"Aku ingin bermain Truth or Dare,"
Suara Sehun membuat member lain menghela nafas lega. Mereka kira Sehun akan melakukan hal-hal aneh seperti pesta mesum. Sehun membuka satu tutup botol soju dan meletakkannya diatas meja teh yang sudah bersih. Tanpa perlu diberitahu, semuanya sudah duduk melingkar disana.
"Tapi dengan soju."
xxXxx
Cake?
EXO Member. Gender bender, OOC, and Typo. Romance, Supernatural, Humor.
©Kim Jongmi
xxXxx
Chapter Seven
-Kisses-
"YEHEETTT! OHORAATTT~"
Sehun melompat senang dan mengambil seluruh botol soju yang dibawakan Kyungsoo tadi. Lelaki itu lalu melirik ke wajah seluruh member yang tampak bingung. Sehun tiba-tiba berhenti tersenyum dan terlihat berpikir. Tidak lama, ia menyeringai.
"Aku ingin bermain Truth or Dare,"
Suara Sehun membuat member lain menghela nafas lega. Mereka kira Sehun akan melakukan hal-hal aneh seperti pesta mesum. Sehun membuka satu tutup botol soju dan meletakkannya diatas meja teh yang sudah bersih. Tanpa perlu diberitahu, semuanya sudah duduk melingkar disana.
"Tapi dengan soju." Lanjut Sehun.
Yixing terkekeh. "Aku sudah bisa menebaknya."
Sehun melirik Yixing sambil tersenyum. "Jadi, jika salah satu tertunjuk untuk Truth, orang itu harus meminum satu gelas soju. Harus one shoot. Dan jika salah satu tertunjuk untuk Dare, orang itu harus meminum dua gelas soju. Two shoot langsung."
"Kau benar-benar ingin mabuk ya?"
Sehun tertawa mendengar pertanyaan Jongdae. "Kapan lagi kita berpesta begini?"
"Tapi bagi yang tidak bisa menahan alkohol bagaimana?" Tanya Baekhyun. Sebagai orang yang kurang bisa minum alkohol sepertinya langsung berpikiran yang tidak-tidak. "Tidak ada keringanan?"
"Seperti hukum saja," Jawab Sehun santai. "Semua orang sama dimata peraturan. Mau itu gadis, lelaki, tidak bisa minum, atau bisa minum. Semua sama saja."
Semua orang menatap Joonmyeon dan Yifan yang kebetulan duduk bersebelahan diujung meja teh itu. Meminta persetujuan dari kedua leader yang bertanggung jawab atas mereka. Joonmyeon hanya bisa mengangkat bahunya.
"Aku sih tidak masalah selama kalian aman dan tidak melakukan yang aneh-aneh," Ujar Joonmyeon. "Selama kalian tidak akan membakar habis villa ini sih tidak masalah."
Yifan menghela nafasnya. "Terserah."
"YAY!"
Sementara yang lain masih sibuk mengatur tempat duduk, Sehun mengajak Jongin untuk membantunya mengambil gelas-gelas kecil. Sehun dan Jongin kembali dengan empat gelas kecil. Semua duduk dengan tenang dimulai dari Yifan diujung meja, lalu Tao, Minseok, Jongdae, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Jongin, Sehun, Luhan, Yixing, lalu Joonmyeon.
Sehun meletakkan satu botol air mineral kosong yang mudah diputar lalu duduk kembali. "Siapa yang memutar botolnya?"
"Dari yang paling muda!" Saran Jongdae.
Sehun terkekeh. "Yehet!"
Baekhyun melirik Sehun kesal. "Bisakah kau tidak mengucapkan kata-kata aneh seperti itu, Sehun? Semua kata-kata aneh pasti munculnya dari mulutmu."
"Ohorat."
Chanyeol menahan Baekhyun yang ingin melemparkan high heels hitam yang ia taruh dibelakang tubuhnya. Laki-laki bermata bundar itu mengelus-elus punggung Baekhyun, berusaha menenangkan Baekhyun. Semua mata disana memperhatikan tutup botol yang belum berhenti berputar.
"Truth ya."
Botol itu berhenti tidak lama kemudian dan tutup botolnya mengarah kepada Kyungsoo. Jongin langsung menuangkan soju kedalam satu gelas kecil. Buru-buru Jongin memberikan gelas itu pada Kyungsoo. Gadis mirip Pororo itu hanya bisa menghela nafasnya sebelum meminumnya dalam satu tegak.
"WAH! Kyungsoo seksi sekali ketika meminum soju dalam satu tegak begitu!" Puji Jongin.
Kyungsoo menaruh gelas itu dimeja dan . "Ukh.. truth," Ujarnya pelan. "Siapa yang mau bertanya?"
"Yang bertanya dan memberi tantangan harus meminum satu tegak juga!" Ujar Sehun tiba-tiba ketika Jongin ingin membuka mulutnya.
"Ya! Masa begitu!" Protes Jongin.
"Sudah ikuti saja," Kata Minseok sambil tertawa. "Lagipula tidak seru jika yang tertunjuk saja yang disuruh minum."
"Ya sudah, tidak jadi."
Kyungsoo melirik Jongin yang melipat tangannya, ngambek. Sehun melirik member lain yang sepertinya masih berpikir ingin bertanya apa pada Kyungsoo. Sehun menuang soju kedalam gelas kecil dan memberikannya pada Jongin.
"Sudah minum saja lalu tanya sesuatu pada Kyungsoo noona."
Jongin cemberut, namun ia tetap meminum soju dalam gelas itu dengan sekali tegakan. Sehun tahu Jongin tidak mau minum karena ia memang kurang bisa minum. Jongin menaruh gelasnya kencang diatas meja kaca.
"Kyungsoo-ya, apa kau masih mau bersikap dingin padaku setelah ini?" Tanya Jongin penasaran.
Gadis itu menunduk karena malu. Tidak lama ia menggeleng dan tersenyum tipis pada Jongin. "Tidak, aku tidak akan bersikap dingin lagi padamu."
"CIYEEE JONGIN!"
Jongin mengabaikan suara berisik Chanyeol dengan memeluk Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa terkekeh. Dia masih malu jika harus membalas pelukan Jongin. Karena Jongin terlalu senang, lelaki itu terlalu lama memeluk Kyungsoo. Sampai-sampai Sehun harus menariknya dan menyuruhnya untuk memutar botolnya.
"Huah.. dare ini ya?" Tanya Luhan khawatir.
Yang lain sudah takut kalau-kalau tutup botol itu berhenti pada diri mereka sendiri. Semakin pelan botol itu berputar, semakin kencang pula suara-suara yang keluar dari mulut mereka. Terlebih Chanyeol dan Baekhyun yang tidak bisa diam.
Dan.. botol itu berhenti.
"HUAHAHA YIFAN HYUNG KENA!"
Yifan hanya bisa mendesah dan membiarkan Tao menuangkan soju ke dua gelas kecil. Tao langsung menaruhnya didepan Yifan. Lelaki yang statusnya paling tua disana itu buru-buru meminum soju itu. Untung Yifan termasuk jago seperti Jongdae dan Chanyeol.
"Yang mau memberi tantangan silakan minum satu gelas~"
Tao menaruh satu gelas berisi soju ditengah-tengah meja. Jongdae dan Chanyeol bertatapan dengan wajah aneh. Seolah bisa bertukar pikiran tanpa bicara, Chanyeol menganggukkan kepalanya dan mengambil gelas soju itu. Chanyeol meminumnya dan tersenyum pada Yifan.
Yifan menelan air liurnya gugup.
"Praktekkan hot kiss yang selama ini hyung lakukan dengan Tao dikamar. Hot kiss, kalau kurang hot hyung harus mengulangnya sampai aku bilang cukup." Suruh Chanyeol.
"WOAAHHH!"
Seluruh lelaki disana melakukan high five dengan Chanyeol kecuali Yifan sendiri. Tao sudah menunduk karena malu. Sedangkan gadis-gadis disana hanya bisa memandang pasangan itu dengan penasaran. Yifan menatap Sehun ragu.
"Kalau aku menolak?"
Sehun mengangkat bahunya. "Kau bisa menukar tantanganmu pada yang memberikan tantangan."
Lelaki tertua disana menatap Chanyeol. "Tantangan lainnya?"
"Dance cover Sunmi yang berjudul 24 Hours sambil telanjang dan kami semua akan merekamnya atau hot kiss dengan Tao namun tidak ada kamera. Pilih mana?"
Jongin tertawa. "Ayo Park Chanyeol swag!"
Lagi-lagi, lelaki-lelaki disana kembali ber-high five dengan Chanyeol. Yifan hanya bisa menghela nafasnya dan melirik Tao. Tao juga mengintip dari balik poninya kearah Yifan. Tidak ada cara lain, pikir Yifan. Tidak mungkin ia membiarkan dirinya telanjang, bisa-bisa videonya tersebar.
Secara sengaja atau tidak sengaja, sama saja.
Tangan besar Yifan mengangkat dagu Tao dan membawanya mendekat. Yifan menyerang bibir Tao dan melumatnya penuh gairah. Lidah Yifan tanpa sadar sudah berada didalam mulut Tao dan mengerayangi mulut sang gadis. Tao bisa merasakan soju dari Yifan. Puas dengan lidah, Yifan mengulum bibir atas Tao.
Semua member disana terdiam, tidak ada yang berani bicara atau bersuara sedikitpun. Tangan kurus Tao beralih ke rahang Yifan, meminta Yifan untuk memperdalam aksinya. Yifan kembali memasukan lidahnya kedalam mulut Tao, bermain-main didalamnya. Tidak lama, Yifan menarik bibir bawah Tao sebelum memutus kontaknya.
"Sudah." Gumam Yifan pelan.
Tao tanpa sadar menutup bibirnya yang memerah dengan punggung tangannya. Yixing hanya bisa berkedip beberapa kali sebelum akhirnya menatap kekasihnya yang masih memandangi Yifan. Yifan menatap Chanyeol, lelaki itu mengangguk.
"Pass!"
Baekhyun memukul paha Chanyeol. "Harusnya jangan di-pass! Aku ingin lihat lagi, tahu!"
Yang dipukul hanya bisa tersenyum miring. "Daripada hanya melihat, lebih baik nanti kau lanjutkan denganku."
Baekhyun memukul Chanyeol lebih kencang lagi.
"Truth sekarang. Tao, silakan diputar botolnya."
Tao yang masih malu langsung memutar botol kosong itu tanpa banyak bicara. Yang lain memandang tutup botol itu dengan wajah cemas. Hanya ada beberapa yang tidak begitu tertarik dengan permainan ini seperti Minseok dan Kyungsoo.
Tutup botol itu menunjuk Baekhyun.
"YAHAAA BYUN BAEK~"
Chanyeol menyuruh Sehun untuk menuangkannya soju ke dua gelas kecil. Sehun memberikannya pada Chanyeol. Lelaki itu menyuruh Baekhyun untuk bersulang bersamanya karena Chanyeol yang akan bertanya padanya.
"Nah! Jadi.. Byun Baek," Mulai Chanyeol setelah meminum sojunya. "Cintaku padamu seperti diare. Aku tidak bisa menahannya lagi. Apa kau mau menjadi pacarku?"
Hening.
Masih hening.
Sangat hening.
"What the actual fuck, Park Chanyeol?"
Chanyeol melirik Jongin yang menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lagi. Lelaki bermata bundar itu melempar sebuah kaus kaki kearah Jongin lalu menatap Baekhyun lagi. Gadis itu tidak menunjukan reaksi apa-apa. Tidak lama, dia menatap Chanyeol serius.
"Bisakah.. aku mengganti pertanyaannya?"
"KENAPAAA?!"
"Karena kau idiot, Chanyeol. Mana ada yang gadis yang cintanya mau disamakan dengan diare? Jika kau mencari pick-up lines, tolong cari yang lebih romantis sedikit. Aku tahu kau romantis, tetapi tidak dengan kata-kata yang ini," Jelas Baekhyun lelah. "Atau paling tidak. Hilangkan pick-up line-nya dan tanya saja apa aku ingin menjadi pacarmu atau tidak. Dasar bodoh."
Chanyeol melirik member-member yang lain. Mereka hanya bisa menghela nafas. Gadis-gadis disana sedikit bersyukur karena memiliki pasangan yang tidak memalukan seperti Chanyeol. Ingin rasanya Baekhyun mengambil satu botol soju dan menghancurkannya dikepala Chanyeol.
Hanya jika hal itu bisa membuat Chanyeol tidak idiot lagi.
"Ya sudah. Kalau begitu.. kau mau menjadi pacarku? Ini harus jujur ya. Tapi kalau jawabanmu tidak sesuai dengan apa yang kumau, kau boleh berbohong." Gumam Chanyeol setengah hati.
Baekhyun tersenyum. "Aku mau, Chanyeol."
Chanyeol mendongak. "Ini jujur atau bohong?"
"Truth."
"YAAYYY!"
Chanyeol memeluk Baekhyun dan Baekhyun hanya bisa geleng-geleng dipelukan Chanyeol. Akhirnya, Chanyeol sudah tidak sendiri lagi setelah sekian lama mengejar cinta Baekhyun. Semoga saja Baekhyun sudah tidak meragukan Chanyeol lagi.
"Curang.. Chanyeol hyung duluan." Gumam Sehun pelan.
Luhan yang duduk disampingnya hanya bisa tersenyum. Gadis itu mengelus-elus punggung Sehun. Sehun yang merasakan tangan Luhan-pun melirik gadis itu, tersenyum tipis padanya. Kali ini giliran Kyungsoo yang memutar botol kosong itu. Tutup botol tertuju pada Minseok.
"Eh? Ini dare?" Tanya Minseok bingung.
Kyungsoo mengangguk selagi menyiapkan tiga gelas berisi soju. Minseok meminum soju dikedua gelas itu dengan cepat. Masih tersisa dua gelas kecil lagi ditengah meja. Jongdae pelan-pelan mengambil satu yang tersisa.
Jongdae meminumnya lalu melirik Minseok. "Aku punya tantangan. Tapi yang lain tidak usah tahu."
"YAAA! CURAANGG!"
Minseok hanya bisa tertawa, gadis itu tidak ambil pusing dengan hal ini. Minseok membiarkan Jongdae mendekatinya dan membisikinya sesuatu. Jongdae tersenyum kecil.
"Noona harus bersikap seolah noona adalah pacarku selama tiga hari kedepan. Itu sih.. kalau noona mau."
Jongdae menjauhkan dirinya dari Minseok. Gadis mirip Sohee itu melirik Jongdae dengan wajahnya yang tidak bisa ditebak. Minseok mengangguk kecil dan mengangkat salah satu ibu jarinya. Jongdae juga melakukan hal yang sama.
"Ah curang. Masa kita tidak boleh tahu," Tao merajuk. "Jangan-jangan Jongdae ge menyuruh yang tidak-tidak ya?"
"Jangan mesum." Kata Jongdae singkat.
"Ih! Maksudku 'kan bukan itu–"
"Ih! Sekarang Tao sudah tidak polos ya? Tao sekarang berpikiran yang aneh-aneh ih! Sekarang Tao sudah tidak polos! Kalau begitu semua member sudah tidak ada yang polos!" Ujar Baekhyun heboh.
Tao cemberut. "Tao masih polos kok!"
"Tao mesum ih." Sahut Chanyeol.
"Tidaakkk!" Tao hampir menangis.
Sehun terekekh. "Tao mesum. Semua gara-gara acara malam hari bersama Yifan hyung 'kan? Tao sekarang sudah tidak polos hiii~"
"HUWEEE~ YIFAN GE~"
Yifan facepalm.
Permainan masih berlanjut sampai mereka kehabisan bahan. Sekarang sudah hampir jam sebelas malam. Beberapa diantara mereka sudah ada yang kesadarannya hampir habis.
"Ayo lanjut.."
Botol-botol soju sudah bergeletak asal disekitar mereka duduk. Banyak juga soju yang tumpah karena yang menuang juga mabuk. Sekarang mereka hanya bermain Dare tanpa Truth. Jadilah mereka seperti ini. Mereka bahkan tidak ingat siapa yang harusnya memutar botolnya.
Tao sudah memejamkan matanya dan menggunakan paha Yifan sebagai bantalnya. Minseok dan Jongdae masih kuat karena sudah terbiasa. Chanyeol masih duduk sambil tertawa-tawa sedangkan Baekhyun sudah tidak sadar didekapan Chanyeol.
Kyungsoo menaruh kepalanya dibahu Jongin, sedangkan Jongin menaruh dagunya diatas kepala Kyungsoo. Keduanya hampir knock out. Sehun merangkul pinggang Luhan dan menaruh dagunya dibahu Luhan, Luhan masih tertawa bersama Chanyeol.
Yixing seperti biasanya. Jika dihari biasa Yixing bicara seperti orang mabuk, sekarang Yixing bicara lebih ngelantur dari biasanya. Membuat Joonmyeon gemas dan tidak berhenti membuat Yixing bicara. Lelaki itu suka mendengar Yixing bicara.
"Yixing noona," Yixing yang ditunjuk oleh tutup botol itu hanya mengerang. Gadis berlesung pipi itu bersandar pada Joonmyeon. "Siapa yang mau memberi tantangan?"
Luhan dengan suka rela memberikan Yixing dua gelas soju digelas kecil. Yixing menegaknya pelan-pelan seperti apa yang Joonmyeon suruh. Takut-takut Yixing tiba-tiba tersedak jika harus minum full shoot. Jongdae mengambil satu gelas soju dan menegaknya, menandakan ia akan memberikan Yixing tantangan.
"Jadi.. Yixing noona," Yixing menatap Jongdae sayu. "Disini ada pisang. Tantangannya, coba makan pisang itu seintim mungkin."
"YAHA~"
Jongdae, Chanyeol, dan Jongin tertawa mesum. Sepertinya Chanyeol akan memasukkan Jongdae menjadi anggota baru di Pervert Line bersama Jongin. Yixing menerima satu buah pisang besar dari Minseok. Gadis itu memandang pisang dan Joonmyeon bergantian.
Joonmyeon menelan air liurnya gugup.
Gadis berlesung pipi itu membuka kulit pisangnya dengan gigi-giginya sambil menatap Joonmyeon seduktif. Setelah terbuka, Yixing menjilati daging pisang dari bawah ke atas secara berulang-ulang. Beberapa kali ia menghisap ujung pisang tersebut. Kelakuan Yixing membuat semua lelaki disana bergidik kegelian.
Hup.
Yixing memasukan setengah pisang itu kedalam mulutnya. Gadis itu mengedipkan matanya pada Joonmyeon dan menggigit pisang itu pelan-pelan. Entah kenapa yang ngilu saat ini adalah kejantanan Joonmyeon. Seolah Joonmyeon bisa merasakan sensasi dari pisang tersebut.
"YEHET YIXING NOONA! JJANG!"
Yixing hanya terkekeh geli segali menghabiskan pisang yang ia pegang. Joonmyeon masih merinding, ia menyambar bantal kecil untuk menutupi pangkal pahanya. Bisa-bisa ia diejek oleh member-member disana jika ketahuan segitu saja sudah bangkit.
"Sehun," Chanyeol menuang soju ke dua gelas kecil dan memberikannya pada Sehun. "Siapa yang mau memberikan Sehun tantangan?"
"Aku.. aku.." Sahut Yixing cepat.
Chanyeol menuang soju disalah satu gelas. "Ini untuk Yixing noona."
Sebelum Yixing memberikan tantangan, Sehun langsung meminum dua gelas sojunya. Yixing mengambil satu gelas dan meminumnya perlahan. Gadis bermata sayu itu memandang Sehun yang menunggu tantangan dari Yixing. Yixing tersenyum makin lebar.
"Buat hickey dileher Luhan."
Sehun melirik Luhan yang wajahnya memang sudah memerah sejak kebanyakan minum soju. Sehun mendekati ceruk leher Luhan dan memulai ritualnya. Sehun dengan jelas bisa mencium perfume yang digunakan Luhan, begitu manis.
Pertama-tama lelaki itu mengecup leher Luhan. Sehun mengeluarkan lidahnya dan membentuk pola melingkar disana. Luhan mengerang kecil. Mendengarnya, Sehun langsung menghisap bagian yang ia basahi dengan kencang.
"Se-Sehun-ah.." Desah Luhan pelan.
Sehun melepasnya setelah menggigiti bagian yang ia hisap. Kulit putih Luhan begitu kontras dengan warna kemerahan yang Sehun buat disana. Luhan melirik Minseok yang mengerling padanya. Luhan hanya menunduk malu.
"Sepertinya aku harus melanjutkan apa yang harus kulanjutkan," Sehun berdiri dan membantu Luhan berdiri. "I'm out."
Sehun menarik Luhan ke lantai dua dan menghilanglah mereka dibarengi dengan suara pintu kamar yang tertutup. Minseok beruntung karena ia masih bisa tidur dikamarnya yang rapi. Jongdae memutar botol air mineral itu dan tutup botolnya menunjuk kearah Kyungsoo.
"Ah.. dua gelas lagi?" Tanya Kyungsoo lemah.
Chanyeol menyerahkan dua gelas kecil berisi soju pada Kyungsoo. "Peraturan tetap peraturan, Kyung. Ayo minum."
Gadis berambut hitam itu menghela nafasnya dan meminum sojunya perlahan-lahan. Jongin mengusap-usap punggung Kyungsoo. Yifan dan Chanyeol tampak seperti bicara berdua tentang apa yang ingin mereka suruh pada Kyungsoo, keduanya tertawa diakhir percakapan.
"Kyungsoo-ya," Panggil Chanyeol setelah meneguk satu gelas soju, Kyungsoo meliriknya lelah. "Kutantang kau untuk tidur bersama Jongin dikamarmu malam ini. Hanya tidur, bukan melakukannya."
Joonmyeon melirik Chanyeol. "Tapi belum tentu tidak akan melakukannya 'kan?"
Lelaki yang memberi tantangan mengangguk sambil memasukan keripik Pringles kedalam mulutnya. "Itu sih tergantung Jongin-nya saja."
"Hanya tidur kan? Ya sudah," Kyungsoo berdiri pelan-pelan, takut jatuh. Jongin ikut berdiri dengan senyuman penuh makna pada Chanyeol. "Jongin juga tidak akan melakukan apa-apa padaku."
"Ya, ya. Lihat saja nanti pagi kau masih memakai pakaian lengkap atau tidak." Tutur Jongdae.
Kyungsoo mendengus dan berjalan pelan menuju tangga. Jongin merangkulnya agar gadis itu tidak terjatuh ketika melangkah naik. Chanyeol bisa melihat mereka memasuki kamar Kyungsoo-Baekhyun. Terdengar jelas suara kunci pintu yang diputar.
Yixing tertawa dan bertepuk tangan. "Semuanya sudah punya pasangan! Oppa, semuanya sudah punya pasangan loh."
"Iya, Yixing-ie," Joonmyeon melihat Yixing menegak satu gelas soju dan akhirnya tertidur dipelukan Joonmyeon. Member yang masih berada disana hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan Yixing. "Kurasa.. aku duluan."
Yifan mengangguk. "Oke."
Giliran Joonmyeon yang menggendong Yixing ke kamarnya yang masih tertutup kain putih. Disana tinggal Chanyeol, Yifan, Jongdae, dan Minseok yang masih sadar. Keempat member itu menghentikan permainan dan memilih untuk memakan snack dibanding harus melakukan yang aneh-aneh.
"Sudah hampir jam dua belas," Kata Yifan akhirnya. "Sebaiknya kita masuk kamar. Lagipula kasian Zitao dan Baekhyun, pasti tidak nyaman tidur disini."
Chanyeol mengeratkan dekapannya pada Baekhyun. "Hm, mereka kedinginan nanti."
Lelaki berambut pirang itu melirik Jongdae selagi mencoba memindahkan Tao ke gendongannya. "Jadi.. kalian berdua sudah berpacaran?"
Jongdae baru ingin menjawabnya, namun Minseok mengaitkan lengannya dilengan Jongdae. Gadis itu menaruh dagunya dibahu Jongdae sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Jongdae akhirnya hanya bisa tersenyum dan mengangguk seperti Minseok.
Yifan mengangguk-angguk. "Kalau begitu bagus lah. Jangan lupa pakai pengaman."
"Um.. hyung?" Jongdae menaikan sebelah alisnya.
"Aku hanya memberitahu."
Seprai ranjang Sehun sudah berantakan. Beberapa bantal juga terjatuh dan tidak berada ditempatnya saat ini. Tidak ada suara apapun selain suara nafas terengah-engah yang menggema diruangan gelap itu. Sehun merebahkan dirinya menghadap langit-langit ruangan, sedangkan Luhan berada diatasnya. Menghimpit tubuh bagian depannya yang polos pada tubuh Sehun.
Sehun menarik selimut putih, menutupi bagian bawah tubuh Luhan yang tidak memakai apa-apa lagi. Punggung mulusnya bisa terlihat jelas oleh Sehun. Gadis itu menaruh kepalanya didada Sehun, mendengarkan suara merdu detak jantung Sehun yang konstan.
"Aku mencintaimu."
Luhan tersenyum mendengarnya langsung dari rongga dada Sehun. Sehun mengangkat tubuhnya sehingga menjadi posisi duduk, Luhan duduk diatas paha lelaki itu. Luhan membiarkan Sehun menciumi bibir kecilnya yang sudah membengkak.
"Aku sayang Luhan-ie."
Gadis itu tersenyum dan mengecup bibir Sehun. Tangannya mengalungi leher Sehun manja. "Aku juga sayang Sehun-ie. Jangan menjauhiku lagi, ya? Aku takut kalau Sehun menjauhiku lagi."
Sehun mengangguk. "Kemarin aku menjauhimu karena aku tidak terbiasa dengan perubahanmu. Dulu Luhan-ie sudah cantik dan sekarang tambah cantik. Aku jadi takut."
"Jadi.. Sehun-ie takut pada gadis cantik?" Luhan memiringkan kepalanya, bingung.
"Tidak juga sih, aku suka 'kok gadis cantik. Tapi kemarin-kemarin Luhan bersikap aneh," Sehun mengerucutkan bibirnya. "Makanya jangan menakutiku begitu."
"Hm, iya. Aku tidak begitu lagi 'kok."
Sehun tersenyum dan kembali mengajak Luhan untuk beradu lidah. Tangan Sehun melingkar kebelakang punggung Luhan, menarik gadis itu mendekat lagi padanya. Sehun menurunkan bibirnya, beralih ke rahang Luhan dan turun ke leher Luhan yang sudah penuh dengan hickey dari Sehun.
"Hhh.. Sehun.." Desah Luhan.
Sehun tersenyum. "Aku mencintaimu."
"Aku juga, Sehun-ie."
Jongin menyelimuti Kyungsoo yang tertidur diranjangnya. Gadis itu sudah benar-benar knock out saat ini. Tangan Jongin mengulur untuk membenarkan poni tebal Kyungsoo dan rambutnya yang mengganggu tidurnya. Jongin duduk dilantai dan menaruh dagunya dipinggir ranjang.
Jongin bisa melihat plushie burung hantu darinya yang berada diranjang Kyungsoo, ia tersenyum. Tubuh Kyungsoo berubah posisi menjadi mengarah Jongin. Wajah Kyungsoo tepat didepan wajah Jongin yang memandanginya. Jongin tersenyum kecil ketika bibir tebal Kyungsoo berkedut kecil didalam tidurnya.
Ingin sekali Jongin mengecup bibir Kyungsoo.
"Mungkin satu kali tidak membuatnya terbangun?"
Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo. Nafas Kyungsoo sudah teratur, ia bisa merasakan sendiri. Jongin kembali menjauhkan wajahnya yang memanas. Ia malu dan takut jika Kyungsoo terbangun. Lelaki kelahiran tahun 1994 itu tertawa geli dilantai kamar karena membayangkannya.
"Tapi kalau Kyung-ie terbangun bagaimana ya?"
Jongin kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo. Ketika bibir Jongin berada dibibir Kyungsoo, lelaki itu langsung menjauhkannya. Menatap Kyungsoo yang masih tertidur dan tidak merasa terganggu. Jongin kembali berguling-guling dilantai saking senangnya.
Fanboying.
"Dua kali tidak membuatnya bangun juga sepertinya, ya?" Tanya Jongin pada diri sendiri.
Lagi, Jongin mengecup bibir Kyungsoo pelan-pelan. Hanya menempelkannya, tidak bermain dengannya. Jongin kembali berguling-guling senang dilantai setelah mencuri ciuman untuk yang kedua kalinya. Kyungsoo masih belum bergerak.
"Mungkin yang ketiga kali juga tidak masalah.."
Kali ini Jongin terlalu mendorong wajahnya dan bibirnya telah basah karena ia basahi sebelumnya. Kyungsoo membuka matanya, namun ia tidak memberontak. Jongin menjauhkan bibirnya setelah mencium Kyungsoo untuk yang ketiga kalinya.
Jongin tidak sempat berguling dilantai karena melihat Kyungsoo yang membuka matanya.
"Kyungsoo noona?"
Gadis itu menatap Jongin sayu. "Kau tidak tidur?"
Jongin menggeleng, salah tingkah. "Belum mengantuk. Tidur saja, sebentar lagi aku juga tidur kok. Semoga Baekhyun noona tidak memarahiku jika ranjangnya berantakan. Um.. Kyungsoo noona belum tidur daritadi?"
Kyungsoo tersenyum tipis dan menggeleng. "Apa kau tahu kalau kau bisa disangka penguntit jika memperhatikan orang ketika tidur?"
"Setidaknya.. aku memperhatikan Kyungsoo noona yang pura-pura tidur bukan memperhatikan Kyungsoo noona yang sedang tidur," Jawab Jongin santai. "Jadi, noona belum tidur dan diam saja ketika aku cium?"
"Ha-habisnya.. Jongin lucu sih." Kyungsoo terlihat salah tingkah.
"Lucu?"
"Iya. Daritadi Jongin bicara sendiri. Berargumen sendiri sebelum menciumku," Jelas Kyungsoo sambil menarik selimut semakin tinggi, menutupi wajahnya. "Makanya.. aku diam saja."
Jongin menaruh dagunya dipinggir ranjang. "Jadi, noona tidak marah?"
Gadis itu menggeleng. "Tidak."
"Kalau aku bilang ingin tidur sampai pagi dengan cara memeluk noona agar noona tidak kedinginan, apa noona marah?" Tanya Jongin lagi.
"Um.. sepertinya aku tidak akan marah."
Jongin tersenyum lebar dan berdiri cepat. Pelan-pelan ia duduk diranjang Kyungsoo dan Kyungsoo bergeser. Jongin menarik selimut untuk menutupi kakinya dan mulai merebahkan dirinya disamping Kyungsoo. Jongin pernah sedekat ini dengan Kyungsoo, namun itu sudah lama sekali.
Lelaki yang lebih muda itu melirik Kyungsoo malu-malu. "Jadi.. selamat tidur?"
"Selamat tidur, Jongin."
Kyungsoo memunggungi Jongin dan menarik plushie burung hantu pemberian Jongin. Gadis berambut hitam itu memeluk plushie pemberian Jongin erat sembari menyembunyikan wajahnya yang tidak mau berhenti tersenyum. Jongin dilain sisi juga sedang menahan rasa senangnya.
"Hum," Kyungsoo berdeham. Wajahnya semakin memerah. "Katanya.. Jongin mau memelukku agar aku tidak kedinginan?"
"Siap, Princess!"
Kyungsoo bisa merasakan tangan Jongin yang berada didepan perut ratanya. Gadis itu hanya bisa terkekeh kecil bersama Jongin. Keheningan menelan keduanya. Menarik kedua jiwa itu masuk kedalam alam mimpi.
Setelah membantu Chanyeol yang menutup pintu karena menggendong Baekhyun, Jongdae memasuki kamar Minseok-Luhan. Gadis itu sudah mengganti bajunya dengan piyama kebesaran. Bahu Minseok terlihat dan sebuah garis hitam menarik perhatian Jongdae. Jongdae yakin itu adalah tali bra.
Jongdae yakin.
Minseok berjalan santai menuju ranjang disebelah pintu kaca besar. Jongdae ingat kemarin malam ia masih belum bisa mengatakan aku mencintaimu pada Minseok. Ingin sekali Jongdae mengucapkannya, namun setiap ingin mengatakannya. Tenggorokannya terasa tersumbat dan suaranya tidak bisa keluar.
"Apa tidak masalah kalau aku tidur disini? Aku bisa kok tidur disofa daripada membuat noona risih." Jongdae memandang Minseok yang masih duduk sambil memegang ponsel.
Minseok mendongak. Mata dengan single eyelid itu makin menyipit karena ia tersenyum. "Tidak apa-apa. Lagipula orang-orang tahunya kita sudah berpacaran."
"Uh, kalau Minseok noona menolak tantanganku yang tadi tidak apa-apa kok," Jongdae merasa tidak enak hati. "Aku tidak akan meminta tantangan lainnya."
"Tidak apa-apa, Jongdae-ya," Suara Minseok terdengar stabil dibanding suara Jongdae yang barusan. "Aku tidak berniat menolak kok. Aku menikmati tantanganku yang mudah dan menyenangkan ini kok."
Menyenangkan..
"Um.. begitu."
"Tidurlah. Kau bisa pakai ranjang Luhan," Minseok menunjuk salah satu ranjang yang diatasnya ada beberapa plushie koala dan Hello Kitty. Gadis itu berjalan menuju meja rias. "Luhan sepertinya tidak akan memakainya lagi."
Jongdae tersenyum miring. "Yah, sepertinya sih begitu."
Lelaki dengan bibir tipis itu melakukan peregangan sebelum tidur. Jongdae duduk dipinggir ranjang dengan ponselnya yang ber-case merah berpola tulisan Fuck You itu. Selesai menyisir rambut ranjangnya, Minseok menghampiri Jongdae.
"Selamat tidur," Minseok mengecup singkat bibir Jongdae ketika lelaki itu mendongak. Jongdae tampak kaget, namun Minseok hanya tersenyum tipis. "Itu yang dilakukan orang berpacaran, Jongdae."
Masih belum bisa berkata apa-apa, Jongdae hanya memperhatikan Minseok yang merebahkan diri diranjangnya. Jongdae masih bisa merasakan dinginnya bibir Minseok dan harum tubuhnya ketika Minseok melewatinya.
"Selamat tidur juga, noona."
Keduanya sama-sama tidak bisa tidur sampai jam menunjukkan pukul dua malam.
Tao terbangun lebih awal pagi itu. Kepalanya berat, gadis seksi itu mengerang. Matanya yang berkantung menatap lurus kearah jam dinding diatas pintu masuk kamar. Baru jam enam pagi, ia masih punya waktu untuk tidur lagi.
Gadis yang memiliki bibir mengerucut alami itu melirik kesampingnya. Yifan masih tidur dengan imutnya –menurut Tao, dengan bibir yang terbuka kecil. Merasa gemas, Tao mendorong tubuhnya mendekat pada Yifan dan mengecupnya pelan.
Tao kembali menutup matanya untuk tidur lagi, namun sayang ia tidak merasa mengantuk lagi. Justru ia makin pusing. Kepalanya masih pusing sehingga langit-langit kamarnya terasa berputar kencang. Beberapa kali ia memejamkan matanya namun masih sama.
"Yifan ge.."
Yifan bukan orang yang mudah bangun jika kau hanya memanggilnya selemah itu. Yifan adalah tipikal orang yang baru bisa bangun setelah mendengar alarm selama lima sampai sepuluh menit lamanya. Apalagi dia orang yang cukup emosional jika diganggu dipagi hari.
Tao kali ini menggoyang-goyangkan badan Yifan. "Yifan ge, bangun.."
"Hmh.. apa?" Tanya Yifan, matanya masih tertutup. Merasa tidak mendengar jawaban dari gadisnya, Yifan membuka matanya. Tao menatapnya dengan matanya yang berkaca. "Eh? Zitao kenapa?"
"Pusing, ge."
Yifan mengerang. "Hangover kah? Uh.. itu biasa jika kau semalam minum banyak alkohol, Zitao-ya."
"Tapi ini benar-benar pusing, ge. Ambilkan aku obat," Suruh Zitao dengan mata tertutup. Yifan melirik Zitao sinis pada awalnya, namun melihat kondisi Zitao akhirnya ia bergerak. Mengambil botol mineral dimeja dan obat dari laci meja. "Pusing banget, ge."
"Sabar," Yifan duduk diranjang setelah mengambil obat dan air mineral. Membantu Zitao duduk dan meminum obatnya, Yifan kembali menyelimuti Zitao. "Tidur saja. Nanti akan kubuatkan sup."
Zitao membuka matanya, melirik Yifan ragu. "Sebaiknya.. suruh Chanyeol ge atau Kyungsoo jie saja. Hum.. dari pada gege repot."
Yifan hanya tertawa, ia mengangguk dan mengecup bibir khas kucing milik Tao. Meskipun Yifan tahu kalau Tao-nya hanya tidak mau semakin sakit jika harus memakan masakan yang dia buat. Tidak lama Tao tidur, Yifan langsung keluar kamar.
"BANGUN-BANGUN! SIAPAPUN BUATKAN SUP UNTUK ZITAO!"
xxXxx
Cake?
Chapter Seven
To Be Continue
xxXxx
Hai..
Update-nya lama. Iya gue tau. Dari kemaren mood gue tuh gloomy, pengennya bikin ff yang isinya tentang Tao-centric yang depresi gitu. Yaudah maaf ya guys kalo ngga lucu chapter ini. Maaf mengecewakan. Terlebih tiga ff gue diapus admin ffn kemaren.
KALO SAMPE INI DIAPUS JUGA GUE PINDAH KE WP! Walaupun gue ngga ngerti WP, tetep gue pindah kesana. Jangan halang-halangin gue buat pindah guys plis banget ngertiin gue /apaan. Kalo diapus, kalo ngga ya tetep disini.
Thanks To Reviewer Chapter 6: raetaoris, Tatiana12, Brigitta Bukan Brigittiw, chenma, dia . huang91, yixingcom, bonggogi, LeeYeon, EarthDO, ia, XoUnicornXing, SyJessi22, KrisPanda, BluePink EXO-XOXO-COUPLE, guest, xelo, jettaome, Huang Mir, Oh Lana, Thousand Spring, rossadilla17, hdkL12, lulu-shi, fantaosticpanda, oneheartforsuju, Jung Eunhee, KaiSoo Fujoshi SNH, Rei Fujoshi Official Couple, bubbleLu, KJHwang, Jenny, dragonhun385, exindira, blueacacias, Layeu, Park Hyun-Re Chanbaek, Reezuu Kim, jongwookie, Deer Panda, Chanyumi, byunbebeeeekkkk, fykaisoo, Aulexo, purplexing, Wu Zi Rae KTS, Cho Rai Sa, Uchiha Shesura-chan, Tania3424, raul . sungsoo12, WinterHeaven, Xyln, JunMaHao, parkodot, asroyasrii, DwitaDwita, Yurako Koizumi, devimalik, kimberly lavenders, Phylindan, edogawa ruffy, unicorn94, Odult Maniac, AmeliaShim, Juniel Is A Vampire Hybrid, Baekyeolidiots, munke . lottalova, junghyema, lionpinks, purploo, LAB27, awlia, alysasparkyuelfshawol, chanbaekshipper, Park KyungMi, Phiii Channn, Ikki Ka Jung99, Lee Hwi Na, ChenMinDongsaeng14, sydmooo, kiyungcu, Michelle, alightphoenix, ByunKaNish, Ko Chen Teung, Pricilltriutomo, sempaxkristao, Oh Sera Land.
Makasih banyak! Maaf yang kelewat dan salah ketik. Makasih juga terlebih untuk yang review berkali-kali saking yang buat ngga update-update wkwk. Sabar sedikit ya kawan. Kadang-kadang otak gue tuh nalarnya cepet banget sampe dua hari kelar tapi kadang juga otaknya males mikir /eh. Makasih yang reviewnya membangun wkwk. Makasih juga buat yang udah setia sama 'Cake?'!
CIYE HUNHAN CHANBAEK KAISOO CHENMIN SULAY KRISTAO MESRA HIHIW. GA! Gue ga naikin rating! Ini masih T 'kan? Oh iya, ini juga ada beberapa pertanyaan yang penting gue jawab.
Q: Kalo hamil tapi keburu berubah jadi cowok terus anaknya gimana? Ng.. gimana ya. Gue ngga berencana bikin mereka bunting.
Q: Kaisoo ngga dibikin moment! Ini bukan pertanyaan jadi pass ya. Wkwk canda. Maaf banget kemaren gue lupa masukin Kaisoo. Khilaf sumpah jangan rajam gue.
Q: Yehet itu apa sih thor? Ini pertanyaan favorit gue. Yehet itu adalah kata yang bisa diucapkan jika kalian senang. Kaya Sehun, dia kalo liat kedalam celana dalamnya pasti bilang Yehet karena dia senang dengan isi celananya dia. Besar, katanya /apaan.
Q: Boyfie itu beneran cowok lo thor? Perasaan dia apa setelah tau lo nulis begini? YAAMPUN gue ngga nyangka sampe ada yg liat wkwk. Dia tau gue suka YAOI dan gue ngeship dia sama temennya bahkan. Dia biasa aja kok. Dia tau gue agak sinting.
Q: Kenapa Kyung sama Baek tetep manggil hyung bukan oppa? Jadi.. begini. Yang cewek tetep manggil hyung karena kalo oppa agak aneh gitu. Gue sih lebih suka pacarnya aja yang manggil oppa. Gitu. Aneh ga sih? Ah.. dari awal gue bikin ini ff juga udah aneh.
Q: BUTUH NC! JANGAN SOK POLOS LO ATO GUE CEBURIN! Oke ini horror. Bagi kalian pembaca yang horny, gue kasih sedikit tuh kan. Bayangin sendiri ya.
Sip udah itu aja! Karna gue sebel kalo ditanya kapan berubah jadi cowok atau kapan jadiannya. Karena gue juga ngga tau kapan. Plis jangan berondong gue pake pertanyaan begitu lagi ya guys. Plis, gue sayang kalian. MAKASIH BANYAK!
FEEL FREE TO ASK ME IN THE REVIEW BOX! THANKS FOR READING! YOUR REVIEW IS IMPORTANT SO REVIEW THIS SHIT BEFORE YOU FORGET IT! KEEP LOVE AND GAWL! LAFYAH! XOXOXOXO~
/roll like a buffalo and click that review button/
SALAM YEHET!
