Tittle : The ultimate Coordinator

Chapter : 7

Main Cast :

* Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

* Park JungSoo as ParkJungSoo

* Choi Siwon as Park Siwon

* Kim Heechul as Park Heechul

* Kim JongWoon as ParkJongWoon

* Shin DongHee as Park Shindong

* Lee Donghae as ParkDonghae

* Lee Hyukjae as Park Hyukjae

* Kim Ryeowook as Park Ryeowook

Genre : Brothership/ Family/Hurt/Comfort

Rate : T

.

.

.

Pagi ini cuaca nampaknya sedikit mendung. Awan kelabu masih menghiasi sang langit diawal hari.

"Hari ini kita akan memulai mencari petunjuk mengenai keberadaan ilmuwan tersebut. Meskipun kita terburu-buru, tapi kalian harus tetap mengutamakan keselamatan kalian masing-masing. Arra?" Leeteuk memberi pengarahan pada seluruh dongsaeng-nya yang kini berkumpul dimeja makan.

"Arraso, Teuki-hyung." Semuanya menjawab bersamaan.

"Kajja kita mulai saja pencarian petunjuknya." Donghae berdiri dari duduknya secara tiba-tiba.

"Hae-ah duduklah sebentar. Apa kamu lupa apa yang hyung katakan barusan?" Namja yang paling tua disana menegur dongsaengnya yang sedikit hyper itu.

"Ne, aku ingat hyung. Tapi kan kami mencarinya disekitar rumah..."

"Tapi kita tetap harus mempunyai rencana.." Leeteuk tetap mencoba untuk bersabar. "Mereka sangat berbahaya..."

"Nyawa Kyuhyun juga berbahaya, hyung. Kita harus segera menemukan orang tersebut agar bisa kembali berkumpul dan memulainya dari awal kembali." Kedua mata Donghae mulai memerah.

Leeteuk kembali menghela napas. "Itu memang benar, namun kita tidak boleh sampai membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain."

Donghae terdiam. Apa yang dikatakan oleh kakak tertuanya itu memang benar adanya. Rencana memang harus ada disetiap kondisi.

"Aku mengerti, hyung." Namja yang sering bersikap layaknya anak kecil itu kembali mendudukkan tubuhnya dikursi.

"Apa ada pergerakkan dari mereka, Kibumie?"

Kibum yang sedari tadi sedang menikmati makanannya kemudian mengangkat kepala dan menatap Leeteuk. "Belum hyung, hanya saja mereka kini sedang fokus terhadap bisnis gelapnya."

"Kita jadikan situasi ini untuk mencari petunjuk saja." Ucap Kangin.

"Tentu saja." Leeteuk kembali berucap. "Habiskan sarapan kalian dan bersiap-siaplah. Jangan lupa bawa keperluan yang dibutuhkan selama perjalanan."

Semuanya kembali menyantap sarapan pagi agar tubuh dalam kondisi yang fit. Sesekali pembicaran dibuka agar keheningan tidak melanda ruangan tersebut.

Setelah sarapan selesai, mereka kembali kekamar masing-masing untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.

.

Di ruangan atau tepatnya kamar Kyuhyun, terlihat Leeteuk dan Siwon sedang menatap sang magnae yang masih tertidur lelap. Detak jantung masih bergerak normal meskipun sangat lemah. Suara alat EKG pun masih berbunyi sangat nyaring seiring bergeraknya denyut jantung yang memperlihatkan bahwa tubuh tersebut masih mempunyai jiwa diraganya.

"Siwonnie, hyung serahkan sepenuhnya soal Kyuhyun kepadamu selama hyung dan yang lainnya tidak ada. Jaga dan rawat dia." Namja tampan yang bekerja sebagai dokter itu menganggukkan kepalanya. "Jika ada apa-apa segera beritahu hyung atau yang lainnya."

"Ne, tentu saja hyung. Teuki-hyung hati-hati selama disana."

Tiba-tiba pintu terbuka. Dan masuklah penghuni kediaman Park yang lainnya. Sepertinya mereka hendak pamitan terhadap si kecil Kyuhyun.

Sungmin mendekat kearah Kyuhyun, ia berlutut dan memegang tangan pucat sang sahabat sekaligus dongsaeng-nya kemudian mengecupnya. "Doakan kami agar bisa segera mendapatkan petunjuk. Kamu juga harus tetap berjuang, arra? Jangan karena kami yang sedang berusaha, kamu jadi malas-malasan."

Semuanya menahan haru saat mendengar ucapan dari namja bergigi kelinci tersebut. Sesungguhnya mereka berat harus meninggalkan Kyuhyun untuk sebentar saja, meskipun masih ada Donghae dan yang lainnya juga beberapa bodyguard profesional disana namun rasa khawatir masih menghinggapi hati semuanya. Tapi keadaan yang memaksa mereka harus melakukannya.

Sungmin mengecup kening Kyuhyun selembut mungkin. Ia seperti tidak ingin menyakiti namja didepannya. Tindakannya itu diikuti oleh yang lainnya termasuk Heechul.

.

.

.

.

.

At Kediaman Keluarga Park II

Sungmin, Kangin, Shindong dan Yesung memasuki rumah keluarga Park yang lama. Mereka berempat masuk kedalam bersamaan. Rumah itu masih sama seperti dulu namun yang membedakan yaitu suasananya nampak begitu dingin akibat lama ditinggal dan tidak pernah dihuni.

"Kita berpencar saja, geledah semua tempat jangan sampai ada yang terlewatkan." Kangin berucap sambil melihat sekeliling.

Ketiganya mengangguk. Kemudian mereka menyebar kesegala arah.

.

.

At Kediaman Keluarga Cho

Hari sudah memasuki musim dingin. Daun-daun sudah menggugurkan dirinya dari batang. Kini udara sudah berubah menjadi dingin, angin pun berhembus cukup kencang.

Disebuah rumah megah, terlihat empat orang namja sedang memasuki halaman yang ditumbuhi dengan berbagai jenis tanaman hias. Sedikit kotor memang, namun masih tetap asri dan nyaman. Kelihatannya mereka sedikit kesulitan saat akan membuka pintu rumah.

Kediaman Cho. Rumah seorang peneliti terkenal yang dibiarkan terlantar oleh pemiliknya selama belasan tahun. Tapi tampaknya sesekali datang dua atau tiga orang yang ditugaskan untuk membersihkan halaman rumah ini. Dapat dilihat halamannya tampak rapi meskipun banyak daun yang berguguran.

"Apakah ini rumah kedua orangtua kandung Kyunnie, hyung?" tanya Changmin.

Leeteuk mengedarkan pandangannya kesegala penjuru. Sebelum menjawab pertanyaan dari namja tinggi bermarga Jung itu. "Ne. Hyung pun baru pertama kali kesini."

"Lalu hyung tahu dari mana alamat rumah ini?" Kali ini yang bertanya adalah seorang namja asal China, Tan Hangeng atau biasa dipanggil Hankyung.

"Hyung waktu itu sempat menguping pembicaraan orangtuaku di ruang kerjanya mengenai rumah Keluarga Cho."

Keempatnya mengamati isi rumah bagian depannya. Terlihat seperti rumah pada umumnya. Sebuah meja bundar tepat ditengah-tengah ruangan dengan pas bunga diatasnya. Masing-masing sudut terdapat guci bahkan rak kecil yang membentuk sudut.

Sebuah lampu besar dan mewah tepat diatas meja berdiri. Tangga besar tersaji didepan mereka. Lantai marmer pun masih bisa menampilkan sosok mereka.

"Kita akan mulai darimana, hyung?" Heechul mendekat kesebuah rak yang berisi berbagai hiasan dari kristal. "Rumah ini masih berisi barang mewah, tapi tak ada satupun yang hilang dibawa pencuri."

"Tentu saja karena rumah ini diberi pengamanan juga meskipun tidak ada yang menghuninya." Leeteuk menanggapi pernyataan adik pertamanya tersebut. "Kita akan mulai dari lantai bawah kemudian lantai atas. Kalian semua hati-hati jangan sampai lengah."

Keempatnya menyebar dan memasuki ruangan-ruangan yang terdapat dilantai bawah.

.

Hampir 2 jam mereka mencari dibawah namun tidak menemukan apapun yang bisa dijadikan petunjuk. Kemudian semuanya berjalan menuju lantai 2. Namun harapan masih ada dihati mereka.

Semua ruangan mereka geledah namun masih tidak menemukan sesuatu. Hasilnya nihil dan jauh dari yang diharapkan.

Saat semuanya berada disebuah ruangan terakhir yang merupakan ruang kerja. Masing-masing menggeledah apa saja yang dirasa bisa menyembunyikan sesuatu. Namun masih belum menunjukkan hasil yang bagus.

"Aish.. disini benar-benar tidak ada apapun yang bisa dijadikan petunjuk.." Changmin mengacak rambutnya kasar. Kesal karena tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun.

Brak!

Terdengar bunyi pintu yang dibuka secara kasar. Tiba-tiba masuk beberapa orang namja berpakaian hitam dan berbadan tegap layaknya seorang bodyguard atau istilah didunia mafia yaitu tukang pukul.

Keempatnya langsung memasang sikap waspada dan siap bertempur.

Ternyata ditempat Sungmin dan yang lainnya pun mengalami hal yang sama yaitu kedatangan tamu tak diundang.

"Apa yang dikatakan Kibummie memang benar.." ucap Shindong begitu juga dengan Changmin secara bersamaan.

"Waspadalah, mungkin mereka mengirim orang untuk menunggu bahkan menghabisi kita di tempat yang akan kita singgahi."

"Heh, sepertinya kita harus berolahraga.." ucap Heechul sambil menampilkan seringai diwajah cantiknya.

"Bersiaplah kalian, jangan sampai terluka.." Leeteuk kembali mengingatkan ketiga dongsaengnya.

Ketiganya mengangguk. Dan perkelahian pun dimulai.

Heechul melawan kawanan itu dengan sebuah tongkat ditangannya. Leeteuk, Changmin dan Hankyung pun melakukan hal yang sama.

Brak!

Bruk!

Buagh!

Prangg!

Suara benda terjatuh, pecah bahkan pukulan pun terdengar nyaring di ruangan yang luas tersebut. Ruang kerja yang tadinya dalam keadaan rapi, kini berantakan dengan berbagai benda yang pecah tersebar dimana-mana.

Changmin berhasil memukul beberapa namja yang badannya lebih besar daripada dirinya. Meskipun ia masih terluka dibadannya akibat perkelahian kemarin, namun ia masih mampu menghabisi lawan-lawan didepannya demi sahabatnya yang masih terbaring koma.

"Aish.. ternyata mereka semakin banyak.. apa kita mampu menghabisi semuanya.." gumam Changmin saat melihat begitu banyak orang yang masuk ke ruangan mereka.

.

.

At Kediaman Keluarga Park II

"Hosh.. hoshh. Hosh.. hyung.. mereka banyak sekali..." Sungmin mengelap peluh yang mengucur deras dari pori-pori diwajahnya.

Wajah yang tadinya memiliki lebam yang hampir menghilang, kini bertambah lagi seiring banyaknya lawan yang muncul. Kondisi Kangin, Shindong dan Yesung pun tak jauh berbeda.

"Sepertinya mereka sengaja menunggu kedatangan kita disini.." Kangin menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya.

Salah satu dari para penjahat itu tertawa licik. "Ternyata kamu pintar juga. Ne, kami memang sengaja menunggu kalian."

.

.

At Kediaman Keluarga Cho

Leeteuk kini terlihat panik dan khawatir. Ia takut bayangan yang tidak diinginkannya sampai terjadi. Heechul, meskipun wajah mulus itu kini dihiasi dengan luka lebam, namun pancaran emosinya masih terasa sangat kuat.

"Apa yang kalian lakukan disini?" Changmin bertanya sambil menahan amarah.

"Hahaha.. tentu saja untuk menghambat kalian.."

Keempatnya terbelalak kaget saat mendengar pernyataan namja paruh baya dihadapan mereka. Suara detak jantung Leeteuk semakin bergerak cepat.

"Kami menghambat kalian agar kami bisa membawa bahkan menbunuh anak sialan itu.. hahahaha.."

.

.

At Kediaman Keluarga Park I

"Hosh.. hosh.. hosh.." terdengar deru napas menghiasi sebuah ruangan yang kini terlihat berantakan.

Lima orang namja terlihat kewalahan menghadapi belasan orang namja dihadapannya. Lawannya selalu berdatangan saat berhasil menjatuhkan beberapa lawannya.

"Aww.. ssakit... lepaskan aku..." Ryeowook berteriak saat salah satu dari penjahat tersebut memegang tangannya.

"Wookie!" Teriak Donghae, Eunhyuk dan Siwon secara bersamaan. Kibum hanya diam melihat situasi yang terjadi saat ini.

"Lepaskan dia sekarang juga! Kau memang orang brengsek. Karenamu Kyuhyun terluka." Teriak Eunhyuk lagi.

Ternyata pimpinan kelompok itu adalah orang yang menyerang Eunhyuk beberapa bulan yang lalu. Mr. Lee.

"Hahaha.. Kalian ingin aku melepaskannya?" Donghae mengangguk ia terlalu polos hingga menjawab pertanyaan lawan dihadapannya. "Aku akan melepaskannya jika kalian menyerahkan anak itu."

"Jangan harap.. awww..." Ryeowook meringis kembali saat tangannya dipegang kuat.

"Oh kamu ingin segera menyusul kedua orangtuamu?" Penjahat itu mendekatkan mata belati kearah leher namja mungil yang menjadi sanderanya.

Badan Ryeowook bergetar hebat karena ketakutan. Ia sesungguhnya takut dengan situasi seperti ini.

Kemudian Mr. Lee berjalan menuju tangga dengan menyeret Ryeowook. Namja yang hobi memasak itu meringis tiap kakinya melangkah.

"Jangan coba-coba bergerak atau aku akan menyayat leher dia.." pria itu lebih mendekatkan belati kearah leher Ryeowook saat melihat Siwon bergerak maju. Kemudian ia memberikan kode kepada anak buahnya dengan gerakan dikepala. "Ikat mereka berempat."

Anak buahnya segera mendekat kearah Siwon, Kibum, Donghae dan Eunhyuk. Mereka berontak saat tangannya diikat menggunakan tali. Mulut mereka ditutup menggunakan plester hitam.

"Lebih baik anak ini juga kalian ikat." Namja yang menjabat sebagai pimpinan dari kelompok ini mendorong tubuh mungil Ryeowook. "Jaga mereka dan aku akan keatas untuk membawa anak itu."

Namja itu pergi kelantai dua dimana Kyuhyun berada. Dengan langkah santai, ia bergerak menuju ruangan diujung lorong.

Cklek!

"Hooo.. jadi anak itu memang dalam keadaan sekarat.." namja yang bernama Lee itu mendekat kearah tempat tidur. "Sayang sekali orang sehebat dirimu akan berakhir mengenaskan.."

Tanganya bergerak untuk melepas semua peralatan yang menopang hidup magnae keluarga Park. Saat Mr. Lee melepas masker oksigen, terjadi guncangan pada tubuh Kyuhyun. Sepertinya namja yang berumur 15 tahun tersebut masih kesulitan menghirup oksigen secara normal.

"Hidupmu memang sungguh menyedihkan.."

Namun beberapa menit kemudian tubuh itu berhenti berguncang. Sepertinya Kyuhyun berhasil mempertahankan hidupnya meski napasnya terdengar lemah.

"Heh.. semangat hidupmu boleh juga.." Lee mengangkat tubuh Kyuhyun yang lemah tak berdaya.

Dilantai bawah, Siwon beserta yang lainnya terdiam dan cemas. Mereka sungguh khawatir dengan Kyuhyun diatas sana.

"HMPPPHHHH.. HMMMPPPPHH!" Mereka berempat kaget saat melihat Kyuhyun dibawa oleh orang tersebut seperti membawa karung beras.

Kini wajah Kyuhyun terlihat sangat pucat. Aliran keringat terlihat menurun dari wajahnya. Tangannya terkulai begitu saja.

"Kita pergi. Tinggalkan tempat ini sekarang juga." Mr. Lee berjalan keluar terlebih dahulu.

Namun sebelum mencapai pintu terdengar suara dari arah depan rumah.

"KALIAN SUDAH KAMI KEPUNG. ANGKAT TANGAN KALIAN DAN MENYERAHLAH!"

Ternyata yang datang ada polisi. Terlihat dari seragam mereka yang serba hitam lengkap dengan tameng dan senjata api ditangannya.

"Heh.. ada gangguan lagi.."

Siwon, Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook scara tak sadar menghela napas lega secara bersamaan. Namun napas mereka tercekat saat melihat tubuh lemah Kyuhyun diubah posisinya menjadi seperti seorang sandera dengan kaki menggantung karena perbedaan tinggi badan dan juga belati yang siap menghujam jantungnya.

"Buka pintunya..."

Mr. Lee berjalan kearah pintu keluar dengan tubuh Kyuhyun yang masih menggantung.

Diluar puluhan personil kepolisian bersiap siaga dibalik pintu mobil mereka. Disana pun terlihat Leeteuk dan yang lainnya sedang bersama sang kepala polisi.

Mereka kaget saat melihat Kyuhyun yang berhasil bawa oleh penjahat itu. Tanpa sadar Leeteuk menegakkan tubuhnya dan melangkah maju namun segera dihentikan oleh Kangin.

"KYUNNIE!"

Mr. Lee tertawa sinis saat melihat reaksi yang diberikan oleh Leeteuk dan semua adiknya. "Biarkan aku pergi bersama anak ini dan juga anak buahku atau aku akan menancapkan ujung belati yang tajam ini kejantungnya yang semakin melemah seiring dengan sulitnya ia mengambil oksigen."

Leeteuk mengambil alih pengeras suara yang sedang dipegang oleh polisi. "LEPASKAN ADIKKU DAN AKAN KUBIARKAN KALIAN PERGI DARI SINI HIDUP-HIDUP.."

"Tidak ada dalam tawaranku barusan. Biarkan aku pergi bersama anak ini atau aku bunuh dia sekarang juga." Lee menekan belati tersebut hingga ujungnya mulai menusuk lapisan atas kulit dada Kyuhyun.

Leeteuk yang melihat darah merembes dari baju yang dikenakan Kyuhyun membuatnya semakin panik. Ia tak ingin terjadi apa-apa dengan magnae-nya tersebut.

"Hyung, biarkan mereka pergi.." Sungmin mendekat kearah Leeteuk danemberi nasihat pada namja yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu. "Jika kita menahan mereka, Kyuhyun yang akan terluka."

"Hyung takut Kyuhyun akan pergi, Sungmin-ah." Kedua mata Leeteuk sudah mulai memerah. Ia sungguh bingung sekarang.

Lee kembali berbicara. "Bukan hanya anak ini yang akan mati, tapi mereka berlima juga akan mati."

Terlihat Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Kibum dan Siwon menjadi sandera juga.

"LEPASKAN MEREKA, BRENGSEK!" Heechul sudah tidak bisa menguasai emosinya. Ia berteriak untuk meminta dilepaskan keenam adiknya.

"Heenim tenanglah.." Hankyung mencoba untuk menenangkan namja cantik yang ada disampingnya.

"Biarkan aku pergi bersama anak ini atau semuanya akan kubunuh.."

"Jika kamu lakukan itu, kalian pun akan kami habisi.." kali ini Changmin dan Kangin yang berseru.

"Setidaknya jika kalian melepaskan mereka semua, kalian akan selamat." Yesung pun ikut mengeluarkan suarannya.

"Percuma saja kalau pulang jika kami tidak membawa hasil. Nyawa kami akan ikut melayang juga. Mati ditangan kalian itu lebih baik daripada ditangan pemimpin kami." Lee semakin mendekat kearah mobil. "Jadi apa pilihan kalian. Membiarkanku pergi atau melihat mereka mati secara bersamaan?"

"Aku sangat menyayangi semua hyungku. Aku rela memberikan nyawaku untuk mereka meskipun aku sangat dibenci."

Ucapan adik kecilnya terngiang-ngiang dipikiran Leeteuk. Ia harus mengambil keputusan yang tepat.

"Baiklah. Aku akan membiarkan kalian pergi." Lee dan anak buahnya tertawa saat mendengar jawaban dari Leeteuk. "Asal kalian jangan menyakitinya."

"HYUNG!" Teriak Changmin.

"Tentu saja aku takkan menyakiti anak sekarat ini.." Lee melangkah menuju mobil mewahnya. "Kita pergi sekarang."

Semua polisi menyingkir saat mobil para penjahat itu melaju menuju pintu gerbang. Tangis Leeteuk pecah ketika mobil itu sudah tak terlihat lagi.

"KYUNNIEEEE!"

.

.

.

.

Mobil yang membawa Kyuhyun kini melaju didaerah yang terdapat banyak sekali hutan jati. Mobil itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

"Kita harus segera sampai di markas. Percepatlah..." Mr. Lee memerintahkan anak buahnya untuk mempercepat laju kendaraan mobilnya.

Kemudian ia menatap wajah namja yang terkulai begitu saja dipahanya. Wajahnya begitu pucat. Napasnya terdengar putus-putus.

"Anak ini takkan selamat.." gumam Lee sambil membelai wajah Kyuhyun yang basah karena keringat.

Duar!

CkiiiiƬiiiiiiittttttttt!

Terdengar suara decitan ban yang bergesekan dengan badan jalan. Laju kendaraam itu menjadi tak terkendali. Ternyata ban mobil tersebut mengalami pecah ban. Beberapa kali mobil itu terguling hingga meluncur menuju sungai besar yang aliran arusnya sedang deras.

Dilain tempat, yakni di rumah keluarga Park terdengar suara benda terjatuh dan pecah.

Prang!

Foto keluarga yang berukuran besar dan tergantung didinding ruang keluarga tiba-tiba saja terjatuh dan kacanya hancur berantakan. Ryeowook hampir menjatuhkan gelas yang dipegangnya karena kaget.

Mereka yang berkumpul disana kaget dan merasa aneh karena tidak ada angin maupun guncangan yang dapat membuat jatuh foto keluarga tersebut.

"Firasatku buruk.." gumam Yesung.

Semuanya melihat kearah dokter muda tersebut. Semuanya sudah tahu bahwa dokter muda tersebut terkenal memiliki perilaku yang aneh dan terkesan misterius. Namun kali ini entah kenapa mereka percaya dengan perkataan yang diucapkan oleh Yesung secara tiba-tiba.

Kemudian Sungmin, namja berwajah imut itu melangkah menuju pecahan kaca untuk memungut fotonya. Namun tak sengaja ujung jarinya mengenai ujung kaca yang runcing sehingga mengeluarkan darah dan jatuh tepat diatas foto Kyuhyun yang sedang tersenyum lebar.

"Aku juga merasakan hal yang sama, hyung." Ryeowook dan Sungmin berujar bersamaan.

Semuanya menjadi merasa cemas dan khawatir. Pikiran mereka kini tertuju kepada sang magnae yaitu Kyuhyun.

"Kyunnie.." gumam Donghae dengan airmata yang semakin deras mengalir dipipinya.

Kring! Kring!

Terdengar bunyi telpon dari ruangan mewah tersebut. Kibum yang saat itu paling dekat dengan telpon akhirnya mengangkat panggilan tersebut.

"Yeoboseyeo.."

/yeoboseyo.. Leeteuk-ssi, saya dari kepolisian../

"Sebentar.." Kibum menyerahkan telponnya kepada Leeteuk. "Dari kepolisian, Hyung."

"Yeoboseyo.." Leeteuk langsung menyapa polisi yang menelponnya tersebut.

/Saya ingin menyampaikan berita kepada anda../

"Apa kalian sudah menemukan dongsaengku?" Leeteuk sangat berharap mendapatkan kabar baik.

/Mianhae.. Jeongmal Mianhae.. Saya membawa berita duka.../

Detak jantung Leeteuk semakin tak beraturan. Keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.

/Mobil yang membawa adik Anda, Kyuhyun-ssi, mengalami kecelakaan. Dan mobilnya masuk kedalam sungai besar./

Prak!

Gagang telpon yang dipegang oleh Leeteuk terlepas dari genggaman tangannya. Wajahnya pucat. Airmata mengucur deras dari kedua matanya.

"Kyu.. Kyunnie.."

Kangin meskipun tidak mengerti apa yang terjadi, ia mendekati Leeteuk dan memapah kakaknya tersebut kesebuah kursi. Ryeowook memberikan segelas air putih agar bisa membuatnya tenang.

"Telponnya terputus.." ujar Kibum sambil meletakkan kembali gagang telpon ketempat semula.

"Hikss.. Kyu.. Kyunnie.." Leeteuk menangis tersedu-sedu. Kini ia tak mampu untuk memberitahu berita buruk yang baru saja didapatkan kepada semua dongsaeng-nya.

"Jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi, JungSoo." Amarah Heechul kembali muncul saat Leeteuk hanya diam dan terus menangis terisak.

"JAWAB PERTANYAANKU!"

Namja cantik itu menggebrak meja yang ada dihadapannya. Ia sungguh emosi saat ini setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri nasib sang magnae dibawa pada orang-orang tidak bertanggung jawab itu.

"Kyunnie.. Kyunnie.."

"Apa yang terjadi dengan Kyunnie, hyung?" Donghae langsung mendekati Leeteuk. "Apa telpon tadi dari polisi?"

Leeteuk mengangguk dan membuat Donghae tersenyum. "Lalu apa yang mereka katakan? Apa mereka berhasil menyelamatkan Kyunnie?"

Namja yang biasanya sering membuat tenang semua adiknya dengan senyuman yang ia miliki, kini hanya bisa menangis. Ia menghirup napas dan membuangnya perlahan. Setelah sedikit tenang, ia mulai berbicara.

"Telpon tadi dari polisi.." perkataan Leeteul membuat sebagian orang disana menghela napas lega. Menurut mereka ada secercah harapan mengenai keselamatan sang magnae. "Mereka bilang... mereka bilang..."

"Mereka bilang apa, hyung?" Tanya Changmin, Shindong dan Sungmin hampir bersamaan.

"Mereka bilang, bahwa mobil yang membawa Kyunnie mengalami kecelakaan.. dan.. mobilnya masuk kesebuah sungai besar.."

Bruk!

Prang!

Semuanya langsung merasakan lemas saat mendengar berita tersebut. Bahkan gelas yang sedang dipegang oleh Ryeowook pun jatuh dan hancur berkeping-keping.

"Tidak.. Itu tidak mungkin terjadi.. KATAKAN BAHWA SEMUA ITU HANYA CANDAAN SEMATA! JAWAB AKU HYUNG!" Donghae berteriak tak jelas.

"Omo.. Kyunnie.." Ryeowook kembali menangis. Yesung pun mendekat kearah namja mungil itu dan membawa tubuh yang kini sedang bergetar hebat kedalam pelukannya. "Katakan kalau semua ini bohong, Yesung-hyung.."

Ingin sekali Yesung berkata bahwa semua itu hanya lelucon. Namun apa yang mau dikata. Perasaannya membenarkan apa yang diucapkan oleh Leeteuk. Apalagi Leeteuk sendiri yang mengucapkan hal itu, mana mungkin ia berbohong.

"Lebih baik kita kesana sekarang, hyung.." Donghae berdiri dan hendak pergi keluar rumah.

"Berhenti disana, Hae-ah."

"Aku akan kesana, hyung. Aku akan melihat dengan mata kepalaku sendiri.." namja yang masih punya pemikiran polos itu masih melanjutkan kembali langkahnya, hingga ia terpaksa berhenti saat mendengat suara kakaknya lagi.

"Berhenti disana, PARK DONGHAE!" Desis Leeteuk.

"Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri, hyung. Hikss.. tidak mungkin Kyunnie pergi begitu saja.. hikss."

"Hyung tidak ingin menambah korban yang terluka lagi. Diam di rumah dan tunggu kabar dari polisi.." wajah Donghae terlihat tidak terima. "Hyung mohon.."

Mau tak mau Donghae pun kembali duduk dengan airmata semakin deras mengalir dipipinya.

"Kalau saja aku tidak mengijinkan mereka pergi.. hikss.. Kyunnie.." Leeteuk menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

Sungmin, dengan matanya yang memerah mendekat kearah Leeteuk. Ia rengkuh tubuh namja yang lebih tua beberapa tahun darinya. "Ini bukan salahmu, Hyung. Jika tidak mengijinkan mereka pergi, mungkin saat ini kita sedang memakamkan 5 orang sekaligus."

Perkataan Sungmin barusan membuat tangis Leeteuk semakin pecah. "Berarti aku mengorbankan Kyunnie..."

Namja bermarga Lee itu tidak bisa membalas pernyataan dari Leeteuk. Apa yang dikatakan Leeteuk memang sebagian ada benarnya juga.

"Aku rasa masih ada harapan Kyuhyun akan kita temukan.." Kibum mengeluarkan suaranya lagi sesaat keheningan melanda mereka.

"Itu tidak mungkin, Kibummie.. kondisi Kyuhyun sebelum kecelakaan sangat parah bahkan dalam keadaan koma. Jika ia masuk kedalam sungai, akan sulit baginya untuk bertahan hidup. Bernapas normal saja ia sangat kesulitan apalagi jika didalam air dengan kondisi ia tak sadarkan diri.." jelas Hankyung.

Penjelasan namja asal China itu membuat semuanya menjadi semakin hilang harapan. Sungmin yang tidak bisa mengeluarkan airmata, kini meluncur dengan mudahnya.

"Jika memang dia sudah meninggal, kita akan harus mencari jasadnya." Donghae kembali berucap. "Jebal, hyung. Ijinkan aku kesana sekarang.. jebal.."

"Ani. Tetap disini, Hae-ah. Mereka masih belum diketahui keberadaannya.."

"Tapi apa yang mereka cari sudah tidak ada, jadi tidak mungkin mereka mengincar kita lagi." Eunhyuk meringis saat lukanya tak sengaja ia sentuh.

"Menurutku tidak.." Kibum membuka laptopnya lagi meskipun perban masih menghiasi tangan kanannya. "Mereka bisa saja mengincar kita lagi. Kita sudah mengetahui pekerjaan dan rencana mereka"

"Tepatnya kita adalah saksi mata." Heechul berkesimpulan dan disetujui dengan anggukan kepala Kibum.

"Tepat sekali seperti yang dikatakan Heechul-hyung. Kita adalah saksi mata, dan akan menjadi sasaran mereka selanjutnya." Kibum menutup kembali laptopnya. Sepertinya ia tidak mendapatkan informasi apapun.

Ting! Tong!

Terdengar suara bel dari arah pintu. Semuanya kembali bersikap waspada. Meskipun orang jahat sering masuk tiba-tiba tidak membunyikan bel, namun mereka harus selalu berhati-hati.

Ting! Tong!

Bel kembali berbunyi. Rumah mewah keluarga Park sudah tidak memiliki pelayan rumah lagi setelah kejadian penculikan Kyuhyun. Bukan tidak memiliki dana untuk membayar gaji mereka, namun Leeteuk meliburkan mereka untuk jangka waktu yang belum bisa ditentukan demi keselamatan mereka sendiri.

"Biar aku saja yang buka." Changmin berdiri dan melangkah menuju pintu depan.

"Aku akan menemaninya." Sungmin menyusul langkah teman sekelasnya.

Sungmin dan Changmin bergegas membuka pintu karena suara bel terus-terusan berbunyi. Sepertinya orang tersebut sangat tidak sabaran.

Cklek!

"KAU!" Teriak Changmin dan orang tersebut bersamaan.

.

.

.

"Tuan ada laporan dari anak buah yang berangkat bersama Tuan Lee."

Sang tuan alias Mr. Key menghadapkan badannya kepada orang yang baru saja masuk ke ruangannya. Ia meletakan senjata api revolver yang sedang ia bersihkan.

"Katakan."

Mr. Key mengambil senjata api yang lainnya. Ia pun kembali membersihkan senjata tersebut. Ia sangat senang mengoleksi berbagai senjata api dari dalam maupun luar negri. Dari ukuran besar maupun yang kecil.

"Mereka berhasil mendapatkan anak tersebut..." Mr. Key tersenyum senang. "Namun mobil yang membawa Tuan Lee dan anak itu mengalami kecelakaan dan masuk ke sungai."

Trek!

Namja yang menjadi pimpinan di dunia bawah menghentikan gerakan tangannya. Tanpa ia sadar benda yang sedang ia pegang jatuh keatas mejanya.

"Lalu apa mereka berhasil ditemukan?" Ia kembali membersihkan senjata itu lagi.

"Kami belum bisa melakukan pencarian karena dilokasi itu terlalu banyak polisi yang berkeliaran." Namja yang membawa pesan itu menundukkan kepalanya.

"Cari tahu tentang mereka. Hidup atau mati bawa kepadaku." Mr. Key menyimpan kembali senjata berukuran kecil yang baru saja ia bersihkan ke tempat semula. "Pergilah."

"Baik. Kamsahamnida, Tuan." Pria itu undur diri.

Setelah pintu tertutup, Mr. Key melihat selembar foto dengan pandangan yang sulit diartikan. Kini pikirannya dipenuhi dengan berbagai macam rencana.

Prak!

Sebuah panah kecil meluncur tepat kearah selembar foto yang tertempel didinding ruangan tersebut.

"Huhuhu.. hahahaha..." tawa yang mengerikan terdengar dipenjuru ruangan mewah itu. Dua orang bodyguard yang berdiri tak jauh dari sana kini merasakan hawa yang tidak mengenakan.

.

.

"Udaranya sangat menyejukan."

Seorang namja sedang menikmati pemandangan hijau dihadapannya. Sebelah tangannya memegang sebuah cangkir berisi teh manis.

Senyuman menghiasi wajah tampannya. Matanya tertutup saat angin berhembus mengenali kulitnya yang putih.

"Sepertinya aku akan senang tinggal disini."

TBC

Mianhae kalo alurnya agak kecepatan. Hehe..

Aku ucapkan terimakasih bagi yg udah mau review.. terimakasih banyak..

Review lagi ya..