She is My Wife
.
.
Super Junior Ffn..
Warning!
GS, full typo, OOC, ajaib, dan sebagainya.
Mereka adalah milik diri mereka sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Fic ini punya saya.
Silahkan dibaca dan jangan lupa review, READERS ^o^
…
Huh, hari yang begitu sibuk. Sudah lama sekali aku tidak merasakan lelah yang teramat sangat seperti ini. Tapi sekarang,apa yang harus aku lakukan saat berada dirumah hanya berdua dengan Kyuhyun setelah acara pernikahan kami baru saja selesai.
Donghae Oppa masih dalam perjalanan mengantarkan Hyukkie Eonnie pulang kerumahnya sedangkan kedua orang tuaku belum juga pulang dari berkunjung kerumah Kyuhyun.
Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut pendek kecoklatannya dengan sehelai , namja ini hanya memakai kaos putih dan celana tidur panjang yang juga berwarna putih.
"Baru selesai mandi, Kyu?"
"Ah? Ya."
Aku dapat melihat jelas kebiasaan Kyuhyun yang mulai kambuh lagi yaitu mengurut tengkuknya. Kyuhyun berjalan kearahku yang sedang duduk sambil menonton tv diruang keluarga. Dia duduk disampingku dan tidak melakukan apapun selain menatap kerah layar tv.
"Kau suka drama?"
"Ah? Tidak tidak ada acara yang bagus makanya aku menonton drama."
"Oh."
Kyuhyun bangkit dari duduknya untuk menggantung handuk yang dipakainya untuk mengeringkan rambutnya tadi dan pergi kedapur untuk mengambil minum kemudian kembali duduk disebelahku lagi.
'Byuuurrr…
Tiba-tiba saja, Kyuhyun menyemprotkan minuman yang sedang diminumnya saat adegan drama itu memperlihatkan scene berciuman.
'Gluk..
Kenapa juga harus ada adegan ini? Aku jadi merinding sendirikan..
"Hah, aku ganti ya.."
"Kenapa?Sepertinya adegannya bagus."
"Hah?"
Cengo dan melongo sama saja sekarang. Aku melakukan keduanya dalam waktu bersamaan. Mungkin karna dijodohkan , aku jadi tidak begitu tahu kalau Kyuhyun itu namja yang seperti apa.
"Istriku.."
"Ne?"
Seolah seperti mimpi, aku ingin mendengarnya sekali lagi. Kyuhyun memanggilku apa tadi?
"Issh..jangan merusak moment indah ini dengan tampang cengo seperti itu. Memangnya ada salahnya apa kalau aku memanggilmu 'istriku', kalau aku memanggilmu 'suamiku' baru kau boleh protes."
Lucu ingin kabur saja dari sini.
Perlahan, Kyuhyun mendekatkan dirinya kearahku lalu merangkul matanya terlalu mengintimidasi, aku takut sekali dengan tatapan matanya yang tajam itu. Apa dulu Eomma-nya mengidam pisau yaa, sampai-sampai mata anaknya setajam ini.
"Ada apa?Kenapa mendekat?"
"Aku kan terserah aku dong mau ngapain."
"Kyu.."
"Wae?"
"Sebenarnya kau ini orang yang seperti apasih?"
"Apa maksudmu?"
Pertanyaanku tadi sukses membuat Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dariku walaupun hanya sejengkal.
"Mungkin aku salah mau tidur dulu."
"Min.."
Kyuhyun menahan tanganku sambil menundukan kepalanya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu menatapku dengan wajah yang anak ini berubah menjadi memerah seperti sedang menahan tangis.
Dia kenapa?
"Kyu?"
Aku terpaksa kembali duduk disampingnya dan tidak menolaknya saat dia tiba-tiba saja memelukku begitu erat. Apa dia akan mengatakan bahwa dia menyesal karna sudah menikah denganku? Aku harap, TIDAK.
"Maafkan aku."
Dia bergumam tepat disamping telingaku. Aku masih bingung harus berbuat seperti apa lagi. Hari ini rasanya sudah benar-benar sangat lelah dan aku harus tetap terjaga ditengah malam seperti ini.
"Kau minta maaf untuk apa?"
"Tidak tidurlah, ini sudah larut malam."
"Kyu.."
"Eung..aku tidur dulu yaa."
Sekarang giliran aku yang menahan lengan anak ini. Setidaknya aku dan dia harus menyelesaikan semua masalah kami hari ini. Sebenarnya, aku sendiri tidak tahu pasti masalah apa yang sebenarnya sedang kami alami. Tapi, entah mengapa aku merasakan bahwa ada sesuatu hal yang ganjil sekali.
Kyuhyun menaikan satu alisnya lalu kembali duduk disampingku.
"Kau ingin mengatakan sesuatu padaku?"
"Tidak ada."
Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya. Ah..aku bisa gila kalau seperti ini terus.
"Lalu untuk apa kau meminta maaf?"
"Hanya ingin saja."
"Kyu..Aku tidak ingin kau seperti ini hari ini, kita adalah pasangan suami istri. Kau atau pun aku harus saling terbuka dan pengertian. Aku mohon padamu untuk tidak menyembunyikan sesuatu dariku."
Suami tercintaku ini hanya diam saja. Ck..membuatku malu saja karna telah berani mengatakan petuah dari Donghae Oppa tempo hari itu.
"Apa kau sendiri mau terbuka padaku?"
"Jangan bilang kalau hal ini menyangkut Siwon."
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Ya ampun, kapan aku harus mengatakan padamu kalau saat ini aku sudah tidak memikirkan namja itu lagi? Apa kau maunya aku tetap mengejar-ngejar Siwon dan melupakan kau sebagai suamiku? Jadi kau maunya begitu?"
"Bukan begitu. Aku hanya ingin kau bisa menerima kenyataan bahwa kau adalah istriku sekarang."
"Sejak kapan aku mengeluh menjadi istrimu? Kau tidak tahu kalau aku sedang bahagia sekarang. Tapi, kau malah merusaknya dengan pertanyaan konyol seperti ini."
"Aku hanya merasa tidak enak saja menjadi orang ketiga."
"Orang ketiga? Bahkan Siwon sendiri tidak mengenalku dengan baik. Hah..kau membuatku sedih Cho Kyuhyun."
"Sungmin..dengarkan aku. Mulai sekarang, aku tidak akan mempermasalahkan hal ini lagi karna kau sendiri yang bilang tidak akan menyesal menjadi istriku. Dengan begini, aku akan hidup dengan tenang tanpa merasa bersalah."
"Kau tidak salah. Tidak ada yang salah."
Kyuhyun kembali selama ini, Kyuhyun merasa bersalah karna telah memisahkanku dengan Siwon? Bahkan Siwon sendiri tidak mengenalku, bagaimana bisa salah satu dari mereka menjadi orang ketiga.
Kyaa..kau sendiri yang membuat masalah ini, Min!
"Eung.."
Haha..lagi-lagi Kyuhyun kembali mengurut tengkuknya. Pasti dia sedang bingung sekarang. Aku jadi ingin menggodanya. Bagaimana yaa wajahnya Kyuhyun kalau sedang malu?
'Chupp..
Aku memberanikan diri untuk mencium bibirnya dengan mata tertutup. Walaupun sekilas, kupu-kupu itu kembali datang. Akh..sesak!
"Kau yang memulai."
Kyuhyun memandang sengit kearahku lalu namja itu meraih tengkukku dan melumat habis bibirku. Kyaa..rasanya hangat sekali. Tubuhku memanas karna bibir Kyuhyun begitu memenuhi bagian bibirku.
Lembut dan basah. Untuk ketiga kalinya kami berciuman dan kali ini aku benar-benar tenggelam akan permainan yang dibuatnya.
Kyuhyun menjilati perpotongan bibirku dengan lidahnya. Aku yang tahu apa yang dia inginkan pun segera membuka mulutku dan membiarkan lidahnya menjelajah didalam rongga mulutku.
Sekarang dadaku benar-benar terasa sangat sesak sekali dan bibirku juga sudah keram. Kaos yang dipakai Kyuhyun juga sudah terlihat sangat kusut sekali karna sejak tadi aku mengenggamnya dengan erat saat Kyuhyun semakin dalam menekan tengkukku.
"Hah..hah.. hah.."
Kami berdua sama-sama terengah dan mulai menghirup nafas dalam-dalam. Baru sampai disini saja, dadaku rasanya sudah sangat sakit sekali. Kyuhyun membantuku untuk duduk dengan nyaman.
"Kemari, aku akan membuatmu tertidur."
Kyuhyun meraih kepalaku dan menaruhnya diatas pangkuannya lalu mengelus lembut rambutku dengan tangannya yang memiliki jari-jari yang sangat panjang dan ramping.
seperti disapu oleh buliran es, tangan Kyuhyun selalu saja dingin dan aku ingin sekali mengenggamnya. Seakan tahu apa isi hatiku, Kyuhyun memberikan tangan kirinya untuk bisa ku genggam sedangkan tangan kanannya masih saja mengelus rambutku.
Aku menyenderkan kepalaku diperutnya yang rata itu lalu memeluk pinggangnya dengan erat. Kyuhyun melepaskan genggaman tangan kirinya bersama tanganku dan mulai mengelus-elus bahuku dengan tangan kirinya.
"Ternyata kau suka dielus yaa?"
"Aku merasa sangat nyaman sekali, Kyu."
"Kalau begitu, peluk aku lebih erat lagi seolah kau akan kehilanganku kalau kau tidak memelukku dengan erat."
Aku terkejut sekali saat mendengarnya yang mengatakan hal seperti itu. Aku mulai parno dengan perkataannya barusan. Aku tidak ingin kehilangan dirinya. Tidak ingin dan tidak akan pernah mau.
"Berani kau menghilang, aku akan menghukummu!"
"Kalau begitu peluk aku dan tidurlah dengan nyenyak. Jangan lupa mimpikan aku."
'Chup..
Dia kembali mencium bibirku sekilas lalu mengelus rambutku dengan lembut. Aku pun tertidur dengan memeluk erat pinggangnya dan menyembunyikan kepalaku didepan perutnya. Hangat dan nyaman. Aku suka sekali dengan saat-saat seperti ini.
….
Aku menggeliat tidak nyaman saat rembesan cahaya matahari memaksa masuk kedalam kamar dan menyinari wajahku dengan sinarnya yang menyilaukan menjadi pertanyaanku saat ini adalah siapa orang yang telah membuka gorden kamarku?
"Pagi."
Suara bass Kyuhyun mulai menggema didekat telingaku. Namja itu tersenyum sambil mengelus rambutku dengan lembut. Wangi sandalwood mulai tercium saat tubuh Kyuhyun mulai mendekat kearahku lalu namja itu mengecup lembut keningku.
Senyumnya..
"Pagi. Kenapa aku bisa berada dikamar, Kyu?"
"Aku yang membawamu kesini."
"Kau menggendongku?"
Dia hanya tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Apa semalam kita tidur berdua?"
"Kenapa? Apa kau keberatan?"
"Tentu saja tidak. Kau kan suamiku."
"Yeah..tapi semalam aku tidur dikamar tamu."
"Begitu?"
"Yaahh.."
Kyuhyun tidur dikamar tamu pasti karna status kami yang masih sama-sama pelajar. Hal ini juga pernah dibahas oleh Appa. Ngomong-ngomong soal pelajar, kapan kami harus pergi ke sekolah?
Kyuhyun membantuku untuk duduk diatas tempat tidur lalu dengan penuh perhatian, dia memperbaiki anak poniku yang sempat berantakan.
"Kyu, kapan kita pergi kesekolah?"
"Sepertinya besok. Hari ini, kita masih bisa bersantai."
"Apa dirumah ada orang?"
"Tadinya Donghae Hyung ada, tapi dia sudah pergi ke kampusnya karna ada jam kuliah pagi ini."
"Lalu bagaimana dengan orang tuaku?"
"Tadi mereka menelepon. Hari ini, mereka akan pergi berjalan-jalan dan akan kembali bekerja besok."
"Kyaa..berarti sepi sekali dong."
"Yah.. Min, apa kau bisa memasak sesuatu? Tadinya aku sudah mencoba memasak ramyun, tapi sepertinya terlalu banyak air sehingga tidak layak untuk dimakan jadi aku buang saja. Maaf yaa.."
"Isshh..kau bisa meraih mendali emas olimpiade matematika masa hanya memasak ramyun saja sampai gagal?"
"Yah, sejak lahir aku dilarang Eomma menyentuh dapur. Dia takut kalau dapurnya terbakar karna ulahku."
"Hahaha..kalau begitu, kau harus berguru dengan Ryeowook."
"Apa namja itu bisa memasak?"
"Jangankan masakan Korea, semua jenis masakan Internasional juga dia bisa."
"Apa dia benar namja?"
"Memangnya ada larangan apa kalau namja bisa memasak? Dia kan namja yang mandiri, maka dari itu dia bisa memasak."
"Begitu? Kalau begitu, kau masak sekarang yaa. Aku sudah lapar sekali."
"Okeh..Tunggu sebentar yaa."
Setelah beberapa menit sibuk dengan alat memasak dan beberapa bahan makanan, akhirnya Gimbab buatanku selesai juga. Sedari tadi, Kyuhyun sudah duduk manis dikursi meja makan sambil memerhatikanku yang sedang menyiapkan sarapan untuk kami berdua.
"Gimbap?"
"Hehe..aku baru sempat belajar memasak Gimbap dengan Ryeowook."
"Tidak apa. Sepertinya tidak terlalu buruk."
Kyuhyun segera mengambil Gimbap yang aku buat dengan sumpitnya. Dia menutup mulutnya yang dipenuhi oleh satu iris Gimbap. Kyuhyun mengunyahnya dengan perlahan seolah takut tersedak lalu menatap wajahku yang sangat cemas sekali akan rasanya.
"Ini..Enak!"
Kyuhyun berteriak dan menepuk tangannya sekali. Huh..lega sekali rasanya.
"Haha..aku habiskan yaa.."
Aku hanya bisa mengangguk senang saat Kyuhyun memakannya dengan semangat. Aku jadi penasaran sekali dengan rasanya. Kyuhyun sama sekali tidak mau membagi Gimbapnya denganku. Aku jadi merasa kesal sendiri.
"Kyu~ aku juga mau coba."
"Tidak, ini milikku. Kalau kau mau, buat saja lagi."
"Isshh..aku mau coba yang ini. Satu janji."
"Tidak, Min. Ini milikku."
"Kyu!"
Aku segera mengambil satu irisan Gimbap dari piringnya dengan cepat. Tiba-tiba saja, Kyuhyun berdiri dari kursinya dan mencegahku untuk memakannya. Tapi sudah terlambat, Gimbap itu sudah berhasil masuk kedalam mulutku.
"Hoeeekk…"
"Min, kau baik-baik saja?"
'Gluk..gluk.. gluk..
Dengan segera aku mengambil minum yang Kyuhyun berikan padaku dan meneguknya dengan Gimbap ini sangat buruk sekali. Benar-benar tidak enak dan tidak layak untuk dimakan, tapi bagaimana bisa Kyuhyun menghabiskannya sampai sebanyak tiga iris sedangkan aku yang baru merasakan satu iris saja sudah ingin sekali memuntahkan semuanya.
"Kenapa kau memakan ini?"
"Memangnya kenapa?"
"Makanan ini benar-benar tidak enak, Kyu. Bagaimana bisa kau memakannya sebanyak tiga iris?"
"Aku suka kok."
"Kau bercanda? Kyaa..aku terharu sekali."
Aku segera memeluk tubuhnya dengan adalah namja pertama yang menghargai masakanku yang begitu buruk ini. Kyaa..dia suami yang sangat baik.
"Hey! Kenapa tiba-tiba memelukku?"
"Kau baik sekali mau mengatakan makanan ini enak, padahal rasanya sangat buruk sekali."
"Issh..aku tahu bagaimana rasanya saat makanan yang sudah susah payah kau buat dan malah dihina karna rasanya tidak enak. Aku pernah merasakannya, maka dari itu aku tidak ingin kau merasakannya."
"Kau manis sekali~"
"Kalau begitu cium aku sekarang!"
Aku segera melepaskan pelukanku pada menatapku seakan ingin protes.
"Kenapa dilepas?"
"Dasar mesum!"
"Isshh..apa salahnya sih aku meminta morning kiss dengan istriku sendiri?"
"Yaya..kemari kau!"
Aku menarik kerah bajunya dan segera menahan tengkukku dan mengajakku untuk berdiri. Dia memeluk pinggangku dengan erat lalu mendudukanku diatas meja makan. Kyuhyun melepaskan ciuman kami secara sepihak.
"Makan ini.."
"Apa?"
"Ini hanya tersisa dua iris lagi. Kau makan satu dan aku akan memakan yang satunya lagi."
"Tidak mau. Ini kan tidak enak."
"Aku akan membuat rasanya menjadi lebih enak."
"Bagaimana caranya?"
"Makanlah~"
Dengan terpaksa aku kembali memakan Gimbap yang rasanya sangat buruk sekali. Kyuhyun memerhatikanku dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
"Kemari."
Kyuhyun meraih daguku dan segera melumat bibirku. Perlahan, Gimbap itu mulai berpindah tempat ke mulutnya, dia mengunyah Gimbap itu dengan perlahan sedangkan satu tangannya meraih Gimbap yang masih tersisa satu iris dipiring.
"Ini, giliranku!"
Kyuhyun mengunyahnya sesaat lalu menyuruhku untuk menyentuh mulutnya. Dia mengangkat satu alisnya sambil meliukan kepalanya kekanan agar aku segera meraih mulutnya yang sedang mengunyah Gimbap rasa neraka itu.
'Chup..
Kali ini, aku menarik kepalanya agar bibir kami dapat bersatu dengan sempurna, Kyuhyun juga mengikuti apa yang aku lakukan padanya. Dia mulai membelai punggungku dengan jemarinya yang panjang membuatku merasa geli dan tidak sengaja menggesekan milikku dengan miliknya.
"Ahh.."
Bodohnya, aku malah mendesah. Kyuhyun semakin gencar membelai punggungku dan mulai memasukan tangannya kedalam kaos tipis yang kupakai. Dia mulai membuka pengait bra yang aku pakai dan melorotkannya begitu saja kemudian membuangnya kesembarang arah.
Tanpa berkata apapun, tangan dingin Kyuhyun segera membelai benda kembar yang ada didadaku. Aku melenguh saat dingin tangan itu mulai memilin-milinnya dengan lembut. Lenguhan mulai keluar dari bibir kami berdua.
Kyuhyun segera menggendong tubuhku seperti anak koala dan membawaku menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamar dengan kakinya dan langsung menidurkanku diatas tempat tidurnya yang sudah tertata dengan rapi.
Ciuman panas kami belum juga terlepas sejak tadi. Aktivitas ini memang terlalu pagi untuk dilakukan. Tapi, aku merasa ini adalah sesuatu yang baik untuk aku dan Kyuhyun agar keadaan kami tidak akan pernah terlihat canggung lagi.
Kyuhyun mulai meninggalkan bibirku untuk membuka kaos tipis yang masih menutupi tubuhku. Setelah berhasil melepas kaos yang aku pakai, dia melakukan hal yang sama pada kaos yang dipakainya.
Kyuhyun membuang asal kedua kaos kami kelantai dan segera menindih tubuhku yang setengah naked. Dia membelai pipiku dengan lembut kemudian tersenyum manis. Kecupan singkat ia daratkan dibibir dan dikedua pipiku.
"Ternyata kau sangat menggoda!"
"Kyuhhh.."
Aku hanya bisa melengkungkan tubuhku saat namja ini mulai meremas lembut kedua benda kembar itu.
"Say my name, honey!"
Kyuhyun segera meraih benda kembarku dan mulai mengecupi puncaknya dengan sangat lembut. Aku yang baru pertama kali merasakan sensasi yang sangat menakjubkan ini hanya bisa diam saja sambil mendesahkan namanya.
"Ssshhtt.. akkhh.. Kyuuu.."
Hisapan itu begitu kuat. Benda kembar itu terasa seperti disedot oleh suatu benda. Rasanya perih tapi hal itu tidak membuatku menginginkan Kyuhyun untuk menyudahi belaiannya.
"Manis!"
Dia mulai mengecupinya lalu menangkupnya menjadi satu kemudian menenggelamkan kepalanya ditengah-tengah dadaku.
"Aku ingin sekali menyentuhmu lebih dari ini. Tapi, aku sangat sayang padamu, Min. Aku tidak akan merusak cita-citamu."
"Apa yang sedang kau bicarakan, Kyu?"
"Bagaimana kalau kita mandi saja? Aku akan menggosok punggungmu. Kajja!"
Dengan semangat, Kyuhyun menarik lenganku dan segera memasukanku kedalam kamar air shower membasahi tubuh kami, Kyuhyun segera mengambil sabun dan melumurinya membuka celana saja, kami tidak sempat melakukannya.
Kyuhyun menggosok punggungku dengan semangat lalu ia membalikkan tubuhku dan kembali melumurinya dengan sabun. Tangan Kyuhyun terlalu lama bermain-main didadaku. Sensasi ini lebih menggelitiki perutku. Kupu-kupu itu mulai datang dan menggelitik perutku.
Sentuhan lembut Kyuhyun membuatku tenggelam dalam sensasi yang sangat asing menyudahinya dan segera membalikkan tubuhnya sambil menyodorkan botol sabun kepadaku.
"Sekarang giliranmu!"
Aku pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan padaku. Aku tahu, kalau Kyuhyun sudah mandi tapi namja ini masih saja berisi keras untuk mandi bersamaku. Kyaa..kalau tahu Kyuhyun orangnya seperti ini, sudah sejak dulu aku akan memintanya menjadi suamiku!
"Kau tidak kedinginan?"
"Dingin."
Kyuhyun segera memelukku dengan tubuh kami yang sama-sama basah dibawah guyuran air shower. Dinginnya air mulai tidak tubuh Kyuhyun mampu membuatku merasa nyaman berada didalam pelukannya.
….
"Sini, aku bantu."
Kyuhyun mengambil handuk yang kupakai untuk mengeringkan rambut basahku. Dia melakukannya dengan lembut. Sekarang, Kyuhyun sedang mengeringkan rambutku dengan handuk lalu mulai menyisirnya dengan perlahan.
"Dengarkan aku!Aku tidak akan melepaskanmu apapun yang terjadi!"
Aku memandangnya dengan perasaan yang terlalu benar-benar membuatku merasa nyaman dengan semua sikap dan perilaku yang dia lakukan padaku. Tatapan matanya yang tajam selalu saja berhasil membuat dadaku berdesir.
Setelah selesai mengeringkan dan menyisir rambutku, Kyuhyun mulai mengajakku untuk berdiri.
"Sudah hampir siang."
Aku mengangguk membenarkannya setelah memandang kearah jarum jam yang menunjukan pukul sebelas lewat limabelas menit. Tak seberapa lama kemudian, handphoneku bergetar.
"Nugu?"
"Ryeowook."
"Ahh..biar aku yang angkat."
Kyuhyun segera mengambil ponselku dan meloudspeaker suaranya agar aku juga bisa mendengar apa yang akan dikatakan Ryeowook padaku.
"Kau dimana? Siang ini kita makan bersama!"
"Ada apa menelepon istriku?"
"Kau Cho Kyuhyun? Dimana Lee Sungmin?"
"Disini tidak ada yang bernama Lee Sungmin."
"Isshh..ini jelas nomor anak itu. Cepat berikan padanya!"
"Kau siapa?"
"Kim Ryeowook. Cepat berikan ponselnya pada Sungmin."
"Kau mencari siapa?"
"Kau! Aku sudah bilang kalau aku sedang ingin berbicara dengan Lee Sungmin."
"Kalau begitu kau salah orang."
"Kau ingin mempermainkanku?"
"Disini tidak ada yang bernama Lee Sungmin, tapi hanya ada Cho Sungmin."
"Isshh..aku lupa. Yayaya..maksudku Cho Sungmin, kemana dia?"
"Disebelahku."
"Yaa! Kenapa tidak bilang dari tadi?!"
"Ada apa menelepon istriku?"
"Aku ingin mengajaknya makan siang bersama Yesung Noona."
"Kau tidak mengajakku?"
"Kau mau ikut?"
"Dia istriku."
"Aku baru tahu kalau kau namja yang posesive."
"Aku tutup yaa."
"Yaaak! Tunggu, kau boleh ikut. Aku tunggu dikedai Han jam dua siang, jangan sampai terlambat."
"Cerewet."
Klik..
Sudah sejak tadi aku ingin tertawa saat mendengar pembicaraan Kyuhyun dan Ryeowook lewat telepon. Sepertinya Ryeowook sangat kesal sekali. Anak itu sekarang sedang berada disekolah. Ahh..aku jadi kangen sekolah.
"Ryeowook menyuruhmu datang kekedai Han jam dua siang ini."
"Kau ikutkan?"
"Menurutmu?"
"Sebaiknya begitu. Kau juga harus banyak bergaul dengan Ryeowook."
"Aku tidak bercita-cita menjadi seorang koki."
"Isshh, siapa juga yang menyuruhmu menjadi koki."
"Yaya..lihat saja nanti."
Namja tinggi ini mulai masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan aku sendirian didepan pintu kamarnya.
"Jangan ganggu aku sampai jam dua siang!"
Setelah berteriak, tidak lama kemudian aku mendengar suara game yang sangat berisik sekali dari arah kamarnya. Anak itu pasti sedang bermain game. Kalau sudah seperti ini, dia pasti akan lupa waktu.
Karna merasa sangat bosan, aku pun kembali masuk kedalam kamar hanya sekedar membaca novel untuk menghilangkan rasa bosan sambil mendengarkan lagu ballad yang mengalun indah disekitaran kamarku.
….
Belum juga jam dua siang, Ryeowook sudah mulai meneleponku dan menyuruhku agar segera menemuinya dikedai Han bersama Kyuhyun. Aku segera menuruni anak tangga untuk menemui baru membuka pintu kamarnya setelah mengetuknya beberapa kali dan tidak ada jawaban, aku pun langsung masuk dan menemukannya yang tertidur dilantai dengan keadaan tertelungkup.
Aku memandang kearah tv plasma yang berada didepannya. Tulisan Game Over tercetak jelas -samar aku mendengar dengkuran halus darinya. Aku memandangnya kasihan dan mengambilkannya selimut serta bantal untuknya kemudian aku segera membersihkan kaset-kaset game yang berserakan dilantai.
Saat sedang mematikan tv, Kyuhyun mulai menggeliat. Dengan tampangnya yang lucu, Kyuhyun mungucek matanya. Dia seperti anak kecil. Imut!
"Kau ada disini?"
"Haha..kau tertidur sangat nyenyak sekali, sampai-sampai lantainya basah."
"Benar? Ah..aku baru saja kalah bermain game."
"Kau lucu sekali saat sekali dengan kau yang sedang terbangun seperti ini."
"Kau orang pertama yang mengataiku lucu. Sudah hampir jam dua siang, kau tidak pergi menemui Ryeowook?"
"Tadinya aku menemuimu untuk mengajakmu, tapi kau malahan tertidur."
"Ya sudah. Aku akan bersiap, kau tunggu disini saja."
Kyuhyun segera bangkit dari acara rebahannya dilantai dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Aku pun mulai membereskan kamarnya yang sedikit terlihat kacau.
Beberapa saat kemudian, Kyuhyun keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan kaosnya lagi, dia hanya memakai handuk untuk menutupi barang pribadinya.
"Aku pakai celana kok."
Ternyata, Kyuhyun menyadari tatapan mataku yang tertuju pada bagian tubuh bawahnya. Kyaa..rasanya malu sekali melihat Kyuhyun seperti ini.
Kyuhyun membuka lemarinya dan mengambil kaos berwarna biru laut dan memakai jeans panjang berwarna hitam kemudian dia mulai merapikan rambutnya tanpa menggunakan sisir.
"Kenapa memandangiku terus?"
Kyuhyun bertanya sambil memandangiku dari pantulan cermin yang berada didepannya.
"Ah? tunggu diluar saja."
Kyuhyun hanya terkekeh lalu kemudian menyusulku sambil membawa kunci mobilnya.
"Untuk apa membawa kunci mobil?Kedai Han berada diujung perumahan."
"Kenapa tidak bilang dari tadi. Kita pakai sepeda saja."
Kyuhyun datang menghampiriku setelah menaruh kembali kunci mobilnya. Dia langsung membuka pintu garasi dan mengeluarkan sepedanya yang kali ini berwarna biru. Digarasi ini juga sudah ada tiga buah sepeda yang ku ketahui miliknya itu, sepedanya yang lain ada dimana?
"Kenapa kau jadi punya banyak sekali sepeda?"
"Setiap aku ulang tahun, kakek selalu memberikanku sepeda sejak SMP."
"Alasannya?"
"Kakek tidak terlalu setuju jika aku membawa mobil sendiri karna usiaku yang masih terlalu muda."
Jadi itu alasannya kenapa Kyuhyun memiliki banyak sekali -nya sangat perhatian sekali jadi merasa iri sekali. Rumah kakek ku sendiri begitu jauh dari Seoul, sehingga hal tersebut tidak memungkinkan kakek untuk memberikanku hadiah setiap tahunnya selain ucapan selamat.
"Ayo naik."
Aku segera berpegangan pada bahunya dan mulai menaiki mulai mengayuh sepedanya saat setelah aku menutup pagar rumah. Menaiki sepeda bersama Kyuhyun memang bukanlah hal yang pertama, tapi hari ini adalah hari pertama kami berboncengan sepeda setelah menjadi pasangan suami istri.
"Kearah mana?"
"Itu, dari sini belok ke kiri ada simpang tiga kita belok ke kanan."
"Oh."
Kyuhyun mengayuh sepedanya dengan santai sambil menikmati hembusan angin yang menerbang-nerbangkan rambut kecoklatannya. Perlahan wangi sandalwood mulai tercium lagi dari tubuh Kyuhyun. Huwaahh..wanginya membuat pikiranku menjadi sangat tenang sekali. Wanginya sangat lembut dan aku suka sekali dengan wangi itu.
"Sudah sampai."
Aku pun turun dari sepedanya dan ia segera memarkirkannya diparkiran khusus sepeda. Kami berdua masuk beriringan kedalam kedai. Setelah itu, kami menemukan Ryeowook dan Yesung Eonnie yang sedang bercanda bersama.
"Hai!"
"Huweess..kenapa lama sekali? Kami hampir saja lumutan menunggu kalian berdua."
"Mulai deh.."
Ryeowook selalu saja mencari gara-gara dengan hanya diam saja dan mengambil tempat duduk tepat diseberang Ryeowook.
"Kalian berdua mau pesan apa?"
"Aku bubble milk tea saja. Kau mau pesan apa, Kyu?"
"Latte cream mokha."
"Ya sudah. Tunggu disini."
Ryeowook pun berjalan menuju meja kasir untuk memesan pesanan kami dan sekaligus membayarnya. Seketika pandangan mata Yesung Eonnie langsung tertuju pada kami berdua.
"Bagaimana rasanya menjadi pengantin baru? Pasti menyenangkan!"
"Apanya yang menyenangkan?Aku belum bisa menyentuhnya, sebelum kami berdua lulus SMA."
"Kau-nya saja yang mesum. Itu juga kan demi kebaikan kalian berdua. Jadi kalian tidak tidur sekamar?"
"Tidak, Eon. Kyuhyun tidur dikamar tamu."
"Begitu? Lalu apa yang kalian lakukan selama liburan sekolah ini?"
"Hanya sibuk sendiri dan melakukan aktivitas seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri sebagaimana mestinya."
Kyuhyun enteng sekali. Aku saja masih belum berani untuk membongkarnya. Memang dasar Kyuhyun-nya saja yang terlalu jujur!
"Kyuhhh.."
"Kenapa kau malah mendesah ditempat seperti ini? Membuat milikku panas saja."
"Kyaa..kalian mesum sekali!"
"Eonnie, tenang sedikit. Kyu, tutup mulutmu itu. Kau ini!"
"Hehe..Jangan terlalu histeris begitu, Noona."
"Hey..hey.. hey.. sedang membicarakan aku yaa?"
"Tidak. Mana pesanan kami?"
"Isshh, tunggu saja sampai pelayannya datang."
Ryeowook dan Kyuhyun sepertinya memiliki kebiasaan baru, mereka terlihat sangat cerewet akhir-akhir ini. Kyuhyun juga tampak berbeda dengan sikapnya yang tidak seperti biasanya saat berada didekat Ryeowook, dia terkesan jail dan ingin sekali membuat Ryeowook kesal dengan dirinya. Mereka lucu sekali!
"Apa kau hanya memesankan kami minuman?"
"Kalian kan memang hanya memesan minuman."
"Otakmu memang tidak jalan."
"Apa sih yang sebenarnya ingin kau bahas denganku? Sepertinya kau dendam sekali denganku."
"Tidak ada."
Huftt..mereka ini sedang apa sih?
"Wook, ada apa kau mengajak kami kemari?"
"Itu, aku hanya ingin bilang kalau empat hari lagi kita akan ujian kenaikan kelas."
"Ommo, aku lupa!Bagaimana ini?! Aku belum ada sama sekali belajar!"
"Tenang sedikit, Min. Kau punya Kyuhyun, dia pasti bisa membantumu," usul Yesung Eonnie.
"Kyu?"
"Eung?Apa?"
"Kau mau kan membantu aku belajar?"
Aku sudah berusaha melancarkan tatapan mautku. Semoga saja berhasil.
"Kenapa harus aku?"
"Kau kan suamiku yang paling cerdas, maka dari itu tolong bantu aku."
" , tidak gratis!"
"Kau tega sekali menyuruh istrimu membayarmu."
"Aku tidak menginginkan uangnya, bodoh!"
"Lalu kau mau apa?"
Kalau tidak Kyuhyun yang mencari ribut duluan, maka orang itu adalah Ryeowook. Mereka berdua sama saja.
"Kau tahu apa yang kita lakukan tadi pagi saat sedang sarapan kan, Min?"
Aku sangat ragu sekali untuk bersungguh-sungguh tidak ingin mengingat hal itu lagi.
"Memangnya apa yang kalian lakukan saat sarapan tadi pagi?"
"Tidak ada, Eonnie. Kyuhh..tapikan masakannya tidak enak, yang ada nanti malah perut kita bisa rusak kalau setiap hari memakan racun seperti itu setiap paginya."
"Jangan akan menyuruh kepala pelayan dirumah untuk mengirimkan kita orang yang jago memasak, sehingga kita tidak akan memakan makanan beracun itu lagi."
"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan sih?Kenapa malah main rahasia-rahasian segala?"
"Bukan urusanmu!"
"Issh..Kompak sekali!"
Sepertinya Ryeowook merajuk pada kami. Entah lah..dia tidak perlu tahu tentang masalah ini. Aku akan sangat malu sekali kalau sampai Ryeowook dan Yesung Eonnie mengetahui apa yang kami lakukan tadi pagi saat sarapan bersama.
"Bagaimana?"
"Aku akan mencobanya."
"Kalau begitu, setiap malam aku akan ke kamarmu. Kita akan belajar bersama."
"Kalau begitu, kalian tidak akan mungkin belajar dengan ada kalian akan belajar bagaimana caranya membuat anak."
"Kau bicara apa sih, Wook?"
Yesung Eonnie menyenggol perut rata Ryeowook, sampai-sampai namja itu meringis sambil mengelus perutnya.
Kami pun mengobrol bersama sampai matahari pergi keperaduannya menyisakan kesan gelap pada langit yang menghitam. Malam ini adalah malam pertama kami semua berjalan bersama-sama. Kyuhyun meninggalkan sepedanya di kedai Han dan menyuruh seseorang bernama 'Kyong' untuk mengantarkan sepedanya kerumahku.
Sekarang, kami sedang bersantai didepan mobil Ryeowook sambil menikmati pemandangan Sungai Han yang memang tidak terlalu ramai karna langit baru saja berubah warna. Ryeowook dan Kyuhyun pergi bersama mencari minuman dan beberapa snack makanan untuk kami. Aku dan Yesung Eonnie pun menunggu mereka dengan sabar sambil memandang lurus ke Sungai Han.
"Sungmin…"
"Ne?"
"Kau mau cerita sesuatu padaku?"
"Ah? Maksud Eonnie?"
"Apa kau ingin bercerita tentang Kyuhyun atau pernikahan mu?"
"Aku harus memulainya darimana?"
"Bagimana perasaanmu pada Kyuhyun dan… Siwon?"
"Siwon..Ya, ternyata aku sudah banyak melupakan namja itu sejak kehadiran Kyuhyun mengisi hari-hariku belakangan ini. Aku melupakannya bukan demi Kyuhyun, tapi demi kebahagiaan kami berdua. Jika aku masih saja memikirkan namja itu, akan ada banyak orang yang kecewa dengan sikapku."
"Aku tahu itu pasti karna Siwon adalah teman dekat Kyuhyun."
"Bukan itu saja, Eon. Siwon juga tidak mengenalku dengan baik, jadi untuk apa aku mengejar-ngejarnya sedangkan ada pria yang lebih dekat denganku dari pada dirinya."
"Hah..aku lega, kalau kau melupakan Siwon bukan karna kau menjadi istri sah Kyuhyun. Menurutmu, Kyuhyun itu orangnya seperti apa?"
"Bagaimana yaa menjelaskannya? Mungkin bisa dibilang, kalau Kyuhyun itu adalah salah satu namja yang tidak mudah ditebak sikap dan itu suka sekali berganti-ganti mood. Tapi, hal itu juga yang membuatku merasa tidak bosan dengannya karna aku tidak tahu akan sikap dan moodnya selanjutnya."
Yesung Eonnie hanya tersenyum mendengar jawabanku barusan. Aku juga merasa lega karna secepat itu melupakan Siwon dan beralih rasa pada Kyuhyun. Apa jadinya kalau Siwon tahu kalau aku pernah menyukainya?
Waktu itu, waktu Kyuhyun mengetahui perasaanku pada Siwon, anak itu memang tidak terlihat marah padaku dan berusaha membicarakannya secara baik-baik. Tapi aku bisa melihat itu, kedua matanya yang mengilap tajam dan kedua tangannya yang mengepal.
Sejauh ini, Kyuhyun tidak lagi mempermasalahkan hal itu lagi karna aku sudah berusaha memastikannya bahwa aku sudah melupakan namja itu dan hal seperti ini harus berjalan terus.
Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Ryeowook datang sambil membawa bungkusan. Mereka menaruhnya kedalam mobil lalu menemui kami yang sibuk sendiri dengan pikiran masing-masing.
"Sedang apa? Kita mengobrol dirumahku saja."
Kemudian Ryeowook mengajak Yesung Eonnie masuk kedalam mobilnya sambil berangkulan mesra. Aku dan Kyuhyun saling berpandangan satu sama lain.
"Kenapa?Kau juga mau aku seret?"
"Seret?"
Sepertinya tadi Ryeowook tidak melakukan itu pada Yesung Eonnie. Laki-laki ini benar-benar!
"Tidak, aku bisa jalan sendiri."
Aku pun berjalan duluan daripada itu hanya membuntut dibelakangku.
"Geser."
"Kau kan bisa lewat pintu yang satunya."
"Tidak mau. Apa kau mau memangkuku?"
"Isshh.."
Baiklah. Untuk kali ini saja, aku mengalah dengannya. Aku terpaksa menggeserkan tubuhku kesamping. Ryeowook dan Yesung Eonnie menatapi kami sambil menggelengkan kepala. Yaya..semua perkataan manisku untuk Kyuhyun tadi, akan ku tarik kembali.
Dia bukan namja yang baik.
Tidaaakkk….
Aku bercanda!
….
Tbc..
Yang pake sepeda itu, Kyuhyun. Setiap berangkat sekolah, dia selalu pake sepedanya karna sebenarnya dia dilarang sama kakeknya buat naik sepeda.
Karna kesalahan koneksi, tulisan saya jadi banyak typonya begitu. Maap ya. Tapi yang ini udah dibaikin kok.
Review = komentar = perbaikan = update asap.
Kekeke~
Gomawo and See You.
