yamamoto.
"Tsuna-kun , bagaimana jika kita makan bersama ?". kata Kyoko
Hana mengangguk. "Itu benar , Sawada! Sebagai permintaan maaf karena meninggalkanmu sendiri dengan tumpukan laporan pagi ini , aku dan Kyoko akan menemanimu makan bekal bersama". Katanya sembari melipat tanganya.
'Bukannya kita selalu makan bekal bersama'. Batin Tsuna sambil ber-sweat dropped.
"Ahahaha… tentu saja , Kurokawa , Kyoko! Itu tidak masalah!". Balas Yamamoto.
Krunyuk.. krunyuk… bunyi suara perut Tsuna tiba-tiba.
"Aahaha, kelihatanya perutku sudah mulai lapar". Kata Tsuna menggaruk kepalanya dan pipinya merona karena malu.
"Jaa~ , bagaimana kalau kita langsung ke atas ?". Kata Kyoko tersenyum.
"Un!". Tsuna , Yamamoto dan Hana mengangguk dan pergi meninggalkan ruang kelas.
Tsuna membuka pintu atap sekolah saat tiba-tiba ia disambut untuk yang kedua kalinya oleh sebuah Tonfa berwarna hitam kearahnya.
Duuakk…
Tsuna tidak sempat menghindar , dan alhasil dagunya terkena tonfa milik Hibari. "Ittee…". Katanya meraba dagunya dengan satu tangan sambil berjongkok kesakitan
"Omnivore dan kalian para Herbivore sedang apa kalian berada diatap ?".
"Memangnya kenapa jika kami berada diatap? Itu juga bukan urusanmu , Senpai!". Kata Hana berjalan ke depan menghandap Demon prefect.
"Tsuna! , Tsuna-kun!". Kata Yamamoto dan Kyoko menghampiri Tsuna.
"Tsuna-kun , Daijoubu ?".
"Un! Daijoubu desu , Kyoko-chan." Balas Tsuna sambil melirik kearah Hana dan Hibari yang mulai bertengkar. Ia lalu berdiri dan mencoba melerai keduanya.
"Hibari-san! , Hana-san! , Yamette yo~, tolong jangan bertengkar!?". Kata Tsuna sambil berdiri ditengah-tengah. Ia lalu menggerakkan badannya menghadap Hibari. "Anoo… Hibari-san… boleh kami makan siang disini? Kami tidak akan makan mendekat ke pagar dan akan berhati-hati". Kata Tsuna.
Hibari melemparkan sebuah kotak makan siang berwarna ungu kearah Tsuna. "Hmph , ". Ia lalu bergegas pergi ke bawah.
"Ah , Tsuna itu kan ?". Tanya Yamamoto.
"Un! Kelihatanya dia sudah makan terlebih dahulu".
"Tch! Apa-apan orang itu ? main pukul dan lempar sembarangan lalu pergi begitu saja!". Kata Hana emosian.
"Sudah Hana...". kata Kyoko berusaha menenangkan sahabatnya. "Bagaimana jika kita mencari tempat makan yang nyaman dan aman ?".
Mereka berjalan kearah tempat biasa mereka makan. Tsuna membuka isi kotak hanya menemukan kotak sudah kosong hanya berisi sepasang sumpit dan selembar kertas di dalamnya.
"Hei , Tsuna , itu kan kertas yang tadi kau taruh di atas kotak makan milik Hibari ?". kata Yamamoto ikut mengintip ke dalamnya.
Tsuna berhenti sejenak mengaggukan kepalanya , kemudian mengambil kertas tersebut dan membukanya.
Kyo-nii , aku membuatkanmu bekal makan siang dari rumah.
-Tsuna-
Hn , Terima Kasih.
_Hibari_
Di dalamnya ada tulisan yang tadi ia tulis dan jawaban dari Hibari. Saat Tsuna membacanya , ia tidak tahan , ia tersenyum sendiri.
Sesaat kemudian ia kembali merasakan sebuah kehadiran di sebuah pohon jauh di belakangnya. Ia melipat kembali kertas tadi dan memasukanya kedalam kantong celana. Ia kemudian berbalik menuju pohon rimbun di belakangnya.
"Tsuna! , kau ingin kemana ?". kata Yamamoto dari jauh.
Tsuna berhenti dan berbalik kearah mereka.
"Sawada! , jika kau tidak cepat makan , nanti jam istirahat keburu habis!".
"Tsuna-kun , Apa kau baik-baik saja ?".
Kata teman-temanya dari jauh. Mereka sudah duduk dan mulai membuka bekalnya masing-masing. Tsuna berlari kecil kearah mereka dan mulai ikut makan siang bersama.
"Ah~, Gomen , gomen…". Kata Tsuna manggaruk garuk kepalanya dan duduk bersama mereka.
"Apa-apaan itu? Bukanya tadi kau yang kelaparan ?". kata Hana
"kan aku sudah bilang minta maaf".
Sementara itu diatas pohon yang tadi ingin Tsuna kunjungi. Terdapat seorang bayi berjas hitam ala mafiosi mengamati mereka sambil memperlihatkan senyum predator yang akan memburu mangsanya. "Hmm~, mereka menarik bukan , Leon". Sedangkan partnernya yang tadi ia sebut hanya mengangguk dari tempatnya berada.
To Be Continue ...
Yuuki :Oi! Kenapa Liburanya nggak kerasa!?
Sakura : Gimana nggak kerasa ? Orang situ aja tidur-tiduran terus..
Sora : Ne~ … Kenapa si Kyoya jadi Tsundere yak sama Tsu-chan?
Yuuki : eh ? bukanya dia emang Tsundere yak ? ( =-=)a
Anyway , See you in next Chapter ( ^w^)/
