Title : He Belong To Me!

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Park Yoochun, Jung Yunho, Kim Jaejoong and OC

Genre : Romance, Drama, Hurt.

Warning : typo, absurd, BL, Don't Like BL Don't Read!

.

.

.

"Minumlah"

Siwon meletakkan segelas teh panas di hadapan Kyuhyun yang tengah duduk dengan tubuh menggigil, walau sebelumnya namja manis itu sudah mengganti pakaian basahnya dengan pakaian milik Siwon namun rasa dingin masih menyelimut pria bermata boneka itu. Kyuhyun mengangguk lalu meraih gelas teh yang di berikan siwon dengan kedua tangannya, menyeruput teh itu perlahan, merasakan kehangatan tiba-tiba memenuhi kerongkongannya.

"Siwon-ah.." Panggil Kyuhyun pelan, Siwon yang duduk di seberang pria manis itu mengangkat kepalanya.

"Celanamu kebesaran" lanjut Kyuhyun.

Siwon menautkan kedua alisnya. "Kalau begitu lepas saja"

"Tapi aku kedinginan, bagaimana kalau aku masuk angin?"

"Siapa juga yang menyuruhmu duduk di tengah hujan selama berjam-jam?" tanya Siwon sedikit sarkastik.

Kyuhyun merengut sempurna, tubuhnya sudah tidak lagi mengigil sehebat beberapa saat lalu.

"Itu semua salahmu, kalau kau membukakan pintu aku kan tidak akan kehujanan"

Namja manis itu memandangi gelas tehnya yang tinggal setengah. Sedangkan pria di seberangnya menatap Kyuhyun dengan tatapan datar namun ada sedikit rasa bersalah yang tersirat dari mata tajamnya.

"Kau bisa saja pulang dan-"

Tak!

Kyuhyun meletakkan gelasnya ke atas meja dengan kasar, nafasnya sedikit menderu.

"Bagaimana aku bisa pulang kalau ada sesuatu yang salah denganmu! Kau pikir aku tidak memikirkan hari dimana kau mengusirku tanpa aku tahu apa kesalahanku hah!" ucap Kyuhyun dengan sedikit membentak, mata bulatnya secara terang-terangan menatap ke dalam mata tajam Siwon.

Siwon menatap kaget Kyuhyun yang tiba-tiba terbawa emosi, pria tampan itu menelan ludah. Bingung dengan jawaban apa yang akan di berikan pada namja manis di depannya.

"Saat itu aku hanya sedang lelah dan tidak ingin di ganggu"

"Sedang lelah dan tidak ingin di ganggu...?" tanya Kyuhyun sarkastik "Setelah sebelumnya kita bercanda dan kemudian aku menerima pesan dari seseorang?" lanjut pria bermata bulat itu. Siwon hanya bisa terdiam mendengar perkataan Kyuhyun.

"Mungkin.. mungkin karena aku menyukaimu-"

CTAR!

"Hah? Karena apa? Apa yang kau katakan barusan siwon-ah? Demi Tuhan aku tidak mendengarnya" ucap Kyuhyun frustasi karena disaat Siwon mengatakan sesuatu disaat itu juga petir menyambar dan membuat suara namja di depannya sama sekali tidak terdengar.

"Tidak jadi, lupakan saja" lirih Siwon kemudian membuang wajahnya. Kyuhyun dapat melihat telinga namja tampan itu sedikit memerah, dirinya benar-benar penasaran setengah mati dengan apa yang di katakan temannya barusan.

Kyuhyun berjalan mendekati Siwon, menatap si tampan berdimple itu dengan mata menyipit.

"Jangan-jangan tadi kau mengatakan hal porno? Telingamu memerah." Tebak Kyuhyun asal.

"Mwo? Mana mungkin aku mengatakan hal porno dalam keadaan seperti itu"

Ujar Siwon karena merasa tersudut oleh tatapan dan ucapan Kyuhyun barusan. Kyuhyun semakin mendekatkan dirinya pada siwon yang masih duduk di belakang meja.

"Kau pasti mengatakan sesuatu tentang bokongku kan? Kau porno Siwon-ah"

"Kyu, aku tidak mengatakan tentang hal itu. Walau memang bokongmu besar tapi aku berani bersumpah kalau tadi aku tidak membicarakan itu"

Kyuhyun merengut sempurna mendengar perkataan Siwon yang menyinggung tentang bokongnya.

Siwon melebarkan mata tajamnya saat tiba-tiba Kyuhyun duduk di atas kedua pahanya dengan posisi mengangkang dan wajah namja manis itu tepat berada di depan wajahnya.

"Jadi katakan dengan sejujur-jujurnya, apa yang kau ucapkan tadi? Kalau tidak, aku tidak akan beranjak" Tanya Kyuhyun dengan raut wajah serius. Siwon dapat merasakan nafas namja manis itu menerpa wajahnya.

"Aku hanya bilang kalau… aku minta maaf atas kejadian kemarin, mungkin pada waktu itu aku terlalu lelah dan kau tahu kan kalau aku sedang tidak enak badan, jadi emosiku sangat tidak terkontrol dan-"

"Bohong! Kau tadi tidak mengatakan itu!"

"Aku mengatakan yang sejujurnya Kyu"

"Bohong! Kau bohong Siwonnie, itu perkataan yang panjang sekali, kau tidak mengatakan tentang itu! Bicaralah yang sejujurnya"

Paksa Kyuhyun kemudian menggoyang-goyangkan kedua bahu Siwon.

"Arra..arra.. suatu saat nanti aku pasti akan mengatakannya, tapi bisakah kau turun? Bokongmu berada tepat di atas 'itu' ku" ucap Siwon sedikit risih, matanya melirik kebawah dan diikuti oleh Kyuhyun. Smirk namja manis itu seketika tercetak jelas. Jari-jari lentik Kyuhyun bergerak pelan di atas dada Siwon, kemudian membuat gerakan memutar dan sukses membuat Siwon mendelik kaget. Namja minim ekspresi itu benar-benar bingung dengan apa yang tengah di lakukan Kyuhyun pada dirinya.

"Kalau kau tidak mau memberitahunya sekarang, aku akan berbuat lebih dari ini" bisik Kyuhyun di samping telinga Siwon.

"Kyu, bukankah sudah ku katakan kalau suatu saat nanti aku akan memberitahumu"

"Bagaimana jika aku ingin tahu sekarang?"

"Tidak sekarang Kyu, aku… sshh"

Siwon mendesis ketika Kyuhyun tiba-tiba menggerakkan bokongnya tetap di atas benda pusaka Siwon yang masih tertutup celana jeans. Siwon tidak menyangka Kyuhyun yang polos bisa menjadi se'nakal' ini. Jangan Tanya bagaimana bisa Kyuhyun mengetahui hal-hal seperti ini jika si manis itu berteman dengan seorang Jung Yunho, si raja pervert.

"Hentikan Kyu, ku mohon"

"Tidak sebelum kau mengatakannya Siwonnie"

Jawab Kyuhyun santai, Siwon yang sudah tidak kuat lagi segera menangkup kedua sisi wajah Kyuhyun dengan tangan kekarnya.

"Kalau kau tidak turun sekarang juga, aku akan berbuat nekat"

"Seperti?"

"Memperkosamu mungkin"

Kyuhyun yang mendengar perkataan Siwon seketika turun dari pangkuan namja tampan itu. Jantungnya berdebar mendengar perkataan Siwon. Hey, bagaimana jika Siwon benar-benar memperkosanya? Dia masih sangat perawan dan yang ia lakukan barusan hanya untuk menggoda Siwon agar namja itu mau jujur padanya.

"A-aku akan menelepon taksi"

Ucap Kyuhyun gugup, kemudian berlalu dari hadapan Siwon. Namja tampan itu tertawa lirih mengingat raut wajah gugup dan takut Kyuhyun barusan. Lucu sekali, padahal si manis itu yang sejak tadi menggodanya duluan.

- wonkyu -

Jaejoong mengetuk-etukkan jari pada pahanya, sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk menopang dagunya, pria cantik itu amat sangat bosan sekarang. Bagaimana tidak? Namja tampan yang tengah serius menyetir di sampingnya tak mengucapkan sepatah katapun, bahkan meliriknya saja tidak. Dan juga entah sudah berapa lama perjalanan mereka menuju tempat yang di janjikan pria bermata musang itu.

"Yunho-ah"

"Hmm" balas Yunho singkat tanpa mengalihkan pandangannya, membuat darah Jaejoong mendidih karena merasa di acuhkan.

"Kau ini amat sangat sinting Yunho-ah, membawaku dalam perjalanan selama berjam-jam dan kau hanya diam seperti orang bisu!"

"Lalu kau ingin aku berbicara? Aku takut kau akan lebih terpesona lagi padaku jika aku banyak bicara"

"Kalau begitu diam saja" ucap Jaejoong datar dengan ekspresi ingin muntah.

"Tadi kau mengeluh karena aku diam, dan sekarang aku sudah berbicara kau malah menyuruhku diam. Sungguh aku tidak bisa mengerti apa yang ada dalam pikiran para wanita" keluh Yunho sambil bergeleng-geleng kecil.

"Sialan! Aku ini laki-laki!" bentak Jaejoong tidak terima. Mata doenya melotot penuh, membuat Yunho yang tadi sempat meliriknya sedikit terkekeh. Dalam keadaan marah pun pria cantik ini tetap terlihat lucu.

"Kalau begitu buktikan!" tantang Yunho.

"B-baiklah.."

Jaejoong menarik sebelah tangan Yunho yang bebas, membawa tangan kekar itu menuju dadanya.

"Sekarang kau lihat kan kalau aku tidak mempunyai payudara"

"….."

"YAK! KURANG AJAR!" teriak Jaejoong saat yunho meremas sebelah dadanya. Namja cantik itu mencubiti tubuh Yunho dengan kalap.

"Aww! Joongie-ah, aku sedang menyetir!"

Perkataan Yunho mau tidak mau membuat Jaejoong menghentikan acara penyiksaannya pada Yunho. Namja cantik itu membuang mukanya kearah jendela dengan bibir mempout penuh. Beberapa detik kemudian ia merasakan sebuah usapan lembut pada ubun-ubunnya.

"Maafkan aku ne"

Dan sukses membuat wajah cantik yang tengah berpaling itu memerah padam, perlakuan kecil Yunho barusan mempu membuat jantung Jaejoong berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya.

Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam, akhirnya mobil sport milik Yunho berhenti di pinggir jalanan yang begitu lenggang. Mata doe Jaejoong mengamati keadaan sekitarnya, sepanjang yang ia lihat hanya ada hutan pinus di kanan dan kiri jalan.

"Tempat apa ini Yunho-ah?" Tanya Jaejoong penasaran.

"Sebenarnya aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, tapi karena di luar hujan sebaiknya tidak usah saja" ucap Yunho kemudian kembali menyalakan mesin mobil.

"Tidak jadi? Hanya karena hujan tidak jadi? Kau tahu tidak kalau bokongku ini sudah pegal karena duduk selama berjam-jam?"

Omel Jaejoong pada namja tampan di sebelahnya. Sedangkan Yunho hanya diam sambil menatap wajah cantik pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Baiklah"

Putus Jaejoong pada akhirnya. Tanpa aba-aba, namja cantik itu membuka pintu mobil lalu melangkah keluar, membuat musang Yunho kini membulat sempurna.

"Aish… Kim Jaejoong pabbo.."

Dengan nafas berat akhirnya Yunho melepas seatbealtnya lalu turun mengikuti Jaejoong. Pria tampan itu sedikit berlari mengejar namja cantik yang sudah berjalan jauh di depannya.

Yunho menarik pergelangan tangan Jaejoong. "Kau mau kemana Joongie-ah?" Tanya Yunho sedikit berteriak karena suaranya yang teredam hujan. Jaejoong menengok kemudian mengangkat kedua bahunya.

"Entahlah, hanya ingin berjalan-jalan"

"Di tengah hujan begini? apa kau gila?"

"Lalu aku harus menunggu di dalam mobil sampai hujan reda? setelah melalui perjalanan selama tiga jam lebih?" Tanya Jaejoong diiringi dengan seyum sarkastik. Yunho mengusap wajahnya yang basah karena air hujan, namja cantik ini ternyata keras kepala juga.

"Arra.. aku akan menunjukkanmu sesuatu"

Dengan gerakan cepat Yunho menggandeng tangan Jaejoong, membawa si cantik itu berjalan menuju tempat yang akan ia tunjukkan.

"Sudah sampai" ucap Yunho kemudian melepaskan gandengannya pada tangan Jaejoong. Sedangkan namja cantik itu hanya bisa menautkan alisnya bingung, bukankah Yunho ingin membawanya ke suatu tempat? Tapi kenapa mereka masih berada di jalanan?

"Jadi?"

"Kau lihat garis putih ini?"

Jaejoong menundukkan kepalanya, melihat sebuah garis horizontal di bawah kakinya.

"Sekarang letakkan kedua kakimu diantara garis"

"Baiklah, lalu?"

Yunho berjalanan mendekati jaejoong, namja tampan itu mengamati lekat-lekat wajah cantik Jaejoong yang tidak pudar walau terhalang air hujan.

"Apa kau tahu? sekarang kita berada di antara dua kota. Garis putih ini adalah perbatasan antara Daegu dan Gwangju"

Jelas Yunho singkat. Terlihat ekspresi kaget terpancar dari wajah Jaejoong.

"Maaf jika aku menghabiskan waktumu hanya untuk memperlihatkan ini"

Ucap Yunho sambil menggaruk belakang kepalanya. Jaejoong menggeleng cepat, senyum manis penuh ketulusan terpatri pada wajah cantik itu. Membuat Yunho semakin terpana pada sosok di depannya.

"Aku suka, suka sekali"

TBC…