sehun, untuk apa dia bertamu sepagi ini? ah apa dia ingin menjemput Lana untuk pergi bersama ke kantor. Aku tersadar dari lamunanku dan mempersilahkan Sehun untuk masuk ke dalam.
"Lan, ada Tuan Sehun! ahh silahkan duduk tuan." ucapku, lalu Sehunpun mulai duduk di meja makan.
"Sehun, kenapa kau tidak bilang sebelumnya kalau kau akan menjemputku?" omel Lana.
"Kejutan, mungkin.." jawab Sehun dengan muka datarnya. Aku sebenarnya heran dengan pria ini, apa dia tidak punya ekpresi lain dimukanya selain itu?
"Kejutan kepalamu, hahaha." Lana menimpali sambil tersenyum manis. Setelah mengobrol sesaat kami melanjutkan makan kami, Sehunpun ikut makan karena Lana memaksanya.
Aku melirikkan mataku kearah Sehun, dan lagi-lagi aku mendapati Sehun yang juga tengah memandangku. Kualihkan pandanganku dengan cepat. Ya Tuhan, kenapa aku selalu merasa jika ada yang berbeda dalam tatapannya kepadaku, tatapan berbeda dari kebanyakan orang menatapku. Aku jadi merasa takut. Apa yang tengah Sehun pikirkan terhadapku, apa Sehun punya suatu niat yang akan dia lakukan padaku?! Tidak, tidak. perasaan aku tidak pernah berkata sesuatu yang mungkin bisa membuatnya tersinggung..
"Lu, sepertinya aku dan Sehun harus segera pergi supaya tidak terjebak macet." suara Lana menyadarkanku dari acara melamunku.
"Baiklah, hati-hati di jalan ya Lan." jawabku. Setelah itu mereka pergi. Dan rumahpun kembali sepi. Aku membereskan peralatan makan yang baru kami gunakan, setelah selesai aku duduk di ruang di sofa depan TV. Aku menghela napasku, seandainya kakiku tidak pincang seperti ini, mungkin aku bisa kerja diluaran sana tanpa harus menjadi beban untuk Lana. Ya, walaupun menurut Lana aku bukanlah beban baginya, tapi tetap saja aku merasa begitu. Bayangkan saja, setiap hari kerjaanku hanya beres-beres rumah dan menonton TV, sementara di luar sana Lana kerja dari pagi hingga sore bahkan sesekali dia pulang larut malam. Hahh, seandainya saja kejadian itu tidak pernah menimpaku mungkin sekarang aku masih menjadi pria normal yang tidak menyusahkan orang lain. kejadian itu, pelecehan itu dan kekerasan itu tiba-tiba datang kembali di dalam ingatanku, kilasan-kilasan itu kini membuat tubuhku bergetar dan menegang, rasanya aku sulit sekali bernapas, dan kepalaku terasa sangat sakit! tidak, jangan!! pergi kau dari ingatanku. Sambil menjambak rambutku sendiri aku mulai meracau membayangkan kejadian sialan itu. Tolong, seseorang tolong selamatkan aku!.
Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang mendekapku kedalam pelukannya dengan sangat erat, seolah-olah dia ingin menawarkan ketenangan, kenyamanan dan perlindungan padaku, sambil bergetar ketakutan aku mencoba mendongakkan kepalaku demi memastikan siapa orang yang tengah mendekapku ini, dan dia adalah Sehun. Entah apa yang terjadi padaku tiba-tiba aku balas mendekapnya dan mencurahkan segala tangis kesakitanku, penderitaanku yang selama ini tidak pernah aku perlihatkan kepada Lana.
"Tenanglah, aku disini bersamamu, ada bersamamu dan akan menjagamu...maka berhentilah menangis, tenangkan dirimu my love.." karena tangisanku yang pecah, aku tidak mendengar dengan baik apa yang dia katakan padaku. Yang aku tahu sekarang adalah dengan mendekapnya dengan erat seperti ini, aku merasa sedikit lebih baik juga nyaman, dan sedikit demi sedikit aku mulai kehilangan kesadaranku, semuanya menjadi gelap..
tbc..
hatur nuhuunn~~
