PET RESCUE
Story by – (Kenjiro Teo)
Romance, Crime, Yaoi Chaptered PG -15 Jaehyun, Taeyong, Yuta, Heechul, Hangeng, Ten, and Other Cast
Disclaimer : Ini hanya cerita fiktif. Jika merasa cerita ini tidak masuk akal. Silahkan pindah lapak.
Taeyong masih berada di pelukan Heechul. Terlihat sangat nyaman dengan belaian lembut kedua tangan Heechul di kepala dan punggungnya. Jaehyun ikut merasa bahagia melihat ketiganya bertemu lagi. Hangeng juga memperlakukannya seperti anak sendiri
"Apakah kau yang memberinya nama Jaehyun?" Hangeng bertanya pada Jaehyun yang tersenyum melihat Taeyong beraegyo pada Mama nya
"Ah iya, apa itu jelek? Maaf aku tidak pandai mencari nama yang bagus" Jaehyun menggaruk tengkuknya canggung
"Itu nama yang cocok untuknya. Taeyong terdengar imut dan lucu. Sesuai dengan kepribadian Taeyong"
"Boleh aku bertanya satu hal lagi?" Jaehyun berharap keduanya tak keberatan dengan mulutnya yang banyak bertanya
"Katakanlah"
"Apakah Heechul Hyung yang sering mengirim surat post it berwarna merah ke apartemenku? Aku menyimpannya" Heechul dan Hangeng bertatapan dalam diam
"Ya, itu aku. Dan pasti kau yang membacanya kan. Tak apa. Itu akan jadi rahasiamu juga"
"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa alasan kalian meninggalkan Taeyong padaku, bahkan kalian belum mengenalku saat itu" Jaehyun menatap keduanya serius. Taeyong melepaskan pelukan Heechul dan kembali duduk disebelah Jaehyun. Memeluk lengan Jaehyun erat sembari menggesekkan rambutnya ke lengan Jaehyun
"Setelah kami didepak dari Lab, sebenarnya masalah kami belumlah selesai. Masih ada seseorang yang mengejar kami. Makanya kami selalu berpindah tempat setiap satu bulan sekali"
"Siapa orang itu? Dan kenapa dia mengincar kalian? Apa yang dia inginkan?" Jaehyun semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua. Sampai-sampai mereka harus meninggalkan telur Taeyong didepan pintu apartemennya
"Dia seorang pebisnis kaya raya yang gila harta. Ia selalu mencuri hasil eksperimen kami. Dan sampai kapanpun dia tak pernah puas sebelum kami berhenti melakukan percobaan. Maka dari itu aku meletakkan telur Taeyong didepan pintu apartemenmu. Berharap kau adalah orang baik yang bisa merawat Taeyong. Dan aku sangat bersyukur mengetahui bahwa kaulah yang menjaganya selama ini"
"Aku tidak yakin kami dalam posisi aman saat ini. Jadi lebih baik Taeyong tetap bersamamu. Biarlah kalau kami akhirnya ditangkap. Tapi jangan sampai Taeyong juga ia dapatkan. Itu benar-benar hal buruk. Ia bisa melakukan apa saja pada Taeyong nantinya" Heechul menatap dengan raut wajah memohon pada Jaehyun
"Dia sangat terobsesi dengan telur itu? Siapa namanya?" Rahang Jaehyun agak mengeras saat ia tau fakta yang sebenarnya. Awalnya ia hanya penasaran karena ia shock saat pertama kali melihat surat post it merah itu. Tapi sekarang ia tau kebenaranya
"Kami tak begitu mempedulikan identitasnya. Tapi yang kutau, beberapa orang menyebutnya Psy. Mungkin untuk penyamarannya. Dia punya banyak bodyguard"
"Dan mereka yang memukuli kalian kemarin malam kan?" Jaehyun menggertakkan giginya
"Kau.. melihatnya? Maaf jika itu terjadi di tempat penting kakakmu" Hangeng menundukkan kepalanya dihadapan Jaehyun
"Tidak apa hyung. Hanya saja, saat itu Taeyong menangis. Melihat kalian dipukuli seperti itu. Kurasa dia shock"
"Benarkah? Maaf Taeyongie. Tak seharusnya kau melihat hal itu" Heechul mengelus surai lembut Taeyong yang tubuhnya sedang dipeluk Jaehyun dari samping
"Mungkin Taeyong masih teringat hal itu sampai sekarang. Tapi aku akan membantunya melupakan itu. Kalau begitu, kami pamit dulu hyung" Jaehyun bangun dari duduknya dengan Taeyong masih menempel ditubuh bagian kirinya. Taeyong terlalu asik memeluk perut Jaehyun. Walaupun perut Jaehyun agak keras karena otot perutnya membentuk kotak-kotak yang Taeyong sebut batang coklat. Tapi Taeyong sangat nyaman berada dalam dekapan Jaehyun yang hangat
"Hati-hati dijalan ya" keduanya berpamitan dan segera keluar dari rumah itu. Menjalankan mobilnya menuju apartemen.
Ten membanting pintu rumah dengan kasar. Melempar tasnya ke wajah pelayan. Dan menabrak apapun yang dilewatinya. Termasuk seseorang berpakaian hitam dan rambut ungu dengan kacamata hitamnya
"Ada apa denganmu tuan muda? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Namjoon mencoba bertanya dengan ramah namun dibalas dengan tatapan penuh emosi dari Ten
"Bukan urusanmu! Pergi sana!" Ten membentak Namjoon dengan keras
"Saya memang akan pergi. Istirahatlah tuan muda"
"Apa dia ada dirumah?" Ten bertanya saat Namjoon sudah melangkah melewati tubuh pendeknya
"Maksudmu?" Namjoon menoleh dan mengernyitkan dahinya bingung
"Ayah. Apa dia disini?" Ten membalikkan badannya menghadap Namjoon
"Ya. Tuan besar ada dirumah. Ada di ruangannya. Apa kau ingin menemuinya? Aku bisa menyampaikannya" Namjoon tersenyum kembali
"Apa aku harus melapor sebelum menemui ayahku sendiri? Konyol sekali" Ten menatap remeh kearah Namjoon yang terdiam ditempat
"Kalaupun kau tidak ingin melapor, tak apa. Ayahmu pasti mengerti" Namjoon tampak gugup
"Kau kenapa? Seperti melihat hantu saja. Hey aku ini tuan muda disini-" belum sempat Ten menyelesaikan kalimatnya, seseorang memotong ucapannya
"Sudah selesai diskusinya? Kukira kau sudah tau apa yang baru saja kuperintahkan padamu Namjoon ssi. Dan kau Chittaphon, apa yang kau lakukan seharian ini? Mencoba kabur lagi?" Ten membalikkan tubuhnya dan menatap ayahnya dengan horror. Wajah ayahnya sangat dingin dan terkesan sangat datar dari biasanya
"A-ayah.. aku bisa jelaskan.. aku tak ingin.. orang lain tau..." Ten ikut tergagap saat bicara dengan ayahnya sedekat itu. Keringat dingin meluncur di pelipisnya
"Masuk ke kamarmu. Sekarang" dan tanpa menunggu lama lagi, Ten berlari ke kamarnya. Tak ingin berlama-lama berhadapan dengan ayahnya yang sangat aneh saat ini.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia tidak seperti ayahku yang kukenal?" Ten bergumam dibalik pintu kamarnya.
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
"Taeyongie? Taeyongie sayang... kau dimana?" Jaehyun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah. Mencari keberadaan Taeyongnya. Ia baru selesai mandi dan niatnya ingin menyuruh Taeyong mandi juga. Tapi sedari tadi suasananya sepi. Tak ada suara berisik Taeyong yang biasanya bermain dengan pokeball nya. Jaehyun berjalan terus sampai mendekati pintu depan. Disana terlihatlah Taeyong tengah menonton sesuatu di monitor disamping pintu. Jaehyun mendekatinya dan memeluknya dari belakang
"Apa yang kau lihat sayang? Daritadi aku mencarimu. Ayo mandi. Kau sudah kenyang kan? Kau makan dengan lahap tadi" Jaehyun mengeratkan pelukannya di perut Taeyong sementara kepalanya ia letakkan di bahunya
"Ada banyak orang lewat Jaehyun. Mereka sama seperti orang yang jahat pada Mama dan Papa Taeyong.." Taeyong menunjuk layar monitor itu dengan telunjuknya. Dan Jaehyun dengan segera melihat baik-baik di monitor itu. Tapi ia tak melihat sesuatu yang mencurigakan. Memang ada satu atau dua orang yang melintas. Tapi Jaehyun tau siapa orang itu. Dia hanyalah tetangga Jaehyun. Dan bukannya orang jahat seperti yang Taeyong katakan
"Kau terlalu banyak berpikiran aneh Taeyongie. Ayo kita ke kamar. Sudah waktunya untukmu istirahat" Jaehyun menggendong tubuh kurus Taeyong seperti pengantin dengan kedua tangan Taeyong yang memeluk erat lehernya.
Jaehyun menurunkan tubuh Taeyong perlahan diatas ranjangnya. Mengikuti Taeyong yang terbaring dengan mata mengerjap lucu. Jaehyun berbaring menyamping dengan tangan kiri menyangga kepalanya sementara tangan kanannya mengelus pipi Taeyong. Taeyong sedang bermain dengan jemari Jaehyun yang sedari tadi menyentuh wajahnya. Taeyong menyamakan telapak tangannya dengan milik Jaehyun. Namun tetap saja tangannya lebih kecil dari Jaehyun. Bibirnya mengerucut lagi menatap Jaehyun sebal. Dan dengan lembutnya Jaehyun membawa Taeyong kedalam ciumannya lagi. Menghisapnya penuh semangat tetapi tetap perlahan tanpa terkesan terburu-buru. Taeyong tentunya dengan senang hati ikut membalas ciuman Jaehyun. Bibir mereka saling melumat. Dan sesekali menggigitnya gemas. Jaehyun terbuai dengan ciumannya sendiri. Ia tanpa sadar berganti posisi menindih Taeyong. Mengulum bibir manis itu dengan mata sama-sama terpejam. Mengeksplorasi isi mulut Taeyong dengan lidah nakalnya. Mengabsen giginya dan tak lupa membelai lidah Taeyong. Taeyong merasa geli karena lidah Jaehyun beraksi di dalam mulutnya. Ia menggigit lidah Jaehyun agak keras. Tapi Jaehyun hanya diam saja. Ia justru merasa Taeyong senang dengan ciumannya. Jaehyun melepaskan bibirnya sejenak dan menatap jauh ke mata Taeyong
"Aku mencintaimu, Taeyongie"
"Aku juga, Jaehyun" Taeyong menjawab ungkapan Jaehyun dengan senyuman serta eyesmilenya yang terpampang indah diwajahnya. Membuat Jaehyun semakin semangat untuk melumatnya lagi. Dan malam itu mereka habiskan berdua dengan berbagi ciuman serta pelukan hangat. Yang mengantarkan mereka kedalam mimpi indah.
Keesokan harinya
Jaehyun kembali ke rutinitas hariannya bersama Yuta di rumah sakit. Dan Taeyong tetap ikut dengannya. Tapi sekarang Taeyong sudah bisa ditinggal di ruangan Jaehyun sendirian. Karena Jaehyun membelikannya mainan pokemon lagi. Membuat Taeyong betah bermain sendirian. Seperti sekarang ini, Taeyong bermain dengan beberapa mainan barunya dengan tenang. Tanpa mempedulikan Jaehyun yang sibuk bertugas di ruangan lain. Taeyong duduk dengan tidak tenang, ia rasanya ingin buang air. Ia segera berdiri dan menggandeng pikachunya keluar dari ruangan Jaehyun menuju toilet. Baru saja Taeyong keluar dari bilik, ia disergap beberapa orang berpakaian serba hitam. Ia ingin berteriak tapi mulutnya disumpal dengan sapu tangan. Dan ia menghirup sesuatu yang membuatnya pusing. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri. Pikachunya terlepas dari genggamannya. Terjatuh di samping wastafel. Beberapa orang itu dengan cepat membawa Taeyong keluar. Dan memasukkannya kedalam mobil sedan hitam yang langsung melaju dengan cepat meninggalkan gedung rumah sakit.
Saat jam makan siang, Jaehyun membeli beberapa makanan di kantin yang niatnya ingin ia nikmati berdua dengan Taeyong. Tapi saat Jaehyun memasuki ruangannya. Keadaannya sepi dan tak ada tanda-tanda bahwa Taeyong masih bermain. Jaehyun menaruh makanannya dimeja dan langsung keluar lagi. Berkeliling gedung besar itu dengan cepat. Membuka setiap pintu ruangan yang ada. Hingga masuk ke ruang operasi sekalipun. Membuatnya sempat dimarahi beberapa dokter senior. Ia tak peduli. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Taeyong. Dimana Taeyongnya sekarang? Jaehyun melirik satu tempat yang belum ia lihat. Toilet. Dengan berlari ia pun masuk dan terkejut bukan main. Pikachu yang baru ia belikan untuk Taeyong tergeletak begitu saja disamping bawah wastafel. Jaehyun mengecek seluruh bilik toilet tapi ia tetap tidak menemukan keberadaan Taeyongnya. Jaehyun membasuh wajahnya dengan air wastafel. Wajahnya dipenuhi keputusasaan. Ia frustasi. Ia tidak tau dimana Taeyongnya sekarang dan firasatnya berkata sesuatu yang buruk terjadi pada Taeyong. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya
"Ya! Kau kenapa?" Itu Yuta. Berdiri dibelakangnya dengan kebingungan
"Taeyong.. Taeyongku hilang! Aku baru saja akan mengajaknya makan siang. Tapi ia sudah tidak ada di manapun. Aku sudah berkeliling gedung ini dan aku tak menemukannya. Aku hanya bisa menemukan ini" Jaehyun menatap sendu kearah Pikachu ditangannya
"Sekarang kau suka bermain boneka?" Kehadiran Yuta malah membuatnya semakin frustasi
"Aaaarrrgghhh Nakamotoooo!!" Jaehyun melempar Pikachu itu ke wajah Yuta yang shock dengan sikap Jaehyun padanya
Sementara itu di lain tempat
Ten mengurung dirinya dikamar sejak pagi. Ia tak ingin keluar ataupun pergi ke sekolah. Pikiran dan hatinya tak tenang. Apalagi semenjak ayahnya bersikap dingin padanya. Ia merasa ada yang tak beres yang disembunyikan darinya. Tapi Ten terlalu pusing hanya untuk memikirkannya. Ia masih mengingat dengan jelas percakapan aneh ayahnya di telepon dengan seseorang bernama Kotaro san. Ia bergidik ngeri membayangkan bahwa dirinya akan dikirim pada orang itu. Ia menepis pikiran negatifnya jauh-jauh. Dengan menguatkan mentalnya, ia keluar dari kamar. Berjalan perlahan mendekati ruangan ayahnya. Ten hampir membuka pintu itu, tapi ia terdiam sejenak. Telinganya mendengar suara ayahnya didalam ruangan itu. Ia mendekatkan telinga sampai menempel di pintu
"Hahahaha kerja bagus. Ternyata sangat mudah mendapatkannya. Dan oh ya Tuhan dia sangat manis. Aku bingung harus kuapakan terlebih dahulu bocah ini. Hey kau, panggilkan Namjoon kemari"
"Baik boss" salah satu bodyguard tinggi tegap itu berjalan menuju pintu dan membuka pintunya. Ten tertangkap basah sedang menguping di balik pintu. Tubuhnya menegang dan ia ketakutan. Pasalnya, sang ayah kini menatapnya tajam
"Kemari" ayahnya berkata dengan nada suara datar. Ten melangkah pelan mendekatinya. Matanya menatap was was semua orang didalam ruangan itu. Ten terkejut, melihat seseorang yang diikat di kursi dengan mulut terlapisi lakban hitam. Ia mengenalnya. Itu Taeyong! Orang yang amat tidak ia sukai. Ten menatap ayahnya yang kini terlihat menyeringai
"Jadi kau sudah curiga ya? Apa kau mengenalnya?" Sang ayah yaitu seseorang yang disebut PSY menatap remeh pada Ten yang berdiri gemetar di posisinya
"A-ap-apa yang akan kau lakukan padanya? A-apa yang s-sebenarnya kau rencanakan?" Ten masih berusaha menyembunyikan ketakutannya
"Dia? Dia bahan bisnisku. Kenapa aku harus memberitahumu hm? Ini semua pekerjaanku jadi kau tak punya hak untuk mengetahuinya" pria dengan perut agak buncit itu mencondongkan tubuhnya kearah Ten. Menatap mata Ten lekat
"A-apa yang akan kau lakukan padaku? A-apa kau benar-benar a-akan menj-jualku?" Wajah Ten mulai memerah menahan air matanya saat melafalkan kalimat itu
"Sejauh itukah rasa ingin taumu? Kau sudah mencuri banyak informasi ternyata. Baiklah karena kau sudah tau, sekalian saja kujelaskan. Aku akan menjualnya pada rekan bisnisku di Jepang. Dan kau, adalah bonusnya" Psy menyunggingkan seringaian jahatnya dihadapan Ten yang membulatkan matanya tak percaya
"T-tapi, aku kan anakmu! Bagaimana bisa kau setega itu membuangku dan bahkan kau menjual seseorang layaknya barang?!" Ten menjerit mengetahui fakta bahwa ayahnya sekejam itu padanya
"Kau berisik sekali. Kurung dia!" Detik berikutnya Ten sudah ditarik oleh dua orang keluar dari ruangan itu. Ten berusaha memberontak. Dengan segala kekuatannya ia menghajar para bodyguard itu dengan apapun yang ia lihat. Mulai dari vas bunga, hiasan dimeja, tongkat baseball dan lain-lain. Dan usahanya pun tak sia-sia. Ia berhasil lolos dari para penjaga dan bodyguard itu. Berlari sekuat tenaga menjauhi rumahnya. Bersembunyi sejenak, lalu berlari lagi. Ia tak memikirkan kemana kakinya melangkah. Yang ia tau hanyalah, saat ini ia membutuhkan orang lain untuk membantunya. Maka ia memutuskan untuk lari kearah rumah sakit. Mencari pertolongan untuk sembunyi sementara.
Ten berlari memasuki pintu utama gedung rumah sakit itu. Berlarian tak tentu arah. Ia melihat papan nama di atas sebuah pintu ruangan bertuliskan Dr.Jung. Tanpa berpikir lama lagi,ia masuk dengan cepat dan dilihatnya dua orang yang sama-sama tampan itu tengah berdiri sambil menatapi layar laptop. Salah satunya yang ia ketahui bernama Dr.Yuta sibuk mengetik sesuatu sedangkan Dr.Jung hanya diam menutup matanya sembari memijit pelipisnya
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Ten berjalan mendekati keduanya dan melihat apa yang sedang Yuta lakukan dengan laptop itu. Di layar laptop itu terlihat sebuah jendela messenger dengan beberapa orang yang juga membalas chat dari Yuta
NakamotoYT : Cari tau pemilik nomor kendaraan ini [61허1461]
Shinta.lang : Apa ada ciri-ciri kendaraannya? Supaya lebih cepat menemukannya
Jilly Choi : Sepertinya aku bisa melacaknya sekarang. Alat pelacakku sudah diperbaiki
NakamotoYT : Cepat lacak sekarang jilly. Aku membutuhkan informasinya segera
Cabekyun : Sabar bung! Jilly bukan anak ingusan yang baru bermain gadget kemarin
bby.hun : Sebenarnya ada apa sih? Apakah ini urgent?
7D : Apa kau habis hibernasi? Kemarin Yuta membicarakan apa huh? Kau ini bagian dari Squad kita. Harusnya kau selalu update tiap saat
Mark Lee Jeno : Hey sudah sudah jangan mempermasalahkan itu. Yang penting sekarang kita cari tau dulu
Jilly Choi : Gotcha!!! Aku menemukannya! Ah tapi- shit! Ini hanya alamat kantor kepolisian
Gitakanya : Serahkan padaku. Aku meluncur...
Ulil : Meluncur? Apa dia naik skateboard atau nampan di dapurnya?
Jeonkim12 : Mana aku tau, tapi dia biasanya bergerak cepat
Sffnnaaa07 : Dia baru ganti baterai mungkin. Makanya lebih cepat. Aku lebih suka berdiam diri sambil memantau saja
Kono Ouji sama ga Inai : Ya. Kerjaanmu kan memang hanya diam didepan layar monitor
Lhiae932 : Hey kita semua tergabung disini sudah dapat posisi dan tugas masing-masing
Park RinHyun-Uchiha : Dan aku lebih suka beraksi di lapangan daripada hanya mengobrol saja
NakamotoYT : Hey kenapa kalian malah bergosip?! Mana hasilnya? Aku butuh itu sekarang juga!!
NakamotoYT : Hey yang tadi itu bukan aku yang bilang
Ilop.you : Lalu siapa? Bayanganmu? Yang benar saja
NakamotoYT : Itu JAEHYUN
Gitakanya : [61허1461] 302 Ho Mogwa Village. 511-3 Sampung-dong. Gyeongsan-si. Gyeongsangbuk-do. South Korea. 712-210
LittleOoh : Whoaaaa sangat detail dan lengkap
JaeMinHyung : Aku akan mengirimkan peta lokasinya padamu Yuta. Kau bisa membaca peta kan?
NakamotoYT : Kalau aku bodoh, aku takkan diterima di rumah sakit ini
Agloo : Sebentar, sepertinya aku tau alamat rumah itu. Aku kenal dengan pemilik rumah itu. Namanya SeokJin
Ayahana73 : SeokJin? Bukankah dia yang pernah kita temui di wilayah sana? Dia yang punya restoran kimchi itu kan?
Shinta.lang : Ah aku punya nomornya! 821244447000
NakamotoYT : Aku akan menghubunginya
Yuta dengan segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor yang baru saja ia dapatkan dari komplotannya. Mungkin kelihatannya Yuta hanyalah seorang dokter anak biasa. Tapi dibelakangnya ia memiliki banyak komplotan. Sebelum dia menjadi dokter seperti Jaehyun, ayahnya meninggal. Dan komplotan Yakuza milik ayahnya pun mengikuti Yuta sampai ke Korea. Untuk sekedar membantu dan melindungi Yuta. Yakuza yang dimiliki ayah Yuta bukanlah Yakuza dengan kegiatan ilegal berbahaya. Seperti Prostitusi, Perjudian, Penyelundupan, Pemerasan ataupun Kasino. Mereka sudah tidak melakukan kegiatan itu lagi. Mereka lebih kepada menjadi pengawal keluarga Yuta. Tapi karena ibu Yuta tidak suka jika Yuta bermain dengan para Yakuza itu, akhirnya Yuta menyembunyikan mereka semua di sebuah markas. Yang tentunya tak diketahui ibu Yuta. Tetapi mereka sangat bisa diandalkan. Dan Yuta bersyukur karena kehadiran mereka sangat membantu hidupnya kala sedang kesusahan. Seperti sekarang ini
"Halo? Siapa ini? Dan ada perlu apa?"
Terdengarlah suara seseorang yang lembut diseberang sana. Menyadarkan Yuta dari acara melamun sambil menunggu sambungan teleponnya terhubung
"Ah saya Nakamoto Yuta. Apa benar anda SeokJin ssi?"
"Ya benar ini denganku. Ada perlu apa?"
"Apa kau pemilik mobil sedan hitam bernomor [61허1461]??"
"Tunggu dulu, apa kau sedang bercanda? aku tak punya mobil" jawabnya membuat Yuta tercengang
"Tapi, kepolisian memberitahuku bahwa kau pemilik mobil sedan itu. Jangan berbohong padaku, tolong"
"Aku tidak berbohong. Ah, mungkin itu mobil milik bos suamiku"
"Bos suamimu? Siapa nama suamimu?"
"Kim Namjoon. Kenapa memangnya? Kau mengenal suamiku?"
"A-aku tidak.. aku tidak mengenalnya. Tapi bisakah kau beritahu aku siapa nama bosnya? Dan alamatnya?"
"Maaf, aku tidak bisa memberitahu sesuatu yang menyangkut privasi. Jika kau tidak ada kepentingan lain, Kututup"
Dan sambungan pun terputus. Yuta menghembuskan nafasnya kasar sambil mengacak rambutnya frustasi. Ia kembali mengetik di laptop itu dengan kesal
NakamotoYT : Seseorang bernama SeokJin itu memutus teleponku. Dia bilang itu bukan mobil miliknya. Itu milik bos dari suaminya
Shinta.lang : Suaminya? Siapa nama suaminya?
NakamotoYT : Kim Namjoon
Gitakanya : Sepertinya aku pernah dengar nama itu
Jilly Choi : Aku sudah lacak namanya. Dan sepertinya Kim Namjoon ini bekerja pada seseorang yang kaya raya. Karena dia berpakaian seperti bodyguard
LDHLTY151 : Aku tau orang itu siapa! Aku pernah melihatnya! Benar. Kim Namjoon seorang bodyguard dari seorang pebisnis kaya raya yang biasa disebut PSY.
NakamotoYT : Beberkan semua informasinya segera!
LDHLTY151 : Nama aslinya Park Jae Sang. Lahir pada 31 Desember 1977. Sebenarnya dia itu buronan. Karena dia sering mencuri dan membunuh orang lain. Bahkan istrinya sendiri, Yoo Hyeyeon
NakamotoYT : Apa kau punya alamatnya?
LDHLTY151 : Tapi yang kutau dia tinggal di wilayah Bukhan, Yeongchang-dong nomor 21
NakamotoYT : Arigatooooooo Minna san!!
Yuta dengan semangatnya mencari kertas dan bolpoin. Menulis alamat itu dengan teliti. Jaehyun menatap sahabatnya dengan lesu
"Apa yang kau dapat?" Jaehyun bertanya dengan lemas
"Aku dapat alamatnya dan beberapa informasi penting. Lihat!" Yuta menunjukkan kertas bertuliskan alamat sebuah rumah itu tepat dihadapan Jaehyun yang menatapnya kesal. Pasalnya, Jaehyun sedang sangat kesal saat ini dan ditambah lagi melihat tulisan tangan Yuta yang amat besar membuat matanya berputar
"Hey apa-apaan ini? Ini kan alamat rumahku!" Ten menatap tak suka kearah kertas itu serta kedua orang lainnya bergantian yang kini memandangnya shock
"APA????????????"
TO BE CONTINUED
Update terus :v Nah karna saya mau berterima kasih sama yang udah review. Saya masukin kalian ke cerita ini. Tapi kalo ada yang gak suka. Saya minta maaf deh. Ini cuma ff doang kok.. terus review yah! Love ya
