Pair : Taekook, Minyoon, Namjin, etc
Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya
Rate : T – M
Genre : Romance, Friendship
Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !
Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…
.
.
-In Tempore-
.
.
Happy Reading !
.
.
Chapter VI : Distraction!
.
.
Baekhyun kesal sekali hari ini. Harusnya sekarang ia sudah terlelap dan memimpikan hal-hal yang indah bersama suaminya, tapi karena anak Sulungnya buat ulah terpaksa ia masih terjaga dan mengurusi Taehyung yang mabuk. Dia tahu selalu jika Taehyung tidak akan bisa dan tidak mau disentuh oleh maid di rumah itu, dan sekarang Baekhyun sedang menggantikan pakaian Taehyung yang masih melontarkan ucapan-ucapan yang random.
" Mom ! Jungkookie, aku benar-benar mencintainya, geunde.. hiks hiks " tutur Taehyung yang kemudian menangis, Baekhyun hanya menggeleng sebelum mengambil piyama milik Taehyung.
" Kalau kau mencintai Jungkookie, kenapa kau mencium Nayeon ?" tanya Baekhyun, siapa tahu Taehyung mau menjawabnya.
" Molla ! Jungkookie dicium eunwoo, Mom ! Aku tidak suka, tidak suka Mom ! Dadaku sakit Mom ! perih sekali, hiks hiks" teriak Taehyung, matanya sayu berusaha untuk memberontak, mencoba mewakili kekesalannya. Taehyung itu masih terlihat kecil dimata Baekhyun, dia benar-benar menyayangi anaknya ini, sama seperti dia menyayangi Jennie, Bambam maupun Yoongi. Mereka semua lemah sekali jika berhadapan dengan cinta.
" Benar-benar gen Chanyeol. Harusnya kalau kau cemburu katakan kepada Jungkookie jangan melampiaskan ke hal-hal bodoh seperti tadi, arra ?" Taehyung semangat sekali mengangguk, entah apa yang ia angguki.
" Taehyung-ah, Mommy hanya ingin kau baik-baik saja. Kau berakhir dengan Jungkook, nak " Baekhyun memaksa Taehyung tidur, duduk sebentar disana mengelus rambut putranya. Hal yang sangat Taehyung sukai.
" Mommy tidak akan tahu lagi jika Mommy menemukanmu di kamar hotel dengan wanita itu. Jungkook benar-benar tidak akan mau menikah denganmu " nafas teratur sudah terdengar jelas dari Taehyung. Sudah tidur rupanya. Baekhyun mengecup dahi anaknya itu sebelum keluar dari kamar Taehyung di Mansion mewah itu.
..
Pagi ini Chanyeol pulang dari perjalanan bisnisnya, ikut sarapan bersama dengan keluarga tercinta. Taehyung ikut duduk dengan wajahnya yang berantakan.
" Kau kenapa, Taehyung ?" tanya Chanyeol, mengamati Taehyung. Wajahnya lesu dan suram.
" malam tadi hyung mabuk, Dad !" celetuk Bambam. Kaki Jennie langsung saja menyenggol kaki Bambam dibawah. Mengodekan jika dia lebih baik diam saja. Jungkook yang berada di samping Bambam melihat ke arah Taehyung yang ada di depannya, memang bukan seperti dia yang biasanya rapi. Rambut yang mulai panjang, mata yang masih merah dan raut yang tidak bisa dikatakan baik.
" Mabuk ? Taehyung-ah ?" Chanyeol meminta penjelasan, menatap dalam kepada Taehyung.
" Yeobo, sudahlah " ucap Baekhyun yang sedang menenangkan suaminya itu. Dia tahu benar jika Chanyeol tidak menyukai anak-anaknya itu mabuk sembarangan, berantakan tanpa alasan.
" Jangan bekerja hari ini, temui Daddy di ruangan Daddy sehabis ini " Chanyeol menyudahi makannya dan beranjak dari sana, tentu saja Baekhyun mengikutinya dari belakang.
" Kau selalu saja cari gara-gara, Bam " Jennie menoyor kepala adiknya itu.
" Siapa suruh dia mencumbu wanita jalang itu ? Kau tidak tahu Jungkookie pasti sangat sedih, pasti sangat menyakitkan Noona !" tanggap Bambam yang menatap nyalang ke arah Taehyung. Taehyung yang mendengar ucapan Bambam itu langsung pergi dari sana dan menuju kamarnya, sejujurnya dia cukup terkejut mendengar ucapan adik bungsunya mengenai dia mencium jalang. Dia harus menghubungi salah satu dari teman yang diajaknya ke Club tadi malam
" Yeoboseyo, Jackson-hyung"
/" ada apa Tae ?"
" Apa yang aku lakukan saat aku tidak sadar malam tadi hyung ?"
/" Kau benar-benar tidak sadar kalau kau benar-benar mencium Nayeon? Astaga itu adalah French-kiss, Tae !"
" Astaga, aku harus apa sekarang ?"
/" Apa maksudmu ? harusnya kau senang bisa bercumbu dengan wanita seksi seperti dia"
" Sudahlah, terimakasih hyung"
/" Tapi, kenapa intern itu bisa ikut dengan Bambam dan ibumu ke Club Tae?"
" Intern ? Jungkook disana ?"
/" Iya dan dia melihat semuanya, ya begitu lah sebelum kau dibawa ibumu pulang "
" Hyung?"
/" Hm ?"
" Hanya berciuman saja kan? Tidak melakukan yang lain ?"
/" Hm, hanya berciuman. Nayeon sih menyuruhnya kalau bisa—"
"—Apa hyung ?"
/" Oh Ani ! benar, kau hanya berciuman saja tidak melakukan apa-apa lagi setelah itu. Sudah ya Tae, aku mau bersiap-siap mau ke kantor. Kau kerja hari ini ?"
" Tidak hyung, aku ada keperluan mendadak. Kau izinkan aku ya hyung, bye"
Taehyung benar-benar pasrah sekarang. Jungkook yang akan memutuskan tali pertunangan mereka. Jika iya dia mencium Nayeon seperti laporan Bambam dan klarifikasi yang dikatakan oleh Jackson maka benar-benar malapetaka untuk hubungannya dengan Jungkook. Jungkook tadi juga hanya diam di meja makan. Hanya sesekali berserobok tatap tapi kemudian Jungkook memutuskan tatapan mereka dan mengalihkan pandang darinya.
" Hah, kau bodoh Kim Taehyung !" umpatnya sendiri. Diluar Baekhyun memanggilnya agar segera menemui kepala keluarga di Mansion itu.
" Tae, kau di dalam ? Daddy memanggilmu, nak !" ujar Baekhyun, meskipun Baekhyun cerewetnya minta ampun tapi bagi panggilan 'nak' yang dikeluarkan dari bibir kesukaan ayahnya itu adalah suatu penenang untuk Taehyung.
" Iya Mom !" Taehyung keluar dari kamar itu dan menatap ibunya sebentar, senyuman kecil yang lagi-lagi dapat memberi semangat kepada Taehyung.
Memasuki salah satu ruangan di dalam kamar kedua orangtuanya membuat Taehyung sedikit tegang. Chanyeol memang memiliki kebiasaan untuk memanggil anak-anaknya jika bermasalah. Berbicara dan mengetahui apa yang terjadi dengan anak-anaknya.
Taehyung duduk di depan ayahnya, di depan Chanyeol yang hanya dibatasi oleh sebuah meja kaca.
" Dad !" ucap Taehyung.
" Lanjutkan " perintah Chanyeol.
" Aku benar-benar tidak mengerti, awalnya aku hanya ingin melepaskan beban yang sangat aneh aku rasakan. Dadaku sakit saat melihat—saat mendengar cerita bahwa Jungkook dicium oleh salah satu rekan kerjaku. Aku tidak mengerti Dad ! aku pergi ke Club dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu " cerita Taehyung.
" Kau mencintai Jungkook ?" Taehyung mengangguk mantap.
" Bagaimana jika Jungkook membatalkan pertunangan kalian?" tanya Chanyeol lagi. Melihat anaknya kacau adalah hal yang sangat jarang dilihat oleh Chanyeol. Apalagi itu Taehyung, manusia yang belakangan ini identik dengan tuntutan untuk sempurna terhadap sesuatu.
" Andwe ! aku tidak mau " jawab Taehyung tegas.
" Bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti itu sementara kau selalu membuat masalah dan menyakiti Jungkook. Mommy-mu sangat murka ketika Daddy membelamu" tanggap Chanyeol.
" Dad ! aku benar-benar tidak ingin membatalkan pertunangan ini Dad ! aku mencintainya. Aku tidak bisa Dad !" pinta Taehyung. Taehyung tidak akan pernah bisa melepaskan Jungkook.
" Daddy tadi sudah berbicara dengan Jungkook. Dia tidak akan membatalkan tunangan untuk sementara, tapi dia ingin jarak, dia ingin adanya ruang diantara kalian " ucap Chanyeol lagi. Taehyung diam, menimbang apa yang dikatakan Daddy-nya, permintaan Jungkook-nya.
" Tak apa Dad ! asal dia tidak membatalkan pertunangan kami" jawab Taehyung pasrah. Syukur jika Jungkook tidak melakukan hal yang bisa membuat Taehyung hancur kembali.
Baekhyun masuk ke dalam ruangan itu dan menghidangkan kopi untuk mereka. Duduk di sebelah Chanyeol dan menatap kepada Taehyung yang masih menunduk itu.
" Mobilmu Mommy sita " ucap Baekhyun dengan Taehyung mengusap mukanya kasar.
" Mom ! Please !" pinta Taehyung, dia benar-benar tidak ingin mobilnya disita, kesayangannya.
" Tidak Taehyungie , keputusan Mommy sudah bulat . Mobilmu akan Mommy kembalikan saat kau dan Jungkook benar-benar sudah bersatu. Kau mengerti maksud bersatu disini, kan ? Terus ATM juga Mommy sita, kau hanya boleh memakai gajimu sendiri. Dan Apartemenmu Mommy pindahkan ke sebelah apartemen Daniel, biar wanita itu tidak mencecoki kalian lagi" telak Baekhyun. Walaupun Taehyung jarang menggunakan ATM yang Baekhyun berikan tapi Taehyung kadang-kadang juga membutuhkannya untuk berjaga-jaga jika memerlukan dana darurat.
" Tapi dia nanti bagaimana ?" tanya Taehyung lagi.
" Kau masih memikirkannya ? wanita itu ? apa kau hanya membual tadi berbicara mengenai cinta terhadap Jungkook ?" tanya Chanyeol, sedikit heran dengan simpati anaknya itu.
" Ani Dad ! hanya saja aku merasa kasihan " jawab Taehyung singkat.
" Biarkan saja dia, dia menyakiti kesayanganku, dia menyakiti Jungkookie-ku " cemberut Baekhyun, membayangkan wajah wanita jalang yang sangat senang mencumbu anaknya. Benar-benar membuatnya jijik.
" Sudah sayang, Jungkook baik-baik saja" Chanyeol menenangkan.
" Tidak Yeollie, Jungkook tidak baik. Aku kasihan melihat dia menangis malam tadi " jawab Baekhyun. Taehyung membulatkan matanya tidak percaya, Jungkook menangis. Dia sudah membuat Jungkook menangis.
" Nanti siang Han-Ahjusshi akan membantu memindahkan barang-barangmu ke apartemen baru. Jungkook akan memiliki kamar sendiri. Jangan buat ulah yang membuat Jungkook semakin ingin memutuskan pertunangan kalian, mengerti ?" ucap Baekhyun lagi. Taehyung hanya mengangguk pasrah.
" Terus aku ke kantor pakai apa, Mom ?" tanya Taehyung.
" Kau pikir saja sendiri, Bus juga ada. Kau sudah besar dan gunakan otakmu itu dengan baik" jawab Baekhyun sedikit garang, sangat lucu di depan mata suaminya.
" Sudah sayang, jangan memarahi Taehyungie terus " cegah Chanyeol. Kalau saja tidak ada Taehyung disana, sudah habis istrinya itu.
" Dia benar-benar sepertimu saat muda dulu, Yeollie. Ceroboh !" ucap Baekhyun. Taehyung hanya menghela nafas melihat tingkah ibunya itu, benar-benar ingin menjerat Daddynya sekarang. Tidak habis pikir Taehyung, mereka sudah punya anak besar-besar tapi masih saja sering bercinta dan mengumbar mesra tidak tahu tempat.
Chanyeol tertawa dan mengusap punggung tangan istrinya itu.
" Urusan kita sudah selesai Tae, atau kau mau menjadi penonton untuk melihat adegan yang berunsur live-porn dan smut setelah ini ?" tanya Chanyeol.
" Hm, how about Threesome? Daddy berminat ?" kata Taehyung sambil menaikkan alisnya, membuat Baekhyun membulatkan matanya tidak percaya. Ayah dan anak yang ada di dekatnya sekarang benar-benar kepala berotakkkan mesum.
" Ya ! keluar kau, cepat! Anak kurang ajar " umpat Baekhyun dengan mukanya yang memerah.
" Sayang, sudah ! jangan marah-marah. Tae sana keluar, Mommy-mu murka dan Daddy jadi korban setelah ini " ucap Chanyeol sambil menahan tangan Baekhyun yang ingin lepas darinya.
"hahaha, Calm down Mom ! Ingat jangan menambah adik untukku lagi, cukup Bambam yang terakhir Dad, Mom !" ucap Taehyung sebelum meninggalkan mereka, sadar diri sudah diusir tidak langsung oleh ayahnya sendiri.
..
Taehyung keluar dari kamarnya itu, berlalu menuju kamar Bambam. Ia tahu Bambam hari ini tidak kuliah.
" Ya! Kalau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu hyung" kesal Bambam yang tengah duduk di kasurnya, sedang menonton televisi di kamarnya itu. Awalnya ia ingin melakukan video call dengan kekasihnya yang tengah bekerja namun urung karena sang kakak masuk ke dalam kamarnya itu. Taehyung hanya melengos dan menidurkan diri berbantalkan paha Bambam.
" Kau semakin mirip Mommy, Bam. Sangat cerewet. Padahal noona-mu tidak secerewet kau dan Mommy " ucap Taehyung, memejamkan matanya.
" Kau dan Noona kan lebih banyak gen Daddy yang menurun. Kalian sok cool. Daddy akan berbeda jika sudah berurusan dengan Mommy, Noona juga akan sangat beda jika sudah dengan Sungjae-hyung. kau juga, kan ?" tanya adiknya itu.
" juga apa ?" tanya Taehyung balik.
" Juga aneh jika berurusan dengan Jungkookie. Hyung !" Bambam memperhatikan kakak tertuanya itu. mereka sempat renggang karena Taehyung yang memutuskan untuk tinggal terpisah di apartemen. Bambam sempat marah karena keputusan hyung-nya itu. Dulu Bambam tidak akan bisa jika tidak tidur dengan Taehyung, dia benar-benar manja dengan kakaknya itu. tapi setelah semuanya dia mengerti bahwa hyung-nya juga membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri.
" Hm ?" gumam Taehyung.
" Jangan sakiti Kookie ya hyung, Kookie.. aku sangat senang jika dia menjadi iparku. Menjadi pasangan hidupmu. Aku juga melihat Mommy sangat menyayanginya. Dari sekian banyak orang-orang yang ingin menjadi kekasihmu ke rumah ini hyung seperti Mina, Sana, Ren, Mommy tidak pernah menanggapi mereka. Berbeda dengan Jungkook. Jangan kau sia-siakan dia hyung" pinta Bambam. Taehyung tak habis pikir semua orang yang ada dirumahnya sangat menyayangi Jungkook. Pemuda yang berwajah polos dan innocent itu.
" Aku saja tidak hafal mereka yang datang ke rumah, Bam. Tapi jika dia tidak menyukaiku dan membenciku, aku bisa apa, Bamie ?" tanya Taehyung balik. Sebenarnya itu juga iya tujukan untuk dirinya sendiri. Bagaimana jika Jungkook tidak mau memaafkannya? Bagaimana jika Jungkook benar-benar membencinya setelah ini ?
" Seharusnya kau berjuang untuk perasaanmu, hyung " jawab Bambam.
" Bam !" kini giliran Taehyung yang memanggil adiknya itu. dan dibalas gumaman oleh Bambam.
" Kau diapakan oleh Mark-hyung sampai kau menjadi dewasa seperti ini, hm ?" tanya Taehyung. Bambam memang memacari laki-laki yang tuanya satu tahun diatas Taehyung, sepantaran dengan Namjoon.
" Apa ? kau ini bicara apa, hyung ? Mark-hyung tidak pernah melakukan apa-apa terhadapku " jawab Bambam.
" Kau yakin ?" tanya Taehyung yang kemudian duduk dan memandang adiknya yang sudah tumbuh dewasa dengan cepat.
" hyung !" teriak Bambam, mukanya memerah. Taehyung telak tertawa karena kelakuan Bambam.
" Kau jangan melangkahi hyung-mu ini ya, kau jangan menerima lamaran Mark-hyung jika dia meminta. Aku yang menikah duluan, setelah itu Jennie dan baru kau " ucap Taehyung sambil mengusah rambut adiknya itu sebelum keluar dari kamar adik bungsunya.
" Ya ! mana bisa hyung, keluarga Mark-hyung sudah mendesakku untuk menjadi menantu mereka " teriak Bambam yang tidak ditanggapi Taehyung.
..
Taehyung tertidur di kamarnya sendiri, sampai Chanyeol membangunkannya.
" Tae.. Wake up boy!" ucap Chanyeol menepuk pelan lengan Taehyung. Taehyung yang merasa dibangunkan langsung mengerjapkan matanya.
" Eoh ? Ada apa Dad ?" tanya Taehyung dengan suara seraknya. Melirik jam yang ada dinding. Jam sebelas, berarti dia tidur tiga jam, dan Daddy-nya sudah selesai bermain dengan Mommy.
" Kau ikut dengan Daddy, bertemu dengan kolega dan makan siang dan nenekmu " ucap Chanyeol. Taehyung hanya mengangguk pasrah.
" Cepat, dan Daddy tunggu di bawah " ucap Chanyeol sebelum meninggalkan Taehyung untuk berganti baju.
..
Taehyung menaiki mobil mewah itu dan duduk di samping Daddynya.
" Sebentar sekali main dengan Mommy, Dad !" celetuk Taehyung. Tangannya mengotak-atik dashboard mobil ayahnya itu.
" Daddy harus bertemu dengan kolega penting kali ini, dan Mommy-mu juga akan pergi arisan nanti siang " jawab Chanyeol. Chanyeol memang tidak pernah membatasi topik pembicaraan dengan Taehyung, anak pertamanya itu adalah teman cerita yang sangat menyenangkan.
" Aku kira kemampuan kalian akan berkurang seiring umu—Awww.. saki Dad !" Taehyung mengeluh karena pukulan di kepala dari ayahnya.
" Umurku boleh tambah tua, permainan ranjangku tidak pernah diragukan, kau bisa membuktikannya nanti kalau kau sudah menikah dengan Jungkook. Bercinta itu sangat menyenangkan " tanggap ayahnya.
" Aku menikah dengan Jungkook, ya Dad ? apa bisa ?" Pasrah Taehyung.
..
Taehyung merasa sangat bosan karena menunggui Daddynya yang sedang membahas salah satu proyek pembangunan Hotel di Pulau Jeju dengan koleganya. Taehyung sangat mengerti dengan pembahasan ini, selain dia anak Desain Grafis, Taehyung juga sudah menjejali jurusan Arsitektur saat dia kuliah dulu. Game adalah hobby-nya sementara Passion-nya berada di Arsitektur, jadilah si sulung Kim itu mengambil 2 jurusan saat dia kuliah.
" Untuk selanjutnya, nanti sekretaris saya akan menghubungi anda untuk kelanjutannya. Saya permisi karena ada urusan lagi Tuan Kang" Chanyeol keluar dari tempat rapat itu dan ikuti oleh Taehyung yang mengekor dibelakangnya. Mereka pergi ke tempat makan untuk menemui ibu Baekhyun.
" Grandma.. " Taehyung berlari dan memeluk tubuh lelaki yang sudah tua namun masih cantik itu.
" Aigoo.. cucuku.. ayo duduk dulu. Chan duduk " ucap Heechul kepada mereka. Disana juga ada seorang pria lagi yang sedang tersenyum kepada mereka. Dia hendak memeluk Taehyung tapi langsung saya di halangi oleh Chanyeol.
" Posesif sekali sih " ucap Daehyun, laki-laki yang dihalangi Chanyeol.
" Tidak sudi anakku, kau peluk Dae " ucap Chanyeol.
" Dad, jangan seperti itu kepada papa, aku juga merindukan Papa Dae" Taehyung langsung memeluk Daehyun, sudah lama mereka tidak bertemu. Taehyung harus terhuyung ke belakang kerena Chanyeol menarik bajunya dan memisahkan pelukan mereka.
" Jangan lama-lama pelukannya " tukas Chanyeol tidak suka dengan keakraban mereka. Ayah Taehyung itu dia, bukan Daehyun.
" Sudah sudah, duduk dulu, ayo makan siang " ucap Heechul menahan tawa melihat mereka.
..
" Jadi kapan Grandma datang ?" tanya Taehyung penasaran.
" Baru saja Tae, makanya Grandma mengajak Daddymu makan siang" jawab Heechul.
" Dan kenapa eomma datang dengan dia ?" tanya Chanyeol, Daehyun adalah orang yang sangat bisa membuat moodnya berantakan.
" Dia kan wakilku, Chan. Tidak perlu kau simpan cemburumu itu lagi " jawab Heechul, tertawa melihat wajah menantunya itu yang jauh dari raut menyenangkan. Sebut saja bahwa Daehyun itu adalah orang yang dahulu tunangan Baekhyun, yang dijodohkan dari kecil. Namun naasnya, sangat berumur 17 tahun Baekhyun melakukan hubungan badan dengan sahabatnya, Park Chanyeol. Daehyun yang saat itu yang juga tidak mencintai Baekhyun, atau lebih tepatnya hanya menyayangi Baekhyun sebatas adik malah membatalkan pertunangan mereka dan meminta mereka untuk menikah. Baekhyun hamil anak sahabatnya sendiri kala itu. tentu saja mereka senang, mereka yang sebenarnya saling cinta hanya menjadikan sahabat jadi label hubungan. Saling perhatian dan saling cemburu satu sama lain sangat mereka rasakan.
" Entahlah Daddy, Mommy juga sudah menjadi istrimu, kenapa masih cemburu dengan Papa" ucap Taehyung. Dan mengenai Taehyung, dia juga menganggap Daehyun sebagai orangtuanya. Dahulu waktu Taehyung masih berusia lima bulan dalam kandungan Baekhyun, Baekhyun ngidam ingin berada di dekat Daehyun. Selama sebulan istrinya mengekori Daehyun kemana-mana telak membuat Chanyeol benar-benar cemburu. Ditambah Taehyung yang memiliki wajah lebih mirip dengan Daehyun dibanding Chanyeol, ayah sendiri. Chanyeol cukup heran kenapa hasil spermanya menjadi mirip dengan Daehyun meski sifat mesum Taehyung memang turun seratus persen dari dirinya.
" Anak pintar !" ucap Daehyun sambil mengacungi jempol kepada Taehyung.
" Diamlah kau !" sarkas Chanyeol.
" Grandma nanti menginap di Mansion ? tidak langsung pulang ke Boston, kan ?" tanya Taehyung.
" Iya, nanti Grandma tidur di Mansion, Grandma pulang besok karena masih banyak urusan di Boston, Grandpa-mu juga tidak bisa ditinggal lama-lama " jawab Heechul seadanya. Dia memang bukan orang yang bisa diam duduk manis. Dia masih turut ikut campur dan masih menjadi Presiden Direktur disalah satu cabang Perusahaan besar milik suaminya.
.
.
Dari tadi Jeonghan hanya menatap Jungkook. Menatap pemuda manis yang sedang membantu Seongwoo dan sesekali mereka tertawa. Jimin memukul lengan Jeonghan dan membuyarkan lamunannya.
" Kau memikirkan apa ?" tanya Jimin penasaran.
" Aku hanya tidak menyangka tentang yang kemarin, tentang Jungkook " ucapnya.
" Semua orang memang tidak tahu. aku saja tahu karena aku kekasih Yoongi-hyung sementara Seongwoo tahu karena Daniel kan satu gedung apartemen dengan Taehyung. Kau tidak usah heran begitu" tanggap Jimin, Jeonghan mengangguk.
" Aku juga tidak menyangka jika Eunwoo melakukan hal yang seperti kemarin " ucapnya lagi. Agak pelan namun masih terdengar oleh Jimin. Mereka berdua mengarahkan pandangan kepada Eunwoo yang sibuk melakukan pekerjaannya, berkolaborasi dengan Hoshi.
" Jungkook, kau bisa membantuku? " ucap Eunwoo kepada Jungkook. Jungkook hanya menggeleng. Setelah peristiwa itu Jungkook menghindari Eunwoo, benar-benar tidak nyaman. Orang-orang yang mengetahui juga merasakan Jungkook berusaha untuk tidak dekat lagi dengan pemuda tampan itu.
" Dia sedang membantuku, Eunwoo. Kau minta saja yang lain untuk membantu pekerjaanmu " ucap Seongwoo. Dia merasakan kalau Jungkook membutuhkan pertolongannya.
" Terimakasih,hyung " bisik Jungkook. Seongwoo hanya tersenyum kepada intern imut itu. mereka kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
" Aku tidak menyangka jika Taehyung tidak masuk kerja hari ini " ucap Hoseok sedikit kencang. Jungkook mengarahkan pandangannya kepada pemuda itu, dia duduk di dekat Jackson. Mereka memang sering sekali mendapatkan bagian tugas berdua. Dan malam tadi, Jungkook jelas betul melihat mereka berdua di Club bersama Taehyung, tidak merasa bersalah sedikitpun karena membuat Taehyung mabuk.
Jungkook sempat menaruh benci kepada mereka berdua. Tapi ia urungkan karena Jungkook sadar dia tidak tahu apa-apa tentang mereka dan dia masih terlalu baru untuk lingkungan mereka.
" Memangnya kemana Taehyung ? kenapa dia tidak bisa datang hari ini ?" tanya Jeonghan. Sedikit penasaran, mereka yang ada disana juga penasaran kenapa pemuda dingin itu tidak berangkat hari ini.
" Taehyung mabuk malam tadi, dan di jemput oleh ibunya" jawab Jackson.
" Taehyung mabuk ? kenapa bisa ?" tanya Jimin, tidak menyangka jika sahabatnya itu mabuk. Jarang sekali Taehyung akan melakukan hal-hal seperti itu.
" Iya, malam tadi dia ikut ke Club bersama kami " kali ini Hoseok yang menjawab. Seongwoo menatap Jungkook, meminta penjelasan. Dia hanya tersenyum lirih, belum saatnya bercerita kepada orang yang dia anggap dekat itu sekarang.
" Kenapa kalian membuatnya mabuk ?" tanya Daniel.
" Kalian kan tahu sekali jika Tae-hyung sangat tidak suka minum. Kalau ke Club juga Tae-hyung hanya minum soda. Kalian bertaruh ?" selidik Daniel. Daniel tahu benar jika kedua orang itu termasuk orang yang sudah bertaruh dengan segala hal.
" Tidak, kami tidak melakukan itu !" jawab Jackson.
" Pembual, katakan apa yang terjadi sebenarnya " ancam Jeonghan. Menurut mereka semua yang ada disana, Jeonghan akan berubah menjadi menyeramkan jika pemuda cantik itu marah.
" Se—serius Jeonghan-ah, ka—kami tidak berbohong" ucap Hoseok takut-takut. Dia memandang ke arah Jackson meminta bantuan.
" Jeonghan, benar kata Hoseok, kami tidak berbohong " ucap Jackson tenang.
" Terserah kalian sajalah. Tapi ingat, jika aku tahu kalian berbohong dan membuat Taehyung mabuk dengan sengaja, kalian akan berurusan denganku" ucap Jeonghan dingin.
Mengamati percakapan dan debat kecil mereka membuat Jungkook sedikit berpikir mengenai kejadian malam tadi. Tentang Taehyung yang dibuat mabuk dengan sengaja, mengapa dia tidak berpikiran sampai sejauh itu. Dia juga ingat ketika mereka saat mengadakan makan malam bersama dengan angota tim department mereka, Taehyung hanya meneguk birnya segelas. Setelah itu pemuda tan itu melanjutkan dengan soda.
" Kalian ini selalu saja berdebat, sudah masuk jam makan siang. Kita istirahat dulu " ucap Jaebum yang dari tadi hanya diam mengamati mereka. Mereka semua mengangguk menuruti perkataan atasan mereka.
" Jungkook, ayo ikut makan siang dengan kami, it's Uke time !" ucap Seongwoo, Jungkook hanya mengangguk lucu. Jeonghan mengusak rambut Jungkook karena gemas.
" Sayang, kau tidak makan siang denganku ?" tanya Daniel. Pemuda tampan itu cemberut membuat Jimin harus menyikut perutnya.
" Agghh.. sakit hyung !" jerit Daniel.
" Daniel, hari ini aku makan siang dengan mereka dan Jin-hyung , tidak apa-apa kan ?" tanya Seongwoo, meminta izin kepada kekasihnya itu.
" Kau harus mengizinkannya bocah ! tidak baik memonopoli kekasihmu terus " ucap Jeonghan.
" Jeonghan-noona, tap—"
" –Ya ! aku memang uke tapi aku masih lai-laki, sialan !" umpat Jeonghan. Daniel senang sekali memanggilnya seperti itu.
" Ya, ya, ya, pergilah dengan mereka sayang. Tapi jaga mata dan hatimu Oke ! aku mencintaimu " Daniel mengecup bibir Seongwoo sebelum keluar dari ruangan mereka. Membuat yang ada disana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Daniel.
" Dasar kelebihan hormon!" ucap Seongwoo.
" Tapi kau menikmatinya, pasangan penuh dosa!" tanggap Jimin. Dan Seongwoo hanya terkekeh mengiyakan.
.
.
Mereka memasuki kantin perusahaan mereka, Jungkook berjalan berdampingan dengan Jimin sementara Seongwoo dan Jeonghan berjalan di depan mereka
" Itu Jin-hyung " ucap Jeonghan sambari menunjuk Jin yang berjalan bersama Namjoon dan Yoongi. Dan di gendongan Jin ada anak kecil yang sangat riang sekali.
" Wonie ? hyung ayo kesana " ujar Jungkook yang terlanjur semangat melihat Jiwon yang ada bersama Jin.
" Sabar Jungkookie, disana ada Yoongi-hyung " tanggap Jimin. Padahal dia ingin menghindar dari kekasihnya itu. dia masih melakukan aksi merajuknya pasca Yoongi lebih memperhatikan Holly dibandingkan dirinya. Ditambah tadi pagi, kekasihnya itu tertawa renyah sekali bersama Suran, artis pendatang baru. Jimin yang melihatnya dari kejauhan benar-benar merasa hatinya ingin meledak menahan cemburu.
" Wae ? kau masih belum berbaikan dengan Yoongi-hyung?" tanya Jungkook penasaran. Jimin mengangguk lemah.
" Sudahlah jangan seperti anak kecil, ayo kesana " lanjut Seongwoo.
" Jiwonieee… " teriak Jungkook. Dia mengambil Jiwon dari gendongan Jin. Dan Jiwon sendiri sangat senang karena bertemu dengan Jungkook. Kali ini Jiwon dititipkan kepada Seokjin karena Irene masih harus membenahi para model yang sedang melakukan fitting baju untuk fashion-show mereka.
" Kookie.." gumam Jiwon renyah sambil memeluk erat leher Jungkook.
" Jim—"
"—Chim tidak mau berbicara dengan Yoongi-hyung. Hyun gurus saja Holly dan tertawa saja dengan Suran suran itu. Ayo Jin-hyung kesana " ucap Jimin sambil menarik tangan Jin. Tangan Jin yang sedang digenggam oleh Namjoon terpaksa harus terlepas dengan orang yang ia cintai.
Jin memandang ke arah Namjoon, berniat meminta persetujuan.
" Pergilah, jangan lupa makan yang banyak ya, nanti langsung saja ke ruang rapat. Aku pergi dulu, ayo Yoongi-hyung sepertinya kau tidak bisa bergabung dengan mereka kali ini" ucap Namjoon lembut, tersenyum dan mengusak rambut Jin dengan sayang. Jin hanya mengangguk dan pasrah mengikuti tarikan tangan Jimin. Sementara Yoongi hanya menghela nafas melihat tingkah Jimin, jika saja mereka berada di apartemen saat ini.
..
" Jadi Jin-hyung, bisa kau jelaskan apa yang terjadi tadi ? kenapa kau dengan atasanmu seperti itu " introgasi Jeonghan. Hubungan Namjoon dan Jin hanya baru diketahui oleh Jimin di antara mereka saat ini. Seongwoo melihat Jimin yang tengah tersenyum.
"You know something abot them, Jiminie ?" tanya Seongwoo kepada Jimin.
" Biarkan Jin-hyung sendiri yang cerita Woo, tersangkanya ada disini kenapa harus introgasi saksi " jawab Jimin. Dia memperhatikan Jungkook yang terlihat senang menyuapi makanan kepada Jiwon. Anteng sekali.
" Aku dan Namjoon sudah menjadi sepasang kekasih dan yaah.. terjadi begitu saja " ucap Jin, tidak mungkin dia menjelaskan saat Namjoon menyatakan cinta justru saat mereka sedang bercinta.
" Jinjja ? Waaah ! akhirnyaaa.. " antusias Jeonghan semangat.
" Waaah hyung berpacaran dengan Namjoon-hyung ? selamat hyung " ucap Jungkook turut berbahagia. Jungkook juga berpendapat kalau Jin dan Namjoon adalah pasangan yang sangat cocok.
" Kookie.. Kookie.. Woonie ingin beltemu Taetae-hyung " ucap Jiwon dengan semangat, rindu dengan hyung-nya itu.
" Eoh ? Wonie ingin bertemu Taetae ? Taetae sedang tidak ada sayang, bagaimana kalau besok Wonie bertemu Taetae ?" tanggap Jungkook, tidak menyangka balita imut itu menanyakan Taehyung. Jiwon merengut kesal, andai saja Jiwon tahu jika Taehyung kemarin itu lebih memilih bertemu dengan wanita itu dibandingkan dengan menepati janjinya kepada Jiwon, ya meskipun itu hanya permen kapas.
" Jiwon itu sangat senang sekali dengan Taehyung ya " ucap Seongwoo. Menyubit pipi anak kecil itu dengan gemas.
" Tentu saja, Taehyung itu sangat menyayangi Jiwon, meski dia sok dingin. Dulu aku ingat sekali waktu Taehyung mendampingi Irene-noona melahirkan Jiwon karena Bogum-hyung sedang berada diluar negeri" jelas Jimin. Jungkook terkejut mendengar pernyataan Jimin tentang Taehyung.
"Itu benar Jungkook. Taehyung itu hanya terlihat dingin diluar, kau sendiri sudah merasakan bagaimana hangatnya Taehyung. Ya aku tahu kalian sekarang ada masalah, tapi kau jangan menyerah ya, kau harus semangat " ucap Jin yang melihat raut wajah Jungkook. Jungkook tersenyum menanggapinya.
"Nde hyung, Gomawo " ucap Jungkook.
" Dan kau Jeonghan, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Seungcheol ?"tanya Jin, karena Jin adalah orang yang menjodohkan mereka. Wakil Namjoon di Department Retail.
" Ah, begitu saja. Dia sangat kaku. Dia masih teringat masa lalunya sepertinya, masih terpaku kepada Sana" ucap Jeonghan. Dia juga tidak memaksa hubungannya agar berjalan dengan lancar. Percintaan bukan hal yang ia seriusi sekarang ini.
" Kau juga masih terpaku dengan Joshua, kan ?" tanya Jimin. Jeonghan menghembuskan nafasnya kasar. Benar, masih ada rasa sedikit untuk orang di masa lalunya itu.
.
.
Sore menjelang. Daniel sudah bersiap untuk pulang dengan kekasihnya. Dibelakang mereka mengekor dua orang berbeda tinggi, Jungkook dan Jimin. Jungkook yang memang ingin menginap di apartemen mereka, di tambah Jimin yang merengek ingin ikut karena masih tidak mau bertemu dengan hyung kesayangannya. Si mochi masih melakukan aksi merajuk terhadap kekasihnya.
" Kalian sangat berpotensi untuk menggagalkan acara bercintaku malam ini, tidak puas memonopoli kekasihku tadi siang ?" gerutu Daniel, yang benar-benar dia tujukan untuk Jungkook dan Jimin yang duduk tenang di bangku belakang mobilnya. Mereka berdua terkekeh melihat seme Seongwooo yang cemberut itu.
" Jangan marah begitu, kapan lagi aku merepotkan kalian. Lagi pula tidak baik sering bercinta, membuang spermamu, kan kasian sia-sia" celetuk Jimin, tanpa dosa.
" Ucapkan itu pada pasangan mini yang juga sering bercinta di apartemen mereka " tanggap Daniel, membuat Jimin membulatkan matanya.
" Kau tidak usah heran,hyung. Kami, jika seme saling bertemu, mereka akan saling menceritakan pengalaman mereka bersama kekasihnya " ucap Daniel.
" Kau ini bicara apa, Niel ?" tanggap Seungwoo.
" Iya sayang. Itu benar, Yoongi-hyung sendiri yang bercerita tentang bagaimana dia dan Jimin-hyung bercinta, Namjoon-hyung juga, dia juga menceritakannya. Oh, jangan lupakan kami juga sering menggoda Tae-hyung" jawab Daniel. Dia mengintip Jungkook dari kaca spion depannya, melihat muka merah Jungkook.
" Mereka belum pernah bercinta, hanya pernah saling melumat dan Cuddling saja " ucap Daniel frontal.
" Jinjja ? kalian belum pernah bercinta, Kook ?" tanya Jimin, ikut terkejut. Suatu hal langka rasanya mengingat Taehyung yang sangat mesum bisa melewatkan tubuh Jungkook yang begitu menggoda.
" Wa—wae?" gugup Jungkook.
" Kami memang belum pernah bercinta, kenapa memangnya ?" tanya Jungkook polos kepada mereka.
Jimin benar-benar menggeleng tidak percaya. Teman kecilnya yang sangat hobby nonton film porno belum mempraktekkan teori yang dia dapatkan kepada tunangannya.
.
.
.
To Be Continued.
.
.
.
Hai hai.. Maaf slow up yaaa…
Gimana gimana ? moment Taekooknya disimpan dulu yaaa… biarkan mereka merenungkan kemana hubungan mereka akan dibawa kemana setelah ini.
Gimana nih Chapter kali ini ?
See ya next chap.
.
.
.
Aku yang menyayangi kalian.
.
.
Crazy Dreamer.
