Can i get new Appa, Eomma?
.
Cast : Jung Yunho (30 tahun)
Kim Jaejoong (27 tahun)
Kim (Shim) Changmin (3 tahun)
Other cast : Jung (Choi) Siwon (33 tahun)
Park Yoochun (26 tahun)
Kim Junsu (25 tahun)
Son Dongwoon (24 tahun)
Pairing : Yunjae, Yoosu
Genre : YAOI/Shonen-ai/Family/Humor/MPreg
Chapter : 7 (tujuh)
Warning : cerita pasaran dan tidak jelas, judul tak nyambung dengan cerita, alur sesuai mood saya, typo(s)bertebaran, bahasa tidak baku dan tak sesuai dengan EYD.
.
.
Jja, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
::
::
YUNJAE
::
::
Chu~
Kali ini Yunho kembali mencium Jaejoong dibibirnya dan membuat Jaejoong seketika menutup matanya, menikmati sentuhan Yunho yang seakan memberi tahu dirinya kalau semua akan baik-baik saja, dan ia hanya perlu mempercayai Yunho, dan percaya pada kekuatan cinta mereka.
"Saranghae." ucap Yunho setelah tautan keduanya terlepas. Tersenyum memandang Jaejoong dan dibalas senyum tulus dari Jaejoong.
"Nado saranghae."
Dan Jaejoopun harus bersiap untuk menyiapkan mentalnya bertemu dengan keluarga Yunho. Menyiapkan yang terbaik dari dirinya dan berharap semua akan berjalan lancar sesuai dengan apa yang Yunho katakan.
.
.
Seorang namja cilik tengah duduk diam didepan playgrupnya sambil mengemut sebuah lolipop dibibirnya. Kaki namja cilik itu bergoyang lucu karna tak menapak sampai bawah. Nampaknya namja cilik itu tengah menunggu jemputan, terlihat dari keadaan playgrup itu yang sudah sepi.
Nampak sesekali namja cilik itu memperhatikan gerbang sekolahnya, menunggu jemputannya yang tak kunjung datang.
"Huh, appa lama!" ucapnya sambil mengembungkan pipinya kesal, kembali ia menggoyangkan kakinya untuk menghilangkan kebosanannya.
"Minie~" teriak seorang namja cilik lagi keluar dari arah kelasnya, nampak namja cilik itu berlari kencang menuju namja cilik yang tengah mengemut lolipop itu.
"Kyunie? Kyunie belum pulang?" tanya Changmin-namja cilik pengemut(?)lolipop-saat melihat sahabatnya berlari kencang keluar dari kelasnya.
"Ne. Tadi Woonie jucci dipanggil congcenim, jadi Kyunie macih diem di kelac." jawab Kyuhyun-sahabat Changmin-sambil berusaha memanjat tempat duduk disamping Changmin.
"Minie belum pulang?" tanyanya lagi setelah berhasil duduk dengan selamat.
"Ne, appa belum jemput!" jawab Changmin sambil mengembungkan pipinya kesal.
"Minie mau pulang cama Kyunie?" tanya Kyuhyun lagi saat dilihatnya sang ahjusii sudah keluar dari kelasnya, dan mulai berjalan pelan kearahnya.
"Ani. Kata appa, Minie haluc tungguin appa dicini." jawab Changmin sambil melepas tangkai lolipop yang diemutnya lalu membuangnya ketanah, ah nampaknya lolipop itu sudah habis.
"Kyunie, kajja pulang." ajak Dongwoin-ahjussi Kyuhyun-sambil mengulurkan tangannya kearah Kyuhyun. "Eoh? Minie, kau belum pulang?" tanya Dongwoon saat baru menyadari keberadaan Changmin.
"Ajik jucci, katanya appa cama eomma mau jemput Minie." cengir Changmin menampilkan deret giginya yang rapi.
"Oh, begitu. Ya sudah, jussi temani disini ne." putus Dongwoon dan mulai mendudukkan dirinya disebelah Kyuhyun. Untung saja kursi itu muat untuk mereka bertiga.
"Gomawo jucci."
"Ne, cheonma."
Merekapun mulai berbincang-bincang. Lebih tepatnya Dongwoon yang mendengarkan perbincangan polos dua namja cilik dihadapannya. Sesekali nampak Dongwoon yang tersenyum geli saat mendengar cerita lucu dari MinKyu yang menurutnya sangat polos itu.
Bruummm
Tak berapa lama, terdengar suara mesin mobil dari arah gerbang, segera saja Changmin menoleh kearah suara dan segera berteriak kencang saat mata bulatnya menangkap bayangan tubuh tegap sang appa.
"APPA~" pekik Changmin girang dan segera turun dari kursinya, lalu dengan cepat pula ia berlari kencang dan menubruk tubuh kekar Yunho.
"Mian appa terlambat." jawab Yunho dan langsung menggendong tubuh anaknya itu.
"Sajangnim." pekik Dongwoon saat melihat kehadiran atasannya, segera saja ia berdiri dari duduknya dan membungkuk memberi hormat. "Annyeong!" lanjutnya lagi.
"Dongwoon-ah? Kau disini juga?" kata Yunho kaget juga karna melihat karyawannya ada disana juga.
"Ne, aku menjemput Kyuhyun." jawab Dongwoon sabil menurunkan Kyuhyun dari kursinya. "Ah, annyeong Jaejoong-ssi." ucap Dongwoon lagi saat melihat Jaejoong yang berada dibelakang Yunho.
"Ne annyeong." jawab Jaejoong dan tersenyum pelan pada Dongwoon.
Ya, memang Dongwoon sudah tahu mengenai hubungan atasannya dengan namja cantik itu. Dulu sewaktu Dongwoon memergoki Yunho yang datang bersama Jaejoong untuk mengantar Changmin, sejak saat itu Dongwoon selalu menanyakan ada hubungan apa antara dirinya dan Jaejoong. Setiap hari ia selalu menanyakan hal yang sama dan membuat Yunho jengkel. Akhirnya Yunhopun memberitahu Dongwoon tentang perasaannya pada Jaejoong selain karna ia juga memang sudah menganggap Dongwoon seperti adiknya sendiri.
"Appa, kita jadi pelgi?" tanya Changmin yang masih berada didekapan Yunho.
"Ne tentu. Nah Dongwoon-ah, kami pergi dulu ne. Gomawo sudah menemani Changmin tadi." kata Yunho dan bersiap untuk pergi.
"Ne, kami juga akan pulang hyung, kajja Kyunie." jawab Dongwoon dan mulai menuntun Kyuhyun menuju parkiran. Merekapun berjalan beriringan menuju parkiran sebelum akhirnya berpisah menuju mobil masing-masing.
::
::
YUNJAE
::
::
YunJaeMin kini tengah berada didalam mobil audy Yunho dalam perjalanan menuju kediaman Yunho. Masih ingat bukan jika siang ini Yunho ingin mengenalkan orang yang berharga dalam hidupnya itu kepada bumonimnya? Tadi setelah mereka mampir sebentar ke apartement Jaejoong guna mengganti baju Changmin, sekarang mereka tengah berada diperjalan menuju rumah Yunho itu.
Bisa dilihat kalau Jaejoong sedikit resah dalam duduknya, terlihat beberapa kali ia berganti posisi duduk karna merasa tak nyaman. Yunhopun yang melihat itu tersenyum kecil merasa lucu dengan tingkah Jaejoong. Diraihnya tangan Jaejoong lalu menggenggamnya erat.
"Joongie, tenaglah." ucap Yunho yang membuat Jaejoong menolehkan wajahnya menatap Yunho. "Semua akan berjalan baik, yakinlah." lanjutnya dan perlahan membawa tangan halus namja cantiknya itu kearahnya, lalu mengecupnya pelan.
"Ne, gomawo." jawab Jaejoong sedikit tersipu dengan perlakuan Yunho padanya. Sedikit hatinya terenyuh dan mulai kembali menemukan kekuatannya.
"Appa, kita mau kemana?" tanya Changmin yang rupanya sedari tadi sudah penasaran kemana Yunho akan membawanya. Karna tadi saat dirumahnya, Jaejoong memperingatinya agar tak berbuat nakal dan memakaikannya baju yang bagus. Junsu ahjussinya pun mengatakan hal yang sama kepadanya sebelum mereka berangkat tadi.
"Kita akan ke rumah appa." jawab Yunho sambil mengelus sayang rambut tebal Changmin. "Kita akan bertemu orangtua appa." lanjutnya dan menghadirkan ekspresi bingung dari Changmin.
"Eumm?"
"Haha, tak usah dipikirkan." jawab Yunho saat menyadari kalau Changmin tak mengerti dengan ucapanya.
Dan merekapun melanjutkan kembali perjalanan mereka, dengan senyum dan tawa yang mengiringi perjalanan mereka menuju kediaman Jung. Ah, semoga saja senyuman itu akan selalu bertahan sampai mereka tiba dirumah keluarga Jung.
::
::
YUNJAE
::
::
Mr. dan Mrs. Jung kini tengah duduk diruang keluarga sambil menikmati teh hangat. Mereka tengah menunggu Yunho yang katanya akan mengenalkan seseorang kepada mereka. Sejujurnya Mr. dan Mrs. Jung sangat penasaran seperti apa yeoja yang sudah bisa membuat putra kedua mereka itu bisa berubah seperti ini. Berubah dari pribadi yang dingin dan kembali menjadi pribadi yang hangat.
Bruummmm
Suara mesin mobil terdengar dari arah luar, dan tak perlu ditanyakan lagi siapa yang datang, karna sudah pasti itu adalah Yunho.
Bisa kita lihat kini, Yunho yang tengah membukakan pintu mobil untuk Jaejoong dan Changmin. Terlihat Changmin yang tak mau turun dari gendongan Jaejoong sejak mereka sampai dirumah Yunho.
Perlahan Yunhopun mengajak JaeMin untuk masuk kedalam, digandenganya hangat tangan Jaejoong dan menuntunnya pelan menuju pintu masuk rumahnya.
"Minie mau gendong sama appa? Kasihan eomma." kata Yunho saat melihat Jaejoong yang sedikit kesusahan menggendong Changmin.
"Chiluh. Minie mau cama eomma." jawab Changmin dan semakin merapatkan pegangannya di leher Jaejoong.
"Baiklah."
Merekapun kembali melanjutkan perjalannanya, sesekali nampak Changmin yang terpesona melihat interior rumah Yunho, iapun menatap kagum karena rumah Yunho yang sangat luas itu.
"Appa, apa ini lumah appa?" tanya Changmin yang terkagum-kagum melihat rumah sang appa yang sangat besar. Mata bulatnya menjelajah kesana kemari guna melihat desain rumah yang sangat elegan itu.
"Ania, ini bukan rumah appa. Tapi ini rumah orangtua appa." jawab Yunho sambil tersenyum memandang Changmin.
Jaejoong tertegun mendengar jawaban Yunho itu, yang mengatakan kalau ini bukan rumahnya, melainkan rumah orangtuanya. Terlihat jelas kalau Yunho tahu diri karna memang itu bukanlah rumah miliknya. Kembali mereka melanjutkan perjalanan menuju pintu masuk rumah.
"Yunho, aku takut. Bagaimana ka-"
"Ssstthhhh-, kita belum mencobanya bukan? Jangan takut, aku ada disini." jawab Yunho memotong ucapan Jaejoong. Segera ia menggenggam erat tangan Jaejoong lalu perlahan memajukan tubuhnya dan mengecup pelan dahi Jaejoong.
"Gwencanha." lanjutnya dan tersenyum manis menatap Jaejoong dan Changmin bergantian. Kembali mereka melanjutkan perjalanan, dan tak berapa lama merekapun sampai didepan pintu utama kediaman Jung.
Deg
Jantung Jaejoong bergemuruh kencang saat melihat pintu kayu setinggi 2 meter itu betdiri kokoh dihadapannya. Ia hanya menatap nanar pintu itu sambil berdoa dalam hati semoga semuanya berjalan dengan baik.
Seakan mengerti tentang keresahan hati sang eomma, Changminpun mengeratkan pelukannya pada Jaejoong, seraya tersenyum manis sambil berkata,
"Minie cayang eomma."
"Ne, eomma juga menyayangimu chagy." jawab Jaejoong dan mencium gemas pipi gembul anaknya. Iapun seakan mendapatkan kekuatan, dan perlahan ditatapnya Yunho dan mengangguk pelan menandakan kalau dirinya sudah siap dengan semuanya.
'Kau pasti bisa Jaejoong! Percayalah pada Yunho. Hwaiting'
Cekleekkkk
"Abeoji, eomonim, aku pulang." teriak Yunho dan perlahan menarik Jaejoong masuk kedalam. Merekapun melangkah masuk kedalam rumah secara perlahan.
"Abeoji, eomonim." teriak Yunho lagi karna tak melihat keberadaan bumonimnya.
"Tuan muda Yunho, tuan besar dan nyonya sedang berada di ruang keluarga." jawab seorang maid karna mendengar Yunho berteriak. Iapun sempat penasaran dengan sosok cantik yang tengah menggendong seorang balita dan bergandengan hangat dengan majikannya.
"Ne, gomawo bibi Hwang." jawab Yunho dan perlahan menuntun Jaejoong menuju ruang keluarga.
Tak dipungkiri, semakin dekat mereka berjalan menuju ruang keluarga, degupan keduanya semakin menggila. Bahkan Yunhopun semakin mengeratkan genggamannya ditangan Jaejoong. Sementara Changmin hanya diam dan semakin mengeratkan pelukannya dileher sang eomma.
"Abeoji, eomonim." sapa Yunho saat memasuki ruang keluarga dan menyebabkan Mr. dan Mrs. Jung menolehkan wajah kearahnya, "Aku ingin mengenalkan seseorang." lanjutnya dan perlahan menarik tubuh Jaejoong agar berdiri disebelahnya.
"Perkenalkan, ia adalah Kim Jaejoong dan Kim Changmin. Mereka adalah orang yang sangat berharga untukku." kata Yunho dan semakin mengeratkan genggaman tangannya.
"A..annyeonghasimnika. Jeoneun Kim Jaejoong imnida." jawab Jaejoong sedikit gugup dan menyebabkan suaranya bergetar. Changmin yang tak mengerti apa yang terjadi, hanya diam dan semakin mengertakan pelukannya ditubuh Jaejoong.
Mr. dan Mrs. Jung hanya menatap Jaejoong dengan pandangan yang sulit diartikan, masih terkejut karna melihat penampilan Jaejoong itu. Keduanya hanya menatap Jaejoong dengan tatapan datarnya.
Jaejoong merasa sedikit tak nyaman kala ditatap seperti itu oleh Mr. dan Mrs. Jung, namun ia tak boleh menyerah dan memaksakan senyum diwajahnya. Changminpun demikian, ia bisa merasakan pandangan tajam yang dilayangkan bumonim Yunho itu, dan iapun mengekrut takut kedalam dekapan sang eomma.
Yunho yang merasa tak ada respond dari orangtuanya, segera memanggil bumonimnya itu. "Abeoji, eomonim." panggil Yunho merasa sedikit khawatir karna bumonimnya tak kunjung bersuara.
"Duduklah." akhirnya Mrs. Jung memecah kesunyian itu dan menyuruh YunJae untuk duduk. Perlahan Yunho menuntun Jaejoong untuk duduk dengan tangan yang masih saling bertautan.
"Abeoji, eomonim. Aku datang kesini ingin memperkenalkan mereka kepada abeoji dan eominim." kata Yunho saat dirinya sudah duduk. Ditatapnya Mr. dan Mrs. Jung dengan tatapan yang lembut.
"Mereka adalah orang yang berharga bagiku, maka dari itu aku ingin memin-"
"Kau sadar kalau ia seorang namja?" desis Mr. Jung tajam saat mengetahui maksud dari ucapan putranya itu. Segera saja kata-kata itu keluar dengan lancar sambil menatap datar kearah Yunho.
Yunho mengehela nafas sejenak, ia tahu kalau appanya akan bereaksi sedemikian rupa. "Ne abeoji. Aku sangat sadar. Tapi ia adalah namja yang sangat istimewa. Abeoji lihat namja yang tengah dipangkunya? Itu adalah anaknya, anaknya yang lahir dari rahimnya sendiri."
Deg
Mr. Jung membulatkan matanya kaget mendengar penuturan putranya itu. Ia sungguh tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. "Bicara apa kau Yunho-ah! Mana mungkin seorang namja bisa mengandung dan bahkan melahirkan!" pekik Mr. Jung keras dan membuat Changmin terlonjak kaget. Jaejoong segera menenangkan anaknya itu sebelum anaknya menangis.
Yunho masih mempertahankan senyumnya dan mulai menjawab dengan tenang pertanyaan appanya itu, "Ne abeoji. Ia adalah namja yang istimewa. Ditubuhnya, terdapat rahim yang bisa dibuahi. Ia adalah salah satu dari sebahgian kecil namja yang beruntung itu." jawab Yunho dan perlahan membalas genggaman tangan Jaejoong yang sempat bergetar tadi karna teriakan Mr. Jung.
"Tapi bagaimana bisa? Ia seorang namja Yunho-ah!" kata Mrs. Jung yang masih tak bisa menerima kenyataan itu.
"Eomma~" lirih Changmin merasakan aura gelap yang melingkupi ruang keluarga itu. Ia benar-benar merasa tak nyaman.
"Ne Minie, tenang ne." jawab Jaejoong dan mengelus pelan punggung anaknya itu.
"Eomma?" pekik Mrs. Jung lagi dan menatap kearah Changmin. "Apa benar kau yang mengandung dan melahirkannya?" tanya Mrs. Jung kepada Jaejoong.
Jaejoong segera menatap Mrs. Jung lalu tersenyum manis sebelum menjawab, "Ne. Saya sudah mengandungnya 9 bulan dan melahirkannya. Saya sangat bersyukur karna dititipi kelebihan ini oleh Tuhan. Kelebihan yang tak semua orang mendapatkannya." jawab Jaejoong masih sambil tersenyum.
"Saya menganggap ini semua adalah anugerah dari Tuhan. Karna bukankah semua yang Tuhan berikan adalah sebuah anugerah?" jawab Jaejoong diplomatis dan diakhiri dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
Hati Mrs. Jung terenyuh saat mendengar jawaban Jaejoong, dan ia membenarkan perkataan Jaejoong itu. Sebenarnya ia sedikit merasa senang saat melihat Jaejoong, namun fakta kalau Jaejoong seorang namjalah yang menyulitkannya mengatakan 'iya' untuk hubungan keduanya.
"..."
"Apa yang kau sukai dari putraku?" tanya Mr. Jung lagi setelah terdiam cukup lama dan menatap Jaejoong datar.
"Ia namja yang baik dan pengertian. Ia juga sangat menyayangi Changmin sebagaimana Changmin juga menyayaginya." jawab Jaejoong sambil tersenyum menatap Mr. Jung.
"Lalu dimana suamimu? Appa dari anakmu?" tanya Mr. Jung lagi dan seketika membuat Jaejoong terkaget. Iapun menunduk tak menyangka kalau Mr. Jung akan menanyakan hal ini.
"Joongie~" lirih Yunho saat melihat Jaejoong menunduk, ia yakin kakau sekarang Jaejoong kembali teringat akan appa Changmin itu.
"Gwencanha." jawab Jaejoong agar tak membuat Yunho khawatir. Iapun kembali menundukkan wajahnya sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Mr. Jung itu.
"Ia sudah tenang dialam sana." jawab Jaejoong sambil perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Mr. Jung, "Sejak kecil Changmin tak mengenal siapa appanya, karna ia pergi sebelum Changmin lahir kedunia." lanjut Jaejoong sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Changmin.
Yunhopun semakin mengeratkan ganggaman tangannya pada tangan Jaejoong. Memberi semangat pada namja cantiknya itu.
Kembali keheningan tercipa diruang keluarga itu. Mr. dan Mrs. Jung sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya kembali Mrs. Jung membuka suaranya.
"Ireumi mwoeyo?" tanya Mrs. Jung dan menatap Changmin. Ditatapnya lembut mata bulat Changmin yang menatap takut-takut kearahnya.
Changmin yang memang dari awal merasa tak nyaman, kini hanya menggeleng takut. Dicerukkannya kepalanya kedada sang eomma sambil menyembunyikan wajahnya.
"Gwencanhayo, kajja perkenalkan dirimu." kata Jaejoong dan berusaha melepas pelukan Changmin itu. Changmin mengeluh pelan dan menegakkan kembali duduknya.
"A..anyong..haceyo. Ki..Kim Changmin im..imnida." jawab Changmin terbata dan membungkuk pelan. Lalu kembali menyerukkan wajahnya kedada sang eomma.
"Changmin, Changminie. Nama yang bagus." kata Mrs. Jung dan tersenyum hangat kepada Changmin. Oh, lebih dari apapun, sebenarnya Mr. Jung sangat menyukai anak kecil, dan ia sangat ingin ada anak yang memanggilnya halmonie.
"Kka, kemari, duduk sama halmonie."
Deg
Deg
Jantung Yunho dan Jaejoong seketika bergemuruh kencang saat mendengar penuturan Mrs. Jung, meraka sangat terkejut mendengar Mrs. Jung menyuruh Changmin duduk disebelahnya dan memanggilnya halmonie. Sungguh, mereka sangat senang akan hal itu. Ah, apakah mereka boleh berharap kalau Mrs. Jung mulai memberikan reaksi posotif?
Changmin hanya bergeming di tempatnya, sangat ragu harus berbuat apa. Ditatapnya Jaejoong yang tengah tersenyum cerah.
"Kajja Minie, duduk sama halmonie. Kka." kata Yunho yang melihat peluang besar dari eommanya itu. Iapun tak melewatkan kesempatan untuk mendapatkan restu bumonimnya itu. Segera ia menurunkan Changmin dari pangkuan Jaejoong dan menyuruhnya untuk mendekat kearah Mrs. Jung
"Kemarilah, duduk sama halmonie." kata Mrs. Jung lagi sambil tersenyum.
Changmin dengan perlahan melangkah menuju Mrs. Jung, sambil menundukkan wajahnya masih merasa sedikit tak nyaman.
Plukkk
Changmin pun dengan sukses duduk menyebelahi Mrs. Jung, namun matanya tak pernah lepas memandang ke arah Jaejoong.
"Berapa umurmu?" tanya Mrs. Jung dan perlahan menyentuh rambut tebal Changmin. Oh, lihatlah bahkan sekarang Mrs. Jung sudah mulai menunjukkan rasa sukanya terhadap Changmin.
Lama Changmin tak menjawab, dan iapun melihat Jaejoong. Jaejoong hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti pada Changmin.
"Emm, tiga tahun." jawab Changmin dan perlahan menatap takut-takut kearah Mrs. Jung.
"Apa kau sudah makan? Ini sudah siang." tanyanya lagi dan kini sudah tersenyum hangat menatap Changmin. Changmin yang awalnya merasa tak nyaman, kini perlahan sudah mulai bisa menerima kehadiran Mrs. Jung, karna Mrs. Jung juga sudah mulai menunjukka sisi keibuannya kepada Changmin.
"Umm, Minie belum makan." jawab Changmin dan menatap Mrs. Jung.
"Bagaimana kalau kita makan siang disini? Kka, biarkan maid membuat makan siangnya dulu ne." kata Mrs. Jug namun dengan segera dipotong oleh Jaejoong.
"Biar saya yang memaskanya ahjumma." kata Jaejoong dan menatap Mrs. Jung.
"Kau mau membuat makan siang?" tanya Mrs. Jung dan hanya ditanggapi anggukan oleh Jaejoong. Yah, Jaejoong hanya ingin menunjukkan pada bumonim Yunho kalau ia juga bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.
"Ne baiklah, dapurnya ada disebelah sana." kata Mrs. Jung sambil menunjuk ke satu arah, tempat dapurnya berada.
Jaejoong hanya tetsenyum sebagai jawaban lalu berlalu dari ruang keluarga itu, dan tak lupa sebelumnya tersenyum pada Changmin. Dan menyuruh anaknya itu untuk diam dan jangan nakal.
::
::
YUNJAE
::
::
Jaejoong tengah sibuk mempersiapkan bahan masakan yang ingin dimasaknya untuk makan siang kali ini. Nampak ia dengan cekatan mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas. Sesekali nampak ia melirik kearah ruang keluarga tempat dimana Yunho, Changmin serta kedua orangtua Yunho berada. Senyum terkembang diwajahnya kala melihat interaksi yang dilakukan Mrs. Jung dan juga Changmin. Ia berharap semoga ini awal yang baik untuk semuanya.
Kini di ruang keluarga, nampak Changmin yang tengah duduk dipangkuan Yunho. Iapun bercerita banyak saat Mrs, jung menanyakan sesuatu padanya. Tak jarang Mrs. Jung tertawa kala mendengar cerita Changmin yang menurutnya lucu. Sementara Mr. Jung hanya menatap mereka bertiga secara bergantian.
"Apa Minie sudah sekolah?" tanya Mrs. Jung setelah tawanya reda.
"Umm, Minie cudah macuk pleglup." jawab Changmin sambil tersenyum memandang Mrs. Jung, nampaknya Changmin sudah mulai terbiasa dengan Mrs. Jung eoh.
"Playgrup? Artinya kau sudah bisa berhitung?" tanya Mrs. Jung lagi dan seketika membuat Changmin berteriak girang.
"Ne, Minie cudah bica belitung." jawab Changmin antusias dan mengembangkan senyumnya.
"Kka, halmonie ingin dengar kau berhitung."
"Umm." Changminpun segera turun dari pangkuan Yunho dan berjalan mendekati Mrs. Jung. Ia memang paling semangat jika ada yang bertanya padanya, karna ia memang salah satu murid yang pintar di kelasnya.
Dan mulailah Changmin berhitung. Mrs. Jung sempat terkekeh geli saat mendengar nada Changmin yang menurutnya lucu, dengan cadelnya yang terdengar jelas. Membuat Yunho tersenyum senang atas interaksi anata sang eomma dan Changmin. Sungguh, ia sungguh berharap kalau ini adalah sebuah permulaan yang baik untuk mendapatkan restu bumonimnya.
"Daebak, kau memang pintar Changminie." kata Mrs. Jung dan mengusap lembut kepala Changmin.
"Ne, gomawo halmonie~"
Ups~
Changmin segera membekap mulutnya dengan kedua tangannya saat tak sengaja keceplosan memanggil Mrs. Jung dengan panggilan halmonie. Segera ia menatap takut-takut kearah Mrs. Jung. Tubuhnya sedikit bergetar karna kejadian itu.
Sama halnya dengan Changmin, Mrs. Jungpun mengalami keterkejutan yang sama. Dirinya hanya membulatkan matanya kaget, namun jauh dari itu semua, ia merasa sangat senang. Jantungnya bergemuruh kencang merasa kebahagiaan yang membuncah. Ia memang sangat ingin agar ada anak-anak yang memanggilnya dengan panggilan itu. Itu adalah salah satu keinginan terbesarnya.
"Kau mengatakan apa Minie, coba ulangi! Kau memanggilku apa?" kata Mrs. Jung sedikit emosi sambil menatap dalam mata bulat Changmin. Ia sungguh senang saat Changmin memanggilnya begitu. Senyum mengembang diwajahnya menunggu Changmin berucap.
Changmin awalnya tak berani menyahut, ditolehkannya wajahnya menatap Yunho, Yunhopun hanya tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
"Umm, ne ha..halmonie. Halmonie, hii~" kata Changmin dan diakhiri kekehan kecil darinya.
Mrs. Jungpun tak kuasa menahan kebahagiaannya yang membuncah, segera ia menarik tubuh gembul Changmin lalu memeluknya erat. Menumpahkan perasaan yang membuncah darinya.
"Ne geurae. Halmonie, panggil aku halmonie ne." kata Mrs. Jung dan semakin mengeratkan pelukannya. Diciumnya pipi gembul Changmin itu.
"Ne halmonie~" jawab Changmin seraya tersenyum manis pada Mrs. Jung, ah, nampaknya Changmin juga mulai menyayangi Mrs. Jung. Ia terlihat nyaman berada didalam pelukan Mrs. Jung itu.
"Aigoo, sudah lama aku ingin mendengar ada yang memanggilku halmonie." kata Mrs. Jung dan kembali memeluk tubuh Changmin. Diciumnya bertubi-tubi wajah Changmin meluapkan rasa bahagianya.
Mrs. Jungpun menolehkan wajahnya menatap Yunho yang juga tengah menatap mereka dengan senyumnya. Perlahan Mrs. Jung mengangguk memberitahu putranya kalau ia akan berusaha menerima apapun yang diinginkan Yunho.
Sementara itu Mr. Jung hanya menatap istrinya dan Changmin dalam diam, entah apa yang tengah berkecambuk dalam pikirannya. Namun ia cukup merasa senang saat mendengar Changmin memanggil istrinya dengan panggilan halmonie. Bukankah kebahagiaan sang istri adalah kebahagiaannya juga? Sejujurnya ia juga sangat ingin Changmin memanggil dirinya harabeoji, namun ia tak mungkin meminta hal itu sekarang.
"Kka, coba panggil harabeoji." kata Mrs. Jung lagi setelah melepas pelukannya pada Changmin. Ditatapnya Changmin lalu menyuruhnya memanggil Mr. Jung dengan sebutan harabeoji.
Changmin yang dari awal memang sedikit takut dengan Mr. Jungpun hanya diam tak menyahut. Ditundukkannya wajahnya tak berani menatap Mr. Jung. Ia masih merasakan aura mencekam yang Mr. Jung keluarkan.
Mrs. Jung yang mengerti dengan keadaan Changminpun tak mendesak namja cilik itu, biarlah waktu yang perlahan akan membuat Changmin mau memanggil suaminya itu dengan panggilan harabeoji.
"Ahjumma, ahjussi, makan siang sudah siap." kata Jaejoong entah sejak kapan masuk keruang keluarga. Jaejoong sempat mengernyit bingung saat menemukan Changmin yang duduk dipangkuan Mrs. Jung sambil menundukkan wajahnya. Saat ia ingin bertanya pada Yunho, Yunho tak menyahut dan hanya tersenyum penuh arti padanya.
"Kka, kita makan siang dulu." ajak Mrs. Jung dan mulai menurunkan Changmin dari pangkuannya lalu menuntunnya pelan kearah ruang makan, dan tak lupa sebelumnya mengajak serta Mr. Jung.
"Apa yang terjadi?" tanya Jaejoong ketika mereka sedang diperjalanan menuju ruang makan,
Yunho hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Jaejoong, "Kelihatannya eomonim mulai menyukai Changmin." jawab Yunho dan perlahan memajukan wajahnya mendekat kearah Jaejoong.
"Jinja?" tanya Jaejoong dengan antusiame yang besar. Binar bahagia terlihat jelas dimata bulatnya.
Cup~
"Ne. Kajja kita makan." jawab Yunho dan perlahan menarik kekasihnya setelah mencuri satu kecupan dipipi ranum Jaejoong.
::
::
YUNJAE
::
::
Suasana makan siang dikediaman Jung sedikit berbeda kali ini. Kini bertambah dua namja manis yang ikut bergabung untuk makan siang dirumah itu. Bisa kita lihat senyum bahagia yang terus menerus diukir Mrs. Jung diwajahnya. Nampa sekali kala nyonya Jung itu bahagia dengan apa yang dilaluinya hari ini. Bertemu dengan bocah gembul nan manis yang sangat ceria, mebuatnya ikut ceria juga.
Tak jauh beda dengan sang eomma, Jung Yunhopun merasakan hal yang sama. Ia sangat bahagia karna ternyata sang eomma menyukai keberadaan Changmin, dan ia berharap kalau ini adalah awal baik dari semuanya. Ia berharap agar eommanya juga bisa dengan perlahan menyukai Jaejoong dan pada akhirnya merestui hubungannya dengan namja cantik itu.
"Minie-ah, sebelum makan kita harus apa?" tanya Jaejoong sebelum mereka memulai makan siang.
Changmipun menjawab dengan kencang pertanyaan eommanya itu. "Beldoa eomma." kata Changmin dan perlahan mulai menangkupkan kedua tangan didepan dadanya, seraya bibirnya berkomat-kamit kecil. "Celecai." teriaknya lagi dan segera setelahnya mulai makan.
Mrs. Jung sangat tertegun melihat adegan tadi, ia benar-benar bangga melihat Changmin bisa pintar seperti itu. Ia juga sangat mengagumi sosok Jaejoong yang terlihat begitu baik dalam membesarkan anaknya. Sampai mengajarkan Changmin hal-hal seperti tadi, itu menambah nilai baik dirinya dimata Mrs. Jung.
Sementara itu Changmin masih setia lahap dengan makanannya, kini dirinya tengah sibuk memasukkan makanan ke dalam bibir mungilnya. Kim Changmin makan dengan lahap semua makanan yang dimasakkan Jaejoong untuk makan siang kali ini. Dirinya benar-benar senang karna dihadapannya tersaji berbagai macam makanan yang menggugah seleranya. Seakan tak rela berbagi, iapun makan dengan kecepatan yang kencang.
"Minie-ah, pelan-pelan makannya." kata Mrs. Jung yang geli melihat cara makan Changmin yang sangat berantakan itu. Perlahan diambilnya remih makanan yang menempel dipipi tembam anak itu.
"Hihi, abic Minie cuka. Macakan eomma machita!" pekik Changmin girang dan kembali melahap makan siangnya. Ah, hal itu membuat Mrs. Jung tersenyum geli dan perlahan menolehkan wajahnya menatap Jaejoong.
"Ne, masakan eommamu sangat enak." jawab Mrs. Jung dan tersenyum pelan memandang Jaejoong.
Jaejoong sendiri balas tersenyum saat dilihatnya Mrs. Jung menatap dirinya, dan setelahnya ia mulai kembali makan makanannya.
"Aahhh, kenyang!" pekik Changmin kencang, "Gomawo eomma." lanjutnya sambil nyengir menampilkan deret giginya yang rapi.
"Siapa yang mengajarimu memasak?" tanya Mrs. Jung setelah dirinya juga selesai makan.
"Eomma saya yang mengajarinya. Sejak kecil saya memang suda terbiasa membantu eomma memasak." jawab Jaejoong sambil menatap Mrs. Jung lalu tersenyum kecil.
"Eommamu sangat hebat. Bisa mengajari anaknya memasak makanan selezat ini." kata Mrs. Jung dan membuat Jaejoong tersenyum.
"Aku selesai."
Trak
Jaejoong terkesiap saat mendengar suara berat Mr. Jung, segera ia menolehkan wajahnya menatap Mr. Jung yang sudah akan berdiri dari duduknya.
"Ah, ne. Biar saya yang membereskannya." jawab Jaejoong setelah pulih dari keterkejutannya. Segera ia membereskan semua piring bekas makan mereka lalu membawanya menuju rak cuci. Mrs. Jungpun sudah berlalu mengikuti sang suami sambil menggandeng tangan Changmin. Ah, nampaknya Mrs. Jung tak ingin jauh-jauh dari Changmin aniya?
"Sini biar ku bantu." kata Yunho dan mulai membantu Jaejoong menaruh piring-piring itu menuju tempat cuci piring. Lalu iapun membantu Jaejoong membasuh piring-piring itu.
"Yunho, apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Jaejoong saat mereka tengah mencuci piring.
Yunho hanya tersenyum simpul sembari mengusapkan busa sabun ditangannya kepipi Jaejoong. Ingin berbuat jahil eoh?
"Ne tentu saja." jawabnya sambil tersenyum manis.
"Yah! Kau mengotoriku!" pekik Jaejoong kesal karna merasakan busa dipipinya. Segera ia mendelik kesal menatap Yunho.
"Haha, kau semakin cantik dengan itu Joongie~" kata Yunho sambil menahan tawa melihat Jaejoong.
"Yah! Awas saja kau hah! Ini rasakan pembalasanku!" teriak Jaejoong dan mulai membalas Yunho dan mengusapkan busa lebih banyak di wajah kekasihnya itu.
"Yah!"
"Haha, kau sangt lucu, tuan bear~"
"Yah awas kau Joongie!"
Merekapun akhirnya malah bemain busa dan saling melempar, meninggalkan kegiatan mencucinya dan malah asik bermain busa. Dan tak menghiraukan sepasang mata yang menatap diam kegiatan keduanya,
Mr. Jung hanya diam didepan ruang makan, sambil menatap dalam apa yang tengah pasangan YunJae lakukan. Tadi saat dirinya melintas didaerah dapur, ia mendengar suara Yunjae yang saling tertawa. Dan saat dirinya menolehkan wajah kedalam, dirinya sangat terkejut melihat putranya tengah tersenyum bahagia bersama Jaejoong. Senyum yang sudah lama menghilang diwajah putranya itu, dan mungkin menghilangnya itu karna dirinya.
Tak terasa mata Mr. Jung memanas menyaksikan hal itu. Hatinya bergemuruh kencang merasakan sesak dihatinya. Perlahan diangkatnya tangannya menyentuh dada kirinya yang bergemuruh kencang itu, mendekapnya erat sebelum akhirnya melangkah pergi.
::
::
YUNJAE
::
::
Setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, kini Yunho dan Jaejoong sudah bergabung diruang keluarga. Changmin langsung meminta gendong saat melihat Jaejoong berjalan masuk bersama Yunho. Mungkin karna kelelahan setelah bermain dengan Mrs. Jung, akhirnya Changmin malah terlelap tidur saat Jaejoong mulai menggendongnya.
"Kau kelehan eoh?" gumam Yunho saat melihat Changmin sudah tertidur pulas digendongan Jaejoong, diusapnya pelan rambut tebal Changmin dan memciumnya sayang. "Jaljayo."
Dan hal itupun tak luput dari pengelihatan Mr. dan Mrs. Jung. Mereka bisa melihat kalau Yunho benar-benar menyayangi Changmin, dan mereka bisa merasakan itu. Tak terasa Mrs. Jung tersenyum simpul saat melihat adegan itu. Hati keduanya terenyuh saat melihat Yunho yang begitu perhatian pada Changmin.
"Bawalah ia masuk ke kamarmu Yunho-ah. Kasihan Jaejoong jika menggendong Changmin seperti itu." kata Mrs. Jung dan ditanggapi anggukan oleh Yunho.
"Kajja kita bawa ia ke kamarku." kata Yunho dan mulai menuntun Jaejoong yang kelihatan kesusahan menggendong Changmin.
"Saya permisi dulu ahjussi, ahjumma." kata Jaejoong dan mulai melangkahkan kakinya mengikuti Yunho.
Sepeninggal YunJae, keheningan menyelimuti ruang keluarga itu. Mr. dan Mrs. Jung masih sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya Mrs. Jung mulai membuka suaranya.
"Kurasa, namja itu tak buruk juga." kata Mrs. Jung sambil menoleh kearah suaminya. Merasa ada jawaban, kembali Mrs. Jung melanjutkan kalimatnya.
"Aku rasa, aku mulai menyukai mereka. Menyukai tingkah polos Changmin dan sikap sopan Jaejoong. Kurasa aku mulai menyukai mereka."
"..."
"Kau tahu, disini rasanya sangat berdebar kencang saat mendengar Changmin memanggilku hamlonie." kata Mrs. Jung sambil menyentuh dada kirinya.
"Kau juga bisa lihat bukan bagaimana cara Yunho memperlakukan mereka? Ia terlihat sangat menyayangi keduanya."
"..."
"Yeobo, kau mendengarkanku?"
"..."
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk putra kita. Sudah cukup selama ini kita selalu egois dan selalu membandingkan dirinya dengan hyungnya. Sudah cukup keegoisan kita selama ini yang tak pernah bertanya apa yang diinginkannya. Aku hanya ingin ia merasa bahagia."
"..."
"Aku yakin ia bisa membahagiakan putra kita, kau juga berfikiran yang sama denganku bukan?"
"..."
"Buak hatimu dan pikirkanlah, kau juga bisa melihat bukan bagaimana perhatian yang ditunjukkan Jaejoong pada putra kita. Kau juga bisa melihat bagaimana interaksi yang terjadi antara mereka bertiga. Sungguh, aku hanya ingin putra kita bahagia."
"..."
"Demi Yunho." lirih Mrs. Jung sambil menatap Mr. Jung yang kini tengah msmejamkan matanya. Ia tahu kalau suaminya itu tengah berfikir. Tak mudah memang menerima kenyataan kalau putramu lebih memilih seorang namja untuk menjadi pendampingnya. Terlebih lagi namja itu sudah memiliki anak dan bisa mengandung.
Mr. Jung berfikir sangat keras keputusan apa yang harus diambilnya. Disatu sisi ia sangat senang dengan keberadaan Changmin. Tak dipungkirinya ia juga sudah mulai menyukai bocah gembul itu dan berharap kalau bocah itu memanggilnya dengan panggilan harabeoji. Dan kembali pikirannya terusik mengingat kejadian tadi siang yang dilihatnya, melihat senyum ceria yang Yunho berikan, membuatnya merasa senang dan tak ingin menghilangkan senyum itu dari wajah putranya.
Perlahan Mr. Jungpun membuka matanya dan sudah mantap dengan keputusannya.
"Kalau kau sudah berfikir ini yang terbaik untuk putra kita, aku juga akan memikirkan hal yang sama." jawab Mr. Jung dan perlahan menatap wajah sang istri.
"Aku akan berusaha." lanjutnya sambil tersenyum teduh menatap sang istri.
Mrs. Jung tak bisa menahan harunya saat mendengar jawaban sang suami, segera saja ia menghambur kedekapan suaminya. "Gomawo, gomawo." ucapnya meluapkan betapa bahagianya dirinya.
"Ne. Tapi ku masih ingin tahu, seberapa besar perasaan yang dimilikinya." kata Mr. Jung dan mengelus pelan punggung istrinya.
"Ne, aku juga ingin melihat seberapa besar perasaan keduanya."
::
::
YUNJAE
::
::
Sore menjelang. Jaejoong kini tengah sibuk merapikan penampilan Changmin di kamar Yunho. Tadi saat Changmin terbangun, ia menangis keras karna tak menemukan sang eomma berada didekatnya. Bahkan ia merasa takut karna saat ia terbangun, ia berada dikamar asing yang tak pernah dilihatnya sebelumnya, dan ia mengira kalau dirinya tengah diculik.
Alhasil, Changminpun menagis kencang dan mengakibatkan lelehan airmata membasahi bajunya. Jaejoong sendiri sempat kewalahan menenangkan Changmin. Untung setelah Yunho membantu menenangkan, bocah gembul itu akhirnya berhenti menangis dan mulai diam.
Mrs. Jungpun menyuruh Jaejoong untuk memandikan Changmin segera saat melihat baju Changmin yang basah, dan memberikannya sebuah baju ganti yang merupakan baju Yunho sewaktu kecil. Untung saja ia masih menyimpan semua baju-baju masa kecil anaknya, karna ia ingin mengenang saat-saat anaknya itu masih balita. Dan nampaknya hobi Mrs. Jung itu sekarang sedikit berguna.
"Omo omo, lihat itu. Apa kau Yunho junior?" tanya Mrs. Jung sangat terkejut melihat Changmin yang terlihat sangat tampan dengan baju milik Yunho itu. "Lihatlah, kau sangat mirip dengan Yunho sewaktu kecil." lanjut Mrs, jung dan mulai berjongkok dihadapan Changmin.
"Kau sungguh tampan." kata Mrs. Jung menatap Changmin, "Dan wangi." lanjutnya dan mencium gemas pipi bocah gembul itu.
"Hihi, Minie mamang tampan!" jawab Changmin sambil terkekeh geli. "Halmonie, ini baju appa?"
"Tentu, itu baju milik Yunho." kata Mrs. Jung, "Iya sangat mirip Yunho aniya?" tanya Mrs. Jung lagi sambil menatap Jaejoong.
"Ne, sama-sama tampan dan pintar. Kka, bilang apa sama halmonie?"
"Umm, gomawo halmonie~"
Ceklekkk
"Joongie, Minie, kalian sudah selesai? Eoh?" Yunho tiba-tiba saja masuk dan setelahnya ia terkejut saat melihat penampilan Changmin.
"Bukankah itu bajuku eomonim?" tanya Yunho dan berjalan pelan mendekati Changmin.
"Ne, itu bajumu saat kecil. Bagaimana? Ia sangat mirip denganmu aniya?" tanya Mrs. Jung dan tersenyum melihat HoMin.
"Ne, ia sangat mirip denganku." jawab Yunho sambil mencium gemas pipi tembam Changmin.
"Appa, kata halmonie ini baju appa ne?" tanya Changmin sambil tersenyum manis kepada Yunho.
"Ne, apa kau suka?"
"Umm, Minie cuka. Ada gambal beluangnya." kata Changmin sambil terkiki geli. Ia sekarang tengah mengguanakan baju gantung dengan kaos putih bergambar beruang milik Yunho.
"Yah, beruang lagi eoh?" rajuk Yunho pura-pura kesal.
"Sudah-sudah, kka kita keruang tengah. Kita minum teh bersama." kata Mrs. Jung melerai perdebatan kecil antara HoMin.
"Ah, eomonim, ini sudah sore. Jaejoong dan Changmin butuh istitahat. Lagipula besok Changmin harus sekolah dan Jaejoong juga harus bekerja."
"Kalian mau pulang?" tanya Mrs. Jung dengan nada sedih yang kentara.
"Mianhae ahjumma. Besok Minie harus sekolah dan saya harus bekerja." jawab Jaejoong sambil membungkuk meminta maaf pada Mrs. Jung.
"Besok aku akan ajak mereka berkunjung lagi kemari." kata Yunno saat melihat raut sedih diwajah sang eomma.
"Ne baiklah. Kka, biar halmonie antar ne." Mrs. Jungpun mulai mengambil Changmin dari gendongan Yunho dan berjalan pelan keluar.
"Kau lihat bukan, eomonim nampaknya mulai menyukai kalian. Tinggal masalah waktu untuk mewujudkan itu semua." kata Yunho dan menarik Jaejoong kedalam pelukannya. Mengecup sekilas kening Jaejoong.
"Ne geurae. Gomawo." jawab Jaejoong dan perlahan merekapun melangkah keluar.
::
::
YUNJAE
::
::
Keesokan harinya, sesuai dengan perkataan Yunho kemarin, iapun sekarang mengajak JaeMin kembali berkunjung kerumahnya. Sekarang disinilah mereka, didalam mobil audy hitam Yunho dalam perjalanan menuju rumah Yunho.
Sebelum sampai dirumah Yunho, Jaejoong meminta Yunho untuk berhenti ditoko makanan Jepang. Ia ingin membawa sedikit oleh-oleh untuk bumonim Yunho itu. Yah, setidaknya ia ingin bersikap baik dihadapan keluarga Yunho. Iapun membeli berbagai macam kue tradisional Jepang, seperti mochi, dorayaki dan taiyaki.
"Apa bumonimmu akan suka dengan ini?" tanya Jaejoong sambil menyamankan pangkuan Changmin.
"Ne tentu, kenapa kau tahu bumonimku suka masakan Jepang?" tanya Yunho heran karena Jaejoong membeli makanan Jepang untuk bumonimnya, padahal ia tak pernah memberitahu namja cantiknya itu kalau bumonimnya sangat menyukai masakan Jepang.
"Ania, aku hanya membelinya." jawab Jaejoong dan tersenyum manis menatap Yunho.
"Eomma, Minie mau catu ne~" rengek Changmin sambil melirik-lirik kearah kantung belanjaan Jaejoong.
"Andwae! Ini untuk halmonie dan harabeoji, jadi Minie gak boleh minta, arraseo!" jawab Jaejoong cepat dan menjauhkan kantung belanjaan itu dari jangkauan Changmin, ia sangat tahu kebiasaan sang anak.
"Huh, eomma pelit!" kata Changmin sambil mempoutkan bibirnya kesal.
"Nanti Minie minta sama halmonie saja ne." bujuk Yunho dan segera membuat Changmin berhinar, senyumpun segera terlukis diwajah bulatnya.
"NEE~" teriaknya kencang. Dan merekapun kembali melanjutkan perjalanan, diselingi tawa dan canda yang membuat mereka kian menjadi akrab.
Tiga puluh menit dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba dikediaman Jung. Begitu Yunho mematikan mesin mobil, Changmin dengan segera mendorong bahu Jaejoong dan melompat turun, lalu berlari menuju pintu masuk rumah itu. Changminpun berlari kecang sambil memanggil halmonienya.
"HALMO-, eh?" belum sempat menyelesaikan katanya, Changmin terdiam dan sangat terkejut melihat Mr. Jung yang kini berada dihadapannya. Segera ia membekap mulutnya saking kagetnya dan menatap takut-takut kearah Mr. Jung. Eoh, sebegitunyakah ketakutan Changmin akan Mr. Jung, padahal Mr. Jung tak melakukan apa-apa. Hanya diam sambil memandang kearah Changmin.
Mr. Jung juga sebenarnya sangat kaget karna saat dirinya membuka pintu rumah hendak keluar, ia malah menemukan sosok bocah itu berlari kencang menuju kearahnya. Segera saja ia berhenti dan berdiam diri didepan pintu rumahnya.
Lama mereka saling diam, akhirnya Mr. Jung mengeluarkan suaranya. "Kau mau bertemu istriku?" tanya Mr. Jung dan hanya mendapat anggukan kecil dari Changmin. Mr. Jung kesal karena Changmin hanya mengangguk, iapun kembali bertanya. "Kenapa tak dijawab?"
"Eumm, n..ne." jawab Changmin terbata.
"Kajja, masuklah." ajak Mr. Jung lagi dan mulai berbalik masuk ke dalam lagi, namun segera ia berhenti karna merasakan Changmin masih berdiam ditempat. "Waeyo?"
"N..ne, ha..hala..halaboji."
Deg
Jantung Mr. Jung berdesir pelan saat mendengar lirihan Changmin tadi, walaupun sangat kecil dan cadel, namun ia masih bisa menangkap apa yang dikatan bocah gembul itu. Tak terasa senyum tipis terukir diwajahnya, dan selanjutnya ia menggandeng pelan tangan Changmin menuntunnya masuk kedalam.
Namun tanpa disadarinya, Yunho dan Jaejoong melihat semua kejadian itu. Tadi mereka sudah akan masuk kedalam, namun saat melihat Mr. Jung yang berbicara dengan Changmin, membuat mereka menghentikan langkah dan berdiam diri ditempat. Memperhatikan setiap adegan yang terjadi diantara Changmin dan Mr. Jung itu.
Dan senyumpun ikut mengembang diwajah keduanya saat mendengar Changmin yang memanggil Mr. Jung dengan harabeoji, dan senyum tipis yang ditunjukkan oleh Mr. Jung itu. Mereka yakin, sebentar lagi keinginan mereka pasti akan terwujud.
"Kau lihatkan Joongie, semua akan berjalan baik, hanya tinggal menunggu waktunya."
"Ne, mideoyo."
::
::
YUNJAE
::
::
Suasana ruang keluarga kediaman Jung terlihat ceria kali ini. Nampak Changmin yang tengah sibuk bermain bersama dengan Yunho dan Jaejoong. Sementara Mr. dan Mrs. Jung duduk bersama diatas sofa, sambil memandangi Changmin yang sibuk bermain dengan dunianya.
"Halmonie, Minie mau itu~" rengek Changmin setelah dirinya kelelahan bermain bersama YunJae. Iapun mendekati Mrs. Jung dan meminta cemilan yang tadi dibawakan Jaejoong untuknya itu.
Mrs. Jung yang mengerti dengan tatapan Changminpun, segera mengambil penuh piring yang berisi macam-macam kue Jepang itu, "Kau mau ini? Tapi ini buat halmonie." jawab Mrs. Jung dan membuat Changmin mengembungkan pipinya kesal.
"Kka, sekarang coba Minie cium harabeoji, setelah itu halmonie akan berikan ini semua untukmu. Otte?" tanya Mrs. Jung lagi sambil tersenyum kearah Changmin. Ah, rupanya Mrs. Jung hanya ingin mendekatkan suaminya dengan Changmin, agar Changmin tak takut lagi jika berhadapan dengan Mr. Jung.
Changminpun yang pada dasarnya akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, akhirnya tersenyum manis pada Mrs. Jung dan berjalan pelan menuju tempat Mr. Jung. Senyumpun mengembang diwajahnya karna sudah tak merasa takut lagi kepada Mr. Jung, mungkin sejak kejadian dipintu tadi yang membuat Changmin sudah tak takut lagi pada Mr. Jung.
"Halaboji~" panggil Changmin dan-
Cup~
Changminpun dengan sukses mencium pelan pipi kanan Mr. Jung dan segera setelahnya ia berlari menghampiri Mrs. Jung lalu menadahkan tangannya.
"Cudah." pekiknya girang sambil tersenyum manis kearah Mrs. Jung.
Mrs. Jung hanya geleng-geleng melihat kelakuan Changmin itu, ia tak menyangka kalau Changmin dengan cepat melupakan rasa takutnya pada Mr. Jung. Senyumpun mengembang diwajah Mrs. Jung dan setelahnya memberikan sepiring kue itu pada Changmin.
Changminpun dengan segera menyambar(?)piring itu dan mulai menghabiskan bermacam-macam kue, tanpa menghiraukan semua orang yang kini tersenyum bahagia melihat kelakuannya.
::
::
YUNJAE
::
::
Sore menjelang, menyisakan semburat jingga dilangit yang menambah cantik pemandangan alam hari ini. Burung-burungpun berterbangan dilangit sore menambah semarak sore hari itu.
Didalam kediaman Jung, nampak Mrs. Jung dan Jaejoong yang kini sedang sibuk menyiapkan makan malam. Nampak Jaejoong yang sibuk mengeluarkan bahan-bahan makanan dari dalam kulkas, dan menaruhnya dimeja konter. Sedangkan Mrs. Jung yang menyiapkan alat memasaknya. Nampak jelas kalau mereka sangat kompak aniya?
Sementata Yunho kini sedang mandi bersama Changmin, dan Mr. Jung yang tengah mengecek laporan diruang kerjanya.
Kembali ke dapur, kini kita bisa lihat Jaejoong yang tengah memperhatikan bahan-bahan apa saja yang ada. Dan memikirkan masakan apa yang hendak mereka buat.
"Kita akan memasak apa ahjumma?" tanya Jaejoong sambil mencuci bahan-bahan masakan itu.
"Aku ingin membuat makanan yang special, kau ada ide?" tanya Mrs. Jung balik dan bersiap mengenakan apron miliknya.
"Disini ada abalon dan juga iga sapi. Bagaimana kalau kita buat abalon goreng dan juga sup iga?" tanya Jaejoong setelah melihat ada makanan mahal itu dimeja konter.
"Bagus juga. Baiklah, kka mulai memasak."
Dan merekapun dengan cekatan mulai memasak. Mereka membagi tugas, dengan Jaejoong yang bertugas memotong bahan makanan sementara Mrs. Jung yang memasaknya. Benar-benar sangat kompak. Namun tak jarang pula mereka bertukar posisi dan membuat keduanya nampak lebih akrab.
Ah ya, kalau kalian bertanya kenapa justru nyonya rumah ini yang memasak, itu karena Mrs. Jung ingin lebih mendekatkan diri dengan Jaejoong. Selain juga karna ingin menyelami bagaimana sosok Jaejoong yang sebenarnya.
"Ah, setelah ini harus apa ahjumma?" tanya Jaejoong saat melihat Mrs. Jung memasukkan abalon itu ketempat kukusan.
"Kita mengukusnya sebentar agar saat digoreng hasilnya akan lebih empuk." jawab Mrs. Jung dan kembali melanjutkan kegiatan mereka.
Seiring berjalannya waktu, nampak Mrs. Jung dan juga Jaejoong yang terlihat semakin akrab, bahkan tak jarang mereka terlibat percakapan diselingi tawa. Merekapun sempat bertukar informasi masakan apa yang menjadi masakan andalan mereka. Mereka sudah nampak seperti keluarga aniya?
Masakan pun matang, dan kini terlihat Mrs. Jung dan juga Jaejoong yang tengah sibuk menata meja makan. Membawa hasil masakan mereka menuju ruang makan dan menatanya disana.
"Yak selesai. Kka, mandilah dan kita makan malam bersama." kata Mrs. Jung dan mulai keluar dari dapur untuk membersihkan diri, diikuti Jaejoong yang juga melangkah untuk membersihkan diri di kamar Yunho.
::
::
YUNJAE
::
::
Jaejoong tengah mematut diri di depan kaca kamar Yunho, setelah membersihkan diri iapun segera memakai pakaian. Untung saja tadi ia sempat mebawa baju ganti untuknya dan Changmin. Dengan baju rajut hijau toska dan celana skiny jeans yang membalut tubuh rampingnya, membuat ia terlihat sangat mempesona. Ditambah tatanan rambut yang dibuat sedemikian rupa hingga menampilkan leher jenjangnya yang putih mulus tanpa cela. Senyum terukir diwajahnya saat melihat pantulan dirinya di cermin itu. Iapun segera turun untuk makan malam.
"Eomma~" teriak Changmin kencang saat melihat sosok eommanya yang tengah berjalan turun dari kamar Yunho, membuat semua orang yang berada disana serentak menolehkan wajahnya kearah tangga.
Deg
Yunho terpaku saat melihat sosok kekasihnya yang begitu indah tengah berjalan turun dari kamarnya. Matanya tak berkedip melihat sosok menawan Jaejoong itu yang tersenyum cerah kearahnya. Sungguh demi apapun, ia begitu bahagia bisa memiliki sosok cantik itu. Sungguh ia tak akan mampu bila ia berpisah dengan namja cantiknya itu.
Tak jauh beda dengan Yunho, Mr. dan Mrs. Jung juga sangat terpesona dengan Jaejoong. Mereka benar-benar tak menyangka jika ada seorang namja yang terlihat begitu cantik, hingga mengalahkan kecantikan seorang yeoja. Merekapun tak heran jika putranya Yunho begitu menyukai Jaejoong, dengan kecantikan alami yang dimilikinya itu, pantas saja Yunho sangat mencintai Jaejoong.
"Eomma~"
Bruukkk
"Mian membuat kalian menunggu lama." kata Jaejoong setelah melepas pelukan Changmin di kakinya, segera saja ia tersenyum memandang semua yang berada disana dan berakhir dengan tersenyum cerah menatap Yunho.
"Kka, kita makan." ajak Mrs. Jung dan diikuti oleh Mr. Jung, dan tak lupa Mrs. Jung menarik pelan tangan Changmin dan menuntunnya berjalan ke dapur.
"Joongie~" panggil Yunho saat mereka hendak berjalan ke dapur.
"Ne-, hmmpphhhfff."
Belum sempat Jaejoong melanjutkan katanya, bibirnya sudah lebih dulu dibungkan oleh bibir Yunho. Ah, rupanya Yunho sudah tak tahan saat melihat Jaejoong yang tampil sangat mengagumkan hari ini. Iapun seolah kehilangan pikirannya dan segera ingin mencicipi manis kekasihnya itu.
Jaejoong yang tak siap dengan ciuman Yunho hanya bisa pasrah, dicengkramnya kaos Yunho untuk menahan tubuh Yunho yang semakin mendesaknya.
"Eunghh." lenguh Jaejoong saat Yunho menjilat pelan bibir bawahnya, Jaejoong mengerti apa yang diinginkan Yunho, namun ia juga sadar mereka masih diruang keluarga.
"Yun..mpphh..ho." lenguh Jaejoong lagi dan semakin keras mendorong bahu Yunho. Ia tak ingin Yunho kelepasan saat ini.
"Hah..hah..hah." Jaejoong menarik nafas banyak setelah Yunho melepaskan ciumannya, bibirnya sedikit membengkak akibat ciuman itu.
Yunho hanya tersenyum melihat Jaejoong yang terengah-engah. Sekali lagi dikecupnya bibir merah Jaejoong sebelum akhirnya menuntun Jaejoong menuju ruang makan.
::
::
YUNJAE
::
::
Suasana makan malam dikediaman Jung bertambah ramai dengan kehadiran JaeMin, ditambah juga Siwon yang tadi setelah pulang kantor langsung pulang kerumah dan mandi, sebelum akhirnya ikut makan malam bersama keluarganya itu.
Changmin sempat terkejut karna menemukan sang ahjussi berisik dirumah appanya, namun setelah Jaejoong memberitahu kalau Siwon itu adalah hyung dari Yunho, Changminpun mengerti dan kembali melanjutkan makannya.
Siwon sempat kaget saat menemukan Jaejoong berada dirumahnya, memang dirinya tahu kalau Jaejoong akan pergi kerumahnya, karna Yunho yang menjemput Jaejoong tadi dikantor dan segera membawanya pulang. Namun ia tak menyangka kalau ia akhirnya bertemu dengan Jaejoong.
Kembali Siwon diperlihatkan adegan intim dari YunJae, sesak masih ia rasakan. Andai saja kalau ia yang mendapatkan hati namja cantik itu, ia pasti sudah bisa merasakan kebahagiaan sekarang. Namun ia sadar, ia tak boleh begini terus. Itu hanya akan menyakiti hatinya dan menghancurkan hubungan dongsaengnya. Maka dari itu ia akan berusaha melupakan perasaannya terhadap namja cantik itu.
"Hyung, kau mau ini?" suara halus Jaejoong segera terdengar dan menarik Siwon dari pikirannya yang sempat berkelana. Segera ia mengangguk dan tersenyum memandang Jaejoong.
"Gomawo." ucapnya dan kini mulai kembali makan.
Bisa kita lihat sekarang Jaejoong yang tengah mengambilkan lauk untuk Yunho, lalu mengambilkan Changmin nasi karna anaknya itu ingin tambah.
Mrs. Jung hanya mengulum senyum melihat itu, ia jadi berfikir kalau Jaejoong adalah sosok yang sangat sempurna. Begitu baik, perhatian, sangat sopan dan penyayang. Ia juga bisa mendidik Changmin seorang diri hingga Changmin bisa menjadi anak yang penurut juga. Sungguh, ia adalah sosok yang sempurna untuk putranya. Mereka sekarang sudah terlihat seperti keluarga besar yang harmonis aniya?
"Eomma, mau itu." tunjuk Changmin pada Abalon goreng yang ada didekat tangan Jaejoong. Segera Jaejoong mengambilkan anaknya itu lauk dan menyuapinya dengan sayang. Changminpun tersenyum dan kembali lahap makan.
::
::
YUNJAE
::
::
Setelah selesai makan bersama, kini jaejoong tengah membereskan sisa makan mereka. Terlihat Jaejoong sangat cekatan melakukan pekerjaannya. Diam-diam seseorang memperhatikan kegiatan Jaejoong itu dengan senyum getir, apalagi kini Siwon-orang itu-melihat dengan jelas Yunho yang datang membantu Jaejoong sambil sesekali bersikap mesra pada Jaejoong.
Greepp
"Yunho!" pekik Jaejoong karna kaget Yunho memeluknya secara tiba-tiba dari belakang. Ia mengeram kesal dan mengepluk kencang tangan Yunho yang memeluknya.
"Waeyo? Aku dari tadi sudah menahannya Joongie!" kata Yunho sambil melesakkan wajahnya diceruk leher Jaejoong.
Jaejoong menggeliat pelan merasakan hembusan nafas Yunho dilehernya, ia bisa merasakan tangan Yunho perlahan mengusap perut datarnya.
"Yun..hmm." lenguh Jaejoong tak kuasa menahan sentuhan Yunho, ia memang sangat sensitif. "Hen..tih..kanhh.."
"Waeyo hmm?" tanya Yunho yang tak menghiraukan Jaejoong dan malah terus mencium lembut leher Jaejoong yang terekspose.
"Nan..ti..ada..yang..me..lihh..hat..hmm."
"Ania, tak akan ada."
"Yunho!"
Pluk
Jaejoong memukul tangan Yunho dengan cukup keras, karna tangan Yunho sudah bergerak pelan menuju bagian atas tubuhnya. Segera saja Jaejoong beraksi karna tak ingin terjadi apa-apa sekarang. Yunho benar-benar! Aiss, Jaejoong baru tahu kalau kekasihnya itu sangat amat mesum.
"Pergi dari sini, atau aku akan marah!" bentak Jaejoong sambil mendelik sebal pada Yunho. Yunho hanya tersenyum pelan melihat tingkah Jaejoong yang sama sekali tak membuatnya takut. Malah ia senang.
"Ne nyonya Jung!"
Cup~
"Yak! Jung Yunho!" teriak Jaejoong sementara Yunho sudah kabur setelah mencuri ciuman dibibir ranum kekasihnya.
::
::
YUNJAE
::
::
Jaejoong kini tengah berada diteras belakang kediaman Jung. Tadi setelah dirinya selesai mencuci piring, ia segera bergabung diruang keluarga. Dan saat itulah, Mrs. Jung meminta Jaejoong dan Changmin untuk menginap dirumahnya. Lagipula besok adalah hari sabtu.
Awalnya Jaejoong menolak, namun atas desakan Mrs. Jung dan Changmin yang merengek minta menginap akhirnya Jaejoongpun mengalah dan mau menginap. Apalagi ditambah jurus puppy eyes yang ditunjukkan Changmin, ia pun tak bisa berkutik. Setelah itu, ia pamit kebelakang untuk menelpon Junsu sebentar.
"Ne Su-ie aku akan menginap disini. Kau sudah makan?"
"..."
"Hati-hati dirumah dan jangan mengundang Yoochun. Awas saja kalau aku tahu kau mengundang Yoochun, akan kuadukan kau kepada eomma."
"..."
"Ne dia sedang bermain bersama Jung ahjumma. Wae? Apa kau merindukannya?"
"..."
"Ne arraseo. Annyeong."
Klik
Jaejoongpun mematikan ponselnya dan bergegas untuk kembali, namun ia begitu kaget karna tiba-tiba Yunho sudah berada dibelakangnya.
"Astaga Yunho, kau membuatku kaget!" pekik Jaejoong sambil mengelus dadanya.
"Habis menelpon Junsu?" tanya Yunho dan perlahan beranjak mendekat kearah Jaejoong. Ah, apa yang ingin dilakukan Yunho eoh?
"Ne, aku memberitahunya kalau kami akan menginap disini." jawab Jaejoong dan sama sekali tak menaruh curiga Yunho yang melangkah semakin dekat kearahanya.
"Eomonim dan abeoji ingin berbicara kepada kita." kata Yunho lagi dan kini sudah berada didepan Jaejoong. Dan tanpa peringatan, Yunho segera menarik Jaejoong dan membenturkan bibirnya pada bibir cherry kekasihnya.
"Hmmppffttt."
Jaejoong yang tak siap sedikit terkejut saat Yunho mulai menggerakkan bibirnya, memanggut bibir cherrynya rakus dan sedikit kasar.
"Hemm.." lenguh Jaejoong saat Yunho mengemut bibir atasnya dan semakin keras mengulumnya. Jaejoongpun tak mau berdiam diri, iapun membalas pagutan Yunho dan menggerakkan bibirnya seirama dengan pagutan Yunho. Diemutnya bibir bawah Yunho saat Yunho mengulum bibir atasnya, begitupun sebaliknya.
Lama mereka saling berpagutan, kini ciuman yang awalnya ringanpun berubah menjadi sedikit panas. Yunho sudah menyusupkan tangannya dibalik leher Jaejoong dan menariknya untuk semakin dekat dengannya. Dan tangan satunya menyusup kepinggang Jaejoong dan menariknya hingga badan keduanya menempel dengan sempurna.
Sementara Jaejoong juga mulai mengaitkan tangannya dileher Yunho, mencari penopang agar tubuhnya tak ambruk akibat permainan Yunho. Mata merekapun sudah terpejam sempurna menikmati permainan yang mereka ciptakan.
"Mpkkckkk."
Decakan nikmat terdengar disana, kini lidah Yunho sudah bermain disekitar bibir Jaejoong, meminta akses untuk bisa masuk kedalam. Jaejoong yang mengertipun membuka sedikit mulutnya dan segera saja lidah hangat Yunho merangsek masuk dan mengabsen semua yang ada dirongga hangat kekasihnya itu.
"Yun..hmmm..ho." lenguh Jaejoong ditengah ciuman mereka. Nampak Jaejoong sangat menikmati ciumannya kali ini. Yunho hanya tersenyum tipis disela kegiatannya menjelajah gua hangat Jaejoong.
"Yun.." pekik Jaejoong sambil memukuk pelan dada Yunho, mengisyaratkan kalau dirinya sudah kehabisan nafas. Yunhopun mengerti dan melepaskan pagutannya, menciptakan benang saliva akibat permainan mereka barusan.
"Hahh..hahh.."
"Saranghae." ucap Yunho dan perlahan mengusap lelehan saliva yang mengalir keluar disudut bubir Jaejoong. Dikecupnya sekali lagi bibir merah Jaejoong, sebelum akhirnya menuntun namja cantiknya menuju ruang keluarga sambil menggandeng hangat tangan kekasihnya itu.
::
::
YUNJAE
::
::
Pekatnya malam menjadi saksi bisu hal penting apa yang ingin disampaikan oleh Mr. Jung. Kini diruang keluarga tersebut sudah duduk Mr. dan Mrs. Jung, Yunho, Jaejoong dan juga Changmin. Siwon tadi pamit untuk melanjutkan pekerjaannya karna besok ia harus rapat dengan salah satu pemegang saham.
Yunho berjalan pelan masuk ke ruang keluarga, sambil menggandeng hangat tangan Jaejoong lalu duduk dengan tangan mereka yang masih bertautan.
Yunho merasakan aura yang sungguh pekat saat dirinya masuk ke kedalam ruang keluarga itu, entah kenapa. Namun ia merasa sedikit gugup saat melihat Mr. Jung yang tengah menatapnya dengan pandangan yang tak bisa diartikan. Sejak ia melangkah masuk ke dalam, Mr. Jung sudah menatapnya seperti itu. Ah, mudah-mudahan saja tak ada kejadian buruk yang terjadi setelah ini.
Jaejoongpun demikian, ia merasakan sedikit tak tenag saat memasuki ruang keluarga itu. Bisa ia lihat tatapan Mr. Jung yang tak bisa diartikan tengah memandang Yunho. Saat dilihatnya Mrs. Jung, nyonya Jung itu hanya mengulum senyum pelan dan mengangguk sedikit. Yah, setidaknya itu membuatnya sedikit merasa lebih tenang.
Ditambah lagi Changmin yang kini sudah berada dipangkuannya sambil memeluk pinggangnya erat. Entah ada apa dengan anaknya itu, namun saat tadi ia masuk ke dalam bersama Yunho, Changmin sudah berteriak kencang dan segera menubruk dirinya, dan minta dipangku. Wajahnya nampak sangat bahagia dengan senyum yang selalu terkembang diwajah bulatnya.
Lama mereka saling diam, tak ada yang berniat memulai pembicaraan. Kini Mr. Jung tengah menatap dalam kearah Yunho, lalu beralih pada Jaejoong dan berakhir dengan melihat wajah Changmin.
"Abeoji, apa hal yang ingin abeoji katakan kepada kami?" tanya Yunho yang rupanya sudah tak tahan karna sedari tadi appanya hanya menatapnya tanpa berkata apapun.
Mr. Jung menolehkan wajahnya menatap Yunho, menatapnya cukup lama sebelum akhirnya beralih pada Jaejoong.
"Kim Jaejoong." ucap Mr. Jung memanggil nama Jaejoong.
Deg
Deg
Jantung yunho dan Jaejoong berdetak kencang saat mendengar Mr. Jung memanggil nama Jaejoong, segera Yunho menatap abeojinya itu menunggu apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh appanya itu.
"Kim jaejoong, apa kau mencintai putraku?" tanya Mr. Jung sambil menatap lama Jaejoong.
Jaejoong menoleh kepada Mr. Jung dan balas menatap tatapan Mr. Jung itu sambil menjawab, "Ne, saya mencintainya. Sangat." jawab jaejoong dan sedikit mengeratkan pegangannya pada genggaman Yunho.
Kembali Mr. Jung hanya diam memperhatikan Jaejoong, menatapnya dalam tanpa berkata apapaun. Sebelum akhirnya kembali ia membuka suara dan menanyakan pertanyaan yang sama sekali tak pernah terikirkan oleh Yunho dan Jaejoong.
"Kalau aku menyuruhmu untuk menjauhi Yunho dan menghilang dari hidupnya, apa kau bersedia?"
Deg
Jantung Yunho dan Jaejoong berpacu cepat saat mendengar suara berat Mr. Jung itu. Mereka sangat kaget karna Mr. Jung bertanya hal yang tak mereka bayangkan. Bahkan sekarang tangan Jaejoong sedikit bergetar digenggaman Yunho. Yunhopun merasakan hal yang sama, dirinya bergetar pelan tak menyangka appanya akan berkata seperti itu.
"Kalau aku memintamu jangan muncul dihadapannya lagi, apa kau bersedia?"
"Abeoji-" hardik Yunho tak mengerti kenapa appanya terus menerus berkata seprti itu.
"Kau ingin melihat Yunho bahagia bukan? Dan kau juga ingin melihat kami bahagia?" lanjut Mr. Jung tanpa memperdulikan perkataan Yunho,
"Abeoji-"
"Bukankah kau mencintainya? Aku rasa kau sudah mengerti bukan apa yang aku maksudkan?"
Jaejoong menunduk pelan mendengar semua perkataan Mr. Jung, ia benar-benar terpuruk tak menyangka kenapa Mr. Jung bisa berkata seperti itu kepadanya. Apakah ini pertanda kalau bumonim Yunho tak mau memberikannya restu?
Yunho juga demikian, ia hanya diam sambil menatap Jaejoong yang tengah menunduk disebelahnya. Tangannya masih setia menggenggam hangat tangan Jaejoong memberitahu namja cantiknya itu kalau ia tak akan pergi dari sisinya. Lama Jaejoong berfikir, sebelum akhirnya ia mendongakkan wajahnya dan menatap Yunho lembut.
"Ne, saya memang ingin melihat Yunho dan kalian bahagia. Tapi kalau ahjussi meminta saya untuk menjauh dari hidup Yunho dan pergi dari hidupnya, mianhae ahjussi saya tidak bisa."
Deg
Yunho segera memutar wajahnya menatap Jaejoong, menatap kekasihnya itu karena terkejut saat mendengar jawaban Jaejoong. Tak dipungkiri hatinya berlonjak girang saat mendengar jawaban dari kekasihnya itu. Senyumpun mengembang diwajahnya dan dibalas senyuman pula dari Jaejoong.
"Saya sangat ingin melihat Yunho bahagia, dan saya yakin saya mampu membuatnya bahagia, tak hanya Yunho, saya akan berusaha membuat kalian juga merasakan bahagia. Saya berjanji tak akan pernah meninggalkan Yunho dalam keadaan apapun. Saya mencintainya dengan sangat tulus, ahjussi."
"..."
Keheningan segera tercipta diruang keluarga itu. Semua sibuk menenangkan degup jantung yang berdetak kencang saat mendengar jawaban Jaejoong itu. Mr. Jung hanya tersnyum simpul saat mendengar jawaban Jaejoong. Ia memang sudah menyangka kalau Jaejoong akan menjawab seperti itu. Ia hanya memnguji, apakah Jaejoong sungguh-sungguh dengan putranya atau tidak.
"Apa kau berjanji akan selalu membuatnya bahagia dan berjanji akan selalu bersamanya, tak akan menyakitinya dan selalu menemaninya sepanjang waktu?" tanya Mr. Jung menatap dalam Jaejoong.
"Ne." jawab Jaejoong sambil mengembangkan senyum diwajahnya, ah, bolehkah ia berharap?
Mr. Jung menangkap nada kesungguhan dalam jawaban Jaejoong itu, dan saat dirinya menatap kedalam mata Jaejoong, hanya ada ketulusan dan keseriusan didalamnya.
"Apa aku bisa pegang kata-katami itu?" tanya Mr. Jung dan mendapat anggukan pasti dari Jaejoong.
"Kau tak akan meninggalkannya apapun yang terjadi?" Jaejoong mengangguk.
"Selalu menemaninya saat suka maupun duka?" Jaejoong menggangguk pasti.
"Membuatnya bahagia dan selalu berada disampingnya hingga ajal memisahkan kalian?" Jaejoong menggaguk mantap sambil mengembangkan semyum diwajahnya. Bolehkah ia berharap?
"..."
Mr. Jungpun tersenyum lepas memandang kearah Jaejoong. Segera ia mengangguk senang dan tersenyum semakin lebar saat matanya bertubrukan dengan mata musang putranya. Ia sudah mantap dengan keputusannya, dan ia yakin kalau Jaejoong adalah orang yang terbaik untuk anaknya.
"Abeoji-" lirih Yunho saag melihat gurat bahagia dari appanya itu, apakah itu tandanya kalau-
"Ne Yunho-ah, abeoji merestui kalian."
Deg
Deg
Jantung Yunho dan Jaejoong berpacu cepat setelah mendengar suara berat Mr. Jung itu. Demi apapun, kini Yunho sudah membulatkan mata musangnya saat mendengar suara tegas sang appa yang mengatakan kalau ia merestui hubungannya dengan Jaejoong. Rasanya seperti mimpi saat mendengar itu semua. Iapun menggenggam erat tangan Jaejoong mencari kebenaran kalau ini semua bukanlah mimpi.
Jaejoongpun melakukan hal yang sama, ia membalas genggaman tangan Yunho dan memberitahunya kalau ini bukanlah mimpi. Senyumpun mengembang diwajah keduanya saat mata mereka bertemu pandang.
Jaejoong tak bisa mengungkapkan persaannya lewat kata-kata. Ia hanya mengembangkan senyumnya menatap Yunho dan mengeratkan pelukannya ditubuh Changmin. Ia begitu bahagia hingga tak sadar sudut matanya mengeluarkan tetesan bening.
Yunhopun tak kalah beda dengan Jaejoong. Ia juga merasa sangat bahagia dan tak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Ia hanya menatap Jaejoong dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Sungguh ia sangat ingin membawa tubuh Jaejoong kedekapannya, namun ia sadar masih ada kedua orang tuanya disini.
Mrs. Jungpun tak jauh berbeda dengan pasangan YunJae. Ia begitu bahagia melihat putranya kini tengah tersenyum bahagia. Ia yakin putranya akan bahagia setelah ini. Tak terasa bahkan sudut matanya mengeluarkan cakian bening. Tangis kebahagiaan untuk sang putra tercinta. Ditatapnya Mr. Jung menyampaikan rasa terimakasihnya. Mrs. Jung terus tersenyum pada sang suami dan mengangguk pelan.
Changmin juga nampak tersenyum memandang YunJae secara bergantian. Mungkin ia bisa merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan kedua orang tuanya itu. Iapun memeluk sayang Jaejoong dan mengecup pipi eommanya sayang.
Perlahan kebahagiaan akan datang menghampiri kita, asal kita tetap percaya dan selalu sabar menunggunya. Berusaha melakukan yang terbaik dan jangan pernah menyerah.
'Semoga kau bahagia Yunho-ah. Hanya ini yang bisa abeoji berikan sebagai permintaan maaf atas segala sikap abeoji selama ini. Semoga abeoji bisa melihat senyummu itu lagi mulai sekarang. Jaejoong, ia namja yang baik. Abeoji yakin ia bisa membuatmu bahagia'
.
.
.
.
.
.
.
Kore de owari (end)
.
.
.
.
.
.
.
Or
TBC
.
Konnichi wa~~ osoku natte, hontouni gomennasai ! Ada yang menantikan kelanjutan cerita ini? Kriikk kriikk
Sebenernya chap ini sudah selesai hari senin, tapi entah kenapa datanya malah ilang dan alhasil saya ngetik ulang lagi dari awal.. Dan parahnya lagi, waktu mau ngepost eh, ada yang bermasalah dengan internetnya. Saya nggak bisa masuk ke ffn. Temen saya jga bilang ga bisa masuk, maka dari itu saya terlambat updatenya.. Ini juga saya nyari wifi kemana2 supaya bisa update.. Apa ada yang mengalami hal seperti saya? Huhuhu
Bagaimana dengan chap ini? Apakah memuaskan atau tidak? Ternyata bumonim Yunho sudah merestui keduanya.. Tinggal menunggu restu dari pihak keluarga Kim, dan nikahh.. Yuhuhuhu..
Part mana yang kalian suka dichap ini? Saya paling suka part saat Changmin keceplosan menggil Mrs. Jung halmonie, ukhh. Saya ngebayanginnya Changmin imut sambil bekep mulutnya karna terkejut.. Hahaha,, dan lagi part dimana Changmin pake baju Yunho, ahh. Pasti mereka sangat mirip aniya? Dan part dimana Jaejoong bilang nggak akan ninggalin Yunho, akh itu ngebuktiin banget kalo Jaejoong udah cinta sama Yunho.. Kyaaa,, favorit kalian?
Saya mengucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah mengikuti dan masih setia nungguin cerita ini. Big thanks bagi kalian semua, karna tanpa kalian saya ga akan bisa buat ulang chap ini dalam waktu 2hari.. Ukh,, jeongmal gomawoyo buat :
Lady Ze , princessparkyu , danactebh , yoon HyunWoon , Niiraa , teukiangle , rii-ka , hanasukie , kim anna shinotuke , vampireyunjae , zhe , haruko2277 , riska1022 , okoyunjae , lee minji elf , Park Seuri , Yjboo , CuteCat88 , SimviR , diya1013 , Himawari23 , D , Subarashihito , Elzha luv changminie , snowy mochi , YunHolic , kimberly lavenders , magnaeris , Casshipper Jung , nunoel31 , runashine88 , xena hwang , Vic89 , Guest , jiy , rossa cho , Lialhuan , akiramia44 , KJhwang , merry jung , Ria , Ria , Guest , Hana - Kara , dhian930715 ELF , Baby Panda Zi TaoRis EXOtics , StoryFromClocktower , BLUEFIRE0805 , The Biggest Fan of YunJae , Angle Muaffi , Anik0405 , Cho Jin Ae , queen harkyu , tinsheloveyunjae , 9194yjs , PandaMYP , Na BearBooJae , chantyCassie , farla23 , chinderella cindy , nickeYJcassie , PhantoMiRotiC , Kein Akasuna , DeiChan , cminsa , Changcimin , meriah 1111 , maichannie26
Karena uda nyempetin review dichap kemarin. Review kalian sangat berharga dan jangan lupa untuk review lagi ne di chap ini ^^
Thanks juga bagi kalian yang udah nyempetin follow dan favorite ,, itu juga salah satu bukti kalau kalian mendukung saya untuk melanjutkan cerita ini, walau sebenarnya saya juga membutuhkan masukan dan pendapat kalian semua tentang cerita disetiap chapnya. ^^
Jaa, ada yang penasaran bagaimana wedding mereka nanti? Ja, ditunggu ne, dan doakan saja supaya bisa cepat update dan ga ada kendalan lagi..
Minna san, review onegaiitashimasu~~
