Yunie 'Otaku'Bear

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan dan Cho hanya meminjam nama mereka

Cast : DBSK dan yang lain

Rate : M++

Genre : Romance, School Life, Little bit humor, hurt/comfort

Alur kadang cepet kadang lama dan yang pasti bakal banyak typos

Enjoy it ^o^

.

.

.

.

.

Tidak sekalipun Jaejoong membiarkan Yunho untuk membayar apa yang dia beli, Jaejoong berpikiran bahwa Yunho masih pelajar dan uang yang dia dapat dari orangtuanya sehingga tidak boleh dibuang begitu saja.

Tapi melihat pemandangan di depan membuat Jaejoong mengerti sesuatu, Yunho terlihat manly saat melakukannya. Memang hal sederhana tapi terlihat berbeda dari Yunho yang biasanya.

Oh...

Apa yang suda dilakukan Jaejoong? Pasti dia banyak menyakiti perasaan Yunho...

Yunho berhenti pada lobby lantai satu, perjalanan panjang penuh senyuman itu berakhir pada toko eskrim disana. Beda lagi dengan Jaejoong yang sudah beraura kelam. Dia menyesali semua sikap yang dia lakukan untuk Yunho.

Dan tak lama Yunho keluar dari toko itu membawa dua buah eskrim dengan rasa berbeda. Dia memberikan es krim rasa coklat pada Jessica dan rasa strawberry untuknya. Kemudian mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka ke lantai dasar.

" Chun, aku mau eskrimnya"

" Ne hyung"

Yoochun hanya bisa melakukan apa yang Jaejoong inginkan, dia juga sedih melihat atasan sekaligus sahabatnya seperti ini. Yoochun kembali dengan membawa sebuah eskrim rasa vanilla.

Jaejoong memegangnya dan mulai menjilati es krim cone itu kemudian berjalan mengikuti Yunho kembali. Dia mulai merasakan sesuatu, dia merasa iri pada Jessica.

Iri karena Yunho tersenyum padanya, melakukan hal - hal manis padanya, memperlakukannya bak tuan puteri, bercanda dengannya, iri karena Yunho menggandeng tangannya.

Ah,

Semua terasa menyakitkan untuk Jaejoong dan tanpa terasa airmatanya mengalir begitu saja.

Tiba - tiba Yunho berhenti, mereka sudah ada dilantai dasar mall itu. Yunho menoleh menoleh samping dan mencoba memakan es krim milik Jesicca begitu pun Jessica yang mencoba es krim milik Yunho.

" Lihat noona, es krimnya berantakan"

Dengan segera Yunho membersihkan es krim yang menempel pada pinggir bibir Jessica menggunakan ibu jarinya kemudian dia menjilat ibu jarinya itu.

" Hahahaha... Kau ini" Ucap Jessica menggelengkan kepalanya namun Jaejoong melihat rona merah pada salah satu pipi Jessica.

Jaejoong meremas eskrim yang dipegangnya kemudian menggeram marah. Dia tidak suka Yunho seperti itu, hatinya benar - benar sakit sekarang. Hingga akhirnya...

Puk

" Nghh! Dingin!"

" Omo!"

" Hyung!"

.

.

.

.

.

~ Chapter 5 ( END )

.

.

.

.

.

" Dingin!"

" Omo Yun! Gwwaenchana"

Jaejoong segera maju untuk menepis tangan yeoja yang akan membersihkan es krim yang tadi Jaejoong lempar pada Yunho. Ya, dengan tampang mengerikan Jaejoong melempar es krim yang dipegangnya hingga mengenai tengkuk Yunho.

" Jangan sentuh Yunho!" Pekik Jaejoong

" Ya! Sia... Pa..." Yeoja itu berhenti bicara saat dia melihat wajah Jaejoong

" Jangan sentuh Yunie!" Pekik Jaejoong dengan matanya yang berair

Yunho terdiam saat Jaejoong berdiri membelakanginya dan terpekik seperti itu, Jaejoong terlihat berbeda, terlihat kekanakan?

" Hiks..."

Yunho tersentak saat mendengar isakan yang keluar dari mulut Jaejoong, namja cantik itu selama ini tidak pernah menangis dihadapannya. Tapi, mengingat apa yang terjadi akhir – akhir ini membuat wajah Yunho menjadi murung kembali.

" Jaejoong hyung..." Panggil Yunho dengan lirih

Jaejoong menolehkan kepalanya saat Yunho memanggilnya dengan hyung, Jaejoong menatap Yunho dengan sendu.

" Kau memanggilku dengan apa?" Tanya Jaejoong dengan nada tidak percaya

" Jae... Joong hyung" Jawab Yunho dengan ragu

" Hiks... Huweeeeee"

" OMO!" Yunho memandang panik pada Jaejoong yang tiba – tiba menangis dengan kencang

Yoochun sendiri menahan tawanya melihat kelakuan jaejoong yang kekanakan itu, ingin maju tapi dia senang melihat Jaejoong seperti ini. Jaejoong seakan melampiaskan semua kekesalan dan kekecewaan pada Yunho, itu semua terlihat manusiawi bukan?

BUGH

BUGH

BUGH

Jaejoong memukuli Yunho hingga namja tampan itu mencoba menghindar walaupun gagal.

" Nappuen! Nappuen! Huweeee... kau selingkuh! Hiks..."

" Aw... Aw... Aw... Akhh" Yunho akhirnya menangkap kedua tangan Jaejoong yang sejak tadi memukulinya

" Appo!" Pekik Yunho

" Hiks, sejak kapan kau berani memakiku eoh! Nappuen! Hiks"

Dengan segala kekuatannya Jaejoong melepaskan tangannya dari cengkraman Yunho dan kembali memukuli namja itu. Sampai akhirnya Yunho yang kesakitan memeluk Jaejoong dan mengelus punggung Jaejoong dengan lembut. Jaejoong meronta, mencakar punggung Yunho dan menarik agar pelukannya terlepas namun Yunho bertahan dengan memeluk erat Jaejoong.

Jessica, yeoja yang dari tadi hanya diam saja itu kemudian tersenyum pada Yunho dan menganggukkan kepalanya. Yunho yang melihatnya mengerutkan keningnya namun dia mengerti apa yang maksud Jessica. Yeoja itu pergi dari sana setelah membungkukkan badannya pada Yoochun seakan memberi salam.

Yang Yunho baru sadari adalah, banyak orang yang melihat mereka dan bertanya – tanya apa yang tengah terjadi, hal itu membuat Yunho malu karena dia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian. Dia menoleh ke arah Yoochun, namja itu tampak membisikkan sesuatu pada Yunho dan membuat Yunho mengangguk.

" Kajja hyung..."

" An-ani..." Jaejoong yang menyerah akhirnya memeluk erat Yunho

" Waeyo?"

" Kenapa memanggilku hyung? Hiks... Andwe Yunie..."

" Hah..."

Yunho menghela nafasnya, dia akhirnya memakai cara terakhir yang mungkin dibenci oleh Jaejoong. Dia mengangkat Jaejoong dan menggendongnya ala bridal.

BLUSH

Wajah Jaejoong memerah parah saat dihadapannya terpampang wajah Yunho yang tengah menggendongnya. Mau tak mau akhirnya Jaejoong memeluk leher Yunho dan menyembunyikan wajahnya disana. Dia malu juga karena tersadar banyak orang yang memperhatikannya.

" Hyung turunlah dulu"

Jaejoong mengintip untuk mengetahui dimana mereka berada sekarang, ah... Area parkir mobil. Jaejoong menggelengkan kepalanya, dia tidak mau melepaskan Yunho.

" Hah..."

Kembali Yunho menghembuskan nafasnya, dengan pelan dia menurunkan Jaejoong membuat Jaejoong berdiri dengan tetap memeluk lehernya. Yunho merogoh kantung samping celananya dan menemukan sebuah kunci, dia kemudian memasukkan kunci itu kedalam lubang kunci sebuah mobil.

Jaejoong yang meliriknya langsung mengerutkan keningnya, sejak kapan Yunho mengendarai mobil dan Jaejoong sadar bahwa mobil Yunho bukanlah mobil biasa. Sebuah mobil sport keluaran terbaru yang Jaejoong inginkan!

" Hiks..."

" Kenapa hyung menangis lagi?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya.

" Ayo masuk dulu ke dalam mobil"

Jaejoong menggelengkan kepalanya, akhirnya kembali Yunho membawa Jaejoong dalam gendongannya dan membawa Jaejoong masuk dan duduk dikursi penumpang mobil itu. Yunho mencoba melepaskan pelukan Jaejoong pada lehernya, menatap mata Jaejoong yang masih dialiri air mata namun tangannya dengan gesit memakaikan sefety belt pada tubuh Jaejoong.

Yunho kemudian berlari dan masuk untuk duduk dibelakang kemudinya. Dia mulai menjalankan mobilnya dan Jaejoong mulai terisak kembali. Dalam hati dia bertanya dengan hatinya yang sakit, sejak kapan Yunho bisa mengendarai mobil dan siapa yang mengajari Yunhonya belajar mengendarai mobil?

Memikirkannya membuat Jaejoong kembali sakit, seharusnya dialah yang mengajarkan semuanya pada Yunho. Bukan orang lain! Jaejoong terus menangis tapi matanya tidak menatap kedepan, dia terus menatap jendela sampingnya, kenapa dikursi penumpang ini tercium wangi parfum yeoja? Jangan – jangan...

Yunho membawa Jaejoong pulang ke apartemennya, dia kembali menggendong Jaejoong karena namja itu terus menggeleng dan memegangi tangannya. Jaejoong tidak merasa canggung walaupun di dalam lift dia menjadi pusat perhatian, biarkan saja asal Yunho bersamanya, ck...

" Tolong tekan password-nya hyung, aku tidak bisa menekannya" Ucap Yunho saat mereka tiba didepan pintu apartemen Jaejoong

Jaejoong akhirnya menganggukkan kepalanya, dia turun dari gendongan Yunho namun tangan kanannya tetap menggenggam tangan Yunho. Dia memakai tangan kirinya untuk membuka pintu apartemennya kemudian membawa Yunho masuk kedalam apartemen mewahnya.

Yunho menurut saja saat Jaejoong membawanya ke ruang tamu dan duduk pada sofa yang ada disana, setelahnya Yunho merasa tercengang karena Jaejoong duduk diatas pangkuannya, oh ya... Pangkuaannya!

Hal yang tidak pernah Jaejoong lakukan sebelumnya, karena sebelumnya Yunholah yang bersikap manja dalam hubungan yang mereka jalani.

Sepuluh menit...

Lima belas menit...

Dua puluh menit...

Tiga puluh menit...

Satu jam...

Yunho merasakan pegal dapa pahanya karema sejak tadi Jaejoong tidak juga bergerak dan pindah. Namja itu malah terlihat nyaman menyembunyikan wajahnya pada leher Yunho. Yunho mencoba bangkit saat sesuatu ingin keluar dari dalam tubuh intinya namun Jaejoong mencegahnya.

" Aku ingin ke kamar mandi" Ucap Yunho pada akhirnya

Jaejoong menggelengkan kepalanya

" Hyung, aku tidak mau mengompol disini"

Barulah Jaejoong sadar bahwa Yunho memang harus pergi ke kamar mandi, dengan berat hati Jaejoong berdiri dan segera saja Yunho berlari menuju kamar mandi Jaejoong. Jaejoong menatap pintu kamar mandinya yang tertutup, ya Tuhan betapa dia merindukan aroma tubuh Yunho yang memabukkan hingga sejak tadi dia merasa nyaman ada dipelukan Yunho. Betapa bodohnya dia baru menyadari seberapa besar kehadiran Yunho dalam hidupnya.

Jaejoong berjalan kearah kamar mandi dan duduk disamping pintunya, dia menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya disana.

" Pabbo Joongie..." Lirih Jaejoong

Yunho membasuh tangannya diwastafel saat kegiatannya di kamar mandi selesai, dia menghembuskan nafasnya secara perlahan. Hari ini benar – benar tidak terduga untuknya, apa lagi bertemu dengan Jaejoong yang dia rindukan. Hmm...

CEKLEK

" OMO!" Yunho terpekik kaget saat menemukan Jaejoong ada disamping pintu kamar mandi, Yunho menutup pintu itu dan berjongkok disamping Jaejoong " Wae?" Tanyanya dengan lembut

Jaejoong menoleh kearah sumber suara, dia melihat wajah Yunho tepat disampingnya, tangan Jaejoong merambat naik untuk menangkup wajah Yunho.

" Yunie..."

" Ne hyung"

" Jangan tinggalkan Joongie hiks..."

Yunho mengerutkan keningnya bingung.

" Saranghae"

Yunho membulatkan matanya saat mendengar satu kata yang keluar darimulut Jaejoong.

" E-eh?"

" Saranghae Yunie... Saranghae Hiks..."

" …."

SREETTT

CUP

Dengan kencang Jaejong menarik kerah Yunho dan menggigit bibir bawah Yunho agar namja itu tidak kabur. Jaejoong merasakan inilah yang dirindukannya, mencium Yunho dan memeluk namja itu dengan manja.

Airmata Jaejoong mengalir menyadari kebodohannya itu, dia harusnya bisa lebih peka terhadap perasaannya bahwa dia membutuhkan Yunho untuk ada disampingnya bukan malah memperlakukan Yunho dengan sesuka hatinya.

Yunho? Dia kaget bukan main karena dia merasa sudah lama bibirnya tidak menyentuh bibir Jaejoong dan jantungnya berdebar dengan keras. Oh tidak... Ini harus dihentikan. Dengan susah payah Yunho menjauhkan tubuh Jaejoong darinya walaupun sulit.

" Kenapa mendorongku?" Tanya Jaejoong tidak terima

" Hyung..."

" Kenapa memanggilku hyung eoh?! Hiks... Kau masih marah padaku? Atau kau membenciku?"

" Eh?"

" Kenapa Yunie?! Wae? Kau tidak boleh pergi dariku setelah membuatku mencintaimu! Tidak! Tidak boleh" Jaejoong terus menggelengkan kepalanya " Jangan tinggalkan aku..."

Jaejoong merasa seperti anak kecil sekarang, bagaimana bisa dia berlaku seperti ini di depan Yunho yang lebih mudah darinya? Bahkan saat dulu Seunghyun meminta putus, Jaejoong tidak seperti ini. Dia membiarkan Seunghyun untuk meraih kebahagiaannya. Tapi Yunho? Namja itu membuat Jaejoong tidak bisa berpaling darinya dan tidak akan membiarkan Yunho pergi darinya.

" Jaejoong hyung?"

" Panggil aku Joongie lagi Yun, hyung aniya..."

PUK

PUK

PUK

Jaejoong membulatkan matanya saat tangan Yunho menyentuh kepalanya dan mengelusnya dengan pelan. Perlahan Jaejoong menatap Yunho dan dia menemukan Yunho tengah menatapnya dengan teduh dan memberikan senyuman lembut.

" Kajja" Yunho menggenggam tangan Jaejoong dan membuat namja itu berdiri kemudian membawanya untuk duduk disofa ruang tengah apartemen Jaejoong

Yunho membuat Jaejoong duduk diantara pahanya dan memeluk Jaejoong dari belakang, menyesap wangi tubuh Jaejoong yang sudah membuatnya ketagihan dan memejamkan matanya.

" Yunie senang" Ucap Yunho

" Eh?"

" Yunie senang Jaejoong hyung akhinya mengatakan saranghae pada Yunie" Ucap Yunho dengan lembut

Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada tubuh Yunho dan memeluk tangan Yunho yang ada dipinggangnya, perasaannya sudah lebih tenang sekarang tidak seperti tadi. Jaejoong tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

" Harusnya aku sadar jika aku sudah jatuh cinta padamu Yun, aku membenci saat kau jauh dariku dan aku sungguh merindukanmu" Ucap Jaejoong

" Yunie juga begitu hyung..."

" Aku benci kau tidak mengangkat teleponku"

" ..."

" Tidak menbalas pesanku"

" …."

" Kau bahkan berjalan dengan yeoja lain, memanggilnya dengan mesra, berdekatan dengannya dan menggandengnya dengan jari – jari lentikmu yang aku suka Yun"

" Hmm? Memangnya kenapa kalau Yunie jalan dengan yeoja lain? Hyung juga pergi dengan Seunghyun hyung"

" Jangan salah paham Yun, aku dan dia tidak memiliki hubungan apa – apa. Aku sudah menolaknya dan dia menerimanya hingga akhirnya aku berteman dengannya. Saat kau melihat kami jalan bersama adalah hari terburuk untukku, awalnya memang niatnya baik untuk menghiburku karena tidak bertemu dengamu tapi melihatmu disana bersama dengan yeoja lain membuatku sedih Yun" Jelas Jaejoong

" Kenapa hyung tidak menghampiri Yunie?"

" Aku tidak mau membuat senyummu hilang saat itu"

" Oh... Dan Yunie dengar eomma membatalkan pertunangan kita hyung?"

" Mwo?" Jaejoong membuka matanya dan menoleh kebelakang " Ani! Tidak mau! Aku sudah menolaknya, aku akan meneruskan pertunangan ini. Apa... Apa kau tidak mau bertunangan lagi denganku Yun?"

" Kenapa berkata seperti itu?"

" Aku takut kau menyukai yeoja itu dan memutuskanku. Aku tidak mau itu semua terjadi, kau hanya milikku Yun. Jung Yunho hanya milik Kim Jaejoong"

CUP

Jaejoong mengecup lembut bibir bawah Yunho dan perlahan memanggutnya, dia terus melakukannya sampai dia tersadar bahwa Yunho belum membalas ciumannya.

" Kenapa? Apa kau..."

CUP

Yunho balas dengan mengecup bibir Jaejoong sebentar dan melepaskannya..

" Hyung..." Panggil Yunho pelan

" Panggil aku Joongie seperti dulu lagi Yun"

" Mana boleh aku memanggil orang yang lebih tua dariku dengan namanya saja?"

" Persetan dengan semua itu Yun, aku tidak peduli. Aku juga tidak peduli jika kau ingin membatalkan pertunangan kita tapi aku tidak akan membatalkannya karena kau harus terus menjadi milikku"

CUP

CUP

CUP

" Terima kasih Joo... Joongie... Yunie sangat senang, Yunie juga tidak akan membatalkan pertunangan kita kok"

Jaejoong langsung saja mengembangkan senyumnya saat Yunho memanggilnya Joongie, tapi... Jaejoong menjauhkan tubuhnya dari Yunho dan dia akhirnya bangkit untuk duduk disamping Yunho.

" Kau... Kau tidak membatalkan pertunangan kita?" Tanya Jaejoong tidak percaya

" Ya"

" Wae? Aku kira kau akan membatalkan semuanya Yun"

" Tidak, Yunie tidak sanggup jika Joongie menjadi milik orang lain"

" Tapi kau jalan dengan yeoja itu" Jaejoong mencebilkan bibirnya

" Hum?" Yunho memiringkan kepalanya " Ah... Jessi noona"

" Kau bahkan memiliki panggilan manis untuknya" jaejoong mengerucutkan bibirnya

" Eoh? Memang kenapa Yunie tidak boleh memanggil Jessi noona seperti itu?"

" Wae Yun? Kau menyukainya?"

" Hum, ne" Yunho menganggukkan kepalanya

" Kau..." Mata Jaejoong memburam menatap Yunho, apa dia sudah terlambat baginya?

" Wae?"

" Kau menyukai yeoja itu? Menyayanginya?"

" Ya, Yunie sangat menyayanginya. Wae?"

" Hiks..."

" Waeyo?"

" Kau menyukainya, menyayanginya tapi tidak membatalkan pertunangan kita. Apa maumu eoh? Kenapa serakah sekali?"

" Memang kenapa kalau Yunie menyayangi Jessi noona tapi tidak membatalkan pertunangan kita?" Yunho mengerutkan keningnya

" kau berselingkuh pabbo! Hiks... Kau kejam"

" Selingkuh? Dengan siapa?"

Jaejoong menatap tajam Yunho dengan airmatanya yang mengalir deras.

" Dengan yeoja yang kau panggil Jessi noona itu!"

" Eh? Tapi..."

" Mwo? Kau mengakuinya bukan! Dasar tukang selingkuh"

" Tapi... Jessi noona"

" Apa? Kau mau bilang kalau kau lebih menyukainya daripada diriku? Eoh!"

" Jessi noona... Memang Yunie selingkuh? Apa disebut selingkuh jika pergi bersama sepupu Yunie?" Tanya Yunho sembari menatap bingung Jaejoong

" Sudah tidak usah banyak ala... Eh? Se-se-sepupu?" Jaejoong mengerjapkan matanya berkali – kali

" Ne, Jessi noona... Jung Jessica, anak dari hyungnya appa"

Satu detik...

Dua Detik...

Tiga Detik...

Empat de-

" MWO?!

Yunho langsung menutup kedua telinganya saat Jaejoong berteriak, dia melihat wajah kaget yang ditunjukkan oleh Jaejoong, sungguh menggemaskan.

" Dia sepupumu?" Tanya Jaejoong dengan ragu

" Ne, Jessi noona selama libur kuliah tinggal di Korea"

" Ta-ta-tap-tapi... Kenapa kau dan dia tadi... Itu... Kenapa kalian mesra sekali?"

" Humm... Sebenarnya..." Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

" Katakan padaku alasanmu Jung Yunho!" Ucap Jaejoong dengan kesal

" Hmmm... Itu Joongie... Yunie merasa harus memperbaiki semua sifat kekanakkan Yunie selama ini. Apa lagi eomma berkata bahwa Yunie tidak sopan karena memanggil Joongie tanpa hyung. Lalu saat Yunie ke rumah sakit saat Joongie sakit itu... Yunie melihat Joongie dan Seunghyun hyung tengah bersama dan terlihat dekat, Yunie kira Joongie akan memilihnya jadi Yunie putuskan untuk mundur sementara,

Dan tak lama Jessi noona datang dan Yunie meminta saran padanya, Jessi noona membuat Yunie berubah karena Yunie yang memintanya. Yunie ingin menjadi pendamping yang sangat tepat untuk Joongie sehingga Yunie belajar banyak dari Jessi noona bagaimana cara memperlakukan pasangan Yunie dengan baik,

Dan tadi siang sebenarnya adalah hari ujian Yunie, Jessi noona ingin melihat perkembangan Yunie dan memaksa Yunie untuk berjalan bersamanya hari ini dan menganggapnya sebagai Joongie, memeperlakuaknnya dengan lembut sehingga nanti Joongie senang ada disamping Yunie... Tapi bersikap seperti itu membuat Yunie tidak nyaman"

" Waeyo?" Tanya Jaejoong dengan lembut

" Jessi noona menjauhkan semua yang Yunie suka termasuk anime Yunie. Jessi noona bilang bahwa benda – benda itu adalah untuk anak kecil dan Joongie membencinya sehingga Yunie harus melupakan semua koleksi Yunie" Lirih Yunho " Tapi, demi melihat Joongie tersneyum lagi untuk Yunie, Yunie melakukannya walaupun sulit"

" Hey..."

Jaejoong menangkup wajah Yunho dan mengecup bibir hati Yunho, dia kemudian mengelus lembut kepala Yunho dan memberikan senyumnya.

" Aku menyukaimu apa adanya, tidak peduli jika kau ingin mengoleksi lebih banyak anime figur ataupun mangamu itu" Jaejoong mengucapkan kata – kata itu dengan nada lembutnya

" Ji-jinja?"

" Ne"

" Jadi Yunie masih boleh mengoleksi manga dan figur – figur itu?"

" Tentu, aku tidak keberatan Yunie ah"

GREPP

Yunho memeluk Jaejoong dan menggoyangkan tubuh ke kanan dan ke kiri, dia sungguh senang sekali hari ini. Jadi paksaan Jessica tentang acaranya hari ini benar – benar tidak salah, dia benar – benar senang! Jaejoong sudah kembali kedalam pelukannya!

" Tapi, kau tadi siang melihat sebuah mini dress dan berkata bahwa yeoja itu pantas memakainya... Kau... Tidak menyuruhku untuk memakainya bukan?" Tanya Jaejoong

Jaejoong jadi berpikir jika hari ini Yunho menganggap Jessica adalah dirinya berarti semua kata – kata yang Yunho ucapkan untuk Jessica adalah untuk dirinya bukan? Yunho melepaskan pelukannya dan memberikan cengiran lebarnya.

" Yunie pikir Joongie sangat cocok memakainya, tubuh Joongie dan kaki Joongie juga kecil jadi Yunie rasa semua mini dress itu cocok untuk Joongie hehehe"

" Ya!" Jaejoong memukul lengan Yunho hingga namja itu meringis

" Hehehehehe..." Yunho memegangi tangan Jaejoong yang barusan memukulnya dan mendekatkan dirinya pada Jaejoong " Katakan saranghae lagi untuk Yunie..." Ucap Yunho dengan nada rendah membuat Jaejoong meremang dan mengikuti keinginan namja itu

" Saranghae..." Ucap Jaejoong pelan dengan wajahnya yang merona

" Nado... Nado saranghae Joongie ah... Yunie mencintai Joongie"

CUP

Ciuman itu terjadi begitu saja, keduanya hanyut dalam kenikmatan yang ditawarkan oleh pasangannya. Yang Jaejoong tahu dia sudah ada di atas pangkuan Yunho menghadap kearah Yunho, dia memanggut dengan keras bibir bawah Yunho hingga namja itu melenguh nikmat. Tidak sampai disitu, Jaejoong berlutut diatas sofa dan menarik rambut Yunho hingga namja itu mendongak sedangkan Jaejoong terus asyik bermain dengan bibir Yunho. (Jaemmaa yaaaa agresif sekaleeee... kkkk).

" Nghhh..." Jaejoong mendesah pelan saat lidah Yunho mesuk kedalam mulutnya dan langsung menyapa lidah Jaejoong

Yunho memejamkan matanya dan menikmati keindahan namja yang ada diatasnya sembari terus mengabsen benda – benda yang ada di dalam mulut Jaejoong. Yunho hampir saja terbuai jika saja dia tidak ingat ada satu hal lagi yang harus disampaikan olehnya pada Jaejoong. Dengan berat hati akhirnya Yunho medorong tubuh Jaejoong dan mendudukkan Jaejoong diatas pangkuannya lalu memegang pinggang Jaejoong.

" Waaee?" Manja Jaejoong

" Ada satu hal lagi yang harus Yunie sampaikan" Ucap Yunho dengan bibir bengkaknya

" Mwo?"

" Hmm... Yunie akan mengikuti wamil setelah lulus sekolah"

" MWO?! WAE?!" Ucap Jaejoong sangat kaget

" Jessi noona pikir hal itu penting untuk mendidik kepribadian Yunie?"

" Tidak tidak tidak!"

" Tapi Joongie, bukankah itu sama saja jika dilakukan sekarang atau nanti? Yunie pikir hal itu sangat penting karena Jessi noona benar bahwa Yunie sangat manja dan tidak mandiri"

" Tidak Yunie..." Lirih Jaejoong

" Yunie ingin melakukannya saat muda sehingga Yunie bisa melamar Joongie secepatnya. Bukankah Joongie juga mengikuti wajib militer setelah lulus sekolah?"

" Tapi..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya

" Yunie akan baik – baik saja Joongie... Yunie akan menjadi namja yang pantas untuk mendampingi Joongie nantinya, bukannya Joongie juga masuk wajib militer setelah lulus sekolah?" Ucap Yunho penuh tekad

" Biarkan aku memikirkannya" Jaejoong berkata akan memikirkannnya, dia juga masuk militer setelah lulus dari sekolah bukan?

Jaejoong beringsut mendekat kearah Yunho dan memeluk leher namja itu, menyandarkan kepalanya pada pundak Yunho ternyata sangatlah nyaman, wangi maskulin Yunho juga membuatnya rileks. Kenapa Jaejoong baru menyadari semua ini? Bagaimana dia tidak menyadari bahwa pelukan Yunho sangatlah hangat? Ah~ Bodohnya dirinya...

" Joongie gwaenchana?" Tanya Yunho

" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya

" Lebih baik Joongie beristirahat saja ne?"

" Gendong"

" Eh?"

" Gendong seperti tadi kau menggendongku saat di mall"

BLUSH

Yunho malu sendiri mengingat hal itu, dia mengangkat Jaejoong ditengah keramaian seperti tadi siang! Ugh...

" Ayo~"

" N-ne"

Jaejoong segera mengambil posisi dan Yunho bangkit dengan sekuat tenaga dari sofa yang dia duduki dengan Jaejoong yangberada dalam gendongan ala bridalnya. Jaejoong memperhatikan wajah kekanakan yang Yunho miliki, ya ampun... Dia seperti pedofil atau ahjusshi haus kasih sayang saja bersikap manja tanpa ingat umur seperti ini. Ckckckck...

SREETTT

Yunho membaringkan Jaejoong dengan pelan ke atas tempat tidur namun Jaejoong tidak melepaskan Yunho, dia memeluk namja itu hingga akhirnya Yunho jatuh diatas tubuhnya. Jaejoong menyadari sesuatu bahwa kemeja belakang Yunho masih sedikit basah, mungkin karena es krim yang dia lempar kepunggung Yunho tadi.

" Mhhmmm..."

Tanpa pemberitahuan Jaejoong membuka sedikit kerah kemeja yang Yunho pakai lalu menjilat pelan leher namja itu hingga Yunho melenguh.

" J-J-Joongie..." Yunho mendadak menjadi gugup

" Waeyo? Sebentar Yun, aku sedang menandaimu agar mereka tahu kau sudah aku miliki"

" Eh?"

Jaejoong menangkup wajah Yunho dan menatap dalam pada mata Yunho, ah~ Mata Yunho benar – benar indah. Jaejoong mengelus pipi Yunho sebelum bibirnya hinggap pada dagu Yunho, memberikan jilatan pelan dan menghisapnya perlaha.

Mata Yunho membesar dengan perilaku yang Jaejoong tunjukkan, astaga! Ini pasti mimipi! Namun perlahan Yunho memejamkan matanya dan menikmati apa yang Jaejoong lakukan padanya. Tangan kanan Yunho perlahan bergerak saat bibir Jaejoong sudah mengulum bibir bawahnya, tangan itu mengelus bahu Jaejoong yang masih tertutupi dengan kemeja dan merambat naik ke atas, menangkup wajah Jaejoong.

Jaejoong menarik kuat sehingga tubuh Yunho yang tadi bertumpu pada siku kirinya itu jatuh menimpa tubuh Jaejoong yang mulai memanas. Yunho menyukai perasaan ini, perasaan dimana dia merasa diinginkan, dia menyukai ciuman Jaejoong yang cenderung posesif dan memabukkan.

" Nghhh!"

Jaejoong melepaskan ciumannya dan menatap Yunho dengan kabut nafsu dikedua matanya, astaga berciuman dengan Yunho saja membuat tubuhnya memanas dan tubuh bagian selatannya kegirangan. Jaejoong merasa tubuhnya benar – benar membutuhkan belaian Yunho sekarang juga!

" Yun..." Jaejoong memanggil Yunho dengan suara rendah

" Hmmm?" Mata Yunho terus memperhatian mata Jaejoong yang indah itu, dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata Jaejoong

" Kau keberatan tidak jika menginap disini?"

" Eh? Kenapa?"

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, bagaimana menjelaskannya? Hey Jaejoong ah, bukankah ini bukan pertama kalinya untukmu? Jadi kenapa kau merona tidak jelas seperti itu eoh?!

" Wajah Joongie memerah" Ucap Yunho

" E-eh... Tidak apa – apa Yun... Aku hanya ingin kau menginap disini" Ucap Jaejoong

" Ng... Yunie akan mengabari eomma kalau begitu" Ucap Yunho hendak beranjak namun Jaejoong mencegahnya

" Hm... Bagaimana kalau eomonim tidak mengizinkan"

Oh, Yunho tahu alasannya, karena eommanya pasti masih marah pada Jaejoong sehingga pasti tidak mengizinkan dirinya untuk menginap di rumah Jaejoong. Yunho menghela nafas mengingat bagaimana sang eomma marah – marah padanya karena membela Jaejoong. Ugh...

" Wae?"

Suara kembut Jaejoong membuyarkan pemikirannya, dia segera menatap Jaejoong dan tersenyum manis.

" Ani... Hmmm... Yunie ingin mandi"

" Hmm? Baiklah"

Yunho mengecup bibir Jaejoong dan bangkit dari tubuh Jaejoong, dia berjalan kearah kamar mandi yang ada di dalam kamar Jaejoong sembari melepaskan kemejanya. Jaejoong yang melihat pemandangan itu menengguk ludahnya dengan kasar.

Berapa lama sih dia tidak melihat tubuh Yunho? Kenapa tubuh itu sedikit berbeda dengan yang dulu? Terlihat lebih... Seksi?

Ceklek

Suara pintu itu menyadarkan Jaejoong dari lamunannya, dia menatap pintu kamar mandinya dan tak lama seringainya muncul.

TAP

TAP

TAP

CEKLEK

" Ayo mandi bersama Yun!"

.

.

.

" Ssshhhh... Pelan saja Joongie"

" Ish! Diam saja"

" Sa-sakit"

" Kau kan namjal kenapa begini saja sakit eoh?!"

" Tapi jangan keras – keras, Yunie tidak tahan"

" Tahan sebentar"

" SHHH! Akkhh"

" Nah! Kan bersih"

Yunho menatap Jaejoong dengan matanya yang berair, tadi Jaejoong masuk kedalam kamar mandi dan membatunya menyabuni tubuh bagian belakang dan Jaejoong melakukan dengan amat sangat keras hingga membuat kulit Yunho memerah.

" Nah, sekarang depan!"

Jaejoong yang masih berpakaian lengkap itu segera memutar tubuh Yunho dan mendapati namja itu tengah menyilangkan tangannya didepan dada.

" An-andwe... Sakit"

" Aku akan pelan – pelan Yunie" Rayu Jaejoong

" Janji?"

" Ne"

" Pelan – pelan saja ne?"

" Ish bawel!" Jaejoong menarik tangan Yunho dan sekarang dada bidang Yunho terpampang didepan wajahnya, Jaejoong sedikit menjilat bibir bawahnya " Tentu saja aku akan pelan – pelan" Gumam Jaejoong sembari menatap dada Yunho yang terlihat menggiurkan membuat Yunho bergedik ngeri karena dia merasakan sesuatu akan terjadi pada dirinya

.

.

jaejoong mengambil spon sabun dan mulai menggosoknya dengan pelan agar Yunho tidak kesakitan, dia membersihkan lengan dan sekarang tengah menyabuni bahu Yunho.

" Bagaimana? Tidak sakit bukan?"

" N-ne" Jawab Yunho, tidak sakit memang tapi menimbulkan sensasi lain dalam diri Yunho

Jaejoong melanjutkan pekerjaannya dengan menyabuni dada Yunho dan memperlambat pekerjaannya dibagian sensitif Yunho.

" Ughh... Jo-joongie..."

" Waeyo?" Tanya Jaejoong tanpa melihat wajah memelas Yunho, Jaejoong malah menatap bagian selatan Yunho yang mulai bangkit dan dia tertawa senang dalam hatinya

' Annyeong Yunie junior' Batinnya senang

Jaejoong menurunkan sponnya dan sekarang sudah ada di bagian perut Yunho yang agak berbentuk, eoh? Apa Yunho berolah raga? Tapi... Bukankah Yunho benci berkeringat?

" Kau... Berolah raga Yun?" Tanya Jaejoong pada akhirnya, dia sangat penasaran

" Hmm... Yunie mengikuti saran Jessi noona untuk membentuk tubuh Yunie, Yunie ingin jadi namja sempurna untuk Joongie"

Jaejoong tersenyum mendengar jawaban yang Yunho berikan, namja itu sudah berusaha mati – matian untuknya. Dan sekarang bukan saatnya untuk meragukan cinta Yunho lagi, dia akan memberikan seluruh cinta yang dia miliki untuk Yunho.

Setelah puas dengan bagian perut Yunho, Jaejoong berlutut dan menyabuni paha Yunho, Yunho terkesiap dan memandang gugup wajah Jaejoong yang berada tepat didepan junior kebanggaannya.

" J-joongie..." Panggil Yunho dengan gugup

" Hmm?" Jaejoong terus saja menggosokkan pelan spon itu sampai ke pangkal paha Yunho

" A-aahhh..." Jaejoong mendongakkan kepalanya dan melihat Yunho tengah menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan matanya " Mhh..." Yunho seakan menahan desahannya untuk keluar

Jaejoong tersenyum lebar apa lagi ketika melihat benda pusaka milik kekasihnya sudah setengah berdiri dihadapannya. Kkkkk...

Akhirnya pekerjaan Jaejoong sudah mencapai akhir tubuh Yunho, kakinya sudah tersabuni oleh Jaejoong. Jaejoong kemudian berdiri dan berjalan membelakangi Yunho kearah shower sembari membuka beberapa kancing kemejanya. Setelah sampai, dia menyalakan shower dan membalikkan tubuhnya. Mata Yunho membulat seketika.

Dia melihat bagaimana Jaejoong sangat menggoda dengan air shower membasahi tubuhnya yang masih terbalut kemeja, hanya kemeja dan boxer saja yang Jaejoong pakai hingga memperlihatkan paha putih mulus tanpa cacat milik Jaejoong.

" Kemarilah Yun"

" Eh?" Yunho menatap Jaejoong yang menggigit bibir bawahnya

" Aku akan membersihkanmu, kemarilah..." Lirih Jaejoong

Cukup!

Yunho tidak tahan lagi!

Persetan dengan semua pertahanan diri yang Jessica ajarkan padanya!

Dengan langkah cepat Yunho menghampiri Jaejoong dan membuat tubuhnya ada dibawah shower sehingga sabun yang menempel pada tubuhnya luntur perlahan.

" Joongie..."

" Humm...?" Jaejoong melingkarkan tangannya pada leher Yunho yang jaejoong sadari bahwa tubuh Yunho tidak lagi sejajar dengannya, namja itu sedikit lebih tinggi darinya " Kena-mmhh!"

Jaejoong tersenyum penuh kemenangan, dia merasakan hasrat dan nafsu membara dari ciuman yang Yunho berikan. Belum lagi benda yang ada di selatan tubuh Yunho seakan excited menyentuhnya, hahahahaha...

" Pelan Yunhh... Mhhmm.."

" Joongie... Manis" Yunho membuat Jaejoong mundur hingga namja itu bersandar pada dinding kamar mandi

Ciuman Yunho turun dan sekarang tengah asyik bersarang pada leher Jaejoong sedangkan tangannya membatu Jaejoong untuk membuka kemeja yang menurut Yunho mengganggunya. Yunho menghisap kencang leher Jaejoong dan kemudian menjilatnya.

" Yunie... Pelan... Aku tidak kemana – mana kok nghh..."

" Yunie gemas"

Yunho menatap Jaejoong dan kembali menyerang kembali leher Jaejoong dan membuat Jaejoong terus mengerang penuh kenikmatan. Bibir Yunho pun turun hingga ada di dada Jaejoong, lidahnya berputar diarea niple Jaejoong dan menghisapnya dengan keras.

" Akkhhhhh!" Jaejoong meringis karena hisapan kencang yang Yunho lakukan, dia meremas rambut Yunho erat kemudian mendekapnya

Jaejoong tidak mau bibir Yunho menjauh dari dadanya, dia mendorong Yunho agar terus, menghisap, menjilat dan menggigit – gigit niplenya. Astaga... Dia sungguh merindukan sentuhan amatir yang Yunho berikan padanya.

" Yuunnhh..."

Satu tangan Jaejoong turun dan menggerayangi dada Yunho hingga akhirnya tangan Jaejoong bersarang pada junior tegang Yunho, dia memajumundurkan tangannya membuat Yunho mengerang dalam hisapannya.

" Come Yunie ah... Nghh... Come for mehh ahhhh" Bisik Jaejoong seduktif

" Mhhmm..."

Jaejoong menunduk, bukannya Yunho yang sebentar lagi mengeluarkan cairan intinya malah Jaejoong yang mendekati klimaks karena hisapan Yunho. Tubuh Jaejoong bergetar saat Yunho memainkan dadanya yang satu lagi hingga membuat dirinya tidak tahan dan akhirnya klimaks.

" Ahh... Mhhmmm... Pelan Yun..."

Tidak ada bantahan bagi Yunho, dia yang merasakan Jaejoong melemas tahu bahwa kekasihnya itu sudah mencapai klimaks. Yunho akhirnya memelankan gerakannya dan mengecup dada Jaejoong, mulai turun dan terus turun kebawah hingga ada di perut Jaejoong.

Yunho menurunkan boxer yang menutupi keindahan paha Jaejoong dan dia melihat cairan putih pekat menempel pada boxer Jaejoong. Mengacuhkan itu semua, Yunho mulai mengecupi junior Jaejoong y6ang mulai bangun kembali. Dia menempakan tubuhnya ditengah bagain selatan tubuh Jaejoong dan mulai memasukkan milik Jaejoong kedalam mulutnya.

" Ahh... Terushh Yunhh... Bearrhh.."

" Mcckkk... Mmhhmm..."

" Lebih kencang Yun..." Jaejoong terus meracau sembali menyentuh bagian dadanya dan meremasnya dengan kencang, memainkan nipplenya dengan sesekali mencubit gemas benda itu

Jaejoong benar – benar dibuat tidak karuan oleh permainan mulut Yunho, Yunho memanglah yang terbaik, bodoh sekali jika dia pergi meninggalkan namja ini!

Tangan Jaejoong yang bebas menyentuh kepala Yunho dan membuat kepala itu maju dan mundur, Jaejoong menikmati sensasinya. Dia makin memejamkan matanya saat kenikmatan itu muncul dan tenggelam dalam t5emput yang lebih cepat. Pelepasan keduanya akan segera datang dan akan bersarang pada mulut Yunho, ah~ Jaejoong begitu senang membayangkan cairan outihnya ada didalam mulut Yunho.

" A-aah... AHH..."

Jaejoong menunduk dan memeluk kepala Yunho, dia kemudian merosot tak lama setelah hisapan Yunho menjatuhkan dirinya hingga duduk berhadapan dengan Yunho dibawah guyuran shower yang masih menyala dengan wajah merah padam.

Oh, betapa malunya Jaejoong mengingat hal yang terjadi barusan. Dan dia teringat bahwa kekasihnya belum klimaks sama sekali, Jaejoong langsung saja menatap Yunho. Namja itu tengah mengambil nafas dengan rakus, mungkin lelah juga harus memuaskannya hingga dua kali.

" Gwaenchana Yun?" Tanya Jaejoong dengan nada khawatir

" Ne... Yunie senang" Yunho menunjukkan senyum cerahnya " Tapi milik Yunie masih tegang, ottoke?

Jaejoong menurunkan pandangannya dan melihat junior Yunho masih berteri tegak menantang dirinya. Jaejoong menjilat bibir bawahnya, astaga! Kenapa dirinya bernafsu sekali hari ini?

" Kemarikan tanganmu Yun" Ucap Jaejoong yang duduk bersandar pada dinding kamar mandi

" Ne?" Walaupun bingung, Yunho menuruti keinginan Jaejoong

Jaejoong menarik pelan tangan Yunho dan memasukkan jari telunjuk Yunho kedalam mulutnya, menjilatinya dengan seduktif dan mengeluarkannya saat Jaejoong melihat Yunho bergerak gelisah?

" Wae?" Tanya Jaejoong kemudian terkekeh

" It-itu..."

Jaejoong mengarahkan jari telunjuk Yunho menuju hole-nya dan memasukkannya perlahan hingga membuat Yunho kaget.

" Joongie!"

" Mhh... Tenanglah Yun..."

Yunho melihat bagaimana jarinya masuk kedalam lubang Jaejoong dan merasakan kehangatan didalam sana. Yunho menyukai sensasi ini, belum lagi dia melihat bagaimana ekspresi Jaejoong yang membuat gairah makin meningkat. Jaejoong menarik jari Yunho dan kembali mendorongnya dengan keras, dia mendesah keras dan memejamkan matanya dengan erat. Yunho yang mulai mengerti apa yang Jaejoong inginkan, membantunya dengan mamujumundurkan jarinya.

" Masukkan lagi Yunhh..."

Yunho yang bingung akhirnya tahu bahwa Jaejoong meminta satu jarinya lagi untuk masuk kedalam holenya, Yunho menurutinya dengan memasukkan jari tengahnya dan mempercepat gerakannya.

" Akkhh... Ahhh... Yunnhh..."

Yunho yang gemas dengan ekspresi Jaejoong segera maju dan mencium ganas bibir Jaejoong hingga Jaejoong sedikit tersengal. Jaejoong dengan kasar menjauhkan kepala Yunho hingga membuat Yunho mendesah kecewa. Jaejoong tersenyum, dia menarik jari – jari Yunho dan membuat Yunho mengerutkan keningnya. Tak lama Jaejoong menjawab pertanyaan Yunho dengan membuat Yunho berdiri bersama, Jaejoong menaikkan kaki kanannya pada pinggang Yunho dan mengarahkan junior Yunho pada holenya.

Jantung Yunho berdebar kencang tidak karuan, dia tidak percaya Jaejoong melakukan hal ini, dia tidak bermimpi bukan? Astaga astaga rasanya sangat menyenangkan.

" Mhhmm.." Jaejoong menggigit bibir bawahnya saat benda besar milik Yunho perlahan masuk kedalam lubang kecilnya

Yunho tersadar dari lamunannya, ujung juniornya terasa hangat saat memasuki hole Jaejoong, dia mencoba untuk memajukan tubuhnya karena penasaran dengan rasa hangat yang lubang Jaejoong berikan.

" Ahh... Terush Yuuuhhh... Masuk lagi... Nghhh..."

" Mmmhhmmmm"

Yunho memajukan tubuhnya yang membuat juniornya ikut masuk lebih dalam kedalam lubang Jaejoong. Jaejoong mendesah keras saat setengah dari juior Yunho sudah ada didalam lubangnya, rasanya menyakitkan karena sudah lama dia tidak melakukan hal ini. Tapi merasakan junior Yunho memasuki lubangnya membuat dirinya seakan melayang.

Jaejoong membuka matanya dan melihat Yunho tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan, seakan akan Yunho berniat untuk memakannya.

" Yunnhh..." Jaejoong meremas pundak Yunho dengan keras saat tubuh Yunho makin menempel dengan tubuhnya, setetes airmata mengalir pada kedua pipi Jaejoong

" Gwaenchana?" Lirih Yunho

" N-ne... Sebentar Yun"

Yunho mengangguk dan menghentikan pergerakannya, menunggu beberapa menit sampai Jaejoong mengarahkannya untuk bergerak. Rasa sakit itu dirasakan selama beberapa menit awal dan berubah menjadi erangan penuh nikmat saat Yunho menemukan titik sensitif dalam hole-nya.

Yunho merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama dia hidup, dia benar – benar merasa nikamt dan bergairah saat melihat Jaejoong mendongakkan kepalanya sembari memejamkan matanya. Belum lagi erangan dan desahan Jaejoong membuatnya makin menggila, Yunho mendekatkan wajahnya pada leher Jaejoong saat sesuatu hendak keluar dari dala tubuh intinya. Namja bermata musang itu menggigit keras leher Jaejoong saat cairan putih pekat itu keluar dari dalam juniornya menuju hole Jaejoong.

" AAAKKKHHHH"

Keduanya mengerang keras saat kenikmatan melanda keduanya, tubuh mereka bergetar dibawah guyuran air dan mereka dengan rakus mengambil nafas. Setelah keduanya merasa stabil mereka membuka matanya dan melihat satu sama lain. Jaejoong memberikan senyumnya dan menangkup wajah Yunho.

" Saranghae" Lirihnya kemudian memeluk Yunho dan menurunkan kakinya yang masih melingkar pada pinggang Yunho

" Nado" Yunho mengecup bahu Jaejoong " Nado saranghae Joongie"

.

.

.

.

.

Semenatara itu pada mansion Jung...

" Wonnie ah... Yunie tidak juga memebrikan kabar"

" Tenanglah yeobo, kita kan tahu dia dimana. Jessi sudah memberitahukannya bukan?"

" Tetap saja aku tidak tenang, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Yunie?"

" Aigoo... Joongie tidak akan berbuat buruk apda anak kita"

" Ughh"

Kepala keluarga Jung itu mendekat dan memeluk dari belakang sang istri yang tengah khawatir dengan keadaan anaknya, dia mengecup punggung sang istri.

" Tidak usah khawatir, kau dengar sendiri apa yang dikatakan Chullie bukan?"

" Keunde..."

" Berilah Joongie kesempatan sekali lagi, ne?"

" Hah..." Akhirnya sang istri pun mengangguk

Drrtttt... Drrrtttt...

" Omo!"

Mrs. Jung melepaskan pelukan sang suami dan berjalan menuju meja nakasnya, dia mengambil ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.

' From : Yunie Baby

Yunie ada di rumah Joongie, eomma jangan khawatir ne? Saranghae eomma'

" Lihat, dia baik – baik saja. Ayo kita tidur"

" Ne..." Lirih Mrs. Jung pada akhirnya

.

.

.

Yunho melirik pada namja yang ada didalam pelukannya, biasanya namja itu selalu memeluknya saat tidur tapi kini dia memeluk Jaejoong. Dan rasanya bisa memeluk Jaejoong sangatlah luar biasa, dia menyukainya. Yunho baru saja mengirimkan pesan pada sang eomma agar sang eomma tidak khawatir dan dia memang baik – baik saja disini.

Yunho menatap wajah polos Jaejoong yang sedang tertidur, dia mengecup puncak kepala Jaejoong dan memeluk tubuh polos Jaejoong dengan erat, mereka baru saja menyelesaikan ronde kelima Yunho di kamar dan Jaejoong langsung tertidur setelah lima ronde tersebut.

" Saranghae Joongie..."

.

.

.

.

Jaejoong menggeliat tapi gerakannya terbatas, dia membuka matanya dan melihat sebuah lengan melinggar pada pinggangnya. Jaejoong menaikkan pandangannya, dia melihat Yunho tidur dengan mata dan mulutnya yang terbuka. Jaejoong tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher Yunho, dia kemudian mengecup dagu Yunho.

" Saranghae Yunie" Lirih Jaejoong dan kembali mengecup dagu Yunho

" Mhhmm..."

" Eoh?"

Jaejoong merasakan lengan Yunho makin erat memeluk tubuhnya hingga tubuh polosnya menempel pada tubuh Yunho. Ah~ Dia jadi malu mengingat apa yang dilaluinya tadi malam, tadi malam adalah malam terhebat bagi Jaejoong!

" Joongie..." Lirih Yunho

" Pagi Yunie"

Yunho mengusap matanya sebelum membukanya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum melihat seseorang tengah tersenyum padanya, jaejoong menurunkan tangannya dan mengusap lengan Yunho.

" Cantik"

BLUSH

Wajah Jaejoong memerah mendengarnya, aigoo...

" Cantik"

Cup

Yunho mengecup bibir Jaejoong dan menunjukkan cengirannya.

" Pagi Joongie" Sapa Yunho dengan lembut

" Aigo... Jja, aku akan mandi. Kau masih mau melanjutkan tidurmu?"

" Hmm..." Yunho tampak berpikir " Kenapa tidak mandi berdua saja?"

" Y-ya! Tidak, badanku sakit semua karena tadi malam"

" Kalau tubuh Joongie sakit kan Yunie bisa membantu Joongie untuk membersihkan tubuh"

" An-aniya, aku bisa mandi sendiri. Kau tidur lagi saja, aku akan membangunkanmu saat sarapan sudah siap. Okay?"

" Ugh... Baiklah"

Yunho memeluk Jaejoong dan mengecup dada Jaejoong hingga sang pemilih mengerang.

" Yun..."

" Sebentar Joongie..."

Setelah lima menit, Jaejoong merasa Yunho sudah tertidur kembali. Dia bangkit dan berjalan dengan tertatih kearah kamar mandi. Jaejoong kembali ke kamar setelah menyelesaikan masakannya, dia duduk dipinggi tempat tidur dan menggoyangkan lengan Yunho.

" Bangun Yun..."

" Ngghhh..."

" Ayo kita sarapan"

" Neehhh... Yunie akan mandi dulu"

" Ne"

Cup

Jaejoong mengecup kening Yunho dan meninggalkan namja itu untuk bersiap sementara dia menyiapkan sarapan di ruang makannya.

" Jooongiiieee~~~"

" Omo!"

Jaejoong langsung menoleh ke sumber suara saat dia mendengar suara eommanya. Dan benar saja, sang eomma sudah berdiri diruang tengah bersama sang appa yang tengah tersenyum. Oh, sudah berapa bulan dia tidak bertemu appanya yang sibuk diluar negeri itu?

" E-eomma... Ap-appa..."

" Apa kabar baby?" Tanya Mr. Kim

" Aku baik appa" Jawab Jaejoong sedangkan Mrs. Kim berjalan kearah dapur

" kau membuat banyak makanan Joongie ah?"

" E-eh... Itu..." Jaejoong menggaruk tengkuknya

" Eh? Kenapa lehermu merah – merah begitu?"

jaejoong terkesiap dan langsung menutupi bahunya, dia menggerutu dan menyalahkan dirinya sendiri karena bertindak bodoh memakai kaos v-neck pagi ini.

" Joongie..."

" Yunie?" Mrs. Kim langsung menampilkan smirk-nya saat melihat seorang namja bermata musang keluar dari dalam kamar Jaejoong

" Eomonim, aboji... Annyeonghasseo" Yunho mendekat dan memebrikan salamnya pada kedua orangttua Jaejoong

" Annyeong Yunie" Mrs. Kim menghampiri Yunho " Aigo.. kau makin tampan saja eoh"

" Terima kasih eomonim" Ucap Yunho kemudian tersenyum lebar

" Kau menginap disini?" Tanya Mr. Kim

" Ne aboji"

" Aigo.. Pantas saja cara berjalan Joongie berbeda pagi ini, dia juga banyak memasak"

" Eomma~~~" Wajah Jaejoong memerah karena digoda oleh tatapan mata eommanya

" Eoh?" Yunho mengertukan kening

" lebih baik kita makan saja" Ucap Jaejoong akhirnya

.

.

.

.

" Syukurlah hubungan kalian baik – baik saja sekarang" Ucap Mrs. Kim

jaejoong tersenyum pada eommanya sedangkan Yunho menikmati makan paginya, baginya pagi ini sungguh berkah karena bisa melihat Jaejoong dan keluarganya lagi. Yunho menatap Jaejoong yang tengah meladeni kedua orangnya, sampai akhitnya Jaejoong sadar jika diperhatikan dan dia melihat Yunho menatapnya. Jaejoong tersenyum dan membuka mulutnya.

" Wae?" Tanya Jaejoong dengan lembut

" Aniya" Jawab Yunho menggelengkan kepalanya

Pagi ini dihabiskan mereka berempat dengan bersenda gurau sebelum akhirnya Jaejoong mengantarkan Yunho untuk pulang. Dia harus bersiap bertemu dengan keluarga Jung terutama eomma dari Yunho yang sepertinya masih marah padanya.

" Eommaa~~~" Yunho menghampiri sang eomma yang menyedekapkan tangannya didada dan bibirnya yang mengerucut seakan tengah merajuk

" Wae?" Tanya eommanya dengan datar

" Bogoshippo" Yunho memeluk eommanya dengan erat

" Kalau rindu dengan eomma kenapa tidak pulang tadi malam eoh?"

" Mianhae, Yunie sudah mengirimkan pesan pada eomma bukan?"

" Tetap saja, dasar anak nakal" Mrs. Jung menjitak pelan kepala Yunho

" kau datang Jaejoong ah"

Ucapan Mr. Jung membuat Jaejoong mengalihkan pandangannya dari sang kekasih yang masih memeluk eommanya. Dia menatap sebentar Mr. Jung kemudian memberikan salamnya.

Tidak mudah bagi Jaejoong untuk memeluhkan hati Mrs. Jung karena dihari pertama pertemuan mereka eomma Yunho itu masih berkata datar padanya. Tapi, akhirnya setelah satu bulan Mrs. Jung mulai melunak dan Jaejoong mengajaknya untuk berkebun, berbelanja atau sekedar mengajaknya berkeliling, hal yang memang ingin Jaejoong lakukan selama ini bersama eomma dari Yunho.

Jaejoong pun berkenalan dan menjadi sahabat baik dengan Jessica yang merupakan sepupu Yunho. Yeoja cantik itu ceria dan jahil. Tapi Jaejoong bisa mengatasinya dan menjadi dekat dengan yeoja itu untuk bertukar cerita tentang kekasih masing – masing walaupun Yunho kadang cemburu melihat kedekatan keduanya. Dan tentu saja memberikan hukuman bagi Yoochun dan Junsu yang sudah mengerjainya, kkkk...

.

.

.

Tidak terasa satu tahun berjalan dengan cepat bagi Jaejoong dan Yunho yang menikmati hubungannya. Siang ini jaejoong berencana untuk menghadiri upacara kelulusan Yunho. Tapi saat keluar ruangan dia melihat sang asisten yang juga sahabatnya itu melamun kemudian menghela nafasnya.

" Kau kenapa Chunnie ah?" Tanya Jaejoong mengagetkan Yoochun

" Eh? Tidak apa – apa" Jawab Yoochun kemudian menatap Jaejoong yang sudah rapi " Kau mau kemana?"

" Eoh?! Bukankah sudah aku bilang, siang ini aku akan menghadiri upacara kelulusan Yunie?"

" Be-benarkah?"

" Kau kenapa eoh? Ada masalah?"

" Tidak ada"

" Seperti bukan kau saja! Ayo ikut aku saja!" Jaejoong tiba – tiba menarik tangan Yoochun untuk berdiri

" Ta-tapi... Ta-tap-"

" Kenapa sih?"

Yoochun menghela nafasnya dan memikirkan sesuatu. Bukankah jika dia pergi ke sekolah Yunho, dia akan bertemu dengan Junsu? Bagaimana ini? Hubungannya dengan Junsu tidaklah baik satu tahun ini, sejak kejadian di hotel itu, Yoochun memutuskan untuk menjauh dan memacari seorang yeoja.

Hal itu tentu saja membuat Junsu kecewa pada awalnya tapi dia terus mengikuti Yoochun hingga pada suatu saat Yoochun menamparnya dan meminta Junsu untuk tidak berbuat aneh – aneh lagi padanya, bisa dibilang Yoochun saat itu mengatakan bahwa Junsu menjijikkan dan hal itu dilihat oleh Yunho, Jaejoong dan keluarga Kim.

Sejak saat itu Junsu tidak pernah hadir dalam kehidupan Yoochun, menghilang begitu saja. Jika Yunho sedang berjalan dengan Junsu dan Jaejoong dan tidak sengaja bertemu dengan Yoochun maka Junsu akan berpamitan terlebih dahulu dan mulailah kehidupan buruk Yoochun dimulai. Dia merasakan kehilangan sejak beberapa minggu Junsu tidak hadir dalam kehidupannya. Belum lagi kekasihnya meminta putus kemarin malam.

" Junsu?" Tanya Jaejoong seakan membaca isi kepala Yoochun

Tanpa sebuah jawaban Jaejoong tahu bahwa apa yang dia katakan adalah benar. Jaejoong hela nafasnya dan memegang pundak Yoochun.

" Jangan sampai menyesal seperti aku Chunnie ah" Ucap Jaejoong kemudian membawa Yoochun untuk ikut bersamanya

.

.

.

Jaejoong menatap penuh kegembiraan pada Yunho yang tengah menerima penghargaan. Dia menjurai lomba melukis tingkat nasional berkat jiwa otakunya. Selama ini dia menggambar tokoh anime dan menggambar latarnya, dari sana bakat Yunho mulai terlihat dan Jaejoong membiarkan Yunho untuk melukis hingga sekarang menjuarai banyak lomba melukis.

Namja itu terlihat tampan dengan tubuh yang sekarang sudah melibihi tubuh Jaejoong sedikit. Sedangkan Yoochun menatap datar pada namja yang duduk dibarisan depan, namja itu tengah bertepuk tangan atas prestasi yang Yunho lakukan.

Setelah upacara kelulusan selesai Yunho langsung menghampiri keluarganya yang sudah berdiri bersama Jaejoong dan Yoochun. Yunho langsung saja memeluk Jaejoong dan menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri.

" Sudah Yun..."

" Aigo... Sudah melupakan eomma eoh?"

Yunho segera melepaskan pelukannya pada Jaejoong dan beralih pada eomma dan appanya, memberika pelukan dan mengecup pipi sang eomma.

" Suie eoddie?"

Mendengar pertanyaan Mrs. Jung membuat Yoochun menegakkan tubuhnya dan mendadak gugup. Bagaimana ini?

" Suie pergi ke toilet, sebentar lagi dia akan kemari" Jawab Yunho

" Arraseo" Mrs. Jung menganggukkan kepalanya

Dan tak seberapa lama Junsu datang memberikan salam untuk kedua orangtua Yunho serta Jaejoong.

" Suie yah... Bagaimana? Apa kau sudah memutuskan akan pergi kemana setelah ini?" Tanya Mrs. Jung , Junsu memang belum memutuskan akan pergi kemana setelah lulus

" Ne, tapi malam aku sudah menghubungi papa, aku akan berangkat minggu depan ke Belanda" Jawab Junsu

" Mwo? Belanda?!" Tanya Jaejoong kaget

" Ne hyung"

Bukan hanya Jaejoong, Yoochun dan kedua orangtua Yunho pun kaget dengan keputusan yang Junsu buat. Yunho sendiri sudah tahu tentang keputusan yang Junsu buat sebelum acara kelulusan dimulai. Yunho hanya berharap semoga Junsu bisa bahagia dengan keputusannya dan menemukan kebahagiaannya disana, Yunho cukup tahu bagaimana sakitnya Junsu saat Yoochun memperlakukannya dengan buruk.

" Bagiamana dengan mamamu?" Tanya Mrs. Jung

" Mama pun sudah setuju"

" Kenapa kau harus kesana Suie yah?" Tanya Jaejoong

" Aku tidak mau merasa tidak memiliki keluarga lagi hyung. Papa cukup marah karena aku tidak menganggap mereka sebagai keluarga beberapa tahun ini dan mereka ingin aku disana agar merasakan keluarga disana"

Jaejoong mengerutkan keningnya bingung dengan pembicaraan Junsu.

" Aku sudah tidak memiliki siapa – siapa disni hyung. Eomma dan appaku meninggal saat aku kecil dan aku diambil oleh keluarga Kim dan mereka memberikanku marga keluarganya serta merawat dan membesarkanku"

Jaejoong cukup terkejut dengan pengakuan Junsu, jadi selama ini Junsu hanya tinggal sendiri sebelum diangkat oleh keluarga lain? Yoochun pun tidak kalah terkejut dengan ucapa Junsu.

" Lagipula aku ingin menemukan kebahagiaanku disana ahjumma" Ucap Junsu kemudian memberikan senyuman lebar pada eomma dari Yunho

" Arasseo, jika kau butuh bantuan jangan sungkan mengabari kami ne?"

" Ne" Junsu lalu menatap Yunho " Kau, harus kuat selama di militer nanti ne?" Lanjutnya

" Tentu" Jawab Yunho kemudian tersenyum

Ah~

Mengingat hal itu, Jaejoong jadi bersedih karena harus berpisah dengan Yunho sementara waktu. Yunho akan melakukan wajib militernya tiga hari lagi sedangkan dihari yang sama Jaejoong akan pergi ke Amarika. Dia sudah memutuskan selama Yunho menjalani wajib militer dia akan mengurus perusahaan appanya yang ada di Amerika sedangkan appanya akan mengurus perusahaan yanga da di Seoul bersama eommanya.

Yunho sendiri tidak mau Jaejoong hadir saat dirinya masuk ke kamp militer, itu hanya akan membuat dirinya bersedih sehingga bagi Yunho, lebih baik mereka tidak bertemu dihari Yunho masuk ke kamp militer. Jaejoong menghargai keputusan Yunho dan mengiyakannya saja karena dia juga tidak akan mampu melihat Yunho masuk kedalam kamp militer.

" Jja... Aku pergi ne? Annyeong" Junsu membungkukkan tubuhnya dan pergi dari sana sebelum yang lain menjawab salamnya

Yoochun menatap punggung Junsu yang menghilang ditengah keramaian. Ternyata... Namja itu menyimpan banyak kesedihan padahal didepannya namja sungguh terlihat nakal dan tangguh.

" Nah, eomma, appa... Yunie akan pergi menginap di tempat Joongie dua hari ini dan akan kembali satu hari sebelum berangkat jadi eomma tunggu Yunie dirumah ne?"

CUP

CUP

Yunho mengecup pipi appa dan eommanya diiringi dengan Jaejoong yang mencium pipi Mrs. Jung kemudian membungkukkan tubuhnya sebelum mereka pergi berdua meninggalkan Yoochun dengan orangtua Yunho.

" Yoochun ah... Raihlah kebahagiaanmu, jika dengannya kau bahagia... Cepat sampaikan, jangan sampai kau menyesal" Ucap Mrs. Jung dengan lembut

" Ahjumma..."

" Kau belum tahu semua tentangnya Yoochun ah"

Yoochun menatap dalam Mrs. Jung, bukan tanpa alasan dia menjauhi Junsu. Dia pernah memergoki Junsu berciuman dengan namja lain setelah beberapa minggu Junsu 'tidur' dengannya juga menghabiskan waktu bersama cukup lama setelahnya dan perasaannya sangat sesak karena berpikir dia hanyalah semua mainan bagi Junsu.

Tapi, jika dia melihat kebelakang bagaimana dia menghabiskan waktu satu tahunnya berpacaran dengan seorang yeoja cantik nan baik hati tidak bisa membuat cinta itu timbul dari dalam hatinya. Dia masih belum bisa mencintai yeoja itu, dia masih memikirkan Junsu.

.

.

Malamnya Yoochun pergi ke club. Ini sudah lama sekali bagi Yoochun untuk mampir ke club, kira – kira dia kemari saat masih bersama Junsu. Namja itu berkata bahwa dia sering sekali pergi ke club ini untuk bersenang – senang.

Yoochun tidak terlalu suka dengan hingar bingar club, dia mencari pojok ruangan dengan banyak yeoja dan namja berstatus uke yang menggodanya disepanjang jalan. Langkahnya terhenti saat melihat seorang namja yang dia kenal. Junsu, namja itu tengah tertawa bebas dengan memegang botol bir juga ditemani dua orang namja. Yoochun menggeram karena namja yanga da disamping Junsu mulai meraba paha Junsu.

Dengan langkakh cepat Yoochun menghampiri meja itu dan berdiri di depannya. Membuat ketiga namja itu mengerutkan keningnya.

" Eoh? Ahjusshi mesum! Huks" Junsu sudah sangat mabuk karena wajahnya sangatlah merah saat ini

" Ayo pergi" Yoochun menrik tangan Junsu hingga namja itu berdiri

" Eodie?"

" Hey ahjusshi, lepaskan Suie karena dia sepertinya tidak mau bersama denganmu!" Ucap salah satu namja itu

" Apa urusanmu?"

" tentu saja urusan denganku!"

" Ya! Kalian berdua berhenti! Ahjusshi mau apa eoh? Kau sudah membuangku seperti sampah dan sekarang ingin membawaku? Oh tidak... Aku tidak akan tertipu lagi huks"

" Kau mabuk Su"

" Biarkan saja"

" Kajja!"

Dengan kekuatannya Yoochun mengangkat Junsu bagai karung dan membawa Junsu keluar dari tempat memuakkan bagi Yoochun itu. Junsu meronta namun rontaannya bukan masalah bagi Yoochun karena Junsu tengah mabuk saat ini.

" Turunkan aku ahjusshi penipu!"

Yoochun menurunkan Junsu disamping mobilnya, dia menangkup wajah merah Junsu dan namja itu cekikikan.

" Wae? Kenapa memanggilku penipu eoh?"

" Kau..." Junsu menunjuk Yoochun " Kau memberikan harapan tapi setelahnya membuangku begitu saja. Aku benci kau" Racau Junsu

" Membenciku?" Yoochun mendekatkan wajahnya

" Ne!" Junsu menaruh telapak tangannya pada wajah Yoochun hingga wajah Yoochun kembali mundur

" Ya!"

" Kau... kau membuatku sakit... Aku tidak suka! Pergi sana! Hus... Hus... Kau pembohong, penipu, mesum, kau tidak menci-mmhh!"

Yoochun membungkam ucapan Junsu dengan menciumnya, dia tidak tahan lagi dengan ocahan yang dikeluarkan mulut Junsu! Ciuman itu berlangsung kasar apa lagi saat Junsu mulai membalas ciumannya. Namun tyeringat sesuatu, Yoochun melepaskan ciumannya.

" Hanya bocah mesum macam kau yang bisa membuatku gila. Saranghae"

Kemudian Yoochun melanjutkan ciumannya dengan Junsu yang tersenyum dalam ciumannya karena mendengar satu kata yang dia tunggu sejak satu tahun lalu.

" Nado saranghae ahjusshi" Ucap Junsu dalam hatinya

.

.

.

.

.

" Joongie ah... Yunie besok berangkat. Pasti Yunie akan merindukan Joongie"

" Hey anak manja, kita akan bertemu lagi dan aku akan pasitikan kau akan bertemu denganku setiap hari. Otte?"

" Ne"

Yunho mengeratkan pelukannya pada Jaejoong dari belakang, sudah dua hari ini dia menghabiskan waktu bersama Jaejoong. Dan dia meminta Jaejoong untuk memangkas rambutnya sebelum pergi ke militer.

" Joongie jangan selingkuh ne? Yunie akan meminta Seunghyun hyung untuk mengawasi Joongie"

Sejak setengah tahun lalu Yunho mulai berteman baik dengan Seunghyun, apalagi Seunghyun menjadi tutor Yunho yang baik dalam kegiatan melukisnya.

" Arasseo, jangan tergoda pada yeoja disini ne?"

" Tentu, cinta Yunie kan hanya untuk Joongie"

" Nado... Aku pun juga begitu Yunie ah"

" Saranghae"

" Nado saranghae"

Jaejoong membalikkan tubuhnya dan mencium Yunho dengan agresif, dengan senang hati Yunho menerima ciuman itu dan membalas semua perlakuan Jaejoong. Ciuman itu makin intensif saat Jaejoong malah dengan sengaja menggesekkan daerah intimnya dengan Yunho.

" Joongie! Kita main dulu ne? Kajja!"

" Y-yah!"

Percuma Jaejoong memberontak, toh Yunho yang sudah bernafsu akan sulit dikendalikan sehingga Jaejoong harus menurut dengan Yunho yang sampai sekrang masih mengoleksi manga, anime figure dan juga dia menjadi panitia beberapa festival kesenian, manga dan costplay. Astaga...

Jaejoong hanya berharap dia akan bisa menahan rindunya sampai dua tahun kedepan karena mereka memang tidak akan bertemu sama sekali dan hanya bertukar pesan sebulan sekali melalui surat. Ah~ Jaejoong pasti sangat merindukan Yunho bear-nya ini. Dan setelah dua tahun nanti mereka bisa menjalin hubungan yang lebih serius kalau bisa Jaejoong ingin memiliki anak – anak yang lucu dari Yunho. Kkkk...

" Saranghae Yun"

" Nado~~~"

" Ngghhh!"

.

.

.

.

.

.

.

~ END ~

.

.

.

.

.

.

.

.

Ups...

.

.

.

.

.

.

.

.

Bukan Jaejoong namanya kalau tidak keras kepalanya, namja yang adaa di dalam sebuah taksi itu sudah mengenakan masker, kaca mata hitan serta topi hingga wajahnya tidak terlihat. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, berharap tidak ada yang melihat dia disana. Jaejoong meminta sang supir untuk menunggu sedangkan dia berjalan mengendap keluar dari taksi. Namja itu mulai berjalan seperti orang lainnya tapi tetap waspada.

Jaejoong berhenti tepat dibarisan kedua kerumanan yang ada dipagar kamp militer, upacara sudah selesai dan para kadet akan segera memasuki kamp militer mereka. Jaejoong tidak tahan jika tidak melihat Yunho hingga kahirnya dia datang dengan sembunyi – sembunyi kesini dan menunggu dengan tenang bersama kerumunan yang lain.

Dia memperhatian setiap namja yang masuk ke dalam kamp militer, dia mencari Yunho-nya dan belum menemukan namja itu. Jaejoong memeluk tubuhnya sendiri, dia akan terlambat jika menunggu lebih lama. Tapi, dia ingin melihat Yunho dulu sebelum berangkat. Ughh...

Jaejoong melirik ke kanan dan ke kiri namun dia malah mendengar suara suara – suara yang dia kenal. Jaejoong langsung menoleh, dia melihat kedua orangtua Yunho, Jessica dan Junsu serta eommanya tengah berteriak memanggil nama Yunho. Astaga! Jaejoong makin menyembunyikan dirinya, dia juga melihat Yoochun ada disamping Junsu. Dia menggenggam tangan Junsu.

" Eoh? Apa... Ada kabar baik untukku? Kenapa Chunnie belum cerita?" Gumam Jaejoong dalam hatinya

Jaejoong juga melihat kedua orangtuanya ada disana, Jaejoong memang memaksa mereka untuk mengantar Yunho bukan mengantarnya. Jaejoong tidak ingin melihat wajah mereka saat di bandara karena itu akan membuatnya sedih.

Dan mata Jaejoong segera menatap seseorang, namja bermata musang itu berjalan tanpa ragu menuju gerbang kamp, dia tidak memperdulikan teriakan keluarganya. Tapi wajahnya tampak datar, kenapa? Apa Yunho tidak senang? Apa dia kecewa?

Jaejoong tidak bisa berpikir banyak lagi, dia sudah puas melihat wajah namja itu walaupun sepertinya Yunho terlihat sedih. Jaejoong tersenyum dibalik maskernya.

" Yunie ah..." Panggil Jaejoong dengan pelan

Namja itu pasti tidak akan mendengar apa yang dia ucapkan tapi Jaejoong tetap memanggilnya, dia pasti akan sangat merindukan namja itu.

" Saranghae Yunie ah cepatlah kembali kepelukanku" Lirih Jaejoong kemudian membalikkan tubuhnya saat dia melihat Yunho sudah berada di depan gerbang, dia pun melangkah menjauh dari kerumunan

Sedangkan namja bermata musang yang sekarang sudah berdiri di depan gerbang kamp itu berhenti dan menoleh kearah kerumunan, dia akan mendengar suara tunangan kesayangannya itu tengah memanggil namanya.

Yunho menoleh kekanan dan kekiri, dia mencari sosok yang dicarinya sampai sang eomma mengerutkan keningnya karena Yunho berhenti begitu saja didepan gerbang kamp.

" Yunie ah, ada apa?" Tanya sang eomma

Yunho menggelengkan kepalanya, mungkin semua ini hanya khayalannya saja. Tidak mungkin Jaejoong ada disini. Jaejoong harusnya sudah duduk nyaman di dalam pesawat bukan? Sebenarnya Yunho sangat sedih karena Jaejoong tidak ada,

Baru saja Yunho akan berjalan kembali, dia melihat punggung namja yang sangat dia kenal. Yunho memfokuskan pandangannya.

" JOONGIIIEEE!"

DEG

Dia tidak mungkin salah, punggung itu adalah milik Jaejoong, Yunho sangat mengenal punggung itu. Apalagi sosok itu bersinar dimatanya. Sosok itu terhenti saat namanya dipanggil, dia mendadak gugup. Benar, namja yang dipanggil oleh Yunho itu adalah Jaejoong yang sudah hendak beranjak dari sana.

" JOOONNGGGIIIEEEEE!"

Sekali lagi Yunho memanggilnya, keluarga dan sahabat Yunho langsung saja menoleh kearah pandang Yunho dan tidak menemukan siapapun disana.

" TERIMA KASIH SUDAH DATANG! TUNGGU YUNIE N! SARANGHAE!"

Perkataan Yunho membuat Jaejoong akhirnya menoleh, dia melihat Yunho tengah melambai – lambaikan tangannya dengan semangat diatas kepalanya.

" SARANGHAE!"

Jaejoong terkekeh, ternyata tidak mudah mengelabui Yunho. Jaejoong membuka kacamata hitam dan juga maskernya, dia tersenyum lembut pada Yunho. Semua yang mengantar Yunho tentu kaget dengan keberadaan Jaejoong disini tapi mereka juga senang karena Jaejoong datang untuk menemui Yunho yang sejak tadi terlihat tidak bersemangat.

" Cepatlah kembali! Saranghae nae Otaku!"

Yunho mengembangkan senyumnya, dia tidak ragu lagi untuk melangkah ke depan. Dia sudah mendapatkan semangatnya kembali atau belum?

TAP

TAP

TAP

CUP

Yunho berlari kearah Jaejoong dan menjadikan mereka pemeran utama sisana, Yunho mengecup bibir Jaejoong dan segera melepaskannya. Dia kemudian berlari dan melewati gerbang kamp begitu saja. Jaejoong menyentuh bibirnya yang barusan dicium oleh Yunho, rasanya hangat dan bisa membuat Jaejoong tersneyum, dia akan mengingat hari ini.

Dan...

Dia yakin akan bertemu kembali dengan kesayangannya itu dua tahun lagi, saling barbagi dan memulai untuk hidup bersama selamanya.

.

.

.

.

~ END ~

.

.

.

.

Sesuai janji yang udah Cho ketik di ff Home, Cho update kan ff Cho dihari yang spesial buat Cho, nambah umur nambah berat aja update ff kkkk

.

Special Thanks :

.

Guest (ne...), nishikado. Yukito (sip deh), Guest (sip), poo (iya, ini Cho update in), himeryo99 (ne...), revianputri12 (ne... Cho udah update in nih...), CuteEvil300799 (jiaah... ada something tuh ^^ pasti selalu semangat kok nulisnya), oktaviana. Mbem (pasti...), danactebh (sip), haemin (beuhh... iya, ada nc tuh dikit kkkkk), fitri (iya lah pasti), Panda (iya ^^), Yitao (Cho juga aneh bikin otaku macam Yunpa tapi... gpp deh kkkk), SinushYJS (sama – sama hahaha), mha. Feibudey (iya, nc dikit. Eomma disini hmm... udah ga virgin kayaknya kkk), Sayuri Jung (pasti selalu semangat kok ^^),

Bestin84 (polos + oon #dibakarberuang, rencana... sesuatu... kkk), Guest (nado hwaiting!), YeNammmmmmppppphhhhh (iya, pasti jaemma ngelakuin sesuatu biar Yunpa ga kabur kok ^^), uknowme2309 (makasih udah baca ne ^^), JonginDO (sip deh), akiramia44 (makasih ya), leemomo. Chan520 (hmm... ya... Tapi Cho putusin buat karakter Oom bebek kayak gitu karena... Pengen aja kkkkk #smirk), Jung Jjyunie dmcp (betul!), AmyKyuMinElf (nado hwaiting!), kimRyan2124 (pasti, semua bisa Cho atur hihihihi), dheaniyuu (iya, ada udang didalem bakwan waaaahhhh kkkk), vichi. Vhan (sapa dah yang jahat? Hahaha), Yunjae Heart (iya, Cho suka banget tersiksanya Jaemma disini #ditampargajah udah cho update ya ^^),

Shieru hana (iya, Jaemma dalam mode ngamuk), Princess Jae (somethingnya? End hahaha), Kalunakang61 (iya, makasih udah baca dan Choo udah update in chap terakhirnya ya ^^), Dewi15 (sip deh), D2121 (Sengaja emang bikin karakteroom bebek begitu di ff yang ini kkk), indy (sip sip), GaemGyu92 (jiah, seneng juga Jaemma tersiksa eoh? Hahaha), herojaejae (udah end malah hahaha), Philomena Jezebel (sama – sama. Untung aja mereka ga cakar – cakaran! Hahha), nabratz (itu udah ada penjelasannya dichap ini ne?), choco jin (iya, udah Cho balikin Yunpanya ke Jaemma. Backseat lagi stuck gegara junsuxhani kkkk tapi cho usahakan bisa update lagi kok ^^), 5351 (udah ya...), tohoshinkijeje (nado annyeong! Salam kenal juga, makasih udah baca ff gaje Cho ya ^^ iya, mereka udah balikan sampe ff ini end malah hahahaha),

Ruixi (iya, udah kok marahannya ^^), min (itu... somethingnya udah keluar... End maksudnya hahaha little YunJae diskip buat sekuel kalo ada), Jung NaeRa (tenag... Yunpa ga seligkuh kok ^^), alice (iya...), RereYunjae Pegaxue (biarkan mereka perang yang penting Red is Cassiopeis hahaha. Nado hwaiting!), Avanrio11 (konflik udah kelar kok ^^), manize83 (ga dikepala kok, kena dipunggung kkkk), TyaWuryWK (gemes? Cubit aja si semok oom bebek hahaha),

Yang udah follow, fav dan untuk para SiDer

.

Nah, chap ending udah Cho update in, masih perlu Sekuel? Hmm... Cho mau selingkuh dulu sama Namjoon n J-Hope baru ketik – ketik ff lagi hahahahahaha

.

Jja, see u next ff?

Chuuuu~~~~

.

Jakarta, 13 Maret 2016