Feeling.
Characters belongs to Masashi Kishimoto.
NO COPYRIGHT/DLDR
Ryiikoo-chan
"She knew she loved 'him' when home went from
being a place to a person~"
Sakura memamerkan senyum pada mereka yang lewat. Senyum manis yang melekat dalam bibir tipis,yang sudah dipoles dengan lipstik cherry yang memukau seluruh KIS yang hadir sore itu. senyumnya selalu merekah,dan mereka yang melihatnya ikut gadis itu sudah menebar kebahagiaan bagi mereka semua.
Sakura tampak menawan,dengan dress one piece berwarna pink lembut dengan corak bunga di bagian atasnya. Kaki putihnya dihias dengan sepatu stilettos berwarna putih yang cukup tinggi. Rambut pink sebahu digerai,dan diberi hiasan kupu-kupu yang mungil.
"Sakura! kau..kau ingin membuatku menangis!" Ino menerjang sahabatnya itu,dan memeluknya erat. Sakura sedikit terhuyung kebelakang,namun masih bisa menahan berat Ino.
"Hahaha.. kenapa? Aku tidak cocok memakai baju ini?" Sakura tersenyum simpul.
"Hah! Tentu saja kau sangat cocok! Kurasa tidak ada lagi orang didunia ini yang lebih cantik darimu. Kecuali Aku pastinya." Ino mengedipkan matanya jahil. Sakura hanya terkekeh geli menanggapi guyonannya.
"Wah..bengkak dimatamu sudah hilang,heh Sakura?" Temari dengan balutan dress sehitam malam itu muncul di samping mereka. Dia tersenyum kecil,dan mengawasi orang yang berlalu-lalang.
Sakura tersenyum kecut dan mengangguk. Memang kemarin matanya bengkak,karena menangis seharian. Dia juga jadi tidak ikut dalam pemilihan pasangan,-Sasuke mungkin sudah memilih 'wanita' nya. Untunglah kantong matanya sudah hilang,setidaknya wajahnya tidak menyedihkan seperti perasaannya.
Ino yang melihat,Sakura kurang nyaman dengan keberadaan Temari berdehem. "Temari-nee. Pesta ini luar biasa, iya `kan?"
Temari tersenyum bangga. "tentu saja! Pesta prom KIS dikenal sebagai prom terbaik di tokyo. Tentu saja osis yang bertanggung jawab,penuh!"
Ino memberi tanda,agar Sakura pergi saja. "tentu! Kurasa ini pesta prom terbaik,ketua Osis juga terbaik!" Ino tersenyum saat Temari merasa berada di atas awan. Ketua yang satu ini memang senang dipuji.
"nee.. Temari,Aku izin melihat-lihat sebelum acara di mulai ya." Sakura mengulum senyum nya. Ino,kau sahabatku! Pig-ku! .
"baiklah,tapi jangan lupa kau harus duet dengan band kita. Suaramu bagus Saki.."
Oh my, Sakura melupakan itu. dia harus duet dengan band Sasuke. tepatnya,bernyanyi bersama Sasuke!
Sakura mengangguk lesu. Lalu segera kabur dari mereka berdua.
-Sasuke's POV-
Gadis itu menangguk,dan langsung pergi dari kedua temannya yang bercengkrama. Kuharap dia tidak terjatuh nantinya,memakai hak tinggi dan dia berlari. Kau masih saja menjadi gadis yang bodoh Sakura.
Aku melonggarkan ikatan dasiku,dan membuka kancing teratasnya. Panas,dan terlalu gerah. Biar orang katakan,Aku berandal dengan penampilan acak-acakan seperti ini,tidak masalah buatku.
"Sasuke-teme! Kau berantakan,Dattebayo!"
Ck. Sudah kuduga si kuning akan berbicara dan protes padaku. "Panas,Aku tidak suka." Ujarku cuek.
" ,kenapa kau bolos saat memilih pasangan kemarin?"
"pasangan ku tidak hadir. Untuk apa Aku datang?" Aku meraih ponsel dari meja dihadapanku,lalu membuka beberapa aplikasi.
Naruto tampak diam. Otaknya yang kecil itu berpikir keras,lalu kemudian wajahnya merona. "Sakura-chan ya.. hohoho~"
Aku mendelik tidak suka. Si baka yang sayangnya adalah sahabatku itu malah mengacuhkannya,dia tambah menggoda dengan mempraktekkan dua orang berciuman dengan tangannya.
"Aww.. cuitt! Sakura-chan tampak patah hati teme. Lihat,dia jadi curhat dengan mantan kakak kelas."
Perkataan Naruto sukses mengalihkan perhatianku dari ponsel. Dan benar. Sakura tengah berbincang-bincang dengan mantan senior,berambut kuning.
GREP
Sekarang,gadis berambut pink sebahu, Cantik dan anggun yang selalu ada dalam mimpiku. Sudah membuat Uchiha marah besar disini,hingga hampir meremukkan ponselnya.
-Sasuke's POV end-
Sakura tersentak saat ada tangan yang menariknya. Dia segera menoleh,dan mendapati wajah mantan Senpai KIS yang meringis dan berwajah memelas.
"Ah! Ada apa Senpai?"
"Sakura,ada yang ingin kutanyakan. Um..-bisa kita keluar saja?" dia menyengir gugup.
"hai,tapi segera punya jadwal yang ketat,senpai."
Dia mengangguk samar,lalu mereka keluar dari Auditorium.
"Ano.. bagaimana kabar,Ino?" dia menggaruk belakang kepalanya gugup.
Sakura tersenyum jahil, "Deidara-nii,masih memikirkannya ternyata?"
Deidara –mengangguk dan tersenyum canggung. Aneh mungkin,dia datang jauh-jauh dan kesini hanya untuk melihat-'mantan' nya.
"Ino sudah memiliki kekasih,namanya Shimura Sai. Tenanglah,Sai itu orang yang baik."
Deidara tersenyum miris. Dia kemudian melirik Ino yang sedang berbincang-bincang dengan seorang pemuda berambut klimis,dari celah bahu Sakura. "yah..dia memang tampak bahagia Sakura. dan juga semakin cantik,Aku menyesal su-"
"Deidara senpai! Tidak usah sesali sahabatku. Dia baik-baik saja,dan kau seharusnya begitu. 3 bulan dihabiskannya bergalau-ria,dan akhirnya dia bisa move on. Kau tidak mau kalah kan?" Sakura memotong Deidara dengan kesal. Deidara yang memutuskan Ino dengan alasan 'sudah bosan,dengan sikap protective-nya' itu membuatnya muak saat dia mengatakan sesal.
Deidara hanya terdiam,dia mengiyakan perkataan Sakura. salahnya,yang tidak berpikir matang,dan sekarang dia sangat menyesal sudah melepaskan 'gadis'-nya.
"Kau benar. Lagipula dia tampak lebih bahagia bersama pemuda Sai itu,kurasa Aku memang bodoh." Deidara tersenyum lirih. Matanya masih mengikuti gerak-gerik Ino yang gemulai. "Aku pergi dulu,bilang pada Sai agar menjaganya."
"Sai pasti akan menjaga Ino. Hati-hati di jalan Dei-nii.." Sakura ingin masuk ke dalam Auditorium,sampai Deidara memanggilnya lagi.
"sebaiknya bicara-lah dengan Sasuke-pemuda berambut raven itu. dia memperhatikanmu dari tadi." Deidara tersenyum simpul,sementara Sakura terdiam dan merona hebat. Dia kemudian melambaikan tangan,dan berjalan ke mobilnya.
"Sasuke-kun?" Sakura menggeleng kepalanya dan masuk ke Auditorium. Enyah,kau pikiran konyol!
###
Hinata merengut kesal di sudut ruangan. Dia meneguk cocktail-nya dan menggerutu tidak jelas. Mata perak itu tetap setia berfokus pada satu titik. Pangeran Onyx-nya yang sangat tidak peka!
"Sasuke-kun,baka! Kenapa lelaki tampan selalu sulit ditaklukkan. Aku bahkan tidak pernah memanfaatkan Uangnya." Hinata menatap kesal pada pemuda itu yang, eh?! Sepertinya sedang memperhatikan sesuatu.
Bola mata perak itu bergulir,kearah pandang Sasuke. dan dia nyaris melempar gelas-nya,jika dia tidak ingat bahwa sekarang dia sedang memerankan gadis 'manis' tanpa dosa.
Hinata menggeram rendah. bagaimana mungkin,dari seluruh kelebihannya yang tidak dimiliki Gadis pink itu. kenapa Sasuke masih saja perduli padanya? Apa Pangeran-nya,sekarang punya selera yang rendah? bahkan Sasuke tidak menjadikan dia pasangan prom. Kemarin saat pemilihan pasangan,Sasuke sengaja keluar karena Sakura tidak masuk. Dan sekarang pemuda itu,jelas-jelas memperhatikan setiap gerak-gerik Haruno sialan berambut pink itu!
Dengan dengusan nafas keras. Hinata meletakkan gelasnya,dan berjalan Anggun menuju lelaki berbalut jas yang sudah berantakan. dia tidak peduli lagi kata sambutan 'bla-bla-bla' ketua osis dan wakilnya yang badung itu. saatnya menegaskan!
"ehm..Sasuke-kun~" Hinata menyapanya dengan tatapan manja,dan penuh kerinduan.
Sasuke menatapnya datar,dan kembali ke gadis berambut gulali yang sedang berdiri diatas panggung. Bayangannya,akan wajah gadis itu yang nanti akan dekat dengannya saat mereka duet. 'ntah bagaimana,berhasil membuatnya merona.
"EHM! Sasuke-kun? Kau dengar Aku kan?" Hinata menaikkan suaranya,lalu mengambil posisi kosong disamping Sasuke.
"Ya,pelan kan suaramu. Sakura akan bicara,hargailah."
Hinata tersenyum kikuk,sementara inner-nya berteriak ; 'Dasar Gadis PINK berdada rata! Apa sih kelebihanmu,paling hanya karena kau Haruno!' tapi dia hanya diam dan duduk,memperhatikan Sakura yang sudah menerima mic.
"Konbawa,Minna-chan! Aku sangat senang,untuk malam hari yang panas dan menyenangkan ini.." Sakura berdiri di panggung,dengan lampu menyorot padanya. Wajah ayunya tampak lebih jelas di mata Sasuke sekarang.
"bla-bla-bla.. " Sasuke tidak terlalu memperhatikan pidato Sakura,yang diperhatikannya sekarang adalah-betapa indahnya ciptaan Kami-sama yang berdiri dihadapannya itu.
"-Sekian Minna! Ayo kita mulai pestanya!" tau-taunya Sakura sudah menunjuk Kiba dan Shino yang berada di balik meja DJ. Alunan Remix cepat itupun diputar,tanda bagi mereka yang sedari tadi menanti, Ini waktunya untuk menghancurkan lantai dansa! Sebelum acara lainnya dimulai.
"wow! Kiba-kun dan Shino-kun,cukup keren. Iya-kan Sasuke?" Hinata menoleh pada Sasuke,dan berharap pemuda itu setidaknya menunjukkan reaksi cemburu. Nyatanya tidak! Malahan Sasuke berjalan menuju gadis di dekat mereka,Kuso!
"Sa-sasuke-kun!" Sakura terkejut melihat kondisi pemuda itu yang sudah acak-acakan bahkan sebelum pestanya dimulai.
"Oh..kau ternyata tidak absen ya?" Sasuke tersenyum tipis,sangaaat tipis malahan!
"eh-begitulah,kau inga-AHHH!" Sakura memekik,saat minuman ber-alkohol itu mengenai gaun bagian atasnya.
"Gomenasai,Sakura-chan.. A-Aku tidak sengaja!" Hinata-si pelaku tersenyum remeh dengan kondisi Sakura,yang mengenakan dress basah itu. tentu saja,lekuk tubuhnya terbentuk karena itu.
"Hey! Kau,Gadis iblis!" Ino melempar bendera pink yang digenggamnya,lalu berjalan menuju Hinata yang menyeringai puas.
"Ah..tidak,Aku baik-baik saja." Sakura tersenyum kecil,dan memegang pundak Hinata erat. 'mati kau!' bisiknya dalam hati
Untunglah,tidak banyak orang yang memperhatikannya. Namun tetap saja,beberapa pemuda curi-curi pandang terhadap lekukan tubuh sekretaris osis itu.
"Sakura..pakai ini!" Sasuke menanggalkan jas hitamnya,dan menutupi tubuh bagian atas Sakura. dia benci saat pemuda lain memandangi tubuh 'sahabatnya' itu.
"Ah-Arigatou Sasuke-kun.." Sakura memberi senyum tulus, Sasuke bisa baik dan hangat dan itu membuatnya bahagia.
"kita pergi dari sini. Hinata,Ino tolong urus Hinata." Sasuke menarik pergelangan tangan gadis itu,lalu berjalan seenaknya keluar dari Auditorium.
"Sa-Sasuke-kun?!" Hinata memanggilnya,tidak terima.
Ino menarik tangan gadis pembangkang itu,lalu menyeretnya keluar dari pintu lain. "kau benar-benar,gadis sialan!"
Sementara,Temari hanya terdiam. Dan bingung dengan semua hal,yang terjadi dengan begitu cepat.
To be Continued-
Pojok Ryii-chan:
"wah..rencana awalnya gagal. Ryii ga bisa nyelesai-in FF ini dalam waktu se-minggu. bukan mau jadi PHP-in Minna sekalian,tapi Ryii super sibuk akhir-akhir ini. belum lagi menyempatkan membuat FF colab dengan Joan-Chan "After Dark". -jangan lupa baca Minna-
dalam FF ini,Hinata adalah gadis yang matre -seperti yang bisa Minna lihat-
bukan mau menghina Hinata-lovers, tapi Ryii bingung aja ama pemeran Antagonis nya. and i don't like Hinata Anyway.
wait for the next chapter-maybe the last-
Lots of hug,-
Ryii~
Review?Follow 'n Favorite.. may you?
