This Disease Chapter 7
Warning : Yaoi, Typo(s)
Genre : Romance
Disclaimers : semua tokoh adalah milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Cerita ini asli milik author.
Main Cast : Siwon, Heechul
"Ini Noona ku.."
"Noona? Jadi yeoja di foto ini adalah Noona mu hyung?.."
Siwon menatap ke arah Heechul lalu melihat kembali foto itu. Ingin memastikan bahwa matanya tidak salah melihat, itu benar-benar yeoja yang waktu itu kan? Yang Heechul kejar di jalan raya. Yang pernah ia ikuti ke tempat tinggalnya. Ternyata ia adalah noona nya Heechul! Noona nya, kenapa tidak pernah terfikirkan sebelumnya.
"Siwon? Kenapa? Jangan memandangi foto noona ku seperti itu. Aku tahu dia memang sangat cantik, iya kan?" goda Heechul.
Siwon tersadar dari lamunannya, "Ah? Mianhae hyung, boleh aku tanya sesuatu?"
Heechul memiringkan kepalanya bingung, "Tanya apa? Ya, silahkan saja."
"Apa dia orang yang waktu itu hyung kejar di jalan raya?"
Heechul diam sesaat, tak menduga Siwon masih ingat tentang kejadian itu. "Ah, iya... Kau benar. Dia adalah orang yang kukejar waktu itu. Maaf waktu itu aku sangat merepotkanmu."
Siwon tersenyum hangat kemudian menggenggam tangan Heechul erat. "Tak perlu kau fikirkan lagi hyung. Sekarang aku baru mengerti kenapa kau nekat melakukannya. Semoga kelak kau bisa bertemu dengannya."
Kata-kata Siwon seperti sihir yang ajaib. Menenangkan, menyembuhkan dan menguatkan hati Heechul seketika itu juga. Sederhana tapi memiliki banyak arti bagi Heechul.
"Terima kasih Siwon."
Siwon mengangguk, "Hm.. Kalau boleh tahu, nama noona mu itu siapa hyung?"
"Namanya Kim Kahi."
ooOoo
Siwon menghempaskan tubuhnya di kasur yang terasa sangat nyaman, sudah beberapa hari ini ia tidur di sofa rumah sakit. Kalau boleh jujur, tidur di sofa itu sangat menyiksanya. Apalagi dengan kaki panjangnya yang terjulur, tapi sekali lagi ini semua ia lakukan demi menjaga Heechul.
Sekarang ia 'dipaksa' untuk istirahat oleh Eunhyuk dan Donghae, rencananya seharian ini mereka akan menemani Heechul di rumah sakit.
.
Siwon berusaha memanfaatkan waktu yang ia punya, selama Eunhyuk dan Donghae menjaga Heechul berarti ia bisa untuk memulai pencarian Noona nya Heechul. Ia sangat yakin dengan perkiraannya, Noona nya Heechul adalah yeoja yang pernah ia ikuti pada malam itu.
Beruntung Siwon masih mengingat tempat tinggal yeoja itu, sebuah rumah mungil di sudut jalan.
.
Siwon menghentikan langkahnya ketika sampai di depan rumah kecil tempat ia melihat yeoja itu tinggal. Ia mengamati sekelilingnya dan meyakini bahwa itu memang rumah yang ia cari.
Tok.. Tok..
Siwon mengetuk pintu rumah itu pelan. Tak berapa lama, seorang yeoja cantik keluar dari pintu sambil berkacak pinggang. Sosok yang angkuh dan dewasa. Yeoja yang sama seperti di foto.
"Ada perlu apa?" tanya yeoja itu.
"Ah, apa kau Kim Kahi?" Siwon balik bertanya.
Yeoja itu mengangkat dagunya, menampakkan ekspresi cukup kaget. "Ya, kenapa kau tau namaku? Kau siapa?"
"B-begini, aku Choi Siwon. Aku teman dari adik anda, Kim Heechul.."
Kahi membulatkan matanya, "Apa katamu? Kim Heechul?!" bentaknya. Terlihat jelas bahwa Kahi tidak memiliki hubungan yang baik dengan Heechul.
"Iya, dia sangat ingin bertemu denganmu."
Kahi berdecih, "Hah? Buat apa? Namja sialan seperti dia tak pantas menjadi adikku."
"Apa maksudmu?" geram Siwon, rasanya tak sudi jika Heechul disebut sebagai namja sialan walaupun itu terlontar dari mulut Noona Heechul sendiri.
"Kim Heechul itu namja sialan, dia bukan siapa-siapa ku! Pergi sana, kau pasti sudah dijilat dengan wajah pura-pura manisnya itu kan?" ejek Kahi, ia berbalik lalu masuk ke dalam rumahnya.
Siwon cengo, rasanya aneh mendengar semua pernyataan yang keluar dari mulut Kahi. Kim Heechul? Namja sialan? Bukan siapa-siapanya? Apa maksudnya semua ini.
Tok.. Tok.. Tok..
Siwon kembali mengetuk pintu tapi kali ini dengan keras, "Buka pintunya!" teriak Siwon.
"Sudah pergi sana! Jangan ganggu aku!" timpal Kahi dari balik pintu.
"Dengar, aku tidak tahu apa masalah kalian! Tapi saat ini Heechul sangat membutuhkanmu. Dia merindukanmu, setiap malam dia mengigau tentangmu. Heechul sangat ingin bertemu dirimu."
"Hh! Omong kosong macam apa itu? Kau ini tuli ya? Aku bilang pergi ya pergi! Dasar bodoh!" seru Kahi.
Siwon menarik nafasnya, "Asal kau tahu! Sekarang Heechul sedang terbaring di rumah sakit dengan selang-selang infus di tubuhnya. Kau tak akan tahu seberapa sering air matanya tumpah untuk menahan rasa sakit!" lanjut Siwon.
Kahi terdiam sejenak, perlahan urat-urat di wajahnya melemas mendengar perkataan Siwon. "Rumah... Sa.. Kit?" gumamnya pelan.
"Heechul selalu mengatakan hal yang baik tentang dirimu. Kukira kau adalah yeoja baik, tapi ternyata? Noona macam apa yang tidak menganggap adiknya sendiri! Membiarkan ia hidup sendirian!"
Tubuh Kahi merapat ke pintu, bersandar lalu melorot jatuh. "Noona macam apa?..." mulutnya kembali bergumam sangat pelan.
Siwon kembali menghela nafas panjang, "Argh! Heechul bertahan untukmu! Dia sangat ingin bertemu denganmu! Kalau bukan karena Heechul yang ingin mencarimu aku tidak akan sudi untuk bertemu orang sombong sepertimu, Nona Kim Kahi! Kau bukan noona yang baik!" Brak. Siwon mengakhiri perkataannya sambil menggebrak pintu dengan emosi.
"A... Aku.. Bukan noona yang baik?..." ucap Kahi, bibirnya bergetar. Apa benar apa yang Siwon katakan? Ia bukan noona yang baik...
Klek. Kahi membuka kenop pintu. Membuka sedikit pintu rumahnya. "T.. Tunggu!" panggilnya mencegah Siwon untuk pergi sebelum memberikan informasi lain tentang Heechul.
"Kau berubah pikiran?"
Kahi tetap menunjukkan wajah angkuhnya, "Tak usah banyak bicara! Berikan aku alamatnya!"
ooOoo
Kahi membuka kotak kecil di bawah ranjangnya. Kotak kecil yang berisi sebuah surat, surat wasiat dari ayahnya sebelum ia meninggal dunia. Dengan tangan bergetar Kahi membuka sehelai surat itu, membacanya untuk pertama kali.
Anakku, Kahi..
Maafkan ayah karena baru memberitahumu. Selama ini, Heechul adikmu, ia sakit parah.
"S.. Sakit parah...?" Kahi membekap mulutnya tak percaya. Apa ia begitu bodoh sehingga tidak menyadari semua itu?
Ayah selalu ingin memberitahumu tentang ini, tapi.. Kau selalu menghindar dari ayah. Kau seakan marah pada ayah dan Heechul. Kau tidak pernah mau mendengarkan kenyataan yang sebenarnya.
Flashback
Tuan Kim baru saja pulang ke rumah setelah mengantar Heechul check-up. Di ruang tengah ia melihat anak sulungnya tengah menonton Televisi.
"Kahi.. Kau sudah makan nak?" tanya Tuan Kim sambil berjalan ke arah sofa tempat Kahi duduk. Tapi bukannya menjawab, Kahi malah beranjak dari sofa.
"Untuk apa menanyakan itu padaku? Urusi saja Heechul! Anakmu cuma dia saja kan?" bentak Kahi. "Setiap minggu kau pergi bersenang-senang dengan dia kan?! Aku ini cuma sampah!" lanjutnya.
"Bukan begitu Kahi, Heechul, dia s—"
"Aku tidak peduli!" Kahi berlari ke kamarnya lalu menutupnya dengan keras.
Tuan Kim tertohok, "—sakit parah.."
.
.
Heechul kecil berlari menuju kamar noona nya, ia mengetuk pintu kamar itu pelan.
Tok.. Tok.. Tok..
"Noona, tadi di sekolah ibu guru menyuruhku menggambar sesuatu yang indah. Apa kau mau melihat gambarku?" teriaknya sambil memegang sebuah kertas yang berisi gambaran nya.
Tidak ada yang menyahut dari dalam kamar.
Tok.. Tok.. Tok..
"Noona apa kau mendengarku? Tolong buka pintunya.. Kau harus lihat gambarku." teriak Heechul lagi dengan nada riang.
Klek.
"Jangan meracau, pergi sana!" bentak Kahi.
"Tapi noona, aku hanya ingin memperlihatkan ini.." Heechul memberikan gambarnya pada Kahi, matanya sedikit berkaca-kaca karena dibentak.
Kahi melihat gambar Heechul, gambar yang cukup bagus untuk ukuran anak seumurnya. Gambar seorang perempuan yang mengenggam bunga merah. Diatasnya ada tulisan 'Kahi Noona'
"Cih." Kahi meremas gambar itu kemudian melemparkannya asal. "Anak idiot!" teriaknya sambil membanting pintu kamarnya keras.
Flashback off
Kahi meremas surat itu, perlahan air matanya tumpah setelah mengetahui semua hal itu. Semua kebodohan yang ia buat sendiri. Selama ini ia berfikir bahwa Heechul dan Ayahnya selalu bersenang-senang di akhir minggu, padahal kenyataannya? Heechul harus melakukan chek-up setiap minggu karena penyakitnya. Selama ini ia membenci Heechul, selama ini ia selalu menganggap bahwa Heechul lah penyebab ibunya meninggal dunia. Ia menganggap Heechul adalah orang selalu merebut kebahagiaan darinya. Merebut perhatian ayahnya dan semua orang.
Mengapa ia begitu bodoh? Mengapa ia tidak mau diam sejenak dan mendengarkan segala penjelasan dari ayahnya? Mengapa ia selalu diselimuti rasa iri terhadap Heechul? Terhadap adiknya sendiri yang selama ini berjuang hidup melawan penyakitnya.
"A.. Aku memang bukan noona yang baik.." Kahi menggigit bibir bawahnya. "Heechul maafkan aku.."
ooOoo
"Siwon, untuk apa kau kesini? Kubilang kan kau harus istirahat." ujar Donghae yang langsung protes ketika melihat Siwon datang ke rumah sakit.
Siwon menggeleng, "Ah, kau ini jangan berlebihan seperti itu. Aku tidak butuh istirahat terlalu lama. Lagipula aku.. Hm, aku merindukan Heechul hyung."
Blush.
Sekali lagi kata-kata yang muncul dari bibir Siwon dapat membuat namja cantik yang terbaring di atas ranjang rumah sakit itu berdebar tak karuan.
Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan, "Ah, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta." ucap Eunhyuk yang dijawab anggukan setuju dari kekasihnya.
"Baiklah hyung, sepertinya kami harus pergi dulu. Kudamu sudah kembali, bye!" pamit Donghae yang langsung menarik tangan Eunhyuk untuk keluar dari ruangan Heechul, Eunhyuk melambaikan tangannya sebentar lalu mengomel pada Donghae yang seenaknya saja menarik tangannya.
Heechul sedikit tertawa melihat tingkah laku sahabat-sahabatnya itu, dan seperti biasa Siwon selalu ikut tersenyum ketika melihat Heechul bahagia.
Siwon duduk di kursi sebelah ranjang Heechul, lalu meletakkan sebuket bunga mawar putih segar yang baru saja ia beli untuk mengganti mawar putih sebelumnya yang sudah layu.
"Hyung.. A—"
Dahi Heechul mengkerut ketika Siwon menghentikan perkataannya, "Apa yang ingin kau katakan?"
"A.. Ah.. tidak. Aku hanya ingin tanya, kau mau tidak kalau besok-besok aku belikan sebuket mawar merah?" ucap Siwon mengalihkan pembicaraan tadi, awalnya ia ingin memberitahu Heechul kalau ia telah berhasil menemukan Kahi noona. Tapi, menurutnya Heechul tidak seharusnya bertemu dengan Kahi yang tadi sudah menjelek-jelekkan Heechul. Lebih baik ia menunggu, apakah Kahi akan datang atau tidak.
"Kau bohong, pasti ada hal lain kan?"
Siwon menggeleng, "T-tentu tidak hyung, ayolah percaya padaku."
"Ah baiklah." pasrah Heechul yang sepertinya sedang tidak mau berdebat.
TBC
.
.
.
.
.
Hai... sudah lama sekali tidak bertemu.. sebenernya chapter 7 ini udah lama selesai dan nemplok di hp author tapi baru di post sekarang. Author sempet kurang pede sama ceritanya jadi bikin beberapa versi buat yg pertemuan sama noona nya heechul. Pada akhirnya author milih yg ini deh. Semoga ga mengecewakan ya.. walaupun author tau udah ngecewain orang orang yang nunggu ff ini.. maaf banget... author terlalu moody jadinya waktu itu sempet hiatus ngepost ff. Makasih yg udah review. Makasih yang udah setia nunggu~ i love youuuuuu hehe^^
