AISHITERU YO!
A BoBoiBoy FanFiction
Created by: Leanna and Lucario
Character: Halilintar,Gempa,Api,Air,Taufan
Warning: Nista,OOC,Humor kebakar,typo dimana-mana dan kapan saja(?)
A/N: Hello! Leanna is here!
Sebelumnya saya meminta maaf gegara Senin kemarin ga posting cerita ;w; Ah,atashi baru inget ada yang review bahwa Halilintar takut hantu.
Nah,begini,sebenarnya Halilintar kagak takut hantu sama sekali,malahan saking ga percayanya dia nyuruh hantu kuntilanak buat selfie gajelas depan kamera(?)
Btw,pengumuman buat DMC,Pokemon and Sengoku Basara Lovers! Atashi buat cerita baru yang berjudul "Spartan Warriors" yang nistanya luar biasa dan lagi-lagi ada OC tapi tenang~ Cuma sebagai prajurit oke(?) Lucario juga sakit makanya leanna lagi sendiri huks huks huks ;w;
Anyway,Enjoy and Happy Reading~~~
Chapter 7: Jurit Malam Last Part
"Hah? Mati kutu?" Tanya Halilintar yang kebingungan apa maksudnya.
Maklum,kan orang Malaysia gatau KBBI apaan. Adanya KBBM(Kamus Besar Bahasa Melayu) /plak
"Ah udahlah! Mending kita lewati Jurit Malam ini dengan baik dan damai!" Ujar sang gadis yang udah gemetaran hebat.
"Iye,iye..." Lalu mereka pun kembali berjalan di lorong yang gelap itu.
Setelah 20 menit terlewati...
"ITU ADA MAK LAMPIR AAAKKK ITU ITU ADA TUYUL JUGAAAA!" Histeris Raini yang udah digendong Halilintar sambil nangis bombay + panik.
"Ah,Raini..." Panggil pemuda tersebut sambil nge-blush hebat.
"MAMAAAA! AAAAAA ITU APAAAN PUTIH PUTIH ABU-ABU PELANGI!(?)" Teriak gadis tersebut ngacangin Halilintar.
'Hah? Mang ada hantu pake baju pelangi?' Pikir pemuda tersebut bingung.
"Udah deh gue ga kuaatt! Gue nyeraahh! Kamera mana kamera—" gadis tersebut celingukan nyari kamera.
"Lu kate ini MDL?" Ujar pemuda tersebut sambil sweatdrop.
"Elu sih enak! Ga takut hantu! Gue ama hantu udah menciut tahu!" Rengeknya.
'Ama hantu menciut? Jadi anak kecil gitu?' Pikir Halilintar yang ngebayangin Raini jadi anak TK pake baju kelonggaran.
Yap,tepat pada saat itulah dia mimisan dan pingsan ditempat.
Deras loh mimisannya. Udah kayak Tsuchiya Kouta dan Yoshii Akihisa liat Hideyoshi-chan(?)
"Buset! Woi bocah,bangunn!" Gadis tersebut langsung nyoba bangunin pemuda yang lagi mimisan tersebut.
Tong.
Di tempatnya Air dan Api...
"Hah,hah... Udah jauh kagak?" Tanya Api yang terengah-engah sambil liat kebelakang.
"Apanya?" Air nanya balik.
"Akh bodoh lu! Hantu mak lampir tadi!" Ketus Api.
"Kalau ga kelihatan berarti udah jauh namanya,Kak Api..." Ujar sang adik sambil sweatdrop.
"Btw,tadi lu teriak ya?" Tanya sang kakak sambil nyengir kuda.(?)
"E-eh? T-tidak! Aku tidak pernah teriak..." Balasnya sambil menyilangkan tangannya dan melihat arah lain.
"Masaa? Tadi kudengar seperti "AAAAAAA KAK API ITU HANTUUU!" Gitu~~"
Air langsung menjitak kakaknya sendiri dan kembali berjalan.
"Adaw! Untuk apa itu?!" Rengek Api sambil mengelus kepalanya yang benjol 3.(?)
"Udah,buruan dah jalan." Ujar Air dengan nada dingin. Sang kakak langsung merinding disko,dan membalas "iya..." lalu ia berjalan disamping adiknya tersebut.
Sementara itu,Taufan dan Gempa...
"Akkkhh pada pake acara pingsan lagi kak Taufan! Udah tahu beratnya nauzubillah!" Gerutu Gempa dengan kesal.
"Bukan udah tempe ya dek?" Tanya sebuah suara.
"Bukaann! Hah? Bukannya Kak Taufan lagi pingsan?" Gumam pemuda tersebut,dan menyadari sesuatu. Dengan ketakutan,dia melihat kebelakang dan...
"Kalau bukan tempe apaan dong dek?" Tanya sosok pocong tersebut dengan wajah bingung.
"SETAAAAANNNNNNN!" Teriak Gempa super panik dan langsung capcus kabur dengan kecepatan 9999999 km/jam.(?)
Kembali ke tempatnya Raini dan Halilintar yang masih pingsan...
"Bangunn oi! Astaga pada disini gelap..." Gumam gadis tersebut sambil gemetaran dan dengan wajah pucat.
"BAANGGOOONNNNN!" Dan dia langsung tereak di telinganya Halilintar pake toa pinjaman Author.(?)
Tentu saja,anak itu langsung bangun sambil nutupin telinga sebelah kirinya yang super peka.
"Woi! Lu mau bikin gue jadi pekak?!" Kesalnya.
"Habis lu gamau bangun seh." Balasnya sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Tapi jangan pake acara teriak juga kalee! Pekak telinga gue tahu!" Ketus Halilintar.
"Kagak,gue tempe." Balasnya dengan wajah yang sama.
"Tahu!"
"Tempe!"
"Tahu!"
"Mi Goreng sekalian bang!"
"Emang ada jual disini hah?!"
"Ada! Tuh,dirumah Bu Endang!"
"Bu Endang siapa?!"
"Udah deh lu laki bini gaada berhenti kelahi." Seketika Author langsung muncul getokin kepala kedua orang tersebut.
"ADAW!"
"Tunggu,apa maksud lu laki bini? Gue kan belum nikah ma dia thor!" Ujar Raini.
"Thor? Sorry bang gue bukan Hero yang datang dari langit bawa palu itu yo."
PLLLAAAAKKKK
"Akh udah deh! Lu lanjutin aja ceritanya!" Lalu Author pun langsung hilang ke alam gaib.(?)
"Laki bini..." Gumam pemuda tersebut,dan nge-blush hebat.
"Kenapa bang?" Tanya gadis tersebut.
'HAH? Dia tadi memanggilku "bang"?!' Pikir Halilintar lalu mukanya tambah merah.
"WTF—"
"U-udah... Yok Jalan..." Ujarnya lalu kembali memegang kamera beserta senter,lalu kembali berjalan.
"A-aaa tungguu!" Dan dia pun langsung mengikuti pemuda tersebut.
-LE TIME SKIP SETELAH 1 JAM BERLALU-
"A-akhirnya... Selesai juga..." Ujar gadis tersebut yang udah meleleh di gendongannya Halilintar.
Taufan langsung ngacir ke kakak sulungnya itu.
"Cieee yang gengongin bininya nih ciee~" Godanya ke telinga Hali.
"Berisik." Ketusnya dengan nada dingin,sementara sang adik Cuma nyengir-nyengir ga jelas.
"Nah,sekarang kita pulang kerumah ya! Nanti kita cek disekolah siapa yang paling banyak nangkap penampakan!" Ujar Taufan.
"Osuu!" Balas Api dengan semangat,dan Air membalas dengan lemah,Halilintar membalas dengan gaya kerennya,sementara Raini udah pingsan di tempat.(?)
Bersambung kembali...
A/N: Begini minna,semenjak Lucario sakit,ane terpaksa nyusun skrip sendiri jadinya kena writer block huks ;w; Maaf ya kalau pendek! Nanti kalau Lucario udah sembuh,saya jamin ceritanya panjeng deh!
Review Please?*puppy eyes*
