Title : You Wouldn't Answer My Hearts

Author : DandelionLeon (Aleyna Park)

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol,Choi Zelo, Sandara Park, Xi Luhan, Oh Sehun, Do Kyungsoo, Kim Jongin(Kai), Kim Jongdae(Chen), Kim Minseok(Xiumin), Jung Krystal, and other cast temukan sendiri.

Rate : T++++ (becanda ding ;p)

Genre : Romance, Fluff gagal , School Life , Yaoi (boyxboy).

Pairing : Chanbaek and other pairing bakal muncul di saat-saat tertentu.

Disclaimer : Semua cast disini author cuma pinjam nama. Isi cerita milik author. Jika ada kesamaan nama, tempat atau kejadiannya itu hanya kebetulan semata *sinetron kale -_-*. Dan author gak pernah nyontek tulisan orang, maaf 'nyontek is not my style' :p.

Summary : Chanyeol memaksa Baekhyun menjadi kekasihnya hanya karena sebuah buku harian milik Baekhyun yang berisi tentang dirinya. Dengan niat membuat hati Baekhyun tersiksa saat bersamanya, Chanyeol selalu bermesraan dengan yeoja-yeoja disekelilingnya tepat dihadapan Baekhyun. Dan saat Baekhyun telah lelah meminta hubungan itu berakhir, Chanyeol menolaknya mentah-mentah. Sebenarnya apa mau anak itu? *Sumarry gagal*

Warning : Typo, ejaan yang kurang disempurnakan, judul gak nyambung sama cerita. Buat yang gak senang dengan FanFic Chanbaek atau pun percintaan sesama jenis, kalian boleh tekan tombol close. Gak terima bash dan kritikan yang menjatuhkan! DLDR! Dan buat tangan-tangan jail yang gak kreatif + gak punya ide, mohon jangan copy cerita butut ini, karena kalian juga yang akan rugi, kkkk~

Oke, selamat membaca~ ^o^

Luhan dan Sehun terduduk dengan soda ditangan masing-masing. Suasana taman yang masih sepi menambah keheningan diantara mereka berdua. Bukan karena Sehun dan Luhan gugup satu sama lain. Melainkan kejadian yang tadi mereka saksikan dan juga ancaman Chanyeol. Luhan berulang kali menghembuskan nafasnya hingga Sehun meliriknya.

"Terhitung sudah hampir tujuh kali kau menghela nafas. Bisa-bisa kau kehabisan oksigen nanti."

Namja berambut white blonde itu meneguk soda ditangannya, mengabaikan tatapan tajam dari Luhan.

"Ck! Sudahlah, jangan mengundang perang. Kepalaku masih sakit karena melihat kejadian tadi." Balas Luhan.

"Chanyeol yang ditampar kenapa kau yang kesakitan? Dasar manusia rusa."

"Yak! Aku bukan manusia rusa! Dasar Oh Bihun!"

"A-apa? Bihun? Haaaahh…. Dwaeso! Terserahmu saja. Aku juga sakit kepala memikirkannya. Kenapa Nickhun ahjussi sekejam itu ya?"

Sehun menatap langit cerah diatas sana. Luhan mengangguk dalam diam.

"Mungkin, Chanyeol menjadi kasar karena memiliki masalah keluarga ya? Termasuk melakukan tindakan kejam terhadap Baekhyun. Itu pendapatku sih. Menurutmu bagaimana Hun?"

Sehun mengangguk samar. Ia menggenggam kaleng soda yang sudah kosong ditangannya hingga remuk.

"Entahlah, seiring berjalannya waktu pasti ketahuan juga bukan? Hey! Kenapa kita jadi penggosip begini ya?" Tanya Sehun.

"Kau saja, aku tidak." Sehun menggeram melihat namja mungil disebelahnya itu.

"Aisssh…..Aku mau tidur. Memang susah ya jika berbicara dengan manusia rusa." Sehun merebahkan tubuhnya disebelah Luhan.

"Apa? Dasar Oh Bihun! Rambut uban! Jangan tidur kau! Yak!"

.

.

Baekhyun meletakkan kotak bekalnya yang sudah hancur diatas meja makan rumahnya. Ia menggenggam kain pembalut kotak makan itu dengan erat. Kibum memperhatikan putranya itu dengan raut wajah bingung.

"Kau kenapa Baekhyunnie?" Tanyanya lembut, menyentak lamunan Baekhyun.

"A-appa? Kenapa tidak bekerja?"

"Appa libur. Astaga! Kenapa dengan kotak bekalnya?" Tanya sang ayah lagi. Baekhyun menggeleng dengan mata berair.

"A-aniyo appa, tadi Baekhyun tak sengaja menjatuhkannya. Mianhae?" Jawab Baekhyun dengan suara bergetar. Kibum menatap anaknya dengan tatapan bertanya. Ia tau ada masalah disini. Matanya kian membulat saat melihat sebuah luka lebam diwajah anaknya. Betapa bodohnya ia sampai tak menyadari hal itu. Kibum menangkup pipi anaknya itu dengan lembut. Tatapannya berubah dingin membuat Baekhyun mengernyit heran.

"Siapa yang melakukan ini? Kenapa wajahmu biru, Baekhyun?"

DEG! Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan keras. Ia menggeleng dengan senyum memaksa, justru yang muncul adalah sebuah ringisan.

"A-aku terjatuh appa_"

"Jangan bohong! Siapa yang membuat wajahmu seperti ini hah? Biar appa tuntut dia!"

"Appa~ kita takkan bisa menuntut mereka semua. Mereka anak orang kaya, yang ada kita malah dituntut balik."

Kibum menunduk, ia hanya bisa mengusap punggung sang anak.

"Maafkan appa nak. Appa tak bisa menjadi orang tua yang berguna." Lirihnya pelan.

"Appa, appa ini bicara apa? Sudahlah, aku ingin mandi dulu ne? Setelah ini aku akan memasak masakan kesukaan appa."

"Geurae? Baiklah, appa akan menunggumu chagi."

Baekhyun mengangguk pelan. Ia melangkahkan kakiknya menuju kamarnya. Ditanggalkannya semua pakaian yang melekat ditubuh kurusnya. Hanya luka lebam yang tertera jelas disana. Baekhyun menghela nafasnya dengan berat. Tubuhnya seakan mati rasa.

"Kapan berakhir?" Tanyanya entah pada siapa. Hatinya sungguh sakit, terlebih dengan kejadian tadi. Ia menatap foto Chanyeol diatas meja belajarnya dengan mata berair. Foto yang ia unduh dari situs jejaring sosial milik Chanyeol.

"Apa tak ada celah dihatimu untukku? Andaikan aku ini terlahir sebagai perempuan. Apakah kau juga akan membenciku seperti ini? Hiks…Chanyeolie, aku mencintaimu~"

.

.

.

Hari ini adalah gladi resik buat acara festival esok hari. Masih tetap melakukan aktivitas seperti kemarin. Para siswa dan siswi sibuk menghias kelas sebaik mungkin. Kelas Chanyeol, Sehun dan juga Jongin membuat tema 'The most handsome prince'. Padahal itu tak ada dalam daftar acara sama sekali. Jadi, karena kelas mereka lebih dominan dengan namja, mereka akan memakai pakaian ala pangeran di zaman Victoria. Nanti, siswi disana boleh datang dan meminta apa saja dari mereka. Entah itu sekedar sign, foto bersama, sebuah pelukan, maupun ciuman. Semua juga harus ada biayanya.

Chanyeol duduk termenung dibangkunya. Semua temannya sibuk menghias kelas dengan menyulapnya layaknya istana-istana di negeri dongeng. Jongin mendekati Chanyeol.

"Kau kenapa? Bukankah akhir-akhir ini kau tengah bahagia?" Ledek Jongin dan berujung mendapatkan deathglare di pagi hari dari Chanyeol.

"Aku berfikir bagaimana caranya menyiksa si Byun itu! Kau tau bukan? Ia pasti menyebarkan bahwa aku membuatnya babak belur. Sialan!"

Jongin mendengus pelan. Sejujurnya ia prihatin dengan Baekhyun. Tetapi mau bagaimana lagi, dia bukan siapa-siapa disini. Chanyeol yang lebih berkuasa.

"Hey, kau tak puas menyiksanya? Jangan berfikir buruk dulu tentangnya. Mungkin saja ada seseorang yang melihat kau memukuli Baekhyun saat itu."

Chanyeol menatap Jongin tajam.

"Jadi, kau lebih membela si pendek dan cengeng itu dari pada aku? Aisssh! Entahlah, rasanya aku puas saat melihat ia tak berdaya."

Jongin menyeringai ke arah Chanyeol.

"Hey, jangan-jangan kau seorang sadistic yang bahagia saat melihat pasanganmu terluka. Kkkk~ "

DUAGGGHH! Chanyeol meninju keras lengan Jongin.

"Sialan kau! Dasar yadongers akut. Kau fikir aku sepertimu?"

"Hey Chanyeol, jangan menyiksa Baekhyun lebih lama. Nanti kau bisa jatuh cinta padanya. Karma berlaku bro." Ucap Sehun sambil terus melakukan tugasnya, menggunting-gunting kertas.

"Apa? Yang benar saja? Bahkan jika dia memakai pakaian wanita seksi sekali pun, aku takkan mau dengannya!"

"Hoho, jika kau tak mau, untukku saja. Baekhyun itu manis sekali."

Seorang namja pirang dengan tinggi tubuh yang melampaui batas normal anak remaja ikut nimbrung dengan percakapan Chanyeol, Jongin dan Sehun.

"Yak Kris! Tutup mullutmu! Kau sudah punya Tao, jadi_"

"Kau cemburu ya? Hahahahaha" Kris tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi panik Chanyeol.

"Cih! Mana mungkin!" Chanyeol melipat kedua tangannya di depan dada. Dengan wajah kesal ia menendang bangku dihadapannya. Otomatis Suho yang tengah berdiri diatas bangku untuk menyangkut sebuah hiasan sampai terjatuh.

"Yak! Dasar kau Park Chanyeol!"

"Apa? Kau mau marah?"

"Cih! Dasar! "Suho kembali melanjutkan acara pasang-memasang hiasan dan menjauhi Chanyeol.

"Si bantet itu mau melawanku? Dia fikir dia siapa?"

"Hey Yeol, dia adalah titisan pangeran menurut kabar yang beredar." Jongin menatap Chanyeol serius.

"What? Yang pantas jadi pangeran itu aku. Dan sejak kapan kau jadi mirip tukang gossip seperti ini Kim Jongin?"

Jongin hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.

"Channie~ boggoshippeo." Seorang yeoja manis datang dan langsung memeluk Chanyeol erat. Sehun dan Jongin langsung membuang muka, berpura-pura sibuk sendiri.

"Aku juga Dara noona."

CUP…

Chanyeol mengecup bibir yeoja itu sekilas.

"Aku lapar, ayo kita ke cafeteria. Ne? ne?"

"Hmm~ jika tuan putri yang mengajak, aku pasti akan menurutinya. Kajja." Kedua anak manusia itu berlalu menuju cafeteria sekolah. Sehun berdecak malas.

"Ck! Dasar yeoja genit!"

"Bukankah ia masih bersama Woobin sunbae? Chanyeol itu pabo atau bagaimana sih?" Racau Jongin kesal.

Baekhyun duduk di sebuah meja yang ada disudut cafeteria sekolah. Ia mengaduk-aduk sereal dihadapannya sampai hancur. Luhan dan Kyungsoo sibuk menata kelas dan membawa peralatan-peralatan memasak untuk besok. Jadi Baekhyun hanya pergi sendiri. Pandangannya tertuju pada keadaan diluar sana. Melalui sebuah jendela kaca disampingnya, ia melihat sekumpulan anak yang tengah bermain bola. Tetapi sepertinya fikirannya entah kemana.

"Hei…hei…. Byun Baekhyun sendirian. Kemana para penyelamatmu?"

DEG! Baekhyun menolehkan pandangannya ke arah sumber suara. Itu Yongguk dan teman-temannya.

"M-mau apa kalian?" Tanya Baekhyun takut-takut.

"Hm? Tentu saja mengganggumu. Hey, aku tak tau ternyata kau menyukai namja. Kenapa tak bilang?" Daehyun berjalan mendekati Baekhyun.

"Aku… Tolong jangan ganggu aku kali ini." Ucap Baekhyun sambil tertunduk.

"Ck! Ayolah! Kami hanya ingin bersenang-senang denganmu. Kkkk~" Yongguk duduk tepat disamping Baekhyun. Seluruh murid yang ada di cafeteria menatap ke arah meja Baekhyun. Seolah itu adalah tontonan yang menyenangkan, termasuk Chanyeol dan Dara yang baru saja datang. Chanyeol mengepalkan tangannya erat.

'Dasar lemah!' Ucapnya dalam hati.

Yongguk semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Namja mungil itu menutup kedua matanya takut.

"Mau apa kau? J-jangan mendekat!" Lirihnya.

Chanyeol merasa dadanya bergemuruh, entah karena apa. Ia ingin mendekati Baekhyun namun Dara menahannya.

"Hey hyungdeul. Aku rasa sudah main-mainnya. Aku memerlukan Baekhyun saat ini."

Itu Zelo! Zelo berjalan mendekati Baekhyun. Ia meraih pergelangan tangan Baekhyun. Yongguk dan teman-teman lainnya tentu merasa heran.

'Zelo si autis menyelamatkan Baekhyun dari teman-temannya sendiri.' Oke, mungkin itu akan menjadi hotnews kali ini.

"Kau kenapa membawanya pergi Zelo-a?" Tanya Jongup heran.

Zelo tersenyum, teman-temannya menatapnya heran. Sejak kapan Zelo mau tersenyum dihadapan orang-orang, fikir mereka.

"Nanti ku jelaskan." Ucapnya singkat.

"Mau kemana kau membawanya?" Chanyeol meraih pergelangan tangan Baekhyun dengan paksa.

"Bukan urusanmu." Jawab Zelo dengan datar, ia meraih kembali lengan mungil Baekhyun.

"Tentu ini urusanku! Aku kekasihnya!"

Baekhyun mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Chanyeol.

"Oww, sejak kapan kau mengakui kau sebagai kekasih Baekhyun? Apakah seorang kekasih selalu membuat pasangannya menangis dan memukulinya sampai babak belur? Hey Chanyeol-ssi, bahkan luka lebam diwajahnya belum menghilang, kau ingin membuatnya lagi? Kami ada keperluan dikelas. Luhan menyuruhku menjemput Baekhyun."

Murid-murid disana menatap Zelo dengan mulut menganga. Pasalnya, Zelo yang pelit bicara itu bisa berbicara panjang lebar juga.

Chanyeol merasa dadanya sesak. Emosinya semakin meluap-luap. Ia tersenyum menyeringai.

"Cih! Baiklah…terserah apa katamu, tapi aku ada urusan dengan bocah ini. Ayo!"

"Chanyeollie, kau mau meninggalkanku?" Saat Chanyeol dan Baekhyun hendak pergi, Dara menghampiri mereka dengan wajah memelas.

"Aniya noona, kau juga ikut. Ayo!" Chanyeol tersenyum dan menggenggam lembut tangan dara. Tetapi saat dengan Baekhyun, ia menatap tajam anak itu dan menggenggam tangannya kasar.

Zelo hanya menatap kepergian mereka dengan pandangan sedih. Ia tak tega melihat temannya itu tersakiti. Dengan langkah seribu, Zelo berlari menuju kelas. Tak ia pedulikan teman satu genknya yang sedari tadi meneriaki namanya.

BRUUUKKK! Chanyeol menghempaskan tubuh mungil Baekhyun diatas ranjang ruang kesehatan. Sandara yang melihatnya tentu terkejut. Sejak kapan Chanyeol menjadi sangat arrogan seperti itu.

"Kau menyebarkannya bukan? Kau mengatakan pada semua orang bahwa aku memukulimu, iya? Jawab!" Chanyeol menarik kerah baju Baekhyun hingga mereka berdekatan.

"A-aku tak pernah melakukannya. Sungguh Chanyeol-a, aku…"

"Alasan!"

BUAGGHHH! Satu tinjuan mendarat di tulang pipi Baekhyun. Ia meringis kesakitan.

"Sudah Chanyeol! Hentikan! " Teriak Sandara karena tak tahan melihat Baekhyun.

"Ani! Dia harus ku beri pelajaran!"

"Ku bilang hentikan!" Teriaknya semakin menjadi-jadi.

"Aiishhh!" Chanyeol menghempaskan kembali tubuh kurus Baekhyun. Dalam hati Baekhyun merasa sakit.

'Kau bahkan lebih mendengarkan ucapan yeoja itu. Sebenarnya aku ini apa untukmu? Lebih baik pukuli saja aku sampai kau puas.' Lirihnya dalam hati.

"Mianhae noona, aku kelepasan. Mianhae, mianhae…" Chanyeol memeluk tubuh Sandara tepat dihadapan Baekhyun.

'Kenapa kau ucapkan kata maaf untuknya? Seharusnya kau meminta maaf padaku kan?' Air mata Baekhyun lolos begitu saja. Dan hatinya kian sakit saat melihat pemandangan dihadapannya. Chanyeol mencium bibir Dara dengan lembut. Seolah Baekhyun hanyalah patung yang menyaksikan mereka.

Baekhyun mencengkram erat dadanya. Sakit, tentu saja. Ingin berlari namun kakinya terasa lemas. Ia ingin menangis berteriak, tetapi suaranya seperti tercekat.

"Apa yang kau lihat?" Tanya Chanyeol dingin.

"A-ani, aku permisi dulu." Baekhyun menghapus kasar air matanya dan meninggalkan kedua orang itu.

"Apa tak keterlaluan? Dia pasanganmu Channie…"

"Cih! Dia hanya bahan taruhanku."

Sandara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia tak menyangka Chanyeol seperti ini.

Sementara itu, Baekhyun yang berada di samping pintu menangis lirih. Hatinya sangat sakit, ingin rasanya ia meninju Chanyeol sekarang juga. Namun ia tak tega, karena ia begitu mencintai namja itu.

Baekhyun berlari menuju kelasnya dengan mata berair. Berulang kali ia menabrak seseorang yang ada di hadapannya. Tak jarang banyak yang mengumpat kesal padanya. Ia terus berlari tanpa mempedulikan apa kata orang.

BRAKKKK…

Seluruh siswa yang tengah sibuk menata kelas mengarahkan pandangan mereka pada Baekhyun. Luhan dan Kyungsoo yang mengerti akan hal itu langsung berlari ke arah Baekhyun. Air mata terus mengalir di pipinya.

"B-Bakkie, kau kenapa?" Luhan memeluk tubuh mungil itu ke pelukannya.

"Jangan bilang jika si bajingan Park Chanyeol itu menyakitimu? Sialan!" Kyungsoo hendak beranjak mencari Chanyeol, namun Zelo menahannya.

"Tak perlu, biar aku yang mengurusnya."

Semua yang ada disana terkejut. Tentu saja, sebelumnya Zelo dan Baekhyun tak ada hubungan apa-apa bukan? Kenapa tiba-tiba anak itu…

"J-jangan Zelo-a, hiks…Aku tak apa."

"Tak apa bagaimana? Kau sangat kacau Baekhyun." Youngmin berjalan menuju kerumunan itu.

"Youngmin benar, kami akan menghajar anak itu." ucap Zelo dengan tatapan tajam.

"Ku bilang tak usah ya tidak usah! Hiks… Kalian jangan menambah buruk segalanya!"

Murid di dalam kelas itu terdiam. Baru kali ini Baekhyun berani membentak dihadapan mereka semua. Zelo dan Youngmin menghembuskan nafas mereka.

"Sudahlah, kalian kembali bekerja saja. Biar aku dan Kyungsoo yang menyelesaikannya."

"Baiklah." Kedua anak itu menjauh. Takut-takut jika mereka disana, Baekhyun akan murka dan menghajar mereka habis-habisan.

"Hiks… Lu-Luhan, Kyungie… Rasanya sangat sakit… Sakit sekali… hiks…." Baekhyun menangis terisak-isak di pelukan Luhan. Kyungsoo mengelus punggung Baekhyun agar anak itu tenang.

"Ssstt… Uljima, jangan lemah begini Baekkie. " Bisik Luhan.

"Kami akan membantumu. Lihat saja, Chanyeol pasti menyesal telah memperlakukanmu seperti ini!"

.

.

Hari sudah menjelang sore, namun para murid belum juga pulang. Masih sibuk dengan urusan masing-masing. Chunji datang dengan membawa sebuah karung plastik besar. Entah apa isinya hingga ia harus meminta bantuan Ricky untuk mengangkatnya.

"Baiklah teman-teman, semua berkumpul disini. Aku akan membagikan kostum untuk besok."

Ternyata isi karung plastik itu adalah kostum untuk festival besok. Semua murid di kelas itu beranjak menuju tempat Chunji berada. Satu persatu dari mereka telah dibagikan kostum ala maid Jepang. Sangat lucu dan unik seperti yang ada di anime-anime.

"Kwangmin, kau memakai ini dan Youngmin ini."

"Minwoo."

"Krystal"

"Jeongmin"

Satu persatu dari mereka telah mendapat kostum. Semua memakai pakaian yang sama. Buat para yeoja, mereka memakai dress hitam putih dengan rok kembang diatas lutut. Sebuah boots hitam dengan aksen pita kecil berwarna putih. Sebuah bando kucing lucu. Dan juga aku lupa menyebutkannya tadi. Terdapat sebuah ekor di bagian rok bagian belakang. Dasi pita berwarna pink dan juga lengan pendek yang sedikit gembung. Sementara bagi lelaki, mereka hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang dan sebuah vest berwarna hitam. Sebuah celana panjang berwarna hitam. Dan juga dasi kupu-kupu. Untuk sepatu mereka bebas memakai sepatu model apa saja.

"Dari mana kau membawa pakaian menjijikkan ini? Ewhh~ ekor kucing, sok imut!"

"Hey Amber, kau harus memakai itu. Kau itu yeoja, enak saja memakai pakaian milik namja! Lagi pula semua pakaian telah di jatah!" Chunji berteriak kesal pada seorang yeoja berpenampilan namja disudut ruangan. Amber mencibir kesal pada si ketua kelas. Ia melirik ke semua teman laki-lakinya yang ada dikelas itu. Berharap ada yang mau bertukar dengannya. Namun semua sibuk sendiri. Amber mencibir pelan, sedetik kemudian wajahnya tersenyum sumringah saat melihat namja mungil yang tengah melamun tak jauh dari tempat duduknya.

"Ehm… Baekhyun, kau mau bertukar denganku?" Baekhyun terkejut saat melihat Amber berbicara padanya. Biasanya anak itu tak pernah mau berbicara bahkan untuk menatap Baekhyun saja malas.

"Yak! Jangan kau ganggu Baekhyun!" Kyungsoo meninju pelan lengan Amber.

"A-ah~ Aniyo Kyungsoo-a, biarkan dia berbicara. Ada apa Amber-ssi?"

"Ehm… Bantu aku ne? Kau pakai baju ini, aku malas! " Amber menyerahkan sebuah pakaian dengan ekor kucing itu ke tangan Baekhyun.

"Eh? Maksudmu, aku pakai ini begitu? Shireo! Enak saja, nanti aku di katakan banci! Aku tak mau!" Sungut Baekhyun kesal.

"Hey, ayolah… Kau bahkan telah berpacaran dengan Chanyeol. Kau itu uke lagi, pasti manis memakai yang seperti ini."

"Ah~ benar juga! Kau pakai ini saja Baek, pasti imut!" Ucap Chunji tiba-tiba ikut campur.

"Wah, ide yang bagus! Lagi pula aku tak mau mengeluarkan isi perutku besok karena melihat yeoja jadi-jadian ini memakai pakaian yang imut!" Mendengar perkataan Youngmin, Amber mendelik kesal padanya.

"Shireo! Aku tak mau! Kenapa tidak Luhan saja!"

Luhan yang tengah asik mencoba kemejanya kini menatap Baekhyun tajam.

"Aku? Hish! Enak saja, aku tak mau!" Protesnya.

"Hey, bahkan aku selalu memakai celana dan seragam milik namja jika disekolah, bagaimana bisa aku memakai pakaian ini?" Itu benar, Amber itu seperti lelaki bahkan seragam sekolahnya pun milik namja.

"Aku tak mau! Pokoknya tidak! Aku_ yak! Amber!"

Amber berlari menjauh setelah meraih pakaian milik Baekhyun secara paksa. Ia menjulurkan lidahnya saat Baekhyun tak bisa mengejarnya.

"Yak! Hosh… Awas..hoshh.. kau!"

"Sudahlah Baek, mungkin kau akan cantik jika memakai itu, kkkk~"

"Andwe! Hiks, aku namja!"

"Kita lihat saja besok! Akan kita buat si Park itu terpesona denganmu!" Ucap Kyungsoo antusias.

.

.

.

Hari festival sekolah, para siswa begitu senang hari ini. Disekitar areal taman banyak siswa yang berjualan. Bukan karena tak ada uang, tetapi sudah tradisinya seperti itu.

Ketiga namja tampan berjalan dengan santainya. Seluruh murid disana memekik senang.

Chanyeol, Sehun dan Jongin. Mereka memasuki kelas dengan tampang stay cool seperti biasa. Mereka memakai pakaian ala pangeran di zaman Victoria. Sangat sesuai dengan tinggi tubuh mereka yang bak model itu. Chanyeol benar-benar tampan hari ini. Poninya ia biarkan menjuntai menutupi dahinya.

Seluruh siswi berdatangan ke kelas mereka hanya untuk berfoto atau bahkan meminta sebuah ciuman dari namja-namja dikelas itu.

"Oppa, aku ingin foto!" Chanyeol memutar bola matanya malas saat seorang yeoja genit menghampirinya. Mau tak mau ia melakukan permintaan yeoja itu.

Sehun dan Jongin juga demikian. Mereka terus saja melakukan sesi foto seakan mereka adalah artis terkenal.

"Hey, aku penasaran dengan kelas Luhan." Ucap Sehun berbisik pada Jongin.

"Memangnya kenapa?"

"Mereka membuka stand café. Aku ingin kesana."

Jongin tertawa mendengar ucapan Sehun.

"Wae? Kau ingin bertemu rusa liarmu itu? Kkkk~"

"Ish! Disana ada pohon kertas ajaib. Kita bisa mengambil satu lalu lihat siapa orang yang akan melayani kita."

Mata Jongin melebar mendengar ucapan Sehun. Tentu saja ia ingin kesana, siapa tau dia bisa mendapat pelayan seperti Kyungsoo?

"Hey, ayo kita kesana!" Teriaknya dengan girang. Sehun menepuk jidatnya kesal.

'Dasar overacting!' Batinnya.

"Hey, Yeol. Kami mau ke kelas Byunbaek. Kau ikut?"

Chanyeol yang baru saja duduk dari acara foto bersama 'fans'nya itu menoleh ke arah dua sahabatnya. Ia hanya menggelengkan kepalanya.

"Cih! Yakin? Kau tak ingin bertemu 'kekasih'mu?" Ledek Sehun dengan menekankan kata 'kekasih'.

"Aku malas!" Bentak Chanyeol.

"Channie~"

Jongin dan Sehun memutar bola mata mereka malas saat mendengar seorang yeoja memeluk Chanyeol secara tiba-tiba.

"Dara noona!" Pekik Chanyeol senang.

"Kau tampan sekali,hm?"

"Kau juga cantik, sayang."

Jongin dan sehun saling beradu pandang. Sayang? Apa mereka telah berbalikan lagi?

"Kau bisa saja… Em, kita ke kelas kekasihmu, kajja? "

"Buat apa?" Raut wajah Chanyeol berubah masam.

"Ck! Ayolah, disana menyenangkan! Tak ada penolakan!" Dengan paksa Dara menarik tangan Chanyeol menuju kelas Baekhyun. Jongin dan Sehun berjalan dibelakang kedua orang itu.

Suasana kelas Baekhyun berubah senyap saat Chanyeol datang. Siswa-siswi disana terdiam, mungkin karena ketampanannya. Chanyeol mengedarkan pandangannya untuk mencari lelaki mungil. Hey, untuk apa dia mencarinya?

"Selamat datang sunbae-nim. Silahkan ikuti aku…" Amber membawa keempat orang itu menuju sebuah pohon plastik besar yang terdapat kertas-kertas tertempel disana. Chanyeol mengerutkan dahinya bingung.

"Kau ambil salah satu kertas dan lihat nama siapa yang ada disana. Orang itu yang akan melayanimu."

Sehun dan Jongin berebut mengambil kertas tersebut. Dara mengambilnya dengan senyuman dibibirnya. Chanyeol? Ia hanya melihat ketiga orang itu heran.

"Aissshh! Apa-apaan ini? Krystal?" Jongin merengut sebal saat melihat nama yang tertera dikertas tersebut. Dengan segera Amber memanggil yeoja pujaan-ehmm-hatinya itu.

"Krystal-ssi, kau bawa Jongin menuju meja yang diinginkannya." Sejujurnya Amber tak rela, tapi mau bagaimana lagi?

"Baiklah. Ayo ikut aku, hitam!" Krystal menarik tangan Jongin dengan kasar menuju salah satu meja disudut ruangan.

"Em, Chunji." Amber memanggil sang ketua kelas untuk menuntun Dara menuju meja kosong yang letaknya tak jauh dari tempat duduk Jongin.

"Kau bacakan, aku malas." Jawab Sehun acuh tak acuh. Padahal ia sudah tau siapa yang akan melayaninya.

"Xi Luhan? Wahahaha. Kau mendapat seorang namja cantik. Luhan-a! Kemari."

Luhan berlari dengan wajah tersenyum. Sesaat kemudian senyuman itu memudar.

"Apa?" Tanyanya ketus.

"Kau bawa Sehun-ssi ke meja di ujung sana."

"Mwo? Shirreo! Dia punya kaki kan?" Luhan hendak beranjak dari sana namun Sehun menahannya.

"Yak! Kau ini harus hormat pada tamu, apalagi tamunya pangeran sepertiku!" Luhan memutar bola matanya kesal. Nanti saja berdebatnya, fikirnya. Dengan tak ikhlas ia membawa Sehun menuju meja yang telah disebutkan Amber tadi.

"Nah, sekarang giliranmu Chanyeol sunbae."

Chanyeol mengambil sebuah kertas berwarna ungu muda. Dahinya mengernyit saat melihat nama disana.

" Baby Hyun? Siapa ini?" Amber tersenyum sumringah mendengar pertanyaan Chanyeol.

"Wah! Kau orang yang istimewa, kau akan dilayani oleh pelayan istimewa kami. Harap duduk disana dulu ne?" Amber menunjuk sebuah kursi yang berada tepat ditengah-tengah. Dengan santainya Chanyeol berjalan menuju bangku tersebut.

"Anyeong, ada yang bisa ku bantu?"

Chanyeol menoleh ke arah sumber suara. Ia tertegun dengan mata membelalak.

'Siapa yeoja ini? Benar-benar manis, rambut coklatnya yang panjang. Kulitnya yang putih bersih, bibirnya yang tipis memerah. Hidung kecil dan mata ber-eyeliner? Tunggu! Jangan katakan bahwa dia…'

"Byun Baekhyun?"

===TBC====

WAHAHAHAHA…*ngakak nista* ….gimana? gimana? Gimanaaaa? Mian, moment chanbaeknya kurang. Liat deh adegan diatas 'TBC' . wahahahaha, apakah chanyeol bakalan terpesona dengan kecantikan uri baekkie? Kkkk~ coming soon~ *plakkk*

Mianhae? Feel hurt-nya lagi-lagi kurang greget. Ini otak sengkleknya lagi aktif. Mode galau-nya udah lenyap, jadi mau buat kata-kata yang puitis ujung-ujungnya malah begindang -_-.

Readers: tendang bokong author!

Author : selamatkan bokong anda /ngeh

Aduuuh..mianhae? ngebacot mulu? Btw, gak nyangka udah chapter sekian aja. Rencana mau buat 10 chapter doang, tapi keanya gak bisa deh. Harus lewat ini mah -_-. Asal jangan 1000 chapter aja deh ya? A_A .

Balasan review buat chapter kemarin :

Yeollbaekk : ne~ ini udah dilanjut ^^. Hehe, author baru pulih dari sakit, makanya lama update.

Wu Zi Rae KTS : endingnya pasti baekhyun gak menderita lagi, hahaha. Aduh, susah nyiksa chanyeol saeng~ ntar dia ngambek gak mau di kontrak maen FF author lagi/abaikan/ .*ikutan cekek leher yeol* , ne~ ^^

EarthDO : author gak tau kapan yeol sayang sama baek, tanyakan pada si tiang listrik berjalan itu XD. Hahahaha, ne~ kalo review n peminatnya banyak author update kilat, khukhukhu *ditendang*

Yuan Lian : ne~ *pukpuk baek* u.u . ne, ini udah di update ^^. Gomawo udah review~

: astaga, ketebak deh -_- *nyungsep di kali* . hm…gak janji bakal buat angst. hurt/comfort aja gagal T_T

Uchiha Shesura-chan : neeee~ ini udah lanjut kok :)

Sayakanoicinoe : ne~ ini udah dilanjutkan. Gomawo~

LEETEUKSEMOX : buat flashback ntar ada waktunya kok. Ini jari ngetiknya ampe keriting loh, udah 4k+ -_- . kalo itu rahasia/bisik-bisik/

Baekhugs0420 : woaaah~ aku fans kamu loh ..*o* /abaikan / . haha, chan mah gitu, ntar baek udah sama yg laen kagak rela -_- .ne~ ini udah dilanjut :)

Kim Bo Mi : orang yang dimaksud chanyeol itu aku sebenarnya /ngek/ . hahahaha, gak ngeri ah~ serem aja 0_0

Maple fujoshi2309 : haha, masih rencana kok. Kalo masih banyak yang respon dengan ff ini, gak bakal aku , krystal punya something dengan baek , hahahaha*ngakak nista* .ne~ ini udah di next. Gomawo udah review ;)

Baekmate : hahaha, bisa aja *towel-towel* /digilas truk/ . itu nickhun atau enggak masih jadi rahasia, kalo dipahami pasti tau siapa yang dimaksud yeol, kkkk~ .hahaha, ne~ ini udah di lanjut. Stay terus disini oke? /maksa/ *ditendang*

Adibmky : hahaha, lagi demen liat bacon jadi pelampiasan XD *dilempar baek pake gulali*

: hahaha, canyol gak mau lepasin baek. Dia kan egois -_- . iya dong, masa' baek mau sendirian aja sambil mangap liatin chandara? Hohoho

Tsuchiya Keda : hahaha, ntar author buat canyol cemburu sampe terbakar jantungnya/engga ding/ . haha, gimana yaaaa? A_A

Fuawalyaah : masih direncanakan kapan ngebunuh si canyol, wkwkwkw.

Parklili : baek terlalu unyu buat ngelawan canyol yang seksi/eh?/ *abaikan author gila ini* . yeah~ begitulah kira-kira…

Rina9702 : ne, ini udah di next. Tenang, baek ditindas, ntar si canyol kita lindas pake truk mini /eh/

Linkz : hahahaha…. Kan masih rencana linkz-ssi ^_^ . btw, gomawo udah diikuti ff yang aku buat, aku tersandung loh :v

Lisa : hehe, namanya juga hurt/comfort. Ini juga masih dikategorikan kurang dapet feel 'hurt'nya -_- *pundung* . jiyeon Cuma fans baek kok, gak ada peran penting. Haha, gimana yaaa? *duaggh*

Gone : namanya masih perkenalan, gak mungkin dong langsung nyosor si zelo ;v .hahaha, masih awal men :v , baek masih lembek-lembeknya, ntar dia bakal berubah jadi monster batu kalok bisa -_ dibotakin dong baek-nya, ntar nyaingi si tuyul -_-. Haha, semua ada prosesnya sayang~ . ntar ada masa dimana canyol gue gebukin n siksa sepuas-puasnya *ngakak evil* . thanks juga ~

Tabifangirl : haha, ini mah kurang sedihnya -_-. Ne~ gomawoooo…

Devrina : haha, masa sih? Aku jadi tersapu-sapu/eh/ . okay, ini udah di update kok.

90rahmayani : hohoho, iya dong… sekali-kali si tiang cemburu. Enak aja buat emak gue cemburu mulu *getok chanyeol*. keluarganya ada something yang gak bisa dijelaskan sekarang *sok misterius ceritanya*.ne~ makasih ya…

Parkbyun0627 : no problem, pasti diselsaikan sampe end, walau ntar end-nya kagak tau gimana *cakar tembok* . hahaha, iya~ ini udah di next..

.

.

Okey, okey….sekian dan terima jadi. Dimohon reviewnya, kritik, saran yang membangun.

Akhir kata RnR jusseyou~ salam chanbaek! Kkaebsong~ ;v