BITTERSWEET CHAPTER 7

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Lee Sungmin

~Park Hyungsik

~Lee Donghae

~Kangin

~Lee Eunhyuk

~Cho Kyuhyun

~SeoHyun

~etc

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: SiWook

OooooooO

Bulan Juni

Bulan demi bulan berganti dan musim panas pun kembali tiba. Bulan Juni, musim panas, bulan kelahiran Ryeowook. Tentu saja Siwon mengetahuinya walaupun mereka belum lama bersama-sama.

"Ryeowookie! Weekend depan aku akan rapat di Jejudo. Bolehkah aku berkunjung kerumah mu hari Minggu paginya? Otte?"

Ryeowook yang berpikir sebentar mendengar pertanyaan Siwon barusan.

Akhir minggu depan pada hari Minggu adalah tanggal 21 Juni, hari ulang tahunnya

"emm? Aku belum ada rencana ke Jejudo sih.." ujar Ryeowook pelan.

"eyyy itu kan hari ulang tahunmu! Donghae hyung sempat memberitahuku, biasanya Tuan Kim selalu menyuruh kamu pulang dihari ulang tahunmu, iya kan?" tanya Siwon balik

"Jadi aku kepikiran untuk bergabung bersama kalian di Jeju, bagaiman, bolehkan?"

Ryeowook masih merasa ragu untuk menjawab

"aku bisa bicara dengan appa dan aku bisa ke Seoul atau berada di Busan saja…"

Siwon mengerutkan keningnya sekilas lalu membalas dengan cepat

"wae? Apakah kamu keberatan untuk ke Jeju? Ayolah Ryeowookie.. sekali ini saja. Sudah cukup lama juga kamu belum pulang kan? Sekalian aku main kesana juga!" ujar Siwon dengan semangat meyakinkan pacarnya satu ini.

"geurae… Aku akan ke Jeju juga kalau begitu.." Ryeowook akhirnya mengalah mengikuti keinginan Siwon.. dan ayahnya..

Ajaklah Ryeowook sering-sering ke Jejudo nak Siwon. Aku harap dengan keberadaanmu disamping Ryeowook, bisa terus mendekatkan putraku dengan rumahnya di pulau ini.

OoooooO

Akhir minggu tersebut Ryeowook kembali ke Jejudo dan menginap dirumah keluarganya tentu saja. Donghae hyung, kakak kedua Ryeowook juga sedang dirumah karna biasanya Donghae berkerja mengurus cabang bisnis mereka di Seoul. Rumah besar tersebut terasa agak sepi karna ketiga putra keluarga Kim sehari-harinya tidak berada di pulau tersebut.

Hari Sabtu siang Ryeowook tiba di Jeju dan mengobrol banyak dengan sang hyung; walaupun Ryeowook dan Donghae tidak jarang bertengkar, tapi tetap mereka cukup dekat apalagi ditengha kesibukan masing-masing.

Esok paginya di acara makan pagi mereka Umma Kim menyiapkan sajian yang lebih mewah dari biasanya, tentu saja karna ulang tahun putra ketiga mereka. Kim Ryeowook.

Seperti biasa sang Nyonya rumah membuat sup rumput laut special dan lauk sarapan yang lezat dan menyehatkan untuk merayakan hari istimewa tersebut. Tapi satu hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada tambahan satu orang yang menjadi tamu mereka. Choi Siwon.

Ya, Siwon diundang oleh Tuan Kim dan Donghae langsung untuk ikut dengan perayaan sederhana keluarga mereka di pagi hari. Seorang Choi Siwon memang sudah tidak menjadi tamu asing lagi dirumah ini.

Setelah makan pagi saja, Siwon dengan sigap membaur dengan appa, umma dan hyung nya Ryeowook bahkan lebih baik dari Kim Ryeowook sendiri. Semua pelayan dirumah itu saja sampai sudah menganggap Siwon sebagai seorang tamu biasa lagi.

Hingga pukul sebelas Ryeowook, Siwon, Donghae, dan Tuan Kim masih asik menngobrol tentang ini dan itu di ruang tengah rumah utama. Ryeowook sendiri seperti biasa tidak terlalu banyak bicara, kebanyakan hanya mendengarkan. Well, setidaknya kali ini mereka punya tamu jadi Ryeowook sendiri tidak merasa bosan karna biasanya.. Setelah makan pagi seperti ini, pria ini sudah tidak tau apa lagi yang harus ia lakukan dirumah ini sendirian.

Paling Ryeowook hanya akan membaca, beristirahat, makan siang, makan malam, lanjut main dan istirahat seharian dan satu harinya pun terlewat begitu saja.

Keluarganya di Jeju ini adalah keluarga yang sangat tradisional. Appa dan umma nya lebih menganut sistem hari Sabtu dan Minggu adalah waktunya istirahat. Jarang sekali menghabiskan waktu untuk hiburan keluar. Kalau sekalinya liburan, langsung keluar negeri. Hiks, inilah yang Wookie tidak suka dengan berada disini.

Siwon berjalan sendirian menuju paviliun Ryeowook untuk mencari orangnya langsung. Tanpa ia sadari saat sedang ngobrol tadi ternyata Ryeowookie sudah kabur duluan kembali ke kamar tidurnya.

Pria tinggi ini kali ini memasuki paviliun dari belakang, menanggalkan sepatunya di bagian belakang paviliun dan menyusuri rumah tradisional tersebut dari dalam, berniat mengageti Ryeowook dari belakang; karna kalau ia masuk dari depan Ryeowook pasti sudah melihatnya.

Siwon tau benar hobi Ryeowook, ia pasti sedang duduk diujung depan paviliun menghadap ke taman. Sedang menggambar, mungkin?

Dan… setelah mengendap-endap di lantai kayu licin paviliun tradisional tersebut, dugaan Siwon seratus persen benar. Ryeowook sedang duduk menyadar pada tiang dengan tangan kanan menyangga handphone nya ditelinga kanan.

Tapi lagi-lagi.. Siwon tidak langsung menghampiri Ryeowookie dan hanya mendengarkan dari jauh, kali ini dikarenakan mata bulat Wookie yang lagi –ia temukan sudah mulai berkaca-kaca

Appa...
Gomawoyo... Terima kasih appa
Ummaaaaaa
Ryeowookie ne adeul.. Selamat ulang tahun ya sayaang. Sangeil chukkae...

Umma hanya bisa mendoakan untuk semua yang terbaik untukmu Ryeowookie.

Sudah makan sup rumput laut kan pagi ini?

Siwon terus mendengarkan tapi lutunya menjadi semakin lemas saat melihat Ryeowook menitikkan sebutir air mata yang mengalir di pipi kirinya. Rahang Siwon langsung mengeras melihat kejadian seperti itu.
Sambil berbicara ditelepon tersebut terlihat jelas Ryeowook terus menahan agak tidak terisak tapi satu persatu air mata itu menderai membasahi pipinya, selama beberapa menit Ryeowook mengambil tissue sambil masih mendengarkan ucapan ibu atau appa nya di ujung telepon sana.
Perlahah Ryeowook membersihkan matanya dengan tissue, mengstabilkan nafasnya dan hanya lebih banyak terdiam.

Ryeowook pov

Selalu seperti ini, sejak 12 tahun lalu hari ulang tahunnya jarang menjadi hari yang berkesan.

Saat masih diluar negeri dulu saat menelepon ummanya, sang umma selalu bilang.
Selamat ulang tahun Ryeoeookie. Keluarlah beli dan makan sepotong kue, makanlah mie agar berumur panjang. Nikmatilah harimu, sehat selalu ya Ryeowookie.

Saat mendengar suara umma nya lagi hari ini, perasaan Ryeowook kembali luluh lantak dan air mata langsung menumpuk diujung matanya.

Ingin sekali Ryeowook memeluk umma nya langsung seperti saat ia masih kecil hingga remaja dulu. Ia ingin mendengar suara appa nya langsung, dengan senyum khas nya mengucapkan selamat ulang tahun di pagi hari.

Egois kah Ryeowook karna malah merindukan orang lain yang bukanlah orang tua kandungnya sendiri?

Ryeowook pov end

20 menit kemudian

"Ryeowookie" panggil Siwon saat Ryeowook masih termenung sendirian; beberapa detik setelah ia menutup telponnya. Wookie menengok kekiri dan melihat Siwon yang berjalan kearahnya lalu duduk tepat disampingnya
"Sst menangislah. Aku sudah tau semuanya sayang" Siwon hendak meraih Ryeowook kedalam pelukannya dan mengecup kening Ryeowook sekilas, tapi Ryeowook menahan tubuh Siwon untuk membuat jarak diantara mereka dulu.
"Sudah tau apa?" Tanya Wookie langsung tak mengerti.
"Semuanya tentang keluargamu. Sungmin ssi menceritakannya minggu lalu"

Ryeowook hanyaterdiam untuk menormalkan deru nafasnya. Jangan sampai menangis lagi dihadapan Siwon. Ia sendiri sudah tidak tau harus memulai darimana untuk memberi tahu pria ini.

Ia tahu Siwon cepat atau lambat akan mengetahui semuanya, entah kapanpun itu. Pria ini pasti akan tau tentang kebobrokan keluarganya, tapi Ryeowook tidak tau apakah ia bisa mengerti dan merasakan apa yang Ryeowook selalu rasakan atau tidak.

"Sekarang beri tahu aku, kenapa kau menangis, eum?"

Ryeowook hanya menggeleng seakan mengatakan lupakan saja saat Siwon bertanya seperti itu

"Ryeowookie... " Pria tinggi ini membelai surai hitam Ryeowook lagi helai demi helai yang terasa sangat lembut di jari-jarinya.

Air mata Ryeowook sudah mengering tapi Siwon tau pria ini masih merasa sangat emosional.

"Aku ada disini untuk tau apa yang mengganggumu. Beritahukanlah sesuatu padaku.. Aku mohon.."
Ujar Siwon sambil menatap langsung kedua mata bulat Ryeowook.

"Aniyo... Tidak ada apa-apa Siwon-ah.. Aku hanya sedang sedikit emosional saja..." Ryeowook duduk bersandar di tiang paviliun dengan Siwon masih dihadapannya menautkan jari mereka, tidak memperbolehkan Wookie pergi

"Wae? Apa karena appa?"

Kepala Ryeowookie yang menyender kebelakang menatap langit langit kayu sekilas selagi bertatapan dengan Siwon. Pria dihadapannya ini masih menatapnya dengan lembut.

"Aniyo.. Aku... Aku hanya merasa kesepian disini. " Gumam Ryeowook pelan menghindari tatapan Siwon sembari menjawab.

"Rasanya seperti tidak ulang tahun.. Aku tidak bisa bertemu dengan siapa-siapa.. Hanya bisa mendengar suara appa dan umma mengucapkan selamat dari telepon.. Tidak ada pernah yang spesial setiap tahun karna aku selalu berada dirumah ini setiap hari ini."
Ucap Ryeowook dengan pelan dan Siwon tidak membalas satu patah katapun perkataannya.

Ryeowook menggigit bibir bawahnya sekilas. Siwon pasti berpikir kalau ia berlebihan.. Ryeowook sungguh tidak mau memperlihatkan sisi sentimental nya ini dihadapan Choi Siwon. Kenapa dia selalu harus bisa datang disaat yang tidak tepat sih?

Setiap tahun di hari ulang tahunnya Ryeowook selalu diminta abeonim dan umma kandungnya untuk kembali ke Jejudo merayakan bersama mereka dirumah ini.

Appa selalu punya alasan untuk menariknya kembali kesini dan menginap, paginya sang umma akan membuatkan sup rumput laut dan banyak hidangan lezat lainnya. Ryeowook akan merayakan pertambahan umurnya bersama mereka dan kedua hyung nya, walau seringnya cuma Donghae hyung saja yang sedang berada di Jejudo.

Ryeowook mengerti mungkin appa dan umma nya hanya ingin merayakan hari spesial tersebut bersama putra mereka sebagai keluarga lengkap.

Tapi... Saat tadi appa nya yang lain -yang membesarkannya menelpon seperti biasa untuk mengucapkan ulang tahun.. Ryeowook tiba-tiba merasa sedih saat mengingat sudah sekian tahun ia tidak pernah merayakan ulang tahunnya di Busan seperti dulu.

Waktu sudah berlalu begitu cepat. Ia sudah sangat dewasa sekarang tapi tetap ia harus berada dirumah ini, hanya mendengar suara orang yang disayangi nya dari telepon. Tidak keluar.

Saat kuliah dulu ia masih tidak terisolasi seperti ini, masih menerima surprise dari teman-temannya dan lainnya. Tapi sejak kembali ke Korea.. Apalagi dikarenakan jarak Busan dan Jejudo yang tidak terlalu jauh, appa selalu membuatnya kembali kerumah untuk merayakan bersama mereka.

Tapi ya, lambat laun berada dirumah ini malah menjadi perangkap bagi diri Ryeowook. Mereka hanya makan bersama, sedangkan disiang dan sore harinya Wookie hanya bisa kembali sibuk sendiri lagi, merasa kesepian saat berada dirumah mewah ini sendirian. Dan berada disini masih bukanlah sesuatu yang menyenangkan baginya. Sebagaimana keraspun Ryeowook mencoba mengungkiri, separuh hatinya masih tertinggal di rumah lamanya di Busan.

Di beberapa tahun kalau sedang ada pekerjaan, Ryeowook berbuat nakal lagi dengan memilih dinas keluar kota hingga tidak perlu berada di Busan ataupun Jejudo di hari ulang tahunnya.

Kadang lebih baik seperti itu, lebih baik ia merayakan seorang diri sekalian atau merayakan bersama teman-temannya sambil berkerja. Daripada harus selalu tinggal di pulau ini, tidak bertemu satupun teman atau sahabat secara langsung.

Well, tapi tahun ini ada Siwon. Ada Siwon yang datang menemaninya dari pagi. Tidak seharusnya ia memikirkan orang lain hingga menangis di keadaan seperti ini. Ini bukan saat yang tepat untuk bersedih apalagi hingga dilihat Siwon langsung seperti ini Ryeowook.. Ujarnya dalam hati

Di sisi lain, sembari Ryeowook bergumul dalam hatinya sendiri, ternyata dugaan Ryeowook sangatlah salah. Siwon diam karna bukan menganggap Wookie berlebihan.

Dari buturan air mata yang jatuh di pipi Ryeowook tadi ia tau Ryeowook sedang benar-benar memendam perasaan sedih. Bahkan Lebih menyedihkan lagi saat Siwon mendengar alasan dari Ryeowook tersebut. Tuan Kim selalu memaksanya untuk berada dirumah ini setiap hari ulang tahunnya. Walaupun orang yang Ryeowook panggil appa dan umma bukanlah orang tua kandungnya, tentu saja pantas bila Ryeowook merindukan mereka, iya kan?

Apalagi disaat bertahun-tahun tidak bisa bertemu orang tua kita langsung saat mereka mengucapkan selamat ulang tahun.
Mungkin hanya sekali diantara beberapa tahun Ryeowook merasa se-sedih ini; tapi Siwon merasa sedikit tenang bisa menemukan Ryeowook dengan keadaan seperti ini. Siwon menemukan satu lagi fakta dari diri Ryeowook yang selama ini sulit terungkap.

Selain itu, Siwon diam juga karna... Karna ia ikut merasa bersalah; mengikuti permintaan Tuan Kim begitu saja untuk menahan Ryeowook dirumah hari ini. Seharusnya ia lebih mendengarkan opini Ryeowook daripada Tuan Kim. Ryeowook lah yang ia harus bahagiakan bukan Tuan Kim...

Hati Siwon merasa sakit karna kecewa pada dirinya sendiri yang terlalu mengindahkan peraturan Tuan Kim hingga mengecewakan perasaan kekasihnya sendiri. Siwon kira dengan memenuhi permintaan Tuan Kim, itulah juga yang terbaik untuk Ryeowook; tapi nyatanya tidak.

"Arraseo.. Aku mengerti perasaanmu.." Ujar Siwon pelan

"Mianhae" gumam Ryeowook sambil menggigit bibir bawahnya sekilas, hampir tidak terdengar. Nafas Ryeowook sudah kembali normal sekarang.

"Mian kenapa?" Tanya Siwon langsung

"Aniyo aku hanya sedikit berlebihan. Ini bukanlah sesuatu yang penting"

"Tidaklah…., tentu saja hal ini penting untukku juga. Arrayo kau pasti merasa bosan selalu kembali disini. Selalu hanya bertemu dengan aku saja pula, hehe"

Ryeowook hanya menggulum senyum tipis mendengar candaan Siwon. Ya, cuma Siwon orang pertama yang bisa menemaninya dirumah ini, bahkan sebelum mereka pacaran.

Orang lainnya, bahkan teman dekat Ryeowook tidak ada yang pernah memasuki wilayah rumah ini karna enggan dengan Tuan Kim, sang abeonim. Walaupun nama Ryeowook cukup terkenal dan banyak pria yang tertarik padanya, mereka tidak berani mengunjungi Wookie dirumah ini langsung, paling hanya pendekatan diluar karna hampir semua orang di pulau ini merasa sangat enggan dengan Tuan Kim; apalagi Ryeowook adalah putra bungsu yang sangat disayanginya. Seperti ada beban berat yang nyaris tidak terlihat didalam diri Ryeowook karna embel-embel latar belakang keluarga
Ryeowook.

Sebenarnya Ryeowook juga tidak mengerti bagaimana bisa sekebetulan itu sejak awal ayahnya mengajak Siwon berkunjung bahkan menginap dirumah ini, jadilah dia sudah jadi tamu reguler, berlanjut karna mereka menjalin hubungan.

Emmm sebenarnya salah satu faktor yang membuat Ryeowook mau mencoba pacaran dengan Siwon karna itu juga sih.. Setidaknya Siwon tau Ayah kandungnya seperti apa dan sang abeonim sudah mengenalnya. Kalau ia jatuh cinta pada orang yang ternyata dilarang ayahnya, sama saja namanya dengan cari masalah kan?! Dan Wookie sudah hampir lelah untuk cari masalah tambahan dengan sang abeonim.

Dihadapakan dengan keadaan seperti ini, otak Siwon juga dengan cepat mencari alternatif lainnya untuk menghabiskan sisa hari mereka.

Rencana awalnya yang hanya pacaran dirumah hari ini tentu saja gagal, sudah terlanjut seperti ini, ia setidaknya harus mencoba membuat Ryeowook senang setelah memenuhi permintaan Tuan Kim.

"Emm, geurae, bagaimana kalau hari ini kita keluar jalan-jalan, bagaimana?"

Siwon kedapatan ide cemerlang

"Hem? Jalan-jalan?" Jalan-jalan kemana? Batin Ryeowook. Dia sudah cukup lama tinggal disini walau tidak selalu menetap, Ryeowook bukanlah turis di Jejudo

"Ke tempat yang para turis kunjungi!" Tiba-tiba Siwon merasa sangat excited
"Kau pasti belum pernah ke tempat wisata yang terkenal kan karna sudah tinggal disini? Begitu juga dengan aku Ryeowookie! Aku tidak pernah menjadi turis di pulau ini!"

Ryeowook masih mendengarkan

Siwon meraih handohonenya dengan cepat dan mencari sesuatu di internet.

"Lihat! Kita belum pernah ke yogduam rock, jeju folk village museum, pantai hamdeok, otte?"

Siwon memperlihatkan beberapa tempat atraksi turis di pulau tersebut. Ya, walaupun Jejudo adalah pulau liburan, tapi mereka berdua selalu kesini hanya untuk pekerjaan atau berada disekitaran rumah Keluarga Kim.

Ryeowook hanya melihat Siwon dengan pandangan memang boleh?!

"Aku akan bicara dan minta ahjussi, bagaimana?"

Ryeowook langsung refleks menangguk saat mendengarnya.

Siwon bangkit dan kabur ke rumah utama untuk menemui abeonim nya Ryeowook.

Ia harus membayar kesalahannya kali ini. Ia harus membahagiakan Ryeowook, bukan terus mengikuti ego nya sendiri. Walaupun hari sudah hampir siang, tapi setidaknya inilah yang Siwon bisa lakukan untuk menebus dosa nya pada Ryeowook.

Seperti yand diduga, Tuan Kim mengijinkan Ryeowok keluar asalkan bersama Siwon.

Waaa Ryeowookie langsung tersenyum lebar saat ia mendengar hal itu. Tidak disangkanya ayah nya bisa se-loyal ini.

Ryeowook dan Siwon pun keluar rumah berdua menuju yogduam rock dulu sambil bergantian menyetir. Pergi ke laut di musim panas bukan ide yang buruk, kan?

Sambil menikmati pemandangan alam Jejudo di kiri kanan kedua pria ini menikmati waktu yang mereka habiskan bersama menit demi menit. Jarak yang cukup jauh jadi tidak begitu terasa. Mereka banyak bertukar cerita tentang ini dan itu.

Lalu saat tiba disana, menghirup udara segar langsung dari tebing, berfoto ditengah angin yang bertiup kencang, makan seafood segar dan menikmati area lokal sekitar berdua.

Siwon dan Ryeowook sama-sama santai, tidak menetapkan target sama sekali, mereka hanya pergi ketempat yang mereka bisa pergi tapi yang terpenting adalah kedua orang ini sama-sama sangat menikmatinya.

Mengunjungi museum, berfoto-foto ria, mecoba beberapa snack, gantian menyetir kesana kemari hingga sore menjelang.

Mulai dari tertawa terbahak-bahak bersama, kejahilan Siwon yang kadang menggoda Ryeowookie, menikmati uniknya beberapa museum dan menambah pengetahuan bersama, hingga puncaknya di akhir makan malam mereka Siwon datang membawakan surprise kue beserta lilin nya untuk Ryeowook tiup.

Setengah harian ini berlalu sangat tidak terasa terutama bagi Ryeowook. Ia terus tertawa, tersenyum lebar, merasa sangat senang, mungkin karna sudah lama tidak liburan sejenak seperti ini.

Siwon sendiri pun juga merasa senang bisa melihat Ryeowook yang seperti ini saat bersamanya. Walaupun Ryeowook terlihat dingin diluar, tapi pria ini sangatlah hangat, polos, dan baik hati didalam nya. Dan Ryeowook yang seperti ini adalah miliknya.

Sejak awal tidak salah Siwon melihat sesuatu yang berbeda dari Ryeowook, dan hingga saat ini ia tidak pernah menyesal sudah mengenal lebih jauh seorang Kim Ryeowook.

Sebuah surprise dan kue dadakan tidaklah seberapa untuk Siwon walaupun ia tau usahanya tersebut sangatlah berarti bagi Ryeowookie.

Tahun-tahun setelahnya mulai saat ini, Siwon berjanji pada dirinya sendiri untuk akan terus membahagiakan Ryeowook lagi. Karna hal itu jugalah yang membuat dirinya sendiri merasa bahagia.

Ya, hanya dengan membahagiakan orang yang kita cintai dan juga mencintai kita, se-simple itu lah kebahagiaan bisa dirasakan oleh seseorang.

OooooooooO

In front of other people, I'm rational.

But in front of you, my heart comes before my head.

Seoul bulan Juli

Siwon memakirkan mobilnya di Seoul Arts Centre lalu melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya sekilas. Jam 6 sore, hemmm Ryeowook seharusnya sudah selesai jam segini.

Yap, Ryeowookie sedang berada di Seoul hari ini untuk menghadiri acara dan sekalian menonton pertunjukkan musical salah satu teman nya hari ini sore tadi. Selesai kantor Siwon sudah janji untuk menjemputnya dan mereka akan makan malam bersama dan lanjut ke Wine Bar milik Kyuhyun; Siwon selalu merekomendasikan tempat milik sahabatnya tersebut untuk Ryeowook karna Ryeowookie juga sangat suka dengan wine.

Siwon masih duduk diam dibelakang setirnya selama beberapa menit, sesekali memandagi handphone nya yang tidak ada notifikasi sama sekali. Hemmm? Kemana dia? Bukannya pertunjukannya selesai jam 5? Batin Siwon.

Tepat lima belas kemudian Siwon akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan mengetik pesan singkat untuk Ryeowook

OEDISEOYO? Dimana kamu Ryeowookie? Kenapa belum keluar jugaa

Siwon belajar menuju gedung utama dan berputar-putar disekitar sana. Ini pertama kalinya ia berkunjung ke tempat ini, jadi ia sendiri tidak tau harus kemana.

Drrt Drrt

Eh iya maaf Siwon-ah! Aku sedang mengobrol dengan temanku! Sebentar ya!

Siwon tertawa kecil sendiri seperti orang sedang jatuh cinta

Oke, aku tunggu di lobi utama. Keluarlah kalau sudah selesai.

2 menit kemudian telinga tajam Siwon menangkap suara Ryeowook yang khas sedang bercakap-cakap dengan seseorang dari kejauhan. Pria tinggi ini membalikkan badan dan benar saja, ia menemukan Ryeowook disudut lobi lainnya sedang ngobrol seru dengan seorang wanita cantik berambut sebahu cokelat.

Mata Siwon langsung memanas dan wajahnya langsung mengerut melihat interaksi kedua orang tersebut. Ya, tanpa Ryeowook dan temannya itu sadari, Siwon terus menatap tajam kearah wanita yang sedang menggandeng lengan Ryeowook tersebut dengan mesra.

Wanita yang cukup cantik tersebut terlihat sangat senang begitu juga dengan Ryeowook hingga tidak menyadari apa yang ada disekitar mereka. Saat keluar dari lift keduanya terus asik mengobrol diselingi tawa malu-malu sang yeoja. Siwon juga jadi ingin menonton, kapan mereka bisa menyadari keberadaannya yang tidak terlalu jauh dari kedua orang ini.

Satu menit.. Dua menit.. Tiga menit..

Dan Siwon pun akhirnya langsung datang menghampiri Ryeowook, menarik pria yang lebih pendek daripadanya ini hingga terlepas dari gandengan yeoja tersebut dengan sangat natural.

"hi Ryeowookie" sapa Siwon santai dan menarik Wookie kesisinya dengan posesif. Ryeowook dan Luna sama-sama terkejut melihat kedatangan Siwon.

"oh, Siwon-ah! Kau sudah disini…" sapa Ryeowook.

"oh Sun Young-ya, kenalkan ini temanku, Choi Siwon…" ujar Ryeowook pada Luna, seorang aktris musikal teman Wookie dan Luna pun langsung menyapa Siwon dengan sopan

"annyonghaseyo… Luna imnida"

"ne annyonhaseyo, Choi Siwon imnida"

Siwon tidak menyadari kalau sejak tadi Luna juga membawa sebuket bunga putih yang ia sepertinya tau itu dari siapa.

"bagaimana pertunjukannya? Sangat memuaskan kah?" tanya Siwon basa-basi dengan nada datar menginterupsi Ryeowook dan wanita ini yang masih sibuk didunia mereka sendiri

"em, sangat memuaskan Siwon-ah…. Akting dan suara Sunyoung sangat bagus, cerita dan semuanya juga sangat keren" puji Ryeowook yang membuat Luna tertawa lagi mendengar pujian tersebut.

Siwon hanya bisa memutar kedua bola matanya sendiri melihat yeoja ini yang terus menempel dengan kekasihnya ini. Baru kali ini Siwon melihat Ryeowook dekat dengan orang lain selain dirinya sendiri, mungkin itulah yang membuat Siwon langusng gerah melihat interaksi keduanya (yang menurut Siwon Luna sudah berlebihan manja pada Ryeowook)

Setelah ngobrol sedikit lagi akhirnya Luna dan Siwon-Ryeowook pun memisahkan diri. Ryeowook masih memuji teman lamanya ini dan Luna terus menanggapinya dengan malu-malu dan setengah bercanda sampai akhir; membuat Siwon hampir kehilangan kesabaran untuk tidak menyeret Ryeowookie nya cepat-cepat kembali ke mobil mereka.

"hauh,,, yeoja itu.. Kenapa harus menggandengmu segala sih?" Siwon sudah tidak tahan untuk mengeluh lagi saat ia baru saja menyalakan mesin mobilnya.

"aniyo.. Sunyoung itu adalah teman lamaku Siwon-ah… Pribadinya memang ceria seperti itu" bela Ryeowook dengan santai

"ya! Ceria apanya? Ceria tapi tidak harus menggandeng lawan jenis yang adalah kekasih orang lain juga sih Ryeowookie.." Siwon mulai menunjukkan ke-posesif-annya.

"Siwon ssi…. Dia hanya temanku… orangnya memang seperti itu…"

"kamu tidak menyadarinya karna bukan kamu yang menilai nya Ryeowookie… dari sorot matanya kepadamu itu jelas terlihat beda" oke Siwon benar-benar cemburu sekarang.

"Siwon….." panggil Ryeowook dengan nada tolong jangan mulai lagi..

"pokoknya aku tidak mau kau terlalu dekat dengannya lagi mulai sekarang. Ataupun yeoja dan namja lain." ucap Siwon dengan tegas yang membuat Ryeowook menganga kecil

"ya!"

"tidak ada penolakan Kim Ryeowook! Mulai sekarang aku harus mulai mengawasi teman-temanmu juga. Beberapa dari mereka itu ber-bahaya"

Ryeowook hanya mem-pout kan bibirnya imut mendengar ucapan Siwon barusan. Ia tidak bisa menolak ucapan Siwon barusan; Wookie tau Siwon hanya sedang emosi dan dia memang berhak melakukan itu sih, secara mereka adalah sepasang kekasih.

Siwon sendiri sebenarnya tau orang seperti apa tipe Ryeowook, Siwon tau Ryeowook tidak akan mengkhianatinya, tapi Siwon tau juga kalau ada banyak orang yang mengincar Wookie kalau ia tidak hati-hati. Dan ia tentu saja kesal melihat siapapun itu orangnya bergelayut manja pada seorang Kim Ryeowook.

Walaupun ia tau Ryeowook sendiri tidak menyadarinya kalau pun mereka menyukai Ryeowook, ia tetap tidak suka pacaranya ini terlalu banyak ter-ekspos pada orang lain. Ryeowook hanyalah kekasihnya, dia itu sudah ada yang punya. Siwon jadi merasa harus ekstra hati-hati dalam menjaga Ryeowook mulai sekarang, terutama kalau sedang berada di Seoul.

Ryeowook seperti sebuah batu yang tidak terlalu special tapi selalu bersinar dan langka. Sesuatu yang menarik banyak orang untuk terus menarik perhatian nya,

OooooO

Selesai makan malam, sebelum malam terlalu larut, akhirnya Siwon dan Ryeowook sepakat untuk mampir ke wine bar Kyuhyun juga; mumpung mereka berdua sedang sempat dan tidak terlalu sibuk saat berada di Seoul.

Saat masuk Siwon celingak celinguk mencari Kyuhyun yang sedang tidak beredar. Pria ini memang belum memberitahu Kyu kalau ia akan datang, karna biasanya setiap Jumat malam ya Kyuhyun memang selalu berada disini.

Siwon menggiring Ryeowook duduk ditempat favorit biasanya

"Ryeowookie aku ke toilet dulu ya" ujar Siwon sambil Wookie masih melihat-lihat sekeliling wine bar yang cukup mewah ini.

"eung" Ryeowook hanya mengangguk setuju dan Siwon pun berlalu.

Baru satu setengah menit ditinggal, tiba-tiba seorang pria tinggi berwajah ramah dengan rambut berwarna brunette mengahampiri Ryeowook dan langsung mengambil duduk disampingnya –yang seharusnya adalah tempat Siwon; sontak mengagetkan Wookie dengan kedatangannya pria yang ia tidak kenal ini dengan tiba-tiba.

"hai!" orang ini tersenyum lebar dengan ramah.

Ryeowook mencoba berpikir sejenak –apa aku pernah bertemu dengannya?

Pria ini menjulurkan tangan dan Ryeowook pun bersalaman dengannya

"kenalkan aku Cho Kyuhyun. Kau.. pasti Kim Ryeowook kan?"

"ah ne, Kim Ryeowook imnida." Ujar Ryeowook dengan pelan.

Bagaimana pria ini tau nama lengkapku?

"hehe yeoksi, ternyata benar dugaanku kau sangatlah tampan dan manis. Benar-benar tipe idaman Choi Siwon yang kebetulan juga sama dengan tipe idamanku.. heheheheh"

Pletak! Belum sempat Ryeowook mencerna apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan barusan, tiba-tiba Siwon sudah tiba dibelakang pria ini dan memukul kepalanya dengan buku menu sekilas.

"auuhhh Choi Siwonnn!" Kyuhyun menengok kebelakang dan benar saja, menemukan temannya ini sedang menatapnya dengan tajam –hampir melotot malah.

"apa yang kau katakan pada pacarku heh, darimana saja kau Kyuhyun-ah"

"aish, aku baru melihat kalian saat kau ke toilet hyung, makanya aku kenalan duluan dengan pacarmu! Auh sakit tau" Kyuhyun masih mengusap-ngusap kepalanya sendiri sedangkan Siwon tidak terlihat merasa bersalah sama sekali.

"ck alasan, minggirlah, ini tempatku tau!" Siwon menggeser Kyuhyun turun dengan sedikit paksa, membuatnya pindah kesamping kiri Ryeowook yang sejak tadi masih terbengong sendirian.

"Ryeowookie, ini temanku yang adalah pemilik tempat ini –yang aku ceritakan kemarin" Siwon memberikan penjelasan pada Ryeowook.

"iya Ryeowook-ah, kenalkan aku teman lamanya Ma Siwon." Ryeowook pun berbalik bertatapan dengan Kyuhyun

"hehe ternyata selain pintar kau benar-benar imut ya! Pantas saja Siwon tergila-gila kepadamu! Selamat ya atas hubungan kalian!" Kyuhyun terus menyerocos panjang sambil memandangi mata bulat Ryeowook.

"Eh tapi kalau kau tidak cocok dengan-nya jangan segan-segan cerita padaku ya. Aku juga menyukaimu kok, jadi mungkin saja kamu lebih berjodoh dengan ku daripada dengan Choi Si…"

"YA YA YA!" omongan Kyuhyun langsung dipotong oleh Siwon yang memperingatinya dengan nada tinggi sambil menggandeng pundak Ryeowookienya dengan posesif; semakin membuat Kyuhyun iri melihatnya.

Sedangkan Ryeowook… ia hanya bisa tertawa sendiri mendengar ucapan Kyuhyun yang sangat lucu barusan, hahah

"eyyyy Hyung, aku kan hanya menawarkan kalau kalian sudah pu…" Kyuhyun masih lanjut meracau.

"kami tidak akan putus!" potong Siwon lagi. Dan Ryeowook pun hanya bisa lanjut tertawa melihat tingkat kedua pria ini.

Ryeowook memang selalu santai dalam menghadapi pria-pria yang mengungkapkan perasaannya secara langsung seperti Kyuhyun ini. Tentu saja banyak orang yang jatuh hati pada Ryeowook; dari penampilan luar saja tidak sedikit pria yang tertarik; ada yang menyukai sifat dingin Ryeowook, ada juga yang menyukai sifat hangat nya kalau sudah mulai berteman. Tapi Ryeowook tida sering menyadari itu semua; dia hanya baru tau kalau ada orang yang mengungkapkan perasaannya langsung dengan ucapan, bukan kode-kodean.

TBC!