TIME MACHINE

Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Naruto, Hinata dan Tim 7

Genre : Adventure, Romance maybe

Rated : T

Warning : Typo(s), OOC, dan kesalahan lainnya.

Newbie, kritik dan saran diterima dengan sangat terbuka.

ENJOY

Shikamaru menyadari sesuatu, dia mengkhawatirkan Choji yang berada sendirian dengan musuh yang dianggap telah kalah. Dia menoleh ke belakang. Kemudian terdengar teriakan keras dari arah tersebut.

-AAAAARRRRGG-

"Cho-choji" ucap keempat Shinobi tim penyelamat bersamaan.

"Itulah akibatnya jika kalian membuat masalah dengan kami. Bocah kecil seperti kalian seharusnya bermain kunai mainan saja di rumah!" Kidomaru kembali menggendong tong yang telah dia rebut dipunggungnya.

"AWAS KAU!" Shikamaru yang merasa terprovokasi, berlari ke arah Kidomaru untuk menyerang. Namun, di sana telah siap Tayuya untuk menghalanginya dengan kembali memanggil raksasa dan balik menyerang Shikamaru. Tongkat pemukul itu melesat mengarah pemuda Nara, beruntung Shikamaru berhasil menghindar. Namun tanpa Dia Sadari, raksasa lain muncul lalu menendangnya dari arah berbeda dan membuatnya terlempar sejauh beberapa meter.

"S-sial" Neji berusaha mendekat dan menolong temannya yang terkena serangan. Kali ini Sakon lah yang coba menghalangi aksi Neji. Tanpa membuang waktu, Si jenius Hyuga langsung melancarkan serangan demi serangan ke arah Sakon dengan Taijutsunya.

"Gerakan yang bagus" komentar Sakon di sela menghindari serangan yang datang bertubi-tubi.

"BERISIK DAN MATILAH!" teriak Neji. Dia menemukan celah untuk memukul area terbuka dari pertahanan Sakon. Ketika pukulannya hampir mengenai wajah musuhnya, tiba-tiba muncul tangan lain dari tubuh Sakon dan menangkap tangan Neji. Yang semakin membuat terkejut adalah munculnya kepala dari belakang leher Sakon.

"A-apa?" ucap Neji tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Kau hampir terkena pukulan dari bocah ini, Sakon" ucap kepala yang baru muncul itu.

"Ya, tapi aku tahu kau akan menangkapnya, Udon" jawab Sakon dengan tersenyum.

"K-Kalian–" Sebelum sempat melanjutkan ucapannya, Neji telah dipukul di bagian perut oleh Sakon.

"Aku tidak perlu mendengar ocehanmu, bocah" Setelah mengatakan itu, Neji ditendang hingga terlempar cukup jauh. Tubuh Neji mendarat hanya beberapa meter di samping Shikamaru yang masih mencoba kembali berdiri namun Tubuhnya terasa sangat sakit untuk digerakan.

"Bisa gawat jika berakhir sekarang" Melihat teman-temannya telah dihajar, Kiba menjadi tidak sabaran dan berlari menerjang Sakon yang tengah berdiri dua puluh meter dari posisinya. Dia meninggalkan Naruto yang masih mencermati situasi yang ada.

"HEI, TUNGGU!" teriak Naruto. Dia berniat mengejar Kiba, namun saat itu dia melihat Kidomaru yang bersiap melepaskan anak panahnya ke arah Kiba.

"SIAL" teriaknya lagi.

Kidomaru sudah melepaskan serangannya. Kiba yang terlalu fokus pada Sakon tidak menyadari bahaya yang tengah mengancamnya.

-Poof-

Naruto mengeluarkan Kunai dari Magnetic Shuriken Glove-nya. Dia memfokuskan cakra di tangan untuk memutar Shuriken yang kini melayang dipunggung tangannya. Matanya fokus menatap panah yang tengah menuju ke arah Kiba. Semua kejadian itu bagaikan gerakan lambat di matanya. Salah perhitungan sedikit saja, nyawa temannya lah yang menjadi taruhannya.

'Aku mohon sempatlah' Bersamaan dengan saat dia mengatakan hal itu. tangannya dengan cepat melempar Shuriken yang sudah berputar dengan kecepatan maksimum. Shuriken itu melesat melewati beberapa pohon bahkan meninggalkan goresan di sana. Hingga akhirnya Shuriken dan panah itu beradu di udara.

-TRAAANNGGG-

Suara benturan itu terdengar keras hingga membuat Shinobi yang ada di sana menengok ke arah suara termasuk Kiba. Dia melihat panah itu kini berbelok dan melesat hanya beberapa puluh centi saja di sampingnya. Dia sadar siapa yang telah melakukan itu. matanya beralih ke arah Naruto yang sedang tersenyum senang.

"Syukurlah" ucap Naruto pelan.

"NARUTO" Saat kiba berteriak, Naruto menyadari sesuatu tengah mendekat ke arahnya.

-JLEB-

Sebuah panah menembus pundak kanan Naruto lalu menerbangkannya hingga panah itu menancap di sebuah pohon dan membawa Naruto bersamanya. Darah mengalir dari luka yang didapat oleh Naruto.

Kiba yang teralihkan oleh kejadian itu, tidak menyadari bahwa Sakon sudah berdiri di belakangnya. Saat dia berbalik, tendangan lutut dari Shinobi berambut putih itu telak mengenai perutnya. Serangan itu cukup membuat Kiba sedikit memuntahkan darah dari mulutnya. Sakon menjambak rambut Kiba dan menariknya ke atas. Lagi, tendangan keras mendarat di perut Kiba hingga membuatnya terlempar ke arah Naruto.

Tidak lama berselang giliran tubuh Neji dan Shikamaru yang terbang dan mendarat di dekat kedua temanya. Pelakunya tidak lain adalah Tayuya dengan kedua raksasanya. Keadaan diperparah saat Ketiga Shinobi penyelamat di jerat oleh sebuah jaring yang membuat mereka tidak bisa bergerak. Dia adalah Kidomaru, dia mampu memanipulasi cakra dan menghasilkan jaring kuat dari mulutnya.

"Sudah aku bilang, kami akan menyiksa kalian, bocah nakal" ucap Kidomaru yang telah mengeluarkan empat senjata berbentuk boomerang berwarna emas.

"Sayang harus berakhir sekarang. Padahal aku ingin bermain lebih lama lagi" keluh Sakon yang mendarat di samping kanan Kidomaru.

"Kita tidak punya banyak waktu, bodoh" Tayuya juga mendarat di sana sesaat kemudian.

"Sekarang sudah berakhir, matilah dengan tenang bocah-bocah tengik!" Sesaat setelah mengatakan itu, Kidomaru melepar keempat senjatanya ke arah para Shinobi penyelamat. Shikamaru, Kiba ataupun Neji tidak mampu bergerak untuk melepaskan diri dari jaring yang mengikat mereka dengan kuat. Sementara Naruto masih memegang panah yang menenbus bahu kanannya sambil tersenyum. Benar, Naruto tersenyum di saat keempat boomerang hanya berjarak beberapa meter dari mereka berempat. Hal itu karena-

"Hakkesho Kaiten"

-TRANG-TRANG-TRANG-TRANG-

"Maaf kami lama Naruto" ucap Neji yang muncul dengan Byakugan aktif pada matanya dan mementahkan serangan itu.

"Hahaha, Kau berantakan sekali" Kiba tengah berdiri di dahan pohon tempat Naruto tertancap.

"Masalah di sana sudah beres. Benar-benar merepotkan" ucap Shikamaru yang muncul dari balik pohon yang sama.

Ketiga Shinobi Otogakure yang berdiri cukup jauh kembali harus merasa bingung dengan apa yang mereka lihat.

"A-apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Tayuya dengan geram.

Tidak mengindahkan lawannya Neji mengalirkan cakra pada tangannya lalu memotong jaring yang menjerat ketiga Shinobi yang mirip dengannya dan kedua temannya.

-Poof- Poof- Poof-

Setelah terlepas ketiga Shinobi itu berubah menjadi Naruto. Ketiga Naruto itu meregangkan tubuhnya sambil mengaduh kesakitan.

-Poof-

Dan Naruto yang tertancap sebuah panah pun akhirnya menghilang.

"Bunshin? Tapi bagaimana bisa?" tanya Kidomaru yang ikut merasa geram.

"Kalian belum mengerti juga ya? Dengan alat Naruto, dia bisa mempertahankan bunshinnya lebih lama dan tentu saja lebih tahan pukul, hahaha. Oh iya, sejak pertama memang kami lah yang asli" ucap Kiba sambil melompat lalu mendarat di samping teman-temannya.

"APA MAKSUDMU BOCAH SIALAN?" Tayuya yang tidak tahan kembali berteriak.

"Cih, tante-tante ini berisik sekali" kali ini Shikamaru yang berkomentar.

"APA KAU BILANG?" teriak Tayuya lagi.

"Bukankah sudah jelas? Kalian hanya melawan bunshin selama kami mengeroyok satu orang dari kalian. Itu jelas lebih mudah daripada harus melawan kalian berempat secara bersamaan" jelas Shikamaru.

Sakon tidak bisa menahan diri untuk berkomentar "Kalian dengar? Mereka bilang telah mengalahkan Jirobu, hahaha".

"I-itu tidak mungkin, kami jelas mendengar teman kalian berteriak" timpal wanita satu-satunya di sana.

"Ah, itu karena keripik kentangnya sudah habis kami makan. Kalian tahu? diserap cakra cukup membuat kami lapar, hahaha" kelakar Kiba.

-Flashback on-

Sesaat setelah Choji berhasil memukul Jirobu.

"Hoi, Naruto! Maaf lama. Aku harus menghabiskan keripik kentangku dulu. Kau baik-baik saja?" tanya Choji dari depan lubang di kubah tanah itu.

"Lanjutkan ke rencana selanjutnya!" perintah Naruto Setelah mengangguk atas pertanyaan Choji. Choji pun beranjak menyusul ketiga temannya yang sudah terlebih dahulu berlari ke arah terlemparnya Jirobu. Sedangkan Naruto memutuskan untuk melihat-lihat kubah tanah itu, berharap menemukan sesuatu.

Saat sampai, Choji melihat Jirobu yang masih bisa berdiri setelah mendapat serangan darinya. Matanya menatap geram ke arah tim penyelamat.

"Kalian" ucapnya sambil mengepalkan tangan.

"Choji bantu aku!" pinta Kiba.

Choji membentuk segel tangan lalu merubah tangannya menjadi lebih besar berkali-kali lipat. Setelah selesai, Kiba melompat ke telapak tangan Choji lalu Shinobi bertubuh besar itu bersiap melempar Kiba dengan sekuat tenaganya.

"Kombinasi Inu-cho, Luncurkan" teriak Choji sambil melempar Kiba ke arah Jirobu.

Setelah berada di udara Kiba memutar tubuhnya hingga putaran penuh dan membentuk sebuah bor besar yang melesat dengan kecepatan tinggi. "Gatsuga" teriak Kiba.

Serangan kombinasi itu melesat lurus layaknya laser yang ditembakan.

Jirobu yang sudah bersiap menghadapi serangan itu bermaksud untuk menangkapnya.

-DUAARR-

Adu kekuatan pun terjadi saat keduanya bertabrakan. Jirobu dengan kedua tangannya berusaha menghentikan putaran Kiba. Tapi sayang, Kekuatan yang dihasikan oleh dua kekuatan itu berhasil mengunggulinya. Saat tubuh Jirobu mulai terdorong, Kiba mengubah arah serangannya menuju ke atas. Hal itu membuat tubuh Jirobu sedikit demi sedikit terangkat dan pada akhirnya terbang ke atas hingga belasan meter. Di saat bersamaan Kiba yang berhasil lolos dari cengkraman Jirobu berhasil mendarat di dahan pohon.

"Saat kau melayang seperti itu, kau adalah sasaran empuk" ucap Kiba sebelum kembali melancarkan jutsunya.

Kiba berhasil melancarkan Tsuga yang merupakan serangan beruntun pada Jirobu selama melayang jatuh di udara. Hingga akhirnya-

"CHOJI!" teriaknya.

Serangan terakhir Kiba membuat Jirobu terlempar ke arah Choji yang bersiap untuk memukul dengan tangan yang masih dalam ukuran besar.

"NEJI" teriak Choji yang memukul tubuh Jirobu dan mengarahkannya kepada nama yang dipanggil.

Di sana Neji juga sudah bersiap dengan mode enam puluh empat pukulannya.

"Hakke Rokujuyon Sho" ucap sang Hyuga. Serangan ini berfokus untuk merusak aliran cakra lawannya.

Serangan kombinasi itu sudah cukup membuat Jirobu babak belur hingga tidak sadarkan diri.

"Kalian berlebihan sekali" komentar Shikamaru yang sejak tadi tidak mendapat jatah memukul karena dirinya harus menghemat cakra setelah sebelumnya membuat tiga kagebunshin.

"Waw, tadi itu keren sekali. Kita namakan kombinasi Inu-Cho-Hyu, hahaha" Kiba berlari menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul di dekat kubah tanah.

"Nama yang jelek. Hei, Choji masukan dia ke dalam Kubah" ucap Naruto. Choji menurutinya, dia membawa masuk Jirobu yang sudah diikat ke dalam kubah tanah.

"Apa rencanamu?" tanya Shikamaru.

"Kau serahkan saja urusan di sini padaku dan Choji. Sebaiknya kalian bertiga segera membantu bunshinku!" ucap Naruto sambil merapalkan beberapa segel tangan lalu menyentuhkan kedua tangannya pada dinding kubah. Sesaat kemudian tanah di sekitar kubah yang berlubang mulai bergerak dan menutup.

'Dia menggunakan Doton?' batin Shikamaru, hingga akhirnya dia sedikit mempunyai bayangan dengan rencana Naruto dan memutuskan untuk percaya sepenuhnya pada Si bocah Uzumaki.

"Ayo teman-teman!" ajak Shikamaru sambil berjalan dan diikuti Neji dan Kiba.

"Aku lapar, sebaiknya aku makan dulu" ucap Choji sambil membuka tasnya.

Mendengar hal itu, sontak saja ketiga Shinobi yang sedang berjalan menjauh segera mempercepat langkahnya lalu meloncat ke atas dahan pohon dan menghilang di baliknya.

-Flashback off-

Kali ini Naruto lah yang bersiap untuk angkat bicara "Bahkan teman kalian itu cukup berguna untukku" ucapnya saat merasakan sesuatu mengalir di tubuhnya.

Tiba-tiba, Ketiga bunshin Naruto yang tadinya terluka kembali pulih seperti semula. Bahkan mereka memancarkan cakra di sekeliling tubuhnya. Tentu itu merupakan kejutan tambahan bagi Shinobi Oto.

"Jadi memang itu tujuanmu?" ucap Shikamaru.

"Benar, diriku yang berada di sana telah menggunakan jutsu yang sama dengan si gendut. Saat ini dia tidak lebih dari cadangan cakra kami bertiga" ucap Naruto sambil tersenyum penuh percaya diri.

"K-kau?" gagap Kidomaru.

"Apa kalian ingin mendengar kejutan lainnya?" lanjut Naruto.

-Poof-

Tong yang digendong Kidomaru tiba-tiba berubah menjadi seekor anjing putih. Anjing itu melompat dengan menggunakan punggung Kidomaru sebagai pijakannya. Dia berputar kencang di udara membentuk bor kecil lalu terbang ke arah tim penyelamat. Kiba menangkap sang anjing dan mengusap-usapnya manja.

"Kerja bagus Akamaru. Kalung yang kau gunakan benar-benar berguna" puji Kiba. Anjing itu memang Akamaru yang menyamar menjadi tong. Bagaimana hal itu bisa dilakukannya? Tentu saja dengan alat pemberian dari Naruto berupa kalung yang mampu memberi cakra tambahan kepada Akamaru. Hingga Anjing milik Kiba itu mampu mempertahankan Henge-nya lebih lama dan yang terpenting mampu membuat Shinobi Oto tertipu karenanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya tayuya.

"Apa untungnya menjelaskan strategi kami pada kalian, para penculik?" Salah satu bunshin Naruto balik bertanya dengan nada meledek.

"APA? AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SAAT INI JUGA JIKA KALIAN TIDAK MENJELASKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI" Tayuya kembali berteriak memuntahkan ketidak sabarannya.

"Tidak dijelaskan pun kalian akan tetap membunuh kami" jawab bunshin yang lain.

"Apa kau bilang?" Tayuya hendak melancarkan serangannya pada Naruto, namun sebuah suara menghentikannya.

"Huft, merepotkan" Shikamaru akhirnya angkat bicara. Sebelum melanjutkan ucapannya, dia melihat ke arah Naruto. Dia tidak akan percaya jika tidak mengalaminya sendiri. Naruto benar-benar berbeda dari sebelumnya. Apa yang ada dalam pikiran Naruto malah jauh lebih maju daripada dirinya. Hal itu dapat dia simpulkan berawal dari saat itu-

-Flashback on-

Saat membahas Strategi di tempat Istirahat tim penyelamat.

"Dengar! Setelah kita berhasil memisah salah satu dari mereka, saat itulah kita menyiapkan jebakannya" ucap Naruto.

"Tapi bagaimana kita yakin mereka akan meninggalkan satu anggotanya untuk melawan Kita?" sela Kiba.

"Karena mereka meremehkan kita" Shikamaru yang tengah memisahkan diri sekitar dua meter dari tim melontarkan jawabannya. Dia sudah tahu semua ide yang Naruto miliki saat keduanya terlibat perbincangan panjang sebelumnya.

"Tepat seperti yang Shikamaru katakan" Naruto mengiyakan.

"Jadi bagaimana cara menjebak mereka?" Kali ini sang Hyuga bertanya.

"Sementara kalian melawan satu anggota musuh, para bunshinku akan membuat sebuah area yang memudahkan bunshin Shikamaru untuk menjerat mereka dengan jurus bayangannya. Aku tahu kalian pasti bertanya apakah Shikamaru bisa membuat Kagebunshin? Alat ini lah jawabannya" Naruto menunjukan sebuah jam tangan digital dengan lapisan logam hitam di atasnya.

"Jam tangan ini bisa menyimpan dan menyalurkan cakra pada penggunanya. Dalam keadaan terisi penuh, jam ini mampu menyimpan cakra yang cukup untuk melakukan beberapa jutsu tingkat A. Artinya, Shikamaru tidak perlu menggunakan banyak cakranya sendiri untuk membuat kagebunshin dan kagemane untuk menahan musuh. Dengan begitu kita mendapatkan waktu yang cukup untuk melumpuhkan musuh dan merebut Sasuke. Walaupun belum jelas Sasuke dalam keadaan seperti apa nanti. Apakah dia memang sedang diculik atau dia malah sengaja bersama para penculik itu" lanjut Naruto.

Choji yang terkesima melontarkan pertanyaannya "Apa kau yang menciptakan ini?"

"Sudah aku bilang, Naruto sudah berubah sekarang" timpal Kiba.

Hal ini hanya dibalas senyuman dan helaan nafas oleh Naruto. "Aku mohon, jangan ceritakan ini pada orang dewasa" pintanya.

Saat Neji ingin bertanya apa sebabnya, Shikamaru memotong dan menjelaskan kelanjutan rencananya "Yang terpenting, setelah Bunshin Naruto merebut Sasuke, Akamaru yang bersembunyi di tempat yang akan dilewatinya berubah menggunakan henge untuk menggantikan posisi Sasuke dan mengecoh musuh. Bunshin Naruto akan membawa Akamaru kembali ke dekat tempat Choji dan memancing musuh juga menahannya di sana. Sementara Naruto yang asli membawa kembali Sasuke kembali ke Konoha".

"Hah? Apa maksudmu dengan aku yang asli? Bukan begitu rencananya. Bunshinku yang akan membawa kembali Sasuke, sementara aku akan bertarung bersama kalian menahan musuh selama mungkin" Naruto menatap heran ke arah Shikamaru yang sudah berdiri.

"Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku tidak yakin bunshinmu akan dengan mudah lolos dari sana. Jika keadaan memburuk hingga mengancam tubuhmu yang asli, bunshinmu yang membawa Sasuke bisa saja menghilang di tengah jalan. Semua yang kita lakukan akan jadi sia-sia dan misi ini akan gagal"

Semua anggota ikut berdiri dan menghadap ke arah Shikamaru. Mereka mengangguk sebagai tanda memahami hal itu. mau tidak mau, Naruto ikut berdiri dan menyetujui perubahan rencana itu.

"Jika musuh bisa meninggalkan satu orang anggotanya untuk keberhasilan misi, maka kita bisa meninggalkan keempat anggota tim untuk membiarkan satu anggota lainnya lolos. Keberhasilan misi adalah hal yang paling utama di sini" Shikamaru melanjutkan.

-Flashback off-

'Benar, ini demi keberhasilan srategi yang sudah kau buat, Naruto' batin Shikamaru.

Shikamaru berjalan dengan tangan dimasukan ke dalam saku celananya. Setelah berada di samping ketiga Bunshin Naruto, dengan percaya diri pemuda Nara itu memprovokasi musuh di depannya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Yang pasti, anggota terpenting kami sedang dalam perjalanan kembali ke desa dengan membawa Sasuke. Dan kami di sini untuk menahan kalian selama mungkin untuk keberhasilannya" ucapnya sambil tersenyum meremehkan.

Naruto ikut tersenyum bersama Shikamaru.

"Yosh! Pertarungan yang sebenarnya baru saja akan kita mulai" ucapnya dengan semangat.

"Waw, kata-katamu keren Shikamaru" puji Kiba dan disambut pula oleh gonggongan Akamaru.

"Satu ketua tim jenius, tiga bunshin yang sulit diprediksi dan dua hewan buas menjadi rekan bertarungku sekarang. Tidak buruk" ucap sang Hyuga.

Senyum bersemangat tergambar jelas dari seluruh anggota tim penyelamat. Sedangkan wajah kesal tengah ditunjukan oleh para Shinobi Otogakure.

Di tempat lain, seorang Shinobi berambut kuning tengah melompat dari dahan ke dahan dengan membawa sebuah tong di punggungnya. Dia adalah Naruto Uzumaki yang asli. Dia yang sejak awal bersembunyi bersama Akamaru dan menunggu kesempatan untuk menukar tong yang berisi Sasuke. Dia kini telah berhasil menjauh dari para penculik.

Entah kenapa dia merasa ingin tersenyum.

"Aku percaya pada kalian, teman-teman. Kita pasti berhasil menyelesaikan misi ini" ucapnya penuh keyakinan.

Dan satu kilometer dari sana seseorang berambut putih dengan tato berupa dua titik di keningnya tengah mendekat.

-TBC-

Sekilas info...

Saya coba memberi penjelasan tentang alat dan jutsu-jutsu yang digunakan di chapter ini. Siapa tahu ada yang lupa atau mungkin juga belum tahu.

*Jam Cakra

Jam ini Naruto ciptakan dengan baterai khusus yang mampu menyimpan cakra dengan jumlah yang cukup banyak. Fungsi sebenarnya adalah untuk menjadi cadangan cakra ketika menggunakan jutsu yang membutuhkan segel tangan dan bisa juga digunakan untuk memulihkan cakra penggunanya. Namun ada fungsi tambahan yang didapat ketika pengguna Jam menggunakan jutsu Kagebunshin. Jam cakra ini secara tidak langsung terhubung satu sama lain. Dengan demikian, pengguna Asli atau salah satu bunshin bisa menyalurkan cakra pada jam yang digunakan oleh bunshinnya yang lain. Jam cakra ini juga membuat bunshin lebih tahan terhadap pukulan atau serangan. Jadi selama cakra di dalamnya masih ada, seorang bunshin kemungkinan besar tidak menghilang. Dalam kasus Naruto, dia bukannya mengcopy jutsu menyerap cakra Jirobu melainkan menggunakan tekniknya sendiri dengan menggunakan konsep jam cakra ini. Artinya dia menyerap cakra Jirobu dan mengirimnya pada bunshin yang lain.

*Gatsuga

Serangan berupa putaran bor besar dengan kecepatan tinggi. Jutsu ini cukup kuat hingga bisa digunakan untuk menggali batu yang keras. Bisa digunakan sendiri atau berdua bersama partner anjingnya. Bukan bergabung loh ya, itu jutsu yang berbeda.

*Tsuga

Hampir sama dengan Gatsuga. Hanya saja serangan ini ditujukan untuk melakukan serangan beruntun.

*Hakke Rokujuyon Sho

Teknik 64 pukulan Suci menggunakan Juken (Pukulan telapak tangan) yang bertujuan untuk merusak aliran cakra pada tubuh lawan. Dalam anime, sebelum melancarkan jutsu ini biasanya akan terlihat lambang Yin dan Yang di sekitar kaki pengguna.

*Hakkesho Kaiten

Teknik pertahanan dengan memutar tubuh hingga menciptakan kubah cakra. Teknik ini mampu menahan serangan musuh yang berupa benda padat.

Sebenarnya banyak jutsu atau teknik baru yang diciptakan, tapi hal yang sulit itu memberi nama jepang pada jutsunya. Jadi,mungkin nanti bakal ada jutsu atau teknik yang menggunakan nama dalam bahasa inggris.

Oke begitulah! Semoga membantu. Dan jika ada yang dirasa kurang tepat dari penjelasan jutsu di atas silahkan sampaikan di Review! Atau PM juga boleh.

Terima kasih sudah membaca.

Sekali lagi, Saran dan Kritiknya silahkan.