Minna-san…

Chibi hadir lagi…

Yey…#bletak

Hehehehe maaf chibi terlalu girang…

Anyway langsung saja cekidot nyok…


Pair : NaruGaa

Warning : OOC, Yaoi, yg ga suka jangan dibaca.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Fic ini punya Chibi

Enjoy this fic…


Chapter 7

Setelah dua jam melakukan pemeriksaan Dokter Tsunade tidak menemukan hasil yang memuaskan.

"Aku sudah mencoba yang terbaik tapi…"

"Tapi apa? Katakan pada kami, Tsunade sensei."

"Dia tidak ingin membuka matanya. Sistem sarafnya menolak untuk bangun kembali. Seakan Gaara tidak ingin bangun lagi."

"Tidak! Adikku masih ingin hidup! Tidak! Ini tidak mungkin!" Temari berteriak histeris sambil beruraian air mata

"Nee-san…" Kankuro merengkuh tubuh kakak perempuannya ke dalam pelukannya, "Gaara pasti hanya ingin tidur lebih lama. Dia pasti bangun." lanjutnya.

Walau Kankuro berkata demikian, semua orang di ruang itu sadar kalau Gaara mungkin sudah tidak ingin hidup kembali.

"Gaara…" Naruto duduk disamping Gaara, "Kau benar-benar marah padaku? Kenapa kau tidak mau bangun? Aku sudah di sini, Gaara. Aku mencintaimu. Bukalah matamu. Maafkan aku yang sudah membohongimu. Aku benar-benar mencintaimu, Gaara. Bangunlah, sayang." Narutopun mengecup bibir dingin Gaara

Semua orang diruangan itu meneteskan air mata, tak terkecuali Naruto. Air matanya tanpa sengaja menetes ke pelupuk mata Gaara, membuat Gaara seolah-olah sedang ikut menangis. Merasa usahanya tidak membuahkan hasi, Naruto hanya tertunduk dengan isakan yang semakin keras terdengar. Hingga…

"Na…ru…" terdengar suara lirih yang hanya bisa didengar Naruto

"Gaara!" sontak semua mata tertuju pada Gaara dan Naruto

"Ka…u…ben…nar…ben…nar…ber…ris…sik…"

"Gaara!" tanpa bai bi bu Naruto langsung memeluk Gaara tanpa mengindahkan semua peralatan medis yang ada di tubuh Gaara sembari terdengar protes kecil dari Gaara

Dokter Tsunade segera memriksa keadaaan Gaara dibantu dengan asistennya, Sakura.

"Bagaimana, Tsunade-sensei?"

"Benar-benar keajaiban. Sistem sarafnya sudah mulai aktif. Namun Gaara akan tetap melakukan kemoterapi selama kurang lebih enam bulan. Selama itu, kesehatannya harus teteap terkontrol. Makanya Gaara baru bisa pulang jika kemoterapi sudah selesai dan kesehatannya pulih."

"Syukurlah, Gaara. Jangan ulangi perbuatanmu lagi. Kau membuat Nee-san takut."

"Maafkan aku." Jawab Gaara dengan suara yang lirih

"Sudahlah, Nee-san. Yang penting Gaara sudah sadar dan kembali pada kita." Ucap Kankuro dengan mengelus rambut Gaara

"Iya, jangan tinggalkan Nee-san lagi."

"Ngomong-ngomong, Gaara. Bagaimana rasanya setelah tidur sebulan penuh?"

"Sakit, Kankuro-nii. Aku merasa berada di ruang hampa udara sendirian, hingga aku mendengar suara berisik Naruto memanggil namaku sambil menangis."

"Aku tidak menangis." Bantah Naruto dengan wajah memerah

"Ya kau menangis, Dobe."

"Tidak, aku…"

"Akui saja, Dobe."

"Aaarrgghhhh! Yang menangis bukan hanya aku saja kan? Kenapa hanya aku yang kena?!"

"Karena kau terlalu mudah dijahili, Dobe."

"Urusai." Merekapun tertawa melihat Naruto yang salah tingkah

Dari sudut ruangan terlihat Neji yang memperhatikan gerak-gerik Gaara. Walau hati Neji tak bisa menerima namun kenyataan berkata lain, Gaara bisa hidup karena Naruto. Karena belahan jiwanya. Karena cinta dari orang yang disayanginya. Dan itu bukanlah Neji melainkan Naruto. Uzumaki Naruto. Nejipun melangkahkan kaki keluar dari ruangan yang membuat hatinya sesak.

Tanpa disadari olehnya ada sepasang onyx yang mengamatinya pergi dengan wajah sendu.


"Kau mau kemana?" celetuk Sasuke

"Entahlah mungkin pergi untuk menyembuhkan hatiku." Jawab Neji sembari memandang bintang di langit

"Begitukah?" Sasuke hanya manggut-manggut, "Keberatan jika ku temani?"

"…!" kaget dengan tawaran Sasuke

"Ja…jangan salah paham. Aku hanya tidak ingin melihat kau menyesal setelah berhasil mempersatukan mereka." Jelas Sasuke dengan wajah tersipu membuat Neji tersenyum simpul

"Hm… aku punya pertanyaan untukmu."

"Apa?"

"Apa janji Naruto kepadamu, hingga dia tidak bisa membantahmu lagi?"

"Oh itu. Dia berjanji padaku untuk menuruti semua kata-kataku, asalkan aku mau berpura-pura menjadi tunangannya. Saat dia kembali ke Konoha, dia mendengar berita pertunanganmu dengan Gaara dan itu membuat hatinya makin terpuruk. Naruto itu sudah kuanggap adik jadi aku tidak mungkin tega membiarkan keadaannya terus seperti itu."

"Begitu."

"Iya."

"Mungkin sebaiknya aku sendiri dulu malam ini. Aku berterima kasih kau sudah mau menawarkan diri untuk menemaniku."

"Tidak masalah. Oh ya, kalau kau butuh teman untuk sekedar mendengar keluh kesahmu kau bisa menghubungiku." Sembari menyerahkan sebuah kartu nama

"Baiklah, terima kasih. Kalau begitu, aku pergi."

"Oke. Hati-hati." Sasukepun segera kembali ke ruangan tempat gaara dirawat.

"Darimana saja kau, Sasuke"

"Mengantar Neji pulang"

"Neji pulang? Kenapa dia tidak pamit?"

"Suasana hatinya sedang buruk karenamu, Dobe."

"Aku?"

"Ya"

"Eh? Kok bisa begitu memangnya apa yang sudah aku lakukan padanya?"

"Kau sudah merebut Gaara darinya."

"…" satu kalimat itu, membuat Uzumaki Naruto terdiam

"Sudahlah, hari ini cukup sampai disini. Biarkan Gaara istirahat."

"Iya."

Hari itu, Naruto pulang dengan hati yang bercampur aduk antara rasa bersalah dengan perasaan sayangnya kepada Gaara. Bukan menuju apartementnya, Naruto justru melaju kencang menuju kantor Neji.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

"Maaf apa Hyuuga Neji ada?"

"Apa Anda sudah membuat janji?"

"Belum."

"Tunggu sebentar saya tanyakan." Namapak sekretaris itu menelpon seseorang, "Maaf menunggu. Tuan Hyuuga sekarang sedang tidak ada di tempat."

"Begitukah? Sekarang ada dimana dia?"

"Beliau berada di rumahnya."

"Bisa minta alamatnya?"

"Tunggu sebentar." Menuliskan sesuatu, "Ini, Tuan."

"Ya, terima kasih."

"Sama-sama."

Narutopun bergegas menuju alamat yang sudah dituliskan sekretaris itu. Sesampainya di rumah Neji…

"Ada perlu apa kau kemari, Naruto?" tanya Neji sembari minum sake

"Aku…Aku ingin minta maaf."

"Untuk apa?"

"Aku sudah menyakiti hatimu. Aku mengambil orang yang kau sayangi. Aku berperilaku kasar kepadamu." Ujar Naruto dengan kepala tertunduk

"Hahahahahahaha…Apa kau benar-benar Uzumaki Naruto?"

"Maksudmu?"

"Ah, tidak. Hanya saja kau benar-benar tidak pantas untuk bersikap seperti ini. Uzumaki Naruto yang ku kenal adalah orang yang tegas dan berpendirian tinggi. Bukan pemuda dengan tampang kusut sepertimu."

"Kau ini!? Aku datang kemari untuk meminta maaf secara tulus. Kenapa kau malah berkata seperti itu?"

"Bohong…"

"Ap…"

"Bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja. Bohong kalau aku bilang bahwa aku merelakannya." Ucap Neji sambil memandang bintang

"…" Naruto terdiam

"Kau tahu. Gaara adalah satu-satunya orang yang begitu peduli padaku. Dia juga satu-satunya yang memandangku sebagai sesama manusia bukan seseorang dengan jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Seumur hidup mungkin hanya dia yang bisa mencintaiku secara tulus dan apa adanya. Jujur, aku masih belum bisa merelakannya, namun aku ingin dia bahagia. Makanya jika sampai kau membuatnya meneteskan air mata, maka itu adalah hari terakhir dimana kau bisa melihat wajahnya." Ancam Neji

"Iya, aku janji. Terima kasih untuk semuanya Neji. Aku juga berharap kau bisa menemukan orang yang mencintaimu dengan tulus."

"Ya, aku juga berharap demikian. Mumpung kau disini, bagaimana kalau kita minum? Yah anggap saja menemaniku melupakan Gaara, bagaimana?"

"Baiklah. Aku akan menemanimu minum hingga puas malam ini."


Enam bulan kemudian

"Gaara…" panggil Naruto

"Ap…hm…" Gaara terdiam saat Naruto mencium bibirnya

"Apa yang kau lakukan bodoh?!"

"Menciummu apa lagi? Memangnya kamu mau yang lebih?"

"Bodoh ini masih di rumah sakit"

"Tapi sebentar lagi kita akan pulang kan? Jadi aku bisa…"

BLETAAK

"Ittai…! Nee-san apa yang kau lakukan?" mengusap kepalanya yang dijitak Temari

"Jangan memperkosa adikku di sini rubah mesum…" kata Temari

"Kau itu, memangnya tidak bisa kau menahan nafsumu sedikit?" tanya Kankuro

"Hehehe habis Gaara manis begini mana bisa tahan? Iya kan Gaa-chan."

DUUUAAAGHHH

"Aww…Ittai! Kenapa kalian suka sekali menganiayaku?" memegang kakinya yang ditendang Gaara

"Karena kau mesum, NARUTO." Sahut Gaara dan Temari bersamaan sedangkan Kankuro hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

Suasana bahagia tampak menyelimuti ruangan itu bersamaan dengan senyum yang terkembang di wajah Gaara. Beberapa bulan kemudian…

"Gaara, ayo kita duduk di taman itu." Ajak Naruto pada Gaara

"Eh, mau apa disana? Anak kecil semua."

"Sudahlah tidak apa-apa. Hanya duduk-duduk saja." Tanpa meminta persetujuan Gaara, Naruto menariknya ke sebuah kursi di taman itu.

"Gaara, sudah hampir 4 bulan aku terus bersamamu. Aku sudah mulai bosan."

"…! Apa maksudmu, Naruto?" terkejut dengan perkataan Naruto

"Kau tahu? Aku sudah menahannya selama ini tapi aku sudah tidak sabar lagi."

"Apa kau sudah tak mencintaiku lagi, Naruto? Atau kau sudah memiliki kekasih lain?" tanya Gaara terisak

"Iya, Gaara. Aku sudah bosan. Aku juga sudah memiliki calon istri. Dia sangat manis, Gaara. Aku tidak tahan untuk segera menikahinya."

"Apa?! Kenapa kau tidak pernah mengatakan ini, Naruto? Kenapa?"

"Maaf, Gaara. Aku hanya tidak mau kau menolaknya."

"Apa kau pikir dengan begini aku akan menerimanya?!"

"Jadi kau tidak mau menerimanya, Gaara?"

"Siapa yang mau menerima kekasihnya menikah dengan orang lain?! Baka Naru!"

"Bahkan jika aku memintamu untuk menjadi Ny. Uzumaki?"

"Ya, aku menol…" menoleh ke arah Naruto yang segera mengeluarkan kotak merah berisi cincin

"Maukah kau menikah denganku, Gaara?" ucap Naruto dengan bersimpuh di depan kaki Gaara

"…" Gaara hanya mampu menangis

"Hei, hei…Jangan menangis, Gaara."

"Baka! Ku pikir kau benar-benar akan menikah dengan orang lain. Kau benar-benar bodoh!" ucap Gaara

"Memangnya aku bilang akan menikah dengan orang lain?"

"Tadi kau bilang kalau kau sudah bosan? Dan kau juga sudah memiliki calon istri yang manis."

"Lho, memang benar kan? Aku sudah bosan dengan hubungan kita sebagai kekasih, aku ingin kita menikah. Aku memang sudah memiliki calon pengantin yang amat manis, itu kau Gaara."

"Pembohong."

"Apa kau masih belum percaya padaku, Gaara? Kau ingin aku mengumumkan pada seluruh dunia kalau aku mencintaimu?"

"Kau tidak seriuskan melakukan itu?" tanya Gaara horor

"Kau mau aku melakukan itu sekarang?"

"Jangan! Aku bisa mati karena malu, Baka Naru."

"Hahahaha, jadi kau bersedia menjadi istriku?"

"Tanpa aku jawabpun, kau sudah mengerti kan?"

"Hehehehe…" memeluk Gaara

"Kau benar-benar orang yang penuh kejutan, Naruto."


Di hari pernikahan…

"Apa aku harus memakai semua ini, Nee-san?"

"Tentu. Kau harus membuatnya tidak bisa berpaling darimu, Gaara."

"Ta…tapi bagaiman jika aku terlihat aneh dan ditertawakan?"

"Kau tidak terlihat aneh, Gaara. Dan jika ada yang menertawakanmu, mereka akan ku bunuh."

"Baiklah."

TOK…TOK…TOK… terdengar ketukan pintu

"Masuk." Melihat sosok Neji muncul dari balik pintu, "Neji, ada apa?" tanya Gaara

"Nee-san tunggu diluar, Gaara." Ucap Temari keluar dari ruang ganti itu

"Kau cantik sekali, Gaara."

"Terima kasih. Ada perlu apa, Neji?"

"Aku hanya ingin melihatmu untuk terakhir kali."

"Maafkan aku, Neji. Aku tidak bermaksud…" mulai menangis

"Hey, jangan menangis. Kau bisa jadi jelek kalau menangis." Mengusap air mata Gaara, "Aku tidak apa-apa. Aku senang kalau kau bahagia." Memeluk Gaara

"Terima kasih, aku benar-benar berterima kasih padamu, Neji."

"Gaara, sudah waktunya." Panggil Kankuro

"Sudah, pergilah. Naruto sudah menunggu." Suruh Neji

Saat keluar dari kamar ganti, Kankuro terkejut dengan penampilan Gaara

"Gaara, kau…"

"Jangan banyak komentar. Cepat antar Gaara." Putus Temari

"Iya, iya."

Sesampainya di altar pernikahan, semua terkejut dengan penampilan Gaara yang begitu mempesona. Bagaimana tidak? Gaara memakai gaun pengantin berwarna merah marun dengan hiasan mawar putih pada setiap pinggirnya. Dengan tudung putih tipis berhiaskan mawar merah diatas kepalanya juga tak lupa make up yang natural sehingga membuat Gaara seolah disulap menjadi sosok bidadari dari surga. Penampilan Gaara membuat beberapa tamu undangan bersiap untuk merubah jalurnya dari straight menjadi gay jika pasangannya adalah Gaara. Hal itu membuat Naruto menjadi tidak nyaman.

"Kalau kau seperti itu, banyak rubah yang akan melahapmu."

"Aku memang sudah dilahap rubah."

"Apa?! Siapa yang berani melahapmu?!"

"Kau"

"Ah…" semua tertawa dengan tingkah laku Naruto dan Gaara

"Baiklah kita mulai saja acaranya…" setelah menyampaikan beberapa kalimat pembuka, "Apakah kau, Uzumaki Naruto, bersedia menerima Sabaku Gaara sebagai pasanganmu selama hidupmu baik dalam suka maupun duka?"

"Ya, saya bersedia."

"Dan kau, Sabaku Gaara, bersedia menerima Uzumaki Naruto sebagai pasanganmu selama hidupmu baik dalam suka maupun duka?"

"Iya, saya bersedia."

"Dengan ini saya nyatakan kalian resmi sebagai pasangan suami istri. Kalian dipersilahkan untuk mencium pasangannya."

"Gaara, terima kasih sudah mau menunggu dan menjaga hatimu selama ini."

"Kau juga, Naruto." Naruto mencium Gaara selesai Gaara mengucap kalimat itu, namun…

"Mmmm…Na…ru…mmnnn…aahhh…cu…kup…" ujar Gaara terengah

"Wah, maaf aku kelewatan. Habis kau menggoda sekali, Gaara."

"Dasar rubah mesum." Kata Gaara mengusap bibirnya

Adegan ciuman itu membuat penonton bersorak, menjerit histeris bahkan ada yang mengabadikannya. Hal itu membuat Gaara maupun Naruto tertawa. Beberapa jam kemudian…

"Gaara aku ingin…" membuang baju Gaara sembarangan

"Naruto apa yang kau lakukan." menutupi tubuhnya dengan selimut

"Aku sudah menahannya selama tiga tahun, Gaara. Aku mohon jangan hentikan aku."

"Kau bohong. Pasti banyak gadis yang sudah menjadi mangsamu selama ini."

"Tidak Gaara. Aku sama sekali belum pernah memiliki mangsa. Dan sekarang aku telah menemukannya." Mengecup dahi Gaara

"Kalau terjadi apa-apa denganku, kau harus bertanggung jawab." Kata Gaara

"Hahahahaha. Tentu, Gaara-koi. Memangnya apa yang bisa terjadi padamu? Apa kau ingin aku hamili?"

"Naruto!" kata Gaara merajuk

"Iya, iya. Aku pasti akan bertanggung jawab."

"Perlakukan aku dengan lembut Naruto."

"Tentu, koibito…" mengecup puncak kepala Gaara

Malam itu, menjadi momen terindah bagi mereka (mungkin hanya Naruto, karena Gaara kesakitan #author di shuriken) dan merekapun hidup bahagia selamanya.

OWARI


Horey akhirnya chibi bisa menyelesaikan fic ini juga…

Enaknya dilanjut lagi gak ya?

Chibi sudah punya lanjutan cerita tentang masa-masa bulan madu Naruto dengan Gaara…

Tapi tergantung permintaan juga sih, mau dikasih lanjutannya apa nggak…

Jadi minna-san, mohon direview…