Title : Because I Miss….

Cast : Kyuhyun and all SJ member, etc.

Gendre : Brothership, Friendship, Hurt/Comfort, Angst

Length : Chaptered

Summary : Telepon yang tadi tersambung itu langsung terputus dengan sepihak yang ditututup hanya sepersekian detik setelah diangkat. / "Je….jelaskan semua ini, mengapa Kyuhyun berakhir disana? Ini bukan April mop kan?"/ Namja dengan tubuh yang amat tinggi itu melangkah mendekati mereka dengan penuh amarah. "Kalian bilang kalian akan menjaganya? Tapi apa?! Kalian begitu membantunya untuk menjadikannya seperti ini!" / "Caramel macchiato kau benar-benar orang yang jahat." / "Bagaimana seandainya jika dia tidak kunjung sadar kembali? Apa yang akan terjadi padanya?" / "Tuhan sepertinya memberikan rencana lain untuknya." / Sama sekali tidak ada perubahan. Keadaannya hanya memburuk setiap harinya. / "Uisanim, tekanan darahnya kembali menurun! Detak jantungnya dibawah normal! / "Sekarang kita bahkan belum bisa memastikan apakah Kyuhyun sudah melupakan kita atau belum." / "Dia akan terbangun kan? Seperti waktu itu dia akan terbangun dalam waktu 4 hari?" / "Kenapa kau sangat hobi menjadi anak yang nakal eoh? Kau menentangku, bersembunyi, membiarkan aku khawatir, dan sekarang kau mendiamkanku dengan begini?" Deras sekali air mata seorang Cho Younghwan dan terdengar kentara di sebuah ruangan yang bertajuk sebagai ruangan steril tersebut. / "Ireona saeng jebal ireona….." / "Apakah keadaannya akan berbanding terbalik? Jika saja kita tidak melakukan kesalahan yang begitu kejam pada saat itu?" / "Jadi ini hukumannya bagi kita?" / "Kenapa tanganmu begitu dingin eoh? Sudah noona bilang kalau kau harus mengenakan sarung tangan di cuaca yang begitu dingin ini." / Cho Ahra menangis dengan begitu banyak di hadapan sang dongsaeng. / Leeteuk berlutut dengan air mata yang mulai mengalir juga dari sudut matanya. "Mianhaejeongmal mianhamnida. Aku tidak bisa menjadi hyung yang baik bagi Kyuhyun. Aku tidak bisa menjaganya. Bahkan aku lebih sering mengacuhkannya. Kala dia meneleponmu, saat itu aku menyakitinya. Jeongmal mianhamnida… hiks…. Kau dan keluargamu pantas untuk memarahi dan membenciku. Aku hanya orang bodoh yang meminta maaf ketika penyesalan itu telah tiba." / "Kim Kibum sedang apa kau disini?" / "Hanya menunggu dongsaeng-ku untuk segera bangun dari tidurnya. Mengajak mengobrol dan lama kelamaan dia juga akan membalas obrolan yang kuberikan." /'Changmin-ah aku hanya ingin berbagi kebahagiaanku dengan sahabatku saja, aku tidak mau membagi kesulitan kepadanya.' / "Ayo kita buat taruhan, jika kau sadar sebelum aku selesai wajib militer maka aku akan membelikan semua kaset game mahal untukmu. Tapi jika sebaliknya kau harus mulai bisa membagi kesulitanmu kepadaku." / Namja dengan pakaian putih itu hanya tersenyum riang mengitari sebuah taman yang indah. Di taman itu terdapat banyak sekali anak-anak yang begitu lucu dan menggemaskan. / "Gege, tolong jelaskan padaku, kenapa perasaanku saat ini begitu sulit hanya untuk menemui mereka?" / "Bila memang ada di kehidupan berikutnya nanti, aku hanya ingin meminta agar Kyuhyun tidak pernah bertemu dengan kami, dimana dia tidak akan pernah merasakan sakit seperti saat ini." / "Baguslah semakin hari, keadaanya semakin membaik. Meskipun ya fase kritisnya belum lewat." / Heechul memberikan salam terakhirnya di ending dari episode Knowing Brother. "Kyuhyun-ah sebelumnya kita berdua pernah melakukan syuting bersama disini bukan? Hyung tidak bisa berlaku banyak pada saat itu, ketika disorot kamera berada bersamamu membuatku seketika menjadi kaku, namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik kamera kita begitu dekat satu sama lain. Namun setelahnya hyung dan kau malah menjauh karena jadwal. Jeongmal mianhande, gomawosseo. Hyung menyesal dan berterima kasih karena kau masih ada berada dekat dengan hyung. Kyuhyun-ah ireonayo kau sudah terlalu lama bermimpi, ini lebih dari 4 hari jangan sampai kau kalah dari Changmin. Kyuhyun-ah hyung berjanji akan menjadi hyung yang lebih baik lagi untukmu, menjagamu, dan kembali menjadi endhorpin untukmu Kyuhyun-ah, semua orang disini bahkan sudah menyaksikan sumpahku. Geraesseo cepatlah kembali Kyuhyun-ah, hyung begitu merindukanmu." Sungguh Heechul sudah tidak mempedulikan lagi jika wajahnya yang penuh air mata terekam di kamera. / "Kau bukanlah maknae jika bersamaku, tapi hyung aku selalu merasa bahwa magnae sebenarnya memang adalah dirimu. Aku ingin menjagamu hyung." / Harapan hanyalah sebuah angan yang bisa terwujud ataupun tidak, bisa berlangsung lama atau sebentar. Lantas inilah yang kini dirasakan oleh mereka semua. / "Aku menyerah Younghwan-ah, bahkan ini sudah lebih dari 1 bulan!" / "Ini bukan lagi 4 hari, tapi ratusan hari." / "Sajangnim, jebal kau harus menunggu Kyuhyun pulih dulu."

Ah begitu sulitnya untuk menulis FF ini, entahlah memikirkan summarynya saja sudah membutuhkan waktu berhari-hari. Tapi author akan berusaha keras agar sampai pada akhirnya ff ini benar-benar terselesaikan. Kkk~ jadi untuk update FF ini agak lama mohon di maklum ya~ supaya feelnya benar-benar dapat. Setelah memeriksa ternyata banyak sekali silent reader yang membaca FF ini, author berterima kasih. Sayangnya author kecewa karena tidak ada salah satu yang mau meninggalkan jejak, tidak perlu log in juga bisa untuk memberikan review. Karena review yang kalian berikan adalah penghargaan tersendiri bagi author.

WARNING : This story originally buatan saya. Alur waktu yang saya buat adalah waktu mulai dari tanggal sekarang. Jadi saat waktu wamil untuk donghae, eunhyuk, dan siwon akan berbeda dengan aslinya. Mohon kritik dan sarannya juga agar fanfic ini menjadi fic yang bisa diterima seperti Thank's God^^

DON'T BE SILENT READER

DON'T BASH

DON'T COPY TANPA IZIN

DON'T LIKE DON'T READ

KEEP REVIEW

ENJOYED

Seorang namja lain tengah memperhatikan orang yang kini duduk di sampingnya. Gelas kopi itu tampak menjadi hancur, air kopi itu juga sudah tumpah kemana-mana. Padahal namja ini yakin bahwa kopi tadi masih benar-benar mendidih karena baru saja dirinya berikan. Tadinya namja ini sengaja untuk memberikan kopi kepada orang itu untuk sekedar menghilangkan rasa penat diantara mereka.

Salahnya sendiri karena dirinya menyalakan televisi di ruangan ini setelah tiba dengan dua gelas kopi. Ternyata sekarang adalah waktunya acara berita, namun tidak disangka berita yang akan keluar di media China adalah berita mengenai industri hiburan khususnya untuk negara Korea. Memang sering industri entertainer China dan Korea Selatan bekerja sama.

Namun apa berita yang terlihat dan didengarkan tadi bukan merupakan sebuah berita wah yang membuat semua dapat tersenyum senang. Berita buruk yang begitu dengan cepat tersebar dengan luas lintas negara. Salah satu berita yang tentu saja menggemparkan banyak orang di dunia, karena subjek yang diberitakan disana merupakan salah seorang yang sudah memiliki ketenaran lintas dunia juga. Dan dulu namja ini begitu dekat juga dengannya.

Hangeng memandang pemberitaan tersebut tanpa berkedip. Semua kalimat yang memasuki gendang telinganya seakan begitu menggema. Mengatakan bahwa ini benar-benar kenyataan buruk yang harus didengar oleh semua orang.

Sun Le sang manajer menepuk pundak Hangeng yang sedari tadi hanya terdiam mematung sementara Sun Le yakin bahwa tangan Hangeng sudah amat melepuh. "Zhe shi hao ma?"

"Meishenme. Dui bu qi. Aku hanya sedikit melamun tadi." Kemudian Hangeng mengusap lengannya yang memang sudah melepuh dengan sedikit meringis.

Sun Le hanya bisa menatap sendu Hangeng. "Seharusnya aku tidak menyalakan televisi."

"Kenapa gege bilang seperti itu? Lagipula aku tidak terganggu dengan gege yang menyalakan televisi." Hangeng berusaha mengeluarkan senyumannya untuk meyakinkan sang manager.

"Kau akan mempedulikan berita itu bukan? Televisinya memang sama sekali tidak mengganggumu." Sun Le berujar dengan pelan.

Hangeng menghela nafasnya, Sun Le memang pintar dalam menebak perasaanya. "Bushi zhen de. Tadi memang aku hanya sekedar melamun. Lagipula aku tidak memperhatikan beritanya."

"Tapi….." Sun Le masih berusaha berbicara dengan Hangeng.

Hangeng berdiri dari tempat duduknya dan kemudian melangkah pergi, setelah sebelumnya berbicara pada Sun Le. "Apa yang terjadi dengan mereka saat ini aku berusaha untuk tidak mencampurinya. Gege tahu sendiri jika aku berlaku demikian akan terjadi hal-hal yang sebenarnya tidak berarti untuk terjadi. Aku akan keluar sebentar, mungkin aku akan sedikit terlambat untuk syuting gege."

'BLAM' pintu ruangan tersebut akhirnya tertutup dengan rapat. Meninggalkan Sun Le sendirian di dalam sana. Gelas kopi itu benar-benar hancur sehancur-hancurnya. Menandakan bahwa Hangeng benar-benar marah dan terluka. Sun Le ingin membuat Hangeng yang berpura-pura tidak peduli itu mengungkapkan saja bahwa dia memang peduli.

Hangeng saat ini tengah berjalan-jalan di sekitaran gedung agency tempat dirinya bernaung. Agency yang merangkul Hangeng dengan tangan penuh keikhlasan. Agency yang dengan sabar membantunya membangun kembali karir dari nol di China dan membuat namanya kembali menjadi terangkat. Hal yang paling penting dalam agency-nya kali ini adalah perilaku yang tidak memaksanya bekerja bagaikan robot yang terus menerus tanpa henti. Berbeda dengan agency yang sempat membesarkan namanya dahulu yang begitu senangnya dengan hal-hal kebalikan dari agency-nya saat ini. Setidaknya itulah sedikit pendeskripsian Hangeng mengenai agency yang menaunginya dulu.

Di sepanjang jalan, apa yang Hangeng lihat hanyalah para gadis-gadis remaja yang mengobrolkan hal yang sama. Hal yang begitu menyakitkan di telinganya tentu saja. Bagaimana jika objek yang dibicarakan itu benar-benar seperti dugaan mereka. Bagaimana jika sang objek pembicaraan benar-benar tidak bisa membuka matanya kembali? Bagaimana jika sang objek yang dibicarakan tidak akan mendapatkan keajaibannya yang dulu? Bukankah kesempatan kedua itu hanya datang satu kali dan mana mungkin kesempatan ketiga bisa terjadi dalam kehidupannya.

Mata Hangeng masih memandang lurus kedepan, hingga seorang gadis remaja dengan berbalut seragam sekolah menghampirinya. Sepertinya penyamarannya memang sia-sia, karena akhirnya dia tidak bisa menghindari salah satu fansnya ini. Gadis remaja itu mendekati Hangeng dengan perlahan-lahan, takut-takut jika ada manajer dan beberapa orang yang sedang menjaga Hangeng saat ini. Namun saat ini sepertinya Hangeng memang sedang berjalan-jalan sendiri.

Ketika mendekat, entahlah Hangeng melihat ekspresi gadis remaja itu menunjukkan suatu kesedihan. "Han gege?"

"Ya aku Hangeng. Sebegitu inginkah kau untuk bertemu denganku? Kemarilah?" Hangeng memberikan sapaan ramahnya seperti biasa.

Gadis remaja itu menggeleng.

Hangeng sedikit terheran, lantas untuk apa gadis remaja ini mendekatinya dengan tingkah seperti tadi. "Jadi apa yang membuatmu datang untuk menghampiriku?"

"Kyuhyun oppa…." Gadis remaja itu berujar dengan pelan, namun telinga Hangeng masih bisa menangkapnya.

Hangeng hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. "Kemudian?"

"Apa Han gege sudah tahu bahwa Kyuhyun oppa saat ini sedang dalam keadaan koma karena sakit? Keadaannya begitu buruk, tak adakah keinginan gege untuk menjenguknya?" Gadis remaja itu akhirnya dapat menjelaskan dengan berani.

Hangeng hanya menanggapinya dengan dingin. "Lantas kau ingin agar aku kembali kepada Super Junior? Bagaimanapun aku tidak akan bisa kembali."

"Sungguh gege aku tidak akan selancang itu. Aku mengerti bahwa keadaan gege memang sulit untuk melakukannya, meskipun kami telah berkali-kali memintamu. Hanya saja bisakah gege mewujudkan salah satu permintaan dariku yang mewakili perasaan ELF, kembalilah sebentar hanya untuk melihat Kyuhyun oppa, seperti bagaimana dulu kau begitu mendukungnya dan peduli terhadapnya." Hangeng melihat ada air mata yang kini mulai menetes di pipi sang gadis remaja.

"Itu adalah aku yang dahulu, kini aku sudah berubah. Jadi berhenti memintaku untuk demikian." Hanya jawaban datar itulah yang bisa Hangeng berikan.

Air mata gadis remaja itu semakin mengalir deras. Hangeng sungguh menyesal karenanya. Dirinya segera meninggalkan gadis remaja yang masih terdiam itu. Untuk pertama kalinya mungkin kali ini Hangeng menyakiti perasaan ELF, karena jika satu ELF terluka semua ELF pasti akan merasa terluka juga.

Hangeng menerawang menatap langit biru yang masih setia membentang dengan begitu indahnya. Mengapa langit harus begitu biru saat ini? Kenapa warnanya begitu kontras dengan perasaannya sekarang. Dia begitu egois. Dirinya sudah menjadi begitu jahat. Namun hanya inilah yang bisa dirinya lakukan.

Saat itu Hangeng pernah mengatakan di dalam suatu wawancara, bahwa dirinya ingin kembali berada dalam satu panggung dengan Super Junior jika diberi kesempatan. Tetapi lagi-lagi hal yang diucapkannya harus menuai kontroversi. Salah satu 'musuh utama'nya mengklarifikasi bahwa tidak sekalipun dirinya pernah mengatakan hal yang demikian. Kemudian munculah berbagai reaksi dari banyak netizen yang kebanyakan memberikan suatu hal yang tidak enak untuk didapatkan. Hangeng tahu jika dirinya mencoba melawan, semua akan percuma karena dirinya dipastikan akan kalah dalam pertarungan.

Hangeng memutuskan untuk kembali ke gedung agency-nya. Sudah cukup terlambat sekarang untuk melakukan jadwal. Tidak ingin membuat Sun Le menunggu terlalu lama, Hangeng segera pergi. Setelah tiba di agency-nya Hangeng kemudian mencari-cari keberadaan sang manajer, Sun Le. Rupanya Sun Le sedang mengobrol dengan seseorang yang diyakini olehnya adalah produser dari film yang saat ini akan dirinya mainkan.

Tak ingin Sun Le mendapat banyak masalah, Hangeng segera menghampirinya. Namun dirinya teralihkan ketika melihat dua orang namja yang sepertinya bukanlah orang China. Salah satu namja yang lebih muda disana sedang berusaha menghafalkan kosa-kata bahasa China dengan serius, dibantu oleh namja yang lebih tua darinya. Namja yang mungkin berstatus sebagai dongsaeng-nya langsung tersenyum ceria ketika sang hyung memberitahukan bahwa dirinya sudah cukup baik kali ini dengan pelafalan yang dia berikan. Mereka begitu mirip, bekerja keras dan pantang menyerah.

Mata Hangeng nampak berkaca-kaca saat ini. Benarkah bahwa dia yang selalu ceria dan pantang menyerah tengah terbaring dengan kabel-kabel yang amat dibencinya itu. Ataukah itu hanya salah satu tingkah ke-evil-lannya yang kembali datang untuk mengerjai mereka. Tapi mengapa sampai semua orang dan dirinya harus merasakan perasaan sesakit ini? Hangeng bergerak untuk menekan salah satu kontak yang ada di handphone-nya.

Bukan suara yang dikenalnya. Hangeng memastikan bahwa yang mengangkat dan menyapanya di dalam telepon itu adalah orang yang bukan pemilik nomor teleponnya. Telepon yang tadi tersambung itu langsung terputus dengan sepihak yang ditututup hanya sepersekian detik setelah diangkat. Tan Hangeng mulai mengerti bahwa ini memang kenyataan yang tengah berjalan sekarang.

.

.

.

.

.

Samsung Hospital

Ketika telepon milik sang putra berdering,Younghwan langsung mengangkatnya. Namun Younghwan mengernyit ketika setelah diangkat sambungan telepon tersebut langsung terputus. Cho Younghwan akhirnya menyadari ketika membaca nama yang tertera dari kontak yang tadi menghubungi sang putra. 'Hankyung hyung.' Rupanya itu adalah salah satu hyung yang begitu disayangi oleh Kyuhyun sekaligus yang begitu dirindukannya.

Younghwan mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang masih setia untuk menutup kedua matanya. Memejam dan tidak ingin terbuka. Berita mengenai putranya menyebar begitu cepat hingga Hangeng langsung menghubunginya seperti tadi. Hanya ada suara detak jantung yang masih lemah yang terdengar disana, tidak ada sanggahan atau ucapan maaf yang selalu terdengar dari bibir Kyuhyun tiap kali hanya ada mereka berdua di dalam ruangan.

Di luar ruangan terlihat ada beberapa member Super Junior masih terduduk berusaha mencerna sebenarnya apa yang terjadi. Manajer hyung, langsung berlari dengan terburu-buru ketika tahu bahwa Kyuhyun dinyatakan dalam keadaan koma. Dirinya melihat semua hyungdeul Kyuhyun tengah tertunduk sedih, pasti karena petir yang seakan menyambar mereka ini. Namun entahlah tiba-tiba saja perasaan marah itu ada di dalam dirinya.

Manajer hyung menghampiri mereka dengan tegasnya. "Puaskah kalian? Puaskah kalian telah membuatnya menjadi begini?"

"Manajer hyung, jika ingin mengomel sebaiknya jangan sekarang." Kangin menanggapi dengan tidak serius ucapan Manejer hyung.

Namun sepertinya Kangin harus meralat kembali ucapannya. Mata Manajer hyung terlihat penuh dengan kilatan amarah. "Aku tidak mengomel! Namun aku hanya ingin membuat kalian intropeksi diri!"

"Hyung, kami sudah mengetahui kesalahan kami sekarang dan kami ingin memperbaiki diri lagi." Heechul berbicara tanpa mengangkat kepalanya.

"Jeongmal? Kalian hanya baru menyesal dan meminta maaf sekarang?! Tahu apa kalian dengan Kyuhyun sekarang? Hanya aku yang selalu berada dekatnya mengetahui semua apa yang terjadi pada Kyuhyun!" Manajer hyung begitu berapi-api mengatakannya.

Yesung akhirnya mencoba menenangkan suasana mengingat mereka ini masih di rumah sakit. "Hyung sudahlah, bukan berarti kami juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Kyuhyunnie."

Manajer hyung mendecih dan menatap tajam pada Yesung. "Jadi apa kau tahu bagaimana Kyuhyun begitu merindukan kalian? Apa kau tahu bahwa Kyuhyun selalu menangis ketika kalian lebih dekat dengan orang lain? Apa kau tahu bahwa Kyuhyun ingin kalian bangga dengan award yang dibawanya? Apa kau tahu bahwa Kyuhyun begitu menyayangi kalian? Yang terpenting apa kau tahu Kyuhyun lebih baik memilih mati daripada harus melupakan kalian?! Sebenarnya kalian lah disini yang mengalami hilang ingatan sesungguhnya!"

'DEG' Mereka semua bagai terkena serangan jantung.

"Hyung…. Mengapa kami begitu jahat?" Ryeowook langsung menangis tersedu setelah mendengar semuanya.

Leeteuk mengepalkan dengan erat kedua tangannya. "Apakah kau akan menjelaskan lagi sehingga kami terlihat begitu lebih buruk? Hyung mengapa aku selalu menjadi orang yang begitu jahat pada Kyuhyunnie? Kenapa harus selalu aku hyung? Kenapa aku selalu mempunyai sifat egois? Kenapa aku yang harus kembali memberikan penolakan?"

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi nanti, jika kalian berada dalam keadaan yang lebih buruk dari ini." Hanya itu jawaban yang bisa Manajer hyung berikan.

Cho Younghwan buru-buru menutup pintu ruangan intensif Kyuhyun kembali. Tidak ingin salah satu dari mereka mengetahui bahwa sebenarnya dirinya sudah menyaksikan semua hal yang mereka bicarakan. Younghwan jujur saja amat kecewa dengan perlakuan hyungdeul Kyuhyun yang telah diungkapkan secara tidak langsung oleh sang manajer.

Tapi bagaimanapun Kyuhyun memang benar-benar seorang anak yang keras kepala. Setidak peduli apapun mereka padanya, Kyuhyun tetap bertahan. Anak itu akan berusaha untuk membuat mereka kembali tidak peduli sesulit apapun. Cho Younghwan mulai berpikir bahwa ini mungkin salah satu cara yang Kyuhyun siapkan untuk kembali membawa mereka. Tapi jika demikian untuk kali ini Younghwan tidak setuju dengan cara sang magnae. Bahkan dalam hati Younghwan memohon agar Kyuhyun berhenti melakukannya.

.

.

.

.

.

Camp militer

'TAK'

Choi Siwon sang visual dari Super Junior yang kini sedang vakum dari Super Junior karena sedang menjalankan wajib miliernya, menjatuhkan ponsel mahal miliknya dari genggamannya begitu saja. Ada sebuah kabar yang membuat perasaannya begitu terluka. Kenapa keadaannya harus begini lagi? Mereka dulu juga sudah merasakan hal seperti ini. Sebenarnya apa yang mereka tidak ketahui?

Donghae dan Changmin yang memang berada satu camp dengan Siwon segera menghampiri namja berlesung pipi itu yang masih terlihat melamun. Mereka takut terjadi sesuatu dengan dongsaeng dan hyung-nya itu. Karena Siwon dengan begitu cepat menjatuhkan ponselnya begitu saja.

Donghae segera mengambil handphone Siwon yang terjatuh. Untung saja handphone Siwon tidak pecah dan cukup kuat. Namun yang perlu dikhawatirkan saat ini memang dongsaeng-nya, Siwon. Sang dongsaeng terus saja tidak bergeming dalam posisinya. Seakan-akan ada sesuatu yang membuatnya menjadi seperti itu.

Donghae yang penasaran mulai membuka handphone milik Siwon. Mungkin saja ada sesuatu di dalamnya yang membuat Siwon seperti ini. Dan ternyata sesuatu itu sesuatu yang benar-benar menyakitkan mereka.

'From Manajer hyung : Kyuhyun saat ini sedang mengalami koma, dokter mengatakan bahwa Kyuhyun terkena radang selaput otak. Kyuhyun pada awalnya dioperasi namun nampaknya Kyuhyun malah menjadi koma. Dokter bilang harapannya kecil. Saat ini dia ada di Samsung Hospital.'

Donghae langsung meraih ponsel miliknya sendiri. Rupanya dirinya juga mendapatkan pesan dari Manajer hyung yang berisi sama dengan pesan milik Siwon. Apakah benar-benar ini terjadi kepada magnae-nya? Jelaskan kenapa ini sangat terasa tidak nyata.

Donghae menatap Changmin dengan matanya yang mulai memerah. "Cha-Changmin-ah apakah kita sedang bermimpi saat ini?"

"Moseon seoriya hyung? Kita bahkan makan dengan enak tadi." Changmin merasakan makan dengan enak tadi, mana mungkin itu hanya mimpi.

Donghae masih berusaha menguatkan dirinya untuk bicara. "Tapi kenapa aku berharap ini adalah mimpi."

"Memangnya apa yang membuat kalian tiba-tiba berubah begini aish?" Changmin bingung sendiri, pertama Siwon sekarang Donghae ikut-ikutan.

"Kyuhyunnie koma. Dia terkena radang selaput otak. Dokter bilang harapannya kecil." Bukan Donghae, tapi Siwonlah yang kini mulai berbicara.

Apa tadi dia bilang. Koma. Harapan apa yang kecil? Changmin belum bisa mengambil kesimpulannya.

Donghae mulai terisak saat ini. "Apakah Kyuhyunnie akan meninggalkan kita semua sekarang?"

Meninggalkan. Changmin akhirnya tahu.

-Changmin-ah, bagaimana jika aku koma lagi atau kehilangan ingatan tentangmu? Apa yang akan kau lakukan?-

.

.

.

.

.

Namja yang mempunyai gummy smile itu tidak berhenti meneteskan air matanya ketika membaca sebuah pesan yang tadi dirinya terima. Apa ini? Sang dongsaeng bahkan sedang tidak dalam keberadaan untuk menyetir mobil ataupun menumpang sebuah mobil. Sang dongsaeng hanya pergi untuk bernyanyi dan mempromosikan album barunya.

Masih dirinya ingat ketika itu, dimana dirinya menggenggam tangan Kyuhyun dan melantunkan do'a kala mata sang dongsaeng akan tertutup. Tapi kali ini dirinya tidak bisa untuk kembali menggenggam erat tangannya dan melantunkan do'a. Meski demikian Tuhan akan tetap mengabulkan do'anya walau tidak secara langsung.

Sungmin menghampiri Eunhyuk yang masih termenung dan menepuk pundaknya pelan. "Aku sudah meminta izin dan kita bertiga malam ini bisa pergi mengunjungi Kyuhyunnie."

"Benar Eunhyuk-ah, komandan juga begitu turut bersedih dengan apa yang menimpa magnae." Shindong menambahkan. Berusaha untuk tetap tegar kali ini.

Eunhyuk memandang kedua hyung-nya. "Apakah hanya kita?"

Sungmin tersenyum, mengerti pertanyaan sang dongsaeng. "Donghae, Siwon, dan Changmin juga akan berangkat, kita semua akan bertemu di Samsung Hospital."

.

.

.

.

.

Samsung Hospital

Ini sudah begitu malam, namun tidak ada satu orangpun dari mereka yang berniat untuk kembali ke dorm. Mereka tidak mau meninggalkan sang dongsaeng barang sedetik saja. Tidak ingin ketika pulang nanti lagi-lagi mereka harus mendengar kabar yang lebih buruk dibandingkan ini. Walau tidak sekalipun Cho Younghwan membiarkan mereka untuk masuk.

Setidaknya mereka masih bisa lega karena ayah Kyuhyun membiarkan mereka menunggu walau hanya diluar. Mereka sungguh paham, tanpa menjelaskannya pun Younghwan pasti sudah mengetahui kesalahan besar yang telah mereka lakukan kepada putra bungsu dari keluarga Cho tersebut.

Siwon, Donghae, Shindong, Eunhyuk, Sungmin, dan Changmin baru saja tiba di rumah sakit. Mereka sudah melihat member Super Junior yang lain tengah terduduk di ruang tunggu rumah sakit tersebut. Nampak gurat-gurat kelelahan tercetak jelas di wajah mereka masing-masing. Dipastikan bahwa mereka sudah berada di rumah sakit ini telah sejak lama.

Disana di salah satu ruangan lain yang terlihat seorang namja tengah terbaring dengan berbagai peralatan medis yang amat sedikit mereka mengerti. Sungguhkah keadaan ini? Berharap bermimpi pun percuma. Karena meski terbangun nanti keadaan ini akan tetap sama dan tidak akan menjadi lebih baik.

"Je….jelaskan semua ini, mengapa Kyuhyun berakhir disana? Ini bukan April mop kan?" Eunhyuk langsung menatap member Super Junior disana.

Leeteuk menggeleng lemah. "Semua sudah seperti ini Eunhyuk-ah."

"Semua salah kami, kami yang membuat Kyuhyunnie menjadi seperti ini." Ryeowook mengungkapkan dengan nada sedihnya.

Yesung langsung buru-buru mencegah kalimat Ryeowook selanjutnya. "Ryeowook-ah jangan katakana dulu."

"Anniya. Untuk apa kita tidak mengungkapkannya? Berpura-pura menjadi seorang pahlawan?" Ryeowook menolak Yesung untuk mencegahnya.

"Adakah sesuatu yang kalian sembunyikan dari kami?" Sungmin mulai memberikan pertanyaan selidiknya.

Leeteuk akhirnya menjawab semua tanda tanya dari mereka semua yang baru hadir. "Kami bersalah. Yang kami lakukan pada Kyuhyunnie adalah membuatnya menderita sendiri, memberikannya penolakan bertubi-tubi, membawanya larut ke dalam kesedihan, dan memaksakan kehendak kami."

Lengan Changmin mengepal seketika.

"Kemudian apa lagi yang kalian perbuat pada Kyuhyunnie?" Siwon bertanya dengan matanya yang amat memerah.

Heechul menjawab. "Yang kami lakukan adalah menamparnya dan memarahi serta membentaknya dengan keras. Tanpa tahu bahwa sebenarnya Kyuhyunnie amat merindukan kami. Kami tidak bisa mengerti perasaannya."

Cukup sudah. Changmin sudah amat benci untuk mendengarkan kalimat mereka selanjutnya.

Namja dengan tubuh yang amat tinggi itu melangkah mendekati mereka dengan penuh amarah. "Kalian bilang kalian akan menjaganya? Tapi apa?! Kalian begitu membantunya untuk menjadikannya seperti ini!"

Mereka tidak bisa membantah kalimat Changmin.

Changmin membuka pintu itu dengan perlahan-lahan seakan takut mengganggu seseorang yang ada di dalamnya. Changmin tersenyum getir, mana mungkin seseorang ini akan merasa terganggu yang bisa dirinya lakukan hanya terbaring. Changmin melangkah perlahan-lahan untuk mendekati ranjang tidur yang saat ini tengah ditiduri oleh seseorang.

Mungkin tempat tidur itu akan terlihat seperti ranjang tidur pada umumnya jika saja tidak ada perlatan medis yang menancap pada tubuh seseorang yang sedang setia memejamkan kedua matanya. Masker oksigen, alat pendeteksi detak jantung dan beberapa peralatan medis yang tidak dirinya mengerti melekat atau menusuk erat di tubuh sahabatnya kini.

Tidak ada keluhan, tidak ada dengusan, tidak ada kalimat paksaan yang kini bisa di dengar dari Kyuhyun. Saat ini hanya suasana tenang yang Kyuhyun berikan untuknya. Tapi kenapa suasana tenang ini terasa lebih menyebalkan dibandingkan suasana yang ada pada biasanya.

"Caramel macchiato kau benar-benar orang yang jahat." Changmin memulai monolognya sendiri.

Hanya suara eletrokardiograf yang berisi detakan jantung milik Kyuhyun yang menjawab sapaan Changmin kali ini. Setidaknya detak jantung itu menandakan bahwa pemilik tubuh masih hidup.

"Apa kau benar-benar ingin melihat aku hancur?" Tes. Changmin menangis.

Ruangan itu begitu hampa.

"Aku juga marah pada diriku sendiri Kyuhyun-ah. Aku marah karena aku tidak ada ketika kau membutuhkanku. Aku marah karena aku tidak bisa menjagamu." Semakin deras air mata milik Changmin.

Ruangan itu pasti akan begitu sunyi jika tidak ada suara elektrokardiograf.

"Kau menang Kyuhyun-ah, kau menang kali ini. Tapi kenapa aku marah karena kau menang. Kenapa aku berharap aku yang menang?" Changmin berusaha menahan isakannya.

Keadaan seseorang itu tetap tidak bergeming.

"Kau sangat benci jika aku menangis bukan? Tapi ini yang kau lihat, aku sekarang hancur Kyuhyun-ah benar-benar hancur. Jebal cepat buka matamu Kyu." Changmin menangis amat menangis.

.

.

.

.

.

15 Juli 2016

Seluruh member Super Junior kembali mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk Kyuhyun. Walau sebenarnya Cho Younghwan masih belum mengizinkan atau belum memberi petunjuk kepada mereka apakah dirinya sudah membiarkan mereka untuk melihat keadaan Kyuhyun ke dalam ruangannya.

Member yang menjalankan wajib militernya juga datang. Komandan mereka memberikan waktu libur selama dua satu minggu untuk kedukaan yang sedang mereka jalani kini. Keadaannya masih sama dalam waktu satu minggu. Tidak ada perkembangan yang signifikan mengenai keadaan Kyuhyun saat ini.

Cho Younghwan terbangun dari tidurnya. Semalaman dirinya menunggui sang anak. Ahra sedang mengurusi kepulangan suaminya sementara Hanna masih harus mengurusi café yang dikelolanya. Untung saja untuk urusan perusahaan, Younghwan bisa menyerahkannya pada sekretaris Kim yang memang sudah menjadi orang kepercayaannya.

Ketika terbangun dan melemaskan badannya Younghwan sedikit terkejut dengan keberadaan member Super Junior. Karena merasa malu dengan tingkahnya tadi, Younghwan langsung memposisikan dirinya untuk terduduk dengan tegap. Di sisi lain seluruh member Super Junior yang menyaksikan itu mereka tersenyum, tingkah Cho Younghwan sama dengan Kyuhyun yang akan malu diakhir ketika sudah melakukannya.

Tak ada yang mau berbicara diantara mereka, hingga akhirnya Younghwan membuka suaranya. "Sejujurnya aku mendengar perbuatan kalian pada anakku kali ini."

Leeteuk langsung menatap wajah Cho Younghwan, meski dia tidak terkejut. "Jo…seonghamnida. Kami sudah melakukan kesalahan pada Kyuhyun."

"Sungguh kami menyesal, ahjussi." Yesung memberikan kalimat penyesalannya.

"Sejujurnya aku juga marah kepada kalian." Kembali Cho Younghwan hanya memberikan kalimatnya.

Sungmin mengangguk paham mengenai kalimat Younghwan. "Tidak mudah untuk memaafkan seseorang, terlebih dengan kesalahan besar yang telah kami perbuat."

"Namun sepertinya, Kyuhyunnie akan lebih marah padaku jika aku tidak mengizinkan kalian untuk menemuinya." Cho Younghwan memberikan senyuman cerahnya.

Heechul terperangah dan gembira. "Berarti kami bisa menemui Kyuhyun?"

Younghwan mengedikan bahunya dengan santai. "Tentu saja. Dan kalian juga harus menjaganya bergiliran dengan kami. Hitung-hitung sebagai permintaan maaf."

"Tentu saja ahjussi, kami akan melakukannya." Kangin menganggukan kepalanya dengan semangat.

Namun ekspresi Eunhyuk tidak semangat. "Tapi bagaimana dengan kami? Ini saja hari terakhir kami libur."

"Aigoo… apakah aku harus meminta izin kepada komandan kalian?" Cho Younghwan mengeluarkan ekspresi seriusnya.

Eunhyuk, Donghae, Siwon, dan Shindong tampak berpikir.

Cho Younghwan kembali tersenyum. "Aish kalian ini bagaimana, mana mungkin aku bisa melawan kekuatan negara."

Siwon akhirnya langsung tersadar. "Kami bisa mengunjunginya saat mendapat jatah libur."

"Benar, lagipula masih ada sisa member lain yang bisa menjaga uri Kyu." Donghae ikut mengangguk.

Cho Younghwan begitu bisa merasakan bagaimana mereka semua menyayangi anaknya. "Jja. Temuilah Kyuhyunnie satu per satu. Jangan langsung menghambur masuk."

"Nomu gomawoyo, anda sudah bisa memaafkan kami dengan secepat ini. Kami berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama." Leeteuk membungkuk hormat kepada Younghwan.

Younghwan akhirnya pamit undur diri untuk kembali ke rumah. Membiarkan hyungdeul Super Junior untuk menjaga putranya. Lagipula dirinya juga membutuhkan waktu untuk kembali ke rumah. Namun saat akan meninggalkan rumah sakit, seorang namja yang baru saja turun dari mobil menyapanya.

Cho Younghwan cukup mengenal namja yang menyapanya ini. Meski mereka sebelumnya tidak pernah bertemu secara langsung. Namja itu meminta Younghwan untuk mengantarkannya ke ruangan tempat Kyuhyun dirawat. Namun sebelumnya namja itu tidak ingin langsung ke ruangan rawat Kyuhyun dan malah mengajak Younghwan mampir ke café shop yang memang ada di sekitaran rumah sakit.

Baik sekali karena namja ini mau membayarkannya. Younghwan juga dibebaskan untuk memilih kopi dan makanan yang dia inginkan. Hanya americano dan satu makanan ringan yang Younghwan pilih, lagipula untuk saat ini dirinya tidak begitu lapar. Mereka terdiam beberapa saat sembari menikmati hidangan yang mereka pesan.

Youngmin, petinggi SM yang baru dialah namja yang sejak tadi duduk bersama Cho Younghwan. "Bagaimana keadaan Kyuhyun-ah?"

"Sejauh ini cukup baik." Hanya itu keyakinan yang ditekankan dalam hati Younghwan.

Youngmin kembali menyeruput kopinya. "Pasti berat bagimu untuk menghadapi semua ini kembali Younghwan-ssi?"

"Aku rasa itu adalah pertanyaan retoris yang anda berikan kepadaku." Younghwan menanggapi kalimat Youngmin dengan tersenyum.

"Kira-kira kapan Kyuhyun-ah bisa tersadar menurut dokter?" Youngmin mulai memberikan pertanyaan yang serius kali ini.

Younghwan dengan kejeniusan yang dimiliki akhirnya mengerti mengenai maksud dari pertanyaan Youngmin. "Bagaimana seandainya jika dia tidak kunjung sadar kembali? Apa yang akan terjadi padanya?"

Kali ini Youngmin sungguh terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan balik oleh Cho Younghwan. "Tuhan sepertinya memberikan rencana lain untuknya."

"Moseon? Bisakah anda menjelaskannya?" Younghwan terheran dengan kalimat yang sepertinya bukan merupakan kalimat jawaban dari Youngmin.

Youngmin mengedikkan bahunya. "Younghwan-ssi anda cukup pintar untuk menyimpulkannya."

"Sepertinya kali ini otakku tidak berjalan dengan seharusnya." Younghwan memberikan tatapan mengintimidasinya pada Youngmin.

Youngmin meletakan kedua tangan di dagunya. "Dulu, kami sangat mentolerir dengan kecelakaan yang telah terjadi pada Kyuhyun-ssi. Namun kini keadaan sudah berubah. Sekarang ini adalah zamnnya diriku yang mengendalikan perusahaan. Maka wajar bukan jika terjadi hal yang cukup berbeda antara sekarang dengan dahulu? Karena yang kalian hadapi saat dulu adalah orang yang berbeda denganku. Sejauh ini aku masih bersikap baik. Namun tidak tahu selanjutnya akan berjalan seperti apa, karena sepertinya harapan saatnya saat ini lebih tipis?"

"Anda benar-benar menjelaskannya dengan baik Youngmin-ssi. Mari kita melihat bagaimana keadaan Kyuhyunnie sekarang, aku rasa mungkin keadaannya lebih baik." Cho Younghwan bangkit dari tempatnya duduk dan kemudian mengajak Youngmin pergi.

Youngmin tersenyum penuh arti. "Arrasseoyeo. Kyuhyun-ah bukan seorang yang dengan mudah menyerah bisa menyerah."

Cho Younghwan dan Youngmin sang petinggi SM yang baru tengah berjalan menuju ruangan perawatan Kyuhyun. Mereka hanya berjalan berdampingan tanpa melakukan sebuah percakapan yang berarti. Mereka berdua hanya fokus untuk sampai ke ruangan rawat Kyuhyun. Terlebih Youngmin yang memang penasaran, apakah keadaannya lebih buruk dari dahulu atau dugaannya salah sama sekali.

Akhirnya mereka tiba di depan ruangan Kyuhyun mendapat perawatan. Ada beberapa hyungdeul Kyuhyun di Super Junior yang tengah menunggu di luar. Mereka mengatakan bahwa Kyuhyun saat ini sedang diperiksa oleh dokter. Jadinya mereka menunggu dahulu di luar ruangan.

Namun pandangan mereka tertuju pada seorang namja yang amat mereka kenal yang kini berdiri terus disamping Cho Younghwan. Mereka memberikan salam hormatnya kepada namja yang berstatus sebagai orang tertinggi di agency mereka. Untuk pertama kalinya pimpinan mereka ini menemui artis yang bernaung di bawah agency-nya. Biasanya dia adalah orang yang tidak mau repot-repot dan lebih baik menyuruh bawahannya.

Di dalam ruangan intensif itu seorang uisa tengah memeriksa seluruh keadaan Kyuhyun. Dimulai dari reaksi pupil mata, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan lainnya. Sang uisa 'Junwon' hanya bisa menghela nafasnya ketika mendapati hasil yang sama sekali tidak menunjukkan perkembangan yang membaik. Sama sekali tidak ada perubahan. Keadaannya hanya memburuk setiap harinya.

Lamunannya langsung buyar seketika saat ganhonsa yang mendampinginya berteriak dengan panik. "Uisanim, tekanan darahnya kembali menurun! Detak jantungnya dibawah normal!

"Mwo? Bagaimana bisa?" Junwon langsung kembali menghampiri tubuh Kyuhyun yang memang sedang mengalami masa kritis.

Dengan tidak banyak bicara Junwon langsung menangani tubuh Kyuhyun yang kembali dalam kondisi kritis. Dari luar sana perhatian semua orang langsung tertuju ke dalam ruangan intensif Kyuhyun. Menyaksikan bagaimana kepanikan Junwon dan ganhonsa yang saat ini tengah berusaha menyelamatkan keadaan Kyuhyun.

Younghwan memejamkan kedua matanya. Disaat seperti ini Kyuhyun harus kembali ke dalam keadaan kritis. Terlebih ada seseorang lain yang menyaksikan bagaimana anaknya berjuang diantara hidup dan mati. Younghwan hanya bisa berdo'a dan berharap dalam hatinya agar Kyuhyun bisa segera kembali.

Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua bisa bernafas dengan lega ketika melihat bahwa keadaan Kyuhyun kembali normal. Youngmin tersenyum setelah meyaksikan adegan dramatis seseorang yang berjuang diantara hidup dan mati di dalam sana. Junwon akhirnya keluar dari dalam ruangan Kyuhyun.

"Keadaannya sempat kritis namun, akhirnya bisa dikendalikan." Seperti biasa Junwon uisanim menjelaskannya dengan begitu tenang.

Younghwan mengangguk. "Setidaknya Kyuhyun masih bisa bertahan hingga saat ini."

"Lantas adakah harapan agar dirinya bisa tersadar?" Akhirnya Youngmin mengeluarkan suaranya setelah sedari tadi terdiam di hadapan semua orang.

Junwon uisanim menarik nafasnya sejenak. "Untuk itu kami belum bisa memastikan kapan Kyuhyun-ssi bisa tersadar. Meski kecil harapan itu ada untuknya. Namun sayangnya Kyuhyun-ssi jika tersadar pun tidak akan mengubah banyak."

"Aku tahu seseorang yang sudah mengalami koma akan kembali berlatih untuk tubuhnya." Youngmin berbicara dengan begitu tenang.

"Kemungkinan besar Kyuhyun-ssi akan kehilangan semua ingatannya." Itulah penjelasan terakhir yang Junwon uisanim berikan.

Youngmin tersenyum dan menatap semua orang disana. "Ah sepertinya aku harus pamit dulu dan ada suatu langkah yang akan aku pikirkan. Younghwan-ssi kita akan bicara lagi nanti."

Younghwan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Leeteuk yang memang sedari tadi ada bersama mereka bisa mengetahui sepertinya ada sesuatu hal besar yang terjadi diantara sang petinggi SM dan Cho Younghwan. Semua orang sudah tahu bagaimana tipikal Youngmin, dia tidak akan mau membawa orang yang tidak berguna.

.

.

.

.

.

Super Junior Dorm

Hari ini Leeteuk memang memiliki jadwal yang paling sedikit diantara member Super Junior yang lainnya. Namja yang memiliki lesung pipi ini memang sengaja kembali pulang dulu ke dorm mereka. Ada sesuatu hal yang benar-benar mengganjal pikirannya semenjak melihat kedatangan Youngmin ke rumah sakit.

Satu per satu dongsaeng-nya mulai pulang dari jadwal mereka. Pertama-tama mereka membersihkan dulu diri kemudian berkumpul di ruangan utama dorm. Leeteuk menghela nafasnya, ini lebih baik mengatakan semuanya sekarang dibandingkan terlambat nanti.

"Tadi Youngmin Sajangnim datang menjenguk Kyuhyunnie." Leeteuk mengatakan dengan tegas.

Ryeowook tersenyum dengan begitu riangnya. "Wuahhh Kyuhyunnie benar-benar diperhatikan seperti dulu lagi. Kedua Sajangnim kita jjang!"

"Sepertinya kau salah Ryeowook-ah." Heechul menyanggah kalimat senang Ryeowook.

Ryeowook mengernyit apa yang salah memangnya? "Bukankah itu bagus Youngmin Sajangnim datang menjenguk Kyuhyunnie?"

"Youngmin Sajangnim adalah orang yang berbeda. Setiap orang tidak mungkin memiliki kepribadian yang sama." Leeteuk menjelaskan alasan Heechul mengenai sanggahannya tadi.

"Jadi bisa kau jelaskan Teukie hyung? Mengenai Youngmin Sajangnim." Yesung mengeluarkan pertanyaannya pada Leeteuk.

Leeteuk memejamkan matanya sesaat sebelum menjelaskan kepada semua dongsaeng-nya. "Youngmin Sajangnim menanyakan mengenai kapan Kyuhyun akan tersadar. Dari gelagatnya dia menginginkan agar Kyuhyun cepat kembali pulih dalam waktu dekat. Namun Junwon uisanim menjelaskan secara tidak langsung bahwa itu tidak mungkin. Setelahnya Youngmin Sajangnim pamit pulang dan mengatakan sedang memikirkan suatu langkah untuk dilakukan. Mendengar itu Younghwan ahjussi seperti membeku dan marah ditempatnya. Sepertinya mereka berdua sudah berbicara terlebih dahulu sebelumnya."

Kangin menerka-nerka penjelasan yang Leeteuk berikan. "Jangan katakan bahwa Sajangnim sebenarnya sedang mencari suatu cara untuk mengakhiri kontrak untuk Kyuhyunnie?"

"Sebenarnya aku tidak ingin berasumsi seperti itu. Tapi hipotesis itulah yang paling memungkinkan." Leeteuk mengangguki kesimpulan yang ditarik oleh Kangin.

Heechul benar-benar emosi mendengarnya. "Sekarang kita bahkan belum bisa memastikan apakah Kyuhyun sudah melupakan kita atau belum." Ada jeda disana. "Tapi orang itu sudah mau menghancurkannya seperti ini?"

"Dia akan terbangun kan? Seperti waktu itu dia akan terbangun dalam waktu 4 hari?" Ryeowook mengepalkan kedua tangannya. Berusaha meredam tangisan yang sebenarnya sudah akan keluar

Yesung juga hanya bisa menghela nafasnya. "Sekarang sudah satu minggu Ryeowook-ah".

"Ini akan lebih sulit dari dulu, Youngmin Sajangnim bukan orang yang mudah untuk dilawan." Leeteuk mengatakan kalimat terakhirnya.

.

.

.

.

.

Samsung Hospital

Malam ini begitu dingin, Younghwan kembali memutuskan untuk menjaga Kyuhyun. Kejadian tadi benar-benar membuatnya terbebani. Pada dasarnya Younghwan sudah tahu bahwa itu memang sudah menjadi resiko untuk anaknya. Tidak semua orang yang dikenal olehnya akan memperlakukannya dengan sebaik mungkin.

Younghwan mendekatkan dirinya untuk duduk di samping ranjang rumah sakit yang sudah amat betah untuk Kyuhyun tempati. Bayi kecilnya sudah amat dewasa sekarang. Buah hatinya tumbuh menjadi seorang namja yang begitu tampan. Seorang anak yang dahulu selalu mengikuti apa yang dilakukannya. Seorang anak yang dahulu begitu cengeng dan harus selalu dilindungi oleh noona-nya.

Wajahnya begitu mirip dengan sang ibu, Kim Hanna. Terkadang Younghwan bertanya mengapa anak lelakinya harus begitu mirip dengan ibunya? Kyuhyun memang orang yang begitu lembut dan manja. Namun Younghwan tidak memungkiri bahwa Kyuhyun juga mewarisi banyak sifatnya. Sayangnya terkadang Younghwan benci pada anaknya yang harus mewarisi salah satu sifarnya.

Younghwan bermonolog di tengah malam yang dingin itu. "Kenapa kau begitu banyak mewarisiku sementara wajahmu begitu mirip dengan eomma-mu eoh?"

Sang anak dengan setia membuka telinganya untuk mendengarkan ocehan sang ayah.

"Hei, sifat teguh pada pendirian itu biarkan hanya aku yang mempunyainya." Younghwan masih terus bergumam.

Kemudian sang anak tidak membalasi dan membiarkannya terus mengoceh.

Younghwan menengadahkan wajahnya ke atas, tidak ingin ada air mata yang terjatuh darinya. "Resikonya begitu besar Kyu, sudah kukatakan berada di dalam bidang entertain itu begitu sempit dan sulit. Aku melarangmu karena aku tidak ingin kau berjalan di jalan yang sulit itu."

Sang anak hanya tertidur lelah setelah mendengarkan ocehan sang ayah.

"Kenapa kau sangat hobi menjadi anak yang nakal eoh? Kau menentangku, bersembunyi, membiarkan aku khawatir, dan sekarang kau mendiamkanku dengan begini?" Deras sekali air mata seorang Cho Younghwan dan terdengar kentara di sebuah ruangan yang bertajuk sebagai ruangan steril tersebut.

Rupanya Kyuhyun anaknya tidak tertidur. Dia koma.

.

.

.

.

.

16 Juli 2016

Heechul berada dalam ruangan Kyuhyun saat ini. Hatinya begitu terluka ketika harus mendapati lagi sang dongsaeng dalam keadaan yang sangat tidak diinginkan. Heechul mengelus salah satu pipi Kyuhyun. Air matanya langsung mengalir ketika dirinya mengingat beberapa saat yang lalu pernah menampar pipi putih milik Kyuhyun.

Perasaannya benar-benar amat sakit. Entahlah untuk saat ini dia tidak mempedulikan lagi imej sebenarnya dari seorang Kim Heechul. Dirinya terlalu sakit untuk menyaksikan keadaan sang dongsaeng yang seperti ini.

Dahulu ketika Kyuhyun dalam keadaan yang sama seperti saat ini, dirinya tidak berhenti untuk bersamanya dan setelah tersadar mereka menjadi begitu dekat. Namun setelah waktu yang telah terus berlalu semua seakan memudar perlahan-lahan. Heechul ingin mencari tahu siapa yang sebenarnya terlebih dahulu menjauh. Namun dia yang harus mengakui bahwa yang pada kenyataannya dirinya sendiri yang mulai menjauh.

"Ireona saeng jebal ireona….."

Heechul menutup pintu kamar rawat Kyuhyun setelah keluar dari sana. Di luar nampak hyung dan dongsaengdeul-nya sedang terduduk di ruang tunggu. Berada di dalam sana lebih lama lagi membuat perasaannya menjadi begitu sesak.

Leeteuk bisa menangkap ekspresi Heechul yang benar-benar tidak seperti biasanya. "Gwenchana Heechul-ah?"

"Apakah keadaannya akan berbanding terbalik? Jika saja kita tidak melakukan kesalahan yang begitu kejam pada saat itu?" Heechul malah memberikan pertanyaan bukan jawaban.

Yesung mengerti, saat ini mereka memang sedang mengalami dilema dan penyesalan tiada henti. "Heechul hyung pada dasarnya mungkin inilah takdir yang harus dijalankan oleh kita dan juga Kyuhyunnie."

Heechul tersenyum getir. "Jadi ini hukumannya bagi kita?"

"Jeongmal anniyo! Kyuhyunnie sangat menyayangi kita semua. Hyungdeul kumohon jangan pernah berpikir demikian." Ryeowook memberikan pendapatnya.

Kangin tertunduk. "Ini lebih sulit dari keadaan dulu Ryeowook-ah. Rasanya harapan itu memang tidak ada."

Leeteuk ingin sekali menghentikan perdebatan mereka. Namun dia juga berpikir realistis untuk mengharapkan hal yang tidak mungkin.

.

.

.

.

Yeoja cantik itu menutup sambungan teleponnya. Sedikit ada perasaan terhibur, karena sang suami kini berada di Korea. Kehadiran suaminya benar-benar sedikit membuat perasaannya lebih tenang. Untunglah dirinya mendapatkan suami sepertinya. Seorang suami yang tidak terlalu sempurna karena pada dasarnnya semua orang tidak sempurna. Namun seorang suami yang begitu spesial.

Yeoja ini sedikit tersenyum saat mengingat pernikahannya dulu dengan sang suami. Kyuhyun amat manja padanya hingga Kyuhyun dan suaminya bertemu. Syukurlah Kyuhyun bisa dengan mudah menerima kehadiran suaminya. Di acara pernikahannya, sang dongsaeng juga dengan begitu indah menyanyikan beberapa lagu untuk dirinya dan sang suami.

Suaminya menjelma menjadi salah satu hyung untuk Kyuhyun. Pertama kali melihat Kyuhyun suami Ahra sudah langsung menyayanginya seperti dongsaeng-nya sendiri. Walau terkadang Kyuhyun malah mengerjai sang kakak ipar. Dengan begitu polos sang suami selalu mengatakan bahwa sebenarnya Kyuhyun itu lebih cocok menjadi dongsaeng-nya.

Cho Ahra dengan telaten membersihkan tubuh sang dongsaeng. Sudah lama sejak terakhir kali dirinya memandikan tubuh sang dongsaeng. Hanya mengelapnya saja. Itu adalah sejak mereka masih kecil. Ahra masih mengingat dengan jelas ketika Kyuhyun masih kecil, dongsaeng-nya itu adalah seorang anak dengan tubuh tambun. Banyak yang mengejeknya, Kyuhyun menangis. Dengan tegas Ahra kemudian berubah menjadi perisai pelindung bagi Kyuhyun. Kini sang dongsaeng tidak menangis bahkan mengeluarkan suara. Perasaan sesak itu perlahan-lahan muncul kembali.

Ahra menggenggam tangan Kyuhyun yang bebas dari selang infus. Begitu dingin. "Kenapa tanganmu begitu dingin eoh? Sudah noona bilang kalau kau harus mengenakan sarung tangan di cuaca yang begitu dingin ini."

Ahra buru-buru menghapus air matanya. Dia tahu bahwa Kyuhyun tidak suka melihatnya menangis. Tapi itu tidak bisa. Cho Ahra menangis dengan begitu banyak di hadapan sang dongsaeng.

Hatinya benar-benar tersayat melihat keadaan kedua orang kakak beradik di dalam ruangan itu. Mereka berdua sama-sama terluka. Dan sayangnya dirinya juga ikut ambil andil untuk menciptakan luka yang begitu dalam tersebut. Ketika Ahra keluar dari ruangannya Leeteuk langsung berdiri dihadapnnya.

Leeteuk berlutut dengan air mata yang mulai mengalir juga dari sudut matanya. "Mianhaejeongmal mianhamnida. Aku tidak bisa menjadi hyung yang baik bagi Kyuhyun. Aku tidak bisa menjaganya. Bahkan aku lebih sering mengacuhkannya. Kala dia meneleponmu, saat itu aku menyakitinya. Jeongmal mianhamnida… hiks…. Kau dan keluargamu pantas untuk memarahi dan membenciku. Aku hanya orang bodoh yang meminta maaf ketika penyesalan itu telah tiba."

Ahra cukup terkejut dengan Leeteuk. Namun dia marah setelah mendengar pengakuan itu. "Jadi itu yang kau lakukan padanya? Padahal aku sudah amat mempercayaimu oppa."

"Nde. Ahra-ya, aku benar-benar orang berengsek yang mengkhianati sebuah kepercayaan." Leeteuk tetap berada dalam posisi berlututnya.

Ahra menatap Leeteuk yang masih berlutut. "Dan oppa memang bodoh karena meminta maaf setelah muncul penyesalan."

"Aku tahu Ahra-ya… aku…" Kalimat Leeteuk tidak diteruskan karena Ahra memotongnya.

"Kau akan lebih bodoh oppa jika kau tidak meminta maaf. Berdirilah." Ahra membawa Leeteuk untuk berdiri.

.

.

.

.

.

17 Juli 2016

Seorang namja dengan tinggi diatas rata-rata itu tengah berjalan dengan bebas. Kali ini tidak menggunakan seragam militernya, melainkan dengan sebuah t-shirt dibalut dengan jaket berwarna coklat dan celana hitam panjangnya. Tentunya sebuah pakaian yang cukup santai dirinya kenakan hari ini.

Bukan seragam militer yang setiap hari dirinya kenakan. Ah itu karena memang dirinya sedang menjalankan suatu kewajiban untuk semua penduduk pria di negaranya. Di hari libur yang diberikan oleh sang komandan memberikan kesempatannya untuk melepaskan seragamnya sejenak. Lama-lama dirinya juga merindukan pakaian santainya.

Disana namja ini melihat sebuah toko game. Banyak sekali kaset-kaset game baru yang keluar hari ini. Jika saja dia bersamanya, sudah dipastikan mereka berdua akan menghabiskan banyak waktu disini dan berakhir dengan omelan dari manajer mereka masing-masing. Walau sudah bukan usianya lagi, namun dengan memainkan sebuah game bisa menghilangkan sedikit penat mereka.

.

.

.

.

.

Samsung Hospital

Changmin menghela nafasnya beberapa saat sebelum memasuki area rumah sakit. Di hari libur dengan cuaca begitu indah begini dirinya hanya akan menghabiskan waktunya di rumah sakit? Yang benar saja? Namun pada dasarnya memang itulah hal yang akan dilakukan oleh seorang choikang Changmin.

Tidak peduli sampai kapanpun, tidak peduli sampai dimanapun Changmin akan terus berusaha menjaga seseorang yang sedang betah menjadi salah satu penghuni rumah sakit disini. Walau pada dasarnya Changmin sangat tidak ingin seseorang itu menjadi begitu betah berada di rumah sakit ini.

Ketika sudah akan sampai di ruangan tempat Kyuhyun dirawat, perasaan Changmin tiba-tiba mendadak menjadi ragu. Ada perasaan takut sebenarnya yang dirinya rasakan. Pintu itu kemudian dirinya buka dengan perlahan-lahan. Banyak sekali peralatan rumah sakit di dalamnya yang berkabel dan dipastikan mereka menusuk tubuh seorang yang ada di tempat tidurnya. Yah hanya satu orang.

Peralatan medis itu nampak begitu mengerikan. Namun hal yang lebih mengerikan bagi Changmin adalah memikirkan betapa banyaknya tubuh itu ditusuk oleh semua peralatan yang menyokong untuk mempertahankan hidupnya. Saking terlalu memikirkan itu Changmin tidak menyadari bahwa sebenarnya ada seseorang namja lain yang sudah duduk disana.

Changmin langsung tersadar ketika melihat seorang namja yang duduk disamping ranjang milik Kyuhyun. Changmin mengenalnya. Bahkan dulu dia berada dalam posisi seperti Kyuhyun di dalam hatinya. "Kim Kibum sedang apa kau disini?"

Orang yang dipanggil Kibum hanya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya. "Hanya menunggu dongsaeng-ku untuk segera bangun dari tidurnya. Mengajak mengobrol dan lama kelamaan dia juga akan membalas obrolan yang kuberikan."

"Kau tidak ada jadwal syuting hari ini?" Changmin mencoba bertanya meski masih sedikit agak canggung.

Kibum menggelengkan kepalanya. "Ada, kau sendiri sedang mendapat jatah libur?"

"Nde. Hari ini aku akan menjaga Kyuhyunnie. Sebelum hyungdeul yang lain pulang." Changmin mulai mendekat ke arah Kibum.

Kibum bangkit dari duduknya dan kemudian menatap Changmin. "Kalau begitu aku bisa pergi sekarang."

"Eodigayo? Kita bahkan tidak mengobrol lebih banyak?" Changmin jujur saja agak merindukan sahabat dulunya ini.

"Mengobrol lah dengan Kyuhyunnie." Kibum memberikan perintahnya.

Changmin terdiam. Dengan Kyuhyun?

Kibum mengerti arti kediaman Changmin. "Kyuhyun itu hidup hanya saja dia tidak melihat, mencium, bicara, dan mendengar. Tapi Kyuhyunnie bisa merasakan semuanya. Merasakan emosi yang ada pada diri kita. Orang koma pada dasarmya masih hidup buktinya mereka berdetak dan bernafas hanya saja mereka belum bisa untuk kembali mengangkat tubuhnya. Semakin kau menganggap Kyuhyunnie berada dalam kondisi dekat dengan kematian semakin sulit kau untuk menerima semua ini. Dan itu akan membuatnya menjadi lebih sedih."

"Kim Kibum kau… gomawoyo…." Changmin benar-benar terpukau dengan seorang Kim Kibum.

Kibum tersenyum dan beranjak pergi. "Beritahukan hal yang sama kepada yang lainnya."

Changmin memandang punggung Kibum yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya. Seperti biasa namja itu memang selalu datang dengan segala kedinginannya. Namun dibalik sifat dingin yang dimilikinya terdapat hal-hal yang luar biasa yang bisa dilakukan. Kibum terlalu dewasa benar-benar terlalu dewasa,

Pandangan Changmin beralih kepada Kyuhyun yang masih setia menutup kedua matanya. Apa reaksi yang akan dirinya berikan jika tahu bahwa hyung sedingin esnya itu saat ini begitu sering untuk menghabiskan waktu bersamanya. Tidak Changmin tidak akan membayangkan bahwa Kyuhyun hanya terbaring koma, namun Kyuhyun sedang menatap dan memberikan reaksi kepadanya.

'Changmin-ah aku hanya ingin berbagi kebahagiaanku dengan sahabatku saja, aku tidak mau membagi kesulitan kepadanya.'

"Ayo kita buat taruhan, jika kau sadar sebelum aku selesai wajib militer maka aku akan membelikan semua kaset game mahal untukmu. Tapi jika sebaliknya kau harus mulai bisa membagi kesulitanmu kepadaku." Changmin ber-smirk di hadapan Kyuhyun. Yakin bahwa pasti sahabatnya ini tidak akan mau kalah.

.

.

.

.

Namja dengan pakaian putih itu hanya tersenyum riang mengitari sebuah taman yang indah. Di taman itu terdapat banyak sekali anak-anak yang begitu lucu dan menggemaskan. Namja itu juga senang dengan keadaannya. Hidupnya seolah-olah tidak memiliki suatu beban yang berarti.

Seorang anak kecil menghampirinya dan memberikannya setangkai bunga yang begitu cantik. Tentu saja dengan senang hati namja itu mengambil bunga yang diberikan oleh anak kecil yang menggemaskan tersebut. Namun tanpa disangka, anak kecil itu meraih lengannya dan menariknya pergi.

Namja itu tersenyum dengan tarikan anak kecil yang begitu kencang pada lengannya. Mereka berdua tiba di sebuah taman yang lebih indah lagi dibandingkan taman pertama yang tadi dilihatnya. Mereka semua menampakkan wajah bahagia disana. Anak-anak kecil itu terlihat demikian.

Tanpa sadar lama kelamaan namja itu ikut terlarut untuk menghabiskan waktu bersama semua anak kecil itu. Wajah-wajah mereka nampak begitu polos tanpa dosa. Sesekali mereka juga tersenyum ceria ketika namja tersebut menceritakan beberapa hal kepada mereka semua dan bernyanyi dengan nada indahnya. Namja ini amat begitu betah rasanya.

.

.

.

.

.

China

Sun Le benar-benar kepayahan dengan tingkah laku yang diberikan oleh netizen. Sebenarnya apa yang mereka mau? Dulu ketika Hangeng mencampuri urusan Super Junior, mereka berkomentar begitu tajam bahwa Hangeng hanya mencari celah untuk menutupi kesalahannya yang dengan mudah meninggalkan Super Junior dan dengan entengnya ingin bersama lagi seperti sebuah pemberhentian halte bus.

Lalu kali ini mereka kembali berkomentar karena Hangeng tidak ikut campur dalam urusan Super Junior. Kembali berkomentar tajam dan mengatakan bahwa Hangeng adalah seorang yang tidak mempunyai hati nurani, karena tidak ada satupun respon yang dirinya berikan terhadap musibah yang saat ini tengah dialami salah satu mantan rekannya.

'Kriet' Terdengar suara pintu yang terbuka. Sun Le menatap siapa orang yang tengah membuka pintu apartemen milik artisnya. Rupanya itu adalah Hangeng yang saat ini memang menjadi objek yang sedari dirinya pikirkan.

Sun Le langsung menunjukkan pemberitaan-pemberitaan mengenai Hangeng di media China. Tetapi Hangeng hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman tipis. Dirinya tidak ingin memikirkan semua hal itu pada saat ini. Karena ada sesuatu yang sebenarnya sedang dirinya pikirkan lebih daripada itu.

Hangeng memandang Sun Le sang manajer yang masih terlihat sibuk dengan ponselnya. "Gege, tolong jelaskan padaku, kenapa perasaanku saat ini begitu sulit hanya untuk menemui mereka?"

"Jadi kau benar ingin menemui mereka? Temuilah. Dan tentunya kita bisa mengklarifikasi semua tuduhan mereka ini." Sun Le sangat menggebu-gebu mengucapkannya.

Hangeng hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak semudah itu gege. Ini benar-benar sulit untuk kami jalani."

"Lantas apa yang akan kau atau kalian lakukan? Menunggu kehidupan berikutnya dan memperbaiki semua yang telah terjadi?" Jujur saja Sun Le sedikit kesal dengan sifat mudah menyerah anak asuhnya ini.

Hangeng hanya bisa memandang lurus tanpa berkedip. "Bila memang ada di kehidupan berikutnya nanti, aku hanya ingin meminta agar Kyuhyun tidak pernah bertemu dengan kami, dimana dia tidak akan pernah merasakan sakit seperti saat ini."

"Tan Hangeng gege tidak bermaksud untuk mengguruimu. Namun bila memang itu terjadi keadaannya mungkin akan tetap sama atau bahkan lebih buruk dari ini. Jadi jangan pernah menyalahkan apa yang sudah terjadi hingga sekarang." Sun Le meletakkan ponselnya kemudian.

.

.

.

.

.

18 Juli 2016

Samsung Hospital

Cho Younghwan sedang duduk dihadapan Junwon uisanim. Seorang dokter yang selama ini sibuk untuk mengobati magnae-nya. Kali ini Junwon akan menjelaskan mengenai perkembangan kesehatan dari beberapa hari yang sudah dilewati oleh sang anak dalam keadaan koma.

"Baguslah semakin hari, keadaanya semakin membaik. Meskipun ya fase kritisnya belum lewat." Junwon mengungkapkan hasil kesehatan Kyuhyun selama beberapa hari ini.

Cho Younghwan tidak begitu kecewa. "Bukankah kita harus mensyukuri banyak hal dari sesuatu yang kecil dulu?"

"Ah aku senang jika anda berkata demikian. Sekali lagi jangan pernah berhenti berharap. Kyuhyun-ssi pasti akan segera terbangun dan kembali berkumpul dengan kita semua." Walau dirinya selalu mengungkapkan fakta, namun sebagai seorang dokter Junwon juga akan memberikan spirit untuk pasien dan keluarganya.

Cho Younghwan mengangguk dengan setuju. "Geuraeyo. Lagipula Kyuhyun tidak akan senang jika kita terus meratapi nasib terpuruk ini."

.

.

.

.

.

Knowing Brother, JTBC

Seorang namja cantik dan tampan dengan wajah mirip pria Jepang itu tengah melakukan syuting di salah satu acara variety show di stasiun televisi JTBC. Knowing Brother merupakan sebuah variety show yang bertema komedi dan dipandu oleh Kang Hodong. Diisi juga oleh beberapa selebriti seperti Soogeun, Janghoon,Youngchul, Kyunghoon, Sangmin dan juga dirinya sebagai Kim Heechul Super Junior.

Di dalam variety show ini para pengisi acara harus bisa mengetahui informasi unik yang dimiliki oleh bintang tamu berdasarkan clue-clue yang mereka berikan. Pada episode kali ini yang menjadi bintang tamu adalah grup duo Davichi dan Kangta seorang penyanyi solo besutan agency yang sama dengan Heechul, yaitu SM Entertainment.

Pada awal acara para bintang tamu memperkenalkan diri mereka masing-masing. Seperti nama mereka dan darimana sekolah mereka berasal. Proses perkenalan ini juga tidak luput dari berbagai adegan lucu yang pengisi acara dan bintang tamu buat sendiri. Sebuah efek natural yang dikeluarkan oleh mereka semua.

Seperti biasa Kyunghoon lah yang paling pendiam disini. Sementara Heechul dia dengan lidah tajamnya berhasil membuat suasana semakin meriah. Terkadang mereka menebak sesuatu yang salah dan membuat terkesan menjadi lucu. Namun tetap mereka tidak melupakan untuk menebak semua hal dari bintang tamu yang hadir. Heechul juga sudah beberapa kali menjawab atau menebak dengan benar.

Di tengah-tengah acara, Davichi dan Kangta berduet atau mungkin 'bertrio' dengan menyanyikan sebuah lagu yang amat indah. Lantunan suara mereka yang mengalun juga membuat lagu yang indah itu menjadi semakin indah. Sebuah simponi yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Kemudian mereka semua bertepuk tangan kala Davichi dan Kangta menyelesaikan lagunya.

Semua berlangsung dengan meriah hingga acara berakhir. Sebelum acara diakhiri, semua pengisi acara atau mungkin semua orang yang ada disana mengucapkan ikut bersedih dengan apa yang terjadi dengan magnae Super Junior Cho Kyuhyun yang merupakan dongsaeng dari salah satu pengisi acara, yaitu Heechul. Di akhir setelah memberikan semua do'a mereka masing-masing, Heechul diberikan waktu khusus untuk mengungkapkan perasaan sekaligus do'anya.

Heechul memberikan salam terakhirnya di ending dari episode Knowing Brother. "Kyuhyun-ah sebelumnya kita berdua pernah melakukan syuting bersama disini bukan? Hyung tidak bisa berlaku banyak pada saat itu, ketika disorot kamera berada bersamamu membuatku seketika menjadi kaku, namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik kamera kita begitu dekat satu sama lain. Namun setelahnya hyung dan kau malah menjauh karena jadwal. Jeongmal mianhande, gomawosseo. Hyung menyesal dan berterima kasih karena kau masih ada berada dekat dengan hyung. Kyuhyun-ah ireonayo kau sudah terlalu lama bermimpi, ini lebih dari 4 hari jangan sampai kau kalah dari Changmin. Kyuhyun-ah hyung berjanji akan menjadi hyung yang lebih baik lagi untukmu, menjagamu, dan kembali menjadi endhorpin untukmu Kyuhyun-ah, semua orang disini bahkan sudah menyaksikan sumpahku. Geraesseo cepatlah kembali Kyuhyun-ah, hyung begitu merindukanmu." Sungguh Heechul sudah tidak mempedulikan lagi jika wajahnya yang penuh air mata terekam di kamera.

Semua disana langsung mengerebungi Heechul. Berusaha untuk menghibur namja yang tengah banyak bersedih saat ini karena dongsaeng-nya. Kangta mendekati Heechul dan membisikan kata-kata yang menenangkan. Kangta memang salah satu sunbae yang dekat dengan Super Junior dan masing-masing membernya.

.

.

.

.

.

Saat ini Super Junior M sedang melakukan acara variety show terbarunya setelah comeback dengan album 'SWING' yang mereka mulai beberapa waktu lalu. Setiap harinya akan ada bintang tamu yang menghampiri acara mereka.

Seperti saat ini ada seorang bintang tamu wanita. Selain itu di dalamnya akan ada sebuah game yang harus dijalankan oleh masing-masing member dan tentunya yang kalah harus mendapatkan hukuman. Saat ini ternyata Kyuhyun yang harus menerima hukuman karena kalah dalam permainan dan dia harus memakan makanan atau lebih tepatnya saus ikan yang sudah dipastikan rasanya amat tidak enak.

Kyuhyun merajuk. Henry sebagai the real magnae saat ini bisa menangkap ekspresi dari hyung yang hanya berbeda satu tahun dengannya itu. Melihat Henry memperhatikannya, Kyuhyun merasa telah menang. Henry merutuki dirinya sendiri karena tadi malah memperhatikan hyungnya itu. Terpaksa Henry secara sukarela membantu hyungnya untuk menerima hukuman.

Henry memakan makanan itu. Kyuhyun sendiri yang harus menerima hukumannya meringis setelah melihat Henry. Rasanya… Henry sulit untuk menjelaskannya. Dengan segera Henry mencari-cari air untuk dirinya minum. Untunglah ada Sungmin yang berada disampingnya dan dengan sigap memberikannya air. Hyungdeulnya yang lain hanya tersenyum geli melihat Henry. Dan Kyuhyun, gegenya yang satu itu tersenyum ceria karena bersyukur dia tidak jadi mendapatkan hukumannya.

Di backstage Kyuhyun sedang bermonolog di depan kamera. Melihat hyungnya itu asyik berbicara, Henry datang menghampiri Kyuhyun. Tampaknya magnae asli Super Junior itu masih marah dan menyesal.

Henry memandang Kyuhyun dengan kesal. "Aku tidak akan pernah mau membantumu lagi ingat itu."

"M..mwo? membantu apa?" Kyuhyun berusaha bersikap tenang.

Henry menyilang-nyilangkan kedua tangannya. "Pokoknya aku tidak mau membantumu lagi."

"Memang kau membantu apa eoh?" Kyuhyun mulai sekarang.

Henry malah berbicara dalam bahasa Inggris. "Never. I don't help you forever."

Kyuhyun membulatkan kedua matanya dengan begitu lucu. "Yak! Jangan berbicara dengan menggunakan bahasa inggris padaku."

"Aku tidak mau membantumu lagi!" Henry kesal sendiri dengan hyungnya ini.

Kyuhyun menatap Henry heran. "Memang siapa yang memintamu membantuku?"

"Aku tidak mau membantumu lagi. Tidak mau!" Henry berteriak kesal.

Kyuhyun membulatkan bola matanya dan mengeluarkan ekspresi terkejutnya yang lucu. "Aish jangan berteriak. Aku lebih tua darimu!"

"No care. Pokoknya aku tidak mau." Balas Henry dengan masih kesal.

Kyuhyun membalas dengan tak kalah berapi-api. "Aku… juga tidak mau membantumu!"

"Pokoknya tidak mau huh!" Henry berteriak dan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri hanya mendengus dengan lucunya. "Aish."

.

.

.

.

.

"Kau bukanlah maknae jika bersamaku, tapi hyung aku selalu merasa bahwa magnae sebenarnya memang adalah dirimu. Aku ingin menjagamu hyung." Henry mengelus rambut orang yang selalu ingin dipanggil hyung itu.

.

.

.

.

.

Sudah satu bulan. Bahkan sekarang sebenarnya dua bulan akan terlalui. Pada kenyataannya angina segar itu hanya berlaku satu hari. Karena Tuhan memberikan jalan panjang untuk penantian mereka. Harapan hanyalah sebuah angan yang bisa terwujud ataupun tidak, bisa berlangsung lama atau sebentar. Lantas inilah yang kini dirasakan oleh mereka semua.

Matanya masih setia untuk tertutup dengan begitu rapat. Hembusan nafasnya syukurlah masih terdengar hingga saat ini. Jantungnya juga masih bisa berdetak dengan normal meskipun harus dibantu oleh alat-alat medis yang menopang kehidupannya.

Cho Younghwan memasuki ruangan yang sudah amat sering dirinya berada disana. Di dalamnya dia melihat sang istri Kim Hanna tengah mengelus rambut putra bungsu mereka. Sepertinya setelah dua bulan berlalu ini rambut putra bungsu mereka memang sudah sedikit memanjang.

Hanna menatap Younghwan yang mulai berdiri disampingnya. "Aku menyerah Younghwan-ah, bahkan ini sudah lebih dari 1 bulan!"

"Mworago? Hanna-ya kau sama sekali tidak begini sebelumnya?" Jujur saja Younghwan terkejut dengan ucapan istrinya seperti tadi.

Hanna menghentikan kegiatannya untuk mengelus rambut sang anak. "Setelah dipikir mungkin ini memang saatnya Kyuhyun untuk pergi meninggalkan kita. Keadaan ini lebih buruk dari keadaan yang dulu."

"Anniya Hanna-ya, kau tahu kan putra kita adalah seorang yang kuat?" Younghwan masih berusaha untuk meyakinkan sang istri.

Hanna menggelengkan kepalanya, menolak pendapat dari sang suami. "Ini bukan lagi 4 hari, tapi ratusan hari."

"Lantas apa yang akan berbeda?" Younghwan memberikan pertanyaannya pada sang istri.

"Apa kau pikir Kyuhyunnie kuat dengan keadaan ini? Bagaimana setelah dia tersadar? Jelas semua ini berbeda dengan kecelakan pada saat itu! Dia sakit Younghwan-ah dia sakit!" Air mata Hanna mengalir sudah.

Younghwan hanya bisa terdiam. Hanna saat ini terlalu sakit.

.

.

.

.

.

SM Entertainment Building

Leeteuk berlari dengan cepat menuju ke dalam satu ruangan yang ada di dalam gedung SM. Dirinya tidak mempedulikan keadaannya yang masih acak-acakan. Yang dirinya pikirkan saat ini adalah kebenaran mengenai pemberitaan yang ada di media.

Mana mungkin kan mereka bisa memotong kontrak secara sepihak. Terlebih salah satu pihak diantara mereka sedang dalam keadaan yang kurang memungkinkan bahkan sangat tidak memungkinkan. Leeteuk tidak pernah menemui orang seperti ini sebelumnya. Pada awalnya mereka menerima saja ketika sang petinggi berubah menjadi dirinya.

Youngmin tersenyum ketika mendengar suara pintunya terbuka dengan keras. Mungkin memang sengaja dibanting. Di hadapannya berdiri Leeteuk dengan nafas yang terengah-engah. Meski demikian di dalam wajah salah satu artis naungannya itu menunjukkan sebuah wajah yang penuh penasaran dan rasa amarah.

Leeteuk menetralkan nafasnya sejenak. "Sajangnim, benarkah berita yang kini sedang hangat itu?"

"Tentu saja." Tanpa ada rasa menyesal Youngmin mengangguk.

Mata Leeteuk langsung memerah ketika mendengar jawaban pasti itu. "Sajangnim, jebal kau harus menunggu Kyuhyun pulih dulu."

"Berapa lama lagi aku harus menunggu? Ini sudah lebih dari 100 hari hanya untuk menunggu orang yang tidak tahu kapan akan kembali tersadar." Youngmin menekankan setiap kata dalam kalimatnya.

Leeteuk mengepalkan kedua tangannya dan langsung menunduk memohon. "Kumohon Sajangnim, aku yakin Kyuhyun bisa segera sadar."

Youngmin mendecih. "Kau pikir kau aalah Tuhan. Jika kau seperti itu kepadaku kau melakukan sebuah kesalahan. Karena aku seorang Youngmin tidak akan merubah keputusanku. Aku berbeda dengannya amat berbeda."

.

.

.

.

.

Namja itu sibuk bermain dengan semua anak-anak ceria disana. Mereka bernyanyi-nyanyi dan bersenandung riang. Penuh tawa dan suasana bahagia yang ada disana. Cuaca cerah yang setiap hari ada disini juga tidak pernah berubah. Perasaan namja ini begitu merasa amat tenang.

Perhatian namja ini teralih kepada seorang anak yang sedang mengamati salah satu bunga di taman itu. Rupanya bunga yang diamati oleh anak tersebut layu. Ada sebuah ekspresi sedih yang diberikan oleh bunga yang layu itu. Namja itu juga merasa tersayat seakan merasakan suatu sakit yang sama. Dirinya tidak mengerti banyak air mata yang keluar dan mengaliri pipinya.

.

.

.

.

.

Jemari-jemari itu bergerak dengan perlahan-lahan. Kedua sudut matanya mengalirkan banyak air mata. Ada perasaan ingin membuka matanya pada saat itu juga.

.

.

.

.

.

To Be Continue…

Oh my gak tahu ternyata ini akan menjadi salah satu chapter terpanjang. Kyuhyunnya Cuma nongol sedikit. Kkk resiko untuk keadaan yang mendeskripsika Kyuhyun saat ini. Oh iya review juseyo jangan lupa. Jebal nde~

Review reply :

GyuhaeCho: arrasseo dongsaengku yang manis, eonni juga udah gak bandel lagi. Ahahaha semoga aja kamu jadi yang review pertama lagi di chapter 6 ini hihihi. Entahlah author emang selalu pengen kibum bersifat demikian kkk.

ladyelf11: kkkk makasih yah. Sepertinya cuma kamu yang salah karena itu adalah Hangeng.

lovelyrose98: sebenarnya itu udah agak terlambat untuk Kyu dioperasi. Kyu sih nunggu parah dulu baru mau melakukan operasi. Ntar dulu ah kyunya masih betah di alam mimpi katanya.

nnanissa: kkkk udah dong bosen kalau lama-lama tidur. Ah jangan dulu ditebak kkkk, tapi sepertinya akan sedikit lebih pelik. Kalau gak tidur bangun terus dong wkwkkwk masa begadang?

uixalmt: sedikit bocoran ketika mengetik ff ini aku mendengarkan mvnya Kyuhyun yang blah blah dan still kkkk.

auliaMRQ: kkkk gomawoyo~

fatmawatiyustika: dewasa tapi ternyata mereka semua itu masih unyu kkk, kyu itu gak akan lupa untuk ketinggalan sifat mengerjainya. Ah belum bisa cepet nyadarin Kyu dulu mian~

restiana: sudah dilanjut juseyo~

masya25: pas TBC itu udah mentok disana kkkk. Chapter selanjutnya adalah ini. Gimana-gimana?

Retnoelf: namja itu siapa lagi kalau bukan seorang Tan Hangeng. Kkkkk semua member SJ harus komplit.

Songkyurina: sepertinya tidak bisa, karena author masih mau membuatnya menderita *plak. Ah ff ini ditulis sambil dengerin 2 mv baru Kyu kkk.

tyas1412: ah jinjjayo? Janji yah harus baca dari awal ampe akhir.

Lenny chan: udah dong. Seperti kemauan kamu ff ini diupdate sekarang hehehe. Hahaha sama-sama dan makasih untuk selalu memberikan reviewnya.

liliwati: benar sekali itu Hangeng, secara udah sangat lama mereka gak bertemu satu sama lain.

yulyuzumaky: silahkan baca kelanjutannya ne~

Bonna: benarkah? Syukurlah kalau ff ini bisa mengobati kerinduannya kamu. Semoga cerita yang disajikan juga bisa memenuhi kriteria ffnya.

angel sparkyu: nah itu dia yang paling enak ketika konflik utama muncul wkwkkwkw.

Aya: heheheh mianhae cuma ini juga angst berarti memang harus demikian kkkk. Tentu saja mereka nongol kok, di chapter chapter berikutnya juga aka nada.

Yong Do Jin316: secara juga Kyu kan udah tinggal lama sekali dengan semua hyungduel-nya. Koma karena keadaan Kyuhyun emang sebelumnya sudah parah jadi pengobatannya sudah sedikit terlambat gituh kkkk.

KuroNaShiro: oiii kamu benar sekali tebakannya.

Desviana407: iya kyuhyun koma dan belum sadar sampe sekarang. Ah belum mau dibangunin dulu mianhae kkkk. Ah makasih udah di love lovein ffnya hihi.

annisah563: hangeng akhirnya muncul di chapter ini, beberapa member China juga.

mmzzaa: tapi Kyu sepertinya masih betah diem di taman itu.

Nae Axselia: Kyuhyun kan emang sangat menyayangi semua hyungdeulnya. Yah dia Han gege hyung yang begitu dirindukan oleh Kyuhyun.

Kira Kim 19: iya yang ngeliat adalah Hankyung oppa. Karena berita hiburan Korea sangat cepat bisa sampai ke media China. Ah makasih yah hihihi.

michhazz: tentu mereka semua emang harus muncul. Eung entahlah apakah nanti akan baik-baik saja atau tidak. Aaah kkk malunya dipanggil senpai, aku juga masih harus banyak belajar.

Kuroi Ilna: ah benarkah? Padahal aku kira feelnya malah menurun. Ah berdarah dong kalau ketusuk wkwkkw.

Gamekyuoppa: benar sekali yang melihat berita itu adalah Hankyung. Salah satu shipper Kihyun nde? Kkk sama kalau begitu, makanya sedikit ada peran spesial yang aku buat untuk Kibum. Nde author akan menjaga kesehatan mulai saat ini. Gomawoyo~

Thank's To :

09327115630;anna505;axerieoulusxenonxelvarixion;captainpotatao;chosuneun;desviana407;fitrimy;flowerkyuu;kimraf;kirakim19;kotonohamari-chan;kyu4ever;bintang15; ;fanatwik;febbycho;gyuyomi88; .7;ladyelf11;mmzzaa;naylahadi20;nnanissa;okaocha;readlight;riritary9;seventeencarat;widiantini9;xoloxovy;yuliekf123;ahsanriri22;lilisssry;nurafaini;missbabykyu;hulanchan;hyunnie02;yongdojin316;atikahsparkyu;floerkyuu;auliamrq;tirah25;yuliyuzumaky;whirsltie.

Kalian bisa menjumpai author di Facebook : Dewi Andriani (Super Junior Fanfiction)- sekaligus info-info mengenai Kyuhyun

Kalian bisa menjumpai author di BBM : d1057d69

Kalian bisa menjumpai author di blog : dewisparkyu(titik)wordpress(titik)com tempat untuk mempost ff author juga.

Kalian bisa menjumpai author di Line : driani96