Luhan dan Kyungsoo melangkah mundur saat mereka ingin memasuki kelas yang sudah terdapat Baekhyun disana.
"Aku yakin pagi ini kita dapat nyanyian gratis dari sahabat kita itu." Bisik Kyungsoo.
"Eoh? Bukankah bagus jika dapat nyanyian gratis di pagi hari?" Pikir Luhan.
"Ckckck...dasar rusa betina pabo! Sejak kapan Baekhyun bernyanyi untuk kita? Maksudku, kita akan dapat suara oktaf 8 dia..." jelas Kyungsoo menjitak kepala Luhan yang hanya merintih kecil.
Dengan ragu, mereka pun kembali melangkah masuk kelas dengan senyum semanis mungkin yang mereka keluarkan.
"Annyeong Baeki~!"
Tidak ada respon dari Baekhyun yang sibuk membaca.
"Annyeong chingu-ya~!"
Luhan pun menutup buku Baekhyun dengan kuat.
"Yak! Kalian menggangu aktifitasku." Timpal Baekhyun.
"Omo...sejak kapan seorang Byun Baekhyun kencani sebuah buku?" Pikir Kyungsoo.
"Lebih baik kencani orang yang mencintai buku seperti namja bernama Park Chanyeol itu." Sambung Luhan menahan tawa.
"Ada apa kalian mendekatiku? Bukankah lebih baik jika kalian terus meninggalkanku?" Tanya Baekhyun dingin.
"Aigoo...kau marah pada kami? Mianhae..." Ucap Kyungsoo.
"Ne! Tapi bukankah kau dapat menikmati acara itu bersama Chanyeol?" Pikir Luhan.
"Ckckck...kalian pikir kami juga berkencan seperti kalian? Bahkan kami pun baru saja kenal." Timpal Baekhyun.
"Kenapa kalian tidak mencoba berkencan? Kalian pun sama-sama menyendiri." Ujar Kyungsoo.
Baekhyun menghembuskan nafas beratnya menahan emosi yang bisa saja ia mengeluarkan oktaf 8 untuk kedua sahabatnya ini.
"Kembalilah kalian ke tempat masing-masing! Kalian masih sayang dengan gendang telinga kalian bukan?" Tegas Baekhyun.
Luhan dan Kyungsoo mendelik dengan ucapan Baekhyun yang cukup berbahaya. Tanpa banyak bicara lagi, mereka pun segera duduk ke tempat masing-masing.
Skip Time
Saat selesai dengan mata pelajaran, seorang dosen meminta Baekhyun untuk kembalikan buku ke perpustakaan.
Dengan cepat, Luhan mengirim pesan pada Sehun untuk rencana mereka selanjutnya.
"Baekhyun akan ke perpustakaan, lakukan cara agar Chanyeol juga ke tempat itu."
Sehun dan Kai mulai berpikir saat membaca pesan tersebut. Dan kebetulan sekali dosen mereka pun sedang bersiap-siap untuk keluar kelas.
"Seonsaengnim~! Buku-buku ini begitu banyak, sebaiknya biarkan Chanyeol yang antarkan ini. Dia adalah anak perpustakaan." Ucap Kai saat mendekati dosen tersebut.
Ya, Kai berhasil dengan rencananya. Dosen itu meminta Chanyeol untuk mengantar buku ke perpustakaan. Namja tinggi ini pun tidak bisa menolak.
Sehun dan Kai hanya terkekeh kecil dan melambaikan tangan saat Chanyeol keluar kelas.
"Kedua anak yang aneh!" Gumam Chanyeol melirik KaiHun.
Byun Baekhyun POV
Saat aku ingin meletakkan buku ini pada rak besar di hadapanku, namun aku terus saja gagal karena tempatnya cukup tinggi. Aku berusaha berjinjit, hingga melompat.
"Aisshh...kenapa hanya satu buku menguras tenaga!" Gerutuku.
Ketika aku berjinjit kembali, tangan seseorang meraih buku dari tanganku lalu meletakkan buku tersebut pada tempatnya.
"Omo...gamsahamni--" aku terhenti saat berbalik ke belakang dan mendapati Chanyeol yang tersenyum tipis.
"Chanyeol?" Kejutku.
"Sepertinya kau harus sering minum susu. Kau kekurangan kalsium." Kekehnya.
"Aku tidak pendek, kau saja yang kelebihan kalsium!"
"Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak berniat untuk tidur di tempat ini lagi bukan?" Pikirnya.
"Ani! Dosen memintaku untuk mengembalikan buku."
"Eoh? Kenapa bisa kebetulan sekali? Dosen pun memintaku untuk mengembalikan buku."
"Ahhh...apakah kita jodoh?" Godanya mendekati wajahku.
Blush~
'Oh my...wajahku pasti memerah saat ini. Ya, aku bisa merasakan pipiku memanas.'
"S-sebaiknya aku kembali ke kelas. Annyeong~" balasku segera melangkah cepat.
Kai POV
Hari ini Kyungsoo memintaku untuk menunggunya di atap gedung kampus. Sepertinya kekasihku itu membuatkan bekal.
"Apa kau menunggu lama?" Tanya Kyung datang.
"Tidak begitu~! Biar ku tebak, kau pasti membawa bekal makanan bukan?"
"Omo...kau sudah mengetahuinya eoh?"
"Aku selalu tahu apapun tentangmu baby~" Balasku mengecup bibirnya sekilas.
Kyungsoo langsung membuka bekal makanan. Kami pun segera memakannya.
"Kai-ya! Bagaimana jika kita rayakan ulang tahun bersama? Bukankah dua hari lagi ulang tahunku? Lagi pula ulang tahun kita pun hanya jeda sehari saja." Usul Kyung.
"Sepertinya ide bagus. Ahh...sangat indah jika kita rayakan ulang tahun kita bersama. Kita pun belum pernah rayakan bersama bukan? Gurae, kita rayakan..."
"Tapi dimana kita merayakannya?" Pikir Kyung.
"Buat party di rumahmu atau di rumahku." Usul ku.
"12 januari? Eummm...sepertinya rumahku sepi. Eomma dan appa keluar kota."
"Ahhh...aku tak sabar untuk ini semua. Kita harus kasih tahu yang lain tentang party ini."
TBC~
