Tales of Wu Family

Tittle : First Secret Admirers

Pairing: Krisyeol

Character: Wu Yifan, Park Chanyeol, Oh Sehun, Son Wendy

warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)

disclaimer: Author abal ini hanya punya plot yang pasaran (mungkin) ini XDD


Tales of Wu Family - First Secret Admirers

Sehun mendengus lelah di hari pertamanya menginjakkan kakinya di sekolah menengah atasnya. Pasalnya belum juga hari efektif pelajaran dimulai tetapi pemilihan klub sudah dimulai siang ini juga.

Ia mendengus kesal karena tak bisa pulang lebih awal setelah telinganya panas dengan berbagai macam nasihat dari jajaran guru serta pengurus badan murid di hari pertamanya.

Beberapa murid tampak berlarian dengan terburu-buru di sekitarnya menuju kelas mereka masing-masing setelah mereka membaca pengunguman yang tertempel di depan aula tempat mereka berkumpul sebelumnya.

Tidak ada yang ingin kesan pertama yang buruk di hari pertama mereka bersekolah terlebih lagi bertemu dengan wali kelas yang akan mereka lihat selama setahun ke depan.

" Astaga, kupikir telingaku akan lepas setelah mendengar berbagai macam omong kosong seperti tadi," gerutu Sehun masih dengan raut wajahnya yang dingin dan datar, sedatar televisi LCD dan benda-benda rata lainnya, yang dibalas dengan sebuah kekehan geli dari sampingnya.

Sehun pun mengalihkan pandangannya pada gadis berambut merah yang berjalan di sisinya dengan tenang seakan tak terpengaruh oleh beberapa pandangan yang tertuju ke arahnya.

Dengan rambutnya yang berwarna merah hampir pink itu, tak mungkin seseorang tak mengalihkan pandangannya pada si gadis itu. Terlebih lagi kini si gadis berjalan dengan tenangnya di sebelah Wu Shi Xun, sang pangeran Wu-Park yang kedatangannya disambut bisikan kagum dan takut oleh sesama murid lainnya ketika ia tiba di sekolah almamater ayah dan ibunya, tadi pagi.

" Kontrol keluhanmu itu, bayi besar. Aku tak ingin hari pertamaku bersekolah di sini dengan suara keluhanmu tergiang di kepalaku sepanjang hari," balas gadis itu masih dengan senyum lebarnya yang terlihat serupa dengan seseorang yang sudah namja itu kenal seumur hidupnya.

" Diam kau, Son Wendy. Tak bosankah kau mengomel sepanjang hari? Aku saja baru beberapa jam mendengarkan omelanmu itu sudah bosan mendenganya," balas Sehun dengan senyuman mengejek yang di balas dengan kekehan geli dari gadis bernama Son Wendy itu.

Beberapa murid yang sengaja memperlambat langkah mereka untuk menyamai langkah keduanya pun tampak kaget dengan isi percakapan keduanya.

" Beberapa jam katamu? Kau bercanda, Wu Sehun. Kau bahkan sudah bersamaku sejak pertama kali popokmu digantikan oleh ibuku. Dan kau tak bosannya berada di sekitarku," balas gadis itu dengan kekehan lembutnya.

Sehun hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar salah satu episode paling sial, menurutnya, dalam hidupnya, yaitu bertemu dengan gadis kejam tak berperasaan yang bersembunyi di dalam senyum manisnya.

" Ah, kau benar, hidupku sudah sangat sial sejak pertama kali bertemu denganmu, noona."

" Sudah kubilang berhenti memanggilku dengan sebutan itu, pangeran manja," balas Wendy sengit.

Mereka berdua pun sampai di depan loker yang bertuliskan nama mereka masing-masing yang sialnya bersebelahan satu sama lain. Belum sempat Sehun membuka lebar lokernya, sesuatu, atau lebih tepatnya dua kotak entah apa isinya jatuh mengenai kepala Sehun yang membuatnya mengaduh dengan cukup keras.

" Astaga, hari pertama dan kau sudah mendapatkan dua secret admirer? Kau benar-benar tiruan Chanyeol-samchon! Aku benar-benar kalah darimu kali ini, Wu Sehun," seru Wendy geli.

Sehun masih megusap-usap kepalanya yang kejatuhan dua benda yang tergeletak di kakinya itu ketika Wendy meninggalkannya menuju kelas mereka.

" See you at class, dear cousin."

" Meninggalkanku supaya tak di cap jelek oleh seongsaenim, huh? Dasar rubah licik," umpat Sehun kesal yang merunduk untuk mengambil kedua benda tak bersalah itu.

Sehun pun segera membukanya dan melihat benda yang berbeda pada masing-masing kotak yaitu sebatang cokelat kesukaannya dan sebuah wristband yang biasa digunakan ketika berolahraga berwarna hitam dengan logo berwarna putih.

Kedua benda itupun datang pesan berupa deretan angka yang membuat kepalanya berputar seketika. Kedua-duanya menggunakan kode, yang ia kira berupa kode, yang sama sekali tak ia pahami.

Bunyi pesan pertama adalah

53656875707061 20 61707079656f6e67 2c20 6b6175 20 74616d70616b 20 73616e676174 20 6d616e6973 20 64656e67616e 20 7365726167616d 20 70616e61736d75 2c20 616b75 20 6a756761 20 6d656e79756b6169 20 73656e79756d6d75 20 79616e67 20 6365726168 20 73657065727469 20 6d61746168617269 20 6469 20 6d7573696d 20 70616e6173 20 73656d6f6761 20 636f6b656c6174 20 696e69 20 62697361 20 6d656e616d626168 20 73656d616e61746d75 20 6469 20 68617269 20 70657274616d61 20 696e69 2c20 6877616974696e6721 20 284b4a4929

Sedangkan pesan kedua yang tak lebih ia pahami berbunyi

5365687570706965 20 7465726c69686174 20 73616e676174 20 74616d70616e 20 706572616d616e7961 2120 416b75 20 73616e676174 20 6d656e79756b61696e7961 2120 416b75 20 74616875 20 5365687570706965 20 696e6769 20 6d6173756b 20 6b6c7562 20 6261736b6574 2c20 6d616b616e7961 20 616b75 20 6d656d626572696b616e 20 67656c616e67 20 696e69 20 73656261676169 20 6a696d6174 20 6b6573756b736573616e 20 756a69616e 20 6d673756b 20 6b6c7562 2e20 536d6f6761 20 73756b736573 2121 2d4b4c482d

" Siapapun yang bermain-main dengan kode seperti ini sukses membuat kepalaku pecah di hari pertama," gerutu Sehun yang memutuskan untuk memasukkan kedua benda itu ke dalam tasnya.

' Aku akan menannyakannya pada Mama atau Baba nanti,' gerutu Sehun.

Sepulang sekolah dengan seragam yang berbau keringat dan terik matahari, ia pun menghampiri ibunya yang tampak serius berkutat dengan beberapa kertas di ruang kerjanya.

" Hello, mom," sapa Sehun sembari mencium kedua pipi bulat ibunya. Sang pemilik pipi bulat itupun mendongak dan memamerkan senyum lebarnya pada putra semata wayangnya itu. Chanyeol pun beranjak dari meja kerjanya menuju putra semata wayangnya dan memeluknya.

" Bagaimana hari pertamamu bersekolah, Sehunnie?" kata ibunya dengan kedua tangan yang menangkup pipinya dan menciumnya dengan gemas.

" Astaga, mom. Jangan melakukan itu lagi! Aku sudah SMA sekarang, jika mom melupakannya!" seru Sehun yang berusaha melepaskan dirinya dari ibunya, namun sayangnya sang ibu malah kembali memeluknya dengan erat.

" Bagaimana mom bisa lupa? Rasanya baru kemarin aku dan daddy mu mengantarkanmu yang merengek tak mau bersekolah sekarang kau sudah mengenakan seragam yang sama dengan saat aku pertama kali bertemu dengan daddy mu," kenang Chanyeol sambil memandang wajah putranya yang kini hampir sejajar dengannya.

" Dan mempunyai 3 adik, jangan lupakan itu, mom," tambah Sehun.

" Ah, ya soal sekolah, aku menemukan ini di lokerku di hari pertamaku. Tepat jatuh di atas kepalaku pula," kata Sehun sembari menunjukkan kedua kotak beserta isinya yang ia dapat pagi tadi.

Begitu menunjukkan kertas berisikan kode-kode angka itu, Chanyeol pun tertawa keras sampai-sampai ia hampir jatuh jika Sehun tidak segera membawa ibunya itu duduk di sofa di ruang kerjanya.

" Waeyo, mom? Katakan padaku, apa mom mengetahui sesuatu tentang ini?" kata Sehun tak sabaran ketika akhirnya tawa Chanyeol reda dan membaca tulisan itu dengan seksama. Chanyeol kembali tertawa ketika ia selesai membaca kode-kode itu.

" Astaga, akhirnya secret admirer Sehunnie menunjukkan dirinya setelah lama bersembunyi. Aigoo, manisnya..." seru Chanyeol yang membuat Sehun semakin bingung dan tak sabaran.

" Ayolah, mom, katakan padaku apa isi pesan ini!" seru Sehun tak sabar.

" Eii, tidak seru kalau mom memberitahukan isinya padamu," kata Chanyeol jahil. Gerutuan Sehun pun semakin keras terdengar bersamaan dengan tawa Chanyeol yang semakin keras. Sehun yakin semua orang di rumah ini dapat dengan jelas mendengar tawa ibunya yang makin kencang itu.

" Astaga, mom ayolahh..." bujuk Sehun dengan bibir yang maju beberapa senti. Chanyeol pun mencoba menghentikan tawa yang membuatnya menangis dan berkeringat karena geli dengan cerita yang berulang itu.

" Maafkan, mommy sayang, tapi tidak akan seru kalau kalau kau cepat mengetahuinya. Mungkin daddy mu bisa membacanya supaya semakin seru," bisik Chanyeol jahil.

" Daddy tahu? Aku akan menemuinya sekarang juga!" sahut Sehun semangat. Ia pun segera meninggalkan ruang kerja ibunya menuju ruangan yang ada di balik ruang kerja sang ibu untuk menemui sang daddy.

' Tentu saja ia tahu, sayang. Ini akan menjadi pertarungan yang seru,' batin Chanyeol sembari menatap sebuah album di antara buku-buku yang terpajang rapi di rak bukunya.

Ia pun mengambil album itu dan matanya tertuju pada beberapa kertas warna-warni yang ia simpan dengan rapi. Dulu ia sempat tak bisa membacanya tapi kini ia tahu dengan pasti kata-kata yang tersusun dari angka-angka yang berderet dengan rapi di kertas tersebut.

Ia pun tersenyum mengingatnya. Mengingat kembali masa ketika ia berada di posisi yang sama dengan Sehun.

Sementara itu, Sehun yang kini berada di ruang kerja sang daddy yang sebenarnya hanya terbatasi oleh dinding itu kini menatap daddy nya dengan heran.

Sejak ia menunjukkan dua lembar kertas itu pada sang daddy, ia terdiam dan mencermati dengan serius isi yang terselip dalam pesan itu. Setelah selesai membacanya, Sehun pun kaget karena tiba-tiba saja sang daddy menghilang dari pandangannya dan sedetik kemudian ia lagi-lagi mendengar tawa histeris dari ibunya serta sahutan keras dari ayahnya.

Sehun pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang tuanya yang makin tua makin terlihat seperti bocah abg yang baru saja merasakan pacaran untuk pertama kalinya.

Ia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat ketika ia menyadari betapa lengket dan lelah tubuhnya setelah seharian bersekolah dan menjalani tes masuk klub yang dulu juga diikuti oleh daddy-nya.

Ketika melangkahkan kaki keluar dari ruang kerja daddy-nya, ia pun dikejutkan dengan sebuah suara yang datang dari belakangnya.

" Sehun hyung, apa yang terjadi pada eomma dan appa? Kenapa mereka sangat histeris," kata bocah kelas enam sekolah dasar itu dengan mata bulatnya yang sama persis dengan milik eomma atau sang mommy.

" Biarkan saja mereka, kau sudah makan, jagoan hyung?" balas Sehun sambil mencubiti pipi gembul sang adik yang memang sangatlah mirip dengan sang ibu.

" Eung..." jawab sang adik disertai dengan sebuah anggukan yang terlihat sangat menggemaskan.

" Aigoo, jagoan hyung neomu kyeoptaa," seru Sehun gemas.

" Dimana duo troublemaker itu?" tambah Sehun dengan sang adik dalam gandengannya menuju kamar mereka di lantai 2.

Baiklah cerita itu mungkin akan lebih baik di ceritakan lain kali.

Mari kita tinggalkan tentang anak-anak keluarga Wu dan kembali berfokus pada pasangan kesayangan kita yang kini bermesraan.

Kini Chanyeol berada di pangkuan Kris dengan kepala yang menelusup ke leher jenjang Kris dan kaki jenjang yang melingkari pinggang Kris hingga posisinya terlihat seperti kucing yang bergelung pada majikannya. Tangan besar Kris mengusap-usap rambut yang kelembutannya sama sekali tak berubah semenjak pertama kali mata mereka bertemu.

" Sehun kita sudah besar sekarang, biarkan ia memilih cintanya hubby. Jangan berbuat berlebihan, selama mereka tidak mengacau," kata Chanyeol lirih yang dapat di dengar dengan jelas oleh Kris. Kris pun menghela nafasnya dalam-dalam mendengar nasihat dari suaminya.

" Aku tahu, aku hanya tidak rela kalau Sehun kita akan berakhir dengan salah satu dari kedua cecunguk kecil itu," balas Kris dengan sedikit kemarahan terselip di dalam kata-katanya. Chanyeol pun semakin dibuat geli dengan tingkah overprotektif Kris pada anak-anak mereka.

" Siapa tahu ia akan berakhir dengan keduanya," balas Chanyeol iseng. Kris nampak menegang mendengar kata-kata iseng yang terlontar dari mulut sang suami. Meskipun begitu Kris tak menghentikan hobi yang paling ia sukai di seluruh galaksi yang ada di alam semesta ini yaitu, mengusap rambut halus milik suaminya itu.

" Jangan dipikirkan, dear husband. By the way, gara-gara dua bocah yang kau sebut cecunguk kecil itu aku mendadak ingat saat kau melakukan semua hal itu untukku. Siapa yang tahu di balik wajah dingin nan stoic milik sang ketua badan murid tersimpan berjuta keromantisan," goda Chanyeol yang dibalas dengan jitakan pelan di kepalanya.

Kris terkekeh mengenang semua kelakuan yang ia lakukan untuk menarik perhatian Chanyeol yang bodohnya juga menyukainya sejak pertama kali mata mereka bertemu.

" Aku sampai rela di bodoh-bodohi oleh si diva Kim itu dan si penyihir Cho demi membaca pesanmu. Bahkan sampai sekarang aku masih merasa kesal dengan si Penyihir Cho itu. Tidak hanya itu, bahkan para noona pun menertawakanku dengan kebodohanku saat itu," gerutu Chanyeol manja pada Kris.

" Tapi kini kau bisa membacanya dengan lancar kan, darling?" kata Kris bijak dengan senyuman di wajah yang biasanya terlihat minim ekspresi itu.

Chanyeol mengangguk dalam pelukan Kris, ia pun kemudian meraih handphone yang tergeletak begitu saja di sebelahnya dan mengetikkan beberapa deret angka yang sangat ia kenal.

49 20 4c45659 20 534f4f4f4f 20 4f55434b494e47 20 4d554348 2e20 4c45659 20 594f55 20 544f 20 544845 20 4d4f4f4e 20 414e44 20 4241434b 212121

Setelah selesai mengetikkannya, ia pun menunjukkannya pada Kris yang dibalas dengan rengkuhan yang semakin erat.

" Apa-apaan dengan semua huruf kapital itu?" goda Kris.

" Ish, tinggal balas saja kenapa harus menggodaku," gerutu Chanyeol.

" #FFFFFF" balas Kris sambil mengeratkan pelukannya pada Chanyeol. Kris pun dapat merasakan Chanyeol tersenyum dalam pelukannya dan semakin mengeratkan rengkuhannya pada tengkuk Kris.

Chanyeol tersenyum ketika dirinya menyadari betapa dicintainya ia oleh suami dan ayah dari anak-anaknya. Meskipun pernikahan mereka sudah mencapai tahun yang ke enam belas.

" By the way, tahukah kau saat aku ingin mengirimimu 100 tangkai bunga mawar tapi aku sadar kalau lokermu tak akan muat dan aku hanya bisa pasrah saat si kejam Zhou itu hanya memberikan 10 tangkai untukmu?"

To Be Continued (?)


A/N: Hay hay hay XDD Kim kembali lagi *dilempar sendal* ini memang belum full cerita jaman pdktnya krisyeol tapi emang sengaja bikin penasaran kalian dengan masukin sehun di sini *dilempar sendal lagi*

kali ini isinya agak penuh misteri yaa... kode-kodenya bikin agak pusing... yang chapter selanjutnya masih ada lhoo XDD Siapa yang bisa baca kodenya jangan di kasih di review yaaa biar pada penasaran.. kalau tau PMlah Kim XDDD

oke untuk balasan review ya...

mulai dari chapter 5 yaa... soalnya setelah dibenerin, akhirnya muncullah nama yang belum tersebut, okelah cekidot

chapter 5

imah99 : muehehe makasih udah bilang chapter 5 manis banget duh jadi malu *woii kim sadar!* soal chapter 5 itu ceritaa pas hamilnya Sehun XDD buat couple exo lainnya bakalan nyempil-nyempil doang karena ya fokusnya emang di keluarganya Krisyeol.. makasih banyak udah review di chapter 5 ^^

KrisyeolBeliever : akhirnya ini orang muncul :v yang kelamaan hiatus yang mana nih *kaboor* makasih reviewnya dear ^^

han soon hee : selama Kim belum putus asa Kim masih bakalan lanjut kok ehehe tenang aja wkwkwkw makasih udh review di chapter 5 ^^

chapter 6

oh ana7 : Baby Sehun lahirnya udah di chapter 1... maaf memang ceritanya lompat2 gitu kayak bola bekel... makasih udah menyempatkan review ^^

hyena lee : krisyeol itu manisnya bikin diabet uuhh... makasih banyak reviewnya di chapter 6 ^^

yousee : iya namanya akhirnyaa Sehun~~ makasih reviewnya dan ditunggu lagi reviewnya di chapter ini ^^

Fienyeol : akhirnya setelah gagal gara-gara moodswing parah itu XDD makasih banyak reviewnya dear ^^

Kim Sohyun : baby krisyeol always thehun XDD makasih reviewnya dan ditunggu lagi reviewnya di chapter ini ^^

hyuashiya : arti nama Shi Xun itu sama dengan arti nama Sehun.. artinya Hun sendiri diambil dari karakter hanja nya yang lebih deket ke bahasa mandarin.. makasih reviewnya ^^

imah99 : Krisyeol mininya ada errr... banyak lah pokoknya XDD makasih banyak reviewnyaaa ^^

apple27 : ehehe makasih udah suka sama ceritanya dear XDD makasih juga udah nyempatin review di chapter 6.. ditunggu reviewnya lagi yaa XDD

soshine : paskan momen KrisyeolHunnya? masih sedikit yaa ;;;_;;; nanti coba di banyakin yaa... makasih atas reviewnyaaa ^^

nandha0627 : syudah dilanjut... tunggu chapter lainnya yaa~~ makasih banyak reviewnya XDD

KrisyeolBeliever : usul dipertimbangkaaan~~~ ditunggu ceritanya pas itu yaaaa *peluk* tapi bukan sophia sih nanti ditunggu kejutannya XDDD udah next ini... sampe nggak review tak tendang kamu ke galaksi XDD *peluk cium*

Lulu Auren : siapa yang agresif? hmm... kita lihat saja nanti XDDD orang ketiga? hmm enaknya gimana yaa? okee kim pikirin ceritanya XDD makasih banyak reviewnya deaar *peluk cium*

han soon hee : ini udah cepet belom wkwkwkkw makasih banyak reviewnyaaa XDD

oke keutt

Thanks To

oh ana7 | hyena lee | yousee | Fienyeol | Kim Sohyun | hyuashiya | imah99 | apple27 | soshine | nandha0627 | KrisyeolBeliever | Lulu Auren | han soon hee

Sekian dulu cuap cuapnya Kim nanti dilanjut lagi di chapter depan yang masih sambungan episode secret admirer ini...

makasih sebanyak-banyaknya untuk yang sudah mem-follow, favorite dan bahkan sekedar membaca cerita ini...

yuk lah review wkwkkw... ditunggu saran, kritik, ataupun yang mau berbagi ide... bisa lewat PM juga wkwkwkw

Peluk Cium Kim :**