DISCLAIMER :

Togashiro-sensei

PAIRING :

Absolutely KuroPika^^

WARNING :

AR, OOC, FemKura, multichap ficlets.

A/N :

Chapter ini berdasarkan kata dari Natsu Hiru Chan^^


CHAPTER 7 : ROOFTOP


Kurapika membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir, tangannya mencengkeram tepi wastafel. Perlahan ia mendongak, menatap pantulan dirinya di cermin yang tampak sedikit berembun.

'Apa...yang terjadi tadi?'

Kejadian itu terbayang jelas di benaknya. Kuroro Lucifer, musuh abadinya, mencium bibir gadis itu. Bahkan Kurapika seolah masih bisa merasakan sensasi lumatan lembut dari Kuroro di sana.

Sungguh memalukan.

Jangan lupakan juga, Nen milik pria itu yang kini bercampur dengan darahnya yang seorang Kuruta, yang begitu ia banggakan.

"Kau sudah terlalu lama di dalam," tiba-tiba terdengar suara Kuroro, membuat ekspresi Kurapika mengencang seketika. "Keluarlah, atau aku akan masuk sekarang juga."

Perlahan namun pasti, warna iris mata Si Gadis Kuruta mulai berubah.

Ini hal yang buruk.

Dengan kondisinya yang membahayakan, Kurapika keluar dari kamar mandi. Kuroro menyadari perubahan di diri gadis itu namun dia tak bergeming sedikit pun.

"Lakukan itu lagi dan kau akan perlu waktu lebih lama untuk bisa sadar kembali," Pemimpin Genei Ryodan itu berkata.

Dingin...dan datar, namun secara samar menunjukkan rasa khawatir.

Menyadari hal ini, Kurapika berusaha mengendalikan diri. Ditutupnya warna merah yang memukau itu dengan kelopak matanya, lalu membukanya kembali dan menampakkan sepasang mata safir yang tak kalah indahnya.

"Aku akan pergi."

Pernyataan itu bergema di kepala Kuroro, menimbulkan kewaspadaan di dalam dirinya, mengusik perasaan aneh yang baru ia sadari belum lama ini.

Di atap gedung yang terbengkalai itu, mereka berhadapan.

Kuroro dan Kurapika...

Pembunuh dan korbannya, target dan pembalas dendam atas dirinya.

'Ini karma...,' batin Kuroro sambil menatap Kurapika dengan tanpa ekspresi. Angin malam berhembus, mengakibatkan rasa dingin yang masuk hingga ke dalam pori-pori.

"Kau mau mencegahku? Menjadikanku sandera lalu memaksaku bergabung dengan kelompokmu?" seulas senyum mengejek nampak di wajah cantik gadis itu.

Hening.

Kurapika mempererat kepalan tangannya hingga setiap ruas jarinya terlihat memutih. Bingung...kesal...merasa dipermainkan oleh Sang Lucifer, iblis yang menghanguskan masa bahagianya dulu, lalu kini...

Kuroro tak melepaskan tatapannya sedikit pun dari Kurapika. Setiap helaan napas, setiap gerakan kecil tak luput dari matanya. Dia menikmatinya.

'Tawaran yang menggiurkan, tapi aku tak mau kau bersamaku karena terpaksa.'

Pemikiran ini membentuk seulas senyum tipis di wajah tampan Kuroro yang pucat, namun sayangnya disalahartikan oleh sosok gadis yang menyebabkan perubahan di dalam dirinya dan selalu muncul di benaknya.

"Kau benar-benar menganggapku objek leluconmu?! Membawaku pergi, merawat dan memulihkanku dengan memberikan Nen milikmu...," desisnya geram.

Ah...warna merah yang memukau itu mulai muncul di mata Kurapika bagai debu ajaib yang melumpuhkan.

"APA ALASANMU SEBENARNYA?!"

"Kau...adalah alasannya," kali ini Kuroro langsung menjawab.

Satu kalimat saja...namun mengatakan segalanya.

Kehampaan, kepedulian, dan...

Kurapika tiba-tiba tersentak saat kata terakhir merasuki akal sehatnya. Si Gadis Kuruta tak siap dengan hal ini, dia memutuskan untuk melarikan diri dari momen itu.

Kedua kakinya yang ramping melangkah mundur menuju ke tepi atap, lalu tanpa melepaskan pandangannya dari Kuroro, melompat ke atap gedung yang lain...berlari tanpa menoleh sedikit pun.

Sementara mata Sang Danchou terus mengikuti sosok itu hingga hilang dari pandangan.

.

I have no regrets...If it all ends now, I'm set

Will we make a mark this time

Standing on the rooftop, facing at each other

This is all we got now


A/N :

Ini balasan review untuk chapter lalu :

Moku Chan :

Cuma satu kaimat...aku setuju ==

hana-1emptyflower :

Hahaha, anggap aja itu bonus *smirk*

Fic ini mood booster banget, klo lagi buntu dengan satu fic, bikin ini biasanya fresh lagi xD

Natsu Hiru Chan :

Ini hasil dari kata 'genteng' yang secara asal Natsu bilang waktu itu =='

Mudah-mudahan suka ya ;)

October Lynx :

Silence? Hm...nice, I think it will fit perfectly with the plot.

Thank you :)


Review please and you can say another words^^v