Boyfriend And Bestfriend

By : Razux

( Dedicated to Noira Hikari a.k.a Thi3x dan Yukihira Ai. Percaya la, chat sekilas dengan kalian lewat FB yang membuatku menulis kembali fic ini ^^ )

.

.

.

Disclaimer : Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana


Hm... Karena sudah lama tidak melanjutkan fic konyol ini, Sang Author kurang bertanggung jawab dan otaknya kadang diragukan jelas atau tidak ini, akhirnya memutuskan untuk melanjutkannya lagi, berkat Chat sekilas dengan Thi3x dan Ai lewat FB. Untuk tidak buang waktu, kita langsung saja ke alur cerita fic yang tidak pernah jelas ini.

Mari kita kembali lagi ke cerita sebelumnya, yakni Prebiusly on BnB :

Saat pintu itu terbuka, yang mereka lihat adalah seorang gadis cantik berambut coklat sepinggang yang mengenakan seragam Middle School membalikkan wajah menatap mereka. Kulitnya seputih salju, hidungnya sangat mancung, pipinya merona merah seperti mawar, bibir munggil semarah darah dan sepasang mata besar berwarna amber.

"Idiot?"

"MIKAN!"

Seru Grup NHRTMKB terkejut melihat siapa yang ada di depan mereka. Namun, belum sempat mereka bertanya lebih jauh, Mikan tiba-tiba mengangkat tangan menunjuk Natsume. "Kau.. Jangan muncul dihadapanku lagi!"

Present :

Tidak ada seorangpun anggota Grup NHRTMKB yang mengucapkan sepatah kata pun. Anggota dengan insial nama HRTMKB yang masih diam seribu bahasa kemudian menolehkan kepala mereka menatap anggota berinsial nama N dengan pandangan memeriksa. Namun, wajah sang N tetap saja tenang tanpa ekspresi. Ini cukup mengejutkan mereka, sebab mereka semua tahu betapa berartinya malaikat pembawa bencana ini bagi Black Cat yang sering dianggap kucing pembawa bencana. ( Q : Anak dari Malaikat pembawa bencana dan kucing pembawa bencana kelak akan jadi apa ya? Aku rasa kata 'Bencana' pasti juga akan ada di akhir julukan anak mereka -_-" )

Tsubasa dan Misaki dengan pelan kemudian menolehkan kepala mereka menatap Mikan yang ada di depan mereka, "Mikan.. Ada apa denganmu?" tanya mereka pelan dengan wajah penuh kekhawatiran.

Mikan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Kedua mata ambernya tiba-tiba meneteskan air mata, dan pandangannya tidak bergerak sedikitpun dari sang Black Cat. "Aku tidak mau bertemu denganmu lagi! Pergi dari hadapanku sekarang!"

Ya, namanya juga air mata Sang Malaikat, walaupun malaikat itu sendiri Malaikat pembawa bencana, HRTMKB pun segera berlari mendekatinya ( PS. Hotaru tidak berlari, dia hanya berjalan pelan mendekati Mikan dengan wajah penuh pemeriksaan. Sedangkan Bear.. Ya, dia terbawa karena bapak pencipta sekaligus bapak penerjemah sedang menggendongnya berlari mendekati gadis bermata amber itu penuh kepanikan bersama Tsubasa dan Misaki ).

"Apa yang telah dia lakukan padamu, Mikan? Beritahu Kakakmu ini. Kakak pasti akan meminta keadilan untukmu!" Ujar Tsubasa sambil berusaha menenangkan Mikan.

"Benar, Mikan-chan! Kami akan menegakkan keadilan untukmu. Karena itu, apa yang terjadi?" Kata Kaname.

"Keadilan akan menang, Mikan. Jangan takut!" Tambah Misaki.

( Ini tiga kakak kelas kayak mau jadi pembela kebenaran aja ya? Power Ranger kali, ya? Pake kata-kata keadilan terus -_-" )

Malaikat pembawa bencana ber-IQ jongkok tidak menjawab pertanyaan para calon anggota power Ranger, dia hanya menggeleng kepala sambil menghapus air matanya. Sedangkan sang Queen of Blackmail dan Peace And Animal Ambesador juga hanya dapat diam membisu melihat gadis tersebut.

"Pergi.. Suruh dia pergi..." Kata sang Malaikat lagi sambil menangis.

Semua anggota HRTMKB pun menolehkan kepala kepada sang Black Cat yang tetap saja tenang tanpa ekspresi. Kemarahan memenuhi hati sang Power Ranger berwarna hitam, pink dan kuning ( Wah! Sudah jadi Power Ranger rupanya mereka O.o Warna seragam dan helm mereka berdasarkan warna rambut saja ya? Tsubasa si Itam ( emang anjing apa? -_-" ), Misaki si Pink, Kaname si Kuning ( Mang ada sedikit kontervesi dalam otak sang Author, sebab dulu2 saat Author sesat masih kecil, Power Ranger kuning tu selalu cew, tapi berhubungan karena Kaname sendiri kayak cew, kurasa dia jadi Power Ranger kuning gak apa-apa la ^^. Dan oh, tenang saja para pembaca yang budiman! Dia gak bakal jadi waria kok! Soal lau dia jadi waria di fic ini, aku bisa diamuk masa oleh Bear dan boneka lainnya. Masa Tuhan mereka jadi seorang waria?! ).

"Apa yang telah kau lakukan pada Mikan, Hyuga?" tanya sang pink dingin.

"Akan kami hancurkan kau yang berani menganggu kedamaian dunia ini. " Tambah sang Itam penuh kemarahan.

"Kejahatan tidak akan berkutik di hadapan Keadilan!" Teriak sang Kuning.

( Ps. Tambah banyak aja, ya? Orang sesat di fic ini -_-" )

Sang monster jahat bernama Black Cat ( Dalam pandangan para Power Ranger gak jelas ) tidak mempedulikan pertanyaan dan teriakkan gak jelas tersebut. Mata merah crimson-nya menatap tajam sang Malaikat di depannya, "Hentikan sandiwara murahanmu itu. Siapa kau?" tanyanya.

Pertanyaan Natsume langsung membuat semua yang di sana berseru. "Eh?" Dan menolehkan kepala menatap sang Malaikat.

Air mata Malaikat sendiri terhenti, dan dia mengangkat kepalanya menatap pemuda di depan merekaitu.

"Apa maksudmu, Natsume?" tanya Ruka bingung.

"Dia bukan Mikan, Ruka." Jawab natsume tenang.

"APA!?" teriak itam, pink dan kuning bersamaan sambil menanggalkan helm mereka. Sedangkan Hotaru hanya berdiam diri, sebab dia sesungguhnya sudah merasakan sedikit keanehan dari Mikan di depannya ini.

"Aku tidak mengerti maksudmu, Natsume? Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Ruka lagi.

"Dada Mikan tidak sebesar itu. Pinggang juga lebih kecil dengan kulit lebih putih dan kaki lebih panjang. Terakhir, lekukkan tubuh Mikan lebih dalam," jawab Natsume santai. "Yang ada di depan kalian adalah palsu. Dia bisa menipu kalian, tapi dia tidak akan dapat menipuku."

Mendengar jawaban itu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Hotaru langsung mengeluarkan bazoka baka-gunnya. Tsubasa, Misaki dan Kaname kembali mengenakan helm mereka dan berubah menjadi si itam, si pink dan si kuning. Bear segera mengeluarkan TEXAS CHAINSAW HURRICANE yang dipinjamnya dari Hyde. Sedangkan Ruka, dia hanya menghela napas panjang sambil menutup matanya, mendengarkan lagu kotak, pelan-pelan saja yang masih mengalun dengan begitu merdunya dalam kepalanya.

Nah! Apakah pembaca tahu mengapa mereka semua bersikap seperti itu? Biar Author ngawur ini menjelaskannya. Ya, mungkin inilah kata pepatah 'Sepintar-pintarnya kancil meloncat, suatu hari nanti pasti jatuh juga.'. Untuk Natsume Hyuga yang pintar, dia tentu saja tahu kalau yang dihadapannya palsu. Tapi jika kita teliti baik-baik, jawaban yang diberikannya, sebenarnya, sangat mengundang kesalahpahaman. Dalam kepala mereka semua saat mendengar jawaban itu, sebuah pertanyaan muncul, yakni 'Kenapa dia bisa tahu?'

Lalu, ya, secara otomatis jawaban pun keluar dalam kepala mereka, yaitu 'Karena dia memang sudah melihatnya.'

'Melihatnya?' Maka hasilnya tidak lain adalah, 'Gosib bahwa N telah ... M adalah benar!'

Kesimpulan bagi mereka semua sekarang kecuali Ruka hanya ada satu,yakni; Natsume Hyuga harus mati!

Namun, Natsume memang bukanlah kancil, jadi dia menolak keras pepatah yang sedang berlangsung itu. Dia tidak mau mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Dia tidak takut, dan dia akan meladeni siapapun yang berani menyerangnya tanpa pandang bulu.

Intinya, ya :

The Power Ranger ( The Black, Pink And Yellow ) + MR. Bear ( Not MR. Bean ) + Queen of Blackmail VS Black Cat a.k.a Fire Boy ( Not Astro Boy )

( Ps. Panjang baget ya, judulnya? -_-")

Pertarungan pun tidak terhindar lagi. Para Ranger melancarkan serangannya, begitu jg dengan Mr. Bear. Sedangkan dibelakang Queen of Blackmail sedang berkonsentarsi untuk menembak target yang terus bergerak.

Trus apa yang dilakukan Ruka? Ya, dia hanya berdiam diri di tempat saja, karena tidak mungkin dia menghentikan pertarungan legenda dari terlegenda di depannya. Mau mati ya dia? Mulutnya hanya terus berkomat-kamit menyanyikan lagu pelan-pelan saja bersama Kotak yang masih berkonser ria dalam kepalanya. Walau ya, terlintas juga si, untuk merekam pertarungan di depannya. Sebab dia pasti bakal kaya raya kalau menjuanya. Namun, berhubungan dia bukanlah Hotaru yang selalu membawa handycam ke mana saja, ya... Kesempatan emas menjadi kaya pintas sekali dalam sehidupnya pun menghilang begitu saja.

Lalu, bagaimana dengan Mikan palsu yang tidak sengaja telah menciptakan pertarungan legenda dari yang terlegenda? Dia hanya bisa berdiri diam melihat penuh ketakutan. Wajahnya memucat, sepertinya dia memang benar-benar telah melakukan suatu kesalahan fatal dalam hidup ini.

"Tidak akan kami biarkan kau terus mengangangu perdamaian dunia ini, Black Cat!" teriak si kuning keras.

"Matilah kau, Monster!" teriak si pink.

"Malaikat sudah meninggalkanmu! Tidak akan kami biarkan kau mendekatinya lagi! Jangan pernah berharap dapat melihatnya lagi dalam hidupmu!" teriak si itam.

Mungkin para Power Ranger ini memang terlalu banyak bicara. Dan celakanya, kata terakhir sang itam berhasil menekan tombol ledakan dalam pikiran sang Black Cat , yakni tombol berbahaya bernama 'Kemarahan.'

'Jangan pernah berharap dapat melihatnya lagi dalam hidupmu!'

Kemarahan yang luar biasa memenuhi hati sang Black Cat. Memang siapa ketiga orang gak jelas di depannya ini?! Beraninya berkata seperti itu!? ( Author : Mereka Tsubasa, Misaki dan Kaname la -_-" )

Namun tiba-tiba saja di tengah tengah pertarungan lengenda nan legenda tersebut, pintu ruang ESP gay tiba-tiba terbuka, berpuluh-puluh murid dari Elementary, Middle, dan Senior High School berlari masuk.

"Itu dia Natsume Hyuga!"

"Dia sudah masuk perangkap!"

"Tangkap dan pisahkan dia dari Malaikat kita!"

Para Ranger, Mr. Bean, eh, salah, maksudku Mr. Bear dan sang Queen of Black menghentikan serangan mereka dengan kemunculan para pemeran sampingan yang dadakan. Sekali lihat mereka langsung tahu, mereka adalah anggota dari klub Mikan Yukihira The Angel, sebab mata mereka semua hanya tertuju pada Natsume.

Lalu, bagaimana dengan Ruka? Ya, dia tetap saja tenang dan terus benyanyi, "Pelan-pelan saja…"

Well, jika kata para Ranger berhasil menekan tombol merah bernama kemarahan dalam pikiran Natsume. Maka para fans Mikan ini berhasil menonjok tombol itu hingga hancur. Dan, ya…

Pilar api langsung menyala mengelilingi semua yang ada di sana. Kedua tangan Natsume langsung dililit api yang sangat kuat. Kedua mata merah crimsonnya menggelap hingga serupa dengan warna merah darah. Rambut hitamnya memanjang dan berubah warna menjadi perak, tato hitam menjalar naik dari leher memenuhi…. AAHHHHHHHH! CUT! CUT! CUT! Sorry! Sorry! Ini kan BnB, bukan TODAL! Ugh.. Gara-gara Author terlalu merindukan fic itu nih… T_T

Putar lagi..

Pilar api langsung menyala mengelilingi semua yang ada di sana. Kedua tangan Natsume langsung dililit api yang sangat kuat. Kedua mata merah crimsonnya menggelap hingga serupa dengan warna merah darah, membuat semua yang ada di sana tertegun.

Tidak mengucapkan apa pun, dia langsung meloncat ke atas, menghantamkan kedua tangannya yang dililit api ke kerumunan para penyerang. Kontan saja, semua murid itu langsung menghindar sambil berteriak ketakutan ( Ya, iya la, mang mau mati, apa? ), dan apa hasil yang terciptakan? Kurasa semua orang juga sudah tahu kan?

.

.

.

End Of Flash Back.

"Akan kubunuh siapa saja yang berani merebut Mikan dariku!" ancam Natsume, Sang Black Cat lengenda dunia kegelapan dengan suaranya yang dingin. ( Posesif banget ya? )

Tidak ada yang berani bergerak. Sebab, percayalah, kondisi dan juga ancamannya sekarang benar-benar sangat menakutkan nan mengerikan. Ancamannya itu pasti benar, pemuda itu akan membunuh siapapun yang berani merebut Mikan darinya.

Ruka yang berdiri tidak jauh dari Yoichi hanya bisa menatap sahabatnya itu dengan wajah penuh ketakutan dan bergumam, "Ah, kan sudah aku katakan, sesuai lagu kotak, pelan-pelan saja…"

Yoichi menatap bingung Peace And Animal Ambesador itu.

Ruka kemudian mengangkat kepalanya menatap langit biru di atas, menerawang melihat kejauhan. "Pelan-pelan saja. Ah… andaikan saja, semua yang ada di sini hidup dengan prinsip pelan-pelan saja. Maka, keributan ini pasti tidak akan terjadi…"

Yoichi tidak mengerti maksud ucapan Ruka. Namun, perhatiannya kembali terebut oleh suara teriakan ketakutan para fans Mikan. Dan saat dia menolehkan wajahnya menatap apa yang terjadi, mata hijaunya terbelalak.

Natsume kembali mengangkat tangannya yang telah dililit api. Kemarahan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun meski dia telah menghancurkan ruangan ESP gay, malah kemarahannya semakin menjadi-jadi. "Kubunuh siapa pun yang berani menhalangiku untuk menemukan Mikan!" teriaknya dan kembali meloncat ke atas untuk menyerang semua yang ada di depannya.

Yoichi hanya bisa menelan ludah melihat sikap Natsume, panutannya. Hati kecilnya berkata, 'Setan di depan inikah yang harus dihadapinya jika ingin bersama Sang Malaikat? Bisakah dia menghadapi setan ini? Bisakah dia selamat? Tidak! Dia tidak bisa! Kandaslah sudah cinta pertamanya….'

Ya.. sebenarnya bukan ini sih, yang sebenarnya perlu dikhawatirkan Yoichi. Yang seharusnya dikhawatir dan dipikirkan Yoichi sebenarnya adalah nasib para fans Mikan yang nyawanya sudah berada di ujung tanduk.

Reaksi Ruka? Reaksi Hotaru, Mr. Bear dan Para Ranger?

Yang pertama, Ruka. Dia masih terus menerawang menatap langit biru di atas sambil bergumam, "Pelan-pelan saja.. " ( Ini anak memang sudah gila ya? Dalam fic ini -_-" )

Kedua, Hotaru dan . Emang aku pikirin? Mereka mau hidup kek, mau mati kek! Emang urusan gue? Gak la, coy. Gak da hubungan dengan gue! ( Bahasa gaul. ON )

Ketiga, Para Ranger. Mereka menanggalkan pakaian Power Ranger yang menandakan mereka adalah pembela kebenaran dan keadilan, sambil bergumam, "Maafkan, kami.. kami telah gagal. Kami tidak bisa menjadi power ranger lagi, sebab kami masih mau hidup. Kami doakan kalian tenang di dunia sana, Amin." ( Ugh… Author no koment untuk ini -_-" )

Tiga meter…

Dua meter…

Satu meter…

0.5 meter….

0.25 meter….

"KAKAK! HENTIKAN!" teriak seseorang tiba-tiba dari belakang Yoichi.

Suara teriakan itu membuat semua yang ada di sana membalikkan kepala menatap pintu yang terbuka, termasuk Natsume.

Mata hijau Yoichi langsung terbelalak saat melihat seorang gadis cantik berusia sekitar lima belas tahun berdiri di depan pintu yang hancur. Kulitnya berwarna putih, rambutnya berwarna hitam. Wajah cantik mirip sekali dengan wajah kakak kelas yang menajdi panutannya, yakni; hidung mancung, bibir tipis berwarna merah, serta sepasang mata berwarna merah crimson.

Lalu…

Jreng-Jreng-jereng ( Lagu di background )

Seorang Malaikat cupid kecil turun dari langit dan berheti tepat di atas kepala sang gadis cantik berambut hitam tersebut. Sambil menari-nari dia mengangkat panah di tangannya, mengarahakannya pada sasarannya, dan SYUUUU… tepat Sasaran! Panah itu berhasil membidik dengan tepat di jantung Yoichi, sang Spirit control Alice!

"Aoi.." Panggil Natsume yang sudah sadar dari kemarahannya begitu melihat gadis itu alias adik perempuan satu-satunya.

Then, apa?

Saat Ruka menatap Yoichi, Kotak yang sedang berkonser ria dalam kepalana langsung berhenti bernyanyi, sebagai gantinya, Grup Band Ran yang muncul dan mulai bernyanyi lagu mereka, yakni :

Kurasa ku t'lah jatuh cinta

Pada pandangan yang pertama

Sulit bagiku untuk bisa

Berhenti mengagumi dirinya

.

.

.

To be Countinue…


Author Note's : Sudah lama sekali aku gak main ke FGAI, tapi akhirnya datang lagi. Dan aku juga tidak tahu harus mengatakan apa sekarang… En gak brani aku mengatakan akan update cepat lagi -_-" soal memang gak tahu kapan baru bisa menupdatenya lagi -_-"…. Terakhir, maaf ya kalau mungkin chapter ini tidak chapter2 sebelumnya -_-", dan tentang lagu yang kupakai di akhir fic ini, ya.. hahahahaha aku lumayan suka dengan lagu itu si, makanya aku masukin ^^.

Razux.