Like I'm Gonna Lose You.
Cross Gender, Romance, Drama, OOC.
Siwon tengah dibakar cemburu, kehadiran teman lamanya menjadi alat Siwon untuk membuat Kyuhyun seolah akan kehilangan dirinya.
-Like I'm Gonna Lose You-
Previous part...
Malam tiba, langit gelap mulai dihiasi oleh bintang ditambah cahaya bulan yang menambah keindahan langit ciptaan Tuhan. Masih mengeratkan pelukan masing-masing, angin laut yang berhembus dari barat ke timur menerpa kulit mereka yang tidak ditutupi. Hidangan makan malam yang telah disiapkan dengan begitu romantis menanti mereka.
''Kita makan dulu, love.'' Siwon melepaskan pelukannya, tangannya yang tertutup sarung tangan menangkup pipi Kyuhyun yang dingin. Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya seperti anak kecil, dia sudah cukup lapar sekarang. Meja dengan dua kursi yang saling berhadapan, keduanya duduk sambil masih berpegangan tangan.
Pertama-tama, Siwon menuang wine merah di gelas Kyuhyun yang dibalas Kyuhyun dengan menuangkan wine juga di gelas Siwon. Saling menyilangkan tangan, keduanya meminum wine dari gelas masing-masing. Mata mereka saling mengunci, menatap bola mata masing-masing dan bicara hanya dengan tatapan.
Menikmati makan malam romantis mereka tepat di bawah rembulan yang semakin menyinari kapal pesiar. Malam semakin larut, malam berjalan dengan cepat ditengah-tengah rasa bahagia mereka. Gelas terakhir mereka untuk mengakhiri makan malam mereka. Siwon memasukan wine ke dalam mulutnya lalu menarik kepala Kyuhyun dan menciumnya, saling berbagi minuman rasa manis sedikit pahit bersama-sama.
A while later...
"Hmmpppp…. Ahhhhh….ohhhhh…." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan tangannya meremas seprei. Siwon mulai menggerakan pinggangnya dengan pelan, seakan mencoba membiasakan cengkraman dinding Kyuhyun yang mengapitnya kuat.
"Ahhhh….Ooooohhhhh.. Hmmmmpppp.." Kyuhyun menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri.
Siwon terus mempercepat permainannya sampai ia merasa dinding milik Kyuhyun yang berkedut lebih mencengkram miliknya.
"Aku…..ahhhhh….. keluaaaarhhhhh…." Kyuhyun mengeluarkan cairannya. Tak lama Siwon pun merasa sama, miliknya menegang dan mengeluarkan cairan.
"Hah…hah…hah…" Terlihat napas keduanya tidak beraturan.
''SARANGHAE!''
''NADO!''
-Like I'm Gonna Lose You-
6 Month Later, Choi's Mansion.
Kyuhyun asyik melepas pakaiannya sambil menunggu gelembung memenuhi pusaran kolam. Sebelumnya ia jarang sekali menghabiskan waktu di ruang steamer, tapi sekarang ia hanya seorang pengangguran yang memiliki banyak waktu luang. Tidak ada salahnya jika ia mulai memanjakan kembali tubuhnya seperti dulu, lagipula ia memiliki kewajiban untuk mempercantik dirinya.
Setelah gelembung memenuhi kolam, perlahan Kyuhyun masuk dan mulai berendam. Tangannya meraih earphone yang tengah memutar lagu favoritenya, menutup mata dan mulai larut menikmati message gelembung dan nyanyian indah. Sesekali ia bernyanyi mengikuti musik yang didengarnya, semakin nyaman karena ia berendam di air hangat.
Pintu terdengar dibuka, Kyuhyun tidak mendengar karena telinganya tersumpat oleh musik keras. Perlahan Siwon mendekati kolam, duduk disisi kolam lalu melepas sebelah earphone yang menempel di telinga kiri Kyuhyun. Kyuhyun langsung terganggu dan menoleh kebelakang, ''SIWON!'' Siwon hanya tersenyum, ''Aku akan membantumu untuk semakin rileks.'' Ucap Siwon.
Kyuhyun tersenyum cerah, ''Caranya?'' Siwon tidak menjawab, ia meletakan tangannya di bahu Kyuhyun lalu memutar tubuh Kyuhyun untuk membelakanginya. Siwon memijat bahu Kyuhyun dengan lembut tapi Kyuhyun malah menyipratkan busa padanya, Siwon langsung melotot. ''Apa yang kau lakukan!'' Tentu saja itu hanya pura-pura marah. Kyuhyun tertawa melihat kaos Siwon basah, ''Aku ingin bermain air denganmu.''
Siwon membalas menyipratkan busa pada Kyuhyun, sekarang terdapat busa di wajah Kyuhyun. Dengan cepat Kyuhyun melepas earphone dan memindahkan Ipad miliknya, hal itu membuat tubuhnya yang penuh busa terlihat jelas. Siwon sampai tergoda karenanya, ''Kau sangat sexy!'' Puji Siwon. Kyuhyun sadar lalu ia merendahkan tubuhnya agar tubuhnya tertutup busa, ''Ayo bermain bersama!'' Dengan jahil Kyuhyun menarik Siwon sampai pria itu jatuh ke dalam kolam.
''Ya!'' Teriak Siwon tapi percuma karena sekarang ia sudah basah kuyup, Kyuhyun tertawa dengan puas. Siwon tidak tinggal diam, ia kembali menyipratkan air busa pada Kyuhyun. Kyuhyun membalas lalu mereka bermain busa sampai merasa lelah. Siwon sudah tidak memakai sehelai pakaian pun, sementara Kyuhyun bersandar di dada bidangnya, hanya menikmati moment kebersamaan mereka.
''Apa kau tidak dingin?'' Tanya Siwon sambil mengecup pucuk kepala Kyuhyun, Kyuhyun mulai merasa kedinginan. ''Aku mulai merasa kedinginan.'' Kyuhyun menjauh dari dada Siwon, ia menatap Siwon dari depan. Tangan Siwon menyentuh pipi Kyuhyun, ''Ayo kita selesaikan semua ini.'' Siwon bangun lalu menuntun Kyuhyun sampai di bawah shower. Menyalakan shower air hangat, keduanya berpelukan dibawah guyuran air.
Siwon melilitkan handuk di tubuh Kyuhyun begitupun dengan Kyuhyun yang melilitkan handuk di bagian bawah Siwon. Keduanya keluar sampai di ruang pakaian, saling memilih pakaian lalu memakainya. Setelah berpakaian lengkap, Siwon memeluknya lebih erat. Rasanya begitu hangat saat bersentuhan dengan kulit lembut Kyuhyun, ''Aku mencintaimu.'' Ucap Siwon, ''Aku juga.'' Balas Kyuhyun.
Hari baik selalu hadir diantara cinta keduanya yang semakin besar, masalah Jonghyun dan kesalahpahaman soal Heechul telah terselesaikan dengan baik. Kyuhyun sekarang tahu kalau sahabat Siwon tersebut akan segera menikah, walaupun benar jika dulu Heechul sempat menyukai Siwon. Tapi itu dulu, saat Siwon belum menikah. Sekarang tidak ada hal lagi yang akan membuat Kyuhyun meragukan cinta Siwon.
''Malam ini kita akan melakukan apa?'' Tanya Siwon begitu mereka naik ke tempat tidur.
Kyuhyun sedikit berpikir, ''Menonton film.'' Jawabnya sambil tersenyum.
''Hmm, film apa love? Apa film horor?''
''Aku suka film romantis.'' Kyuhyun tersenyum lebar.
''Aku rasa romance horror akan menyenangkan.''
''Baiklah Siwon, apapun itu aku suka.'' Pasrah Kyuhyun, tidak bisa melawan suaminya yang suka mengontrol.
''Apa kau yakin? Jika kita menonton Twillight, bagaimana?''
''Twillight? Kau tidak cocok jadi Vampire, terlalu hitam.'' Kyuhyun dengan sengaja menggoda, Siwon tersenyum lalu menunjukan giginya, ''Aku memiliki gigi yang kuat.'' Siwon semakin mendekat pada Kyuhyun, ''Kalau begitu... Aku akan menggigitmu!'' Siwon semakin dekat lalu menggigit leher putih Kyuhyun.
''AKH!'' Erang Kyuhyun, bukan kesakitan tapi dia merasa geli. Siwon tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat tanda di leher istrinya. Kyuhyun jengkel lalu memukul wajah Siwon dengan bantal berbenuk hati, ''Menyebalkan!''
Tidak lama kemudian mereka mulai menonton film Twillight. Sebenarnya hanya Siwon yang menonton, Kyuhyun menutupi wajahnya dengan selimut. Dia terlihat ketakutan saat ada adegan gigit menggigit, terlihat darah segar keluar dari leher korban yang berhasil digigit. ''Love, ayolah jangan biarkan aku menonton sendiri.'' Siwon menarik-narik selimut Kyuhyun.
''Tidak mau! Aku takut darah, matikan filmnya sekarang juga atau aku akan menangis.'' Ancam Kyuhyun, Siwon menyerah lalu mempouse televisi. ''Jadi, ini yang disebut menonton film romance horror?'' Siwon mengejek, Kyuhyun merebut remote lalu mematikan televisi. ''Ganti filmnya.'' Kekeh Kyuhyun.
Siwon turun lalu menemukan DVD film yang sangat menarik, ''Apa mau film ini?'' Siwon menunjukan DVD film yang berating dewasa, Kyuhyun langsung menolak keras. ''NO!'' Siwon mencari lagi, ia melewatkan beberapa film bergenre drama romantis. Sejujurnya Siwon suka melihat Kyuhyun saat ketakutan.
''Aku menyerah, lebih baik kita tidur.'' Siwon kembali ke tempat tidur lalu memeluk Kyuhyun dari samping. Kyuhyun juga merasa sudah mengantuk, mematikan lampu tidur lalu ia memeluk balik Siwon. ''Sejujurnya aku suka jadi vampir, vampir yang akan menggigit lehermu.'' Bisik Siwon lalu keduanya berpelukan hangat dan tidur.
-Like I'm Gonna Lose You-
07:30 AM.
Mereka sarapan di taman belakang, hal yang biasa dilakukan saat cuaca cerah. Siwon sangat menyukai alam, ia juga tidak ingin Kyuhyun hanya mengurung diri di dalam rumah sementara cuaca sangat cerah. Istrinya itu terlihat semakin pucat jika tidak terkena sinar matahari, kulit putih pucatnya terlihat tidak indah jika terlalu pucat.
''Kau harus sering berjemur, love.'' Ujar Siwon, tangannya memotong pancakes tapi matanya sesekali menatap Kyuhyun yang duduk di depannya.
Kyuhyun meminum sedikit jus jeruk di gelasnya, ''Aku tidak suka matahari.'' Kyuhyun menatap Siwon. Siwon meletakan pisau diatas meja, ''Bukan masalah kau suka atau tidak, sinar matahari baik untuk kesehatan.'' Siwon mulai lagi dengan sikap dominan yang tidak ingin dibantah. Kyuhyun sudah sangat mengerti tabiat suaminya, ''Baik, aku akan berjemur setiap pagi.'' Siwon tersenyum mendengarnya.
Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu, ''Siwon, aku teringat sesuatu.'' Ucap Kyuhyun. Siwon terlihat tertarik, ''Apa itu love, katakan!'' Kyuhyun mengusap sudut bibirnya lalu duduk dengan posisi tegak, ''Aku berjanji akan mengundang karyawan untuk makan di rumah ini, sampai sekarang aku belum mewujudkan itu.'' Sedikit rasa menyesal tersirat di wajahnya.
''Ah, aku ingat. Apa ini soal pesta perpisahan itu? Aku tahu kalau kalian sudah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir, kalian pantas untuk mengadakan pesta perpisahan.''
''Bukan hanya perpisahan, aku ingin karyawan tahu rumah atasan mereka.'' Kyuhyun tersenyum bangga, Siwon membalas senyuman itu, Siwon memang CEO yang tertutup soal kehidupan pribadi. ''Siapkan semua yang kau butuhkan, jika butuh bantuan katakan saja padaku.''
Kyuhyun terlihat senang, ''Aku ingin menghidangkan makanan lezat untuk mereka. Aku tahu kalau mereka rela makan mie dingin saat harus lembur sampai tengah malam. Sedangkan aku, sudah tidur nyenyak di tempat tidur yang hangat.'' Kyuhyun tentu tahu penderitaan anak buahnya.
''Kau sangat tahu membalas budi, aku sangat bangga padamu cintaku.'' Siwon meraih tangan Kyuhyun lalu menciumnya. Kyuhyun tersenyum dan merasa tersanjung dengan perlakuan Siwon, ''Aku banyak belajar darimu, suamiku tercinta.''
-Like I'm Gonna Lose You-
11:00 AM, ELLE Magazine's Office.
Beberapa kamera baru saja dimatikan. Para kru saling berterima kasih dan membungkukan badan, ''Terima kasih semuanya, kalian sudah bekerja keras!'' Ucap seorang pria tegap. Para kru saling membalas dan bersalaman sebagai tanda suksesnya pemotretan hari ini. Para kru memang terkenal ramah dan pekerja keras.
Acara pemotretan kali ini berjalan lancar walaupun tanpa kehadiran Shim Changmin selaku pimpinan redaksi. Changmin sebagai pimpinan redaksi majalah fashion tersebut tengah pergi ke Amerika Serikat untuk menemui Anna Wintour, pimpinan redaksi di USA sekaligus menyaksikan fashion show Paul Smith.
Model kali ini bukan sembarang model. Model kali ini adalah seorang pria yang berprofesi sebagai model androginy. Yah, profesi yang mana seorang model memerankan dua peran, yaitu sebagai seorang pria dan wanita. Alasan perusahan memilih tema seperti ini bukan tanpa alasan, Changmin ingin lebih menggali jauh sampai dimana dunia fashion berkembang. Hal tabu seperti model androginy menarik untuk diulas.
''Apa yang lebih anda sukai? Menjadi model pria atau perempuan?'' Pertanyaan pertama Yeeun sampaikan, ia bertugas mewawancarai model.
''Saya nyaman melakukan keduanya.'' Jawab Ren, model androginy satu-satunya di Korea Selatan. ''Meski pakaian wanita lebih glamor dan menarik, dalam busana pria saya harus bekerja keras untuk menghadirkan sisi maskulin. Tapi itulah pekerjaan saya, dan saya menikmati keduanya.'' Tambah Ren.
Ren nampak terlihat androginy dalam balutan gaun mini berwarna emas, dilengkapi celana ketat dan sepatu boot hitam mengungkapkan, ''Saat usiaku 15 tahun, saya sudah memutuskan untuk bereksperimen dengan penampilan. Berawal dari melampiaskan rasa kesepian sampai akhirnya saya merasa enjoy dengan pekerjaan ini.''
''Apa pendapat masyarakat mengenai pekerjaan anda? Atau bagaimana dengan orang tua?'' Pertanyaan selanjutnya Yeeun sampaikan.
''Orang tua saya seorang yang demokratis. Awalnya mereka menentang tapi dengan berjalannya waktu mereka bisa menerima. Memang untuk menghadapi masyarakat masalah gender menjadi hal besar. Apa yang saya lakukan mungkin seharusnya tidak boleh dilakukan. Tapi saya mencoba menjadi apa yang saya suka dalam hidup ini.''
Wawancara yang dilakukan usai Ren melakukan pemotretan itu berlangsung lancar. Ren memiliki perawakan yang mirip wanita, kulitnya berwarna putih bersinar, dadanya yang sedikit terlihat menonjol jika ia hanya menggunakan kaos tipis serta jakun yang samar. Satu-satunya petunjuk adalah perutnya yang sedikit buncit khas laki-laki.
''Selain berkarir di Korea Selatan, saya dengar anda pernah berjalan diatas catwalk London Fashion Week?''
''Iya, saya pernah melakukan itu tahun lalu. Saat itu saya membawakan pakaian musim dingin rancangan Vivienne Westwood sebagai bagian dari London Fashion Week.''
''Prestasi anda luar biasa. Selain itu, apa ada pengalaman yang menarik selama anda menjalani profesi ini?''
''Menarik dalam hal apa? Saya rasa kata menarik saya gunakan saat saya berhasil melakukan hal baru yang besar. Saya tidak akan pernah lupa saat saya pernah menggunakan karya rancangan desainer Jean Paul Gualtier dan John Galliano. Selain itu saya pernah tampil di majalah Victoria Secret. Dan tentu saja tampil di majalah Elle adalah hal yang menarik dan saya sukai.''
Pemotretan dan wawancara berakhir, semuanya berjalan dengan sangat baik. Para karyawan mulai meninggalkan studio menuju ruangan mereka, mereka terlihat lelah namun begitu puas dengan keberhasilan mereka. Beberapa karyawan wanita terus mengeluh karena mereka merasa kalah cantik dari model pria tadi.
Saat masuk ke ruangan, mereka terkejut melihat seseorang yang sudah menunggu di dalam. ''Sajangnim!'' Teriak mereka kompak. Kyuhyun tersenyum menatap karyawan yang sudah lama tidak ia lihat. Karyawan langsung bergantian memeluk Kyuhyun, mereka bahkan menangis karena rindu. Kyuhyun ikut sedih dan membalas setiap pelukan karyawan.
Mereka memilih bicara di cafe, kebetulan pemotretan tidak berlangsung lama, mereka memiliki waktu untuk mengobrol. Kyuhyun sangat bangga saat karyawan mengatakan soal proyek baru perusahaan termasuk pemotretan yang berlangsung tadi. Dia juga jadi tahu kalau Changmin tidak ada di Korea, sahabatnya sedang dinas di Amerika Serikat.
Kenapa ia bisa tidak tahu? Jawabannya karena semua urusan pekerjaan, Changmin hanya membicarakan itu dengan Siwon. Siwon sama sekali tidak melibatkan Kyuhyun dalam pembicaraan bisnis. Pada akhirnya Kyuhyun tahu bagaimana perusahaan berjalan dan memberikan dukungan.
''Sebenarnya aku kemari untuk mengundang kalian semua ke rumahku. Aku ingin menepati janjiku pada kalian, akan ada pesta perpisahan yang diadakan di rumah pribadiku.''
Semua karyawan terlihat bersemangat mendengarnya, ''Be-benarkah itu Sajangnim? Pesta di rumah anda, itu artinya... Akan ada Ceo Choi disana?'' Sunhwa benar-benar gembira. Kyuhyun hanya tertawa, ''Tentu saja dia ada disana, tapi kalian harus tahu saat di rumah Siwon adalah suamiku.'' Semua karyawan ikut tertawa dan bisa mengerti maksud ucapan Kyuhyun. ''Maksudku, jangan terlalu canggung dengannya.'' Lanjut Kyuhyun. ''Kita akan mengadakannya setelah Changmin kembali.''
-Like I'm Gonna Lose You-
03:00 PM, New York City.
Kondisi Amerika Serikat masih memanas pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden, banyaknya unjuk rasa yang dilakukan banyak kalangan tidak mempengaruhi jalannya fashion show. Changmin baru saja menyaksikan pergelaran luar biasa yang memperkenalkan karya terbaru dari desainer kondang Paul Smith.
Setelah berpisah dari Anna Wintour, ketua direksi dari majalah Elle di Amerika, Changmin melanjutkan untuk berjalan-jalan sebentar di negara maju tersebut. Tempat yang Changmin datangi adalah Staten Island Ferry. Staten Island Ferry adalah kapal ferry yang berlayar dari Manhattan menuju Staten Island, salah satu wilayah di New York City yang berupa pulau seperti Manhattan.
Changmin ingin mencoba menikmati naik kapal yang sering muncul di film dan drama televisi Amerika, dan naik kapal ini juga populer di kalangan wisatawan. Namun saat ia menginjakan kakinya di atas kapal, kaki Changmin begitu saja mengajaknya untuk duduk disisi kanan. Seakan ada yang pernah memberitahunya untuk duduk disisi itu untuk mendapatkan pemandangan indah.
''Aku bertemu dengannya saat mengunjungi Amerika, kami bertemu di Kapal Ferry di Staten Island.''
Changmin ingat jika Kyuhyun yang memberitahunya, ia juga memberitahu pertemuan pertamanya dengan Siwon. Mengingat itu saja membuat hatinya kembali berdenyut, kenapa ia harus mengingat semua kenangan dengan Kyuhyun lagi? Sahabatnya sudah bahagia, ia juga sudah berjanji pada Siwon untuk melupakan semua tentang Kyuhyun.
''Oeeek!''
Changmin menoleh cepat kesisi kiri saat mendengar suara orang yang terdengar mual, wanita itu menutupi mulutnya dengan sapu tangan. Sepertinya orang itu tidak biasa naik kapal, Changmin jadi merasa iba melihatnya. Changmin mengambil minyak angin dari kantong jasnya, menyerahkan itu pada wanita tadi. Wanita itu menoleh pada Changmin lalu menerima pemberian Changmin. Dia membalikan badan dari Changmin, sepertinya ia mencoba membuat area tenggorokan dan dadanya hangat.
Setelah itu Changmin kembali fokus menatap pemandangan dengan sesekali mengambil gambar dengan kamera yang ia bawa. Wanita tadi terlihat sudah merasa lebih baik, ia merasa bingung untuk mengajak Changmin bicara, ia tidak bisa berbahasa inggris dengan baik. ''Hmm...'' Dia tidak bisa bicara, Changmin menoleh padanya. ''Apa kau merasa lebih baik?'' Tanya Changmin.
Wanita itu lega karena Changmin tidak mengajaknya bicara bahasa inggris. ''Terima kasih banyak, sekarang aku merasa jauh lebih baik.'' Jawab wanita itu.
''Kau dari Korea? Apa kau sedang sakit?'' Tanya Changmin lagi.
''Iya, aku sedang mencoba traveling seorang diri. Sepertinya aku kurang persiapan, semalam aku terkena masuk angin.''
''Astaga, tidak baik berpergian seorang diri.''
''Kau sendiri, apa datang kesini sendiri?''
''Aku ada pekerjaan disini. Sebelum pulang ke Korea, aku hanya ingin mencoba beberapa tempat populer disini. Oh ya, namaku Shim Changmin.'' Changmin mengajak berkenalan, wanita tadi membalas jabatan tangan Changmin, ''Kim Kibum.''
-Like I'm Gonna Lose You-
3 Days Later, 07:00 PM.
Tidak ada yang meragukan kekuatan finansial seorang Choi Siwon, Ceo yang banyak memiliki bisnis dibidang yang berbeda-beda. Salah satu pemegang saham terbesar di Elle Magazine, tempat dimana dulu istrinya bekerja. Tidak heran jika pria 32 tahun itu memiliki rumah mewah yang ditempatinya dengan sang istri. Rumah yang terletak dikawasan elit Gangnam, kawasan yang dikenal metropolis.
Rumah mewahnya sekarang terlihat ramai, tentu karena dirumah itu diadakan sebuah pesta. Pesta yang telah Kyuhyun janjikan sejak lama, pesta perpisahan dengan para karyawan yang dia sayangi. Semua karyawan merasa beruntung karena bisa menginjakan kaki mereka ke dalam, rumah yang mewah dengan semua fasilitas terbaik.
Semua orang menikmati pesta, menikmati jamuan yang tuan rumah suguhkan. Para karyawan tidak berhenti berdecak kagum melihat kemegahan istana Choi tersebut, walaupun tidak semua bagian rumah mereka tempati tetapi semua tertata rapih dan indah. Bukan hanya perabotan mahal, setiap detail aksesoris yang menghiasi rumah terlihat menakjubkan.
''Maaf, mungkin pesta ini bukankah pesta besar. Atau bisa dibilang hanya makan malam bersama tapi aku harap semua orang bisa menikmatinya.'' Ucap Kyuhyun pada semua karyawan termasuk Changmin. Semua karyawan terlihat bahagia walaupun hanya sekedar makan bersama.
''Tidak Sajangnim, ini lebih dari cukup. Kami merasa diperlakukan dengan baik, kami jadi merasa tidak pantas untuk ini.'' Park Yeeun terlihat sungkan.
''Ini pertama kalinya aku menikmati makanan selezat ini, anda memiliki koki yang sangat hebat.'' Puji Sunhwa, karyawan termuda yang lainnya hanya menggelengkan kepala.
''Kebetulan keluarga kami memiliki koki hebat yang pandai mengolah makanan. Beri tepuk tangan untuk Chef Lee.'' Kyuhyun menunjuk seorang koki paruh baya yang berdiri tidak jauh dari meja makan. Koki itu membungkukan badan dan diberi tepuk tangan oleh semua orang.
''Ada yang ingin aku berikan untuk kalian.'' Kyuhyun berdiri lalu meminta seseorang mengambilkan hadiah yang telah dia siapkan. Semua karyawan tentu penasaran, begitupun dengan Changmin.
''Aku dengar kemarin kau ke Amerika Changmin-ah?'' Siwon bertanya pada Changmin.
''Iya, aku menghadiri sebuah fashion show sekaligus bicara dengan kepala editor disana.'' Jawab Changmin, ''Sebenarnya aku mempunyai oleh-oleh untuk kalian, tapi sekarang aku tidak membawanya.''
''Oleh-oleh, apa aku dibelikan oleh-oleh juga? Yah, walaupun sekarang aku tidak lagi bekerja disana.'' Ucap Kyuhyun.
''Aku bilang semua orang termasuk kau.''
Siwon hanya tersenyum, Amerika sudah seperti negara keduanya. Orangtuanya tinggal disana, Kyuhyun juga sering pergi kesana. Kenapa harus meminta oleh-oleh? Siwon kadang tidak mengerti dengan pikiran istrinya. Yah mungkin juga itu sekedar basa-basi, Kyuhyun tidak ingin terlihat memiliki jarak dengan karyawan maupun Changmin walaupun faktanya dia istri Siwon.
Acara terus berlanjut, semua karyawan sudah mendapatkan hadiah perpisahan dari Kyuhyun. Siwon sendiri tidak tahu kapan Kyuhyun menyiapkan semua hadiah itu, mungkin saat dia merasa bosan tinggal dirumah. Apa istrinya pergi ke mall dan tidak memberitahunya? Apa ini seperti kejutan? Dibalik keceriaan semuanya, Changmin terlihat paling bahagia. Mungkin ada hal yang membuat dirinya begitu bahagia belakangan ini.
-Like I'm Gonna Lose You-
10:30 PM, Bedroom.
''Jae, expecting her second child.'' Ucap Kyuhyun saat Siwon baru keluar dari kamar mandi. Siwon terlihat terkejut lalu duduk di sofa yang terdapat di kamarnya, sementara Kyuhyun duduk diatas tempat tidur. Keduanya saling berpandangan, Siwon dapat merasakan kesedihan dimata istrinya. ''Really, that was fast! Yunho really lucky.''
Siwon mendekati Kyuhyun, ''We have to follow in Jae's footsteps no matter what. '' Kyuhyun menghela nafas, ''Thats why, I really want a child. Yeah, our child Siwon.'' Siwon tersenyum cerah, ''I understand, let's do our the best okay!''
''Masi...'' Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca. Siwon memeluknya, mengecup pucuk kepala Kyuhyun dengan penuh kasih sayang. Siwon tidak pernah merasa kesepian selama ada Kyuhyun disebelahnya tapi berbeda dengan Kyuhyun, ia selalu merasa sedih jika melihat teman-temannya memiliki anak yang bisa mereka banggakan.
''My love...'' Tangan Siwon meraba sesuatu yang berada tepat ditengah-tengah paha istrinya, ia tersenyum menyadari sesuatu. ''Oh.. This... '' Siwon merasa jika istrinya sudah tidak memakai pembalut, itu artinya...
''Yeah, tonight is our another chance.'' Kyuhyun tersenyum dan Siwon tersenyum semakin lebar, ia memindahkan tangannya sampai menyentuh permukaan wajah Kyuhyun, ''Let's try again!''
''What?''
A few minutes later...
''Are you feeling it, lovely?'' Goda Siwon, mereka mulai melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Kyuhyun hanya bisa menutup mata saat Siwon mempermainkan bagian sensitifnya, ''Thats... Ahhh Siwonnhh..'' Kyuhyun tidak bisa dengan jelas. Siwon semakin bersemangat untuk mempermainkannya, menggoda bagian sensitif itu dengan lidahnya.
''Hh-hurry! Put it in, please! Choi Siwon please, don't tease me!''
''Hmm...'' Siwon suka sekali menggoda.
''Either way, you want to enjot it. Don't you? Please stop and put in Siwon!''
''Wah, you rather feel good. Would't you, love? But...'' Siwon menjauhkan wajahnya, ia menindih Kyuhyun dengan memberikan ciuman panas di bibirnya. Satu tangganya ia gunakan untuk menuntun miliknya, masuk ke dalam tempat yang selalu membuatnya lupa diri. Kyuhyun mengerang dalam ciumannya, Siwon memang selalu membuatnya gila.
''Engghhmm... Cckkk... Ple...aase...''
''Yes, aaahhh... l..ove...''
Siwon melepaskan ciumannya, menatap wajah Kyuhyun yang memerah dibawah kendalinya. ''Aah, you're so tight Baby~'' Nafas Siwon mulai memburu, Kyuhyun terlihat meremas kuat lengannya sambil menutup mata. Siwon menunduk untuk mencium kening berkeringat istrinya, ''Are you gonna cum? It's okay, you can cum Baby.'' Kyuhyun membuka mata berairnya, menatap Siwon yang masih begitu kuat dan cepat memasuki tempat sensitifnya.
Dengan cepat dan keras, Siwon semakin dalam membenamkan miliknya yang telah sangat keras ke, Kyuhyun menjerit pelan membuat Siwon semakin semangat untuk menghentaknya lebih cepat. Siwon tahu Kyuhyun akan segera mencapai puncak, dan ia sangat ingin merasakan itu.
''Ah.. Siwonnh... A-ku... Tidak...'' Beberapa saat kemudian tubuh Kyuhyun menegang, dan ia benar-benar mengeluarkan miliknya.
Nafas Kyuhyun menjadi memburu, dengan tidak sadar membusungkan dadanya, membuat Siwon tergoda dan mulai mempermainkan dadanya. Kyuhyun hanya bisa berteriak kecil menikmati apa yang baru saja terjadi. Siwon menghentikan gerakannya, membiarkan Kyuhyun merasakan kenikmatanNya.
''Ukkh, lovely~'' Mulut Siwon mendesis pelan merasakan bagaimana miliknya dicengkram oleh milik Kyuhyun. Begitu orgasmenya mereda, Siwon menghentaknya kembali. Dengan cepat miliknya melakukan pekerjaannya dengan sangat baik sampai Kyuhyun tidak kuasa menahan dirinya untuk tidak mendesah.
Siwon merubah posisi membuat Kyuhyun tidur menyamping dengan mengangkat sebelah kakinya, hal itu mempermudahkan Siwon untuk mengerjainya. ''Kyuhyun, after cumming you're more sensitif than before!''
''Ah.. Shut.. Ah... Shut-up!'' Kyuhyun mendadak marah karena kata-kata Siwon.
Siwon tersentak saat merasakan aliran menyengat mulai muncul, ia bisa merasakan nikmat sampai perutnya yang menegang. Siwon tiba-tiba saja menghentikan gerakannya, Kyuhyun menggerang protes tapi Siwon membungkamnya dengan ciuman. Mereka menikmati ciuman itu sampai rasa geli yang nikmat itu mereda. Siwon sengaja menahan untuk tidak langsung orgasme, ini yang diajarkan oleh dokter peribadinya.
''Demi Tuhan... Aku lelah Siwon.'' Kyuhyun kembali protes.
Siwon kali ini tidak mengabaikannya. Begitu Kyuhyun mendapatkan orgasme keduanya, Siwon bisa merasakan aliran menyengat yang lebih deras dari pada yang sebelumnya.
''KYUHYUN, aku mencintaimu~~'' Siwon menggeram saat merasakan semprotan yang lebih banyak dari biasanya, membuat Siwon kewalahan sendiri karenanya.
-Like I'm Gonna Lose You-
A Month Later, 02:00 PM.
Kyuhyun's Pov-
Hari ini aku memiliki janji dengan dokter kandungan pribadiku. Setiap bulan aku memeriksakan kondisiku dan sekarang aku berharap semua kerja kerasku dan Siwon membuahkan hasil. Dokter Park memiliki ruangan yang minimalis dan rapih, semua didominasi warna putih seperti jas yang dipakainya.
''Selamat datang kembali Nyonya Choi, silahkan duduk.'' Dokter wanita duduk di kursinya diikuti olehku yang duduk di depannya. Wanita paruh baya itu terlihat menggeser mouse dan memeriksa sesuatu dari komputernya. ''Sebelum kita melakukan terapi, apa ada hal yang ingin anda sampaikan?''
Aku menarik nafas pendek, ''Jika aku tidak salah hitung... Sepertinya aku sudah telat tiga minggu.'' Jantungku tiba-tiba berdebar, ya Tuhan semoga sekarang saatnya! Dokter Park terlihat tersenyum, beliau membaca laporanku tiga bulan lalu. ''Semuanya dalam kondisi baik, bahkan sangat baik. Sejak tiga bulan terakhir, kondisi anda semakin baik.''
''Mungkin karena aku sudah berhenti bekerja. Aku juga mengikuti semua yang anda perintahkan Dokter.''
Dokter Park merogok sesuatu dari dalam laci meja, ''Anda pasti sudah tahu yang harus dilakukan.'' Dia memberiku wadah kecil, aku menerimanya dengan senang hati. ''Toiletnya tepat disebelah kiri ruanganku.'' Ucapnya begitu aku berdiri. Aku berjalan dengan begitu berdebar menuju toilet, ya Tuhan... Semoga hasilnya sesuai harapanku. Aku pernah melakukan hal ini tapi hasilnya selalu negatif, aku terkadang putus asa karena itu.
Saat aku kembali memasuki ruangan Dokter Park, beliau mengisyaratkan agar aku duduk kembali dan menyerahkan sample padanya. Aku menyerahkan wadah kecil itu padanya lalu duduk diam melihat hal selanjutnya yang ia lakukan. Dokter Park mencelupkan alat tes kehamilan pada wadah kecil berisi urinku, ya Tuhan... Aku semakin merasa takut.
''Apa hasilnya dok-ter?'' Apa hampir tidak bisa bicara karena ketakutan. Dokter Park menatap padaku dengan senyuman, ''Dua garis, artinya anda hamil.'' Aku hampir meloncat dari kursiku jika saja Dokter tidak mempertingatkan. ''Tenang Nyonya, anda dalam kondisi hamil muda.''
Aku ternganga menghadap Dr. Park , aku tidak bisa berkata-kata lagi. Penantiaku, penantiaku dan Siwon akhirnya terjawab. Seorang bayi, bayi kecil yang akan menambah kebahagiaan dalam hidupku. Aku tidak percaya, tidak percaya jika aku akan segera melihat bayiku, bayi mungil berwajah malaikat yang berstatus sebagai anakku.
''Nyonya, anda pasti sangat bahagia. Selamat untuk anda dan suami, semua ini berkat kemurahan hati Tuhan.'' Dokter cantik itu memberikan tangannya padaku, aku menjabat tangan Dr. Park dengan penuh haru bahkan aku mulai menangis. ''Dokter, ini mengejutkan sekaligus sangat membahagiakan. Aku... Aku belum merasakan gejala apapun tapi...'' Aku menyentuh perutku sendiri, ''Sudah ada bayi mungil di dalam perutku.''
''Kita bisa melakukan ultrasound. Anda bilang baru telat sekitar tiga minggu, mungkin usia kandungan anda masih begitu awal untuk itu anda belum merasakan apapun. Oh ya, anda bisa menggunakan selimut putih untuk menutupi area bawah.''
Aku mengangguk lalu mengikuti perintahnya. Sekarang aku berbaring disebuah single bed dengan Dr. Park disebelah kiri siap dengan peralatannya. Sembari duduk, ia memposisikan layar untuk bisa dilihat oleh kami berdua lalu menggeser trackball di kerboard membuat layar itu menyala. Dress peach yang aku kenakan sudah terangkat sampai memperlihatkan perutku, sementara bagian bawahku tertutup oleh selimut.
''Kita mulai.'' Ia mengoleskan sesuatu yang bertekstur sedikit licin namun terasa dingin saat menyentuh area perutku. Dr. Park mengangkat sebuah sebuah alat pemeriksaan lalu menaruhnya perutku, ia terlihat seperti sedang menyetrika perutku.
Aku mulai melihat layar, aku tidak terlalu mengerti apa yang tergambar disana. Hanya visualisasi berwarna sepia yang mana didominasi warna hitam. Dokter itu terus menggerakan alatnya diatas perutku kemudian tiba-tiba ia berhenti, ''Disana!'' Dokter itu menunjuk sesuatu di layar, aku sampai harus menyipitkan mata untuk bisa melihat jelas.
Dr. Park menghentikan gambar di layar dengan menekan tombol khusus di alat USGnya. Ia menunjukan sebuah titik kecil yang tepat berada ditengah. ''Bayi masih menyerupai titik kecil dengan ukuran panjang sekitar 0,2 cm.''
''Apa itu Bayiku? Kenapa begitu kecil?'' Ya, titik itu begitu kecil. Sebuah titik yang berada di dalam perutku dan itu adalah bayiku.
Dokter Park hanya tersenyum, ''Karena kehamilan anda masih begitu awal. Terlalu dini juga untuk bisa mendengar detak jantung, menurut perkiraanku kehamilan anda baru memasuki bulan awal.'' Aku merasa lega dan bahagia, sudah dipastikan jika aku benar-benar hamil.
''Embrio mulai berkembang dalam rahim dengan tiga lapisan yang masing-masing akan berkembang menjadi tubuh bayi. Jantung dapat terlihat berdenyut di minggu ke 6 dan semuanya akan terlihat di bulan-bulan selanjutnya.''
Dokter itu memintaku kembali ke ruangannya, ia menulis beberapa resep dikertas putih. Aku tidak bisa berhenti mengelus perutku sendiri, tempat dimana bayiku tinggal selama sembilan bulan. Dokter Park memberikan kertas kecil itu, ''Mulai sekarang anda harus mengkonsumsi suplemen asam folat sampai usia 12 minggu dan juga folic acid. Banyak hal yang tidak bisa anda lakukan seperti biasa, terlebih anda harus banyak istirahat.''
Aku menerimanya dengan senang hati lalu memasukannya ke dalam tas. Dokter menggenggam tanganku, ''Anda pasti tahu jika penyebab anda sulit hamil karena anda terlalu sibuk dan lelah, tolong untuk selalu menjaga diri anda dengan baik. Saya sangat senang karena terapi yang kita jalani selama ini membuahkan hasil.''
Aku sangat terharu, ''Terima kasih banyak dokter, aku akan selalu berhati-hati.''
Kyuhyun's Pov End.
-Like I'm Gonna Lose You-
07:00 PM, Choi's Mansion.
Author's Pov-
Apa yang harus Kyuhyun katakan untuk mengabarkan berita bahagia itu? Darimana dia harus memulainya, apakah langsung mengatakannya atau memberikan sedikit kejutan dengan membuat Siwon marah lalu mengatakan yang sebenarnya? Ini tidak terduga, Kyuhyun bahkan belum memikirkan apapun untuk itu. Sekarang yang ingin Kyuhyun lakukan adalah memeluk suaminya, saling berbagi kebahagiaan.
Ahjumma Kim membuka pintu utama, asisten rumah tangga senior itu terlihat bingung begitu melihat wajah berseri majikannya. ''Nyonya, apa nyonya baik-baik saja?'' Tanyanya heran, bukan menjawab Kyuhyun malah memeluknya, kebingungannya semakin bertambah besar. ''Ahjumma... Ahjumma... Aku sangat bahagia!'' Kyuhyun terus memeluknya.
''Nyonya, apa ada berita baik?''
Kyuhyun melepas pelukannya, ia tidak mungkin menjadikan Ahjumma Kim sebagai orang pertama yang diberitahu. Orang pertama yang harus tahu adalah Siwon, suaminya. Kyuhyun mengendalikan dirinya agar tidak terlalu berlebihan. ''Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang senang saja.'' Kyuhyun mundur lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Ahjumma masih terlihat kebingungan tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamarnya, sedikit melompat kecil lalu duduk perlahan diatas tempat tidur, ''Sayang, kau sedang apa? Apa kau bisa mendengar suara Mommy?'' Kyuhyun mengajak bicara bayinya. Dia belum bisa merasakan apapun namun ikatan batin mulai terbangun diantara keduanya. Melirik jam dinding, ''Sebentar lagi Daddymu pulang.'' Jantung Kyuhyun kembali berdetak kencang.
Tap... Tap... Tap...
Suara sepatu Siwon terdengar mendekat, buru-buru Kyuhyun masuk ke kamar mandi, mengunci kamar mandi dari dalam lalu berdiri sambil menyenderkan punggungnya. Kyuhyun bisa mendengar saat Siwon masuk ke dalam kamar, ''Love, kau dimana?'' Panggil Siwon. Buru-buru Kyuhyun menyalakan shower, diluar Siwon bisa mendengar suara air dari luar kamar mandi. ''Oh, kau sedang mandi.'' Siwon menjauhi pintu kamar mandi.
Kyuhyun akhirnya membuka pakaiannya lalu mandi air hangat, saat menyabuni perutnya dia tidak bisa berhenti tersenyum. Setelah selesai mandi, Kyuhyun berganti pakaian di ruang wardrobe yang berada di ruangan yang sama dengan kamar mandi dan ruang steamer. Menatap wajahnya di cermin, merapihkan rambutnya. Setelah selesai, Kyuhyun keluar.
''Siwon.'' Kyuhyun melihat suaminya yang terlentang ditempat tidur, Siwon membuka matanya begitu mendengar suara istrinya. ''Oh sayangku.'' Siwon bangun dari tempat tidur, mendekati Kyuhyun, memeluk pinggangnya lalu mencium pipinya. ''Harumnya kau love~'' Siwon memejamkan mata, menikmati aroma bunga dari sabun yang dipakai istrinya.
''Dan kau bau keringat, keringat si pekerja keras yang aku cinta.'' Puji Kyuhyun, Siwon menyukai apapun pujian istrinya. Tangan Siwon memegang kedua sisi pipi bagian bawah Kyuhyun, matanya menatap dalam mata Kyuhyun, matanya turun menatap bibir pink Kyuhyun, dia tergiur untuk menikmati kelembutan dan kemanisannya.
''Jangan sekarang, aku sekarang tidak bisa melakukannya.'' Kyuhyun melepaskan tangan Siwon, berjalan menuju tempat tidur lalu duduk disana. Siwon mengikutinya lalu duduk disebelahnya, ''Memangnya aku mau melakukan apa? Apa kau tahu apa yang akan aku lakukan?'' Goda Siwon.
''Siwon, hari ini aku bertemu dengan Dr. Park.''
Siwon memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun, ''Maaf sayang, seharusnya aku pergi bersamamu.'' Siwon menyesal. Kyuhyun mengelus pipi Siwon, ''Tidak apa-apa sayang, aku tahu kau sibuk dengan pekerjaan.'' Kyuhyun memakluminya. ''Lalu, bagaimana... Apa yang dokter katakan?'' Siwon selalu penasaran dan menerima semua hasilnya selagi semuanya baik.
Kyuhyun mengambil tasnya, membawa tasnya sampai di tempat tidur. Mengeluarkan sesuatu dari dalamnya lalu memberikan amplop itu pada Siwon. ''Bukalah.'' Siwon menerimanya, sedikit merobek ujungnya lalu mengeluarkan isinya. ''Love...'' Siwon menatapnya tidak percaya, Kyuhyun menangis sambil berkata, ''Hasilnya positif!'' Siwon sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
''Choi Siwon lihatlah, bayi kita masih seukuran titik kecil. Dokter bilang panjangnya hanya 0,2 cm, bahkan jantungnya belum berdenyut.'' Kyuhyun menunjukan hasil print out ultrasound. Siwon menatap kertas itu sambil meneteskan airmata, ''Anak kita...'' Kyuhyun menghapus airmata Siwon, ''Iya, anak kita berdua. Akhirnya Siwon, penantian dan usaha kita selama ini terjawab.''
Siwon langsung memeluknya, keduanya sama-sama menangis dalam kebahagiaan. Sudah lama mereka menantikan hal seperti ini, menanti dengan sabar hampir 6 tahun. Bayi kecil, berkulit super halus, semua yang dilakukan bayi itu akan terlihat lucu. Entah ia tertawa, menangis, bersendawa, buang gas atau bahkan membuang kotoran sekalipun. Keduanya tidak sabar, tidak sabar untuk menikmati moment tersebut.
-Like I'm Gonna Lose You-
07:00 AM, Kyuhyun's Pov-
Alarm berbunyi seperti biasa, aku tahu ini hari libur tapi aku biasa bangun seperti biasa seperti yang selalu ibuku ajarkan. Pagi pertama dengan status baruku, perempuan hamil. Aku hampir melompat bangun jika tidak ingat kalau aku tidak bisa bertingkah ceroboh lagi. Melirik jam, tepat jam 7 pagi. Aku tidak pernah bangun sesegar ini walaupun cuaca di luar buruk, hujan yang kembali mengguyur Seoul.
Melirik suami tampanku membuatku tidak tahan untuk tidak menciumnya. ''Selamat pagi, sayangku.'' Aku tersenyum, membelai wajahnya kemudian menciumnya. Aku tahu dia mulai terganggu tapi tidak marah sama sekali. ''Selamat pagi juga, istriku tercinta dan bayiku sayang.'' Dia membalas menciumku mesra lalu mengelus lembut perutku. Aku hampir melayang, itu kata termanis yang pernah aku dengar.
''Aku harus bangun dan olahraga.'' Dia menciumku lagi kemudian turun dari tempat tidur. Aku merasa malas untuk turun, aku tetap berbaring di tempatku. Apa yang salah dengan ini, aku memang pemalas yang suka tidur.
''Sayang, apa kau masih mengantuk.'' Pria yang aku cintai itu mencium keningku lalu mencubit pelan pipiku. Aku menganggukan kepalaku, ''Bayi kita tidak ingin bangun, dia masih mengantuk.'' Jawabku beralasan. Dia menggelengkan kepala, ''Baiklah, aku akan mandi sekarang.'' Siwon berjalan masuk ke kamar mandi.
Aku terkikik lalu mengubah posisiku menjadi duduk di tempat tidur, tumben sekali dia mau mandi sepagi ini? Bahkan di cuaca hujan dan semalam tidak ada yang terjadi, ini mengejutkan. Namun tidak lama aku melihat dia keluar, aku pikir dia hanya menggosok gigi, mencuci muka, bercukur dan... Mengusap kepalanya dengan air?
''Kenapa istriku yang suka tidur?'' Tanya dia menyadari aku menatapnya dengan wajah meleleh, sekarang dia menyisir rambutnya.
''Aku akan mandi.'' Aku sedikit berjalan cepat menuju kamar mandi, Siwon terdengar menegurku. ''Perhatikan langkahmu, kau tidak sendiri sekarang.'' Sedikit amarah aku dengar dari suaranya, astaga aku lupa.
Setelah kami sama-sama siap, kami sarapan. Ahjumma menyajikan masakan yang lezat, aku makan dengan lahap begitupun dengan Siwon. Semalam aku tidak makan malam begitupun dengan Siwon, kami terlalu bahagia sampai-sampai tertidur setelah banyak menangis.
''Ahjumma, sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru dalam keluarga ini.'' Ucap Siwon, aku menatapnya dengan senyum cerah. Ahjumma terlihat tidak mengerti, ''Maksud Tuan apa? Apa akan ada yang tinggal disini? Keluarga Tuan dan Nyonya akan datang?''
Aku angkat bicara, ''Ahjumma... Bukan keluarga seperti itu. Dia adalah seorang bayi, bayi mungil dengan wajah malaikat.''
''Astaga, apa Nyonya hamil?'' Lihat... Sekarang Ahjumma pun terlihat sangat gembira.
''Iya Ahjumma, akhirnya aku bisa memberikan keluarga ini kebahagiaan.'' Aku menggenggam tangan Siwon, saling bertatapan dengannya. ''Kau selalu memberikan kebahagiaan, dan sekarang kebahagiaan yang lebih besar.''
''Tuan, Nyonya, ini berita besar. Saya... Saya sampai tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan kalian. Saya bukan siapa-siapa disini tapi merasa sangat bahagia, apalagi Tuan dan Nyonya. Sungguh, selamat.''
''Tidak Ahjumma, Ahjumma sudah seperti keluarga kami. Tidak ada jarak yang lebar untuk kita disini, kita saling menyayangi dan itu yang terbaik.''
''Nyonya... Terima kasih banyak.''
''Tentu, apa yang Kyuhyun katakan benar. Kita sudah tinggal bersama sejak pertama pindah ke rumah ini, Ahjumma sudah melakukan banyak hal untuk kami. Selanjutnya... Aku ingin Ahjumma menyayangi dan ikut menjaga anak kami, kami pasti membutuhkan Ahjumma.''
''Tuan... Tanpa anda minta, saya akan sangat menyayanginya. Sama seperti pengabdian saya pada Tuan dan Nyonya, saya akan memperlakukan anak kalian dengan sangat baik. Tuan dan Nyonya orang yang baik, tidak akan ada orang yang berpaling dari orang sebaik kalian.''
''Terima kasih banyak Ahjumma.''
-Like I'm Gonna Lose You-
Myeongdong Street.
Entah kenapa, tiba-tiba Kyuhyun mengajak Siwon ke Myeongdong. Kyuhyun sengaja mendatangi Myeongdong Catedal karena ingin pergi ke cafe milik suaminya, Twosome Coffee Shop. Hal yang membuat Siwon menggelengkan kepala, Kyuhyun datang kesana hanya ingin minum kopi. Dia bilang barista yang bekerja di cafe suaminya itu memiliki kopi yang lezat. Jadilah sekarang mereka berada disana.
''Aku rasa kopi buatan Ahjumma tidak kalah lezat.'' Ujar Siwon saat mereka menunggu pesanan, Kyuhyun hanya cemberut mendengarnya. ''Rasanya beda saat kau meminumnya dalam keadaan hamil.'' Siwon tidak mengerti, dia malah lebih suka kopi buatan Ahjumma Kim.
''Tapi Sayang, jangan terlalu sering mengkonsumsi kafein. Jika kau memang ingin, kau bisa mencicip kopiku tanpa harus memesan sendiri. Aku rasa sebelumnya kau tidak menyukai kopi.'' Tentu saja Siwon khawatir.
''Ini keinginan bayimu, bukan aku.'' Jawaban apa itu, Siwon tidak pernah percaya dengan istilah mengidam atau sejenisnya. Tapi jika hal itu bisa membuat istrinya bahagia, Siwon akan menurutinya selagi tidak membahayakan keduanya.
''Setelah ini, kita jalan-jalan ya?''
''Baiklah, terserah padamu sayang.''
Setelah minum kopi walaupun Kyuhyun hanya meminumnya sedikit, mereka jalan-jalan di jalanan Myeongdong yang ramai. Myeongdong terkenal sebagai pusat fashion, kuliner sampai make up. Kyuhyun berhenti di depan toko pakaian yang menjual berbagai macam T-Shirt dan Sweater.
''Siwon, bagaimana kalau kita membeli baju couple? 8 tahun bersama, aku rasa kita tidak pernah memiliki pakaian yang sama.''
''Baju couple?'' Siwon berpikir, dalam pikirannya dia membayangkan dirinya memakai baju bertuliskan 'Her Husband' atau baju yang memiliki gambar dirinya dan Kyuhyun, entah kenapa hal itu membuatnya geli. ''Apa kau yakin? Aku rasa orang yang melihat kita akan langsung tahu kalau kita pasangan.'' Siwon berusaha menolak.
''Aku tahu yang kau pikirkan. Tenang Siwon, kita hanya akan membeli kaos dengan warna yang sama.''
''Kaos, itu tidak buruk. Tapi Sayang, aku rasa kita bisa membeli jersey tim sepakbola yang sama. Itu terdengar lebih bagus kan?''
''Astaga, apa kita akan memakainya saat jalan-jalan seperti ini? Pakaian itu hanya akan kita pakai saat menonton pertandingan, lagipula butuh banyak biaya untuk menonton pertandingan di luar negeri.''
''Sayang kau terlalu berlebihan. Tidak perlu...''
''Tidak jadi beli.'' Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwon, Siwon menghela nafas lalu mengejarnya. ''Sayang, tunggu aku!''
Kyuhyun masih merasa kesal, dia mendiamkan Siwon dan terus berjalan di tempat yang ramai tersebut dan Siwon mengikutinya dari belakang dengan sabar. Inilah sifat baru istrinya yang mengejutkan, Siwon tahu kalau istrinya bukan tipe orang yang mudah marah atau tersinggung, dia bahkan orang yang tidak suka berdebat.
''Sayang.'' Siwon menghentikan Kyuhyun dengan menahan tangannya, Kyuhyun diam lalu membalikan badannya menghadap Siwon. ''Sekarang apa?'' Kyuhyun masih marah. Siwon mengelus lengannya lembut, ''Ayo kita beli kaos pasangan itu, sesuai keinginanmu sayang.''
''Kau mau melakukannya karena keinginanku tapi sebenarnya kau tidak ingin, jadi lebih baik tidak usah.''
''Bukan begitu sayang, aku mau melakukannya. Karena kita pasangan, sudah seharusnya kita memiliki...''
''Aku sudah tidak ingin!'' Potong Kyuhyun cepat. Siwon harus bersabar menghadapinya, ''Baiklah, sekarang kau mau kita kemana?'' Siwon bertanya lembut. ''Pulang.'' Jawab Kyuhyun singkat. ''Baiklah, kita pulang.''
-Like I'm Gonna Lose You-
Setelah sampai di rumah, Kyuhyun langsung pergi ke kamarnya dan istirahat. Siwon hanya memandang punggung istrinya lalu menghela nafas, pria itu berjalan menuju dapur lalu meminta kopi dari Ahjumma. Menunggu kopi, Siwon duduk di bar. Dia terlihat merasa bersalah, kenapa dia harus berdebat dengan Kyuhyun? Siwon tidak suka melihat istrinya seperti sekarang, itu membuatnya tidak nyaman.
''Tuan, ini kopinya.'' Ahjumma meletakan segelas kopi panas. Siwon menatap Ahjumma, ''Apa orang hamil seperti itu?'' Tanya Siwon membuat wanita paruh baya itu tidak mengerti. ''Apa maksud Tuan, memangnya ada apa dengan Nyonya?''
Siwon menyesap kopinya sebelum menjawab, ''Dia berubah, aku tidak suka melihatnya yang mudah marah seperti sekarang. Kyuhyun tidak seperti itu sebelumnya.''
Ahjumma mulai mengerti, ''Saya rasa itu karena perubahan hormon, setiap orang hamil berbeda-beda. Mungkin Nyonya hanya sedang dalam kondisi sensitifnya.''
''Aku mengerti dan jujur aku sudah menantikan hal seperti ini sejak lama, yang membuatku sedih, aku tidak suka melihatnya kecewa. Penyebab kecewanya karena aku, itu membuatku semakin merasa bersalah.''
''Tuan harus tahu, tidak semuanya harus dipenuhi.''
''Apa yang tidak aku penuhi adalah hal yang mudah, tapi aku melakukan kasalahan dengan membuatnya kecewa. Ahjumma, aku sangat mencintai Kyuhyun dan calon bayi kami.''
Ya Tuhan, Ahjumma sampai merasa kasihan. Siwon begitu menyesal, Ahjumma yang tidak tahu penyebabnya saja sampai merasa sedih. ''Memangnya apa yang terjadi Tuan? Apa saya boleh tahu?'' Siwon menatap Ahjumma lalu menceritakan semuanya, ternyata hanya masalah kecil. Hanya karena perasaan Kyuhyun yang terlalu sensitif dan Siwon yang kurang peka untuk menjaga perasaannya.
-Like I'm Gonna Lose You-
Kyuhyun masih berbaring di tempat tidur, dia memikirkan yang terjadi tadi. Dia juga merasa tidak enak karena sudah bersikap kekanakan seperti itu, ''Siwon...'' Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk. Siwon pasti akan melakukan apapun untuknya jadi Kyuhyun tidak perlu marah karena hal sekecil itu.
''Aku harus minta maaf!'' Kyuhyun baru akan turun tapi dia merasa kepalanya berputar, Kyuhyun langsung diam. ''Astaga.'' Perutnya juga terasa mual, dengan cepat dia masuk ke dalam kamar mandi lalu muntah. Tidak banyak yang dia keluarkan, hanya cairan. ''Oh... God!'' Kyuhyun merasa lelah, dia muntah lebih dari 5 kali tapi tidak mengeluarkan apa-apa.
''Sayang, apa ini karena aku minum kopi?'' Kyuhyun menyentuh perutnya sambil berpikir, ''Oh astaga!'' Dia merasa mual lagi, tapi lagi-lagi tidak mengeluarkan apa-apa selain air liur. ''Hiks.'' Kyuhyun menangis karena merasa sedih, tiba-tiba saja dia sedih. Sudah lama dia membayangkan hal seperti ini tapi ternyata hal ini melelahkan.
Kyuhyun kembali ke tempat tidur, berbaring sambil menutup mata. Tidak lama Siwon masuk, pria itu langsung mendekati tempat tidur, duduk ditepi memandangi istrinya. Kyuhyun membuka matanya, ''Siwon.'' Kyuhyun merasa menyesal, Siwon mengelus pipinya lembut. ''Tidurlah sayang, kau terlihat lelah.'' Kyuhyun malah memeluknya, ''Maafkan aku, maafkan sikapku tadi Siwon.''
''Aku yang seharusnya meminta maaf, aku kurang peka terhadap perasaanmu.''
''Siwon...'' Kyuhyun ingin menangis lagi, Siwon tidak membiarkan itu, dia langsung menciumnya lembut, ''Sudah aku bilang, aku tidak suka melihatmu menangis.'' Tegas Siwon. Kyuhyun mencoba untuk tidak menangis, ''Siwon, sepertinya kau benar. Aku tidak boleh mengkonsumsi kafein lagi, itu membuatku muntah.''
Siwon terkejut, ''Sayang, kau sampai muntah? Katakan kalau kau baik-baik saja.'' Siwon meremas lengan Kyuhyun, terlihat dia khawatir. Kyuhyun menenangkannya, ''Aku baik-baik saja. Tadi aku hanya merasa mual lalu muntah, itu saja. Itu hal yang wajar kan? Dokter Park bilang hal itu bagus, itu artinya horman kehamilan dalam tubuh cukup tinggi untuk mendukung kehamilan dan resiko keguguran semakin kecil.''
''Baiklah sayang tapi kita harus tetap mewaspadai hal itu. Mulai sekarang kau harus menjaga asupan makanan dan minuman dengan baik, hindari semua yang bisa berdampak buruk. Aku percaya kalau kau bisa menjaga dirimu dan anak kita dengan baik, oke?!''
''Aku berjanji padamu sayang.''
Siwon kembali menciumnya lembut, hanya menempelkan bibirnya tidak berniat melakukan hal lebih. Jika dia melakukan yang lebih, dia takut tidak bisa mengontrol dirinya. Kyuhyun sangat menggoda, semua yang ada pada dirinya dapat menggetarkan tubuhnya hanya dalam beberapa menit. Siwon tidak ingin melakukan hal seperti itu, dia mencoba menghindari hal yang bisa mempengaruhi kandungan istrinya.
-Like I'm Gonna Lose You-
Satu bulan berlalu setelah Kyuhyun dinyatakan hamil. Banyak perubahan pada diri dan hidupnya, selama hal itu baik, Kyuhyun selalu menikmati setiap perubahan itu. Ini pengalaman pertama, pertama baginya dan Siwon. Tidak ada gambaran atau hal yang bisa dia tebak selanjutnya, semua hal yang terjadi begitu baru dan menakjubkan. Setiap dia menatap tubuhnya sendiri, rasanya berbeda walaupun belum ada perubahan yang nampak secara fisik (seperti perut membesar).
Fluktuasi horman dalam tubuhnya cukup mempengaruhi dirinya, perubahan emosi yang cepat dan mendadak terkadang membuatnya seperti kehilangan dirinya sendiri. Kadang dia berpikir, dulu aku tidak seperti ini? Yah, Kyuhyun tipe orang yang tidak banyak bicara dan mengeluh. Dia melakukan semua dengan baik, baik itu pekerjaan maupun tugasnya sebagai seorang istri. Tapi sekarang dia seakan sulit mengendalikan dirinya sendiri, banyak hal yang membuatnya heran sendiri.
''Jangan pakai dasi warna hitam, coba yang lebih cerah.'' Komentar Kyuhyun saat Siwon tengah bersiap-siap, Siwon menatap heran istrinya. ''Love, aku akan pergi ke rumah duka, apa bagus jika aku memakai dasi yang berwarna?'' Yah, kemarin orangtua temannya meninggal dan dia harus datang untuk memberikan pernghormatan terakhir.
''Tapi aku tidak suka melihatmu serba hitam, kulitmu sudah cukup hitam Choi Siwon-shhi.''
Siwon melangkah dua langkah lebih dekat, ''Aku tahu kalau aku tidak putih tapi jika aku pergi dengan memakai dasi berwarna, orang-orang akan menganggap kalau aku tidak berduka, itu akan sangat menggangguku.''
Kyuhyun jadi marah, ''Apa bedanya dengan orang-orang yang datang kesana hanya untuk makan gratis. Aku tahu banyak orang yang menjual airmata agar bisa makan gratis di rumah duka, mereka bahkan tidak mengenal keluarga yang kehilangan itu.''
''Itu hal yang berbeda. Aku datang sebagai kerabat dan sudah sepantasnya aku menunjukan bela sungkawa, ayolah mengerti cintaku.'' Siwon benar-benar tidak bisa menuruti keinginan Kyuhyun.
''Tapi...'' Dalam hati Kyuhyun sangat kesal karena Siwon tidak mau mengikuti perintahnya tapi ucapan Siwon benar. Tapi dia sangat suka melihat suaminya memakai pakaian berwarna, pernah di meminta Siwon memakai stelan berwarna merah muda untuk bekerja.
''Tapi apa? Tidak ada negosiais untuk ini. Aku pergi dulu, kita akan bicara lagi nanti.'' Siwon memeluk dan mencium pipinya lalu keluar dari kamar, Kyuhyun hanya diam dan terus berpikir. ''Aku suka dasi ini.'' Dia mengambil dasi berwarna ungu muda, sejak malam dia membayangkan suaminya memakai dasi itu.
Setelah Siwon pulang, Siwon langsung membersihkan diri, dia tidak ingin Kyuhyun komplen karena dia tidak wangi. Sejujurnya di rumah duka, dia minum walaupun tidak banyak, hanya untuk menghormati temannya. Tapi hal itu diketahui Kyuhyun, Kyuhyun mencium bau alkohol dari mulut suaminya.
''Kau minum? Bukankah sudah berjanji untuk tidak minum?'' Kyuhyun sudah memasang wajah curiga. Siwon mencoba mencari alasan dengan tidak berbohong, ''Iya aku minum. Hanya dua teguk untuk menghormati temanku. Percayalah, ini yang terakhir.''
Kyuhyun sangat kesal, ''Kalau begitu jangan tidur di tempat tidur, kau kan tahu kebiasaanku. Jika kau ada disebelahku, aku tidak bisa tidak memelukmu. Jika aku mencium bau alkohol, kau berarti menyakitiku.''
''Sayang, menyakiti bagaimana? Bau ini akan segera hilang, aku akan banyak minum dan makan buah. Ayolah, aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu.''
''Tidak Choi Siwon! Keputusanku tidak bisa dirubah. Tolong mengerti aku, aku sudah merasa tersiksa. Kau tahu kalau aku tidak bisa tidur nyenyak atau makan dengan baik, semua harus aku tanggung demi anak kita. Dan kau hanya memikirkan dirimu, aku kecewa Siwon, sangat kecewa!'' Kyuhyun keluar dari kamar, Siwon sangat sedih dan merasa bersalah.
Kyuhyun menangis di ruang menonton, dia tidak ingin seperti ini tapi kondisi yang memaksanya. Dia merasa bersalah telah bersikap egois, tapi dia juga ingin Siwon lebih memikirkan dirinya. Apa susahnya menahan diri untuk tidak minum, apa susahnya menolak dengan halus pada temannya, apa susahnya tidur terpisah hanya untuk semalam? Hanya satu malam sementara Kyuhyun harus merasakan semuanya dalam 9 bulan.
''Sayang, mungkin kau akan sangat mirip dengannya karena Mommy membenci Daddymu. Benci dengan sikapnya, dia tidak mengerti perasaan Mommy.'' Kyuhyun terus menangis, Ahjumma mendekatinya lalu berjongkok di depan Kyuhyun yang duduk diatas sofa. ''Nyonya.''
Kyuhyun menatap Ahjumma yang berada di depannya, ''Ahjumma, aku bersikap berlebihan lagi, tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku.'' Adu Kyuhyun, Ahjumma sudah bisa membayangkan yang terjadi.
''Wajar jika Nyonya tidak bisa mengendalikannya, ini yang pertama dan paling istimewa. Tapi Nyonya harus tahu, sebesar apapun rasa cinta atau kasih sayang Tuan untuk Nyonya, Tuan tidak akan pernah bisa mengerti apa yang Nyonya rasakan. Semua hal ini hanya akan dimengerti oleh orang yang mengalaminya, pria tidak akan pernah mengerti.''
''Dia bisa mengerti dengan tidak membantahku. Apa sulitnya itu Ahjumma?''
''Lalu bagaimana dengan perasaannya? Nyonya dan bayi Nyonya adalah hidup dan dunianya. Di luar dunia itu, Tuan juga memiliki dunianya sendiri. Dunia yang juga harus Nyonya pahami.''
''Tapi dia minum Ahjumma! Bagaimana bisa dia minum sementara dia akan tidur dengan istrinya yang sensitif. Aku tidak ingin membatasi dunianya tapi tetap saja hal itu membuatku kesal.''
''Aku hamil. Sudah 6 tahun kami menunggu ini. Dia berjanji akan menuruti semua yang aku inginkan, tapi dia selalu menghianati kepercayaanku.''
''Nyonya, tolong jangan bicara seperti itu. Itulah laki-laki terkadang mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri, mereka...''
''Aku tidak ingin membahasnya atau aku akan mual dan kembali tidak berhenti muntah.'' Jujur Kyuhyun tidak bisa tertekan. Ahjumma melihat Siwon datang, Ahjumma memilih meninggalkan suami istri itu untuk bicara. Kyuhyun menatap Siwon lalu berpura-pura tidak melihatnya, pura-pura menonton televisi.
''Love, maafkan aku.'' Siwon duduk disebelahnya, Kyuhyun berusaha mengabaikannya. ''Love... Aku janji tidak akan minum atau melakukan apa yang tidak kau suka. Aku akan berusaha, berusaha untuk tidak mengecewakanmu lagi.''
Kyuhyun menarik nafas pendek, akhirnya dia berani menatap Siwon. ''Aku sangat egois dan terlalu menuntut, percayalah jika aku tidak bermaksud memaksamu untuk mengikuti semua yang aku inginkan.''
''Itu tidak masalah, aku suka saat kau mengaturku. Aku suka Kyuhyun yang posesif, hal yang selalu aku lakukan padamu.''
Kyuhyun sedikit tersenyum, rasanya sekarang posisi sudah berubah. Namun senyuman itu menghilang, wajahnya memucat dan mulai menutup mulutnya. Ulu hatinya terasa sakit, dan dia merasa mual. ''Sayang, kau baik-baik saja?'' Baru saja Siwon selesai bertanya, Kyuhyun sudah meninggalkannya. Pergi terburu ke kamar mandi, dan muntah.
''Oh, sayangku.'' Siwon langsung memijat tengkuknya, dia merasa sedih melihat Kyuhyun yang terus mengeluarkan isi perutnya. Ahjumma melihat dari pintu lalu buru-buru menyiapkan air hangat. Setelah rasa mualnya berkurang, Kyuhyun duduk di meja makan dengan menyesap teh hangat yang Ahjumma buat untuknya.
''Ini semakin buruk, apa yang Nyonya keluarkan jika Nyonya tidak makan apapun sejak siang?'' Ucap Ahjumma khawatir, Siwon menatap pada wanita paruh baya itu. ''Tidak makan sejak siang? Apa-apaan ini Kyuhyun.'' Siwon jadi marah.
''Aku tidak bisa makan, perutku tidak lapar bahkan akan terasa sakit dan mual jika aku makan. Tolong, jangan marahi aku Siwon.''
Siwon tidak mungkin marah, Kyuhyun terlihat pucat dan tak berdaya. Siwon memeluknya, dia sangat merasa bersalah karena bertengkar disaat kondisi istrinya yang semakin buruk. ''Ini pasti menyiksamu, tolong maafkan suami bodohmu.'' Bisik Siwon. Kyuhyun merasa sedih lalu menangis, ''Jangan bicara begitu, kau suami luar biasa. Aku sangat mencintaimu Siwon.''
-Like I'm Gonna Lose You-
TBC.
Errr, ini mah ceritanya hanya di dramatis. Aslinya ga tau deh orang hamil kaya apa orang nikah aja belum hehehe
Happy Birthday Choi Kyuuhyun hehehe Langgeng sama Presdir Choi ya, Baby!
Friday, 170203.
