Fanfic ini menceritakan dari sudut pandang Tainaka Ritsu sebagai tokoh utama.

FANFIC ANIME K-ON

TITLE: When You See Me (Part 7)

GENRE: SHOUJU AI, SLICE OF LIFE, SCHOOL

Aku hanya diam. Aku tau dia tidak serius. Karna kalau memang dia menyesal mengenalku, mana mungkin sampai sekarang kami masih bersama?

"yui, coba ajak ui... aku yakin pasti seru."

Mio: "chotou! Aku nggak ingat bilang mau ngumpul rame2 dikamarku!"

"daijoubu. Aku janji nggak bakal nyuruh Ui bongkar isi lemarimu itu" bisikku ke Mio.

Mio: "hee?! Apa katamu? Lemariku nggak brantakkan!" teriaknya

"ohh,, benarkah?" tatapku licik. "kalau gitu, nggak masalah kan, kalau aku buka sedikit lemarimu." Aku memegang ganggang pintu lemari baju mio, mau membuka lemarinya.

"buak!" mio melempar bantal tepat ke mukaku. Dan membuatku mengeluarkan suara "ugh!" karna merasa cukup sakit di bagian muka.

Mio: "baka! Berhenti mengacaukan barang2ku!" Bentak mio

"haah,, membosankan. Apa nggak ada yang bisa kita mainin di kamarmu ini?" keluhku

Mio: "maaf kalau gitu. Aku bukan anak kecil yang suka melihara mainan yang bahkan nggak tau mau mainin gimana caranya."

Yui: "ntah kenapa rasanya hatiku disayat pisau" ucapnya yang pundung di sudut kamar.

Mio; "ahh, yui... aku nggak maksud nyindir kamu kok. Gomen ne." Mio membujuk yui yang merasa disindir oleh kata2 mio.

Mugi: "khu.. haha.. hahaha!" mugi tiba2 ketawa nggak jelas

Azu: "haahh... mereka mulai rusak lagi" umpat azusa pelan. Mungkin lebih tepat mendengus.

"sabar aja. Nanti kau juga ketularan" kok. Ejekku.

Azu: "tenang. Nggak bakal terjadi kok" cibirnya.

"TENG TONG..." tiba2 bel rumah mio bunyi. Aku sudah tau siapa yang datang.

Setelah menunggu sekitar 1 menit, tiba2...

"YAHOO..." seru seorang gadis, sambil membuka pintu kamar.

Gadis yang tidak terlalu tinggi, rambut sebahu yang di gerai, dan di sisi kanannya di beri pin rambut berwarna kuning dua buah. Rasanya tidak asing.

"eh? Yui? Eh? Ini yui, terus itu siapa?!" teriakku heboh karna melihat 2 orang yui.

Yui: "ricchan! Coba liat baik2, itu bukan aku. Itu Ui..."

"ha?" ak Cuma menatap ui yang benar2 MIRIP dengan yui.

Ui: "hehe, gomen, tainaka-senpai... tadi waktu mau kesini, dijalan aku ketemu jun-chan..."

Jun: "yo! Konichiwa!"

Ui: "terus dia ajak ke toko aksesoris sebentar. Pas lagi liat2, tiba2 aku ngeliat pin rambut yang mirip sama punya onee-chan. Makanya aku beli. Terus aku pakai buat ngagetin kalian. Hehehe"

"tapi kau benar2 mirip dengan yui. Cuma yui agak sedikit lebih tinggi..." belum sempat aku melanjutkan omonganku, tiba2 ada yang nyaut.

?: "dan dada yui-cha lebih besar!"

"HUA! Sawa-chan! Sejak kapan disini?!" teriakku kaget karna tanpa aku sadar, sawa-chan sudah ada disampingku. Kelihatannya bukan Cuma aku yang kaget.

Yui: "jangan2, sawa-chan naik lewat jendela, trus diam2 masuk kesini?"

Sawa: "mou... hidoii.. kalian kira aku ini apa? Tadi aku liat ui-chan dan jun di jalan, jadi aku ikutin diam2."

"kayak bocah..."

Jun: "kenapa nggak manggil?"

Sawa: "nggak ah, mau bikin kejutan... hehehe... eh ya, mugi, boleh mintak teh juga?"

Mugi: "oke..."

Dirumah mio kami cuma ngobrol. Tidak ada yang penting. Kadag aku dan mio cekcok yang berakhir dengan pukulan dikepalaku. Benar2 sadis...

Sekitar jam 1 siang, sawa-chan izin pulang. Dan aku tidur. Benar2 ngantuk, harus bangun pagi di hari libur. Aku tidak mendengarkan apapun apa yang mereka obrolkan.

Mio: "ritsu... bangun..."

"hmmm? Bentar lagi.. aku masih ngantuk."

Mio: "yang lain udah pulang... kau nggak pulang?"

-TO BE CONTINUE-